PROSIDING PENELITIAN LAPANGAN II
PENULIS :
DOSEN DAN MAHASISWA
PROGRAM STUDI S1 INDUSTRI PERJALANAN WISATA
PROGRAM STUDI S1 INDUSTRI PERJALANAN WISATA
FAKULTAS PARIWISATA
UNIVERSITAS UDAYANA
2019
ii
PROSIDING PENELITIAN LAPANGAN II
Penulis :
Dosen dan Mahasiswa Program Studi S1 Industri Perjalanan Wisata
ISBN : 978-602-294-371-6
Editor :
Putu Agus Wikanatha Sagita, S.ST.Par., M.Par.
W. Citra JuwitaSari,S.H.,M.Par.
Gusti Ayu Susrami Dewi, SST.Par.,M.Par.
Penyunting :
I Made Kusuma Negara, S.E., M.Par.
Luh Gede Leli Kusuma Dewi, S.Psi., M.Par.
Desain sampul dan Tata letak
Putu Agus Wikanatha Sagita, S.ST.Par., M.Par.
Penerbit :
Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana
Redaksi :
Jl. DR.R. Goris No. 7 Denpasar, Bali Tel/Fax +62361 223798 Email : [email protected] Distributor Tunggal :Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana
Cetakan pertama, 23 Mei 2019
Hak cipta dilindungi undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena Program Studi S1
Industri Perjalanan Wisata Universitas Udayana dapat menerbitkan Prosiding Penelitian
Lapangan II Tahun 2019.
Buku Prosiding Penelitian Lapangan II Tahun 2019 memuat sejumlah artikel penelitian
yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi S1 Industri Perjalanan Wisata Universitas
Udayana bersama-sama Bapak/Ibu dosen. Pada kesempatan ini perkenankan kami
menyampaikan terima kasih yang sedalam dalamnya kepada :
1. Rektor Universitas Udayana, Ibu Prof. Dr. dr. AA. Raka Sudewi, Sp.S (K).
2. Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Bapak Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si.
3. Bapak/Ibu dosen dan mahasiswa penyumbang artikel hasil penelitian lapangan dalam
kegiatan ini.
Semoga buku prosiding ini dapat memberi manfaat bagi civitas akademika untuk
pengembangan ilmu kepariwisataan serta sebagai referensi bagi upaya pengembangan
kepariwisataan nasional. Kami menyadari buku prosiding ini jauh dari sempurna, untuk itu
saran dan kritik yang membangun kami buka untuk khalayak pembaca demi kesempurnaan
buku prosiding ini.
Denpasar, 15 Mei 2019
Ketua,
I Ketut Suwena
NIP. 19601231 198601 1 002
iv
DAFTAR ISI
KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI WISATAWAN BERKUNJUNG KE
PANTAI CRYSTAL BAY, DESA SAKTI
I Made Oscar Dwipayana Wibhawa, I Ketut Suwena, I Made Sendra...
1-12
DAMPAK ULASAN BURUK SOSIAL MEDIA TERHADAP POLA
PERJALANAN WISATAWAN MENGUNJUNGI NUSA PENIDA
Tanty Krisnasari, Ni Made Oka Karini, I Ketut Suwena ...
13-21
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP AKSESIBILITAS DI PANTAI
ANGEL BILLABONG
Ade Sri Anisha Br Sitepu, Ni Made Sofia Wijaya, W. Citra Juwitasari ...
22-31
KARAKTERISTIK DAN MOTIVASI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI
WISATAWAN SELAMA BERWISATA DI NUSA PENIDA
Rama Ady Pranata, Ni Gusti Ayu Susrami Dewi, Luh Gede Leli Kusuma Dewi ...
32-42
ANALISIS KEPUASAN WISATAWAN BERKUNJUNG KE DIAMOND
BEACH, NUSA PENIDA, KLUNGKUNG, BALI
Ni Made Laksmi Widyasrini, I Nyoman Sudiarta, Ni Putu Eka Mahadewi...
43-54
PENGARUH PROMOSI AKUN INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN
BERKUNJUNG WISATAWAN KE PANTAI KELINGKING
Fernando Oktavianus, I Wayan Suardana, Putu Agus Wikanatha ...
55-63
PENGARUH SARANA DAN PRASARANA PARIWISATA TERHADAP
KEPUASAN WISATAWAN DI PANTAI CRYSTAL BAY NUSA PENIDA
Gilrandie Valdiarta Poerba, I Made Sendra, I Wayan Darsana ...
64-74
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN USAHA PARIWISATA DI DESA ADAT
SEBUNIBUS, NUSA PENIDA
I Kadek Adi Palguna, I Made Kusuma Negara, W. Citra Juwitasari ...
75-84
INOVASI PAKET WISATA BAHARI DI NUSA PENIDA
Muhammad Dio Fitriadi, Yohanes Kristianto, I Putu Sudana ...
