• Tidak ada hasil yang ditemukan

Administrasi sebagai Seni

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Administrasi sebagai Seni"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Administrasi sebagai Seni

 Dalam Webster’s New World

Dictionary (1951)administration merupakan bentuk adjective dari kata administer.

Adapun kata administer menurut kamus tersebut

berasal dari kata lain : ad + ministrate yang

artinya adalah to serve dalam bahasa Indonesia melayani.

 Kemudian kata administer dalam bahasa Inggris itu diartikan sebagai :To manage, to conduct, to

(3)

Administrasi sebagai Seni

 Sementara seni, G. R. Terry (1977)

mengatakan, “Art is personal creative power plus

skill in performance”. Seni merupakan

kemampuan atau kemahiran seseorang untuk menerapkan knowledge yang dimiliki dalam menjalankan tugas dan fungsi tertentu.

 Selain itu, istilah “seni” atau arti ini berasal

dari bahasa Latin yang berarti skill atau keahlian, kemahiran yang timbul dari dalam untuk

(4)

Administrasi sebagai Seni

 Kaitannya dengan administrasi berarti

bagaimana menerapkan knowledge (science) dengan menggunakan

kemahiran, ketrampilan, pengalaman yang dilakukan oleh para administrator/manajer (top, middle, lower level) dalam suatu

kegiatan kerjasama dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Dengan kata lain administrasi dan

manajemen ditinjau dari segi praktisnya.

(5)

Negara yg menerapkan sistem

administrasi jaman dulu

 Mesir adalah negara tertua yang menjalankan sistem

administrasi, khususnya adminitrasi birokratik.

 Tiongkok kuno, dapat diketahui tentang konstitusi Chow

yang dipengaruhi oleh ajaran Confucius dalam “Administrasi Pemerintahan”.

 Yunani (430 SM) dengan susunan kepengurusan Negara

yang demokratis,

 Romawi dengan “De Officiis dan “De Legibus”nya Marcus

Tullius Cicero.

 Indonesia terlihat pada zaman Pemerintahan Kerajaan

Mataram I, Majapahit dan Sriwijaya, dan salah satu buktinya adalah candi Borobudur, yang terus di kagumi oleh setiap orang.

(6)

Survival Period (1886-1930)

 Tahun 1886 sering disebut sebagai “tahun” lahirnya

ilmu administrasi, karena pada tahun itulah gerakan manajemen/administrasi ilmiah dimulai oleh Frederick Winslow Taylor di Amerika Serikat yang dijuluki bapak ilmu manajemen, dan kemudian diikuti oleh Henry Fayol di Prancis yang dijuluki pula bapak ilmu Administrasi.

 Dalam masa ini para sarjana mulai memperjuangkan supaya pengetahuan administrasi sebagai ilmu yang mandiri atau sebagai salah satu tertib-ilmu (disiplin). Demikian juga dalam masa inilah para ahli dan sarjana mengkhususkan dirinya dalam bidang administrasi dan manajemen.

(7)

Consolidation and Completion Period

(1930-1945)

Dalam masa ini asas-asas,

rumus-rumus dan kaidah-kaidah (norma) ilmu

administrasi lebih disempurnakan.

Dalam masa ini juga mutu (quality) dan

jumlah (quantity) para sarjana

administrasi turut dikembangkan serta

gelar-gelar kesarjanaan dalam ilmu

administrasi Negara dan niaga banyak

diberikan oleh lembaga-lembaga

pendidikan tinggi.

(8)

Human Relations Period (1945-1959).

 Dalam masa ini para sarjana administrasi mulai memperhatikan segi manusiawi dan menyelidiki segala hubungan dari semua orang dalam kegiatan kerjasama, baik

hubungan yang bersifat resmi

(dinas,formal) maupun yang tidak resmi (informal).

 Pada masa ini pula ditulis pula hampir semua buku mengenai hubungan antar manusia dalam kegaiatan kerjasama mereka.

(9)

Behavioral Period (1959-sekarang).

