TARJIH DAN TAJDID
TARJIH DAN TAJDID
DALAM MUHAMMADIYAH;
DALAM MUHAMMADIYAH;
ANTARA TEORI DAN IMPLEMENTASI
ANTARA TEORI DAN IMPLEMENTASI
Tujuan Materi
Tujuan Materi
•
Sesuai permintaan panitia, tujuan materi
ini adalah:
a.
Untuk memahamkan kepada mahasiswa
akan tarjih dan upaya pengamalannya
serta membumikan Islam yang tajdid di
tengah masyarakat
b.
Peluang dan tantangan
Aspek Keislaman Yang Ditegakkan
Muhammadiyah
Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang:
1.
Aqidah
; Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejalakemusyrikan dan khurafat tanpa
Mengabaikan prinsip-prinsip toleransi menurut ajaran Islam
2.
Akhlak
; Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran al-Qur’an dan Sunnah Rasul, tidak3. Ibadah; Muhammadiyah bekerja untuk
tegaknya ibadah yang diajarkan oleh Rasulullah
saw tanpa tambahan dan perubahan dari
tangan manusia
4. Muamalah Dunyawiyah; Muhammadiyah
bekerja untuk terlaksananya mu’amalat
Majlis Tarjih
Majlis Tarjih
• Kata majlis berarti dewan. Sesuatu yang disebut dengan dewan biasanya mempunyai anggota yang relatif besar jumlahnya
• Kata tarjih secara harfiah berarti, cenderung mengukuhkan sesuatu atas lainnya
• Di Muhammadiyah, Majlis Tarjih adalah nama lembaga yang membidangi masalah-masalah keagamaan dalam bidang
hukum fiqih dan merupakan pembantu pimpinan Persyarikatan Muhammadiyah dalam masalah-masalah tersebut
• Lembaga ini disahkan berdirinya secara resmi pada kongres
Muhammadiyah ke-17 di Yogyakarta tahun 1928, atas prakarsa KH Mas Mansur dan merupakan perwujudan dari amanat
Tugas Pokok Majlis Tarjih
Tugas Pokok Majlis Tarjih
1. Mempergiat pengkajian dan penelitian ajaran Islam dalam rangka pelaksanaan tajdid dan antisipasi perkembangan masyarakat;
2. Menyampaikan fatwa dan pertimbangan kepada pimpinan persyarikatan guna menentukan kebijaksanaan dalam
menjalankan kepemimpinan, serta membimbing umat, khususnya anggota dan keluarga Muhammadiyah;
3. Mendampingi dan membantu Pimpinan Persyarikatan dalam membimbing anggota melaksanakan ajaran Islam;
4. Membantu pimpinan persyarikatan dalam mempersiapkan dan meningkatkan kualitas ulama;
Mensikapi
Mensikapi
Perbedaan Pendapat
Perbedaan Pendapat
1. Kategori
al-tanawwu' fi al-'ibâdah
(keanekaragaman dalam kaifiat dan bacaan
dalam beribadah),
disikapi
dengan menerima
apa adanya keanekaragaman kaifiat dan aneka
ragam bacaan dalam ibadah sepanjang hal itu
diajarkan oleh Rasulullah saw.
2. Kategori
khilâfiah
(Beda pendapat kategori ini,
berasal dari produk pemikiran atau penafsiran
terhadap suatu nash; baik al-Qur'an ataupun
al-sunnah ),
disikapi
dengan membangun
sikap toleransi antar sesama dan dikelola
3. Kategori
al-Khurûj 'an al-haqq
(keluar dari
kebenaran atau penyimpangan. Perbedaan
pendapat yang dapat dimasukkan ke kategori
ini, adalah pendapat yang bertentangan
dengan nash; al-Qur'an dan al-Sunnah)
,
disikapi
secara
bijak dan hikmah, dan
mengajak penganutnya kembali ke jalan yang
benar, menghindari cara-cara kekerasan dan
tidak main hakim sendiri dengan tetap
mengacu pada QS. 16: 125). Kepada umat
Islam dihimbau untuk lebih berhati-hati dan
menolak ajaran yang sudah keluar dari
Tajdid Muhammadiyah
Tajdid Muhammadiyah
1.
