• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTANSI KEUANGAN II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "AKUNTANSI KEUANGAN II"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTANSI KEUANGAN II

“Paper Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Emiten”

(PT.Mayora Indah,Tbk)

Disusun Oleh :

Nama

: Susi Susanti

NRP

: 1110.102.026

Progdi

: D-III Akuntansi

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”

JAKARTA

2013

I. Dilutive Securities and Earnings per Shares (EPS) I.1 Berdasarkan materi di kelas :

a. Dilutive Securities (sekuritas dilutif) adalah sekukritas yang dapat diubah menjadi saham biasa dan perubahan tersebut berakibat pada pengurangan (dilution/dilusi) laba per lembar saham.

(2)

b. Earnings per Shares

Earnings per share (laba per saham) menunjukan laba yang dihasilkan oleh per lembar saham biasa, jadi laba per saham hanya dilaporkan untuk saham biasa. Earnings per shares (EPS) terdiri dari Basic EPS

dan Complex EPS.

Berikut ini merupakan bagan mengenai Dilutive securities and earnings per share :

1.2 Berdasarkan PSAK

Berdasarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keungan), Earnings per Share (Laba per Saham) diatur dalam PSAK No.56, berikut adalah definisi mengenai EPS /LPS berdasarkan PSAK No.56 : “Laba per saham (LPS) adalah data yang banyak digunakan sebagai alat analisis keuangan. LPS dengan ringkas menyajikan kinerja perusahaan dikaitkan dengan saham beredar. LPS yang dikaitkan dengan harga pasar saham (price-earning ratio) bisa memberikan gambaran tentang kinerja perusahaan dibanding dengan uang yang ditanam pemilik perusahaan”. Berdasarkan CaLK PT.Mayora Indah, Tbk No.2b (3.8) perusahan tsb telah menerapkan PSAK No.56 (Revisi 2011).

1.3 Berdasarkan Final Pedoman BAPEPAM

Berdasarkan Badan Pengawas Pasar Modal (bapepam) earnings per share/laba per saham dibahas dalam komponen utama laporan laba rugi komprehensif yang disajikan dengan menggunakan metode beban fungsional.

DILUTIVE SECURITIES AND EARNINGS PER

(3)

Dan berdasarkan laporan keuangan PT. Mayora Indah, Tbk sudah memenuhi final pedoman Bapepam tersebut.

1.4 Berdasarkan LK PT.Mayora Indah,Tbk

Berdasarkan laporan keuangan PT.Mayora Indah, Tbk. Perusahaan tersebut hanya menggunakan Basic EPS, data tersebut diperoleh dari catatan atas laporan keuangan (CaLK) PT.Mayora Indah, Tbk No.32. berikut ini adalah perhitungan Laba per saham/earnings per shares (EPS) PT.Mayora Indah, Tbk :

Berikut ini adalah Rumus dari Basic EPS :

Tingkat Pengembalian atas Ekuitas saham biasa : Laba Bersih - Dividen saham preferen Rata-rata ekuitas pemegang saham

II. ACCOUNTING FOR LEASES

II.1 Berdasarkan Materi dikelas

(4)

mentewakan (lesor). Accounting for leases terbagi menjadi 2 jenis yaitu, finance lease/capital lease dan operating lease.

Berikut adalah kriteria dari Finance lease/Capital lease (leasee) :

 Adanya transfer kepemilikan (transfers ownership)

 Terdapat opsi jual-beli (bargain-purchase option)

 Terdapat bagian major dari umur ekonomis asset (major part of economic life of the asset)

 Memiliki present value yang lebih kecil dari fair value.

Sedangkan Operating lease diluar dari criteria tersebut atau kebalikan dari criteria finance lease, misalnya : tidak adanya transfer kepemilikan dan tidak terdapat major.

II.2 Berdasarkan PSAK

Berdasarkan PSAK leasing dibahas dalam PSAK No.30

PSAK No. 30 tentang Sewa mengatur bahwa suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

Dan dari pembahasan tersebut PT.Mayora Indah,Tbk sudah menerapkan PSAK No.30 (Revisi 2011) mengenai sewa yang tercantum dalam CaLK perusahaan No.2b (3.4) sebagai berikut :

II.3 Berdasarkan Final Pedoman BAPEPAM

(5)

Dilihat dari catatan atas laporan keuangan (CaLK) PT.Mayora Indah,Tbk dan dari pembahasan tersebut, PT.Mayora Indah,Tbk sudah menerapkan apa yang sudah diatur dalam final pedoman Bapepam tersebut, berikut adalah CaLK perusahan mengenai sewa :

II.4 Berdasarkan LK PT.Mayora Indah,Tbk

(6)

Dan berikut ini CaLK perusahaan sebagai Lessor :

Laporan L/R PT.Mayora Indah,Tbk :

III. ACCOUNTING FOR INCOME TAX III.1 Berdasarkan materi di kelas :

Income tax (pajak penghasilan) merupakan penghasilan yang dikenakan pajak, pajak penghasilan termasuk semua pajak dalam negeri maupun luar negeri yang didasarkan pada laba kena pajak.

