• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENJA DISKOPUMKM 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RENJA DISKOPUMKM 2015"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rencana kerja ( Renja ) SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Renja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Tahun 2015 merupakan dokumen perencanaan tahunan sebagai implementasi dari dokumen Rencana Strategi ( Renstra ) Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Tahun 2010 - 2015. Renja Tahun 2015 dijabarkan dalam Rencana Kerja dan Rencana Anggaran Tahun 2015 dan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan dalam waktu 1 (satu) tahun.

Peran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Era Otonomi Daerah dalam rangka mengatasi persoalan sosial ekonomi seperti penyediaan lapangan kerja dan penanggulangan kemiskinan, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan lebih difokuskan pada penguatan kelembagaan dan fasilitasi pengembangan usaha pada masyarakat. Untuk mewujudkan perannya tersebut, perlu disusun suatu dokumen perencanaan yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan tugas dan fungsi, sekaligus sebagai alat ukur tingkat keberhasilan dalam pemberdayaan masyarakat .

(2)

1.2. Landasan Hukum

Rencana Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Semarang Tahun 2011 disusun berdasarkan :

a. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421 );

b. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Nomor 12 Tahun 2007 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438 );

c. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah;

d. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012, tentang Perkoperasian;

e. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1994 tentang Persyaratan dan Tatacara Pengesahan Akta Pendirian dan Perubahan dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi;

f. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1994 tentang Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah;

g. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Kegiatan Simpan Pinjam oleh Koperasi;

h. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1997 tentang Pembagian urusan Pemerintah antara Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota;

(3)

i. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 1998 tentang Modal Penyertaan pada Koperasi;

j. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1997 tentang Pembagian urusan Pemerintah antara Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota;

k. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Rebublik Indonesia Nomor 4815);

l. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun

m. Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah;

n. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang pelaksanaan peraturan pemerintah Nomor 8 tentang tahapan tatacara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah;

o. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Semarang;

p. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Semarang Tahun 2005-2025;

q. Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Semarang Tahun 2010-2015;

(4)

1.3. Maksud dan Tujuan

Penyusunan Renja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Semarang Tahun 2015 dimaksudkan untuk memberikan arah sekaligus menjadi pedoman bagi seluruh komponen pembangunan koperasi dan UMKM baik Pemerintah, Koperasi-UMKM maupun masyarakat dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunan Koperasi dan UMKM secara berkesinambungan. Diharapkan seluruh upaya yang dilakukan oleh segenap komponen pelaku pembangunan Koperasi dan UMKM akan menjadi lebih efektif, efisien, terpadu berkesinambungan dan saling melengkapi satu dengan yang lainya dalam satu pola sikap dan pola tindak. Tujuan penyusunan Renja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Semarang Tahun 2015 adalah sebagai pedoman dalam mencapai target yang termuat dalam RPJMD Kota Semarang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi selama kurun waktu tahun 2015.

1.4. Sistematika Penulisan

Sistematika penyusunan Renja Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Semarang Tahun 2015 sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum 1.3 Maksud dan Tujuan 1.4 Sistematika Penulisan

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU

(5)

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu & Capaian Renstra SKPD

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas & Fungsi SKPD 2.4 Review terhadap Rancangan awal RKPD

2.5 Penelaahan Usulan Program & Kegiatan Masyarakat BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM dan KEGIATAN

3.1 Telaahan Terhadap Kabijakan Nasional & Provinsi 3.2 Tujuan dan Sasaran Renja

3.3 Program dan Kegiatan BAB IV PENUTUP

(6)

BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD

Peranan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) sebagai pelaku usaha memberi kontribusi signifikan dalam perekonomian lokal, regional maupun nasional. Karena keberadaan KUKM terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia dan bergerak hampir pada semua jenis usaha. Dengan demikian KUMKM memiliki kontribusi yang besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Selain itu posisi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam bisnis domestik lebih cenderung mensubsidi pengusaha menengah dan pengusaha besar, sehingga Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah memiliki potensi yang lebih besar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, sehingga perlu mendapat perhatian yang lebih besar dalam pembangunan perekonomian sekaligus sebagai sektor yang dapat menciptakan lapangan kerja.

Hasil pembangunan di bidang Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) tahun 2013 menunjukkan adanya perkembangan atau mengalami pertumbuhan yang positif.

Dengan dukungan dari Pemerintah Kota Semarang perkembangan pembinaan yang dilaksanakan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Semarang sampai dengan tahun 2013 adalah sebagai berikut : Pada tahun 2012 jumlah koperasi di Kota Semarang tercatat sebanyak 1.057 unit dimana 78,62 % atau sebanyak 831 Unit adalah koperasi aktif. Setelah dilakukan validasi data, terdapat 6 Koperasi berskala besar berpindah ke tingkat Propinsi dan Nasional melalui proses Perubahan Anggaran

(7)

Dasar Koperasi dan 2 koperasi aktif yang bubar karena permintaan koperasi sendiri serta 92 koperasi tidak aktif yang dibubarkan, sehingga jumlah koperasi pada tahun 2013 sebanyak 987 unit, dimana 78,72 % atau 777 unit adalah koperasi aktif.

