ROMEO NICO GINTING
PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER
INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
1Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Analisis Peramalan Penjualan Televisi di PT Interyasa Homindo cabang Bogor adalah benar karya saya dengan arahan dari dosen pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.
Bogor,September 2013
Romeo Nico Ginting
ABSTRAK
ROMEO NICO GINTING. H24114045. Analisis Peramalan Penjualan Televisi di PT Interyasa Homindo cabang Bogor. Dibawah bimbingan H. MUSA HUBEIS.
Peramalan adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pola data penjualan TV, mengkaji metode peramalan kuantitatif yang paling sesuai untuk meramalkan jumlah penjualan TV dan mengkaji hasil peramalan penjualan TV pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor untuk 12 bulan mendatang menggunakan peramalan kuantitatif terbaik. Dari hasil peramalan didapatkan bahwa untuk CTV Polytron 21 inch dan CTV Sharp 21 inch metode peramalan yang paling yakni metode ARIMA (1.0.1). Sedangkan untuk CTV Polytron LG 21 inch dan CTV Samsung 21 inch metode peramalan yang cocok adalah metode pemulusan eksponensial tunggal. Dari metode tersebut menunjukkan adanya kenaikan penjualan untuk CTV LG 21 inch sebesar 3.49% dari periode sebelumnya. Sedangkan untuk ketiga (3) jenis TV yang lain diramalkan pula terjadi kenaikan, akan tetapi tingkat kenaikannya tidak setinggi CTV LG 21 inch. Hasil tersebut dapat dijadikan strategi perencanaan penetapan target penjualan.
Kata kunci : ARIMA, Pemulusan Eksponensial Tunggal, Peramalan Penjualan, Perencanaan Target Penjualan
ABSTRACT
ROMEO NICO GINTING. H24114045. Television Sales Forecasting Analysis in PT. Interyasa Homindo Bogor Branch.Supervised by H. MUSA HUBEIS.
Forecasting is the art and science to predict future events. The purpose of this study was to analyze the pattern of TV sales data, assess the quantitative forecasting methods most suitable to predict the amount of TV sales and TV sales forecasting reviewing the results of the PT Interyasa Homindo Bogor branch for the next 12 months using quantitative forecasting best. Forecasting results obtained from that for CTV and CTV Polytron 21 inch 21 inch Sharp forecasting method which is the method most ARIMA (1.0.1). As for the CTV Polytron LG 21 inch and 21 inch Samsung CTV suitable forecasting method is the single exponential smoothing method. Of these methods show an increase in sales for CTV LG 21 inch by 3.49% from the previous period. As for the three (3) different types of TVs which also predicted an increase, but the rate of increase is not as high as CTV LG 21 inch. The results can be used as a planning strategy targeting sale.
ANALISIS PERAMALAN PENJUALAN TELEVISI
DI PT INTERYASA HOMINDO CABANG BOGOR
ROMEO NICO GINTING
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
pada
Program Sarjana Alih Jenis Manajemen Departemen Manajemen
PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Disetujui oleh Dosen Pembimbing
Prof Dr Ir H Musa Hubeis, MS Dipl Ing DEA Pembimbing
Diketahui oleh
Dr. Ir. Jono M.Munandar, M.Sc Ketua Departemen
Tanggal lulus :
Judul Skripsi : Analisis Peramalan Penjualan Televisi di PT Interyasa Homindo cabang Bogor
Nama : Romeo Nico Ginting
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah mencurahkan kasih berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Skripsi berjudul “Analisis Peramalan Penjualan Televisi di PT Interyasa Homindo cabang Bogor” disusun sebagai tugas akhir untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada program Sarjana Alih Jenis Manajemen, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Terima kasih penulis ucapkan kepada Bapak Prof Dr Ir H, Musa Hubeis, MS Dipl Ing DEA selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberi saran. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Bapak Widakto dan Bapak Heri Firmansyah beserta seluruh karyawan PT Interyasa Homindo cabang Bogor, yang telah membantu selama pengumpulan data. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada bapak, mama, serta seluruh keluarga, atas doa dan kasih sayangnya.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkannya.
Bogor, September 2013
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL viii
DAFTAR GAMBAR viii
DAFTAR LAMPIRAN viii
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Perumusan Masalah 2
Tujuan Penelitian 2
Manfaat Penelitian 2
Ruang Lingkup Penelitian 3
METODE 3
Kerangka Pemikiran Penelitian 3
Lokasi dan waktu penelitian 4
Pengumpulan Data 4
Pengolahan dan Analisis Data 5
Analisis Kualitatif 5
Analisis Kuantitatif 5
Metode Peramalan Time Series 5
HASIL DAN PEMBAHASAN 8
Gambaran Umum Perusahaan 8
Sejarah Perusahaan 8
Visi, Misi dan Motto Perusahaan 9
Struktur Organisasi Perusahaan 9
Produk-Produk PT Interyasa Homindo cabang Bogor 10
Analisis Peramalan Penjualan Televisi 11
Analisis Peramalan Penjualan CTV Polytron 21 inch 11 Identifikasi Pola Penjualan CTV Polytron 21 inch 11 Metode Peramalan Penjualan CTV Polytron 21 inch 12
Peramalan CTV Polytron 21 inch 14
Metode Peramalan Penjualan CTV LG 21 inch 15
Peramalan CTV LG 21 inch 17
Analisis Peramalan Penjualan CTV Sharp 21 inch 18 Identifikasi Pola Penjualan CTV Sharp 21 inch 18 Metode Peramalan Penjualan CTV Sharp 21 inch 19
Peramalan CTV Sharp 21 inch 20
Peramalan Penjualan CTV Samsung 21 inch 21
Identifikasi Pola Penjualan CTV Samsung 21 inch 21 Metode Peramalan Penjualan CTV Samsung 21 inch 21
Peramalan CTV Samsung 21 inch 23
Implikasi Manajerial 24
SIMPULAN DAN SARAN 25
DAFTAR PUSTAKA 26
DAFTAR TABEL
1. Penjualan produk elektronik nasional semester I tahun 2012 1 2. Nilai akurasi kesalahan metode peramalan penjualan CTV Polytron 21 inch 13 3. Peramalan volume penjualan CTV Polytron 21 inchperiode Juni 2013 sampai
Mei 2014 dengan metode ARIMA (1.0.1) 14
4. Nilai akurasi kesalahan metode peramalan CTV LG 21 inch 16 5. Nilai akurasi kesalahan metode pemulusan eksponensial tunggalberdasarkan
nilai alpha 17
6. Peramalan volume penjualan CTV LG 21 inchperiode Juni 2013 sampai Mei 2014 dengan metode pemulusan eksponensial tunggal 17 7. Nilai akurasi kesalahan metode peramalan CTV Sharp 21 inch 19 8. Peramalan volume penjualan CTV Sharp 21 inch periode Juni 2013 sampai
Mei 2014 dengan metode ARIMA (1.0.1) 20
9. Nilai akurasi kesalahan metode peramalan CTV Samsung 21 inch 22 10. Nilai akurasi kesalahan metode pemulusan eksponensial tunggalberdasarkan
nilai alpha 23
11. Peramalan volume penjualan CTV Samsung 21 inchperiode Juni 2013 sampai Mei 2014 dengan metode pemulusan eksponensial tunggal 23
DAFTAR GAMBAR
1. Kerangka pemikiran penelitian 4
2. Struktur organisasi PT Interyasa Homindo cabang Bogor 10 3. Pola data penjualan CTV Polytron 21 inch 12
4. Pola data penjualan CTV LG 21 inch 15
5. Pola data penjualan CTV Sharp 21 inch 18
6. Pola data penjualan CTV Samsung 21 inch 21
DAFTAR LAMPIRAN
1. Data penjualan CTV Polytron 21 inch, CTV LG 21 inch, CTV Sharp 21 inch
dan CTV Samsung 21 inch 28
2. Plot ACF dan PACF pola data penjualan CTV Polytron 21 inch 29 3. Hasil peramalan penjualan CTV Polytron 21 inchdengan metode ARIMA
(1.0.1) 31
4. Plot ACF dan PACF pola data penjualan CTV LG 21 inch 32 5. Hasil peramalan penjualan CTV LG 21 inch dengan metode pemulusan
eksponensial tunggal 34
6. Plot ACF dan PACF pola data penjualan CTV Sharp 21 inch 35 7. Hasil peramalan penjualan CTV Sharp 21 inch dengan
metode ARIMA (1.0.1) 37
9. Hasil peramalan penjualan CTV Samsung 21 inch dengan
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia yang juga berdampak pada semakin meningkatnya mobilitas manusia, maka secara otomatis berdampak pada meningkatnya kebutuhan manusia. Salah satu kebutuhan di zaman modern dan globalisasi adalah kebutuhan akan akses informasi dan hiburan yang dapat dinikmati melalui media televisi. Banyaknya masyarakat yang membutuhkan produk televisi berdampak pula terhadap permintaan akan produk tersebut. Menurut Federasi Gabungan Elektronik (Gabel) yang dirilis oleh Kementrian Perindustrian (Kemenperin), produk televisi menjadi penyubang kontributor terbesar penjualan elektronik sepanjang enam (6) bulan pertama di tahun 2012.