85-94
EFEKTIVITAS PROMOSI PADA DAYA TARIK WISATA DESA SAKTI
KECAMATAN NUSA PENIDA
Luvena Callista Fortuna, Putu Agus Wikanatha Sagita, IGPB Sasrawan Mananda
95-106
KETERLIBATAN MASYARAKAT LOKAL TERHADAP KEPEMILIKAN
INDUSTRI PARIWISATA DI DESA TOYAPAKEH DAN SAKTI
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
13
DAMPAK ULASAN BURUK SOSIAL MEDIA TERHADAP POLA
PERJALANAN WISATAWAN MENGUNJUNGI NUSA PENIDA
Tanty Krisnasari1), Ni Made Oka Karini2), I Ketut Suwena3)1,2,3Program Studi Sarjana Industri Perjalanan Wisata, Fakultas Pariwisata, Universitas Udayana
JL. DR. R. Goris No. 7 Denpasar, Bali. E-mail : [email protected]
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan pengaruh dari dampak buruk ulasan yang tersebar di sosial media terhadap pola perjalanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang mengunjungi Nusa Penida. Sosial media merupakan sebuah aplikasi berbasis internet yang dibangun berdasarkan ideologi dan teknologi. Sosial media disebut pula media / wadah termudah untuk melakukan sosialisasi dan dapat diakses oleh seluruh kalangan masyarakat, tidak terkecuali juga wisatawan. Ulasan buruk yang tersebar di sosial media mengenai Nusa Penida secara tidak langsung memberikan pengaruh pada pola perjalanan wisatawan dan akan menimbulkan dampak baik positif maupun negatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, dimana penelitian akan berbentuk laporan dengan uraian deskriptif dengan berpikir induktif.
Kata kunci: pola perjalanan, wisatawan, sosial media, ulasan buruk, nusa penida. Abstract
This research was conducted to review the influence of bad reviews that spread on social media for the travel patterns of tourists, both domestic and foreign tourists whom visited Nusa Penida. Social media is a group of internet-based applications that are built on ideology and technology. Social media is also media for disseminating information and can be accessed easily by all people, including tourists. Bad reviews that are disseminated on social media about Nusa Penida, indirectly influence tourist’s travel and will have a positive or negative impact for its travel. The analysis technique used in this study is descriptive analysis, while the research will produce reports with descriptive descriptions with inductive thinking.
Keywords: travel patterns, travelers, social media, bad reviews, nusa penida.
1. PENDAHULUAN
Wisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang ke suatu destinasi wisata, dalam jangka waktu lebih dari 1x24 jam dan bukan untuk bekerja / mencari uang. Salah satu destinasi wisata yang sedang digemari oleh wisatawan adalah Nusa Penida, Bali. Nusa Penida adalah sebuah pulau di tenggara Pulau Bali dan dipisahkan oleh Selat Badung. Nusa Penida merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Klungkung. Nusa Penida sendiri terdiri dari 3 pulau kecil,yaitu Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan dan menjadi destinasi utama di Kabupaten Klungkung.
Tabel 1. Data Kunjungan Wisatawan ke Kabupaten Klungkung
Keterangan
2015
2016
2017
Jumlah
Wisatawan
372.051
378.894
423.626
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
14 Di era globalisasi, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih, penyebaran informasi serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin lebih mudah dan cepat. Internet merupakan salah satu hasil dari kecanggihan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi buatan manusia. Fungsi internet, salah satunya adalah sebagai tempat untuk mewadahi seseorang yang menggunakannya untuk mengkomentari banyak hal di dunia maya.
Beberapa dari mereka, akan memillih menenggok ulasan dari Internet. Tripadvisor, Lonelyplanet, dan beberapa platform forum online lainnya sangat berperan penting dalam mempengaruhi keputusan mereka berwisata. Tidak hanya itu, jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan Tumblr juga mempengaruhi keputusan berwisata karena disanalah mereka dapat mengumpulkan foto dan ulasan yang bermanfaat bagi perjalanan mereka dan mengantisipasi masalah yang akan terjadi di destinasi wisata.
Kami menemukan adanya ulasan-ulasan mengenai kondisi di Nusa Penida dari berbagai travel web. Berbagai ulasan diberikan oleh wisatawan yang telah berkunjung dan memiliki pengalaman mengenai Nusa Penida, baik secara baik maupun buruk. Rata-rata ulasan buruk yang diberikan oleh wisatawan adalah seputar aksesibilitas Nusa Penida yang kurang baik, cuaca yang sangat panas serta fasilitas yang masih kurang juga sering disebutkan dalam berbagai ulasan mengenai Nusa Penida.
