• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Faktor Fundamental terhadap Return Saham Perusahaan Industri Dasar dan Kimia yang Terbuka Di Bursa Efek Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Faktor Fundamental terhadap Return Saham Perusahaan Industri Dasar dan Kimia yang Terbuka Di Bursa Efek Indonesia"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini berfungsi sebagai pengantar bagi pembaca, memberikan latar belakang masalah terkait praktik cuci tangan perawat di ruang ICU RS St. Elisabeth Medan. Latar belakang ini perlu menjelaskan pentingnya cuci tangan dalam pencegahan infeksi nosokomial dan menyoroti relevansi penelitian ini dengan isu kesehatan global dan nasional. Pembahasan mengenai angka kejadian infeksi nosokomial di Indonesia dan standar yang ditetapkan WHO menjadi penting dalam memberikan konteks bagi penelitian ini. Dengan mengemukakan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian ini, bagian pendahuluan menggarisbawahi nilai akademiknya dan relevansi terhadap pembelajaran tentang pencegahan dan pengendalian infeksi. Bagian ini juga akan memperkenalkan kerangka teori yang akan digunakan dalam menganalisis data.

1.1 Latar Belakang

Sub-bab ini akan membahas lebih detail mengenai konteks praktik cuci tangan di ruang ICU RS St. Elisabeth Medan. Relevansi dengan tujuan pembelajaran meliputi pemahaman mengenai angka kejadian infeksi nosokomial, standar praktik cuci tangan, dan faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perawat dalam melaksanakan cuci tangan. Dengan adanya data statistik dan literatur terkait, mahasiswa dapat menganalisis bagaimana faktor-faktor tersebut berkontribusi pada masalah infeksi nosokomial. Analisis ini mendorong pemahaman kritis tentang masalah kesehatan publik dan penerapan pengetahuan teoritis dalam konteks praktis.

1.2 Rumusan Masalah

Sub-bab ini merumuskan pertanyaan penelitian yang akan dijawab dalam penelitian. Rumusan masalah ini harus fokus dan spesifik, dengan jelas menyatakan variabel yang akan diteliti. Relevansi dengan tujuan pembelajaran yaitu mengasah kemampuan mahasiswa dalam merumuskan masalah penelitian yang terukur dan terarah. Mereka dapat belajar bagaimana menerjemahkan masalah kesehatan yang kompleks menjadi pertanyaan penelitian yang dapat diuji secara empiris.

1.3 Tujuan Penelitian

Sub-bab ini menyatakan tujuan utama penelitian, yakni untuk mengetahui praktik cuci tangan perawat di ruang ICU RS St. Elisabeth Medan. Tujuan ini harus sejalan dengan rumusan masalah dan metodologi penelitian yang digunakan. Ini akan membantu mahasiswa memahami pentingnya perumusan tujuan penelitian yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berjangka waktu (SMART). Mereka belajar untuk menghubungkan tujuan penelitian dengan metodologi yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

1.4 Manfaat Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan manfaat penelitian bagi berbagai pihak, termasuk perawat, institusi pendidikan, dan masyarakat luas. Manfaat ini harus diuraikan secara jelas dan sistematis, menunjukkan nilai praktis dan teoritis dari penelitian. Mahasiswa diajarkan untuk berpikir kritis tentang implikasi penelitian dan bagaimana penelitian dapat memberikan kontribusi pada praktik dan pengembangan ilmu keperawatan. Menunjukkan manfaat yang konkrit seperti peningkatan kualitas pelayanan dan pencegahan infeksi nosokomial.

II. Tinjauan Pustaka

Bagian tinjauan pustaka memberikan landasan teoritis bagi penelitian, mengkaji literatur dan teori-teori yang relevan dengan praktik cuci tangan, pencegahan infeksi nosokomial, dan faktor-faktor yang memengaruhi perilaku perawat. Kajian ini mencakup definisi, tujuan, indikasi, dan manfaat cuci tangan. Penjelasan berbagai teknik cuci tangan (medical, surgical, steril) penting untuk memperkaya pemahaman mahasiswa. Analisis terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat, seperti faktor individu, psikososial, dan organisasi, penting bagi pembelajaran yang komprehensif. Tinjauan pustaka juga membahas teori-teori perilaku dan model-model yang dapat digunakan untuk menjelaskan perilaku cuci tangan perawat.

2.1 Definisi dan Jenis Cuci Tangan

Sub-bab ini mendefinisikan cuci tangan dan mengklasifikasikannya ke dalam berbagai jenis, seperti cuci tangan higienis dan cuci tangan bedah. Bagian ini akan menjelaskan perbedaan prosedur dan tujuan dari setiap jenis cuci tangan. Relevansi pembelajaran adalah untuk memahami prosedur yang tepat dan pemilihan teknik cuci tangan yang sesuai dengan konteks dan risiko infeksi. Mahasiswa dapat membandingkan dan menganalisis berbagai metode cuci tangan berdasarkan bukti ilmiah.

