PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KREATIVITAS SISWA SMA KELAS XI IPA PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM.

26 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

DAN KREATIVITAS SISWA SMA KELAS XI IPA PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM

Oleh: Febrianto Manik NIM.4123131033

Program StudiPendidikan Kimia

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

iv

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN MEDIA KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR

DAN KREATIVITAS SISWA SMA KELAS XI IPA PADA POKOK BAHASAN HIDROLISIS GARAM

Febrianto Manik (NIM.4123131033)

ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan model Problem Based Learning dengan media komputer untuk meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa SMA Kelas XI IPA pada pokok bahasan hidrolisis garam. Peneltian ini merupakan penelitian eksperimen dengan bentuk pretest-posstest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa XI IPA SMA Negeri 1 Simanindo T.A 2015/206 dengan jumlah 116 siswa. Sampel diambil dengan teknik modifikasi cluster random sampling yaitu 29 siswa kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol dan 27 siswa kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan tes (hasil belajar) dan non-tes (observasi karakter kreativitas siswa) yang telah distandarisasi. Kelas eksperimen dibelajarkan mengunakan model Problem Based Learning dengan media komputer sedangkan kelas kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Teknik analisis data menggunakan uji statistik-t pada taraf signifikan

) 05 , 0

(  dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kimia yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning dengan media komputer lebih tinggi daripada hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning dengan media komputer lebih tinggi daripada kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung; Adanya korelasi antara kreativitas siswa dengan hasil belajar kimia siswa sebesar 0,449.

(4)

v

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya yang memberikan kesehatan dan hikmah kepada penulis sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik sesuai dengan waktu yang direncanakan.

Skripsi berjudul “ Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Media Komputer untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kreativitas Siswa SMA Kelas XI IPA Pada Pokok Bahasan Hidrolisis Garam. ” disusun untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unimed.

(5)

vi

Teristimewa penulis sampaikan terima kasih kepada Ayah H.Manik dan Ibu tercinta S.Situmorang, yang telah mengasuh, membimbing, memberi kasih sayang yang tulus dan setiap waktu mendoakan penulis. Terima kasih kepada keluarga tercinta M.Manik, J.Manik, R.Sidauruk/S.Manik, M.Harianja/D.Manik, Asdiana Manik, Abdi Manik, Eles Manik, dan Santi Manik serta J.Simbolon/D.Purba. Terimakasih penulis sampaikan kepada PT.INALUM (Persero), Otorita Asahan atas bantuan dana pendidikan. Terima kasih juga kepada sahabat-sahabat penulis stambuk 2012, khususnya teman seperjuangan di kelas kimia regular B 12 ,Jiordan Situmorang, Star Clearson Silaban, Saema, Nurkumalasari, Erikson Cl Simatupang, kos sering 139 (Elida,Ayu,Nia,Elena), satu kos sering 90 A (Grace,Yitro,Fredy,Duma, Wahyu) teman-teman Alumni SD N 12 Parbalohan tamatan 2006, Alumni SMP N 3 Simanindo tamatan 2009, Alumni SMA Negeri 1 Simanindo tamatan 2012, PPL- T Unimed SMA Negeri 1 Lumban Julu, Siswa/i SMA Negeri 1 Lumban julu TA 2015/2016, atas doa, motivasi, dan kerjasama yang diberikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan.

Medan, Juni 2016 Penulis,

(6)

vii

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 10

2.1. Belajar dan Pembelajaran 10

2.2. Hasil Belajar 11

2.3. Model Pembelajaran 11

2.4. Model Problem Based Learning 13

2.5. Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction) 15

2.6. Media Pembelajaran 17

2.7. Media Komputer 17

(7)

viii

2.9. Materi Hidrolisis Garam Dalam KTSP 22

2.10. Hipotesis 30

BAB III METODE PENELITIAN 31

3.1.Lokasi dan Waktu Penelitian 31

3.2.Populasi dan Sampel 31

3.3.Variabel Penelitian 31

3.4.Instrumen Penelitian 32

3.5.Rancangan Penelitian 35

3.6.Prosedur Penelitian 36

3.7.Teknik Analisis Data 38

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 45

4.1.Analisis Instrumen Penelitian 44

4.2.Deskripsi Data Penelitian 48

4.3.Analisis Data Hasil Penelitian 48

4.4.Uji Hipotesis 50

4.5.Uji Korelasi 52

4.6.Penilain Kreativitas Siswa 53

4.7.Pembahasan 54

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan 57

5.2.Saran 58

DAFTAR PUSTAKA 59

(8)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Langkah-langkah pembelajaran berbasis masalah 15