Dalam pajak penghasilan terdapat pajak tangguhan (deffered tax), beda temporer (temporary differences), dan beda permanen (permanent differences) dengan penjelasan sebagai berikut :

(7)

Merupakan selisih dari beban pajak (tax expense) dengan kewajiban pajak (tax liability). Dari pajak tangguhan tersebut kita dapat melihat apakah selisih tersebut merupakan liabilitas pajak tangguhan (differed tax liability) atau asset pajak tangguhan (differed tax asset).

 Liabilitas pajak tangguhan (differed tax liability)

Adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan akibat adanya perbedaan temporer kena pajak.

 Asset pajak tangguhan (differed tax asset)

Adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya : perbedaan temporer yang boleh dikurangkan ; akumulasi rugi pajak belum dikompensasi ; dan akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan dalam hal peraturan perpajakan.

b) Beda temporer (temporary difference)

Adalah perbedaan antara jumlah tercatat asset atau liabilitas pada posisi keuangan dengan dasar pengenaan pajaknya. Perbedaan temporer dapat berupa : perbedaan temporer kena pajak-liabilitas dan perbedaan temporer dapat dikurangkan-aset.

c) Beda permanen (permanent difference) Terdiri dari :

 Penghasilan dikenakan pajak final

 Biaya yang tidak boleh dikurangkan, seperti : biaya entertainment yang tidak ada bukti pendukung, sumbangan, dan biaya yang tidak terkait untuk memperoleh, mendapatkan dan memelihara penghasilan.

 Penghasilan bukan obyek pajak.

III.2 Berdasarkan PSAK

Penghasilan pajak (income tax) berdasarkan PSAK tercantum dalam PSAK No.46 yang mengatur perlakuan akuntansi untuk pajak penghasilan. Pernyataan ini juga mengatur pengakuan aktiva pajak tangguhan (differed tax asset) yang berasal dari sisa rugi yang dapat dikompensasi ke tahun berikutnya.

Dan berdasarkan CaLK PT.Mayora Indah, Tbk. Perusahaan sudah menerapkan PSAK tersebut pada laporan keuangannya.

(8)

Pajak pengahasilan (income tax) yang dalam hal ini yang membahas asset pajak tangguhan (deffered tax asset) dan liabilitas pajak tangguhan (differed tax liability) tercantum dalam final pedoman BAPEPAM yaitu dalam komponen utama laporan posisi keuangan yang terletak pada asset tidak lancar dan liabilitas tidak lancar.

Dan pada laporan keuangan PT.Mayora Indah,Tbk sudah menerapkan aturan yang tercantum dalam final pedoma bapepam dalam hal komponen utama laporan posisi keuangan.

III.4 Berdasarkan LK PT.Mayora Indah,Tbk

Dilihat dari laporan laba rugi comprehensive PT.Mayora Indah,Tbk memiliki asset pajak tangguhan (differed tax asset) dan liabilitas pajak tangguhan (differed tax liability).

Berikut adalah perhitungan DTA dan DTL tahun 2012 berdasarkan CaLK perusahaan :

IV. IMBALAN KERJA

Imbalan kerja (employee benefits) adalah seluruh bentuk imbalan yang diberikan perusahaan atas jasa yang diberikan oleh pekerja.

Imbalan kerja mencakup: - kerja jangka pendek, meliputi :

(gaji, upah, iuran jaminan sosial, cuti tahunan, cuti , bagi laba dan bonus)

- imbalan pasca kerja, meliputi :

(pensiun, asuransi jiwa pasca kerja, dan imbalan kesehatan pasca kerja)

- imbalan kerja jangka panjang lainnya, meliputi : (cuti besar, cuti hari raya, cacat permanen, bagi laba,

bagi bonus dan kompensasi)

(9)

Berdsarkan CaLK PT.Mayora Indah,Tbk No.2b (1) Imbalan kerja tercantum dalam kebijakn akuntansi perusahaan sebagai berikut :

Berikut ini laporan posisi keuangan perusahaan yang didalamnya tercantum imbalan kerja :

Di bawah ini adalah perhitungan imbalan pasti pasca-kerja :

V. REVENUE

V.1 Berdasarkan materi di kelas :

Secara definisi, pendapatan adalah arus kas masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.

Sesuatu dikatakan sebagai pendapatan jika berasal dari: - Penjualan barang

- Penjualan jasa

- Penggunaan asset entitas oleh pihak lain yang menghasilkan bunga, royalty, dan deviden, dan

(10)

V.2 Berdasarkan PSAK :

Berdasarkan PSAK, pendapatan (revenue) tercantum dalam PSAK No.23

Menurut kriteria pengakuan pendapatan yang terdapat dalam PSAK 23, suatu entitas dapat mengakui pendapatan jika memenuhi kriteria di bawah ini:

 Entitas telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang secara signifikan kepada pembeli.

 Entitas tidak lagi melanjutkan pengelolaan yang biasanya terkait dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan pengendalian efektif atas barang yang dijual.

 Jumlah pendapatan dapat diukur secara handal

 Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut mengalir ke entitas dan,

 Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan tersebut dapat diukur secara handal.

