• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Tower Crane Dengan Kapasitas Angkat 6 Ton, Tinggi Angkat 45 Meter, Radius 55 Meter, Untuk Pembangunan Gedung Bertingkat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perancangan Tower Crane Dengan Kapasitas Angkat 6 Ton, Tinggi Angkat 45 Meter, Radius 55 Meter, Untuk Pembangunan Gedung Bertingkat"

Copied!
118
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Teguh Putra
  • Pengajar:
    • Ir. Alfian Hamsi, M.Sc
    • Drs. Ing. Ir. Ikhwansyah Isranuri
    • Ir. Raskita S. Meliala
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Teknik Mesin
  • Topik: Perancangan Tower Crane Dengan Kapasitas Angkat 6 Ton, Tinggi Angkat 45 Meter, Radius 55 Meter, Untuk Pembangunan Gedung Bertingkat
  • Tipe: tugas sarjana
  • Tahun: 2009
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya perancangan tower crane dalam konteks pembangunan gedung bertingkat di Indonesia. Penulis menekankan kebutuhan akan mesin pengangkat yang efisien untuk memindahkan material berat, serta tujuan dari penulisan tugas sarjana ini, yaitu merencanakan dan menghitung komponen utama dari tower crane. Melalui pembatasan masalah yang jelas, penulis berfokus pada aspek-aspek teknis yang relevan, termasuk kapasitas angkat dan mekanisme yang digunakan.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menguraikan pentingnya pembangunan infrastruktur di Indonesia dan kebutuhan akan mesin pengangkat seperti tower crane untuk mendukung proyek-proyek konstruksi. Penjelasan ini memberikan konteks bagi pembaca mengenai relevansi perancangan mesin dalam meningkatkan efisiensi dan keamanan dalam proses pembangunan.

1.2 Tujuan

Tujuan penulisan ini adalah untuk merencanakan dan menghitung komponen utama tower crane serta menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan penulis dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknik yang telah dipelajari.

1.3 Batasan Masalah

Dalam perancangan ini, penulis membatasi fokus pada komponen utama tower crane, termasuk tali baja, puli, drum, dan sistem transmisi. Pembatasan ini penting untuk menjaga fokus dan kedalaman analisis dalam tugas sarjana ini.

1.4 Metode Penulisan

Metode penulisan yang digunakan mencakup studi literatur, survei lapangan, dan diskusi dengan pembimbing. Pendekatan ini memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan relevan dengan topik yang dibahas.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi delapan bab yang mencakup pendahuluan, pembahasan materi, perancangan mekanisme pengangkat, trolley, slewing, boom, dan kesimpulan. Struktur ini memudahkan pembaca mengikuti alur pemikiran penulis.

II. PEMBAHASAN MATERI

Bab ini membahas berbagai aspek teoritis yang mendasari perancangan mesin pemindah bahan, termasuk klasifikasi dan dasar pemilihan mesin. Penulis menjelaskan pentingnya pemilihan mesin yang tepat untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing dalam industri konstruksi.

2.1 Mesin Pemindah Bahan

Mesin pemindah bahan merupakan komponen penting dalam industri modern. Desain dan pemilihan mesin yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi produksi. Pengetahuan mengenai karakteristik dan operasi mesin ini sangat penting bagi para insinyur dan profesional di bidang konstruksi.

2.2 Klasifikasi Mesin Pemindah Bahan

Klasifikasi mesin pemindah bahan dibagi menjadi perlengkapan pengangkat, pemindah, dan permukaan. Setiap kategori memiliki karakteristik dan aplikasi spesifik yang harus dipahami untuk memilih mesin yang sesuai dengan kebutuhan proyek.

2.3 Dasar Pemilihan Mesin Pemindah Bahan

Faktor-faktor teknis dalam pemilihan mesin pemindah bahan mencakup jenis muatan, kapasitas, arah, dan jarak perpindahan. Pengetahuan ini penting untuk memastikan bahwa mesin yang dipilih dapat bekerja secara efisien dalam kondisi yang berbeda.

2.4 Tower Crane

Tower crane dipilih karena kemampuannya untuk menjangkau area yang luas dan mengangkat beban berat. Perencanaan yang cermat diperlukan untuk memastikan bahwa crane dapat beroperasi dengan aman dan efisien di lokasi konstruksi.

2.5 Spesifikasi Perancangan

Spesifikasi perancangan tower crane mencakup kapasitas angkat maksimum, tinggi angkat, dan radius jangkauan. Data ini diperoleh dari survei lapangan dan menjadi dasar untuk perhitungan lebih lanjut dalam perancangan.