Tabel 2.2. Sintaks model pengajaran langsung (Direct Instruction) 16

Tabel 2.3. Jenis garam yang dapat terhidrolis dalam air 23

Tabel 3.1. Analisis kisi-kisi tes evaluasi 33

Tabel 3.2. Rancangan penelitian 35

Tabel 3.3. Makna dari koefisien korelasi 40

Tabel 3.4. Kriteria penskoran kreativitas siswa 42

Tabel 4.1. Rekapitulasi Analisis Soal 46

Tabel 4.2. Kisi-kisi Instrumen Penelitian 47

Tabel 4.3. Data Pre-test, Post-test dan Kreativitas Siswa Kelompok Sampel 48

Tabel 4.4. Hasil Uji Normalitas Data Pre-test, Post-test dan Kreativitas 49

Tabel 4.5. Hasil Uji Homogenitas Data Pre-test, Post-test dan Kreativitas 49

Tabel 4.6. Hasil Uji Hipotesis Hasil Belajar Siswa 50

Tabel 4.7. Hasil Uji Hipotesis Kreativitas Siswa 51

(9)

x

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 3.1. Diagram Alir Desain Penelitian 37

(10)

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1. Silabus Pembelajaran 63

Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran SMA 65

Lampiran 3. Lembar Kerja Siswa 76

Lampiran 4. Kisi-kisi Instrument Tes Sebelum Divalidasi 89

Lampiran 5. Instrumen Test Sebelum Divalidasi 100

Lampiran 6. Lembar Observasi Kreativitas Siswa 109

Lampiran 7. Materi Hidrolisis Garam Dengan Media Komputer 113

Lampiran 8 Tabel Penskoran Instrumen Tes 118

Lampiran 9 Tabel Validitas Tes 119

Lampiran 10 Perhitungan Validitas Tes 120

Lampiran 11 Tabel Reliabilitas Tes 122

Lampiran 12 Perhitungan Reliabilitas Tes 123

Lampiran 13 Tabel Tingkat Kesukaran Soal 125

Lampiran 14 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal 126

Lampiran 15 Tabel Daya Pembeda Soal 128

Lampiran 16 Perhitungan Daya Pembeda Soal 129

Lampiran 17 Kisi-kisi Instrument Tes Setelah Divalidasi 131

Lampiran 18 Instrumen Tes Setelah Divalidasi 136

Lampiran 19 Tabulasi Data Pre-test, Post-test dan Kreativitas Siswa 140

Lampiran 20 Perhitungan Rata-rata, Standar Deviasi dan Varians Data 141

Lampiran 21 Uji Normalitas Data Penelitian 143

Lampiran 22 Uji Homogenitas Data Penelitian 149

(11)

xii

Lampiran 24 Tabel Penilaian Data Kreativitas Siswa 155

Lampiran 25 Tabel Nilai-nilai r-Product Moment 157

Lampiran 26 Tabel Nilai Kritis Distribusi Chi Kuadrat (X2) 158

Lampiran 27 Tabel Nilai Kritis Distribusi F 159

Lampiran 28 Tabel Nilai-nilai Distribusi T 161

(12)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang

Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak lepas dari pengaruh global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perkembangan dan perubahan ini menuntut adanya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan mengadakan perbaikan dalam proses pembelajaran. Kurikulum merupakan salah satu unsur yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pembelajaran. Pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki kualitas kurikulum di Indonesia, sehingga pada saat ini telah mewajibkan sekolah dasar maupun sekolah menengah untuk mengimplementasikan Kurikulum KTSP 2006 dan Kurikulum 2013.

Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran (Aunurrahman, 2010). Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dilihat dari kemampuan belajar peserta didik secara mandiri, sehingga pengetahuan yang dikuasai adalah hasil belajar yang dilakukannya sendiri. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajaran hendaknya menciptakan dan menumbuhkan rasa dari tidak tahu menjadi mau tahu (Atsnan, 2013).

