• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kegiatan Belajar 3

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kegiatan Belajar 3"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Kegiatan Belajar 3

Pandangan Sosiokultural Konstruktivis dalam Pendidikan

Resolusi Konstruktivis memiliki akar yang kuat di dalam sejarah pendidikan. Konstruktivisme lahir dari gagasan Piaget dan Vygotsky, yang keduanya menekankan bahwa perubahan kognitif hanya terjadi jika konsepsi-konsepsi yang telah dipahami sebelumnya diolah melalui suatu proses ketidakseimbangan dalam upaya memahami informasi-informasi baru.

Ide-ide konstruktivisme modern banyak berlandaskan kepada teori Vygotsky yang telah digunakan dalam menunjang metode pengajaran yang menekankan pada pembelaaran kooperatif, pembelajaran berbasis proyek, dan penemuan (Mohamad Nur: 1999).

Terdapat empat prinsip kunci yang diturunkan dari teori konstruktivisme modern, yaitu :

1) Penekanannya pada hakikat sosial dari pembelajaran.

2) Ide bahwa belajar paling baik apabila konsep itu berada dalam zona perkembangan mereka.

3) Adanya penekanan terhadap keduanya, yaitu hakikat sosial dari belajar dan zona perkembangan terdekat yang dinamakan dengan pemagangan kognitif.

4) Pada proses pembelajaran menekankan kemandirian atau belajar menggunakan media. Menurut teori konstruktivis, pengetahuan bukanlah kumpulan fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap objek, pengalaman, maupun lingkungannya.

Von Galserfeld mengemukakan beberapa kemampuan yang diperlukan dalam proses kognitif pengetahuan, yaitu (1) kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman, (2) kemampuan membandingkan dan mengambil keputusan akan kesamaan dan perbedaan, (3) kemampuan untuk lebih menyukai suatu pengalaman yang satu dari padda yang lainnya.

Paradigma kontruktivistik memandang siswa sebagai pribadi yang sudah memiliki kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu. Kemampuan awal tersebut menjadi dasar dalam mengonstruksi pengetahuan yang baru.

Referensi

Dokumen terkait

Heriditas ; diyakini oleh Piaget tidak hanya menyediakan fasilitas kepada anak yang baru lahir untuk dapat menyesuaikan diri dengan dunia, lebih dari itu heriditas

Dalam upaya peningkatan iklim pembelajaran di sekolah untuk memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal maka pembelajaran teacher-centered yang menekankan

Pada pemebelajaranpun guru tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja namun juga pada aspek afektif yang dimana akan berguna dalam kehidupan sehari-hari

a) Model pembelajaran Inquiry merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor.. secara seimbang, sehingga

model pembelajaran yang menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang sehingga pembelajaran melalui model ini dianggap lebih

Karakteristik CBT yang tidak hanya menekankan pada perubahan pemahaman konseli dari sisi kognitif namun memberikan konseling pada perilaku ke arah yang lebih baik dianggap

Proses ini tidak, terpisah-pisah, tapi melalui proses yang mengalir, bersambung dan menyeluruh ( Siregar & Hartini, 2010). Menurut psikologi kognitif, belajar

Penelitian ini menekankan hanya pada ranah kognitif sementara ramah afektip dan psikomotorik di abaikan sebab: 1 Untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi SMA masih