Tabel 1Penjualan produk elektronik nasional semester I tahun 2012
Produk elektronik Nilai penjualan Total omset penjualan produk elektronik (%)
Televisi (TV) Rp 5.48 Triliun 45.8
Lemari es Rp 2.92 Triliun 22.9
Pendingin ruangan (AC) Rp 1.48 Triliun 11.6
Disk player dan DVD Rp 69.3 Miliar 11.4
Perangkat audio Rp 14.02 Miliar 8.3
Sumber : Kemenperin, 2012 (diolah)
Dari data tersebut dapat dilihat bahwa penjualan tertinggi produk elekronik adalah televisi (TV) yakni sebesar Rp 5.48 Triliun atau 45.8% dari total omset penjualan produk elektronik. Diikuti oleh lemari es, pendingin ruangan (AC), disk player dan DVD serta perangkat audio. Hal tersebut menunjukkan bahwa produk elektronik yang paling banyak terjual adalah TV dibandingkan dengan produk elektronik lainnya. Dengan kata lain pangsa pasar penjualan produk TV di Indonesia masih sangat menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan penjual produk elektronik.
Perumusan Masalah
Masih potensialnya pangsa pasar penjualan barang elektronik khususnya produk TV membuat banyak banyak perusahaan yang memanfaatkan keadaan ini untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan. Dengan banyaknya pesaing yang bergerak di bidang penjualan barang elektronik membuat PT. Interyasa Homindo yang juga bergerak di bidang yang sama harus merencanakan strategi untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan peramalan penjualan. Dengan adanya peramalan penjualan, maka dapat mengetahui berapa jumlah penjualan yang akan terjadi di masa mendatang. Hal tersebut dapat dijadikan strategi perencanaan penetapan target penjualan perusahaan.
Perumusan masalah dari penelitian ini adalah :
1. Bagaimana pola penjualan TV pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor ? 2. Metode peramalan kuantitatif apakah yang paling sesuai untuk meramalkan
jumlah penjualan TV pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor ?
3. Bagaimana peramalan penjualan TV pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor untuk 12 bulan mendatang dengan metode kuantitatif terbaik ?
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menganalisis pola data penjualan TV pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor.
2. Mengkaji metode peramalan kuantitatif yang paling sesuai untuk meramalkan jumlah penjualan TV pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor.
3. Mengkaji hasil peramalan penjualan TV pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor untuk 12 bulan mendatang dengan menggunakan metode kuantitatif terbaik.
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan masukan bagi berbagai pihak, yaitu :
1. Mampu memberikan manfaat bagi perusahaan sebagai informasi untuk meningkatkan penjualan dan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan perencanaan strategi perusahaan, sehingga dapat meningkatkan usaha perusahaan.
2. Bagi penulis, penelitian ini berguna untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan di Program Sarjana Alih Jenis Manajemen, Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Manajemen Institut Pertanian Bogor.
Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini terbatas pada pemilihan metode peramalan terbaik dari tujuh (7) jenis metode peramalan yang dipakai untuk meramalkan volume penjualan TV di PT Interyasa Homindo cabang Bogor.
METODE
Kerangka Pemikiran Penelitian
Perusahaan merupakan suatu badan usaha yang memiliki tujuan yang ingin dicapai, yakni mendapatkan keuntungan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka perusahaan harus memiliki target tertentu sebagai sasaran perusahaan untuk mencapai keberlangsungan hidup usahanya dan pertumbuhan yang makin membaik dari waktu ke waktu. Target yang ingin dicapai tersebut dirumuskan ke dalam suatu perencanaan berdasarkan kondisi perusahaan yang ada.
Untuk mendapatkan suatu perencanaan yang baik dibutuhkan suatu prediksi terhadap keadaan masa depan yang dinamakan peramalan. Hasil peramalan tidak pernah secara mutlak tepat, akan tetapi peran peramalan dibutuhkan untuk pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan, karena dengan melakukan peramalan para perencana dan pengambil keputusan dapat mempertimbangkan alternatif-alternatif yang lebih luas.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode peramalankuantitatif, yakni memperkirakan jumlah penjualan yang terjadi di masamendatang berdasarkan data kuantitatif masa lalu menurut kebutuhan dan kemampuan pengguna. Metode kuantitatif yang dipilih adalahmetode time series, yaitu metode yang memanfaatkan pola permintaanmasa lalu dan memproyeksikannya ke dalam perkiraan permintaan masa datang.
PT. Interyasa Homindo
Data Penjualan Televisi di PT. Interyasa Homindo periode Mei
2011 sampai Mei 2013
Metode Peramalan Time Series : 1. Naif
2. Rataan Bergerak
3. Pemulusan Eksponensial Tunggal 4. Pemulusan Eksponensial Ganda 5. ARIMA
Pemilihan Metode Peramalan Kuantitatif Terbaik
Implikasi Manajerial : 1. Analisis pola data penjualan Televisi 2. Model, atau teknik peramalan terakurat 3. Hasil ramalan untuk 12 bulan mendatang
Identifikasi Pola Data
Metode Kuantitatif
MSE
Gambar 1 Kerangka pemikiran penelitian
Lokasi dan waktu penelitian
Penelitian ini dilakukan di PT Interyasa Homindo cabang Bogor yang berlokasi di Jl. Empang No. 26 A Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2013.
Pengumpulan Data
berfungsi sebagai pelengkap dari data primer yang dikumpulkan dari buku-buku, ataupun laporan penelitian yang relevan, baik laporan bulanan dan tahunan manajemen perusahaan yang berkaitan dengan data penjualan, data distribusi dan lain-lain.
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara : 1. Observasi
Pengamatan langsung obyek penelitian dengan tujuan untuk memahami kondisi proses distribusi dan penjualan yang terjadi
2. Wawancara
Melakukan wawancara khusus kepada karyawan PT. Interyasa Homindo bagian penjualan untuk mendapatkan data dan informasi yang relevan.
3. Studi Literatur
Data sekunder yang berasal dari buku, jurnal dan hasil penelitian terdahulu.
Pengolahan dan Analisis Data
Analisis Kualitatif
Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis sehingga mampu memberikan gambaran dan penjelasan terhadap permasalahan dalam penelitian ini. Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif dijelaskan secara deskriptif yang berkaitan dengan gambaran umum perusahaan meliputi sejarah berdirinya perusahaan, visi dan misi kegiatan usaha perusahaan, serta struktur organisasi perusahaan.
Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui besarnya penjualan yang harus dipersiapkan 12 bulan mendatang dengan melihat pola data penjualan periode Mei 2011 hingga Mei 2013. Kemudian berdasarkan pola data penjualan tersebut, data diolah dengan menggunakan metode peramalan kuantitatif peramalan time series dengan melihat nilai kesalahan yang terbentuk, yaitu nilai MSE, nilai MAD dan nilai MAPE. Sedangkan untuk mengetahui hasil keakuratan hasil peramalan dilihat dari nilai MSE yang dihasilkan. Karena semakin kecil nilai MSE yang dihasilkan, maka metode peramalan tersebut semakin akurat. Pemilihan metode peramalan kuantitatif dapat diketahui dengan menggunakan metode peramalan time series yang memiliki nilai MSE terkecil. Kegiatan mengolah dan menganalisis data kuantitaif untuk peramalan penjualan Televisi dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Office Excel dan Minitab 14. Metode Peramalan Time Series
Proses analisis time series memperlakukan data asli sebagai produk dari komponen-komponen, yaitu data tahunan merupakan produk dari fluktuasi tren, siklus, musiman dan fluktuasi tidak tentu, yang dinyatakan sebagai berikut :
Y = T x C x S x I... (1) dimana :
Y= nilai sebenarnya T = trend sekuler C = pergerakan siklus S = fluktuasi musiman I = variasi tak beraturan
Penilaian terhadap akurasi hasil peramalan dapat dilakukan dengan mengamati besarnya selisih nilai aktual pengamatan dengan nilai estimasi dari peramalan. Nilai residual atau error adalah perbedaan antara nilai aktual dengan hasil peramalan. Terdapat tiga jenis penilaian terhadap akurasi peramalan, yakni MSE, MAD dan MAPE. Berdasarkan semua metode yang digunakan tersebut dipilih metode yang paling sesuai dengan pola data yang terdapat pada perusahaan berdasarkan kriteria nilai MSE terkecil.
