• Tidak ada hasil yang ditemukan

STERITULLE, INOVASI DALAM PERAWATAN LUKA BAKAR PERSI AWARD 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STERITULLE, INOVASI DALAM PERAWATAN LUKA BAKAR PERSI AWARD 2017"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

FORMULIR PERSI AWARDS 2017

1. Judul Makalah : Steritulle, Inovasi dalam Perawatan Luka Bakar

2. Kategori : Innovation In Hospital Management And Governance Project 3. Rumah Sakit : RS Islam Jakarta Cempaka Putih

4. Penulis/peneliti : Nopiana, S.Farm., Apt.

5. Alamat : Jl. Cempaka Putih Tengah I/1 Jakarta 10510 Jakarta Pusat Telp. (021) 4244208, 4250451, 42801567

Laman :www.rsi.co.idEmail: [email protected]

6. No Fax : 021 - 4206681

7. Alamat Email : [email protected] 8. Kontak Person( Hp) : 082165696769

Untuk memastikan partisipasi Anda dalam PERSI AWARDS – IHMA 2017 silahkan melakukan Pengisian formulir ini paling lambat tanggal 1 September 2017. Dikirim ke alamat Email:[email protected] [email protected]

(5)

v

SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : Nopiana

Tempat, tanggal Lahir : Jakarta, 1 November 1991

Jabatan : Kepala Urusan Pelayanan Farmasi II

Instansi/ RS : RS Islam Jakarta Cempaka Putih

Alamat : Jl. Cempaka Putih Tengah I/1 Jakarta 10510 Jakarta Pusat No Tlp/ Fax Kantor : 021-4244208 / 021-4206681

No Hp/Alamat email : 082165696769

Alamat Kantor : Jl. Cempaka Putih Tengah I/1 Jakarta 10510 Jakarta Pusat Judul Makalah : Steritulle, Inovasi dalam Perawatan Luka Bakar

Dengan ini menyatakan bahwa makalah yang dikirim untuk mengikuti lomba PERSI AWARDS 2017, tidak keberatan bila akan dipublikasikan oleh PERSI Pusat dengan tujuan untuk menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman dalam manajemen Rumah Sakit

Mengetahui

Pjs.Direktur Utama Penulis

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih

(6)

DAFTAR ISI

SURAT PENGANTAR... i

FORMULIR PERSI AWARDS 2017... iii

SURAT PERNYATAAN... iv DAFTAR ISI... v ABSTRAK... vi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 LATAR BELAKANG...1 1.2 TUJUAN... 2

BAB II METODOLOGI PENELITIAN... 3

2.1 DESAIN PENELITIAN... 3

2.3 PLAN – DO – STUDY – ACTION... 3

BAB III HASIL PENELITIAN...5

3.1 PRODUKSI TULLE...5

3.2 PENENTUAN KADALUARSA... 8

3.3 PERHITUNGAN HARGA PRODUK STERITULLE... 9

3.4 PERBANDINGAN HARGA STERITULLE DENGAN HARGA PRODUK DI PASARAN9 3.5 PERHITUNGAN PEMAKAIAN STERITULLE UNTUK PASIEN LUKA BAKAR...10

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN... 11

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 16

5.1. KESIMPULAN... 16

5.2. SARAN... 16

(7)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih vi

STERITULLE, INOVASI DALAM PERAWATAN LUKA BAKAR

ABSTRAK

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih (RSIJCP) menerima pelayanan khusus untuk pasien luka bakar dengan kategori sedang hingga berat dan umumnya dengan Asuransi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam era JKN ini, Bagian Farmasi sebagai unit penyedia obat-obatan dan alat kesehatan diharapkan dapat menyediakan perbekalan kesehatan dengan harga yang paling ekonomis, namun tetap bermutu. Penyediaan perbekalan kesehatan oleh bagian Bagian Farmasi dapat berupa pembelian, wakaf/hibah, dan produksi sendiri oleh bagian Farmasi. Hal di atas melatar belakangi kami dari bagian Farmasi untuk dapat memproduksi kasa pembalut steril untuk perawatan pasien luka bakar dengan harga yang relatif lebih murah dan efisien untuk pasien JKN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui pencarian literatur pembuatan kasa pembalut steril luka bakar (tulle) dan menilai efisiensi biaya kasa pembalut steril luka bakar (tulle) tersebut. Tulle diproduksi dengan menggunakan metode sterilisasi awal menggunakan Autoclave dan pengerjaannya dengan teknik aseptis,

