• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMA MUHAMMADIYAH 2 METRO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMA MUHAMMADIYAH 2 METRO"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh

ANDRI ARDIANTO

Skripsi

Sebagai Salah Satu syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI PENDIDIKAAN SENI TARI JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(2)

HALAMAN JUDUL ABSTRAK

ABSTRACT

HALAMAN PERSETUJUAN

PERNYATAAN SKRIPSI MAHASISWA RIWAYAT HIDUP

PERSEMBAHAN MOTTO

SANWACANA DAFTAR ISI DAFTAR TABEL

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan penelitian... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

1.5 Ruang Lingkup Penelitian... 7

1.6 Waktu Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pembelajaran ... 9

2.2 Metode Pembelajaran ... 10

2.3 Aktifitas Siswa ... 11

2.4 Evaluasi Belajar ... 12

2.5 TariBedana ...13

2.5.1Latar Belakang TariBedana... 13

2.5.2 Gerak Dasar Tari ... 14

2.5.3 Musik Pengiring TariBedana ... 15

2.5.4 Busana dan Aksesoris TariBedana... 16

2.5.5 Ragam Gerak TariBedana... 19

2.6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ... 28

(3)

3.2 Sumber Data... 31

3.3 Teknik Pengumpulan Data... 32

3.3.1 Observasi ... 32

3.3.2 Wawancara ... 32

3.3.3 Dokumentasi... 33

3.4 Instrumen Penelitian ... 33

3.5Teknis Analisis Data ... 38

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Perencanaan Pembelajaran TariBedana... 40

4.2 Pelaksanaan Pembelajaran TariBedana... 40

4.2.1 Pertemuan Pertama... 43

4.2.2 Pertemuan Kedua ... 54

4.2.3 Pertemuan Ketiga ... 66

4.2.4 Pertemuan Keempat ... 78

4.2.5 Pertemuan Kelima ... 89

4.2.6 Pertemuan Keenam ... 101

4.2.7 Pertemuan Ketujuh ... 111

4.2.8 Pertemuan Kedelapan ... 124

4.3 Penilaian Pembelajaran Intrakurikuler TariBedana ... 131

4.4 Temuan ... 143

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1Kesimpulan ... 145

5.2 Saran... 146

(4)

1.1 Latar Belakang

Menurut UU No. 20 tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk

mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,

pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang

diperlukan dirinya, masyarakat, negara dan bangsa ( Amri, 2013:241).

Pendidikan merupakan bagian integral dalam pembangunan. Proses pendidikan tidak

dapat dipisahkan dari proses pembangunan itu sendiri. Pembangunan diarahkan dan

bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan

pembangunan sektor ekonomi, yang satu dengan lainya berkaitan dan berlangsung

dengan bersamaan. Berbicara tentang proses pendidikan sudah tentu tidak dapat

dipisahkan dengan semua upaya yang harus dilakukan untuk mengambangkan sumber

daya manusia yang berkualitas itu, dilihat dari segi pendidikan, telah terkandung

(5)

Tujuan pendidikan adalah seperangkat hasil pendidikan yang tercapai oleh peserta

didik setelah diselenggarakannya kegiatan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga

pendidikan formal, secara sistematis merencanakan bermacam-macam lingkungan,

yakni lingkungan pendidikan yang menyediakan berbagai kesempatan bagi peserta

didik untuk melakukan berbagai kegiatan belajar. Berbagai kesempatan belajar itu,

pertumbuhan dan perkembangan peserta didik diarahkan dan didorong ke pencapaian

tujuan yang dicita-citakan. Lingkungan tersebut disusun dan ditata dalam suatu

kurikulum, yang dilaksanakan dalam bentuk proses pembelajaran (Hamalik, 2011:2).

Pendidikan seni pada dasarnya adalah bagaimana seni itu ada dan dimasukan dalam

pendidikan untuk diterapkan atau diajarkan, agar siswa dapat mengembangkan bakat

seni yang dimiliki. Pendidikan seni secara umum berfungsi untuk mengembangkan

kemampuan setiap anak atau siswa untuk memperkenalkan warisan budaya,

memperluas kesadaran sosial dan sebagai jalan untuk pengetahuan. Seni budaya

memberikan sumbangan kepada siswa, akan berani dan bangga akan budaya bangsa

sendiri. Pembelajaran seni budaya khususnya seni tari di sekolah mengarahkan siswa

agar lebih mengenal kebudayaan mereka dalam bidang seni tari (Mustika, 2013:26).

Kesenian merupakan salah satu wujud kebudayaan sebagai hasil dari ungkapan cipta,

rasa dan karsa manusia untuk mewujudkan suatu karya yang indah, agar kebudaan

tidak terancam punah karena usia atau pengaruh dari kebudayaan asing, perlu

dilestarikan dan disebar luaskan kepada masyarakat sebagai aset daerah warisan

(6)

serta dapat diperdayakan sebagai identitas suatu daerah. Khusus di daerah lampung

terdapat banyak macam kesenian, salah satu cabang seni yang difokuskan adalah seni

tari. Seni tari seperti halnya seni-seni yang lain merupakan pernytataan kebudayaan

yang sifat, gaya dan fungsi nya selalu tidak terlepas dari kebudayaan, karena lahirnya

tari dilingkungan kehidupan manusia bersama dengan tumbuhnya peradaban manusia.

Tari merupakan perpaduan gerakan-gerakan yang indah dan ritmis yang disusun atau

ditata sehingga dapat memberi kesenangan dan kepuasan bagi pelaku dan

penikmatnya. Tari dapat dimanfaatkan sebagai salah satu aspek kehidupan manusia,

seperti sarana pendidikan dan rekreasi.

Beraneka ragam tari tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah lampung,

sebagai pencerminan tata kehidupan masyarakat yang harus dipelihara dan

dikembangkan, untuk kemudian diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai tari

tradisional, baik bersifat klasik maupun tari rakyat yang sesuai dengan adat istiadat

kesukuan daerah setempat, salah satu budaya yang perlu mendapat perhatian dan perlu

dilestarikan adalah taribedana.

