KAJIAN YURIDIS TENTANG PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MENURUT PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK
Teks penuh
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan politik oleh partai politik berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pasal 34 ayat (3a) dan (3b) Undang-Undang
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam pasal 32 UU No 2 Tahun 2011 Tentang Partai Politik disebutkan secara prosedural, jika terjadi perselisihan internal dalam
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik, setiap partai politik berhak mendapat uang
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik, setiap partai politik berhak mendapat uang
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kedudukan hukum (legal standing) atau pihak yang diberikan hak sebagai pemohon dalam pembubaran partai politik adalah
Kebolehan bagi anggota DPD untuk menjadi anggota partai politik, atau sebaliknya, anggota partai politik menjadi anggota DPD memang merupakan hak Konstitusional
Dari ketiga perkara tersebut, Mahkamah Konstitusi mempunyai pertimbangan yang sama untuk memberikan pendapat tentang kedudukan hukum atau Legal Standing partai politik yaitu
Paputungan, “Kegiatan Organisasi Sayap Partai Politik yang Bertentangan Dengan UUD 1945 Sebagai Alasan Pembubaran Partai Politik Oleh Mahkamah Konstitusi”, Jurnal Penelitian Hukum De