tulle tersebut diberi nama Steritulle RSIJCP. Untuk menilai efisiensi Steritulle RSIJCP yang

diproduksi, maka biaya produksi Steritulle RSIJCP tersebut dibandingkan dengan harga

tulle yang ada di pasaran. Perbandingan harga Steritulle RSIJCP dengan tulle yang ada di

pasaran mencapai > 100%. Setelah dilakukan analisa pemakaian periode Januari - Juli 2017, dapat diperoleh efisiensi yang dilakukan oleh RSIJCP dengan adanya Steritulle

RSIJCP adalah Rp 6.000.000,- s./d Rp 11.000.000,-.

Kata kunci : Efisiensi, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Luka Bakar, Produksi,

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api secara langsung maupun tidak langsung, pajanan suhu tinggi dari matahari, listrik, maupun bahan kimia, air, dll) atau zat-zat yang bersifat membakar (asam kuat, basa kuat). Luka bakar merupakan suatu jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas tinggi. Biaya yang dibutuhkan untuk penanganannya pun tinggi.

Perawatan luka bakar tergantung pada karakteristik dan ukuran dari luka. Setelah luka dibersihkan dan di-debridement, luka ditutup. Penutupan luka ini memiliki beberapa fungsi: pertama dengan penutupan luka akan melindungi luka dari kerusakan epitel dan meminimalkan timbulnya koloni bakteri atau jamur. Kedua, luka harus benar-benar tertutup untuk mencegah evaporasi pasien tidak hipotermi. Ketiga, penutupan luka diusahakan semaksimal mungkin agar pasien merasa nyaman dan meminimalkan timbulnya rasa sakit.

Penutup luka untuk pasien luka bakar dapat menggunakan salep atau krim antimikroba topikal dengan balutan secara steril. Di pasaran terdapat kasa penutup luka bakar yang mengandung antibiotik, diantaranya Daryantulle, Sofratulle dan Framycetin Tulle dengan ukuran 10 x 10 cm, namun penggunaan kasa tersebut tidak dianjurkan untuk luka bakar > 30%.

RSIJCP menerima pelayanan khusus untuk pasien luka bakar dengan adanya ruang perawatan khusus luka bakar, dokter spesialis dan perawat khusus pasien luka bakar. Pasien luka bakar yang dirujuk ke RSIJCP memiliki luka bakar dengan kategori berat yaitu luka bakar > 25% anggota badan dan umumnya dengan Asuransi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dalam era JKN ini, bagian Farmasi sebagai unit penyedia obat-obatan dan alat kesehatan diharapkan dapat menyediakan obat-obatan dan alat kesehatan dengan

(9)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih 2

harga yang paling ekonomis, namun tetap bermutu. Pengadaan perbekalan kesehatan oleh bagian Farmasi dapat berupa pembelian, wakaf/hibah dan produksi sendiri oleh bagian Farmasi (Permenkes No. 72 tahun 2016).

Bagian Farmasi dapat memproduksi sediaan sendiri apabila perbekalan farmasi tidak ada di pasaran, perbekalan farmasi lebih murah jika diproduksi sendiri, perbekalan farmasi dengan formula khusus, perbekalan farmasi dengan kemasan yang lebih kecil/ repacking, perbekalan farmasi untuk penelitian dan perbekalan farmasi yang tidak stabil dalam penyimpanan/harus dibuat baru (Permenkes No. 72 tahun 2016).

Hal di atas melatar belakangi kami dari bagian Farmasi untuk dapat memproduksi kasa pembalut steril untuk pasien luka bakar dengan harga yang relatif lebih murah dan efisien, namun fungsi dari penutupan luka bakar dapat tercapai.

