• Tidak ada hasil yang ditemukan

VISI : Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "VISI : Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

BAB. IIPERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategis

Untuk menyatukan persepsi dan arah tindakan, maka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi senantiasa harus dilandasi dengan visi, misi dan tujuan serta strategi yang secara jelas dirumuskan dalam Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo Tahun 2012-2017. Rencana Strategis Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo Tahun 2012-2017ditetapkanmelalui Keputusan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo Nomor 6 Tahun 2015tentang Rencana Strategis (Renstra) Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo tahun 2012-2017.

1. Visi dan Misi

Visi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo;

VISI :

“Terwujudnya Masyarakat Desa Yang Mandiri”

Penjelasan Visi

a. Sebagai penjabaran kalimat Visi pembangunan Provinsi Gorontalo maka BPM-PDT mengambil peran untuk melakukan percepatan pembangunan daerah dimulai dari desa dengan konsep dasarnya adalah mewujudkan Masyarakat desa yang mandiri, dengan alasan utamanya antara lain;

1) Penduduk miskin lebih banyak didesa;

2) Layanan dibidang Kesehatan dan Pendidikan kurang memadai;

3) Infrastruktur pedesaan khususnya di desa tertinggal masih kurang mamadai; 4) Sistem ekonomi kerakyatan yang kurang berkembang misalnya dengan

berkembangnya praktek ijon,tengkulak dan renten.

b. Dibalik problematika pembangunan sejak era-sentralisasi sampai era otonomi daerah, sumber daya utama pembangunan nasional bermodal dari hasil sumber daya perdesaan. Tetapi ketika terjadi pembagian hasil dari pembangunan itu, mengapa desa selalu terabaikan.Walau berulang kali diperlakukan demikian, desa tetap mampu bertahan apa adanya akhirnya tanpa kita sadari dari desalah tumbuh suatu kekuatan yang tersembunyi. Pertanyaan yang muncul apakah

(2)

pembangunan yang kita lakukan selama ini sudah benar-benar membangun dari desa. Mengapa kita tidak mulai pembangunan itu dari desa dan menjadikan mereka subyek, bukan obyek dari pembangunan.

Misi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo:

Penjelasan Misi

Ketiga misi tersebut merupakan target bagaimana secara bersama antara masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan mekanisme kolaborasi dalam konteks prakarsa pembangunan desa, pemanfaatan sumber daya dan penggunaan anggaran yang efektif sehingga khususnya komunitas desa, pemerintah daerah, pemerintah desa dapat membangun daerahnya secara berkelanjutan berdasarkan karakteristik dan kebutuhannya.

Pengembangan kapasitas baik pemerintahan dan komunitas adalah sebuah mekanisme yang menyediakan ruang serta kesempatan bagai para stakeholder untuk membangun kapasitasnya saling pengertian dan kepercayaan diantara masing-masing pihak dan hal ini merupakan unsur penting dan tak terpisahkan dalam proses percepatan pembangunan daerah.

Dalam konsep pembangunan desa dengan prinsip yang dikembangkan berupa;  Agenda pembangunan berbasis fakta dan realitas

 Proses perencanaan dilakukan secara terbuka

 Para pihak memahami mekanisme dan sistem perencanaan yang saling terintegrasi khususnya mendorong prakarsa partisipasi pembangunan.

 Menciptakan nilai-nilai kesetaraan baik laki-laki dan perempuan diantara pihak yang terlibat atau sering disebut dengan issue responsif gender

2. Tujuan dan Sasaran

BPM-PDT Provinsi Gorontalo

Dalam rangka mencapai Visi dan pelaksanaan Misi tersebut dirumuskan ke dalam bentuk yang lebih terarah dan operasional berupa perumusanan tujuan (goals)

MISI :