SMA Muhammadiyah 2 Metro merupakan salah satu sekolah swasta yang berada di

Kota Metro tepatnya di Jl. KH. Ahmad Dahlan No 1 Kota Metro, Provinsi Lampung.

SMA Muhammadiyah 2 Metro pada kelas X memiliki empat kelas yang dimulai dari

X IPS I, X IPS 2, X IPA 1 dan X IPA 2, karena kelas yang cukup banyak maka hanya

dipilih satu yaitu kelas X IPA I. Pemilihan kelas ini selain karena keinginan sendiri

(7)

dan siswa-siswi cukup baik dibandingkan kelas lain. Pembelajaran Seni Tari di SMA

Muhammadiyah 2 Metro masuk pada intrakurikuler yaitu pada siswa-siswi kelas X

IPA I. Pada aspek pembelajaran tari, guru memilih tari tradisional yaitu tari bedana

dan tarimelinting. Pada pembelajaran taribedanadiajarkan pada kelas X IPA dan tari

melinting diajarkan pada kelas X IPS. Pada pembelajaran khususnya praktik tari baru

diterapkan ditahun ini pada semester genap karena pada tahun sebelumnya belum

diadakan praktik. Pelatih tari pada kegiatan intrakurikuler di SMA Muhammadiyah 2

Metro adalah Ibu Nova Delyanti Alumni Unila Prodi Seni Tari Angkatan 2010,

peserta yang mengikuti kegiatan intrakurikuler ini keseluruhannya adalah siswi yang

terdiri dari kelas X IPA I berjumlah 30 orang. Kegiatan intrakurikuler bidang tari ini

dilakukan pada ruang yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada jam sekolah.

Penelitian ini dilakukan 8 kali pertemuan pada setiap hari Rabu dan Kamis pada jam

pelajaran seni budaya. Materi yang disampaikan dibatasi hanya pada pencarian nama

ragam, gerakan, musik pengiring, dan urutan geraknya saja, karena jika terlalu banyak

materi dikhawatirkan siswa akan bingung sehingga pembelajaran tidak mendapat hasil

yang maksimal.

Tanggal 19 Maret 2015 diadakan kunjungan ke SMA Muhammadiyah 2 Metro, Kota

Metro untuk mengantarkan surat dan meminta izin penelitian untuk menyelesaikan

studi. Pada waktu itu kepala sekolah sedang tidak berada di tempat, sehingga peneliti

langsung menemui wakil kurikulum sekolah. Disampaikan maksud kedatangan ini

(8)

materi pembelajaran tari pada kegiatan intratrakurikuler dan juga melakukan

penelitian dengan mengamati proses pembelajaran pada setiap pertemuan terhadap

siswa dengan judul skripsi pembelajaran tari bedana di SMA Muhammadiyah 2

Metro. Setelah itu diberi tahu bahwa guru bidang studi adalah Ibu Nova Delyanti,

yang sudah mengajar selama 1 tahun.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pendahuluan di SMA Muhammadiyah 2

Metro menunjukkan bahwa pembelajaran seni budaya yaitu seni tari dianggap sebagai

materi yang sulit dipahami bagi peserta didik, karena dalam tari tidak hanya dituntut

bisa dalam teori mengenai sejarah dan asal muasal tarian tersebut melainkan siswa

harus bisa memeragakan ragam gerak tari dengan tepat dan benar. Diadakanya

pembelajaran tari bedana di SMA Muhammadiyah 2 Metro dengan metode

demonstrasi adalah untuk memberikan pengenalan, pengetahuan, dan pembelajaran

tentang taribedana. Untuk siswa tingkat menengah ke atas, metode demonstrasi akan

membawa siswa-siswi terlibat langsung dalam memperhatikan dan memperagakan

setiap gerakan yang diajarkan sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan cepat

diterima. Maka saya tertarik untuk mengadakan penelitian di SMA Muhammadiyah 2

(9)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, didapatkan rumusan masalah sebagai berikut.

1. Bagaimanakah perencanaan pembelajaran tari bedana di SMA

Muhammadiyah 2 Metro?

2. Bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran tari bedana di SMA

Muhammadiyah 2 Metro?

3. Bagaimanakah hasil pembelajaran tari bedana di SMA Muhammadiyah 2

Metro?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, dapat dijelaskan tujuan penelitian ini yaitu:

1. Mendeskripsikan perencanaan pembelajaran tari bedana di SMA

Muhammadiyah 2 Metro.

2. Mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran tari bedana di SMA

Muhammadiyah 2 Metro.

3. Mendeskripsikan hasil pembelajaran tari bedana di SMA Muhammadiyah 2

(10)

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat, yaitu manfaat praktis.

Adapun manfaat praktis dari penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Memberikan gambaran bagi semua pihak yang terlibat dalam proses

pembelajaran, terutama bagi guru tentang bagaimana pembelajaran yang di

terapkan selama ini.

2. Mahasiswa pendidikan seni tari diharapkan dapat memanfaatkan hasil

penelitian ini sebagai bahan pengetahuan tentang pembelajaran tari bedana di

SMA Muhammadiyah 2 Metro.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian mencakup subjek penelitian (sasaran) dan objek penelitian

(masalah) ini yaitu:

1. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X IPA 1 di SMA

Muhammadiyah 2 Metro.

2. Objek penelitiannya adalah Penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran

(11)

1.6 Waktu Penelitian

Tabel 1.1 penelitian ini adalah tahun ajaran 2015/2016.

No Uraian Kegiatan

Waktu

Maret April Mei Juni Juli Agustus

1 Menyusun proposal 2 Menyusun instrumen 3 Pelaksanaan penelitian 4 Pengelolahan data 5 Menyusun laporan hasil

penelitian

(12)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pembelajaran

Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang.

Perubahan dari hasil proses belajar dapat ditunjukan dalam berbagai bentuk seperti berubah

pengetahuan, pemahaman, sikap dan tingkah laku, keterampilan, kecakapan, kebiasaan, serta

perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar. Belajar adalah modifikasi

atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (learning is defined as the modificasion or

streng thening of behavior through experiencing). Menurut pengertian ini, belajar adalah

merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan

hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari pada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan

suatu penguasaan hasil latihan, melaikan perubahan kelakuan. Pengertian ini sangat berbeda

dengan pengetahuan lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh

pengetahuan, belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan

seterusnya (Hamalik, 2011:36).

Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi,

material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan

pembelajaran. Manusia terlibat dalam sistem pengajaran terdiri dari siswa, guru, dan tenaga

lainnya, misalnya tenaga labolatorium.Material,meliputi buku-buku, papan tulis, dan kapur,

(13)

ruangan kelas, perlengkapan audio visual, juga komputer. Prosedur, meliputi jadwal dan

metode penyampaian informasi, praktik, belajar, ujian dan sebagainya.

Rumusan tersebut tidak terbatas dalam ruang saja. Sistem pembelajaran dapat dilaksanakan

dengan membaca buku, belajar di kelas atau di sekolah, karena diwarnai oleh organisasi dan

interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan, untuk membelajarkan peserta

didik (Hamalik, 2011 : 57).

2.2 Metode Pembelajaran

Metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplentasikan rencana yang sudah disusun

dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berati,

metode yang digunakan untuk merealisasiakan strategi yang telah diterapkan (Sanjaya,

2010:147).

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru untuk mnyampaikan pelajaran kepada

siswa. Karena penyampaian itu berlangsung dalam interaksi edukatif, metode pembelajaran

dapat diartikan sebagai cara yang dapat dipergunakan oleh guru dalam mengadakan

hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. Dengan demikian metode

pembelajaran merupakan alat untuk menciptakan proses belajar mengajar (Hamalik,

2011:80).

Pembelajaran di sekolah yang berlangsung di ruang kelas dan dilakukan oleh guru sebagai

pengajar tentu menggunakan cara atau metode yang akan membuat siswa pada proses belajar

(14)

akan mendukung proses belajar lebih efisien, metode atau cara yang digunakan adalah

metode pembelajaran sebagai sebuah cara untuk mengimplementasikan strategi

pembelajaran. Metode pembelajaran tentu berbeda dengan strategi pembelajaran, jika

strategi pembelajaran adalah startegi yang digunakan untuk mengetahui hasil akhir dari

sebuah pembelajaran sedang metode adalah cara yang digunakan dalam sebuah pembelajaran

yang dalam hal ini terkait dengan proses bukan tertuju pada hasil. Metode pembelajaran

digunakan dalam penelitian pembelajaran tari bedana kelas X IPA 1 di SMA

Muhammadiyah 2 Metro ini karena dalam pembelajaran guru menggunakan satu metode

yang tertulis dalam perencanaanya, maka disini kita biasa melihat berhasil atau tidak metode

yang digunakan, kemudian apakah guru menerapkan metode sesuai dengan prosedur dan

langkah-langkah pelaksanaanya.

2.3 Aktivitas Belajar

Aktivitas belajar merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar

mengajar. Dalam aktivitas belajar mengajar ada beberapa prinsip yang berorientasi pada

pandangan ilmu jiwa lama dan pandangan ilmu jiwa modern. Menurut pandangan ilmu jiwa

lama aktivitas didominasi oleh guru, sedang menurut pandangan ilmu jiwa modern aktivitas

didominasi oleh siswa. Kemudian untuk aktivitas belajar dapat digolongkan dalam beberapa

klasifikasi antara lain: visual activities, oral activities, listening activities, writing activities,

(15)

Dalam penelitian ini jenis aktivitas yang dilakukan siswa dalam proses belajar mengajar

adalah sebagai berikut:

1.Visual activities, yaitu dalam aktivitas ini siswa memerhatikan ragam gerak yang

didemonstrasikan oleh guru.

2.Listening activities, yaitu siswa mendengarkan uraian ragam gerak yang didemonstrasikan

oleh guru sesuai dengan ketepatan hitungan gerak.

3.Motor activities,yaitu siswa melakukan percobaan dengan ikut memeragakan ragam gerak

yang dicontohkan oleh guru.

2.4 Evaluasi Belajar

Evaluasi merupakan bagian dari proses belajar mengajar yang sacara keseluruhan tidak dapat

dipisahkan dari kegiatan mengajar. Pada sebagaian guru masih ada asumsi yang kurang tepat.

Asumsi yang tidak pada tempatnya, misalnya, adalah hal biasa jika kegiatan evaluasi tidak

mempunyai tujuan tertentu, kecuali evaluasi tidak mempunyai tujuan tertentu, dan kecuali

evaluasi adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh peraturan atau undang-undang. Aturan

yang mengikat tersebut termasuk pasal 58 ayat (1) UU RI NO.20 Tahun 2003 tentang

Sisdiknas, yang menyatakan evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik

untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar perta didik secara

(16)

2.5 TariBedana

2.5.1 Latar Belakang TariBedana

Taribedanamerupakan tari tradisional kerakyatan daerah Lampung yang mencerminkan tata

kehidupan masyarakat Lampung sebagai perwujudan simbol adat istiadat, agama, etika,

yang telah menyatu dalam kehidupan masyarakat. Tari bedana adalah tari muda-mudi

Lampung. Tarian ini biasa dibawakan oleh pemuda pemudi dalam acara-acara adat dan

acara-acara yang tidak resmi sebagai ungkapan rasa kegembiraan. Tari bedana sebuah

kesenian rakyat yang akrab serta salah satu nilai budaya yang dapat dijadikan cara dalam

menginterpretasikan sesuatu seperti pergaulan, kasih sayang, persaudaraan yang tulus ikhlas

adalah ciri dari tradisional yang tak akan lepas. Hasil kesenian tradisional yang diterima

sebagai tradisi oleh dari generasi kegenerasi. Tari bedana hidup dan berkembang di daerah

Lampung seiring dengan masuknya agama Islam, tidak mengherankan jika di daerah lain di

Indonesia ada yang memiliki kesamaan baik ragam maupun geraknya, serta memiliki fungsi

yang sama sebagai tari pergaulan. Di daerah Sumatra bagian timur termasuk Kalimantan

Barat, tari ini terkenal dengan Zapin atau Jepen, di daerah Sumatra Selatan dan Bengkulu

dengan tari Dana, sedangkan di Indonesia bagian timur seperti Nusa Tenggara Barat dan

Maluku tari ini dikenal dengan nama tariDana-Dini(Mustika, 2013:51).