1.2 TUJUAN

Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:

1. Memproduksi kasa pembalut steril untuk pasien luka bakar yang lebih efisien 2. Menilai efisiensi biaya kasa pembalut steril yang diproduksi

(10)

BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

2.1 DESAIN PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui pencarian literatur pembuatan kasa pembalut steril luka bakar (tulle) dan menilai efisiensi biaya kasa pembalut steril luka bakar (tulle) tersebut.

2.2 WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Penelitian dilakukan pada Januari-Juli 2017 di bagian Farmasi RSIJCP

2.3 PLAN – DO – STUDY – ACTION 1.

P

lan

a. Mencari literatur mengenai proses pembuatan kasa pembalut steril untuk pasien luka bakar.

b. Menetapkan metode pembuatan kasa pembalut steril untuk pasien luka bakar.

2.

D

o

Melakukan pembuatan kasa pembalut steril untuk pasien luka bakar sesuai dengan metode yang ditetapkan.

3.

S

tudy

a. Menetapkan tanggal kedaluwarsa kasa pembalut steril untuk pasien luka bakar dengan uji kultur.

b. Melakukan analisa biaya produksi kasa pembalut steril untuk pasien luka bakar.

4.

A

ction

(11)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih 4

b. Menganalisa efisiensi biaya yang diperoleh RSIJCP dengan digunakannya kasa pembalut steril luka bakar tersebut.

(12)

BAB III

HASIL PENELITIAN

3.1 PRODUKSI TULLE

Tulle merupakan kasa steril persegi empat yang dibasahi dengan Parafin Peru dan digunakan sebagai dressing luka. Bagian Farmasi RSIJCP memproduksi tulle dan diberi nama Steritulle. Bagian Farmasi melakukan produksi Steritulle dengan metode sterilisasi awal menggunakan Autoclave. Dalam satu kali produksi, Steritulle yang dihasilkan sebanyak 30 buah.

1. Bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi Steritulle adalah: a. Kasa ukuran 20 x 20 cm (60 lembar)

b. Vaselin album (1 kg) c. Paraffin Liq 36 Ml

2. Alat-alat yang diperlukan: a. Heater

b. Pinset

c. Kertas perkamen ukuran 25 x 25 cm (30 lembar) d. Plastik (30 buah)

e. Batang Pengaduk f. Mangkuk

3. Cara Produksi:

a. Sterilkan kasa dan handshoen dengan mesin steam selama 1 jam b. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan

c. Petugas mencuci tangan terlebih dahulu

d. Gunakan APD berupa masker, sarung tangan, dan baju dispossible

e. Bersihkan box produksi steril dengan men-swab permukaan menggunakan alkohol 70%.

f. Swab plastik pengemas Steritulle dengan alkohol 70% g. Swab peralatan yang digunakan dengan alkohol 70%

(13)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih 6

h. Cairkan 1 kg Vaselin dengan menggunakan mesin heater hingga mencair sempurna dan campurkan dengan Paraffin Liq sebanyak 36 mL.

i. Celupkan kasa steril ke dalam campuran Vaselin dan Paraffin Liq yang telah mencair menggunakan pinset di dalam box produksi steril , kemudian ditiriskan.

j. Letakkan kasa yang telah ditiriskan di atas kertas perkamen, dan rapihkan jika ada lipatan kasa.

k. Tunggu sekitar 1 menit agar tidak terlalu cair l. Lipat Steritulle menjadi dua bagian

m. Masukkan Steritulle ke dalam plastik yang telah diswab dengan alkohol, kemudian sealing plastik tersebut.

n. Beri nama barang, tanggal produksi, dan Expiry Date

Gambar 3.1

Alat sterilisasi steam autoclave yang digunakan untuk mensterilkan kasa,handschoen, dan kertas perkamen

(14)

Gambar 3.2

Petugas Farmasi melakukan produksi Steritulle dengan teknik aseptis di dalam box steril

Gambar 3.3

(15)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih 8 Gambar 2.4

Hasil Produk Steritulle RSIJCP

3.2 PENENTUAN KADALUARSA

Steritulle yang telah diproduksi untuk pasien luka bakar harus dapat dipastikan tanggal kadaluarsanya untuk menjamin sterilitas barang produksi. Farmasi melakukan pengamatan dengan melakukan uji kultur berkoordinasi dengan bagian laboratorium. Hasil yang diperoleh dari uji kultur Steritulle adalah sebagai berikut:

