• Tidak ada hasil yang ditemukan

Munas Tarjih Muhammadiyah Bahas "Markus"

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Munas Tarjih Muhammadiyah Bahas "Markus""

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Muhammadiyah Malang

www.umm.ac.id

Munas Tarjih Muhammadiyah Bahas ’Markus’

Kedaulatan Rakyat : Sabtu, 2010-03-27 | 08:32 WIB

YOGYA (KR) - Meski mengundang pro-kontra luar biasa, fatwa haram rokok tidak akan dibahas lagi dalam Munas ke-27 Tarjih Muhammadiyah di Malang, 1-4 April mendatang. Sekalipun tidak fokus khusus, munas akan membahas masalah ‘markus’ (makelar kasus), anti-korupsi sebagai bagian fikih tata kelola. Selain juga membahas fikih

perempuan, fikih al-Ma’un, tuntunan seni budaya, pedoman hisab Muhammadiyah dan lainnya.

Ketua PP Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi dan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Prof Dr Syamsul Anwar MA mengemukakan hal tersebut dalam pertemuan pers di Kantor PP Muhammadiyah, Kamis (25/3). Haedar yang lengkap didampingi pengurus Majelis Tarjih dan Tajdid menyampaikan rencana pertemuan yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Malang yang akan dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali dan dimeriahkan Tabligh Akbar oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr HM Din Syamsuddin.

“Agenda Munas ini sudah disiapkan sejak setahun silam. Sedang fatwa rokok itu merupakan fatwa dua mingguan,” jelas Syamsul.

Dikatakan, agama tidak semua soal hukum. Materi yang dibahas dalam Munas inipun bukan semua soal hukum tapi juga nilai dan landasan bertindak amar maruf nahi munkar. Namun secara fikih, hendaknya perilaku ‘markus’ ini tidak ditiru tapi bagaimana Muhammadiyah menurut Syamsul dapat menimbulkan daya kritis masyarakat dan menghadirkan pengawas bagi pengawasan hati nurani, masyarakat dan lembaga formal.

Soal ‘markus’, Haedar menambahkan bila Majelis Tarjih dan Tajdid tidak selalu melakukan pendekatan halal dan haram. Muhammadiyah menurutnya hanya ingin membuat jalan ke-3.

Referensi

Dokumen terkait

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah “Manusia: Konsep Penciptaan untuk Memperoleh Kemuliaan Hidup (2)”, Tafsir At- Tanwir, Suara Muhammadiyah, No.9/Th

Penelitian tesis ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum dan memiliki tujuan untuk mencari jawaban; bagaimana fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan

Sebagai lembaga legislasi, Majelis Tarjih Muhammadiyah telah memiliki berbagai produk hukum. Majelis Tarjih membagi produknya ke dalam tiga kategori, yaitu Keputusan

Melihat dari keputusan Majelis Tarjih tentang penentuan awal bulan Kamariyah dapat diketahui bahwa Muhammadiyah dalam penentuan awal bulan Kamariyah menggunakan

Muhammadiyah memiliki Majelis Tarjih dan Tajdid dengan kompetensi melakukan ijtihad terhadap berbagai problem hukum yang dialami umat Islam, baik dalam bentuk

MANHAJ TARJIH MUHAMMADIYAH DAN IMPLEMENTASINYA DALAM HISAB ARAH KIBLAT DAN WAKTU-WAKTU SALAT Oleh : Sopa1 ABSTRAK Ijtihad yang dilakukan oleh Majelis Tarjih bukan ijtihad fardî

Firdausi Iqbal Fadil, “Analisis Perbandingan Fatwa Majelis Tarjih Dan Tajdid PP Muhammadiyah Nomor :8 Tahun 2006 Dan Hasil Muktamar Tarjih Siduarjo Tahun 1968 Tentang Bunga Bank”

Berisi tentang kumpulan hadist-hadist tentang taharah yang dihimpun oleh Majelis Tarjih