Gerak dasar taribedana dimulai dengan salam diakhiri pula dengan salam yang mana setiap

gerakan dilakukan dengan sopan dan santun disertai dengan kelembutan yang diibaratkan

ketika kaki melangkah tidak membuat kusut tikar atau karpet yang dipakai sebagai alas

mereka menari. Makna filosofis yang terkandung dari gerak tari bedana melambangkan

(17)

Penari mengawali dengantahtimkemudian memberi salam dan melangkah maju dan mundur.

Langkah dan gerak tari berikutnya memasuki penyampaian misi dari tari yaitu ajaran dan

nasehat kehidupan yang berasal dari agama Islam. Sedangkan keseluruhan gerak

melambangkan falsafah tentang kehidupan. Penari bedana dapat pria, wanita saja atau

berpasangan dengan jumlah yang tidak terikat. Gerak tari bedana harus disertakan dengan

ekspresi, agar dapat mengekspresikan dengan baik penari mampu mengenali dan menghayati

unsur-unsur geraknya.

2.5.2 Gerak Dasar Tari

Tari Lampung memiliki dasar-dasar gerak tarian yang berbeda-beda dari setiap daerahnya.

Gerak tari Lampung lahir dan berkembang dimana tarian itu berasal. Namun yang menjadi

keunikan dalam tarian Lampung adalah bentuk dan teknik gerak tarinya (Mustika, 2013:34).

Dalam tari juga dikenal dengan wiraga (tubuh), wirama (irama), wirasa (penghayatan).

Ketiga unsur tersebut merupakan satu ikatan yang membentuk harmoni.

1. Wiraga: raga atau tubuh, yaitu gerak kaki sampai kepala, merupakan media pokok

gerak tari. Gerak tari dirangkai sesuai dengan bentuk yang tepat misalnya

seberapa jauh badan merendah, kaki diangkat atau ditekuk, dan seterusnya.

2. Wirama: ritme (tempo) atau suatu pola untuk mencapai gerakan yang harmonis.

Seberapa lamanya rangkaiyan gerak ditarikan serta ketepatan perpindahan gerak

selaras dengan jatuhnya irama. Irama ini biasanya dari alat musik yang

(18)

3. Wirasa: tingkatan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian, perasaan yang

diekspresikan lewat raut wajah dan gerak. Keseluruhan gerak tersebut

menjelaskan jiwa dan emosi tarian, seperti sedih, gembira, tegas, dan marah.

Tari merupakan ungkapan ekspresi jiwa yang berbentuk gerak tubuh. Gerak adalah dasar

ekspresi, oleh sebab itu gerak ditemui sebagai ekspresi dari semua pengalaman emosional

yang diekspresikan lewat medium yang tidak rasional, yakni gerakan tubuh atau gerakan

seluruh tubuh. Gerak dasar terdiri dari gerak tangan, gerak kaki, gerak kepala, dan gerak

badan (Mustika, 2013:37).

2.5.3 Musik Pengiring TariBedana

Garapan musik untuk pengiring tari bedana ini sengaja disusun yang disesuaikan dengan

suasana dan kesan yang akan dihadirkan. Kehadiran suara atau musik pengiring tarian ini,

tidak hanya terbatas kepada alat musik tradisional saja, akan tetapi dapat ditimbulkan suasana

sesuai yang diinginkan dan diatur dalam ritme dan tempo. Musik yang digunakan dalam

kesenian taribedana, terdiri dari :

a. Alat musik gambus lunik, adalah sebuah alat musik tradisional daerah Lampung yang

dipetik dawai berjumlah tujuh, sehingga menghasilkan nada yang dominan. Alat ini

merupakan salah satu alat yang digunakan untuk mengiringi tarian dan nyanyian

tradisional.

b. Ketipung, alat musik ini bentuknya mirip dengan gendang tetapi ukurannya agak pendek

(19)

c. Karenceng atau terbangan, adalah alat musik yang fungsinya hampir sama dengan

ketipung tetapi bagian permukaannya hanya satu.

d. Alat musik tambahan biasanya dipakai gong kecil bahkan untuk lebih semaraknya dapat

juga dapat pula dipakai alat-alat musik modern seperti biola, accordion, dan lain-lain.

2.5.4 Busana dan Aksesoris TariBedana a. Busana dan Aksesoris Penari Putra

Tabel 2.1 Busana dan Aksesoris Penari Putra

Busana dan Aksesoris Pria No Busana dan

Aksesoris Pria

Foto Keterangan

1 Kopiah/Ikat Kepala

Kopiah/ikat kepala ini digunakan di atas kepala

2 Baju Teluk Belanga dan Celana Pangsi

Baju teluk belanga pada Taribedana terdapat berbagai warna dan tangan berlengan panjang, celana pangsi digunakan sebelum memakai sarung belipat

3 Kalung Buah Jukum

(20)

4 Gelang Kano Gelang kano yang dipakai

dipergelangan tangan

5 Bulu Sertai Bulu sertai digunakan sebagai ikat pinggang yang dipakai di atas lipatan sarung belipat

6 Sarung

Belipat/Tumpal

Sarung

belipat/tumpal pada Taribedanadipakai di luar celana pangsi

(Dokumentasi : Eka, November 2014)

2.2 Busana dan Aksesoris Wanita

No

Busana dan Aksesoris

Wanita

Foto Keterangan

1 Gaharu Gaharu kembang goyang

yang dipakai di atas kepala

2 Sanggul Malang dan Bunga Melati

(21)

3 Penekan Penekan yang digunakan didahi

4 Subang Gawir

Subang gawir/anting yang dipasang ditelinga

5 Kawai Kurung

Kawai kurung pada Tari bedanaterdapat berbagai warna dan tangan berlengan panjang

6 Bebe Bebe yaitu kain aksesoris

yang dipakai dipundak

7 Papan Jajar

Kalung papan jajar yang dikalungkan dileher

8 Kalung Buah Jukum

(22)

9 Gelang Kano

Gelang kano yang dipakai dilengan atas

10 Bulu Sertai

Bulu sertai digunakan sebagai ikat pinggang yang dipakai diperut

11 Kain Songket/T umpal

Kain sarung yang digunakan sebagai rok, selain sarug dapat menggunakan celana untuk pakaian Taribedana

(Dokumentasi : Eka, November 2014)

2.5.5 Ragam Gerak TariBedana Tabel 2.3 Ragam Gerak TariBedana

1. GerakTahtim

Hit Uraian Gerak

1

2

3

4

5

Kaki kanan melangkah ke depan, pandangan ke depan gerakan tangan

kimbang.

