Analisis Permintaan Kedelai pada Industri Kecap Di Indonesia
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil analisis regresi pada tabel 2 menunjukkan bahwa variabel independen (harga kedelai impor, harga daging ayam, pendapatan perkapita, tingkat inflasi, dan kebijakan
Sedangkan nilai R²-nya sebesar 17,6% artinya Variabel permintaan kain tenun ikat troso dapat dijelaskan oleh variabel harga kain, tingkat pendapatan konsumen dan harga
Berdasarkan uji F, faktor-faktor yang digunakan sebagai penduga yang akan mempengaruhi tingkat permintaan kedelai di Kabupaten Klaten untuk analisis permintaan
Secara parsial harga jagung, jumlah penduduk, pendapatan perkapita, jumlah industri untuk konsumsi berpengaruh signifikan terhadap permintaan kedelai di Provinsi
Koeisien regresi dari harga kedelai adalah -1,892 dengan signiikansi 0,008 (< α=1%), sehingga, variabel harga kedelai berpengaruh signiikan terhadap keuntungan industri
a) Nilai R-Squared (R 2 ) sebesar 0,941 artinya variasi yang terjadi pada variabel permintaan kedelai di Provinsi Sumatera Utara, dapat.. b) Secara parsial,
Koefisien regresi dari harga kedelai adalah -1,892 dengan signifikansi 0,008 (< α=1%), sehingga, variabel harga kedelai berpengaruh signifikan terhadap keuntungan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penawaran dan permintaan kedelai di Indonesia, serta memprediksi tren penawaran dan permintaan tersebut selama 32 tahun ke