Pemetaan autokorelasi dilakukan untuk menunjukkan keeratan hubungan antara nilai peubah yang sama pada periode waktu yang berberda, yaitu ;
1. Apabila nilai koefisien autokorelasi pada time lag dua atau tiga tidak berbeda nyata dengan nol, maka data tersebut disebut data stasioner.
2. Apabila nilai koefisien autokorelasi pada beberapa time lag pertama secara berurutan berbeda nyata dari nol, maka data tersebut menunjukkan pola trend. 3. Apabila nilai koefisien autokorelasi pada beberapa time lag yang mempunyai
jarak sistematis berbeda nyata dari nol, maka data tersebut menunjukkan pola musiman.
Koefisien korelasi perlu diuji untuk menentukan apakah secara statistik nilainya berbeda secara nyata dari nol atau tidak. Perhitungan yang dilakukan dengan rumus sebagai berikut dengan rentang -Zα/2 x SErk sampai dengan Zα/2 x
SErk :
Serk= ...(2)
dimana :
Serk = standar error dari autokorelasi pada lag k
ri = autokorelasi pada lag ke-1 k = time lag
n = jumlah data
Formulasi peramalan berdasarkan pola data yang sesuai : a. Metode Naif
= ... (3) dimana :
b. Metode tren
1) Formulasi tren linear :
= ... (4)
2) Formulasi tren kuadratik : = ... (5)
dimana : = intersept = slope t = periode (peubah bebas) c. Metode rataanbergerak 1) Metode rataan sederhana. Metode ini cocok untuk meramalkan data time series yang memiliki data stasioner. = ...(6)
2) Metode rataan bergerak sederhana. Metode ini seperti halnya dengan single average, cocok untuk meramalkan data time series yang memiliki data stasioner. = ... (7)
3) Metode rataan bergerak berganda : = ... (8)
= = 2 ... (9)
= ... (10)
= ... (11)
dimana : k = nilai periode moving average = moving average kedua p = peramalan periode kedua d. Metode pemulusan eksponensial 1) Metode pemulusan eksponensial sederhana : = α ... (12)
dimana : = nilai pemulusan baru α = konstanta pemulusan (0 < α < 1) = pengamatan baru atau nilai aktual dari deret periode t = nilai pemulusan lama atau ramalan untuk periode t 2) Pemulusan eksponensial holt = α ... (13)
= ... (14)
dimana :
= nilai pemulusan baru
α = konstanta pemulusan data (0 < α < 1)
= pengamatan baru atau nilai aktual dari deret periode t
= konstanta pemulusan untuk estimasi tren (0 < < 1) = estimasi tren
P = periode yang diramalkan kedepan = ramalan p periode kedepan
e. Metode Dekomposisi
Metode ini digunakan untuk memisahkan komponen-komponen poladata yang menunjukkan karakteristik seperti pola trend, musiman dan siklis. Metode dekomposisi dibagi menjadi dua (2) model, yaitu model dekomposisi aditif dan multiplikatif.
1) Model Dekomposisi Aditif
= ... (16) 2) Model Dekomposisi Multiplikatif
= ... (17) dimana :
= komponen trend pada periode t = komponen siklis pada periode t = komponen musiman pada periode t
= komponen kesalahan, atau acak pada periode t
f. ARIMA
MetodeARIMA tidak memerlukan penjelasan mana peubah dependen atau mana peubah independen. Dalam hal ini, data yang akan diprediksi tidak perlu dipecah menjadi komponen trend, seasonal, siklis atau iregular seperti perlakuan pada data time series pada umumnya. Metode ini secara murni melakukan prediksi hanya sebesar data historis yang ada.
ARIMA (p, d, q) ... (18) dimana :
p = angka untuk autoregressive (AR)
d = angka untuk order differencing q = angka untuk moving average (MA)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Perusahaan
Sejarah Perusahaan
dengan modal sebesar lima (5) juta rupiah. Seiring dengan perkembangan bisnis yang ditandai dengan adanya peningkatan akan kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan rumah tangga seperti TV, meja, kulkas, lemari dan sebagainya, maka Bapak Robinson Sitepu membuka cabang pertama dari PT Interyasa Homindo, yakni cabang Surabaya yang beralamat di Jl. Pacung Kuda no. 45 pada tahun 1985 dengan bantuan modal pinjaman dari Bank Dagang Negara (sekarang bernama Bank Mandiri). Pada tahun 1995 barulah berdiri kantor pusat yang belokasi di Ciputat dan kantor pertama yang belokasi di Senen dijadikan kantor cabang penjualan (mitra). Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pemantauan dan pengevaluasian kantor cabang penjualan, serta untuk pusat pembukuan (pembuatan laporan keuangan) dari seluruh cabang PT Interyasa Homindo. Sedangkan untuk PT Interyasa Homindo cabang Bogor didirikan pada tanggal 26 Oktober 2003 yang berlokasi di Jl. Empang no. 26A Bogor, yang sekarang masih digunakan sebagai kantor cabang penjualan (mitra) Bogor.
Dan seiiring dengan perkembangan bisnis penjualan kebutuhan rumah tangga hingga sampai tahun 2013 ini PT Interyasa Homindo sudah memiliki 92 kantor cabang penjualan (mitra) yang tersebar hampir di seluruh Indonesia, yakni di 63 kantor cabang yang tersebar di pulau Sumatra, 23 kantor cabang yang tersebar di pulau Jawa, 1 kantor cabang di pulau Kalimantan dan 5 kantor cabang yang tersebar di Pulau Bali.
Visi, Misi dan Motto Perusahaan
Visi dari PT Interyasa Homindo adalah menjadikan perusahaan yang berkesinambungan antara usaha dengan profit yang memadai. Untuk mencapai visinya tersebut PT Interyasa Homindo memiliki tiga misi secara umum, yakni (1) mensejahterakan seluruh karyawan, (2) memberikan pelayanan yang maksimal dan optimal kepada seluruh konsumen dan (3) mengembangkan perusahaan menjadi salah satu perusahaan yang berbasis perdagangan barang elektronik dan furnitur rumah tangga yang selalu menjadi positioning bagi semua konsumen.
Sedangkan motto yang diterapkan di PT Interyasa Homindo untuk memberikan motivasi kepada seluruh karyawan, baik karyawan di kantor pusat maupun karyawan di seluruh kantor cabang penjualan (mitra) adalah RAJUT, yakni Rajin, Jujur dan Terampil. Dengan moto tersebut diharapkan seluruh karyawan PT Interyasa Homindo di seluruh kantor cabang penjualan mempunyai dedikasi yang tinggi terhadap tugas dan tanggung jawab sehingga dapat tercapainya visi dan misi dari PT Interyasa Homindo.
Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan susunan dan hubungan antar tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan perusahaan. Selain itu dengan adanya struktur organisasi dapat membuat penjelasan mengenai tugas dan tanggungjawab dari semua pihak yang terlibat pada sebuah perusahaan.
Struktur organisasi pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor bersifat lini dan staff dimana semua informasi dan persetujuan berasal dari top management
pimpinan kantor cabang penjualan (mitra). Dalam menjalankan tugasnya manajer dibantu oleh asisten manajer, dimana manajer dan asisten manajer mempunyai tugas pokok yakni menjaga dan meningkatkan kinerja cabang bersangkutan dalam segala bidang (organisasi, keuangan, penjualan, penagihan dan pengawasan). Khusus untuk asisten manajer memilik peran ganda dimana selain membantu manajer dalam mengawasi kinerja cabang, selain itu juga berperan sebagai credit supervisor dimana bertugas untuk melakukan account checking terhadap kartu tagihan para kolektor. Asisten manajer membawahi beberapa karyawan diantaranya team leader (T/L), collector agent (CA), sales agent (SA), surveyor
(CI), kasir, administrasi (ADM), office boy (OB), supervisor toko kerja sama (STKK), sales stand pameran (SSP). Struktur organisasi PT Interyasa Homindo cabang Bogor dapat dilihat pada Gambar 2.
