• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN WANITA PADA BUDIDAYA PEDET SAPI PERAH DI WILAYAH KUD NGANTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERAN WANITA PADA BUDIDAYA PEDET SAPI PERAH DI WILAYAH KUD NGANTANG"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian diperoleh curahan tenaga kerja wanita dalam usahatani kubis cukup besar yaitu 66,42% (7,26 HKP) per petani dan 66,84% (20,22 HKP) per hektar dari total

udang menurut sistem pengelolaan didaerah penelitian. 2) Bagaimana perbedaan biaya sarana produksi, biaya tenaga kerja, curahan. tenaga kerja, total biaya produksi budidaya tambak

Penelitian ini bertujuan untukmengetahui Berapa besar curahan tenaga kerja pria dan wanita dalam usahatani kubis, mengetahui berapa besar pendapatan keluarga wanita tani

Hasil penelitian diperoleh curahan tenaga kerja wanita dalam usahatani kubis cukup besar yaitu 66,42% (7,26 HKP) per petani dan 66,84% (20,22 HKP) per hektar dari total

Untuk mengetahui pengaruh lama bekerja, tanggungan keluarga, usia, curahan jam kerja, dan pelatihan di sekitar responden bekerja terhadap pendapatan tenaga kerja wanita pada

Wanita berpotensi sebagai karyawan yang memiliki stress kerja paling tinggi. dibandingkan

Peran tenaga kerja wanita dilihat dari curahan waktu kerja wanita dalam usahatani kacang tanah yang tertinggi yaitu pada kegiatan penyiangan, kedua panen, ketiga pasca

Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Asryani 2016 dimana curahan tenaga kerja wanita yang diberikan pada kegiatan usahatani padi sawah lebih besar dibandingkan dengan curahan