1. Memberdayakan Masyarakat Desa

2. Membangun Infrastruktur, Ekonomi, Sosial dan Budaya Di Pedesaan

3. Meningkatnya Pengetahuan Dan Keterampilan Masyarakat Desa

(3)

organisasi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan Misi yang akan dilaksanakanatau dihasilkan dalam jangka waktu 1 (satu) sampai 5 (lima) tahun. Dengan diformulasikannya tujuan ini, maka Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo dapat secara tepat mengetahui apa yang harus dilaksanakan oleh organisasi dalam memenuhi Visi dan pelaksanaan Misinya, untuk kurun waktu satu sampai lima tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki. Dalam Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo, tujuan tersebut adalah:

a. Mendorongmasyarakat untukmandiri dengan menggali karakter, spesifikasi dan potensi lokal desa mereka sendiri;

b. Mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan melalui efektifitas peran kelembagaan desa;

c. Menumbuhkan kembali semangat dan falsafah kearifan lokal masyarakat desa sebagai nilai dan norma pembangunan;

d. Meningkatkan kwalitas pelayanan publik dalam kaidah keselarasan lintas sektor serta kesesuaian kebutuhan masyarakat Desa dan kelurahan dan didukung oleh pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan dan public sektor;

e. Terlaksananya dan meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran dengan baik dalam mendukung seluruh pelaksanaan program dan kegiatan;

f. Menyelaraskan program, kegiatan, indikator serta lokasi yang jelas dan pagu anggaran sesuai dengan tema dan prioritas pembangunan serta terlaksananya sistem pengendalian, evaluasi dan pelaporan kegiatan khususnya pada unsur pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa tertinggal.

Selanjutnya, untuk mencapai hasil yang optimal yang ingin dicapai selama periode perencanaan, maka Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalomerumuskan tujuan, sasaran dan indikator kinerja sebagai berikut :

a. Mendorong masyarakat untuk mandiri dengan menggali karakter, spesifikasi dan potensi lokal desa mereka sendiri, dapat dicapai dengan sasaran:

Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal, dengan indikator kinerjanya:

 Jumlah Rumah Layak Huni yang dibangun bagi Rumah Tangga Miskin (RTM)  Jumlah Desa Tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonomi dan sosial

(4)

b. Mengembangkan konsep ekonomi kerakyatan melalui efektifitas peran kelembagaan desa, dapat dicapai dengan sasaran:

Optimalisasi Kinerja Layanan Kelembagaan Pemerintah desa/kelurahan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa, dengan indikator kinerjanya:

 Jumlah Lembaga Ekonomi Desa yang difasilitasi dan dilatih  Persentase Desa yang Memiliki Profil Desa

 Jumlah Camat dan Lurah yang meningkat kinerjanya

 Terlaksananya Lomba Inovasi dan Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi dan Nasional

 Jumlah aparat desa yang mendapatkan pengelolaan perencanaan pembangunan desa

 Jumlah Cakupan pelaksanaan Kegiatan Operasional Tim Pengerak PKK c. Menumbuhkan kembali semangat dan falsafah kearifan lokal masyarakat desa

sebagai nilai dan norma pembangunan, dapat dicapai dengan sasaran:

Meningkatnya peran serta danpartisipasi masyarakat dalampembangunan wilayah perdesaan/kelurahan, dengan indikator kinerjanya:

 Persentase Partisipasi MasyarakatDalam Membangun Desa  Jumlah desa dan kelurahan yang dinilai

d. Meningkatkan kwalitas pelayanan publik dalam kaidah keselarasan lintas sektor serta kesesuaian kebutuhan masyarakat Desa dan kelurahan dan didukung oleh pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota dan Desa/Kelurahan dan publik sektor, dapat dicapai dengan sasaran:

Terwujudnya Efektifitas koordinasi dan strategi penanggulangan kemiskinan, ketersediaan sarana prasarana layanan publik yang cukup memadai, dengan indikator kinerjanya:

 Jumlah Cakupan Penerapan PNPM

 Jumlah SKPD Khusus PMD dan RTM Yang Dikooordinasikan Menerima Program

e. Terlaksananya dan meningkatnya pelayanan administrasi perkantoran dengan baik dalam mendukung seluruh pelaksanaan program dan kegiatan, dapat dicapai dengan sasaran:

Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian, dengan indikator kinerjanya:  Jumlah jasa kantor yang tersedia tepat waktu

(5)

 Jumlah dokumen perencanaan

 Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan  Jumlah laporan keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP

3. Indikator Kinerja Utama

Berdasarkan tujuan dan sasaran strategis tersebut, maka diuraikan indikator kinerja untuk mewujudkan sasaran strategis yang telah ditetapkan:

Tabel 2.1

Indikator Kinerja Utama

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo

NO STRATEGIS SASARAN INDIKATOR KINERJA UTAMA

PENJELASAN (Formula Pengukuran, Tipe Penghitungan, Sumber

Data) 1. Terwujudnya

pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal

Jumlah rumah layak huni yang dibangun bagi RTM

- Rumah Layak Huni (Mahyani) bagi Rumah Tangga Miskin (RTM) dengan kriteria: (1).