MANAGER
AM / CS
T / L C/A C/I KASIR ADM OB STKK SSP
SA TKK TOKO STAND
Gambar 2 Struktur organisasi PT Interyasa Homindo cabang Bogor
Produk-Produk PT Interyasa Homindo cabang Bogor
PT Interyasa Homindo cabang Bogor merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan furnitur (40%) dan barang-barang elektronik (60%) kebutuhan rumah tangga, dimana perusahaan ini menjual berbagai macam peralatan kebutuhan rumah tangga (multiproduk) seperti TV, kulkas, lemari, meja, tempat tidur dan lain-lain. Berdasarkan wawancara dengan pihak manajemen PT Interyasa Homindo cabang Bogor dikatakan bahwa dari dua (2) kategori produk yang dijual ke konsumen, kategori barang elektronik lebih banyak terjual dibandingkan dengan produk furnitur. Hal ini dikarenakan produk-produk elektronik dari segi harga jauh lebih murah dari pada produk furnitur. Selain itu juga dikarenakan perubahan zaman yang orientasinya sudah berubah ke arah modernisasi, dimana teknologi sangat berpengaruh.
Interyasa Homindo menurut pihak manajemen perusahaan ditunjukkan bagi kalangan menengah ke bawah khususnya ibu-ibu rumah tangga. Penetapan segmen tersebut karena sistem pembayarannya secara kredit yang tidak terlalu memberatkan calon konsumen dan juga sistem pemasaran secara door to door
(dari rumah ke rumah) yang praktis dan mudah serta dapat mengenai langsung ke sasaran penjualan.
Produk unggulan utama dari PT Interyasa Homindo cabang Bogor terbagi menjadi dua (2) jenis, yakni untuk kategori furnitur produk unggulan utamanya adalah kasur tempat tidur (springbed). Sedangkan untuk kategori barang elektronik produk unggulan utamanya adalah produk TV. Produk TV yang dijual mencakup semua merek dan semua jenis, seperti TV merek Polytron, Sony, Sharp, Toshiba, LG, Samsung, Sanyo dan lain-lain. Dikarenakan perusahaan ini adalah perusahaan yang menjual multiproduk, maka semua jenis dan merek TV dijual tergantung dari keinginan konsumen untuk memilih TV merek dan jenis yang seperti yang diinginkan.
Analisis Peramalan Penjualan Televisi
Pada penelitian ini, peneliti hanya mengambil empat (4) produk TV yang dianalisis peramalan penjualannya. Produk tersebut yakni CTV Polytron 21 inch, CTV LG 21 inch, CTV Sharp 21 inch dan CTV Samsung 21 inch. Pemilihan tersebut karena menurut pihak manajemen PT Interyasa Homindo cabang Bogor, keempat (4) merk tersebut merupakan jenis TV yang paling banyak digemari oleh konsumen dibandingkan dengan merk TV yang lain. Dan juga untuk ukuran TV menurut wawancara langsung dengan kepala cabang PT Interyasa Homindo cabang Bogor, ukuran TV yang paling banyak terjual yakni ukuran 21 inch. Hal tersebut karena untuk jenis TV ukuran 21 inch memiliki harga yang lebih murah dibandingkan dengan ukuran 24 inch, 29 inch, 32 inch dan 34 inch, karena segmen terbesar penjualan perusahaan adalah kalangan menengah kebawah.
Pada tahap ini data penjualan per bulan keempat (4) produk tersebut dari bulan Mei 2011 hingga Mei 2013 diolah dengan metode peramalan time series
(runtun waktu). Data tersebut nantinya diolah dengan menggunakan Microsoft Office Excel dan Minitab 14. Adapun data penjualan mulai dari bulan Mei 2011 sampai Mei 2013 dapat dilihat pada Lampiran 1.
Analisis Peramalan Penjualan CTV Polytron 21 inch
Identifikasi Pola Penjualan CTV Polytron 21 inch
mempengaruhi deret relatif stabil. Gambar 3 menunjukkan pola data volume penjualan CTV Polytron 21 inch periode bulan Mei 2011 sampai bulan Mei 2013.
Sumber : PTInteryasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Gambar 3 Pola data penjualan CTV Polytron 21 inch
Berdasarkan gambar diatas pergerakan volume penjualan periode Mei 2011 hingga Mei 2013 menunjukkan bahwa pola data sangat berfluktuasi. Hal tersebut dapat dilihat periode Mei 2011 hingga Mei 2013 cenderung mengalami kenaikan dan penurunan yang intervalnya tidak jauh berbeda. Penjualan tertinggi terjadi pada bulan Oktober 2011 yakni sebanyak 10 unit CTV Polytron 21 inch
dan sedangkan penjualan terendah terjadi pada bulan April 2012 yakni terjual sebanyak 1 unit CTV Polytron 21 inch. Berdasarkan plot autokorelasi pada Lampiran 2, dapat dilihat bahwa data penjualan CTV Polytron 21 inch merupakan data yang stasioner karena semua lag tidak melampaui garis kritis yang artinya data tersebut tidak berbeda nyata dari nol. Sehingga dapat diidentifikasi bahwa pola data penjualan CTV Polytron 21 inch stasioner.
Metode Peramalan Penjualan CTV Polytron 21 inch
Berdasarkan identifikasi pola data penjualan CTV Polytron 21 inch, menunjukkan bahwa pola data tersebut bersifat stasioner. Menurut Hanke (2003), metode peramalan time series dengan pola data penjualan stasioner adalah metode naif (naive), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing), pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing) dan ARIMA (autoregressive moving average). Setelah diketahui nilai akurasi kesalahan (error) terkecil dari semua metode peramalan
time series yang digunakan dengan melihat nilai MSE (Mean Sqaure Error), maka akan diketahui metode peramalan terbaik untuk meramalkan penjualan CTV Polytron 21 inch pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor satu (1) tahun mendatang. Dalam Tabel 2 dapat dilihat perbandingan dari masing-masing nilai akuarsi kesalahan dari setiap metode yang digunakan pada penelitian ini.
Index
Tabel 2Nilai akurasi kesalahan metode peramalan penjualan CTV Polytron 21
inch
No Metode peramalan α MA Nilai akurasi kesalahan
MSE MAD MAPE
Keterangan :α = konstanta pemulusan, = konstanta tren, MA = moving average ordo Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Berdasarkan penerapan beberapa metode yang disajikan pada Tabel 2, maka metode yang dianggap cocok untuk meramalkan penjualan CTV Polytron 21
inchpada PT Interyasa Homindo cabang Bogor adalah metode ARIMA (1.0.1). Hal ini karena metode tersebut merupakan metode yang nilai MSE terkecil yaitu sebesar 4.4866. Kemudian diikuti oleh metode pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing) dan metode naif (naive). Proses pengolahan metode ARIMA (1.0.1) dapat dilihat pada Lampiran 3.
Langkah-langkah metode ARIMA (1.0.1) didasarkan kepada empat (4) tahapan yaitu :
1) Identifikasi pola
Tahapan pertama dalam metode Box-Jenkins (ARIMA) adalah identifikasi pola data. Pada data penjualan CTV Polytron 21 inch telah stasioner. Salah satu syarat peramalan dengan metode ini adalah kestasioneran, dimana apabila data telah stasioner maka tidak perlu dilakukan pembeda (differencing).
2) Estimasi Parameter
Apabila pola data sudah stasioner, maka model yang mungkin dari pola ACF dan PACF adalah model AR (1) dan MA (1). Sedangkan untuk unsur D karena tidak dilakukan proses pembeda (differencing) maka D (0). Secara tentatif maka diperoleh model sementara yakni ARIMA (1.0.1).
