• Tidak ada hasil yang ditemukan

analisis efisiensi pengalokasian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "analisis efisiensi pengalokasian"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

http://epserv.fe.unila.ac.id

ABSTRAK

Analisis Efisiensi Pengalokasian Faktor Produksi Pada Industri Gula Kelapa Di Kecamatan Sidomulyo

Kabupaten Lampung Selatan

Oleh

Uswatun Khasanah

Industri gula kelapa merupakan salah satu jenis usaha sub sektor industri kecil yang diharapkan mampu berkembang pesat di daerah Lampung khususnya di Kabupaten Lampung Selatan, karena industri kecil tersebut merupakan bagian dari sektor perindustrian nasional yang jumlahnya cukup banyak dan tersebar.

Permasalahan yang diangkat dalam penulisan ini adalah bagaimana hubungan antara faktor produksi volum nira kelapa, modal dan tenaga kerja terhadap produksi gula kelapa di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan serta bagaimana tingkat efisiensi dari penggunaan faktor-faktor produksi tersebut.

Tujuan penulisan ini untuk mengetahui hubungan antara faktor produksi volum nira kelapa, modal dan tenaga kerja terhadap produksi gula kelapa di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan serta untuk mengetahui tingkat efisiensi dari penggunaan faktor-faktor produksi tersebut.

Hipotesis yang diajukan dalam penulisan ini yang pertama adalah bahwa faktor produksi volum nira kelapa, modal dan tenaga kerja berpengaruh terhadap hasil produksi gula kelapa di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Kedua bahwa penggunaan faktor-faktor produksi tersebut belum mencapai tingkat yang efisien.

Metode yang dilakukan adalah dengan menggunakan data primer yang diperoleh berdasarkan kuesioner yang dilakukan penulis kepada 116 pengrajin responden. Data yang diambil meliputi jumlah batang kelapa yang diusahakan, modal (alat-alat inventaris) dan tenaga kerja, biaya faktor produksi, jumlah produksi serta harga produksi.

(2)

Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan faktor produksi volum nira kelapa, modal dan tenaga kerja berpengaruh terhadap hasil produksi gula kelapa. Hal ini dibuktikan oleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,860 yang berarti bahwa

sumbangan atau kemampuan variabel bebas terhadap variasi naik turunnya nilai produksi adalah sebesar 86,0 persen, sedangkan sisanya sebesar 14,0 persen dipengaruhi variabel lain diluar penelitian.

Hasil pengujian secara parsial dengan menggunakan uji t diperoleh hasil bahwa masing-masing faktor produksi volum nira kelapa, modal dan tenaga kerja berpengaruh terhadap produksi gula kelapa di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan.

Nilai koefisien regresi merupakan elastisitas produksi untuk masing-masing faktor produksi. Pada faktor produksi volum nira kelapa, penambahan nira kelapa sebesar 1 persen akan meningkatkan produksi sebesar 0,204 persen, penambahan modal sebesar 1 persen akan meningkatkan produksi sebesar 1,034 persen, dan penambahan tenaga kerja sebesar 1 persen akan meningkatkan produksi sebesar 0,260 persen.

Uji indeks efisiensi menunjukkan bahwa faktor produksi volum nira kelapa berada pada kondisi belum efisien karena VMPxi/Pxi > 1 atau 1,374248 > 1 yang berarti bahwa penggunaan volum nira kelapa harus ditambah dari 3.010,776 liter menjadi 6.817,465 liter agar efisien. Penggunaan modal berada pada kondisi yang tidak efisien karena VMPxi/Pxi < 1 atau 0,000206 < 1 yang berarti bahwa penggunaan modal harus dikurangi dari Rp 201.840,259 menjadi Rp 140.918,220 agar efisien. Penggunaan tenaga kerja juga berada pada kondisi tidak efisien karena

Referensi

Dokumen terkait

Pokok permasalahan yang diambil pada penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap produksi kopi rakyat, serta bagaimana kelayakan

Pengrajin gula kelapa umumnya selalu tergantung dengan para pedagang pengumpul (bos) dalam penyediaan modal produksi dan juga “terpaksa” menyerahkan hasil produksi gula kelapa

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis nilai tambah nira kelapa yang diolah menjadi gula merah, (2) menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan dari pengolahan nira

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis nilai tambah nira kelapa yang diolah menjadi gula merah, (2) menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan dari pengolahan nira

Adapun permasalahan dalam penulisan skripsi ini adalah bagaimana kedudukan perusahaan penanaman modal dalam perundang-undangan penanaman modal di indonesia, bagaimana

Retno Setyowati, MP Produksi Dan Pengembangan Pangan Fungsional Berbasis Nira Dan Gula Kelapa Untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk Unggulan

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis nilai tambah nira kelapa yang diolah menjadi gula merah, (2) menganalisis biaya, penerimaan dan keuntungan dari pengolahan nira

yang masih tumbuh liar sehingga produksi nira dan gula aren belum dapat. dimaksimalkan. Permasalahan mendasar yang dihadapi dalam