(13)

2

terlihat pasif, karena hanya didominasi oleh kegiatan membaca, mencatat dan mendengarkan penjelasan guru. Dalam berinteraksi dengan siswa, guru hanya menerapkan teknik bertanya seperti umumnya yang terdiri dalam pembelajaran. Namun hanya beberapa siswa yang merespon pertanyaan guru. Siswa juga tidak bertanya terkait materi yang dipelajari, padahal dalam menjawab tugas atau soal yang diberikan, masih ada beberapa siswa yang dibantu oleh guru dalam menyelesaikannya.

Kreativitas pembelajaran guru yang rendah antara lain diwujudkan melalui tindakan kurang peduli, sekadar menjalankan tugas, orientasi terhadap prestasi yang rendah, produktivitas yang rendah, kurang efisien dan efektif, kurang isiplin, membosankan anak didik dan sebagainya, sehingga secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap pencapaian kualitas pendidikan bagi anak didiknya (Agung, 2010). Salah satu indikator guru yang tidak kreatif adalah tidak menggunakan model embelajaran yang bervariasi dan cenderung menggunakan metode konvensional. Proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan metode konvensional selain menyebabkan hasil belajar siswa rendah, kurangnya kreativitas siswa serta siswa tidak mampu berpikir kritis. Untuk meningkatkan hasil belajar, kreatifitas, dan berpikir kritis siswa diperlukan model pembelajaran yang berpusat pada siswa.

(14)

3

mewujudkan dirinya sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, memberikan kepuasan kepada individu dan memungkinkan meningkatkan kualitas hidupnya. Semua unsur-unsur yang mampu menyebabkan terjadinya belajar harus dapat dirancang sedemikian sehingga tujuan utama pembelajaran tercapai.

Pembelajaran berbasis masalah berdampak positif pada presatasi akademik dan sikap peserta didik pada pembelajaran science ( Akinoglu dan Ozkardes, 2007). Kelebihan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan interaksi sosial dan prestasi belajar peserta didik (Dewi,Haryono dan Utomo, 2013). Adanya efektivitas dalam suatu pembelajaran dapat diketahui apabila semua indikator kompetensi dapat tercapai berdasarkan target pembelajaran baik proses pembelajaran maupun hasil belajar peserta didik.

(15)

4

menerapkan model Problem Based Learning dapat meningkatkan keaktifan siswa (Ariyanti, Martini dan Agustina, 2015).

Berdasarkan hasil penelitian Wasonowati,Redjeki,dan Ariani (2014) yaitu Penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran hukum - hukum dasar kimia ditinjau dari aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X IPA SMA Negeri 2 Surakarta tahun pelajaran 2013/2014 menunjukkan bahwa: 1) Proses belajar yang ditinjau dari aktivitas siswa (visual, oral, writing, listening, mental, dan emotional) dengan model PBL dilengkapi dengan LKS dalam penerapan kurikulum 2013 dikategorikan baik dengan dengan rata-rata 82,71 dan persentase ketercapaian sebesar 81,25%, 2) Hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dengan model PBL dilengkapi dengan LKS dalam penerapan kurikulum 2013 dikategorikan baik dengan rata-rata nilai berturut-turut adalah 81; 83; dan 79, dan 3). Hasil belajar siswa pada ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dengan model PBL dilengkapi dengan LKS dikategorikan baik dengan persentase siswa yang mencapai kompetensi inti kurikulum 2013 berturut-turut adalah 78%, 81,24% dan 78,13%. Model pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah model pembelajaran berbasis masalah diintegrasikan dengan media komputer dan model pembelajaran yang paling efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa adalah model inkuiri diintegrasikan dengan media komputer (Mellyzar, Silaban dan Muchtar, 2013)

(16)

5

disampaikan sehingga siswa dapat menyerap materi pelajaran dengan baik. Selain itu waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran lebih efi sien karena guru tidak perlu menyampaikan materi terlalu banyak karena dibantu komputer dan ditayangkan lewat LCD sehingga dapat ditangkap oleh siswa lebih jelas (Prasetya.,Priatmoko, dan Miftakhudin, 2008). Tambunan dan Sianturi (2012) telah meneliti tentang “Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X SMA “. Dari hasil penelitiannya, hasil belajar kimia siswa yang diberi pengajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis komputer lebih tinggi dibandingkan dengan pengajaran tanpa menggunakan pengajaran berbasis computer yaitu media konvensional pada Pokok Bahasan Elektrolit dan Non Elektrolit. Hasil ini menunjukkan bahwa menggunakan media komputer merupakan alat yang efektif juga untuk meningkatkan pemahaman konsep serta memunculkan minat dalam proses pembelajaran.