3) Uji Diagnosik
Setelah dilakukan estimasi model, selanjutnya dilakuakan evaluasi untuk memastikan apakah model yang diestimasi sudah baik atau belum. Selanjutnya model tersebut diuji parameter yang diestimasi berbeda nyata dengan nol. Hal ini dapat dilihat dari nilai P-value yang kurang dari α (0.05). Setelah diuji
parameternya, model ARIMA tersebut bernilai valid dimana P-value bernilai 0.000 yang dapat diartikan bahwa model tersebut berbeda nyata dengan nol dengan nilai MSE sebesar 4.4866.
4) Peramalan
Peramalan CTV Polytron 21 inch
Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode peramalan time series
untuk melakukan peramalan volume penjualan CTV Polytron 21 inch pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor diketahui bahwa metode ARIMA (1.0.1) memiliki nilai kesalahan terkecil dengan melihat nilai MSE. Kemudian metode tersebut dapat dijadikan perencanaan atau acuan perusahaan dalam meramalkan CTV Polytron 21 inch satu (1) tahun kedepan yaitu periode Juni 2013 sampai dengan Mei 2014. Hasil peramalan untuk 12 bulan mendatang menggunakan metode ARIMA (1.0.1) dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3Peramalan volume penjualan CTV Polytron 21 inchperiode Juni 2013 sampai Mei 2014 dengan metode ARIMA (1.0.1)
No Periode Peramalan CTV
Polytron 21inch (unit)
1. Juni 2013 4.37104
2. Juli 2013 4.86806
3. Agustus 2013 4.76971
4. September 2013 4.84030
5. Oktober 2013 4.78963
6. November 2013 4.82600
7. Desember 2013 4.79990
8. Januari 2014 4.81863
9. Febuari 2013 4.80519
10. Maret 2014 4.81484
11. April 2014 4.80791
12. Mei 2014 4.81288
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor (diolah)
Berdasarkan hasil perhitungan metode ARIMA (1.0.1), diketahui penjualan yang akan diprediksi pada periode Juni 2013 sampai Mei 2013 cukup stabil. Hal ini dapat dilihat pada jumlah peramalan penjualan yang tidak berbeda jauh dengan rataan pola tersebut yakni sebesar 4.777008. Hampir semua di periode bulan diramalkan akan mengalami penjualan ± 4.777008 atau sebanyak 5 unit CTV Polytron 21 inch, dan hanya pada periode Juni 2013 diprediksi hanya terjual sebanyak 4 unit CTV Polytron 21 inch.
Analisis Peramalan Penjualan CTV LG 21 inch
Identifikasi Pola Penjualan CTV LG 21 inch
Selain merek Polytron, untuk jenis ukuran televisi 21 inch yang paling banyak digemari oleh konsumen PT Interyasa Homindo cabang Bogor adalah merek LG (Lucky Goldstar). Produk CTV LG 21 inch memiliki keunggulan di layar dan gambar yang lebih canggih dari pada merek Polytron. Akan tetapi dari segi harga produk CTV Polytron 21 inch lebih murah dibandingkan dengan CTV LG 21 inch.
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Gambar 4 Pola data penjualan CTV LG 21 inch
Berdasarkan gambar diatas pergerakan volume penjualan periode Mei 2011 hingga Mei 2013 menunjukkan bahwa pola data sangat berfluktuasi. Hal tersebut dapat dilihat dari periode Mei 2011 hingga Mei 2013 cenderung mengalami kenaikan dan penurunan yang intervalnya tidak jauh berbeda. Penjualan paling tinggi terjadi pada bulan April 2013 yakni sebanyak 20 unit CTV Polytron 21 inch
dan sedangkan penjualan terendah terjadi pada bulan Oktober 2012 yakni produk CTV Polytron 21 inch tidak terjual pada bulan tersebut. Berdasarkan plot autokorelasi pada Lampiran 4, dapat dilihat bahwa data penjualan CTV LG 21
inch merupakan data yang stasioner karena semua lag tidak melampaui garis kritis yang artinya data tersebut tidak berbeda nyata dari nol. Sehingga dapat diidentifikasi bahwa pola data penjualan CTV LG 21 inch stasioner.
Metode Peramalan Penjualan CTV LG 21 inch
Berdasarkan identifikasi pola data penjualan CTV LG 21 inch, menunjukkan bahwa pola data tersebut bersifat stasioner. Menurut Hanke (2003), metode peramalan time series dengan pola data penjualan stasioner adalah metode naif (naive), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing), pemulusan eksponensial ganda (double
Index
exponential smoothing) dan ARIMA (autoregressive moving average). Setelah diketahui nilai akurasi kesalahan (error) terkecil dari semua metode peramalan
time series yang digunakan dengan melihat nilai MSE (Mean Sqaure Error), maka akan diketahui metode peramalan terbaik untuk meramalkan penjualan CTV LG 21 inch pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor satu (1) tahun mendatang. Dalam Tabel 4 dapat dilihat perbandingan dari masing-masing nilai akuarsi kesalahan dari setiap metode yang digunakan pada penelitian ini.
Tabel 4 Nilai akurasi kesalahan metode peramalan CTV LG 21 inch
No Metode peramalan α MA Nilai akurasi kesalahan
MSE MAD MAPE
1. Pemulusan
eksponensial tunggal
0.3 15.4219 2.1236 70.0379
2. ARIMA (0.0.1) 15.749
3. Rataan bergerak 3 17.0455 2.1970 68.0423
4. Pemulusan
eksponensial ganda
0.73 0.01 19.4959 2.5505 72.4107
5. Metode naif 25.25 2.91667 81.7361
Keterangan :α = konstanta pemulusan, = konstanta tren, MA = moving average ordo Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Berdasarkan penerapan beberapa metode yang disajikan pada Tabel 4, maka metode yang dianggap cocok untuk meramalkan penjualan CTV LG 21 inchpada PT Interyasa Homindo cabang Bogor adalah metode pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing). Hal ini karena metode tersebut merupakan metode yang nilai MSE terkecil yaitu sebesar 15.4170. Kemudian diikuti oleh metode ARIMA (0.0.1), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing) dan metode naif (naive). Proses pengolahan metode pemulusan eksponensial tunggal dapat dilihat pada Lampiran 5.
Proses metode pemulusan eksponensial tunggal membutuhkan nilai alpha
(α) sebagai nilai parameter pemulusan. Bobot nilai α lebih tinggi diberikan kepada
data yang lebih baru, sehingga nilai parameter α yang sesuai akan memberikan ramalan yang optimal dengan nilai kesalahan (error) terkecil. Untuk mendapatkan
Tabel 5 Nilai akurasi kesalahan metode pemulusan eksponensial tunggal berdasarkan nilai alpha
Konstanta pemulusan (α)
Nilai akurasi kesalahan Urutan
MSE MAD MAPE
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa nilai MSE terkecil diperoleh
dengan menggunakan (α) 0.γ dengan nilai MSE sebesar 15.4β19. Proses
pemulusan eksponensial tunggal dapat dilihat pada Lampiran 6. Peramalan CTV LG 21 inch
Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode peramalan time series
untuk melakukan peramalan volume penjualan CTV LG 21 inch pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor diketahui bahwa metode pemulusan eksponensial tunggal memiliki nilai kesalahan terkecil dengan melihat nilai MSE. Hasil peramalan untuk 12 bulan mendatang menggunakan metode pemulusan eksponensial tunggal dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6Peramalan volume penjualan CTV LG 21 inchperiode Juni 2013 sampai Mei 2014 dengan metode pemulusan eksponensial tunggal
No Periode Peramalan CTV LG
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
2014 sama dan tidak terjadi fluktuasi dalam jumlah penjualannya. Penjualan sepanjang periode tersebut diramalkan sebesar 7.25709. Dari hasil peramalan didapatkan bahwa penjualan CTV LG 21 inch dapat mecapai 7 unit setiap bulannya dengan selang antara 2.05436 sampai dengan 12.4598. Sehingga rata-rata jumlah penjualan setiap bulannya sama yaitu sebesar 7.25709 atau sebanyak 7 unit CTV LG 21 inch.
Metode pemulusan eksponensial tunggal mengasumsikan bahwa keberlanjutan pola data yang tidak acak bermanfaat mengembangkan ukuran yang digunakan untuk menentukan apabila pola dasar berubah. Dengan adanya
konstanta pemulusan (α) yang berperan sebagai faktor pembobot, maka nilai
aktual (α) yang menentukan sejauh mana nilai akurasi kesalahannya. Metode ini
merupakan teknik yang populer dimana kekuatannya terletak pada jangka pendek yang dikombinasikan dengan pembaharuan yang cepat dan mudah.