2.2 Tujuan dan Manfaat Cuci Tangan

Sub-bab ini membahas tujuan utama cuci tangan dalam konteks pencegahan infeksi nosokomial. Disini dijelaskan bagaimana praktik cuci tangan yang efektif dapat melindungi pasien dan tenaga kesehatan dari berbagai patogen. Bagian ini akan menjabarkan manfaat cuci tangan baik dari sudut pandang individu maupun institusi. Pembelajaran relevan untuk menggarisbawahi pentingnya kepatuhan terhadap prosedur cuci tangan, dan bagaimana hal tersebut berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Cuci Tangan

Sub-bab ini mengkaji literatur terkait faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan cuci tangan. Ini termasuk faktor individu (misalnya, pengetahuan, sikap, dan persepsi), faktor organisasi (misalnya, dukungan manajemen, ketersediaan fasilitas), dan faktor lingkungan (misalnya, beban kerja, tingkat stres). Relevansi pembelajaran: analisis faktor-faktor penyebab rendahnya kepatuhan, dan bagaimana merancang intervensi untuk meningkatkan kepatuhan. Mahasiswa belajar menggunakan kerangka kerja teoritis untuk memahami perilaku manusia.

2.4 Infeksi Nosokomial di Ruang ICU

Sub-bab ini membahas secara spesifik tentang infeksi nosokomial di ruang ICU, termasuk jenis infeksi yang umum terjadi, jalur penularan, dan faktor-faktor risiko. Pembahasan ini akan menjelaskan mengapa ruang ICU merupakan lingkungan yang berisiko tinggi terhadap infeksi nosokomial dan bagaimana cuci tangan berperan dalam pencegahannya. Relevansi pembelajaran: menunjukkan pentingnya pengetahuan dan penerapan prinsip aseptik dan antiseptik di lingkungan perawatan intensif. Mahasiswa mempelajari tentang manajemen risiko infeksi di setting perawatan kesehatan.

III. Kerangka Konsep dan Definisi Operasional

Bagian ini menjelaskan kerangka konseptual penelitian yang digunakan untuk menghubungkan variabel-variabel yang diteliti. Kerangka konseptual ini akan menunjukkan bagaimana variabel bebas (misalnya, pengetahuan, sikap, persepsi) memengaruhi variabel terikat (yaitu, praktik cuci tangan). Definisi operasional dari setiap variabel yang akan diukur diberikan secara jelas dan rinci, termasuk metode pengukuran dan instrumen yang digunakan. Relevansi pembelajaran: Mahasiswa belajar bagaimana membangun kerangka konseptual, mengidentifikasi variabel, dan mengembangkan definisi operasional yang tepat untuk penelitian kuantitatif.

3.1 Kerangka Penelitian

Sub-bab ini menampilkan model diagram atau deskripsi tertulis mengenai hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian. Ini membantu mahasiswa untuk memahami bagaimana peneliti mengorganisir dan menginterpretasikan data. Pembelajaran relevan: memahami bagaimana membangun kerangka penelitian yang logis dan koheren berdasarkan teori dan literatur yang ada.

3.2 Definisi Operasional

Sub-bab ini memberikan definisi operasional yang jelas dan terukur untuk setiap variabel yang diteliti. Ini penting untuk memastikan konsistensi dan kejelasan dalam pengumpulan dan analisis data. Relevansi pembelajaran: mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk memberikan definisi operasional yang tepat dan terukur, memastikan pengukuran variabel yang valid dan reliabel.

IV. Metodologi Penelitian

Bagian ini menjelaskan desain penelitian, populasi dan sampel, prosedur pengumpulan data, dan analisis data yang digunakan dalam penelitian. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan praktik cuci tangan perawat. Penjelasan tentang teknik sampling, instrumen penelitian, dan metode analisis data sangat penting. Relevansi pembelajaran: Mahasiswa mempelajari berbagai metode penelitian, memilih desain penelitian yang sesuai, dan menerapkan teknik analisis data yang tepat.

4.1 Desain Penelitian

Sub-bab ini menjelaskan desain penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kuantitatif. Ini akan menjabarkan alasan pemilihan desain tersebut dan bagaimana desain ini sesuai dengan tujuan penelitian. Pembelajaran relevan: menunjukkan kepada mahasiswa perbedaan berbagai desain penelitian dan memilih desain yang paling tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian.

4.2 Populasi dan Sampel

Sub-bab ini menjelaskan tentang populasi dan teknik sampling yang digunakan untuk memilih sampel penelitian. Ini akan menjelaskan cara peneliti memilih sampel yang representatif dari populasi dan alasan pemilihan teknik sampling tertentu. Pembelajaran relevan: Mahasiswa mempelajari berbagai teknik sampling dan kriteria pemilihan sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian.