Model pembelajaran Problem Based Learning dengan media komputer dapat dijadikan salah satu alternatif dalam memperbaiki proses pembelajaran. Pembelajaran ini dipilih karena dari hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi memiliki berbagai pengaruh positif terhadap perkembangan pengetahuan dan karakter peserta didik. Dimana pada pembelajaran ini menuntut peserta didik untuk kreatif, bekerjasama dan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab peserta didik atas apa yang dipelajari dengan cara yang menyenangkan.

(17)

6

1.2.Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka masalah yang teridentifikasi adalah sebagai berikut :

1. Pendidikan belum berjalan seimbang dengan pengaruh global yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya.

2. Kurangnya penggunan media dan strategi dalam pembelajaran kimia.

3. Penggunaan model pembelajaran yang tidak bervariasi dan cenderung menggunakan metode konvesional.

4. Siswa masih menganggap pelajaran kimia merupakan mata pelajaran yang sulit, tidak menarik dan membosankan

5. Kreativitas siswa yang kurang dalam belajar kimia, dimana proses belajar kimia umunya konvensional serta tidak menggunakan media dan model pembelajaran yang bervariasi dan menarik.

1.3.Batasan Masalah

Untuk memfokuskan permasalahan, maka identifikasi masalah yang diteliti dibatasi pada:

1. Pembelajaran dilakukan dengan model Problem Based Learning (PBL) bermediakan komputer untuk meningkatkan hasil belajar.

2. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Swasta Negeri 1 Simanindo pada semester genap T.A 2015/2016.

3. Media pembelajaran yang digunakan adalah media komputer. 4. Karakter yang diamati yaitu kreativitas siswa.

(18)

7

1.4.Rumusan Masalah

Untuk memberikan arahan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penelitian maka dibuat perumusan masalah yaitu :

1. Apakah hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning bermediakan komputer lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) pada pokok bahasan Hidrolisis Garam?

2. Apakah kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning bermediakan komputer lebih tinggi daripada kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) pada pokok bahasan Hidrolisis Garam?

3. Apakah ada korelasi yang positif antara kreativitas siswa dengan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning bermediakan komputer pada pokok bahasan Hidrolisis Garam ?

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk :

1. Mengetahui hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning bermediakan komputer

2. Mengetahui hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction).

3. Mengetahui kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning bermediakan komputer

4. Mengetahui kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction).

(19)

8

hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) pada pokok bahasan Hidrolisis Garam

6. Mengetahui apakah kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning bermediakan komputer lebih tinggi daripada kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) pada pokok bahasan Hidrolisis Garam

7. Mengetahui korelasi antara kreativitas siswa dengan hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning bermediakan komputer pada pokok bahasan Hidrolisis Garam.

1.5.Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi peneliti, penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti dalam mengatasi masalah hasil belajar.

2. Bagi siswa, model Problem Based Learning (PBL) bermediakan komputer dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan kimia di dalam kehidupan.

3. Bagi guru, model Problem Based Learning (PBL) bermediakan komputer dapat dijadikan sebagai model pembelajaran alternatif dalam mengajarkan Hidrolisis Garam

1.6.Defenisi Operasional.

Untuk menghindari penafsiran yang berbeda dalam memahami suatu variabel yang ada dalam penelitian ini, maka perlu diberikan defenisi operasional untuk mengklarifikasi hal tersebut. Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini adalah:

(20)

9

kelompok, pengembangan dan penyajian hasil, serta kegiatan analisis dan evaluasi. PBL tidak mengharapkan siswa hanya sekedar mendengar, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui PBL siswa aktif berpikir, berkomunikasi mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan Aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. PBL menempatkan masalah sebagai kata kunci dari proses pembelajaran. Artinya, tanpa ada masalah tidak mungkin ada proses pembelajaran (Suyanti, 2010).

