• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATUS PEKERJA OUTSOURCING DALAM HAL TERJADINYA PELANGGARAN JANGKA WAKTU PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STATUS PEKERJA OUTSOURCING DALAM HAL TERJADINYA PELANGGARAN JANGKA WAKTU PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 TENTANG KETENAGAKERJAAN."

Copied!
55
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Berkaitan dengan hal tersebut, maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana status hukum bagi pekerja outsourcing, kemudian bagaimana UU Ketenagakerjaan mengatur

Penyelesaian sengketa terhadap pelanggaran peraturan perusahaan di tempat kerja oleh karyawan outsourcing adalah tanggung jawab perusahaan penyedia karyawan outsourcing,

Apabila dalam pelaksanaannya, pengusaha yang memakai pekerja/buruh dengan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) tidak mematuhi ketentuan yang diatur dalam Pasal 59 ayat

Perjanjian kerja yang berlaku antara pekerja dengan vendor atau perusahaan penyedia jasa pekerja adalah Perjanjian Kontrak Waktu Tertentu (PKWT) apabila pekerjaan tersebut

Nojorono Tobacco International Pangkalpinangjika tidak memperhatikan hak-hak Sales Promotion Girl (SPG) sebagai pekerja dalam Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

Perjanjian kerja menurut pasal 1 angka 14 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Perjanjian Kerja adalah perjanjian antara pekerja dengan pengusaha atau

Berkaitan dengan hal tersebut, maka yang menjadi permasalahan adalah bagaimana status hukum bagi pekerja outsourcing, kemudian bagaimana UU Ketenagakerjaan mengatur

pekerjaan yang jenis dan sifat atau kegiatannya bersifat tidak tetap."11 Ketentuan waktu perjanjian kerja sebelumnya yang tertuang pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 59 ayat 1