Penelitian mengenai pengaruh dari ulasan buruk di sosial media sudah pernah diangkat beberapa kali di lokasi yang berbeda dengan lokasi penelitian ini. Penelitian-penelitian terdahulu lebih berfokus pada informasi dari mulut ke mulut (Word of Mouth) ssecara keseluruhan, dimana penelitian ini lebih berfokus pada Word of Mouth berbasis internet (Electronic Word of Mouth) yang bersifat buruk atau negatif.
Tujuan dibuatnya penelitian ini adalah untuk menganalisis masalah dampak ulasan buruk di social media terhadap pola perjalanan wisatawan mengunjungi Nusa Penida. Keputusan seseorang untuk melakukan perjalanan wisata dipengaruhi oleh kuatnya faktor-faktor pendorong (push factor) dan faktor-faktor penarik (pull factor). Faktor pendorong dan penarik ini sesungguhnya merupakan faktor internal dan eksternal yang memotivasi wisatawan untuk mengambil keputusan untuk melakukan perjalanan.
2. METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Nusa Penida Bali pada tanggal 30 Maret sampai dengan 1 April 2019. Penelitian ini dilakukan di kawasan pelabuhan Toyapakeh dan pantai Crystal Bay, yang berada di Kp. Toyapakeh dan Kecamatan Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Pelabuhan Toyapakeh yang berada di Barat Laut pulau Nusa Penida ini berbatasan dan berdekatan dengan Nusa Ceningan dan juga Nusa Lembongan.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data observasi lapangan serta data yang didapat dari hasil kuisioner dan wawancara dengan wisatawan. Jumlah responden penelitian ditentukan dengan merujuk pada persyaratan jumlah sampel minimal.
Besarnya jumlah sampel tergantung pada jumlah indikator yang minimalkan dikalikan 5-10 kalinya. Peneliti menggunakan 7 indikator penelitian, maka jumlah sampel minimal yang diperlukan adalah 7 x 5 = 35 orang atau 7 x 10 = 70 (Ferdinand, 2002:48). Namun pada kenyataan di lapangan, penulis menggunakan 110 sampel yang diambil secara acak tersebut.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis kualitatif. Penelitian ini tidak dianalisis dengan menggunakan rumus statistik, tetapi dengan analisa descriptive analysis, yaitu analisis data yang diwujudkan dalam bentuk laporan dan uraian deskriptif dengan cara berpikir induktif.
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
15
3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Hasil Penelitian
Sosial media dan kekuatannya dalam mempengaruhi opini, sikap, dan perilaku publik juga berpengaruh pada aktifitas pariwisata. Sosial media memberikan wadah bagi wisatawan yang sudah berkunjung ke suatu destinasi untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan selama berada di destinasi tersebut, tidak terkecuali Nusa Penida. Sosial media yang biasa wisatawan pakai untuk menyebar luaskan ulasan mereka antara lain Facebook, Twitter, TripAdvisor, website Travel
Blogger, bahkan portal berita.
Dalam TripAdvisor, sebuah sosial media yang mewadahi ulasan-ulasan terhadap suatu destinasi wisata, wisatawan yang telah berkunjung ke Nusa Penida memberikan nilai yang baik untuk keindahan alam, namun mayoritas dari mereka mengatakan aksesbilitas dan fasilitas yang ada di sana sangat tidak baik. Mereka pun menilai bagaimana beberapa destinasi wisata (yang kemudian terbukti pada observasi penelitian) tidak bersih dan penuh sampah.
Dalam jejaring sosial media lain, seperti Twitter, ulasan terhadap Nusa Penida cukup mudah dicari. Twitter adalah salah satu dari sosial media yang cukup sering digunakan, sehingga banyak wisatawan yang membagikan cerita berwisata mereka di Nusa Penida. Pencarian ulasan Nusa Penida di Twitter cukup dengan mengetik Nusa Penida di kolom pencarian, maka ulasan-ulasan dari wisatawan akan segera keluar.
Seorang pengguna Twitter @afiaa membagikan pengalamannya menuju salah satu destinasi di Nusa Penida. Ia mengeluhkan bagaimana susahnya menuju tempat tersebut karena akses yang cukup berat. Ia pun turut menyarankan agar wisatawan beristirahat dengan baik dan memiliki stamina yang cukup sebelum menjelajah Nusa Penida.
Pengguna lain @jona_ironmask mengatakan bagaimana bahayanya destinasi-destinasi di Nusa Penida. Ia mengatakan “Menakutkan. Serius, jumlah tempat dimana seseorang bisa jatuh dan meninggal terlalu tinggi! @Nusa Penida Island”.
Ulasan dari @jona_ironmask ditambah oleh pengguna @RobBrautigam dimana ia membagikan fotonya di salah satu destinasi wisata (ia tidak menyebutkan secara spesifik), lalu memberi keterangan “Aku tidak duduk di pinggir jurang karena aku menghargai nyawaku. Apakah pagar (pembatas) ini merusak fotoku?”.
