• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Jenis Dan Kadar Pemanis Buatan Pada Permen Karet Yang Beredar Di Kota Medan Tahun 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Analisa Jenis Dan Kadar Pemanis Buatan Pada Permen Karet Yang Beredar Di Kota Medan Tahun 2010"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Romayanti Silalahi
  • Pengajar:
    • Ir. Indra Chahaya, MSi
    • Dr. Dra. Irnawati Marsaulina, MS
    • Dr. Drs. R. Kintoko Rochadi, M.Kes
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Kesehatan Masyarakat
  • Topik: Analisa Jenis Dan Kadar Pemanis Buatan Pada Permen Karet Yang Beredar Di Kota Medan Tahun 2010
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2010
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Pada bagian ini, penulis menjelaskan latar belakang pentingnya pemanis buatan dalam permen karet dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Penulis menggarisbawahi bahwa pemanis buatan seperti sakarin dan siklamat sering digunakan dalam produk makanan, termasuk permen karet, untuk memberikan rasa manis yang lebih tinggi dibandingkan gula biasa. Namun, ada kekhawatiran terkait potensi dampak kesehatan dari konsumsi berlebihan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan kadar pemanis buatan yang beredar di Kota Medan. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat dan pihak berwenang.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian menyoroti pentingnya pemahaman mengenai pemanis buatan dalam makanan, khususnya permen karet, serta implikasinya terhadap kesehatan. Dalam konteks ini, penulis menekankan bahwa pemanis buatan dapat memberikan rasa manis yang kuat tetapi tidak memiliki nilai gizi. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan penggunaannya, terutama di kalangan anak-anak yang merupakan konsumen utama permen karet. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan data yang akurat mengenai jenis dan kadar pemanis buatan yang digunakan dalam produk permen karet yang beredar di Kota Medan.

1.2. Perumusan Masalah

Dalam perumusan masalah, penulis mengidentifikasi isu utama yang berkaitan dengan penggunaan pemanis buatan dalam permen karet yang beredar di Kota Medan. Penelitian ini berfokus pada pertanyaan apakah jenis dan kadar pemanis buatan tersebut memenuhi syarat kesehatan yang ditetapkan oleh peraturan yang ada. Penulis juga menunjukkan pentingnya penelitian ini untuk memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat dan instansi kesehatan terkait.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini dibagi menjadi dua kategori: tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum adalah untuk mengetahui jenis dan kadar pemanis buatan pada permen karet yang beredar di Kota Medan. Sementara itu, tujuan khusus mencakup analisis lebih mendalam tentang jenis pemanis buatan yang digunakan serta kadar yang terdapat dalam produk tersebut, dengan perbandingan terhadap standar kesehatan yang berlaku.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini sangat penting, baik bagi masyarakat maupun pihak berwenang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas mengenai penggunaan pemanis buatan dalam permen karet, serta memberikan masukan bagi Dinas Kesehatan dan Badan POM untuk pengawasan yang lebih ketat terhadap produk makanan. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi pengembangan ilmu kesehatan masyarakat dan pendidikan di bidang gizi.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini menyajikan tinjauan literatur yang relevan mengenai bahan tambahan makanan, khususnya pemanis buatan. Penulis menjelaskan definisi dan kategori bahan tambahan makanan, serta fungsi dan jenis pemanis yang digunakan dalam industri makanan. Penelitian ini mengkaji pemanis alami dan buatan, serta dampak penggunaannya terhadap kesehatan. Penulis juga menjelaskan peraturan yang mengatur penggunaan pemanis buatan di Indonesia dan batasan jumlah maksimum yang diperbolehkan. Tinjauan pustaka ini memberikan dasar teoritis yang kuat untuk penelitian yang dilakukan.

2.1. Bahan Tambahan Makanan (BTM)

Bahan Tambahan Makanan (BTM) adalah bahan yang ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk makanan. Penulis menjelaskan bahwa BTM dapat memiliki nilai gizi atau tidak, dan ada beberapa kategori BTM yang diatur oleh peraturan pemerintah. Penjelasan ini penting untuk memahami konteks penggunaan pemanis buatan dalam produk makanan, termasuk permen karet, serta implikasi regulasinya.