Penerima Mahyani berusia minimal 30 tahun, memiliki rumah yang tidak layak huni dan berdiri diatas tanah milik sendiri. (2). Berusia 50 Tahun dan memiliki Tanah untuk bangunan Mahyani. - Sumber Data : Pemutakhiran

Basis Data Terpadu. - Jumlah Desa Tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonomi dan sosial budayanya Pembangunan Infrastruktur Ekonomi meliputi: Pasar Desa, Jalan Tani, Lantai Jemur dan Plat Duicker.

Pembangunan dilaksanakan dengan sistem swakelola masyarakat padat karya. Pembangunan Infrastruktur Sosial budaya meliputi: Pembangunan Kantor/Balai Pertemuan, MCK, dan Posyandu/HI/ TPA.

Pembangunan dilaksanakan dengan sistem swakelola masyarakat padat karya.

2. Optimalisasi kinerja Jumlah Lembaga

(6)

layanan kelembagaan Pemerintah desa/Kelembagaan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa

difasilitasi dan dilatih Lembaga Ekonomi Desa tertinggal yang dilatih Jumlah aparat desa

yang mendapatkan pelatihan pengelolaan perencanaan

pembangunan desa

Kepala desa/aparat desa yang terlatih

B. Rencana Kinerja Tahun 2016

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2016 Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2

Rencana Kinerja Tahunan (RKT) 2016

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

1 Terwujudnya

pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal

Jumlah rumah layak huni yang dibangun bagi RTM

750 Unit Rumah Layak Huni yang terbangun Jumlah Desa Tertinggal

yang terbangun

infrastruktur ekonomi dan sosial budayanya  25 Desa tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonominya  25 Desa tertinggal yang terbangun infrastruktur sosial budayanya 2. Optimalisasi kinerja layanan kelembagaan Pemerintah desa/Kelurahan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa Jumlah Lembaga Ekonomi Desa yang difasilitasi dan dilatih

 15 Pokmas yang difasilitasi  15 Lembaga Ekonomi Desa tertinggal yang dilatih

Persentase Desa Yang

Memiliki Profil Desa (50 kel) 100 %

Jumlah Camat dan Lurah yang meningkat

kinerjanya

 75 orang Camat yang ditingkatkan kinerjanya

 72 orang Lurah yang ditingkatkan

kinerjanya

Terlaksananya Lomba Inovasi dan Pameran TTG Tingkat Provinsi dan Nasional

1 kegiatan

Jumlah aparat desa yang mendapatkan pelatihan pengelolaan perencanaan pembangunan desa 40 orang Kepala Desa/aparatyang terlatih Jumlah Cakupan pelaksanaan Kegiatan Operasional Tim 6 Kab/Kota

(7)

Pengerak PKK 3 Meningkatnya peran serta

dan Partisipasi masyarakat dalam Pembangunan wilayah perdesaan/kelurahan Persentase Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 100%

Jumlah desa dan

kelurahan yang dinilai 3 desa/3 kelurahan

4 Terwujudnya Efektifitas Koordinasi & Strategi Penanggulangan

Kemiskinan, Ketersediaan Sarana Prasarana

Layanan Public Yang Cukup Memadai Jumlah Cakupan Penerapan PNPM 22 Kecamatan Lokasi PNPM GSC Jumlah SKPD Khusus PMD dan RTM Yang Dikooordinasikan Menerima Program 6 SKPD PMD Kab/Kota, 15 SKPD Provinsi, 5 SKPP 5. Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta

pengelolaan kepegawaian

Jumlah jasa kantor yang

tersedia tepat waktu 6 jasa kantor yang tersedia Jumlah sarana dan

prasarana yang tersedia prasarana yang tersedia 23 jenis sarana Jumlah SDM aparatur yang mengikuti Diklat/Bimtek 12 org 6. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan Jumlah dokumen perencanaan 5 dokumen Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan 100%

Jumlah laporan keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP

5 Laporan keuangan SKPD yang sesuai SAP

C. Perjanjian Kinerja 2016

Penyusunan Perjanjian Kinerja merupakan salah satu tahapan dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang termuat dalam Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB RI Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah bahwa yang dimaksud dengan Perjanjian Kinerja adalah lembar/dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja. Melalui perjanjian ini, maka terwujudlah komitmen dan kesepakatan antara Gubernursebagai pemberi amanah dan Pimpinan SKPD sebagai penerima amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.