Seorang travel blogger, Kiki Pinem, menceritakan pengalamannya mengunjungi Nusa Penida. Ia bersama ketiga temannya berangkat dari Sanur menuju Pelabuhan Toya Pakeh, Nusa Penida. Di awal, ia memberi penjelasan bahwa sebelum naik ke fast boat yang akan membawa wisatawan ke Nusa Penida tidak melalui dermaga, namun wisatawan akan melewati bibir Pantai Sanur.
Pada bagian lain, Kiki mendeskripsikan bagaimana kondisi jalan di bagian barat Nusa Penida. Kondisi jalan dan infrastrukturnya sangat hancur. Ia menyarankan agar wisatawan menggunakan motor sebab kondisi jalan benar-benar hancur.
Bagian timur Nusa Penida juga dideskripsikan oleh Kiki. Ia mengatakan bahwa kondisi jalan ke bagian timur lebih baik, namun jarak yang ditempuh lebih jauh serta akses menuju destinasinya harus naik-turun bukit. Kiki memberikan saran agar wisatawan selanjutnya yang membaca ulasannya memiliki stamina yang kuat karena aksesnya cukup berat.
Kiki memberikan penjelasan lebih di akhir ulasannya mengenai kelebihan dan kekurangan Nusa Penida. Kelebihan yang dimiliki oleh Nusa Penida adalah alam dan kondisi lingkungan Nusa Penida yang indah dan sejuk. Namun, Kiki menuliskan sebanyak 6 poin kekurangan Nusa Penida, seperti belum berkembangnya destinasi, infrastruktur yang buruk, pilihan hotel dan restoran/tempat makan yang sedikit, sepi karena jarak antar desa cukup jauh, dan sinyal provider telekomunikasi cukup buruk.
Pada ulasan yang selanjutnya yaitu Travel blogger sharonloh yang berjudul Jalan-Jalan ke Nusa Penida pada dua tahun yang lalu dimana ia pergi ke Nusa Penida dengan temannya yang bernama Fred. Dia menjelaskan tentang perjalanan awal mereka berangkat ke Nusa Penida dari
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
16 Pantai Sanur sampai dengan tibanya di Nusa Penida dan menceritakan perjalan mereka selama di Nusa Penida.
Sharon menceritakan bahwa ia dan Fred hanya pergi ke dua tempat yaitu Pantai Kelingking dan Pantai Crystal Bay dimana perjalanan mereka sekitar satu jam dari penginapan, ia menjelaskan bahwa sebagian besar jalan menuju Pantai Kelingking hancur. Awalnya ia berniat untuk turun ke bawah, namun ia menuliskan bahwa tangga menuju ke pantai menyeramkan, panjang dan curam, dengan pegangan tangan yang terbuat dari bambu. Sebelum menuruni tangga, ada tulisan warning yang menjelaskan bahwa tangganya memiliki bagian yang rusak dan berbahaya. Ia juga menjelaskan bahwa akses jalan menuju pantai Crystal Bay bagus karena jalannya sudah beraspal.
Sedangkan pada detiktravel dengan headline “Mengenal Devil's Tear Bali, Lokasi Turis India 'Ditelan' Ombak” dimana pada berita ini menjelaskan seorang turis asal India, Kausal Aditia (23) hilang terseret ombak di objek wisata Dream Beach, Nusa Lembongan, Klungkung, Bali. Sebelum hanyut, Kausal diketahui tengah asyik selfie bersama rekannya.
Devil's Tear merujuk pada tebing yang terdiri dari sekumpulan karang tajam di mana dari atas tebing dapat dilihat cerukan besar di bawah tebing yang terbentuk karena hempasan ombak yang besar. Hempasan ombak menabrak batu karang yang tinggi sehingga membentuk hempasan air yang sangat tinggi. Fenomena inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Banyak wisatawan yang datang ke tempat ini hanya ingin berfoto dengan latar hempasan ombak yang sangat tinggi, namun para wisatawan juga tahu bahwa dengan berfoto di tempat tersebut memiliki resiko yang sangat besar, karena hempasan ombak yang begitu tinggi mampu menyeret wisata ke laut. Maka para wisatawan harus berhati-hati dan tidak melewati batas aman demi keselamatan diri sendiri.
Meskipun para wisatawan mengetahui mengenai adanya wisatawan yang hilang terseret ombak, para wisatawan tetap datang ke Devil's Tear, mereka ingin merasakan sensasi secara langsung namun tetap berhati-hati.
Ulasan-ulasan yang ada di media sosial mengenai Nusa Penida memang beragam, namun secara keseluruhan, ulasan buruk mengenai Nusa Penida berpusat pada sisi keamanan destinasi wisatanya, kondisi aksesbilitas yang buruk, kondisi Nusa Penida yang sepi, susahnya mencari akomodasi seperti restoran dan penginapan, serta harga makanan dan minuman yang cenderung mahal.