Kaki kiri melangkah ke depan kemudian pandangan ke depan.

Kaki kanan melangkah ke depan setengah meloncat, kaki kiri diangkat.

Kaki kanan melangkah ke depan setengah meloncat dan kaki kiri diangkat

dan kemudian pandangan ke bawah.

(23)

Hit Uraian Gerak

6

7

8

depan dengan tangan kimbang.

Maju kaki kiri badan merendah kemudian pandangan ke depan.

Menarik kaki kanan kesebelah kaki kiri dalam posisi jinjit (perempuan)

dan jongkok (laki-laki). Posisi badan tegap pandangan ke depan.

Gerakan tangan sembah kearah depan.

(1) (2) (3) (4)

(5) (6) (7) (8)

(Foto: Setiadi Raharja, 2014)

2. GerakKhesek Gantung

Hit Uraian Gerak

1

2

3

4

Langkah kaki kanan ke depan, gerakan tangan bekelai kemudian

pandangan ke depan.

Langkah kaki ke depan, pandangan ke depan.

Ayun kaki kanan digeser ke samping kanan kemudian pandangan ke

kanan mengikuti arah kaki kanan.

(24)

Hit Uraian Gerak

5

6

7

8

ke depan dengan tangan bekelai.

Langkah kaki kanan ke depan, gerakan tangan bekelai kemudian

pandangan ke depan.

Langkah kaki ke depan, pandangan ke depan.

Ayun kaki kanan digeser ke samping kanan kemudian pandangan ke

kanan mengikuti arah kaki kanan.

Tarik kaki kanan merapat kekaki kiri lalu angkat kemudian pandangan

ke depan.

(1) (2) (3) (4)

(5) (6) (7) (8)

(Foto: Setiadi Raharja, 2014)

3. GerakKhesek Injing

Hit Uraian Gerak

1

2

3

Langkah kaki kanan ke depan, pandangan ke depan dengan tangan

bekelai.

Langkah kaki kiri ke depan pandangan ke depan dengan tangan bekelai.

(25)

Hit Uraian Gerak

4

5

6

7

8

jinjit, pandangan ke bawah, badan merendah.

Mengayun kaki kanan kesamping kanan, pandangan ke samping kanan.

Langkah kaki kanan ke depan, pandangan ke depan dengan tangan

bekelai.

Langkah kaki kiri ke depan pandangan ke depan dengan tangan bekelai.

Mengangkat kaki kanan diletakkan sebelah kaki kiri, posisi kaki kanan

jinjit, pandangan ke bawah, badan merendah.

Mengayun kaki kanan kesamping kanan, pandangan ke samping kanan.

(1) (2) (3) (4)

(5) (6) (7) (8)

(Foto: Setiadi Raharja, 2014)

4. GerakJimpang

Hit Uraian Gerak

1 Langkah kaki kanan ke depan, pandangan ke depan lalu gerakan tangan

(26)

Hit Uraian Gerak

2

3

4

5

6

7

8

Langkah kaki kiri ke depan, pandangan ke depan lalu gerakan tangan

kimbang.

Mundur kaki kanan pandangan ke depan.

Langkah kaki kiri ke depan.

Kaki kanan melangkah ke depan, kaki kiri diangkat.

Putar kaki kiri ke samping kiri.

Kaki kanan balik memutar kekanan.

Tarik kaki kiri ke samping kaki kanan.

(1) (2) (3) (4)

(5) (6) (7) (8)

(Foto: Setiadi Raharja, 2014)

5. GerakHumbak Moloh

Hit Uraian Gerak

1

2

3

4

Kaki kanan melangkah ke samping kanan.

Kaki kiri mengikuti kaki kanan ke samping kanan.

Kaki kanan melangkah ke samping kanan.

(27)

Hit Uraian Gerak 5

6

7

8

Kaki kiri melangkah ke samping kiri.

Kaki kanan melangkah ke samping kiri.

Kaki kiri melangkah ke samping kiri.

Kaki kanan ayun ke depan.

(1) (2) (3) (4)

(Foto: Setiadi Raharja, 2014)

6. GerakAyun Hit Uraian Gerak 1

2

3

4

5

6

7

8

Langkah kaki kanan ke depan, gerakan tangan kimbang, pandangan ke

depan.

Langkah kaki kiri ke depan dengan gerak tangan kimbang.

Langkah kaki kanan ke depan dengan gerakan tangan kimbang.

Angkat (ayun) kaki kiri.

Langkah kaki kiri ke depan, gerakan tangan kimbang, pandangan ke

depan.

Langkah kaki kanan ke depan dengan gerak tangan kimbang.

Langkah kaki kiri ke depan dengan gerak tangan kimbang.

(28)

Hit Uraian Gerak

(1) (2) (3) (4)

(Foto: Setiadi Raharja, 2014)

7. GerakAyun Gantung

Hit Uraian Gerak

1

2

3

4

5

6

7

8

Langkah kaki kanan ke depan, gerakan tangan kimbang, pandangan ke

depan.

Langkah kaki kiri ke depan dengan gerak tangan kimbang.

Langkah kaki kanan ke depan dengan gerakan tangan kimbang.

Angkat (ayun) kaki kiri, pandangan ke depan, gerakan tangan kimbang.

Merendah kaki kanan, pandangan ke depan, gerakan tangan kimbang.

Angkat/ayun kaki kiri, pandangan ke depan, gerakan tangan kimbang.

Merendah kaki kanan, pandangan ke depan, gerakan tangan kimbang.

Angkat (ayun) kaki kiri, pandangan ke depan, gerakan tangan kimbang.