Dalam masa ini para sarjana

administrasi mulai mengadakan

perhatian serta peningkatan terhadap

penyelidikan mengenai

tindakan-tindakan dan perilaku orang-orang

dalam kehidupan berorganisasi dan

dalam bidang pekerjaannyan system

maupun pendekatan kontingensi

(10)

Perkembangan

ADMINISTRASI Publik

(Nicholas Henry, 1995)

I. Dikotomi politik – administrasi (1900-1926)

Tokoh paradigma ini adalah Frank J. Goodnow dan Leonard D. White. Goodnow dalam “Politics and

Administration” (1900) mengungkapkan politik

harus memusatkan perhatiannya terhadap

kebijakan atau ekspresi dari kehendak rakyat, sedang administrasi berkenaan dengan

pelaksanaan atau implementasi dari kebijakan atau kehendak tersebut. Locus-nya adalah birokrasi

(11)

PARADIGMA

ADMINISTRASI NEGARA

II. Prinsip-prinsip Administrasi (1927-1937)

Tokoh paradigma ini adalah Willoughby, Gullick dan Urwick. Mereka memperkenalkan prinsip-prinsip administrasi yang berlaku universal

sebagai focus administrasi negara. Prinsip-prinsip tersebut dituangkan dalam istilah POSDCORB

(Planning, Organizing, Staffing, Directing,

(12)

PARADIGMA

ADMINISTRASI NEGARA

III. Administrasi Negara sebagai ilmu politik (1950-1970)

Morstein-Marx editor buku Elements of Public

Administration mempertanyakan pemisahan politik

dan administrasi tidak mungkin/realistis. Herbert Simon menyatakan prinsip administrasi tidak

konsisten dan universal. John Gaus mengatakan bahwa teori administrasi adalah teori politik dimana

(13)

PARADIGMA

ADMINISTRASI NEGARA

IV. Administrasi negara sebagai ilmu administrasi (1956-1970)

Pengembangan prinsip-prinsip administrasi

secara ilmiah dan mendalam memicu paradigma ini. Bahkan Keith M. Henderson berpendapat

bahwa teori organisasi seharusnya menjadi focus dari administrasi negara. Fokus tersebut tidak

hanya pada bidang bisnis tapi juga dalam administrasi negara.

(14)

PARADIGMA

ADMINISTRASI NEGARA

V.

Administrasi negara sebagai administrasi

negara (1970-sekarang)

Dalam paradigma ini focus dan locus yang dimiliki sudah jelas. Focus-nya adalah teori organisasi,

teori manajemen, kebijakan publik dan locus-nya adalah masalah-masalah dan kepentingan publik.

(15)

 Lima paradigma tersebut bersifat tumpang tindih atau “overlaping”. Di mana “locus”

(tempat = letak) dan “focus” (yang diperhatikan) administrasi publik saling berganti .

 Paradigma 1 lebih mementingkan “locus”,

paradigma 2 menonjolkan “focus”, paradigma 3 kembali lebih mementingkan “locus”, sedang paradigma 4 mementingkan “focus”, dan

paradigma 5 berusaha untuk mengaitkan antara “focus” dan “locus” dari administrasi publik.

(16)

Identifikasi Terhadap

Administrasi Negara

menurut Gerald E. Caiden,

1. Identifikasi Administrasi Pemerintahan, mencoba

mengenali administrasi negara dari aktivitas yang dilakukan

2. Identifikasi Organisasi Publik, identifikasi ini mencoba

mengungkapkan administrasi negara berdasarkan adanya lembaga-lembaga publik.

3. Identifikasi Orientasi Sikap Administrasi, mengidentifikasi

berdasarkan orientasi sikap administrasi.

4. Identifikasi Proses Yang Bersifat Khusus, mencoba

mengidentifikasi administrasi negara berdasarkan proses-prosesnya yang bersifat khusus/unik.

5. Identifikasi Aspek Publik, pusat perhatian diletakkan pada

pelayanan barang dan jasa publik yang ditekankan adalah hakikat publiknya.

(17)

Peranan Studi Administrasi

Negara

1. Leonard D. White (1926) menyatakan bahwa administrasi negara terdiri dari

semua kegiatan yang bertujuan untuk melaksanakan kebijakan publik (public policy) Pentingnya studi administrasi negara dikaitkan dengan kenyataan bahwa kehidupan menjadi tak bermakna, kecuali dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat public. Segala hal yang berkenaan dengan penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang bersifat public telah dicakup dalam pengertian

administrasi Negara, khususnya dalam mengkaji kebijaksanaan publik.