2.2. Zat Pemanis

Bagian ini membahas pemanis, baik alami maupun buatan, serta fungsi dan dampaknya terhadap kesehatan. Penulis menjelaskan bahwa pemanis buatan sering digunakan untuk meningkatkan rasa tanpa menambah kalori. Namun, ada kekhawatiran terkait efek samping yang mungkin ditimbulkan dari konsumsi berlebihan. Penjelasan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pemanis yang digunakan dalam permen karet yang diteliti.

2.3. Sakarin dan Siklamat

Penulis menjelaskan karakteristik sakarin dan siklamat sebagai pemanis buatan yang umum digunakan. Sakarin dikenal karena kemanisan yang tinggi, sementara siklamat juga memiliki sifat serupa. Namun, kedua pemanis ini juga memiliki potensi risiko kesehatan yang perlu diperhatikan. Penjelasan ini menekankan pentingnya analisis kadar pemanis tersebut dalam penelitian ini untuk memastikan bahwa penggunaannya aman bagi konsumen.

III. METODE PENELITIAN

Dalam bagian ini, penulis menjelaskan metode yang digunakan untuk penelitian, termasuk jenis penelitian, lokasi, waktu, dan objek penelitian. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah survei deskriptif, di mana sampel diambil dari berbagai tempat di Kota Medan. Penulis juga menjelaskan proses analisis data yang dilakukan untuk mendapatkan hasil yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Metode yang jelas dan sistematis ini sangat penting untuk mencapai tujuan penelitian.

3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menganalisis jenis dan kadar pemanis buatan dalam permen karet. Pendekatan ini memungkinkan penulis untuk menggambarkan situasi yang ada tanpa melakukan intervensi. Penjelasan ini penting untuk memahami konteks penelitian dan bagaimana data dikumpulkan dan dianalisis.

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Kota Medan pada tahun 2010. Penulis menjelaskan lokasi pengambilan sampel, yang mencakup warung-warung dan pasar swalayan. Penjelasan ini memberikan gambaran tentang konteks geografis dan temporal penelitian, yang penting untuk interpretasi hasil.

3.3. Objek Penelitian

Objek penelitian adalah permen karet yang beredar di Kota Medan. Penulis menjelaskan kriteria pemilihan sampel dan jumlah sampel yang diambil untuk analisis. Penjelasan ini penting untuk memahami representativitas sampel dan relevansi hasil penelitian.

IV. HASIL PENELITIAN

Bagian ini menyajikan hasil analisis kualitatif dan kuantitatif terhadap kadar pemanis buatan dalam permen karet. Penulis menyajikan data yang diperoleh dari laboratorium serta interpretasi dari hasil tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar permen karet mengandung sakarin, namun tidak melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh peraturan. Penjelasan ini memberikan gambaran yang jelas mengenai situasi penggunaan pemanis buatan dalam produk yang diteliti.

4.1. Hasil Analisa Kualitatif Sakarin Pada Permen Karet

Hasil analisa kualitatif menunjukkan bahwa sakarin terdeteksi dalam beberapa sampel permen karet yang diuji. Penulis menjelaskan jumlah sakarin yang ditemukan dalam setiap sampel dan membandingkannya dengan batas maksimum yang ditetapkan. Penjelasan ini penting untuk menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi kesehatan.

4.2. Hasil Analisa Kualitatif Siklamat Pada Permen Karet

Dalam analisis ini, penulis melaporkan bahwa tidak ada sampel permen karet yang mengandung siklamat. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan siklamat dalam permen karet di Kota Medan tidak umum, yang penting untuk diketahui oleh konsumen dan pihak berwenang.

4.3. Hasil Analisa Kuantitatif Sakarin Pada Permen Karet

Hasil analisis kuantitatif menunjukkan kadar sakarin dalam permen karet yang diuji. Penulis menyajikan data yang mendetail mengenai kadar sakarin dalam setiap sampel dan membandingkannya dengan standar yang ditetapkan. Penjelasan ini penting untuk memberikan bukti bahwa penggunaan sakarin dalam produk tersebut aman untuk dikonsumsi.