Hal ini sungguh disayangkan, sebab Nusa Penida memiliki keindahan alam yang sangat indah. Hal-hal yang ada di ulasan-ulasan tersebut harusnya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk perkembangan Nusa Penida yang lebih baik lagi.
Tabel 2. Tabel Hasil Kuisioner Wisatawan Domestik
Klasifikasi Jumlah
Jenis Kelamin Wanita : 58 Laki – laki : 32
Usia Dibawah 20 : 22 Antara 20 – 30 : 34 Antara 30 – 40 : 18 Antara 40 – 50 : 12 Diatas 50 : 4 Lainnya: - Agama Islam : 53 Hindu : 17 Buddha: 3 Kristen / Katolik
: 17 Konghucu: - Lainnya : - Profesi / Pekerjaan Pekerja Swasta / Negri: 41 Pelajar / Mahasiswa: 38
Pensiunan:2 Wirausahawan:7 Lainnya (tidak menyebutkan): 2 - Asal Sumatera: 4 Jawa: 58 Bali/Nusa Tenggara: 23
Sulawesi: 2 Kalimantan: 2 Papua: 1
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
17
juta: 52 juta: 11 juta: 16 5 menyebutkan)
: 7 Bepergian
Bersama
Teman/Keluarga/Rekanan: 81 Travel Agencies / Group Tour: 9 Lama Tinggal 1-3 hari:
72
3-5 hari: 13 5-7 hari: 1 Diatas 7 hari: 4 Lainnya: - Lama Tinggal Pemilihan
Destinasi
Alam : 49 Budaya: 1 Melihat dari TV / Buku / Sosial Media: -
Agama: 2 Kuliner:1 Mixed:37
Mendapat Informasi dari
Internet / Media Social / Media Hubung: 64
Rekomendasi dari teman: 26 Alasan
Berkunjung
Bertamasya / berlibur : 82
Bisnis: 5 Lainnya (tidak
menyebutkan): 3
Transportasi Mobil : 46 Motor : 44
*Sumber = Hasil Penelitian (2019)
Tabel 3. Tabel Hasil Kuisioner Wisatawan Domestik
Klasifikasi Jumlah
Jenis Kelamin
Perempuan: 9 Laki laki: 11
Usia Dibawah 20 : 3 Antara 20 – 30 : 7 Antara 30 – 40 : 5 Antara 40 – 50 : 4 Diatas 50 : 1 Lainnya: - Profesi / Pekerjaan Pekerja Swasta / Negri: 16 Pelajar / Mahasiswa: -
Pensiunan:- Lainnya (tidak menyebutkan): 4
- -
Asal Asia: 6 Australia: 8 Europe: 6 Africa: - America: - Lainnya: Bepergian
Bersama
Teman/Keluarga/Rekanan: 17 Travel Agencies / Group Tour: 3
Lama Tinggal
1-3 hari: 18
3-5 hari: 2 5-7 hari: - Diatas 7 hari: - Lainnya:
-Pemilihan Destinasi
Alam : 4 Budaya: 1 Melihat dari TV / Buku / Sosial Media: 2
Agama: - Kuliner: - Mixed (alam, budaya, melihat dari TV /sosmed): 13 Mendapat Informasi dari
Internet / Media Social / Media Hubung: 16
Rekomendasi dari teman: 4
Alasan Berkunjung
Bertamasya / berlibur : 20
Bisnis: - Lainnya (tidak menyebutkan): - *Sumber = Hasil Penelitian (2019)
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
18 Tabel 4. Tabel Hasil Pertanyaan Essay
*Sumber = Hasil Penelitian (2019)
3.2 Pembahasan Hasil Penelitian
Ulasan buruk di sosial media masih memberikan dampak terhadap keputusan wisatawan untuk berwisata ke Nusa Penida. Ini dibuktikan dengan 95 dari 110 responden menjawab “Ya”. Alasan mengapa wisatawan masih datang walaupun sudah mengetahui kondisi Nusa Penida dari ulasan-ulasan buruk yang ada adalah didorong oleh alam dari Nusa Penida yang sangat indah. Meski demikian, hanya 88 responden yang mengaku akan kembali ke Nusa Penida. Angka ini jelas No Daftar Pertanyaan
Essay
Jawaban Alasan
1 Apakah anda melihat ulasan di internet / SNS / Sosial Media dan hal tersebut mempengaruhi keputusan anda
berpergian ke Nusa Penida? Jika iya, mengapa Anda tetap memutuskan pergi ke Nusa Penida setelah melihat ulasan tersebut?