III. PERANCANGAN MEKANISME PENGANGKAT

Bagian ini membahas perancangan komponen utama dari mekanisme pengangkat tower crane, termasuk tali baja, puli, drum, dan motor penggerak. Penulis memberikan analisis mendalam mengenai setiap komponen dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap keseluruhan fungsi crane.

3.1 Perancangan Tali Baja

Tali baja merupakan komponen kunci dalam mekanisme pengangkat. Penulis menjelaskan perhitungan kapasitas dan kekuatan tali baja yang diperlukan untuk mengangkat beban maksimum, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan tali baja yang tepat.

3.2 Perancangan Puli

Puli berfungsi untuk mengarahkan dan mendukung tali baja. Desain dan ukuran puli yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa tali dapat beroperasi dengan efisien dan aman. Penulis menjelaskan spesifikasi yang diperlukan untuk puli dalam sistem pengangkat.

3.3 Perancangan Drum

Drum digunakan untuk menggulung tali baja. Perancangan drum mencakup perhitungan diameter dan panjang drum untuk memastikan bahwa tali dapat tergulung dengan baik dan meminimalkan keausan. Penulis juga membahas bahan yang digunakan untuk drum.

3.4 Perancangan Kait

Kait berfungsi untuk menggantung beban. Penulis menjelaskan jenis kait yang digunakan dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa kait dapat mengangkat beban dengan aman tanpa risiko kerusakan.

3.5 Perancangan Motor Penggerak

Motor penggerak merupakan komponen vital yang menggerakkan sistem pengangkat. Penulis menjelaskan jenis motor yang digunakan dan perhitungan daya yang diperlukan untuk memastikan kinerja optimal dari tower crane.

3.6 Perancangan Sistem Transmisi

Sistem transmisi berfungsi untuk mentransfer daya dari motor ke mekanisme pengangkat. Penulis membahas perancangan sistem transmisi yang efisien dan bagaimana sistem ini berkontribusi terhadap keseluruhan kinerja tower crane.

3.7 Perancangan Sistem Rem

Sistem rem diperlukan untuk menghentikan pergerakan crane dengan aman. Penulis menjelaskan jenis sistem rem yang digunakan dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa sistem rem dapat berfungsi dengan efektif.

IV. PERANCANGAN MEKANISME TROLLEY

Dalam bab ini, penulis membahas perancangan mekanisme trolley yang berfungsi untuk memindahkan beban secara horizontal. Penjelasan mencakup semua komponen yang terlibat dan bagaimana mereka bekerja sama untuk memastikan efisiensi dan keamanan pengangkatan.

4.1 Perancangan Roda Jalan

Roda jalan merupakan bagian penting dari mekanisme trolley yang memungkinkan pergerakan horizontal. Penulis menjelaskan desain dan material yang digunakan untuk roda agar dapat menahan beban dengan baik dan berfungsi secara efisien.

4.2 Perancangan Tali Baja

Tali baja dalam mekanisme trolley berfungsi untuk menghubungkan beban dengan sistem pengangkat. Penulis membahas spesifikasi dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa tali baja dapat berfungsi dengan baik dalam sistem ini.

4.3 Perancangan Puli

Puli dalam mekanisme trolley berfungsi untuk mengarahkan tali baja. Desain puli yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa beban dapat dipindahkan dengan lancar dan aman.

4.4 Perancangan Drum

Drum dalam mekanisme trolley berfungsi untuk menggulung tali baja. Penulis menjelaskan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa drum dapat berfungsi dengan baik dalam sistem pengangkatan.

4.5 Perancangan Motor Penggerak

Motor penggerak dalam mekanisme trolley berfungsi untuk memberikan daya pada sistem. Penulis membahas jenis motor yang digunakan dan perhitungan daya yang diperlukan untuk memastikan kinerja optimal.

4.6 Perancangan Sistem Transmisi

Sistem transmisi pada mekanisme trolley diperlukan untuk mentransfer daya dari motor ke roda. Penulis menjelaskan desain sistem transmisi yang efisien dan bagaimana sistem ini mendukung keseluruhan kinerja crane.

4.7 Perancangan Sistem Rem

Sistem rem pada mekanisme trolley diperlukan untuk menghentikan pergerakan dengan aman. Penulis menjelaskan jenis sistem rem yang digunakan dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan fungsi yang efektif.

V. PERANCANGAN MEKANISME SLEWING

Bab ini membahas perancangan mekanisme slewing yang memungkinkan tower crane untuk berputar. Penulis menjelaskan komponen yang terlibat dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa sistem dapat berfungsi dengan baik.