Pengembalian kepada yang asli
(pemurnian) untuk aqidah dan ibadah
2.
Dinamisasi kehidupan sosial dan
peradaban berlandaskan kepada
Program Bidang Tarjih,
Program Bidang Tarjih,
Tajdid, dan Pemikiran Islam
Tajdid, dan Pemikiran Islam
Visi Pengembangan
Berkembangnya fungsi tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam yang mendorong peran Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang kritis, dinamis, dan proaktif dalam menjawab problem dan tantangan aktual
sehingga Islam menjadi sumber pemikiran, moral, dan praksis sosial kehidupan umat, bangsa, dan
perkembangan global yang kompleks. Rencana Strategis:
Menghidupkan tarjih, tajdid, dan pemikiran Islam dalam Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharuan yang kritis-dinamis dalam kehidupan masyarakat dan proaktif dalam menjawab problem dan tantangan perkembangan sosial
budaya dan kehidupan pada umumnya sehingga Islam selalu menjadi sumber pemikiran, moral, dan praksis sosial di tengah kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang sangat
Garis Besar Program:
•
M
engembangkan dan menyegarkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam dalam kehidupanmasyarakat yang multikultural dan kompleks. • Mensistematisasi metodologi pemikiran dan
pengamalan Islam sebagai prinsip gerakan tajdid dalam gerakan Muhammadiyah
• Mengoptimalkan peran kelembagaan bidang tajdid, tarjih dan pemikiran Islam untuk selalu proaktif dalam menjawab masalah riil masyarakat yang sedang
berkembang
• Mensosialisasikan produk-produk tajdid, tarjih dan pemikiran ke-Islaman Muhammadiyah ke seluruh lapisan masyarakat
Problem dan Tantangan
Problem dan Tantangan
Upaya Implementasi
Upaya Implementasi
• Penerbitan produk Majlis Tarjih yang belum memadahi • Bahasa yang dipergunakan dalam fatwa-fatwa Majlis
Tarjih kurang komunikatif dan menarik
• Sosialisasi fatwa Majlis Tarjih relatif kurang memadahi • Kesadaran mencari dokumen fatwa di kalangan warga
dan simpatisan Muhammadiyah masih relatif lemah • Koordinasi antar majlis, AUM dan ortom lemah
Peluang dan Kekuatan
Peluang dan Kekuatan
Upaya Implementasi
Upaya Implementasi
•
Muhammadiyah adalah organisasi yang sehat
•
Visi dan misi yang jelas
•
Kepatuhan anggota Muhammadiyah terhadap
keputusan organisasi
•
Media sosialisasi cukup tersedia
•
Kesadaran dan dukungan anggota dan
simpatisan Muhammadiyah terhadap perubahan
yang lebih baik
•
Kekayaan dan kontrol terhadap Amal Usaha
Modal Kekayaan Amal Usaha
Modal Kekayaan Amal Usaha
Yang Dimilki Muhammadiyah
Yang Dimilki Muhammadiyah
1. Dalam bidang pendidikan hingga tahun 2010 Muhammadiyah memiliki: a. 11.200 Taman Kanak-Kanak;
g. 1.178 Sekolah Menengah Pertama h. 507 Madrasah Tsanawiyah
i. 158 Madrasah Aliyah
j. 589 Sekolah Menengah Atas
k. 396 Sekolah Menengah Kejuruan l. 7 Muallimin/Muallimat
m. 128 Pondok Pesantren
n. 3 Sekolah Menengah Farmasi
2. Bidang kesehatan Muhammadiyah memiliki:
a. 71 Rumah Sakit Umum
b. 49 Rumah Sakit Bersalin/Rumah Bersalin
c. 117 Balai Pengobatan/Balai Kesehatan Ibu
dan Anak
d. 47 Poliklinik, Balkesmas, dan layanan
kesehatan lain (data tahun 2010).