(8)

Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian, target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya. Adapun Tujuan dibuatnya Perjanjian Kinerja adalah sebagai berikut :

1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur;

2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur;

3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi;

4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja penerima amanah;

5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.

Perjanjian kinerja pegawai aparatur sipil Negara (ASN) dalam suatu organisasi pemerintahan bukan hanya bersifat administratif, tetapi diharapkan dapat mengarah pada manajerial yang memiliki efek ke bawah dan ke samping dalam organisasi tersebut. Dengan begitu, penandatanganan perjanjian kinerja dapat mendorong perbaikan struktur organisasi yang kurang rapidan meminimalisir intervensi-intervensi dari pihak yang tidak bertanggungjawab.

Perjanjian Kinerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggaltahun 2016dapat dilihat sebagaimana tabel berikut:

Tabel 2.3

Perjanjian Kinerja

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal

Provinsi Gorontalo

Tahun 2016

NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET

1 Terwujudnya

pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal

Jumlah rumah layak huni yang dibangun bagi RTSM

750 Unit Rumah Layak Huni yang terbangun Jumlah Desa Tertinggal

yang terbangun

infrastruktur ekonomi dan sosial budayanya  25 Desa tertinggal yang terbangun infrastruktur ekonominya  25 Desa tertinggal yang terbangun infrastruktur sosial budayanya 2. Optimalisasi kinerja layanan kelembagaan Jumlah Lembaga Ekonomi Desa yang

 15 Pokmas yang difasilitasi

(9)

Pemerintah

desa/Kelurahan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa

difasilitasi dan dilatih  15 Lembaga Ekonomi Desa tertinggal yang dilatih

Persentase Desa Yang

Memiliki Profil Desa (50 kel) 100 %

Jumlah Camat dan Lurah yang meningkat

kinerjanya

 75 orang Camat yang ditingkatkan kinerjanya

 72 orang Lurah yang ditingkatkan

kinerjanya Terlaksananya Lomba

Inovasi dan Pameran TTG Tingkat Provinsi dan Nasional

1 kegiatan

Jumlah aparat desa yang mendapatkan pelatihan pengelolaan perencanaan pembangunan desa 40 orang Kepala Desa/aparatyang terlatih Jumlah Cakupan pelaksanaan Kegiatan Operasional Tim Pengerak PKK 6 Kab/Kota

3 Meningkatnya peran serta dan Partisipasi masyarakat dalam Pembangunan wilayah perdesaan/kelurahan Persentase Partisipasi Masyarakat Dalam Membangun Desa 100%

Jumlah desa dan

kelurahan yang dinilai 3 desa/3 kelurahan

4 Terwujudnya Efektifitas Koordinasi & Strategi Penanggulangan

Kemiskinan, Ketersediaan Sarana Prasarana

Layanan Public Yang Cukup Memadai

Jumlah Cakupan

Penerapan PNPM 22 Kecamatan Lokasi PNPM GSC Jumlah SKPD Khusus PMD dan RTM Yang Dikooordinasikan Menerima Program 6 SKPD PMD Kab/Kota, 15 SKPD Provinsi, 5 SKPP 5. Meningkatnya pelayanan administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta

pengelolaan kepegawaian

Jumlah jasa kantor yang

tersedia tepat waktu 6 jasa kantor yang tersedia Jumlah sarana dan

prasarana yang tersedia prasarana yang tersedia 23 jenis sarana Jumlah SDM aparatur yang mengikuti Diklat/Bimtek 12 org 6. Meningkatnya kualitas perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan Jumlah dokumen perencanaan 5 dokumen Persentase keselarasan pelaksanaan program dengan dokumen perencanaan 100%

