• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Mulsa dan PGPR Terhadap Insidensi Penyakit Busuk Pangkal Batang (Sclerotium rolfsii Sacc.) pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merill).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Mulsa dan PGPR Terhadap Insidensi Penyakit Busuk Pangkal Batang (Sclerotium rolfsii Sacc.) pada Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merill)."

Copied!
129
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 7 Rata-rata tinggi tanaman kedelai pada berbagai kombinasi perlakuan
Tabel 9 Pengaruh interaksi antara varietas kedelai dengan aplikasi PGPR terhadap rata-rata tinggi tanaman kedelai
Tabel 13 Persentase penghambatan bakteri rizosfer kelompok tahan panas
Tabel 14 Persentase penghambatan bakteri rizosfer kelompok non- fluorescence
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penyakit busuk pangkal batang ( S. rolfsii ) adalah salah satu penyakit penting pada pertanaman kacang tanah. Penyakit ini dapat menurunkan produksi yang cukup berarti pada

Hasil penelitian Hamdani 2009, pengaruh jenis mulsa terhadap suhu tanah dan kelembaban tanah menunjukkan bahwa perbedaan suhu tanah antara perlakuan tanpa mulsa dan mulsa jerami

media yang di inokulasi jamur penyebab penyakit busuk pangkal batang untuk karakter umur berbunga dan tinggi tanaman berbeda sangat nyata sedangkan karakter

Diduga varietas Grobogan lebih memiliki daya tahan terhadap penyakit karat daun dibandingkan varietas Anjasmoro dan penggunaan mulsa hitam perak memiliki daya pantul

inkubasi penyakit busuk pangkal batang pada tomat yaitu formula ampas tahu dan ampas tahu + tongkol jagung yang ditandai dengan tidak adanya gejala pada tanaman tomat

Mutia Rahmah: Seleksi Individu Terpilih pada Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill) Generasi M5 Berdasarkan Karakter Produksi Tinggi dan Toleran Penyakit Busuk Pangkal

produksi tinggi dan toleran penyakit busuk pangkal batang Athelia rolfsii Curzi.

media yang di inokulasi jamur Athelia rolfsii (Curzi) penyebab penyakit busuk pangkal batang lebih rendah dari penanaman pada kondisi optimum tanpa. inokulasi jamur pada populasi