(1) (2) (3) (4)

(29)

8. GerakBelitut

Hit Uraian Gerak

1

2

3

4

5

6

7

8

Langkah kaki kanan silang kekiri, pandangan ke bawah, gerakan tangan

kimbang.

Diikuti kaki kiri dibelakang kaki kanan pandangan ke depan gerakan

tangan kimbang.

Langkah kaki kanan silang kekiri, pandangan ke bawah, gerakan tangan

kimbang.

Diikuti kaki kiri dibelakang kaki kanan.

Maju kaki kanan, maju putar kearah kanan.

Silang kaki kiri kekanan, putar badan.

Putar kaki kanan kearah kanan dengan membalik badan.

Jinjit kaki kiri disamping kaki kanandengan badan merendah tegak,

pandangan ke depan.

(1) (2) (3) (4)

(5) (6) (7) (8)

(30)

9. GerakGelek

Hit Uraian Gerak

1

2

3

4

5

6

7

8

Ayun/angkat kaki kanan, pandangan ke depan gerakan tangan kimbang.

Langkah kaki kanan ke depan.

Langkah kaki kiri ke depan.

Langkah kaki kanan ke samping kanan.

Mundur kaki kiri.

Langkah silang kaki kanan kearah kiri.

Geser kaki kiri kearah kiri.

Kaki kanan merapat disamping kaki kiri dijinjit lalu pandangan ke

depan.

(1) (2) (3) (4)

(5) (6) (7) (8)

(31)

2.6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan

belajar siswa dalam upaya mencapai kompetensi dasar. Setiap guru pada satuan pendidikan

berkewajiban menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran secara lengkap dan sistematis

agar pembelajaran berlangsung secara interaksif, inspiratif, menyenangkan, menantang,

memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberi ruang yang cukup bagi

prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik,

serta psikologis peserta didik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran disusun untuk setiap

kompetensi dasar yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru

merancang penggalan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk setiap pertemuan yang

disesuaikan dengan penjadwalan disatuan pendidikan (Rusman, 2010:5).

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

1. Identitas Mata Pelajaran

Identitas mata pembelajaran meliputi satuan pendidikan, kelas, semester, program,

mata pembelajaran serta jumlah pertemuan.

2. StandarKometensi

Merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan

penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

3. KompetensiDasar

Sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu

sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi.

4. IndikatorPencapaianKompetensi

Perilaku yang dapat diukur atau diobservasi unutuk menunjukan ketercapaian

(32)

5. TujuanPembelajaran

Menggambarkan proses dan hasil yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai

dengan kompetensi dasar.

6. Materi Ajar

Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relavan dan ditulis

dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi.

7. Alokasi Waktu

Alokasi waktu tentunya sesuai dengan keperluan untuk pencapaian kompetensi ajar

dan beban ajar.

8. MetodePembelajaran

Digunakan oleh guru untuk mewujudkan suansana belajar dan proses pembelajaran

agar peserta didik mencapai kompetensi dasar.

9. Media danSumberBelajar

Didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan

pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

10. ProsedurPembelajaran

1). Pendahuluan, 2). Inti, 3). Penutup

11. Penilaian Hasil Belajar

Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan

indikator pencapaian kompetensi dan mengacu pada standar penilaian.

Ada dua fungsi RPP dalam proses pengembangannya, yakni fungsi perencanaan dan fungsi

pelaksanaan. Fungsi perencanaan adalah rencana pelaksanaan pembelajaran hendaknya dapat

mendorong guru lebih siap melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan yang

(33)

persiapan, baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Adapun fungsi pelaksanaan bertujuan

mengefektifkan proses pembelajaran sesuai apa yang direncanakan. Dalam hal ini, materi

standar yang dikembangkan dan dijadikan bahan kajian oleh siswa harus disesuaikan dengan

kebutuhan dan kemampuannya, mengandung nilai fungsional, praktis, serta disesuaikan

dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan sekolah dan daerah (Hamdani,2011:203).

2.7 Kegiatan Intrakurikuler

Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan diri yang dilaksanakan sebagian

besar didalam kelas. Kegiatan ini tidak lepas dari proses belajar mengajar yang merupakan

proses inti yang terjadi disekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Berdasarkan hal

tersebut, belajar diartikan sebagai suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri

seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman

(34)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode penelitian pendidikan dapat diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data

yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu

pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami,

memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan (Sugiyono, 2012:6).

Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti akan mengamati fakta,

gejala-gejala dan objek secara naturalistik yang kemudian menjadi hasil penelitian adalah

sebuah kesimpulan tindakan tanpa adanya rekayasa data (manipulasi data). Penelitian

kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada

kondisi yang alamiah (Sugiyono, 2013:6). Penelitian deskriptif kualitatif yang dimaksud

adalah menggambarkan dan menjabarkan proses pembelajaran tari bedana di SMA

Muhammadiyah 2 Metro.

3.2 Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X IPA 1 di SMA Muhammadiyah 2

Metro dalam pembelajaran intrakurikuler adalah siswa yang berjumlah 30, dengan jumlah 10

(35)

khesek gantung, khesek injing, ayun, ayun gantung, humbak molo, tahtim, belitut, ghelek dan

jimpang.

3.3 Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan

dokumentasi.

3.3.1 Observasi (Pengamatan)

Dalam menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi cara yang paling efektif

adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. format

yang disusun serisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan

terjadi (Arikunto, 2010:272).

Pengamatan secara langsung pada pembelajaran tari di SMA Muhammadiyah 2 Metro yang

bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang pengamatan secara langsung terhadap

pembelajaran seni tari disekolah. melalui tahap observasi diharapkan dapat diperoleh data

tentang pembelajaran tari bedana di SMA Muhammadiyah 2 Metro. Observasi dilakukan

dengan cara melakukan wawancara secara langsung dengan guru seni budaya dan salah

satunya kelas X IPA I mengenai pembelajaran seni budaya.

3.3.2 Wawancara

Wawancara digunakan digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau

pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh.

(36)

instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis alternatif jawabanya pun telah

disiapkan (Sugiyono, 2013:138).

Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis besar permasalahan. Wawancara

hanya dilakukan untuk memperoleh data secara langsung dari informasi yakni wakil kepala

bidang kesiswaan, guru seni budaya, dan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran.