Jumlah laporan keuangan SKPD yang sesuai dengan SAP

5 Laporan keuangan SKPD yang sesuai SAP

(10)

D. Program untuk Pencapaian Sasaran

Berdasarkan visi, misi, tujuan, sasaran strategi dan arah kebijakan yang yang telah di tetapkan dalam Renstra Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo,maka upaya pencapaiannya kemudian dijabarkan secara lebih sistematis melalui perumusan program prioritas daerah. Adapun program-program prioritas untuk mendukung masing-masing sasaran tahun 2015 sebagai berikut:

Tabel 2.4

Program Untuk Pencapaian Sasaran

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa Tertinggal Provinsi Gorontalo

Tahun 2016

NO SASARAN PROGRAM

A. Terwujudnya pembangunan infrastruktur dasar masyarakat miskin dan desa tertinggal

1. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

2. Program Pembangunan Desa Tertinggal

B. Optimalisasi kinerja layanan kelembagaan pemerintah

desa/kelurahan, serta kelembagaan ekonomi masyarakat desa

1. Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

2. Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintahan Desa

3. Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa

4. Program Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga C. Meningkatnya peran serta dan

partisipasi masyarakat dalam

pembangunan wilayah

perdesaan/kelurahan

Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Desa

D. Terwujudnya efektifitas koordinasi dan strategi penanggulangan kemiskinan, ketersediaan sarana prasarana layanan publik yang cukup memadai

Program Peningkatan Keberdayaan Masyarakat Perdesaan

E. Meningkatnya pelayanan

administrasi jasa perkantoran dan penyediaan sarana dan prasarana serta pengelolaan kepegawaian

Program Peningkatan Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan SDM Aparatur

F. Meningkatnya kualitas

perencanaan dan evaluasi kinerja serta akuntabilitas keuangan

Program Peningkatan Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

(11)

Selanjutnya ditetapkan 8 (delapan) Program, 26 (dua puluh enam) kegiatan beserta indikator kinerjanya masing-masing yang dilaksanakan di Tahun 2016 yaitu:

1. Program Peningkatan

Pelayanan Administrasi, Sarana Prasarana dan SDM Aparatur, dengan kegiatan-kegiatan sbb:

a. Pelayanan Jasa Administrasi Perkantoran Input : Dana sebesar Rp. 575.501.000,-

Output : Tersedianya serta terpeliharanya sarana dan prasarana penunjang BPM-PDT Provinsi Gorontalo

Outcomes : Meningkatkan Pelayanan Administrasi Perkantoran b. Peningkatan Sarana dan Prasarana Perkantoran

Input : Dana sebesar Rp. 1.422.160.000,-

Output : Tersedianya serta terpeliharanya sarana dan prasarana penunjang BPM-PDT Provinsi Gorontalo

Outcomes : Tercapainya target kinerja Tahunan yang menjadi tanggung jawab BPM-PDT Provinsi Gorontalo

c. Pelayanan Jasa Administrasi TP-PKK

Input : Dana sebesar Rp. 152.780.000,-

Output : Terlaksananya Pelayanan Administrasi TP-PKK Outcomes : Meningkatnya Pelayanan Administrasi TP-PKK d. Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

Input : Dana sebesar Rp. 196.920.000,-

Output : Jumlah pegawai yang mengikuti kursus, pelatihan, sosialisasi dan bimbingan teknis

Outcomes : Meningkatnya Pelayanan Administrasi secara optimal

2. Program Peningkatan

Perencanaan, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Sistem Pengendalian, Koordinasi, Evaluasi dan Pelaporan Program Kegiatan

Input : Dana sebesar Rp. 795.000.000,-

Output : Terlaksananya sistem pengendalian, evaluasi dan pelaporan BPM-PDT

Outcomes : Terkendalinya dan terevaluasinya program BPM-PDT Provinsi Gorontalo

b. Penyusunan Anggaran, Penatausahaan dan Penyusunan Laporan Keuangan SKPD

(12)

Output : Laporan Penyelenggaraan Keuangan Daerah

Outcomes : Tersedianya Laporan Penyelenggaraan Keuangan Daerah

3. Program Peningkatan

Keberdayaan Masyarakat Perdesaaan, dengan kegiatan-kegiatan sbb:

a. Pembangunan Rumah Layak Huni Rumah Tangga Miskin Secara Swakelola Input : Dana sebesar Rp. 16.588.400.000,-