3. Dalam bidang ekonomi, hingga tahun
2010 Muhammadiyah memiliki:
a. 6 Bank Perkreditan Rakyat
b. 256 Baitu Tamwil
3. Bidang kesejahteraan sosial, hingga
tahun 2010 Muhammadiyah memiliki:
a. 421 panti asuhan yatim
b. 9 panti jompo
c. 78 Asuhan Keluarga
d. 1 panti cacat netra
Strategi dan Solusi
Strategi dan Solusi
1. melakukan revitalisasi keluarga. Al-Qur’an surat al-Hasyr (66) ayat 7 menegaskan keharusan memelihara dan menjaga diri dan keluarga. Artinya, perintah untuk melakukan revitalisasi dakwah secara terus menerus dan berkelanjutan dari diri dan keluarga.
• Keluarga, sebagimana dipandukan dalam Pedoman Hidup Islami Muhammadiyah, difungsikan sebagai:
a. media sosialisasi nilai-nilai ajaran Islam
b. kaderisasi; sebagai pelansung dan penyempurna gerakan, c. sebagai media pemberian keteladanan dan pembiasaan amal Islami,
2. melakukan sinergi dengan berbagai majlis dan
lembaga di lingkungan Muhammadiyah. Sebenarnya Muhammadiyah mempunyai obyek sosialisasi yang tidak pernah kering. Mereka datang ke
Muhammadiyah, baik ketika sakit yang ditampung
oleh balai pengobatan Muhammadiyah, atau sekolah dan perguruan tinggi Muhammadiyah. Selama ini,
mereka belum secara maksimal dijadikan sebagai obyek sosialisasi dan implementasi betapapun
Muhammadiyah telah menegaskan semua amal usaha yang dimiliki adalah media dakwah
3. Optimalisasi mesin persyarikatan dalam bentuk pemberdayaan ranting dan amal usaha secara maksimal sebagai media sosialisasi dan
implementasi.
• Pimpinan persyarikatan dan pimpinan amal usaha
baik bidang pendidikan, kesehatan dan sosial secara aktif dan sungguh-sungguh berkerja sama
mengefektifkan gerakan sosialisasi dan implementasi di ranting dan amal usaha.
• Diprogramkan secara sistemik, amal usaha, terutama yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial untuk menjadikan peserta didiknya sebagai kader-kader
4
. Memanfaatkan media elektronik dan teknologi
informasi untuk sosialisasi. Semua orang
mengakui kedahsyatan pengaruh media
elektronik dan teknologi informasi dalam
membentuk pola pikir dan prilaku masyarakat
•
Saatnya melakukan sosialisasi melalui dunia
maya sumpama lewat facebook, blogger dan
sebangsanya.
•
Dalam pemanfaatan media elektronik,
Muhammadiyah membuat stasiun televisi lokal
di samping mengambil bagian dalam mengisi
acara tertentu di televisi lokal yang pada masa
mendatang akan banyak dikembangkan
5
. Memasukkan produk Majlis tarjih ke kurikulum
lembaga pendidikan dan pembinaan panti
Ki Ageng AF. Wibisono, adalah warga BANGLADES (Bangsa
Lamongan Desa) JawaTimur, lahir di Lamongan, 12 Januari 1958, hidup dengan 1 Istri dan 3 anak; 1 laki-laki dan 2 perempuan,
alumni Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM), beberapa pasantren, S1, S2 dan S3 IAIN/UIN B. Aceh - Jakarta
Di antara jabatan yang pernah dan sedang diemban: a. Ketua PP Muhammadiyah 2010 -2015
b. Wakil Sekretaris Majlis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah 1990 – 1995 dan 2005 - 2010 (mantan)
c. Wakil Rektor III UHAMKA 2001 – 2010 (mantan) d. Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam FITK UIN Syahid Jakarta 2002 – 2010 (mantan)
e. Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat 2000 s.d sekarang
f. Anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) 2000 s.d sekarang
g. Anggota Komite Perbankan Syariah (KPS) Bank Indonesia (BI) 2011 – 2013
h. Ketua BPH UHAMKA 2011 - 2015
i. Pengawas Syariah di berbagai Asuransi Syariah j. Anggota Farum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) Provisi DKI Jakarta
• Hp/tlp. 08158783945 – 021-7411413, 021-68880598