Tabel 3.1

Hasil Uji Kultur Steritulle

NO HARI UJI HASIL KETERANGAN

1 Hari Ke-10 Negatif Tidak tumbuh kuman

2 Hari Ke-20 Negatif Tidak tumbuh kuman

3 Hari Ke-30 Negatif Tidak tumbuh kuman

4 Hari Ke-40 Positif Tumbuh Kuman

Dari data di atas, dapat ditetapkan bahwa masa kadaluarsa Steritulle produksi RSIJCP adalah 30 hari.

(16)

3.3 PERHITUNGAN HARGA PRODUK STERITULLE

Sebelum mengetahui efisiensi yang dilakukan oleh Bagian Farmasi, perlu diketahui total biaya produksi Steritulle dalam 1 kali produksi. Dari perhitungan tersebut, didapatkan harga nett dari Steritulle per lembar, yaitu Rp 8.574,00. Berikut merupakan perhitungan biaya produksi Steritulle:

Tabel 3.2

Perhitungan Biaya Produksi Steritulle

NAMA BARANG SATUAN JUMLAH / PRODUKSI

HARGA / SATUAN

HARGA PRODUKSI

Kertas Perkamen Lembar 5 1,089 5,445

Kasa Hydrofil 40 x 80 Solamed Rol 0.15 242,000 36,300

Paraffin Liquid/Liter Liter 0.036 101,000 3,636

Plastik Kg 0.075 37,950 2,846

Vaselin Putih/Gram Gram 1,000 109 109,000

Biaya Produksi 100,000

Total Biaya (30 Steritulle) 257,227

Harga/Lembar 8,574

3.4 PERBANDINGAN HARGA STERITULLE DENGAN HARGA PRODUK DI PASARAN Steritulle yang diproduksi oleh Bagian Farmasi RSIJCP berukuran 20 x 20 cm,

sedangkan produk tulle yang ada di pasaran berukuran 10 x 10 cm. Berikut merupakan perbandingan harga Steritulle dengan harga produk tulle yang ada di pasaran:

(17)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih 10 Tabel 3.3

Perbandingan Harga Steritulle dengan Produk Tulle yang Ada di Pasaran

PRODUK UKURAN KASA HARGA NETTO/LEMBAR

Daryantulle 10 x 10 cm 10,200

Sofratulle 10 x 10 cm 12,700

Framycetintulle 10 x 10 cm 10,200

Lomatul 10 x 10 cm 14,300

Steritulle RSIJCP 20 x 20 cm 8,600

3.5 PERHITUNGAN PEMAKAIAN STERITULLE UNTUK PASIEN LUKA BAKAR Tabel 3.4

Perbandingan Jumlah Pasien Luka Bakar dengan Jumlah Pemakaian Steritulle

PERIODE 2017 JUMLAH PASIEN

LUKA BAKAR JUMLAH PEMAKAIAN STERITULLE Januari 4 15 Februari 5 43 Maret 11 147 April 6 52 Mei 5 90 Juni 9 164 Juli 4 72 Total 44 583

Dari data tersebut, rata-rata pemakaian Steritulle Periode Januari - Juli 2017 untuk satu pasien luka bakar adalah 13 Lembar Steritulle. Pemakaian Steritulle untuk pasien luka bakar dapat digunakan di Ruang Perawatan Luka Bakar, Kamar Bedah, dan Poliklinik.

(18)

BAB IV

ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 EFISIENSI PENGGUNAAN STERITULLE

Pada pengamatan kali ini, Farmasi membuat produk Steritulle dengan metode sterilisasi awal menggunakan mesin autoclave. Kasa, kertas perkamen, dan

handschoen disterilkan dahulu menggunakan mesin autoclave selama kurang lebih 1

jam. Selanjutnya, produksi Steritulle dilakukan dalam ruangan bersih dilengkapi dengan box steril dan dilakukan dengan teknik aseptis untuk menjaga kesterilan produk tersebut. Dalam satu kali produksi, Steritulle yang dihasilkan sebanyak 30 lembar.