Analisis Peramalan Penjualan CTV Sharp 21 inch
Identifikasi Pola Penjualan CTV Sharp 21 inch
TV Sharp merupakan merk pertama dari TV yang memproduksi massal pada tahun 1953. Selain itu juga Sharp memprakarsai penciptaan layar lebar TV sehingga dianggap sebagai pelopor perubahan dan inovasi produk TV. Menurut SekilasNews.com (2013), TV merk Sharp menduduki peringkat pertama dalam 7 (tujuh) merk TV terbaik sepanjang tahu 2012. Hal tersebut mengapa tingkat penjualan TV Sharp masih tinggi.
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Gambar 5 Pola data penjualan CTV Sharp 21 inch
Berdasarkan pengamatan Gambar 5, dapat dilihat bahwa pola data penjualan CTV Sharp 21 inch sangat berfluktuatif dimana terjadi kenaikan dan penurunan volume penjualan pada periode Mei 2011 hingga Mei 2013. Volume penjualan tertinggi terjadi pada periode Oktober 2012 yakni sebanyak 8 unit CTV Polytron
Index
21 inch, sedangkan untuk volume penjualan terendah terjadi pada periode Januari 2012 dimana untuk jenis TV tersebut tidak terjual selama periode tersebut. Hal tersebut diakibatkan karena semakin banyaknya merek TV dengan kualitas yang hampir sama dengan CTV Sharp 21 inch. Untuk mengidentifikasi pola data penjualan CTV Sharp 21 inch dilihat dari plot autokorelasi (Lampiran 6), dimana semua lag pola data penjualan tersebut tidak ada yang melewati garis kritis yang menyebabkan pola data tersebut telah bersifat stasioner.
Metode Peramalan Penjualan CTV Sharp 21 inch
Berdasarkan identifikasi pola data penjualan CTV Sharp 21 inch, menunjukkan bahwa pola data tersebut bersifat stasioner. Menurut Hanke (2003), metode peramalan time series dengan pola data penjualan stasioner adalah metode naif (naive), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing), pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing) dan ARIMA (autoregressive moving average). Setelah diketahui nilai akurasi kesalahan (error) terkecil dari semua metode peramalan
time series yang digunakan dengan melihat nilai MSE (Mean Sqaure Error), maka akan diketahui metode peramalan terbaik untuk meramalkan penjualan CTV Sharp 21 inch pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor satu (1) tahun mendatang. Dalam Tabel 7 dapat dilihat perbandingan dari masing-masing nilai akuarsi kesalahan dari setiap metode yang digunakan pada penelitian ini.
Tabel 7 Nilai akurasi kesalahan metode peramalan CTV Sharp 21 inch No Metode peramalan α MA Nilai akurasi kesalahan
MSE MAD MAPE
Keterangan :α = konstanta pemulusan, = konstanta tren, MA = moving average ordo Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Berdasarkan penerapan beberapa metode yang disajikan pada Tabel 7, maka metode yang dianggap cocok untuk meramalkan penjualan CTV Sharp 21
inchpada PT Interyasa Homindo cabang Bogor adalah metode ARIMA (1.0.1). Hal ini karena metode tersebut merupakan metode yang nilai MSE terkecil yaitu sebesar 15.4170. Kemudian diikuti oleh metode pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing) dan metode naif (naive). Proses pengolahan metode ARIMA (1.0.1) dapat dilihat pada Lampiran 7.
Langkah-langkah metode ARIMA (1.0.1) didasarkan kepada empat (4) tahapan yaitu :
5) Identifikasi pola
Salah satu syarat peramalan dengan metode ini adalah kestasioneran, dimana apabila data telah stasioner maka tidak perlu dilakukan pembeda (differencing). 6) Estimasi Parameter
Apabila pola data sudah stasioner, maka model yang mungkin dari pola ACF dan PACF adalah model AR (1) dan MA (1). Sedangkan untuk unsur D karena tidak dilakukan proses pembeda (differencing) maka D (0). Secara tentatif maka diperoleh model sementara yakni ARIMA (1.0.1).
7) Uji Diagnosik
Setelah dilakukan estimasi model, selanjutnya dilakuakan evaluasi untuk memastikan apakah model yang diestimasi sudah baik atau belum. Selanjutnya model tersebut diuji parameter yang diestimasi berbeda nyata dengan nol. Hal ini dapat dilihat dari nilai P-value yang kurang dari α (0.05). Setelah diuji
parameternya, model ARIMA (1.0.1) tersebut bernilai valid dimana P-value
bernilai 0.000 yang dapat diartikan bahwa model tersebut berbeda nyata dengan nol dengan nilai MSE sebesar 3.2901.
8) Peramalan
Tahap terakhir dalam metode ARIMA adalah meramalkan hasil (forcasting) penjualan CTV Sharp 21 inch dengan metode ARIMA (1.0.1). Peramalan CTV Sharp 21 inch
Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode peramalan time series
untuk melakukan peramalan volume penjualan CTV Sharp 21 inch pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor diketahui bahwa metode ARIMA (1.0.1) memiliki nilai kesalahan terkecil dengan melihat nilai MSE. Hasil peramalan untuk 12 bulan mendatang menggunakan metode ARIMA (1.0.1) dapat dilihat pada Tabel 8.
Tabel 8 Peramalan volume penjualan CTV Sharp 21 inch periode Juni 2013 sampai Mei 2014 dengan metode ARIMA (1.0.1)
No Periode Peramalan CTV Sharp
21 inch (unit)
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
rataan pola tersebut yakni sebesar 2.934533. Hampir semua di periode bulan diramalkan akan mengalami penjualan ± 2.934522 atau sebanyak 3 unit CTV Sharp 21 inch.
Penerapan metode ARIMA memiliki keunggulan hasil peramalannya sangat kuat, fleksibel dan dapat mewakili rentang yang lebar dari karakteristik deret waktu dalam peramalan jangka pendek. Akan tetapi metode ini juga memiliki beberapa kekurangan seperti diperlukannya data dalam jumlah yang besar untuk menghasilkan peramalan yang akurat dalam jangka panjang. Selain itu juga terdapat kesulitan untuk memperbaharui model ARIMA ketika data baru tersedia dan model ini memerlukan investasi waktu dan sumber daya lain untuk mengembangkan model tersebut.
Peramalan Penjualan CTV Samsung 21 inch
Identifikasi Pola Penjualan CTV Samsung 21 inch
Samsung telah banyak memiliki terobosan nyata dalam teknologi, dimana Samsung menduduki peringkat pertama smartphone di dunia. Saat ini Samsung telah merambah ke produk TV dimana menyediakan keunggulan dari segi teknologi yang canggih sehingga menarik minat konsumen. Hal tersebut berdampak pula pada penjualan CTV Samsung 21 inch, dimana Samsung telah mempositioningkan ke benak konsumen, bahwa produk Samsung merupakan produk yang paling unggul dari segi teknologi.
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Gambar 6 Pola data penjualan CTV Samsung 21 inch
Metode Peramalan Penjualan CTV Samsung 21 inch
Berdasarkan identifikasi pola data penjualan CTV Samsung 21 inch, menunjukkan bahwa pola data tersebut bersifat stasioner. Menurut Hanke (2003), metode peramalan time series dengan pola data penjualan stasioner adalah
tunggal (single exponential smoothing), pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing) dan ARIMA (autoregressive moving average). Setelah diketahui nilai akurasi kesalahan (error) terkecil dari semua metode peramalan
time series yang digunakan dengan melihat nilai MSE (Mean Sqaure Error), maka akan diketahui metode peramalan terbaik untuk meramalkan penjualan CTV Samsung 21 inch pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor satu (1) tahun mendatang. Dalam Tabel 9 dapat dilihat perbandingan dari masing-masing nilai akuarsi kesalahan dari setiap metode yang digunakan pada penelitian ini.
