• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN APLIKASI MULSA BAGAS TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA LAHAN PERTANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) AKHIR RATOON KEDUA DAN AWAL RATOON KETIGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN APLIKASI MULSA BAGAS TERHADAP RESPIRASI TANAH PADA LAHAN PERTANAMAN TEBU (Saccharum officinarum L.) AKHIR RATOON KEDUA DAN AWAL RATOON KETIGA"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1.  Perbedaan sistem olah tanah pada indikator kualitas lingkungan    (Utomo, 2012)

Referensi

Dokumen terkait

Dibuat kurva laju infiltrasi serta, untuk mengetahui hubungan antara laju infiltrasi tanah pada sistem OTI dan OTM pada tanpa mulsa bagas dan pakai mulsa bagas dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan aplikasi mulsa bagas pada lahan pertanaman tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap jumlah dan

Trisina Dwi Pratiwi Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan sistem olah tanah dan pemberian mulsa bagas tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan C-mik dan beberapa sifat

Pengaruh Sitem Olah Tanah dan Aplikasi Mulsa Bagas terhadap Populasi dan Biomassa Cacing Tanah serta Keanekaragaman dan Indeks Keanekaragaman Mesofauna Tanah. Fakultas

tidak mempengaruhi populasi mikroorganisme pelarut fosfat pada saat tanaman tebu berumur 9 dan 12 bulan setelah ratoon 1.Tidak terdapat interaksi antara sistem olah tanah

Sistem olah tanah pada tanah yang diolah mampu meningkatkan respirasi tanah dibandingkan tanah yang tidak diolah (TOT) karena tanah yang diolah mempunyai aerasi yang lebih

Sistem olah tanah pada tanah yang diolah mampu meningkatkan respirasi tanah dibandingkan tanah yang tidak diolah (TOT) karena tanah yang diolah mempunyai aerasi yang lebih

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kapasitas dan kecepatan laju infiltrasi pada sistem OTI lebih tinggi dibandingkan dengan sistem TOT; (2) Perlakuan sistem OTI maupun TOT