4.3 Instrumen dan Pengumpulan Data

Sub-bab ini menjelaskan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, seperti kuesioner atau observasi. Ini akan membahas validitas dan reliabilitas instrumen dan prosedur pengumpulan data. Pembelajaran relevan: Mahasiswa memahami pentingnya validitas dan reliabilitas instrumen dan bagaimana mengembangkan instrumen yang berkualitas untuk pengumpulan data.

4.4 Analisis Data

Sub-bab ini menjelaskan teknik analisis data yang akan digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Teknik analisis data yang dipilih harus sesuai dengan desain penelitian dan jenis data yang dikumpulkan. Pembelajaran relevan: Mahasiswa mempelajari berbagai teknik analisis data dan mampu memilih teknik yang tepat sesuai dengan data dan tujuan penelitian.

V. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil penelitian secara sistematis dan terstruktur. Data yang disajikan harus relevan dengan tujuan penelitian dan diinterpretasikan secara kritis. Pembahasan hasil penelitian akan menghubungkan temuan penelitian dengan kerangka teori dan literatur yang telah dikaji pada bagian tinjauan pustaka. Relevansi pembelajaran: Mahasiswa belajar bagaimana menyajikan data penelitian secara efektif dan menginterpretasikan temuan penelitian secara kritis dan objektif.

5.1 Presentasi Data

Sub-bab ini menyajikan data penelitian dalam bentuk tabel, grafik, atau narasi yang mudah dipahami. Data yang disajikan harus akurat dan representatif dari temuan penelitian. Pembelajaran relevan: mengajarkan mahasiswa bagaimana menyajikan data penelitian dengan cara yang efektif dan mudah dipahami.

5.2 Interpretasi dan Pembahasan

Sub-bab ini menginterpretasikan hasil penelitian dan menghubungkannya dengan kerangka teori dan literatur yang telah dikaji. Pembahasan harus dilakukan secara kritis dan objektif, mempertimbangkan keterbatasan penelitian. Pembelajaran relevan: mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam menginterpretasi data penelitian dan menghubungkannya dengan teori dan literatur yang ada.

VI. Kesimpulan dan Saran

Bagian ini merangkum temuan penelitian dan memberikan kesimpulan yang relevan dengan tujuan penelitian. Saran yang diberikan harus berdasarkan pada temuan penelitian dan dapat digunakan untuk meningkatkan praktik cuci tangan perawat dan pencegahan infeksi nosokomial. Relevansi pembelajaran: Mahasiswa belajar untuk merangkum temuan penelitian secara ringkas dan memberikan saran yang bermakna dan dapat diterapkan.

6.1 Kesimpulan

Sub-bab ini merangkum temuan utama penelitian secara ringkas dan jelas. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan. Pembelajaran relevan: Mahasiswa diajarkan bagaimana merumuskan kesimpulan yang akurat dan tepat berdasarkan temuan penelitian.

6.2 Saran

Sub-bab ini memberikan saran yang konstruktif dan praktis berdasarkan pada temuan penelitian. Saran ini dapat ditujukan kepada berbagai pihak, seperti perawat, manajemen rumah sakit, dan institusi pendidikan. Pembelajaran relevan: Mahasiswa belajar bagaimana mengembangkan saran yang bermakna dan dapat diterapkan untuk meningkatkan praktik dan kebijakan.

Gambar

Tabel
Tabel definisi operasional palaksanaan cuci tangan perawat
Tabel 5.2 distribusi pelaksanaan cuci tangan perawat di ruangan ICU

Referensi

Dokumen terkait

Argumentasi dasarnya adalah bahwa harga saham mewakili nilai perusahaan, tidak hanya nilai intrinsik ( intrinsic value ).. suatu saham yang merupakan nilai sesungguhnya pada

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah S.W.T, karena atas kasih dan rahmat-Nya sehingga penyusunan Tugas Akhir Skripsi dengan judul “ANALISIS

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fundamental yakni Current Ratio (CR), Return On Asset (ROA), Net Profit Margin (NPM), Dept to Equity Ratio

Berdasarkan uraian dan pembahasan mengenai pengaruh rasio likuiditas, rasio profitabilitas, dan rasio solvabilitas terhadap return saham pada perusahaan properti yang terdaftar di

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor fundamental yang diukur dengan Return On Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), dan Current Ratio (CR) dan Risiko

Persoalan yang timbul adalah sejauh mana perusahaan mampu mempengaruhi harga saham di pasar modal, dan faktor atau variabel apa saja yang dapat di jadikan indikator,

Analisis Periode 5 Tahon 2012 - 2016 Analisis variabel ROE pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2016, dimana koefisien beta ROE sebesar 0,28 dan signifikan sebesar 0, 11,

dimana variabel current ratio tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap. return