2. Dalam proses pembangunan sebagai konsekuensi dari pandangan bahwa

administrasi Negara merupakan motor penggerak pembangunan, maka

administrasi Negara membantu untuk meningkatkan kemampuan administrasi. Artinya, di samping memberikan ketrampilan dalam bidang prosedur, teknik, dan mekanik, studi administrasi akan memberikan bekal ilmiah mengenai bagaimana mengorganisasikan segala energi social dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan.

3. Peranan administrasi Negara makin dibutuhkan di era globalisasi yang amat

menekankan prinsip persaingn bebas. Secara politis, peranan administrasi Negara adalah memelihara stabilitas Negara, baik dalam pengertian keutuhan wilayah maupun keutuhan politik. Secara ekonomi, peranan administrasi

Negara adalah menjamin adanya kemampuan ekonomi nasional untuk menghadapi dan mengatasi persaingan global.

(18)

Ruang Lingkup Ilmu Administrasi

Publik

Dibidang Hubungan, Peristiwa Dan Gejala Pemerintahan

1. Administrasi pemerintahan pusat 2. Administrasi pemerintahan daerah

3. Administrasi pemerintahan kecamatan 4. Administrasi pemerintahan kelurahan 5. Administrasi pemerintahan desa

6. Administrasi pemerintahan kotamadya

7. Administrasi pemerintahan kota administratif 8. Administrasi departemen

9. Administrasi non-departemen

Dibidang Kekuasaan

1. Administrasi politik luar negeri 2. Administrasi politik dalam negeri

3. Administrasi partai politik, posisi masyarakat LSM

4. Administrasi kebijakan pemerintahan, policy,wisdom, kondisi dan peranan pemerintah

Dibidang Peraturan Perundang-undangan, meliputi: landasan

(19)

• Di Bidang Pemikiran Hakiki (Para Pakar Ilmu Filsafat)

1. Etika administrasi publik, tata nilai organisasi dana manajemen 2. Estetika administrasi publik, cinta, rasa, karsa administrator 3. Logika admiinstrasi publik, disiplin ilmu, sumber daya manusia, hokum administrasi negara

4. Hakikat administrasi publik, pembentukan system, kultur, struktur.

• Di Bidang Kenegaraan

1. Tugas dan kewajiban Negara 2. Hak dan kewajiban Negara 3. Tipe dan bentuk Negara 4. Fungsi dan prinsip Negara 5. Unsur-unsur Negara

(20)

• Dibidang Ketatalakssanaan (Pakar Ilmu Administrasi Publik) 1. Administrasi pembangunan 2. Administrasi perkantoran 3. Administrasi kepegawaian 4. Administrasi kemiliteran 5. Administrasi perpajakan 6. Administrasi pengadilan 7. Administrasi kepenjaraan • Administrasi Perusahaan 1. Administrasi penjualan 2. Administrasi periklanan 3. Administrasi pemasaran 4. Administrasi perbankan 5. Administrasi perhotelan 6. Administrasi pengangkutan

Referensi

Dokumen terkait

Building on the intuition that robust op- timization reduces the sensitivity of the expected reward to errors in the model by controlling the spread of the reward distribution, we

Dari karakter fosil jejak yang memiliki diversitas yang rendah, intensitas yang rendah serta fosil jejak yang mengalami reduksi dalam hal ukuran,

Menurut Koerniatmanto (2006) Warga Negara adalah sebagai angota Negara dan mempunyai hubungan hak dan kewajiban yang bersifat timbal balik terhadap negaranya.Jadi warga

Dengan pendekatan pengelompokan klon/varietas yang dievaluasi menggunakan diagram hasil plotting nilai KK (%) dan nilai rata-rata kandungan besi pada masing-masing klon/varietas dari

Pterygium adalah suatu jaringan yang berbentuk segitiga atau sayap pada permukaan basement membrane sebagai akibat dari pertumbuhan epitel limbus yang masuk ke

Pemberi kuasa dengan ini menjamin dan membebaskan Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) dari segala kewajiban, tuntutan, gugatan, klaim dalam bentuk apapun

Sebegitu mendasarnya, sehingga banyak orang yang beranggapan Bahwa sikap kerja yang produktif dan tempat kerja yang tertata rapi  Ada dengan sendirinya.. api kenyataannya

  Dengan   demikian   Wisma   Nasional   itu