2. Model pengajaran langsung adalah suatu pendekatan mengajar yang dirancang khususnya untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan pengetahuan procedural yang struktur dengan baik yang diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah (Trianto, 2013)

3. Media komputer adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi serta memberikan kesempatan kepada orang yang sedang belajar untuk membuat hubungan antara pemikiran dan pelaksanaan yang terjadi di dalam pengajaran (Situmorang dan Situmorang,2009).

4. Hasil belajar dalam penelitian ini merupakan pengetahuan (kognitif) yakni pengetahuan siswa tentang materi hidrolisis garam yang dapat diidentifikasi menggunakan hasil belajar berupa soal pilihan ganda.

(21)

57 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1.Kesimpulan

Berdasarkan hasil temuan penelitian, analisis data dan pengujian hipotesis maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Rata-rata nilai hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) bermediakan komputer sebesar 82,66 2. Rata-rata nilai hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan model

pembelajaran langsung (Direct Instruction) sebesar 74,27

3. Rata-rata nilai kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) bermediakan komputer sebesar 63.03

4. Rata-rata nilai kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (Direct Instruction) sebesar 57.75

5. Hasil belajar kimia siswa yang dibelajarkan dengan Problem Based Learning (PBL) bermediakan komputer lebih tinggi daripada hasil belajar kimia siswa siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung (Direct Instruction)

6. Kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan model Problem Based Learning (PBL) bermediakan komputer lebih tinggi daripada kreativitas siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran langsung (Direct Instruction) 7. Ada korelasi positif antara kreativitas siswa dengan peningkatan hasil

(22)

58

5.2.Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan diatas, maka penulis memberikan beberapa saran, sebagai berikut :

1. Guru dalam menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat di kombinasikan dengan media pembelajaran lainnya yang dapat meningkatkan hasil belajar dan kreativitas siswa secara maksimal

(23)

59

DAFTAR PUSTAKA

Agung,I., (2010), Meningkatkan Kreativitas Pembelajaran Bagi Guru, Bestari Buana Murni, Jakarta.

Akinoglu, O.,Ozkardes,R., (2007), The Effects of Problem Based Active Learning in Science Education on Student’s Academic Achievment, Attitude, and Concept Learning, Educational Journal, 3(1):71-81.

Ariyanti,P.,Martini,K.S., Agustina.,W., (2015), Penerapan Problem Based Learning (PBL) Dengan Penilaian Portofolio Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Prestasi Belajar Pada Materi Stoikiometri Di SMA N 2 Surakarta Tahun Ajaran 2013/2014, Jurnal Pendidikan Kimia, 4(3) :1-9

Arsyad, A., (2009), Media Pembelajaran, PT Rajagrafindo, Jakarta.

Asrori,M., (2007), Psikologi Pembelajaran, CV Wacana Prima, Bandung.

Atsnan, M.F., (2013), Penerapan Pendekatan Scientifik dalam Pembelajaran Matematika SMP Kelas VII Materi Bilangan (Pecahan), Prosiding http://eprints.uny.ac.id/10777/1/p%2054.pdf .

Aunurrahman, (2009), Belajar dan Pembelajaran,Alpabeta, Bandung

Dewi, R.S., Haryono., Utomo,S.B.,(2013), Upaya Peningkatan Interaksi Sosial dan Prestasi Belajar Siswa dengan Problem Based Learning pada Pembelajaran Kimia Pokok Bahasan Sistem Koloid di SMA N 5 Surakarta Tahun Pelajaran2011/2012. Jurnal Pendidikan Kimia 2(1):15-20.

Hamdani, (2010), Strategi Belajar Mengajar, Pustaka Setia, Bandung.

Ibrahim, R.,S, Syaodih N., (2010), Perencanaan Pengajaran, Rineka Cipta, Jakarta.