Sejalan dengan penurunan jumlah koperasi tersebut, maka berdampak pada asset dan omset koperasi sebagai berikut : jumlah omzet Koperasi tahun 2012 sebesar Rp. 1.432.264.914.000,- menjadi Rp. 1.074.469.839.000,- pada tahun 2013 atau menurun 24,98 %, sedangkan jumlah Asset Koperasi pada tahun 2012 sebesar Rp. 1.801.128.858.000,- menjadi Rp. 1.270.760.670.000,- pada tahun 2013 menurun 29,44 %, akan tetapi SHU pada tahun 2012 sebesar Rp. 99.977.427.000,- pada tahun 2013 justru meningkat menjadi Rp. 106.323.547.000,- atau naik 6,35 %.

Jumlah UMKM pada tahun 2012 sebesar 11.208 unit menjadi 11.383 unit pada tahun 2013 atau meningkat sebesar 1,56 %, hal ini berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor Usaha Mikro Kecil Menengah sebesar 2,91 %, dimana jumlah tenaga kerja yang diserap pada tahun 2012 sebanyak 17.428 orang menjadi 17.936orang pada tahun 2013.

Jumlah omzet UMKM tahun 2012 sebesar Rp 314.184.117.000,- MenjadiRp. 330.291.000.000,- Pada tahun 2013 atau meningkat 5,13 %.

Fasilitasi permodalan KUMKM dari Pemerintah pada tahun 2012sebesar Rp. 861.000.000,- yang diberikan kepada87 KUMKM, sedang pada tahun 2013sebesar Rp. 569.000.000,- yang diberikan kepada43 KUMKM, sumber dana APBD Kota Semarang, sedang dari program KUR dikucurkan oleh Bank Bukopin, Bank Syariah Mandiri, Bank BNI, Bank BTN dan Bank Jateng diberikan kepada 200 Koperasi dan UMKM.

(8)

Kondisi Koperasi dan UMKM sebagaimana tersebut diatas perlu terus dikembangkan sehingga nantinya KUMKM yang ada di Kota Semarang mampu mewujudkan Kemandirian dan Daya Saing, dengan demikian peran Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Semarang dalam melakukan pembinaan akan lebih ditingkatkan terutama untuk mengembangkan produk-produk spesifik yang mampu berdaya saing melalui pembinaan, pelatihan teknis pemasaran dan bantuan peralatan bagi KUMKM sehingga memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif.

Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi

Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Semarang, dan Peraturan Walikota Semarang Nomor 34 Tahun 2008 tentang Penjabaran Tugas dan Fungsi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Semarang.

Tugas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Semarang adalah melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan.

Adapun Fungsi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Semarang adalah

1. Perumusan kebijakan teknis di bidang Pemberdayaan Usaha, Mikro Kecil dan Menengah, Bidang Pemberdayaan Koperasi, Bidang Pembiayaan serta Bidang Pengawasan dan Akuntabilitas;

(9)

2. Penyusunan rencana program dan rencana kerja anggaran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;

3. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;

4. Pengelolaan urusan administrasi keuangan, koordinasi penyusunan program, pengolahan data dan informasi di bidang perkoperasian, usaha mikro, kecil dan menengah, fasilitasi pembiayaan serta hubungan masyarakat melalui penyuluhan dan pelatihan.

5. Penyusunan, perumusan dan penjabaran teknis, pemberian bimbingan dibidang Koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah;

6. Pelaksanaan kebijakan teknis, pemberian bimbingan di bidang koperasi usaha mikro, kecil dan menengah serta fasilitasi pembiayaan dilingkungan Kota Semarang.

7. Pelaksanaan pertanggungjawaban terhadap kajian teknis/ rekomendasi perijinan dan/ atau non perijinan di bidang Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah; 8. Pengelolaan urusan kesekretariatan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan

Menengah;

9. Pelaksanaan pembinaan, pemantauan, pengawasan dan pengendalian serta monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah;

10. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidang tugasnya.