5.1 Perancangan Motor Penggerak

Motor penggerak untuk mekanisme slewing berfungsi untuk memutar crane. Penulis menjelaskan spesifikasi motor yang digunakan dan perhitungan daya yang diperlukan untuk memastikan kinerja optimal.

5.2 Perancangan Sistem Transmisi

Sistem transmisi dalam mekanisme slewing diperlukan untuk mentransfer daya dari motor ke mekanisme putar. Penulis membahas desain sistem transmisi yang efisien dan bagaimana sistem ini berkontribusi terhadap keseluruhan fungsi crane.

5.3 Perancangan Sistem Rem

Sistem rem dalam mekanisme slewing diperlukan untuk menghentikan putaran crane dengan aman. Penulis menjelaskan jenis sistem rem yang digunakan dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan fungsi yang efektif.

VI. PERANCANGAN BOOM DAN BOBOT IMBANG

Dalam bab ini, penulis membahas perancangan boom dan bobot imbang yang merupakan komponen penting dari tower crane. Penjelasan mencakup semua aspek teknis yang terlibat dalam perancangan untuk memastikan stabilitas dan keamanan.

6.1 Perancangan Boom

Boom merupakan lengan dari tower crane yang berfungsi untuk menjangkau dan mengangkat beban. Penulis menjelaskan desain dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa boom dapat menahan beban maksimum dengan aman.

6.2 Perancangan Bobot Imbang

Bobot imbang diperlukan untuk menyeimbangkan beban yang diangkat. Penulis menjelaskan pentingnya perancangan bobot imbang yang tepat untuk menjaga stabilitas crane selama operasi.

VII. PERANCANGAN KONSTRUKSI TIANG

Bab ini membahas perancangan tiang yang mendukung tower crane. Penulis menjelaskan semua komponen yang terlibat dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa tiang dapat menahan beban dengan aman.

7.1 Perancangan Blok Pondasi

Blok pondasi merupakan bagian penting dari struktur tiang. Penulis menjelaskan desain dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa pondasi dapat menahan beban dengan aman.

7.2 Perancangan Penahan Tiang (Anchorage)

Penahan tiang diperlukan untuk menjaga stabilitas tiang. Penulis menjelaskan desain dan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa penahan tiang dapat berfungsi dengan baik.

7.3 Defleksi Elastis Tiang Tower Crane

Defleksi elastis tiang perlu diperhitungkan untuk memastikan bahwa tiang dapat menahan beban tanpa mengalami kerusakan. Penulis menjelaskan perhitungan yang diperlukan untuk memastikan bahwa defleksi berada dalam batas yang aman.

VIII. KESIMPULAN

Kesimpulan merangkum semua aspek perancangan tower crane yang telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya. Penulis menekankan pentingnya perancangan yang cermat untuk memastikan bahwa tower crane dapat beroperasi dengan aman dan efisien dalam proyek pembangunan gedung bertingkat.

Gambar

Gambar 3.1 Konstruksi serat tali baja
Gambar 3.2 Diagram lengkungan tali baja mekanisme hoist
Gambar 3.3 Puli
Tabel 3.1 Dimensi Puli
+7

Referensi

Dokumen terkait

Teguh Prasetya : Pembuatan Natrium Alginat (Na-Alginat) Dari Rumput Laut Cokelat (Phaeophyceae) Dengan Proses Ekstraksi Kapasitas 5000 Ton/tahun, 2009.. USU Repository

Adapun Tugas sarjana yang dipilih adalah dalam bidang Mesin Pemindah Bahan dengan Judul : “Per ancangan dan Analisa Per hitunga Beban Angkat Maksimum pada Var iasi J ar ak

Mesin pemindah bahan (material handling equipment) adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan yang berat dari satu tempat ke tempat lain dalam jarak yang tidak

Joseph, E, Shigley, Per encanaan Teknik Mesin, Jilid 2, Erlangga, Jakarta, 1986.. Martin, Setyobakti, Kinemeatika dan Dinamika Teknik, Edisi Kedua,

Baja open hearth yang dilebur dengan arang besi dan dibersihkan dengan skrap 0,53 Serat yang terbuat dari batang logam dan seluruhnya 1 Serat yang terbuat dari batang

Salah satu alat yang sering digunakan pada proyek bangunan bertingkat adalah.. Tower Crane

Alhamdulillahirobbil’alamin, rasa syukur yang tak terhingga penulis sampaikan kepada Allah SWT, atas kasih sayang-NYA sehingga penulis mampu menyelesaikan tugas akhir

Telah dilakukan verifikasi perhitungan perangkat Hook (Kait) Overhead Traveling Crane dengan kapasitas angkat 25 ton yang digunakan pada pabrik elemen bakar nuklir.. Verifikasi