Output : Terbangunya Rumah Layak Huni Bagi Rumah Tangga Miskin Outcomes : Pemenuhan Rumah Layak Huni Bagi Rumah Tangga Miskin

b. Penunjang Administrasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat Cerdas (PNPM-GSC)

Input : Dana sebesar Rp. 208.500.000,-

Output : Terselenggaranya Rapat Koordinasi PNPM Generasi Sehat Cerdas Outcomes : Terkoordinasi Pelaksanaan PNPM GSC di Kabupaten serta

Meningkatnya kompetensi SDM pelaksana PNPM GSC tingkat Kab/Kec/Desa

c. Rakor Penanggulangan Kemiskinan

Input : Dana sebesar Rp. 350.000.000,-

Output : Terlaksananya Rakor TKPK, Rakor Evaluasi kemiskinan, dan Rakor Raskin

Outcomes : Adanya Evaluasi Kemiskinan Lintas Sektor dan Solusi Permasalahan Serta Pemecahan Masalah Penyaluran Raskin d. Penyusunan dan Pendayagunaan Profil Desa dan Kelurahan

Input : Dana sebesar Rp. 235.020.000,-

Output : Data Profil Desa dan Kelurahan di Provinsi Gorontalo

Outcomes : Tersedianya data profil desa dan kelurahan di Provinsi Gorontalo e. Identifikasi dan Pelatihan Lembaga Ekonomi Masyarakat

Input : Dana sebesar Rp. 251.000.000,-

Output : Terlaksananya identifikasi dan pelatihan lembaga ekonomi masyarakat

Outcomes : Meningkatnya kapasitas kelompok masyarakat a. Peningkatan Ekonomi Masyarakat

Input : Dana sebesar Rp. 362.500.000,-

Output : Terselenggaranya pelaksanaan pengembangan ekonomi kelompok masyarakat dan penandatanganan kontrak kerja tenaga pendamping profesional dana desa

Outcomes : Terwujudnya Peningkatan Ekonomi Masyarakat di 15 kelompok masyarakat kab/kota se-Provinsi Gorontalo serta 366 kontrak kerja

(13)

yang telah ditandatangani oleh tenaga pendamping profesional dana desa

4. Program Peningkatan

Partisipasi Masyarakat Dalam membangun Desa, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM)Tingkat Provinsi

Input : Dana sebesar Rp. 255.000.000,-

Output : Terlaksananya kegiatan Pencanangan BBGRM Tingkat Provinsi dan Nasional untuk membangkitkan semangat gotong royong dan keswadayaan masyarakat dalam membangun desa

b. Outcomes : Terwujudnya semangat gotong royong masyarakat dan meningkatkan kesadaran berbangsa untuk bangkit dari kemiskinan c. Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi

Input : Dana sebesar Rp. 325.000.000,-

Output : Terpilihnya 1 Desa dan Kelurahan yang mewakili Provinsi Gorontalo di tingkat nasional

Outcomes : Meningkatnya kinerja pemerintah Desa/Kelurahan yang didorong oleh partisipasi dan gotong - royong masyarakat desa

d. Pemasyarakatan dan Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) Input : Dana sebesar Rp. 575.000.000,-

Output : Terlaksananya Lomba Inovasi TTG Tingkat Provinsi Gorontalo Outcomes : Meningkatnya inovasi dan upaya penerapan, pemasayarakatan

TTG oleh masyarakat khususnya

5. Program Peningkatan

Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Pembinaan Kepala Desa, Lurah dan Camat

Input : Dana sebesar Rp. 362.660.000,-

Output : Terwujudnya peningkatan kinerja 657 Kepala Desa, 72 Lurah dan 77 Camat

Outcomes : Optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dalam pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan

b. Pelatihan Aparatur Pemerintahan Desa

Input : Dana sebesar Rp. 102.340.000,-

Output : Terlaksananya kegiatan pelatihan bagi aparatur desa

Outcomes : Meningkatnya pemahaman aparatur desa dalam hal pengelolaan perencanaan pembangunan desa