✓ Responden pertama menjawab bahwa ‘iya, ulasan telah mempengaruhi keputusan untuk pergi ke Nusa Penida’
✓ Responden kedua merupakan wakil dari dari jawaban ‘tidak, ulasan tidak mempengaruhi keputusan untuk bepergian ke Nusa Penida’
✓ Menjawab iya karena keindahan alam yang tidak dimiliki oleh tempat lain selain Nusa Penida.
✓ Menjawab tidak namun memiliki pengaruh karena ‘responden tidak melihat ulasan buruk namun responden tetap datang untuk
membuktikan
keindahan alam yang banyak tersebar di social media’
2 Apakah anda akan mengunjungi kembali Nusa Penida?
✓ Responden pertama menjawab ‘iya’ dan mendapat suara dari 88 responden ✓ Responden kedua, menjawab ‘tidak’ dengan memperoleh 12 responden ✓ Responden ketiga menjawab ‘mungkin’ dengan 10 responden.
✓ Iya, jika jalan dan aksesibilitas sudah diperbaiki. Karena masih banyak atraksi yang belum dikunjungi ✓ Tidak karena cukup
sekali saja mengunjungi Nusa Penida, ingin mengunjungi tempat lain ✓ Mungkin dilakukan
apabila memiliki rezeki mengunjungi Nusa Penida untuk yang kedua kalinya
3 Saran dan kritik untuk Nusa Penida & daya tarik wisatanya
✓ Aksesibilitas di Nusa Penida sangatlah kurang.
✓ Kerusakan jalan yang berbahaya bagi beberapa wisatawan. ✓ Kurangnya tempat
sampah
✓ Memperbaiki jalanan maupun akses yang ada di Nusa Penida
✓ Menambah fasilitas pendukung, memperbaiki sarana dan prasarana
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
19 lebih rendah dari pertanyaan sebelumnya. Hal ini karena wisatawan telah merasakan sendiri yang ada ulasan-ulasan buruk, seperti jalanan yang rusak dan lain sebagainya.
Adapun analisis dari dampak yang ditimbulkan oleh ulasan buruk dari sosial media terhadap pola perjalanan wisatawan mengunjungi Nusa Penida yang dapat dirangkum oleh penulis antara lain:
1. Sebelum Berwisata
Adanya antisipasi dari wisatawan sebelum mengunjungi Nusa Penida. Melihat fenomena dari ulasan buruk di Nusa Penida sudah tentu membuat wisatawan akan mempersiapkan diri sebelum mengunjungi Nusa Penida. Beberapa dari wisatawan yang membaca ulasan, bisa saja membatalkan pola perjalanan wisatawan sehingga tidak akan membentuk pola perjalanan wisata.
Contoh ulasan buruk yang dimaksud adalah :
“Dalam TripAdvisor, sebuah sosial media yang mewadahi ulasan-ulasan terhadap suatu destinasi wisata, wisatawan yang telah berkunjung ke Nusa Penida memberikan nilai yang baik untuk keindahan alam, namun mayoritas dari mereka mengatakan aksesbilitas dan fasilitas yang ada di sana sangat tidak baik. Mereka pun menilai bagaimana beberapa destinasi wisata (yang kemudian terbukti pada observasi penelitian) tidak bersih dan penuh sampah.”
Dalam kasus penelitian ini, dampak positif yang ditimbulkan oleh wisatawan adalah mereka tetap mengunjungi Nusa Penida dan hanya menggunakan ulasan buruk sebagai dasar dari antisipasi mereka agar perjalanan akan dilakukan sesuai dengan rencana yang mereka susun dan bayangkan. Antisipasi yang dapat wisatawan lakukan berupa membawa uang lebih banyak karena ulasan buruk mengatakan harga makanan di Nusa Penida cenderung mahal atau wisatawan dapat menggunakan sepatu yang nyaman untuk dibawa bepergian karena aksesibilitas kurang baik.
Dampak positif lain ditimbulkan dari ulasan buruk dapat berupa adrenalin yang terbentuk dari diri masing-masing wisatawan yang mengunjungi Nusa Penida. Beberapa wisatawan menyebutkan bahwa walaupun ada ulasan buruk mengenai Nusa Penida, wisatawan tidak mengurungkan niatnya pergi ke sana sebab alam yang ada di Nusa Penida tidak akan pernah dimiliki oleh daerah manapun.
Wisatawan pada dasarnya ingin membuktikan ulasan buruk tersebut dengan mengunjungi Nusa Penida. Dampak ini akan membawa banyak hal positif yang ada di Nusa Penida. Contohnya, pariwisata di Nusa Penida akan tetap berkembang jika wisatawan terus berdatangan dan menciptakan pola perjalanan wisata. Taraf kehidupan masyarakat di Nusa Penida akan lebih terjamin dan sejahtera ketika mengelola dan mengembangkan daerahnya. Sehingga angka pengangguran dan kemiskinan di Nusa Penida akan menurun seiring dengan perkembangan pariwisata yang terjadi di Nusa Penida.