Setelah Steritulle diproduksi, dilakukan uji kultur untuk menentukan masa kedaluwarsa. Dari uji kultur didapatkan bahwa Steritulle yang diproduksi oleh RSIJCP memiliki masa ED 30 hari. Oleh karena Masa ED yang tidak terlalu lama, maka perlu pemantuan stok Steritulle di setiap unit dan pendistribusian yang terbatas, hanya di unit Luka Bakar, Kamar Bedah, Poli Bedah, dan Farmasi sebagai buffer stok.

Berdasarkan data pemakaian Steritulle dan jumlah pasien luka bakar pada Tabel 2.4, rata-rata pemakain Steritulle adalah 13 lembar per pasien. Jumlah pemakaian

Steritulle tidak hanya tergantung kepada jumlah pasien, tetapi juga tergantung

kepada besar luka bakar yang ada di tubuh pasien. Pemakaian Steritulle untuk pasien luka bakar selama perawatan dapat digunakan di Ruang Perawatan Luka Bakar, Kamar Bedah, dan Poliklinik.

(19)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih 12 Grafik 4.1

Pemakaian Daryantulle di Ruang Luka Bakar

Setelah adanya produksi Steritulle oleh RSIJCP, penggunaan Daryantulle di unit luka bakar menurun 85,67%. Data tersebut diperoleh dengan membandingkan pemakaian Daryantulle Periode Juli 2016 dengan pemakaian Daryantulle periode Januari-Juli 2017.

Untuk mengetahui efisiensi dari produk Steritulle, maka dilakukan perbandingan harga dengan produk tulle di pasaran.

Tabel 4.1

Perbandingan Harga Steritulle dengan Tulle yang ada di Pasaran

PRODUK UKURAN KASA HARGA NETTO/LEMB AR (RP) HARGA UNTUK UKURAN YANG SAMA (RP) SELISIH HARGA DENGAN STERITULLE (RP) PERSENTASE SELISIH HARGA (%) Daryantulle 10 x 10 cm 10,200 20,400 11,700 134 Sofratulle 10 x 10 cm 12,700 25,400 16,700 192 Framycetintulle 10 x 10 cm 10,200 20,400 11,700 134 Lomatul 10 x 10 cm 14,300 28,600 19,900 229 Steritulle 20 x 20 cm 8,600 8,600 0 0 Grafik 4.2

(20)

Dari tabel dan grafik di atas di dapatkan bahwa dengan ukuran yang sama produk

Steritulle memiliki harga yang paling rendah dibandingkan produk Tulle yang ada di

pasaran dengan selisih harga lebih dari 100%.

Selain itu, perlu diketahui efisiensi yang didapat oleh rumah sakit selama penggunaan

Steritulle untuk pasien luka bakar. Farmasi mulai memproduksi Steritulle dari bulan

Januari 2017. Berikut merupakan analisa efisiensi penggunaan Steritulle periode Januari - Juli 2017.

Tabel 4.2

Analisa Efisiensi Penggunaan Steritulle Periode Januari - Juli 2017

BULAN PEMAKAIAN STERITULLE BIAYA STERITULLE BIAYA DARYANTULLE BIAYA SOFRATUL BIAYA LOMATUL Januari 15 129,000 306,000 381,000 429,000 Februari 43 369,800 877,200 1,092,200 1,229,800 Maret 147 1,264,200 2,998,800 3,733,800 4,204,200 April 52 447,200 1,060,800 1,320,800 1,487,200 Mei 90 774,000 1,836,000 2,286,000 2,574,000 Juni 164 1,410,400 3,345,600 4,165,600 4,690,400 Juli 72 619,200 1,468,800 1,828,800 2,059,200 Jumlah 583 5,013,800 11,893,200 14,808,200 16,673,800 EFISIENSI RS 6,879,400 9,794,400 11,660,000

(21)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih 14 Grafik 4.3

Efisiensi RS Menggunakan Steritulle dibandingkan dengan Tulle di Pasaran

Berdasarkan data di atas, periode Januari - Juli 2017 jumlah produksi Steritulle sebanyak 583 lembar dengan total biaya sebesar Rp 5.013.800,00. Bila dibandingkan dengan harga Daryantulle, Sofratulle, dan Lomatulle, RSIJCP dapat menghemat sebesar Rp 6.000.000,00 s./d Rp 11.000.000,00.