3.3.3 Dokumetasi

Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku,

majalah, prasasti, dan sebagainya. Dokumentasi sudah lama digunakan dalam penelitian

sebagai sumber data karena dengan banyak hal dokumen sebagai sumber data dapat

dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan, bahkan untuk meramalkan (Arikunto, 2010, 274).

Pada peneliti kali ini dokumentasi digunakan untuk pengambilan foto, video yang diambil

dalam setiap pertemuan. Teknik dokumentasi digunakan dengan cara pengambilan foto untuk

mendapatkan informasi tentang sekolah yang diteliti dan proses pembelajaran tari pada SMA

Muhammadiyah 2 Metro.

3.4 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Hal ini dikarenakan pada penelitian

pengambilan data, observasi, dan wawancara dilakukan oleh peneliti itu sendiri. Dalam

instrument penelitian digunakan panduan observasi, panduan wawancara dan panduan

(37)

1. Panduan observasi

Lembar observasi digunakan peneliti pada saat melakukan pengamatan dilapangan

secara langsung, tentang apa yang dilihat peneliti.

2. Panduan wawancara

Lembar wawancara digunakan peneliti untuk mengumpulkan data-data tertulis dengan

cara tanya jawab dengan guru seni budaya dan siswa kelas X IPA I yang mengikuti

kegiatan intrakurikuler.

3. Panduan dokumentasi

Lembar dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data berupa foto-foto ataupun

[image:37.595.71.463.481.765.2]

video.

Tabel 3.1 Lembar Pengamatan Rencan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Keterangan:

No Aspek Yang diamati 1

II A

B

PEMBELAJARAN

1. Memeriksa kesiapan siswa 2. Melakukan kegiatan apersepsi

KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN Penguasaan Materi Pelajaran

3. Menunjukan penguasaan materi pelajaran

4. Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan

5. Menyampaikan materi dengan jelas dan sesuai dengan hierarki belajar

6. Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan

Pendekatan/ strategi pembelajaran

7. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai

(38)

C

D

E

F

III

10. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual

11. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif

12. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan

Pemanfaatan sumber belajar/ media pembelajaran 13. Menggunakan media secara efektif dan efesien 14. Menghasilkan pesan yang menarik

15. Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media

Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa 16. Menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran 17. Menunjukan sikap terbukan terhadap respon siswa

18. Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar

Penilaian proses dan hasil belajar

19. Memantau kemajuan belajar selama proses

20. Melakukan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi/ tujuan

Penggunaan bahasa

21. Menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik, dan benar 22. Menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai

PENUTUP

23. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan siswa

[image:38.595.73.457.70.488.2]

24. Melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan, atau kegiatan, atau tugas sebagai bagian remidi/ pengayaan

Tabel 3.2 Lembar Pengamatan Aktivitas Guru

No Aspek P.1 P.2 P.3 P.4 P.5 P.6 P.7 P.8

1. Kemampuan membuka

pelajaran

a. Menarik perhatian siswi b. Memberikan motivasi

awal

-c. Memberikan apersepsi (kaitan materi yang sebelumnya dengan materi yang akan disampaikan)

(39)

diberikan

e. Memberikan acuan bahan belajar yang akan

diberikan

2. Sikap guru dalm proses pembelajaran

a. Kejelasan artikulasi suara b. Variasi gerakan badan

tidak mengganggu perhatian siswa c. Antusiasme dalam

penampilan

d. Mobilitas posisi mengajar 3. Penguasaan bahan belajar

(materi pelajaran) a. Bahan belajar disajikan

sesuai dengan langkah-langkah yang

direncanakan dalam RPP b. Kejelasan dalam

menjelaskan bahan belajar (materi) c. Kejelasan dalam

memberikan contoh d. Memiliki wawasan yang

luas dalam

menyampaikan bahan belajar

4. Kegiatan belajar mengajar (Proses pembelajaran) a. Kesesuaian metode

dengan bahan belajar yang disampaikan b. Penyajian bahan belajar

sesuai dengan

tujuan/indikator yang telah ditetapkan c. Memiliki keterampilan

dalam menanggapi dan merespon pertanyaan siswi

(40)

waktu yang disediakan

5. Kemampuan

menggunakan metode demonstrasi

a. Memberi pengarahan tentang metode yang digunakan

b. Mendemonstrasikan materi pelajaran tari bedanayang dilakukan secara klasikal atau audiovisual

c. Membuat para siswa untuk mengerjakan tiap materi ragam gerak tari bedanayang telah

diberikan secara bersama-sama

d. Mengevaluasi hasil belajar taribedanayang telah dipelajari

e. Melakukan penilain terhadap penampilan tari bedanayang telah dipelajari

f. Memberikan motivasi kepada siswa yang belum menguasai taribedana g. Peneliti mengajukan

pertanyaan untuk mengecek ketrecapaian gerak taribedana 6. Evaluasi pembelajaran

a. Penilaian relavan dengan tujuan yang telah

ditetapkan

b. Menggunakan bentuk dan jenis ragam penilaian c. Penilaian yang diberikan

sesuai dengan RPP 7. Kemampuan menutup

(41)

yang telah diberikan b. Memberi kesempatan

untuk bertanya dan menjawab pertanyaan c. Memberi kesimpulan

kegiatan pembelajaran 8. Tindak lanjut/follow up

a. Memberikan tugas kepada siswa

b. Menginformasikan materi yang akan dipelajari berikutnya

c. Memberikan motivasi untuk selalu terus belajar

Keterangan:

P.1 = Pertemuan Pertama P.5 = Pertemuan Kelima

P.2 = Pertemuan Kedua P.6 = Pertemuan Keenam

P.3 = Pertemuan Ketiga P.7 = Pertemuan Ketujuh

P.4 = Pertemuan Kelima P.8 = Pertemuan Kedelapan

3.5 Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari

hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah difahami,

dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Teknik analisis data yang digunakan

dalam penelitian ini adalah modifikasi dari Miles dan Huberman. Teknik tersebut antara lain

(42)

1. Reduksi Data(Data Reduction)

Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada

hal-hal yang penting, membuat kategori dan membuang yang tidak perlu. Data dalam

penelitian ini, peneliti melakukan pemilihan data sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu

untuk mengetahui pembelajaran tari bedana dalam kegiatan intrakurikuler di SMA

Muhammadiyah 2 Metro. Pelaksanaan pembelajaran yaitu aktivitas yang dilakukan guru

dan siswa, dan penilaian guru terhadap hasil belajar siswa.