2. Saat Berwisata
Berdasarkan hasil kuisioner, ditemukan sikap yang cenderung ditunjukkan oleh wisatawan setelah mereka tiba di Nusa Penida dan melihat langsung kondisi Nusa Penida. Sikap pertama dan yang paling menonjol adalah kagum terhadap alam di Nusa Penida. Memang ulasan yang ada di sosial media tidak ada yang mengatakan alam Nusa Penida buruk. Walau sudah mendengar ulasan buruk di sosial media, wisatawan merasa kegiatan berwisata di Nusa Penida terbayar oleh indahnya alam.
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
20 Berbanding terbalik dengan sikap pertama, wisatawan mengakui bahwa ulasan buruk di sosial media mengenai Nusa Penida memang benar. Aksesibilitas buruk, kondisi pantai yang banyak sampah, harga akomodasi yang mahal, dan lain sebagainya bukan hanya sekedar ulasan dari kekesalan wisatawan lain, namun pada kenyataannya, itulah yang terjadi di lapangan.
3. Setelah Berwisata
Di lain sisi, dampak negatif yang ditimbulkan oleh ulasan buruk tersebar di sosial media, yang dapat penulis rangkum ialah tingkat loyalitas wisatawan mengunjungi Nusa Penida. Tingkat loyalitas pada Nusa Penida dinilai rendah menurut dari hasil kuisioner dan wawancara yang di lakukan penulis adalah:
“Wisatawan berkata bahwa mereka akan kembali mengunjungi Nusa Penida, dengan catatan jalan sudah lebih baik dari sebelum pergi ke Nusa Penida agar tidak lagi merasa cemas akibat jalan yang membahayakan. Oleh karena itu, tingkat loyalitas pada Nusa Penida akan menjadi ancaman, karena wisatawan cukup sekali saja pergi ke Nusa Penida. Setelah selesai berkunjung, wisatawan tidak akan kembali lagi kecuali dengan pemenuhan syarat di atas yaitu perbaikan jalan. Hal ini akan berdampak negatif pada
sustainability tourism atau pariwisata berkelanjutan di Nusa Penida.
4. SIMPULAN
Berdasarkan penelitian ini, maka dapat ditarik simpulan yaitu ulasan buruk pada sosial media tidak memberikan dampak pada motivasi wisatawan, sebab wisatawan masih berminat untuk datang ke Nusa Penida. Ulasan buruk tersebut malah menjadi penyemangat bagi wisatawan. Wisatawan ingin membuktikan apakah ulasan tersebut benar atau hanya dilebih-lebihkan, sekaligus melihat keindahan alam Nusa Penida yang diagung-agungkan. Karena itulah, wisatawan masih memiliki motivasi untuk pergi ke Nusa Penida meskipun ulasan buruk itu ada. Namun, setelah berwisata ke Nusa Penida, wisatawan terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah wisatawan dengan keputusan tetap ingin mengunjungi Nusa Penida, dengan harapan kekurangan di Nusa Penida dapat diperbaiki. Sedangkan golongan kedua adalah wisatawan dengan keputusan tidak ingin pergi ke Nusa Penida sekali lagi dengan alasan apapun.
Ucapan Terimakasih
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Dampak Ulasan Buruk Sosial Media Terhadap Pola Perjalanan Wisatawan Mengunjungi Nusa Penida” yang disusun sebagai salah satu syarat dalam mata kuliah peneliian lapangan II.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dekan Fakultas Pariwisata, Koordinator Program Studi Sarjana Industri Perjalanan Wisata, Dosen Pembimbing yang telah membantu membeikan bimbingan guna penyelesaian Laporan Penelitian Lapangan II, Dosen Penguji yang telah menguji hasil Laporan Penelitian Lapangan II, serta pihak-pihak lain yang telah memberi bantuan dalam penyelesaian laporan ini.
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, B. N. (2014) ‘Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Tourism Decision (Studi Pada Wisatawan Mancanegara Di Wilayah Bandung Utara Tahun 2014)’, eProceedings of
Management, 1(3), pp. 1-16.
Prosiding Penelitian Lapangan II ISBN : 978-602-294-371-6
21 Aprilia, F. (2015) ‘Pengaruh Word Of Mouth Terhadap Minat Berkunjung Serta Dampaknya Pada
Keputusan Berkunjung’, Jurnal Administrasi Bisnis, 24(1), pp.1-6.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Klungkung. (2018). Statistik Daerah Kabupaten Klungkung 2018. Hotel dan Pariwisata. BPS Klungkung.
Damayanti, I. A. K. W., Wijaya, I. N., Kanca, I. N. K. (2015) ‘Strategi Pengembangan Pulau Nusa Penida sebagai Kawasan Pariwisata Berkelanjutan’, SOSHUM : Jurnal Sosial dan
Humaniora, 5(2), p. 136.