Dari criteria tersebut PT.Mayora Indah,Tbk telah memenuhi criteria

pengakuan pendapatan yang di jelaskan dalam catatan atas laporan keuangan perusahaan (CaLK) No.36

V.3 Berdasarkan CaLK PT.Mayora Indah,Tbk

(11)

Berikut adalah perhitungan pendapatan atas penjualan :

(12)

VI. ACCOUNTING CHANGES AND ERROR ANALYSIS VI.1 Berdasarkan materi di kelas :

Accounting changes adalah perubahan akuntansi, perubahan ini misalnya perubahan kebijakan akuntansi dalam suatu perusahaan yang merubah metode pencatatan persediaan perusahaan tersebut.

Perubahan dalam perlakuan akuntansi harus dilaporkan dalam laporan keuangan. Bentuk pelaporan dalam laporan keuangan tersebut ada beberapa cara. Ada perubahan yang harus diikuti dengan pembuatan jurnal sehingga akan mempengaruhi posisi keuangan maupun kinerja perusahaan. Ada juga perubahan yang cukup dilaporkan melalui pengungkapan di dalam catatan atas laporan keuangan.

perubahan-perubahan dalam akuntansi secara umum terbagi atas tiga jenis perubahan. Perubahan-perubahan tersebut adalah:

1. Perubahan dalam estimasi

Di dalam akuntansi yang bersifat akrual dikenal adanya estimasi atau perkiraan. Estimasi terutama dilakukan untuk item-item yang tidak dapat diketahui secara pasti. Estimasi bersifat arbitrer tetapi juga harus memenuhi unsur kewajaran. Contoh estimasi dalam akuntansi adalah estimasi terhadap nilai sisa dan masa manfaat dari penggunaan aset tetap.

2. Perubahan dalam prinsip/kebijakan akuntansi

(13)

perusahaan ingin mengganti metode yang ia pilih dengan metode lain. Contohnya adalah perubahan metode depresiasi dari garis lurus menjadi jumlah angka tahun, atau perubahan pencatatn persedian dari LIFO menjadi FIFO

3. Perubahan entitas pelaporan

Hal ini dapat terjadi misalnya ketika terjadi transaksi pengambilalihan perusahaan. dalam transaksi tersebut bisa terjadi perubahan entitas perusahaan dan perlu dilakuakn juga perubahan dari sisi akuntansinya. Intinya adalah sebuah perubahan kebijakan akuntansi akan dianggap bersifat retrospektif jika penyesuaian terhadap saldo laba akibat perubahan tersebut dapat ditentukan secara wajar. Tetapi jika penyesuaian terhadap saldo laba akibat perubahan tersebut tidak dapat ditentukan secara wajar, perubahan tersebut bersifat prospektif.

VI.2 Berdasarkan PSAK

Dalam PSAK 25 yang disahkan 15 Desember 2009, mengatur bagaimana menerapkan perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan estimasi akuntansi, yaitu melalui penerapan Retrospektif dan penerapan Prospektif. Kebijakan akuntansi menyangkut prinsip, dasar, konvensi, peraturan, praktik tertentu yang diterapkan entitas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan. Sedangkan estimasi akuntansi melibatkan pertimbangan berdasarkan informasi terkini yang tersedia dan andal.

Yang diperbolehkan menurut PSAK 25 Reformat 2007 adalah perubahan yang memang diatur dalam standar dan perubahan dirasa dapat membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan dengan lebih mencerminkan keadaan perusahaan. Perubahan yang melanggar prinsip konsistensi tersebut seharusnya dilakukan secara wajar. Misalnya perubahan yang dilakukan tiap periode bukanlah termasuk perubahan yang bersifat wajar.

VI.3 Berdasarkan CaLK PT.Mayora Indah,Tbk

(14)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Proses manajemen Nabi Muhammad SAW, secara substansial mengandung berbagai perencanaan untuk merealisasikan keputusan yang berhubungan dengan upaya untuk menyatukan

menunjukkan bahwa tidak terda- pat remaja dengan nilai posttest lebih rendah dari nilai pretest, terdapat 2 remaja yang mengalami kenaikan nilai posttest dan terdapat 48 remaja

Berdasarkan data diatas, perancangan media promosi ini ditujukan untuk bisa merubah media promosi BPR Kartasura Makmur yang sebelumnya agar bisa menjadi lebih

Mari manfaatkan program pelayanan yang kami sediakan, dan dengan dukungan kita semua apa yang kami kerjakan dapat menjadi berkat bagi banyak orang, dan kita semua boleh hidup

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui campuran optimal antara bioetanol dari ampas tebu dengan premium berdasarkan kinerja mesin (daya efektif, torsi, dan

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.. Dan hendaklah seorang penulis di

Hasil dari perhitungan menurut rumus diatas menunjukkan bahwa determinasi variabel koordinasi terhadap variabel kinerja pegawai di Kantor Camat Seponti sebesar 50,4%,

Setelah melewati tahapan demi tahapan sampai pada penentuan parameter SVM dan Forward Selection serta Backward Elimination membandingkan BPNN dan Forward Selection serta