4.2 DAMPAK

Secara keseluruhan dapat dikaji bahwa dengan adanya pemakaian Steritulle pada pasien luka bakar memberikan dampak :

Q = Quality ; Pemakaian Steritulle untuk perawatan pasien luka bakar dapat

memberikan rasa nyaman untuk pasien dan meminimalkan timbulnya rasa sakit.

C = Cost ; Pemakaian Steritulle untuk perawatan pasien luka bakar berdampak

positif karena dapat dapat memberikan efisiensi untuk rumah sakit sebesar Rp 6.000.000,- s/d Rp 11.000.000,- selama periode Januari - Juli 2017.

(22)

D = Delivery ; Pemakaian Steritulle untuk perawatan pasien luka bakar dapat

meningkatkan efektivitas proses terapi karena fungsi dari penutupan luka akan melindungi luka dari kerusakan epitel dan meminimalkan timbulnya koloni bakteri atau jamur.

S = Safety ; Pemakaian Steritulle untuk perawatan pasien luka bakar dapat

menjamin kepastian profesionalisme farmasi untuk menyediakan perbekalan kesehatan.

M = Morality ; Pemakaian Steritulle untuk perawatan pasien luka bakar secara

moral menimbulkan tanggung jawab profesionalisme farmasi untuk menyediakan kebutuhan perbekalan kesehatan yang bermutu, namun tetap mempertimbangkan efisiensi biaya.

(23)

Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih 16

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Didapatkan produk Steritulle dengan metode sterilisasi awal menggunakan autoclave.

1. Steritulle dengan metode sterilisasi awal dengan autoclave dapat memberikan

efisiensi untuk rumah sakit sebesar Rp 6.000.000,- s/d Rp 11.000.000,- selama periode Januari - Juli 2017.

5.2.SARAN

Perlu adanya pemantauan uji kenyamanan dan efektivitas penggunaan Steritulle untuk pasien luka bakar.

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2009. Pedoman Bagian Pusat Sterilisasi

(Central Sterile Supply Departmen/CSSD). Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Dzulfikar. 2012. Perawatan Luka Bakar di Ruang Intensif Anak: Majalah Kedokteran Volume 2 No. 2 April 2012.

Kian, Chia H., dll. 2017. MIMS Drug Reference Concise Prescribing Information Indonesia. Jakarta: PT Medidata Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian ruang partisipasi kepada warga masyarakat untuk ikut serta menetapkan dan perumusan kebijakan penyelenggaraan pelayanan publik, akan mengakomodasi berbagai

epatuhan ebersihan Tangan adalah kepatuhan petugas melakukan kebersihan tangan sesuai 3 indikasi dari 0 yaitu sebelum kontak dengan  pasien, setelah

Audry Devisanty Wuysang, M.Si, Sp.S Ilmu Penyakit Saraf Tutorial 1 Modul 2 (Nyeri Kepala). Gangguan

Pada awal kegiatan penebangan (ABT 0 tahun) dengan sistem silvikultur TPTI terjadi penurunan simpanan biomasa vegetasi di atas permukaan tanah sebesar 194,20 ton/ha atau

Pengambilan contoh untuk uji bahan, bau dan rasa, volume, densitas, titik lunak Vicat, kuat Pengambilan contoh untuk uji bahan, bau dan rasa, volume, densitas, titik lunak Vicat,

Seluruh rekan-rekan anggota dan pengurus Ikatan Keluarga Asisten Ahli Penyakit Dalam (IKAAPDA) di USU, para senior, dan sejawat peserta.. program studi Ilmu Penyakit Dalam.

Rekomendasi desain yang didapatkan adalah sebagai berikut, (1)Menggunakan alas mandi yang lebih luas permukaannya, agar alas di letakan sekali saja untuk

Dari hasil data pengujian dan grafik yang didapatkan, dapat dilihat bahwa modifikasi LTSP menggunakan Ubuntu versi 9.04 adalah memiliki efesiensi dan kerja yang lebih