Tabel 9 Nilai akurasi kesalahan metode peramalan CTV Samsung 21 inch No Metode peramalan α MA Nilai akurasi kesalahan
MSE MAD MAPE
1. Pemulusan
eksponensial tunggal
0.1 2.4386 1.1788 68.4522
2. ARIMA (1.0.0) 2.5092
3. Rataan bergerak 5 3.088 1.280 76.950
4. Pemulusan
eksponensial ganda
0.5 0.01 3.3056 1.3822 75.6105
5. Metode naif 4.45833 1.45833 70
Keterangan :α = konstanta pemulusan, = konstanta tren, MA = moving average ordo Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Berdasarkan penerapan beberapa metode yang disajikan pada Tabel 7, maka metode yang dianggap cocok untuk meramalkan penjualan CTV Samsung 21
inchpada PT Interyasa Homindo cabang Bogor adalah metode pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing) Hal ini karena metode tersebut merupakan metode yang nilai MSE terkecil yaitu sebesar 2.4386. Kemudian diikuti oleh metode ARIMA (1.0.0), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing) dan metode naif (naive). Proses pengolahan metode pemulusan eksponensial tunggal dapat dilihat pada Lampiran 9.
Proses metode pemulusan eksponensial tunggal membutuhkan nilai alpha
(α) sebagai nilai parameter pemulusan. Bobot nilai (α) lebih tinggi diberikan
kepada data yang lebih baru, sehingga nilai parameter α yang sesuai akan
memberikan ramalan yang optimal dengan nilai kesalahan (error) terkecil. Untuk mendapatkan nilai (α) yang tepat pada umumnya dilakukan dengan percobaan (trial and error) untuk menentukan nilai kesalahan terkecil. Nilai (α) dilakukan dengan membandingkan menggunakan interval pemulusan antara 0 < α < 1, yaitu
Tabel 10Nilai akurasi kesalahan metode pemulusan eksponensial tunggal berdasarkan nilai alpha
Konstanta pemulusan (α)
Nilai akurasi kesalahan Urutan
MSE MAD MAPE
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa nilai MSE terkecil diperoleh
dengan menggunakan (α) 0.1 dengan nilai MSE sebesar β.4γ86. Proses pemulusan
eksponensial tunggal dapat dilihat pada Lampiran 6. Peramalan CTV Samsung 21 inch
Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode peramalan time series
untuk melakukan peramalan volume penjualan CTV Samsung 21 inch pada PT Interyasa Homindo cabang Bogor diketahui metode pemulusan eksponensial tunggal memiliki nilai kesalahan terkecil dengan melihat nilai MSE. Hasil peramalan untuk 12 bulan mendatang menggunakan metode pemulusan eksponensial tunggal dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11 Peramalan volume penjualan CTV Samsung 21 inchperiode Juni 2013 sampai Mei 2014 dengan metode pemulusan eksponensial tunggal
No Periode Peramalan CTV
Samsung 21inch (unit)
Sumber : PT Interyasa Homindo cabang Bogor(diolah)
2014 sama dan tidak terjadi fluktuasi dalam jumlah penjualannya. Penjualan sepanjang periode tersebut diramalkan sebesar 2.14339. Dari hasil peramalan didapatkan bahwa penjualan CTV Samsung 21 inch dapat mecapai 2 unit setiap bulannya dengan selang antara -0.744584 sampai dengan 5.03137. Sehingga rata-rata jumlah penjualan setiap bulannya sama yaitu sebesar 2.14339 atau sebanyak 2 unit CTV Samsung 21 inch.
Metode pemulusan eksponensial tunggal mengasumsikan bahwa keberlanjutan pola data yang tidak acak bermanfaat mengembangkan ukuran yang digunakan untuk menentukan apabila pola dasar berubah. Dengan adanya konstanta pemulusan (α) yang berperan sebagai faktor pembobot, maka nilai
aktual (α) yang menentukan sejauh mana nilai akurasi kesalahannya. Metode ini
merupakan teknik yang populer dimana kekuatannya terletak pada jangka pendek yang dikombinasikan dengan pembaharuan yang cepat dan mudah.
Implikasi Manajerial
Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang mampu mengendalikan segala bentuk ketidakpastian dan mampu menghadapi perubahan yang terus menerus. Perubahan-perubahan yang ada di dalam perusahaan, seperti salah satunya adalah perubahan penurunan, ataupun peningkatan volume penjualan yang akan mempengaruhi perkembangan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami dan mengambil reaksi terhadap perubahan tersebut dengan salah satunya melakukan peramalan penjualan (forecasting). Perusahaan yang melakukan kegiatan forecasting dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan, baik untuk jangka pendek, jangka menengah ataupun jangka panjang yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Hasil analisis peramalan yang telah dilakukan, diidentifikasi pola data penjualan CTV Polytron 21 inch, CTV LG 21 inch, CTV Sharp 21 inch dan CTV Samsung 21 inch stasioner. Hal ini diartikan bahwa pola data penjualan dari keempat (4) TV tersebut konstan sepanjang periode Mei 2011 hingga Mei 2013. Metode peramalan time series yang digunakan untuk keempat (4) metode tersebut adalah metode naif (naive), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing), pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing) dan ARIMA (autoregressive moving average). Dari hasil perhitungan peramalan penjualan didapatkan bahwa untuk CTV Polytron 21 inch dan CTV Sharp 21 inch metode peramalan yang paling cocok dengan indikator nilai akurasi kesalahan MSE terkecil yakni metode ARIMA (1.0.1). Sedangkan untuk CTV Polytron LG 21 inch dan CTV Samsung 21 inch metode peramalan yang cocok adalah metode pemulusan eksponensial tunggal. Dari metode tersebut menunjukkan adanya kenaikan penjualan untuk CTV LG 21 inch sebesar 3.49% dari periode sebelumnya. Sedangkan untuk ketiga (3) jenis TV yang lain diramalkan pula terjadi kenaikan, akan tetapi tingkat kenaikannya tidak setinggi CTV LG 21 inch.
Dengan adanya prediksi mengenai penjualan di masa mendatang, maka perusahaan dapat menetapkan rencana strategi khusus untuk mengantisipasi hasil prediksi tersebut seperti perencanakan (planning) target penjualan dan strategi untuk mencapai target penjualan tersebut kepada bagian marketing, menyusun/menata (organizing) rencana kerja untuk mencapai target penjualan, memotivasi seluruh karyawan untuk memberikan kemampuan terbaiknya kepada perusahaan dengan diadakannya trainning, sistem bonus dan insentif dan memonitor apakah target penjualan tersebut dapat terealisasi atau tidak.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan uraian pembahasan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat dirumuskan beberapa pokok pikiran yang menjadi kesimpulan yang merupakan jawaban atas tujuan penelitian, antara lain :
a) Berdasarkan data aktual penjualan CTV Polytron 21 inch, CTV LG 21 inch, CTV Sharp 21 inch dan CTV Samsung 21 inch periode Mei 2011 hingga Mei 2013, menunjukkan bahwa bersifat stasioner. Hal ini terlihat dari plot ACF masing-masing TV dimana semua lag pada pola data tidak ada yang melewati garis kritis.
b) Hasil analisis peramalan yang telah dilakukan, diidentifikasi pola data penjualan CTV Polytron 21 inch, CTV LG 21 inch, CTV Sharp 21 inch dan CTV Samsung 21 inch stasioner. Hal ini diartikan bahwa pola data penjualan dari keempat (4) TV tersebut konstan sepanjang periode Mei 2011 hingga Mei 2013. Metode peramalan time series yang digunakan untuk keempat (4) metode tersebut adalah metode naif (naive), rataan bergerak (moving average), pemulusan eksponensial tunggal (single exponential smoothing), pemulusan eksponensial ganda (double exponential smoothing) dan ARIMA (autoregressive moving average). Dari hasil perhitungan peramalan penjualan didapatkan bahwa untuk CTV Polytron 21 inch dan CTV Sharp 21 inch metode peramalan yang paling cocok dengan indikator nilai akurasi kesalahan MSE terkecil yakni metode ARIMA (1.0.1). Sedangkan untuk CTV Polytron LG 21
inch dan CTV Samsung 21 inch metode peramalan yang cocok adalah metode pemulusan eksponensial tunggal.
bahwa penjualan CTV LG 21 inch dapat mecapai 7 unit setiap bulannya dengan selang antara 2.05436 sampai dengan 12.4598. Sehingga rata-rata jumlah penjualan setiap bulannya sama yaitu sebesar 7.25709 atau sebanyak 7 unit CTV LG 21 inch. Untuk CTV Sharp 21 inch sama seperti CTV Polytron 21 inch dimana diketahui penjualan yang akan diprediksi pada periode Juni 2013 sampai Mei 2013 cukup stabil. Hal ini dapat dilihat pada jumlah peramalan penjualan yang tidak berbeda jauh dengan rataan pola tersebut yakni sebesar 2.934533. Hampir semua di periode bulan diramalkan akan mengalami penjualan ± 2.934522 atau sebanyak 3 unit CTV Sharp 21 inch. Sedangkan untuk CTV Samsung 21 inch diketahui penjualan yang akan diprediksi pada periode Juni 2013 sampai Mei 2014 sama dan tidak terjadi fluktuasi dalam jumlah penjualannya. Penjualan sepanjang periode tersebut diramalkan sebesar 2.14339. Dari hasil peramalan didapatkan bahwa penjualan CTV Samsung 21
inch dapat mecapai 2 unit setiap bulannya dengan selang antara -0.744584 sampai dengan 5.03137. Sehingga rata-rata jumlah penjualan setiap bulannya sama yaitu sebesar 2.14339 atau sebanyak 2 unit CTV Samsung 21 inch.