(10)

STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Semarang adalah sbb:

a. Kepala Dinas

b. Sekretaris, terdiri dari :

1) SubBag Perencanaan dan Evaluasi 2) SubBag Umum

3) SubBag Keuangan

c. Bidang Pemberdayaan UMKM, terdiri dari : 1) Seksi Kewirausahaan

2) Seksi Produksi dan Pemasaran 3) Seksi Kemitraan Usaha

d. Bidang Pemberdayaan Koperasi, terdiri dari : 1) Seksi Kelembagaan Koperasi

2) Seksi Usaha Koperasi 3) Seksi SDM Koperasi e. Bidang Pembiayaan, terdiri dari :

1) Seksi Manajemen Simpan Pinjam 2) Seksi Pemberdayaan Simpan Pinjam 3) Seksi Permodalan

f. Bidang Pengawasan dan Akuntabilitas, terdiri dari : 1) Seksi Pengawasan dan Akuntabilitas Koperasi 2) Seksi Pengawasan dan Akuntabilitas Simpan Pinjam 3) Seksi Pengawasan dan Akuntabilitas UMKM

(11)

Sumber Daya Manusia

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan organisasi, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Semarang didukung oleh 55 orang pegawai yang terdiri sbb :  Susunan Pegawai Berdasarkan Golongan

• Golongan IV c : - Orang

• Golongan IV b : 4 Orang

• Golongan IV a : 2 Orang

• Golongan III d : 15 Orang

• Golongan III c : 2 Orang

• Golongan III b : 16 Orang

• Golongan III a : 8 Orang

• Golongan II d : - Orang

• Golongan II c : 6 Orang

• Golongan II b : 2 Orang

• Golongan II a : - Orang

Susunan Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Formal

• Pasca Sarjana : 5 Orang

• Sarjana : 29 Orang

• Sarjana Muda : 8 Orang

• SLTA : 13 Orang

Susunan Pegawai Berdasarkan Eselon

• Eselon II : 1 Orang

• Eselon III : 5 Orang

• Eselon IV : 13 Orang

• Staf : 36 Orang

(12)
(13)

Sarana dan Prasarana :

Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Semarang selain didukung kekuatan Sumber Daya Manusia diperlukan juga dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Jumlah Sarana dan Prasarana yang tersedia adalah sebagai berikut :

- Kendaraan Dinas Roda 4 : 3 Buah

- Kendaraan Dinas Roda 2 : 15 Buah

- Komputer : 20 Buah

- Printer : 17 Buah

- Laptop : 9 Buah

- Camera : 4 Buah

- LCD : 3 Buah

- Handycam : 1 Buah

- Mesin ketik : 8 Buah

- A C : 6 Buah

Pengadaan Sarana dan Prasarana tahun 2013 adalah sebagai berikut :

- Kendaraan Dinas Roda 2 : 4 Buah

- Komputer : 2 Buah

- Printer : 2 Buah

- Hard disc eksternal : 1 Buah

Capaian Renstra SKPD

- Mempertahankan prosentase Koperasi aktif 75 % tercapai 78.7 2 %

- Penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM

dengan target 2 % realisasi 2,91 %.

- Meningkatnya jumlah UMKM target 2 %

realisasi 1,56 %

- Meningkatnya akses pembiayaan KUMKM 5 %

realisasi 10,83 %

(14)

- Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi 46% dari koperasi aktif realisasi 47,49%.

(15)

REKAPITULASI EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RENJA SKPD DAN PENCAPAIAN RENSTRA SKPD SAMPAI DENGAN TAHUN 2014

DINAS KOPERASI, UMKM KOTA SEMARANG

Program dan Kegiatan Indikator Kinerja Program(outcome) dan Kegiatan (output) Program dan Kegiatan Th. 2012

Target

1.15.01.01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kelancaran Pelayanan Administrasi Perkantoran 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.01.002 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Kelancaran kegiatan dinas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.01.006 Penyediaan jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/oprasional Kelancaran kegiatan dinas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.01.010 Penyediaan alat tulis kantor Kelancaran kegiatan dinas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.01.011 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Kelancaran kegiatan dinas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.01.014 Penyediaan peralatan rumah tangga Kelancaran kegiatan dinas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

(16)

1.15.01.01.015 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan Kelancaran kegiatan dinas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.01.017 Penyediaan makanan dan minuman Kelancaran kegiatan dinas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.01.018 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Kelancaran kegiatan dinas 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.02 Program Peningkatan Saranadan Prasarana Aparatur Meningkatnya kinerja aparatur 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.02.005 Pengadaan kendaraan dinas / operasional Meningkatnya kinerja aparatur 23 unit 17 unit 4 unit 4 unit 100% 5 unit 25 unit 108%

1.15.01.02.007 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Meningkatnya kinerja aparatur 40 unit 29 unit 5 unit 5 unit 100% 16 unit 40 unit 100%

1.15.01.02.010 Pengadaan meubeler Meningkatnya kinerja aparatur 40 unit 23 unit 27unit 27 unit 100% 27unit 50 unit 125%

1.15.01.02.024 Pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan dinas/ operasional Meningkatnya kinerja aparatur 23 unit 17 unit 14 unit 14 unit 100% 22 unit 22 unit 100%