2. Penyajian Data(Data Display)

Penyajian data dalam penelitian deskriptif kualitatif dapat dilakukan dalam bentuk uraian

singkat hubungan antar kategori, dan sejenisnya. Penyajian data yang sering digunakan

adalah dengan teks yang bersifat naratif . Dalam penelitian ini, data-data yang terkumpul

selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Penyajian data disusun untuk

mendeskripsikan pembelajarandan hasil pembelajaran tari bedana dalam kegiatan

intrakurikuler di SMA Muhammadiyah 2 Metro.

3. Penarikan Simpulan(Conclusion Drawing/Verivication)

Simpulan dalam penelitian dekriptif kualitatif adalah temuan baru yang sebelumnya

belum pernah ada. Temuan berupa gambaran atau deskripsi suatu obyek dapat berupa

hubungan kausal atau interaktif, hipotesis, atau teori. Simpulan dalam penelitian ini

berupa deskripsi yaitu mengamati aktivitas siswa yang dilakukan oleh guru selama

(43)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh guru, maka dapat

disimpulkan sebagai berikut

1. Perencanaan merupakan proses awal dalam melakukan penelitian, sebelum meneliti

pelaksanaan pembelajaran intrakurikuler tari bedana di SMA Muhammadiyah 2

Metro. Guru dalam melakukan kegiatan intrakurikuler tari menggunakan Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada proses pembelajaran intrakurikuler tari.

Pelaksanaan merupakan kegiatan yang dilakukan pada proses pembelajaran tari

bedana dalam kegiatan intrakurikuler tari pada setiap pertemuannya. Proses

pelaksanaan pembelajaran intrakurikuler tari bedana di SMA Muhammadiyah 2

Metro dilakukan pada jam sekolah.

2. Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru selama proses pembelajaran tari

bedanayang berlangsung selama delapan kali pertemuan, yaitu menggunakan metode

demonstrasi untuk melakukan pembelajaran tari bedana, dan guru memperagakan

(44)

mengikuti ragam gerak tari bedana secara bersama-sama, yaitu dengan setiap siswa

secara bersama menarikan taribedanadengan menggunakan iringan musik.

3. Hasil pembelajaran tari bedana menggunakan metode demonstrasi yang dilakukan

selama delapan kali pertemuan menunjukan terhadap 30 siswa dengan aspek penilaian

individu yaitu wiraga, wirama dan wirasa diperoleh rata-rata nilai 82,4 tergolong

dalam kreteria baik sekali.

5.2 Saran

Untuk kepentingan penelitian, maka dapat disarankan sebagai berikut.

1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan kegiatan yang dilakukan

oleh guru supaya rencana pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran secara

terstruktur dan berlangsung secara baik.

2. Bagi pihak sekolah diharapkan membuat ruang atau aula khusus untuk berlatih tari

dengan sarana (sound) yang memadai agar pembelajaran tari dapat lebih maksimal.

3. Untuk penelitian selanjutnya aktivitas guru dan siswa pada saat pembelajaran agar

lebih dikembangkan guna meningkatkan lagi pembelajaran yang lebih detail agar

gerak siswa sesuai dengan irama music sehingga siswa dapat semaksimal mungkin

mementaskan tari bedana dalam suatu pertunjukan, serta sebelum melakukan praktik

(45)

Amri, Sofan. 2013.Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013.

PT. Prestasi Pustakarya. Jakarta

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta. Jakarta.

_________________2013. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta.

Hamalik, Oemar. 2011.Kurikulum dan Pembelajaran. Bumi Aksara: Jakarta.

Hamdani. 2011.Strategi Belajar Mengajar. Pustaka Setia: Bandung

Mustika, I Wayan. 2013.Teknik Dasar Gerak Tari Lampung. Anugrah Utama

Raharja (AURA): Lampung.

N.K. Roestiyah. 2012.Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta: Jakarta.

Rusman. 2010.Model-model Pembelajaran. Rajawali Pers: Jakarta

Sagala, Syaiful. 2012.Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Afabeta.

Sanjaya, Wina. 2010. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan.Prenada: Jakarta

Sugiyono. 2012.Metode Penelitian Pendidikan. Alfabeta: Bandung.

________2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta:

Gambar

Tabel 1.1 penelitian ini adalah tahun ajaran 2015/2016.
Tabel 2.1 Busana dan Aksesoris Penari Putra
Tabel 2.3 Ragam Gerak Tari Bedana
Tabel 3.1 Lembar Pengamatan Rencan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
+2

Referensi

Dokumen terkait

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam pembelajaran tari bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 26 Bandar Lampung.. Peneliti

Sumber data pada peneliti ini adalah data pembelajaran tari bedana yang dilakukan di SD Ar-Raudah Bandar Lampung dengan menggunakan pembelajaran metode problem solving

Metode drill merupakan salah satu metode yang cocok dalam melaksanakan pembelajaran seni, khususnya seni tari karena pada pembelajaran seni tari peserta didik menggunakan

Hasil pembelajaran tari Bedana pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMK Wiyata Karya Natar dengan menerapkan evaluasi formatif

Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran tari bedana pada siswa dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Learning memperoleh nilai rata-rata 88

Sumber data pada peneliti ini adalah data pembelajaran tari bedana yang dilakukan di SD Ar-Raudah Bandar Lampung dengan menggunakan pembelajaran metode problem solving

Hasil pembelajaran Tari Bedana cukup baik walaupun terkadang kegiatan ekstrakurikuler sering libur karena bertabrakan dengan kegiatan lain dan bentuk tubuh masih

Proses pembelajaran gerak tari bedana yang dilakukan guru menggunakan metode demonstrasi ada 4 langkah yaitu, pertama, siswa disarankan untuk melakukan pemanasan