Loh, S. (2017) Jalan Jalan ke Nusa Penida. Available at:
https://sharontravelogue.com/2017/11/07/jalan-jalan-ke-nusa-penida/amp/ [Diakses: 22 Mei 2019]
Nazir, M. (1988). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia: Jakarta.
Oktavia, G. (2014) Analisis Perjalanan Wisatawan Nusantara: Hubungan Karakteristik Sosio
Demografi Dengan Motivasi Dan Perilaku Perjalanan Wisata. Unpublished thesis.
Universitas Gajah Mada Yogyakarta.
Pinem, K. (2018) Catatan Perjalanan ke Nusa Penida: The Golden Egg of Bali. Available at: https://ladypinem.com/catatan-perjalanan-ke-nusa-penida/ [Diakses: 22 Mei 2019].
Prakoso, J. R. (2019) Mengenal Devil’s Tear Bali, Lokasi Turis India ‘Ditelan’ Ombak. Available at: https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4539995/mengenal-devils-tear-bali-lokasi-turis-india-ditelan-ombak [Diakses: 22 Mei 2019].
Suwena, I K., I G. N. W. (2017). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Denpasar: Pustaka Larasan. Gulo, W. (2002) Metoda Penelitian. Jakarta : Penerbit Grasindo.
Wardana, A A G. O. P., (2018) Pengaruh Partisipasi Masyarakat, Infrastruktur Pariwisata,
Kunjungan Wisatawan terhadap Kinerja Industri Pariwisata dan Kualitas Hidup Masyarakat di Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Unpublished Disertation.
Universitas Udayana Bali.
Wardhana, A A G. B. K. C., I K. S. (2018) ‘Efektivitas Peraturan Mengenai Penataan, Pembangunan, dan Pengembangan Kawasan Pariwisata di Nusa Penida’, Kertha Negara, p. 1-17. Available at: https://ojs.unud.ac.id/index.php/Kerthanegara/article/view/41943 [Diunduh: 18 April 2019].
Watie, E. D. S. (2011) ‘Komunikasi dan Media Sosial (Communications and Social Media)’, THE
DAMPAK ULASAN BURUK
SOSIAL MEDIA TERHADAP
POLA PERJALANAN
WISATAWAN MENGUNJUNGI
NUSA PENIDA
by Tanty Krisnasari
Submission date: 25-Jan-2020 06:36PM (UTC+0700) Submission ID: 1246226768
File name: Prosiding_PL_II_19_final__p019-027.pdf (249.61K) Word count: 3654
11
%
SIMILARITY INDEX9
%
INTERNET SOURCES2
%
PUBLICATIONS9
%
STUDENT PAPERS1
1
%
2
1
%
3
1
%
4
1
%
5
1
%
6
1
%
7
1
%
8
1
%
9
DAMPAK ULASAN BURUK SOSIAL MEDIA TERHADAP POLA
PERJALANAN WISATAWAN MENGUNJUNGI NUSA PENIDA
ORIGINALITY REPORT PRIMARY SOURCESlindasukmahayati.blogspot.com
Internet Sourcerepository.unimal.ac.id
Internet Sourceid.123dok.com
Internet Sourcelibrary.walisongo.ac.id
Internet Sourcesharontravelogue.com
Internet SourceSubmitted to Universitas Islam Riau
Student Paper
media.neliti.com
Internet Source
zh.scribd.com
Internet Source
1
%
10
1
%
11
<
1
%
12
<
1
%
13
<
1
%
14
<
1
%
15
<
1
%
16
<
1
%
17
<
1
%
18
<
1
%
19
<
1
%
Bandung
Student Paperrepository.uma.ac.id
Internet Sourcept.scribd.com
Internet SourceSubmitted to Universitas Pendidikan Indonesia
Student Paper
jurnal.maskoolin.com
Internet Sourcerepositori.unud.ac.id
Internet Sourcesocialanalytics.dk
Internet SourceSubmitted to Universitas Pelita Harapan
Student Paper
hanumrais.blogspot.com
Internet Source
www.longtripmania.org
Internet Source
I Nyoman Radiarta, Erlania Erlania, Rasidi
Rasidi. "ANALISIS POLA MUSIM TANAM
RUMPUT LAUT, Kappaphycus alvarezii
MELALUI PENDEKATAN KESESUAIAN
20
<
1
%
21
<
1
%
22
<
1
%
23
<
1
%
24
<
1
%
Exclude quotes Off
Exclude bibliography On
Exclude matches Off
LAHAN DI NUSA PENIDA, BALI", Jurnal Riset
Akuakultur, 2014
Publicationberkaryamelaluisosial.blogspot.com
Internet Sourcewww.jogjaexpocenter.com
Internet Sourcewww.scribd.com
Internet SourceSubmitted to Udayana University
Student Paper