V. PEMBAHASAN

Bagian ini membahas hasil penelitian dan membandingkannya dengan temuan sebelumnya serta literatur yang relevan. Penulis menganalisis implikasi dari hasil yang diperoleh dan memberikan rekomendasi berdasarkan temuan penelitian. Diskusi ini penting untuk memberikan konteks yang lebih luas terhadap hasil penelitian dan bagaimana hal ini dapat berkontribusi terhadap pemahaman mengenai penggunaan pemanis buatan dalam permen karet.

5.1. Hasil Analisa Kualitatif dan Kuantitatif Sakarin Pada Permen Karet

Penulis membahas hasil analisa kualitatif dan kuantitatif sakarin secara mendalam, termasuk perbandingan dengan penelitian sebelumnya. Penjelasan ini memberikan wawasan mengenai tren penggunaan pemanis buatan dalam permen karet dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

5.2. Hasil Analisa Kualitatif Siklamat Pada Permen Karet

Diskusi mengenai hasil analisis siklamat mencakup pentingnya tidak ditemukannya siklamat dalam sampel permen karet. Penulis menyoroti dampak positif dari temuan ini bagi kesehatan konsumen dan perlunya pengawasan yang berkelanjutan terhadap produk makanan.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

Di bagian akhir ini, penulis menyimpulkan temuan utama dari penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya serta rekomendasi bagi kebijakan kesehatan. Kesimpulan ini penting untuk merangkum hasil penelitian dan menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan pemanis buatan dalam produk makanan.

6.1. Kesimpulan

Penulis menyimpulkan bahwa permen karet yang beredar di Kota Medan mengandung sakarin dalam kadar yang tidak melebihi batas maksimum yang ditetapkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pemanis buatan dalam produk tersebut aman untuk dikonsumsi, namun tetap perlu pengawasan.

6.2. Saran

Penulis merekomendasikan agar pihak berwenang melakukan pemantauan yang lebih ketat terhadap penggunaan bahan tambahan makanan, termasuk pemanis buatan. Selain itu, disarankan agar masyarakat lebih sadar akan kandungan makanan yang mereka konsumsi dan pentingnya memilih produk yang aman.

Referensi Dokumen

  • Penerapan Standar Penggunaan Pemanis Buatan Pada Produk Pangan ( Ambarsari, Indrie, Qanytah dan Sarjana )
  • Analisis & Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Pangan ( Cahyadi, Wisnu )
  • Manfaat Permen Karet Bagi Kesehatan ( Damayanti, Siska )
  • Ilmu Gizi: Korelasi Gizi, Kesehatan dan Produktivitas kerja ( Kartasapoetra, G dan H. Marsetyo )
  • Sakarin dan Siklamat ( Lutfi, Achmad )

Gambar

Tabel 2.2. Daftar pemanis sintesis yang diizinkan di Indonesia
Tabel 2.3. Pemanis Buatan yang Direkomendasikan Departemen Kesehatan RI
Tabel 2.4. Beberapa Jenis Pemanis Buatan Pengganti Sukrosa yang Diijinkan                   Penggunaannya di Indonesia:
Gambar 1. Kerangka konsep penelitian
+6

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang diatas dan tingginya penggunaan bahan tambahan pangan seperti pewarna dalam makanan dan minuman menyebabkan masih banyaknya penyalahgunaan pemakaian

Sumber informasi adalah segala petunjuk yang diperoleh responden untuk mengetahui informasi tentang bahaya penggunaan bahan pemanis buatan (sintetis) pada makanan jajanan anak

Disarankan kepada BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Kota Medan untuk lebih meningkatkan pemantauan dan pengawasan terhadap penggunaan pewarna dan pemanis

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada jenis dan kadar zat pewarna buatan terhadap tujuh sampel permen lollipop bermerek dan tujuh sampel permen lollipop tidak

Dari penelitian - penelitian yang telah dilakukan menunjukkan masih banyak penggunaan zat pemanis sintesis berupa siklamat dalam makanan dan minuman namun kadar

Pengertian Bahan Tambahan Pangan secara umum adalah bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan khas makanan, mempunyai atau tidak

Berdasarkan hasil pemeriksaan pada jenis dan kadar zat pewarna buatan terhadap tujuh sampel permen lollipop bermerek dan tujuh sampel permen lollipop tidak