Mellyzar., Silaban, R.,Muchtar,Z.,(2013). Efektivitas Model Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Kreativitas Siswa Pada Pelajaran Kimia Di Sekolah Menengah Atas, Jurnal Pendidikan Kimia Program Pascasarjana UNIMED 5(5)

(24)

60

Nurhayati,L.,Martini,K.S.,Redjeki,T.,(2013), Peningkatan Kreativitas dan Prestasi Belajar pada Materi Minyak Bumi melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Media Crossword,Jurnal Pendidikan Kimia (JPK),2(4) : 151-158

Prasetya,A.T.,Priatmok,S.,Miftakhudin,(2008), Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Dengan Pendekatan Chemo-Edutainment Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa, Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 2(2) :287-293

Prastowo, A., (2014), Pengembangan Bahan Ajar Tematik, Kharisma Putra Utama, Jakarta.

Pratiwi, Y., Redjeki,T., Masykur, M., (2014), Pelaksanaan Model Pembelajaran ProblemBased Learning (PBL) Pada Materi Redoks Kelas X SMA Negeri 5 Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014, Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), 3(3): 40-48

Purba,M.,(2007), KIMIA 2 Untuk SMA Kelas XI, Erlangga, Jakarta

Ruhimat,T .,dkk. (2011). Kurikulum dan pembelajaran. Rajawali Pers, Jakarta

Rusman, (2012). Model-Model Pembelajaran. Rajawali Press, Jakarta.

Sadiman, A, dkk., (2008). Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatannya, Raja Grafindo Persada,Jakarta.

Sanjaya, W., (2011), Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Pernada Media, Jakarta.

Shoimin, A., (2014), 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013, A Ruzz Media, Yogyakarta.

Silaban,R., Napitupulu, M.A., (2012), Pengaruh Media Mind Mapping Terhadap Kreativitas Dan Hasil Belajar Kimia Siswa SMA Pada Pembelajaran Menggunakan Advance Organizer, Jurnal Pendidikan Kimia

Silitonga, P.M., (2011), STATISTIK: Teori dan Aplikasi dalam Penelitian,UNIMED, Medan.

(25)

61

Situmorang,H., Situmorang,M.,(2009), Keefektifan Media Komputer Dalam Meningkatkan Penguasaan Kimia Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pada Pengajaran Materi dan Perubahannya, Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains, 4(1) : 45-51

Slameto, (2010), Belajar dan Faktor-Faktor Mempengaruhinya, Rineka Cipta, Jakarta.

Sudarman, (2009), Problem Based Learning : Suatu Model Pembelajaran untuk Mengembangkan dan Meningkatkan Kemampuan Memecahkan Masalah, Jurnal Pendidikan Inovatif, 2(2) :68-73

Sudjana, (2009), Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.

Sulaiman, F., (2013), Students’ Reflections: A Case Study on Problem-Based Learning Approach in Malaysia, Scottish Journal of Arts, Social Sciences and Scientific Studies, 11(1) : 37-48.

Sunarya,Y., Setiabudi, A., (2009), Mudah dan Aktif Belajar Kimia, PT.Setia Purna Inves, Jakarta.

Sutresna,N., (2007), Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas XI SMA/MA, Grafindo Media Pratama, Jakarta.

Suyanti, R.D., (2010), StrategiPembelajaran Kimia, Penerbit Program Pascasarjana Unimed, Medan.

Tambunan, M dan Sianturi, J., (2012). Penerapan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia siswa Kelas X SMA,Jurnal Pendidikan Kimia, 4(2) : 19-24.

Tarigan,S.,(2014), Pengantar Metode dan Strategi Belajar Mengajar Ilmu Kimia, FMIPA Universitas Negeri Medan, Medan

Tosun, C., Senocak, E., (2013), The Effects of Problem-Based Learning on Metacognitive Awareness and Attitudes toward Chemistry of Prospective Teachers with Different Academic Backgrounds, Australian Journal of Teacher Education, 38(3) : 60-73.

Trianto, (2007), Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, Prestasi Pustaka , Jakarta.

(26)

62

Trianto, (2013), Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Kencana Prenada Media Grup, Jakarta.

Figur

Gambar 3.1. Diagram Alir Desain Penelitian
Gambar 3 1 Diagram Alir Desain Penelitian . View in document p.9
Tabel Penskoran Instrumen Tes
Tabel Penskoran Instrumen Tes . View in document p.10

Referensi

Memperbarui...