Saran
a. Peramalan penjualan CTV Polytron 21 inch dan CTV Sharp 21 inch
menggunakan metode ARIMA (1.0.1) serta peramalan penjualan CTV LG 21
inch dan CTV Samsung 21 inch dengan metode pemulusan eksponensial tunggal sebaiknya digunakan oleh pihak perusahaan. Sehingga hasil peramalan tidak berbeda jauh dengan realisasi dan dapat mengurangi ketidakpastian yang terjadi di masa depan. Hal tersebut juga dapat membantu perusahaan dalam perencanaan target penjualan sehingga meningkatkan keuntungan perusahaan. b. Untuk mempermudah peramalan penjualan disarankan agar perusahaan
menggunakan perangkat lunak (software) Microsoft Excel dan Minitab 14, sehingga hasilnya dapat meningkatkan kesempatan perusahaan memperoleh laba yang maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Aritonang L. 2009. Peramalan Bisnis. Jakarta (ID) :Ghalia Indonesia.
Assauri S. 1999. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta (ID) :Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Heizer J. dan B. Render. 2006. Manajemen Operasi (Terjemahan). Jakarta (ID) :Salemba Empat.
Hanke JE. 2003. Peramalan Bisnis (Terjemahan).Jakarta (ID) :Prenhallindo. Jahja RS dan Irvan. 2006. Menilai Tanggung Jawab Sosial Televisi. Depok (ID) :
Piramedia.
[KEMENPERIN] Kementrian Perindustrian. 2011. Penjualan Elektronik Tembus Rp.12 Triliun. Jakarta (ID) : KEMENPERIN.
SekilasNews 2013. 7 Merk Televisi Terbaik Sepanjang Tahun 2012. Jakarta (ID) : SekilasNews.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Data penjualan CTV Polytron 21 inch, CTV LG 21 inch, CTV Sharp 21 inch dan CTV Samsung 21 inch
Bulan
CTV Polytron 21 inch
(unit)
CTV LG 21 inch
(unit)
CTV Sharp 21 inch
(unit)
CTV Samsung
21inch
(unit)
Mei 2011 5 6 1 2
Juni 2011 3 4 5 2
Juli 2011 6 8 2 1
Agustus 2011 5 5 3 1
September 2011 3 3 2 4
Oktober 2011 10 4 1 2
November 2011 7 2 4 5
Desember 2011 6 4 5 2
Januari 2012 4 4 0 1
Febuari 2012 9 1 4 1
Maret 2012 7 1 3 1
April 2012 1 1 1 2
Mei 2012 5 1 1 1
Juni 2012 6 6 2 1
Juli 2012 5 1 5 1
Agustus 2012 2 2 2 1
September 2012 3 2 3 6
Oktober 2012 3 0 8 2
November 2012 2 1 6 1
Desember 2012 5 4 4 4
Januari 2013 3 2 1 5
Febuari 2012 6 3 1 1
Maret 2013 5 3 5 1
April 2013 2 20 2 1
Lampiran 2. Plot ACF dan PACF pola data penjualan CTV Polytron 21 inch
Autocorrelation Function: Penjualan CTV Polytron 21 inch
Lag ACF T LBQ
Lanjutan Lampiran 2.
Partial Autocorrelation Function: Penjualan CTV Polytron 21 inch
Lag PACF T
Partial Autocorrelation Function for Penjualan CTV Polytron 21 inch
Lampiran 3. Hasil peramalan penjualan CTV Polytron 21 inch dengan metode ARIMA (1.0.1)
ARIMA Model: Penjualan CTV Polytron 21 inch
Estimates at each iteration
Unable to reduce sum of squares any further
Final Estimates of Parameters
Number of observations: 25
Residuals: SS = 98,7047 (backforecasts excluded) MS = 4,4866 DF = 22
Modified Box-Pierce (Ljung-Box) Chi-Square statistic
Lampiran 4. Plot ACF dan PACF pola data penjualan CTV LG 21 inch
Autocorrelation Function: Peramalan Penjualan LG 21 inch
Lag ACF T LBQ
Autocorrelation Function for Peramalan Penjualan LG 21 inch
Lanjutan Lampiran 4.
Partial Autocorrelation Function: Peramalan Penjualan LG 21 inch
Lag PACF T
Partial Autocorrelation Function for Peramalan Penjualan LG 21 inch
Lampiran 5. Hasil peramalan penjualan CTV LG 21 inch dengan metode pemulusan eksponensial tunggal
Single Exponential Smoothing for Peramalan Penjualan LG 21 inch
* NOTE * Zero values of Yt exist; MAPE calculated only for non-zero Yt.
Data Peramalan Penjualan LG 21 inch Length 25
Lampiran 6. Plot ACF dan PACF pola data penjualan CTV Sharp 21 inch
Autocorrelation Function: Penjualan CTV Sharp 21 inch
Lag ACF T LBQ
Autocorrelation Function for Penjualan CTV Sharp 21 inch
Lanjutan Lampiran 6.
Partial Autocorrelation Function: Penjualan CTV Sharp 21 inch
Lag PACF T
Partial Autocorrelation Function for Penjualan CTV Sharp 21 inch
Lampiran 7. Hasil peramalan penjualan CTV Sharp 21 inch dengan metode ARIMA (1.0.1)
ARIMA Model: Penjualan CTV Sharp 21 inch
Estimates at each iteration
** Convergence criterion not met after 25 iterations **
Final Estimates of Parameters
Number of observations: 25
Residuals: SS = 72,3831 (backforecasts excluded) MS = 3,2901 DF = 22
Modified Box-Pierce (Ljung-Box) Chi-Square statistic
Lanjutan Lampiran 7.
Forecasts from period 25
95 Percent Limits
Period Forecast Lower Upper Actual 26 2,96783 -0,58808 6,52374
Lampiran 8. Plot ACF dan PACF pola data penjualan CTV Samsung 21 inch
Autocorrelation Function: Penjualan CTV Samsung 21 inch
Lag ACF T LBQ
Autocorrelation Function for Penjualan CTV Samsung 21 inch
Lanjutan Lampiran 8.
Partial Autocorrelation Function: Penjualan CTV Samsung 21 inch
Lag PACF T
Partial Autocorrelation Function for Penjualan CTV Samsung 21 inch
Lampiran 9. Hasil peramalan penjualan CTV Samsung 21 inch dengan metode pemulusan eksponensial tunggal
Single Exponential Smoothing for Penjualan CTV Samsung 21 inch
Data Penjualan CTV Samsung 21 inch
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Rumah Pil-Pil, Medan, Sumatra Utara pada tanggal 5 Mei 1990 dari ayah Ripin Ginting dan ibu Hartahati br Tarigan. Pada tahun 2005 penulis lulus dari SMA Budi Mulia Bogor dan pada tahun yang sama penulis lulus seleksi masuk Program Diploma III Institut Pertanian Bogor melalui jalur reguler dan diterima pada program keahlian Perencanaan dan Pengendalian Produksi Manufaktur/Jasa. Pada tahun 2011 penulis melanjutkan S1 Program Sarjana Alih Jenis Manajemen, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Selama mengikuti perkuliahan, penulis juga aktif mengikuti organisasi kemahasiswaan di kampus Executive of Management tahun 2012-2013. Bulan April-Juni 2013 penulis melaksanakan penelitian di PT Interyasa Homindo cabang Bogor dengan judul Analisis Peramalan Penjualan Televisi di PT Interyasa Homindo cabang Bogor.