6. Program Pembangunan

(14)

a. Pembangunan Infrastruktur Ekonomi Masyarakat Miskin di Desa Tertinggal

Input : Dana sebesar Rp. 794.500.000,-

Output : Terbangunnya Infrastruktur Ekonomi Masyarakat Desa

Outcomes : Mengurangi ketimpangan antar wilayah desa dan kesenjangan ekonomi

b. Pembangunan Infrastruktur Sosial Budaya Masyarakat Miskin di Desa Tertinggal Input : Dana sebesar Rp 6.550.540.000,-

Output : Terbangunnya infrastruktur sosial budaya masyarakat desa Outcomes : Terpenuhinya kebutuhan sosial budaya masyarakat

7. Program Tim Penggerak

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, dengan kegiatan-kegiatan sbb: a. Peningkatan Program Tertib Administrasi

Input : Dana sebesar Rp. 266.567.000,-

Output : Terlaksananya program tertib administrasi Outcomes : Terwujudnya program tertib administrasi

b. Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga Input : Dana sebesar Rp. 172.533.000,-

Output : Terlaksananya pelatihan bagi kader PKK di Provinsi Gorontalo Outcomes : Meningkatnya keterampilan kader PKK di Provinsi Gorontalo c. Pemberdayaan Sosial dan Keagamaan

Input : Dana sebesar Rp. 177.164.000,-

Output : Terlaksananya sosialisasi peran PKK dalam rangka mendukung tertib administrasi kependudukan

Outcomes : Meningkatnya peran PKK dalam rangka mendukung tertib administrasi kependudukan

d. Pembinaan Anak Remaja, Masyarakat dan UP2K Input : Dana sebesar Rp. 83.205.000,-

Output : Terlaksananya pembinaan kepada anak remaja, masyarakat dan UP2K di Provinsi Gorontalo

Outcomes : Meningkatnya pengetahuan anak remaja, masyarakat dan UP2K dalam mewujudkan keluarga sejahtera

e. Koordinasi dan Fasilitasi Peningkatan Keberdayaan PAUD Input : Dana sebesar Rp. 145.812.000,-

Output : Terlaksananya identifikasi dan verifikasi anak PAUD

Outcomes : Tersedianya data anak PAUD yang ada di Provinsi Gorontalo f. Perencanaan, Koordinasi, Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan PKK

(15)

Input : Dana sebesar Rp. 87.700.000,-

Output : Terlaksananya perencanaan, koordinasi, evaluasi dan pelaporan kegiatan PKK

Outcomes : Tersedianya dokumen perencanaan dan evaluasi pelaporan kegiatan PKK

g. Pemberdayaan Kader PKK dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Input : Dana sebesar Rp. 213.473.000,-

Output : Terlaksananya pemberdayaan kader PKK dan pengembangan kesehatan bagi masyarakat

Outcomes : Meningkatnya kapasitas kader PKK dalam rangka pengembangan kesehatan masyarakat

Gambar

Tabel 2.3  Perjanjian Kinerja

Referensi

Dokumen terkait

Konsep visi dan misi dalam persepktif pendidikan Islam tidak berbeda seperti paparan tentang model manajemen strategi, hanya ketika konsep dari visi dan misi pada penerapan di

Dari uraian visi dan misi kebijakan diatas, dilakukan sinkronisasi terhadap masing-masing visi untuk nantinya menjadi Tujuan dalam Strategi Pembangunan Permukiman

Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah serta dalam rangka mewujudkan perencanaan

Adapun bahan kajian atau pokok bahasannya adalah: konsep strategi dan kebijakan bisnis, apa itu arah tujuan perusahaan, kenapa visi, misi, tujuan dan strategi sangat penting

BKM Harapan Bersama Kelurahan Sei Renggas terbentuk pada tahun 2007, dan sejak awal terbentuk pada tahun 2007 sampai dengan tahun 2015 ini, BKM Harapan

Dengan memuat Visi, Misi, Tujuan, Strategi Kebijakan, Program dan Kegiatan Pembangunan Komunikasi & Informatika sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi Dinas

Sistem ganjaran yang baik adalah sistem ganjaran yang akuntabel sesuai tugas pokok dan fungsi anggota organisasi, sehingga mampu mempermudah pencapaian visi, misi dan

Arah kebijakan dan strategi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep didasarkan pada arah kebijakan dan strategi nasonal sebagaimana tercantum di dalam Rencana Pembangunan