1.15.01.02.026 Pemeliharaan rutin/ berkala perlengkapan gedung kantor Meningkatnya kinerja aparatur 40 unit 32 unit 32 unit 32 unit 100% 47 unit 47 unit 100%

1.15.01.06

Program Peningkatan Pengembangan

Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

Pelaporan kinerja keuangan

yang akurat dan tepat waktu 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

1.15.01.06.002 Penyusunan laporan keuangan semesteran Laporan keuangan semesteran 10 buku 6 buku 2 buku 2 buku 100% 2 buku 8 buku 80%

(17)

1.15.01.06.004 Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun Laporan keuangan akhir tahun 5 buku 3 buku 1 buku 1 buku 100% 1 buku 4 buku 80%

1.15.01.06.006 Penyusunan RKA SKPD dan DPA SKPD RKA dan DPA SKPD 15 buku 9 buku 3 buku 3 buku 100% 3 buku 12 buku 80%

1.15.01.06.013 Penyusunan Lakip Lakip SKPD 5 buku 3 buku 1 buku 1 buku 100% 1 buku 4 buku 80%

1.15.01.06.018 Penyusunan LKPJ SKPD LKPJ SKPD 5 buku 3 buku 1 buku 1 buku 100% 1 buku 4 buku 80%

1.15.01.06.021 Penyusunan renja SKPD Renja SKPD 5 buku 3 buku 1 buku 1 buku 100% 1 buku 4 buku 80%

1.15.01.06.026

Penunjang kinerja PA, PPK, Bendahara dan Pembantu Bendahara Pengeluaran

Tersedia honor penunjang

kinerja pengelola anggaran 12 bl 12 bl 100% 100% 100% 12 bl 12 bl 100%

1.15.01.15 Program Penciptaan Iklim Usaha Kondusif bagi UMKM Jumlah Koperasi aktif 75% 78,62 % 75% 78,72 % 105% 75% 78.75% 105%

1.15.01.15,002 Sosialisasi kebijakan tentang UKM Sosialisasi kebijakan tentang Koperasi dan UMKM 1.050 org 730 org 660 org 660 org 100% 300 org 1690 org 161%

1.15.01.15.003 Fasilitasi kemudahan formalisasi badan usaha UKM

Fasilitasi pendirian kop baru, perubahan Anggaran Dasar kop, pembubaran Koperasi kop yg tidak aktif

300 kop

1.15.01.15.006 Perencanaan, koordinasi dan pengembangan UKM Koordinasi pengembangan KUMKM dan penyusunan

dokumen perencanaan 10 kgt 6 kgt 2 kgt 2 kgt 100% 2 kgt 8 kgt 80%

1.15.01.15,013 Penerapan penilaian dampak regulasi / kebijakan nasional Evaluasi keberpihakan Walikota dalam rangka

pemberdayaan KUMKM 10 kgt 6 kgt 2 kgt 2 kgt 100% 2 kgt 8 kgt

80%

(18)

1.15.01.18 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi 55% 41% 46% 47.49% 103% 50% 50% 90%

1.15.01.18.004 Sosialisasi prinsip - prinsip pemahaman perkoperasian Sosialisasi prinsip - prinsip perkoperasian kepada

pengelola koperasi 1.062 org

2.248 org 1.430org 1.430 org 100% 1260 org 4938 org

1.15.01.18.005 Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi

Pembinaan, pengawasan, penilaian kinerja dan penghargaan koperasi berprestasi

1,064 kop 799 Kop 799 Kop 831 Kop 104% 839 kop 839 kop

1.15.01.18.006 Peningkatan dan pengembangan jaringan kerjasama koperasi

Memfasilitasi pengembangan

jaringan kerjasama usaha bagi anggota kop

1.500 org 1095 org 260 org 260 org 100% 415 org 1770 org

1.15.01.18.011 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Koperasi Pembinaan kelembagaan koperasi Kota Semarang 1,064 kop 831 kop 125kop 125 kop 100% 125 kop 956 kop

1.15.01.16 Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM

Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi

1.15.01.16.007 Pelatihan menejemen pengelolaan koperasi / KUD Pelatihan menejemen pengelolaan koperasi 672 org 1064 org 150 org 150 org 100% 180 org 1244org

1.15.01.16 Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM

Jumlah penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM

meningkat 2% per tahun 17.342 org 16.139 16.023 16.617 104% 16.343 16.849 103%

1.15.01.16.003 Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM Fasilitasi kemitraan usaha dan akses pasar 1760 org 1.427org 176 org 176 org 100% 240 org 1843 org

1.15.01.16 Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM

Meningkatnya jumlah UMKM 2 %

per tahun 11.365 10.692 10.380 11.142 107% 11.253 11.253 106%

(19)

1.15.01.16.006 Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan Pelatihan kewirausahaan pada pokmas

1.000 org 795 org 300 org 300 org 100% 300 org 1395 org

1.15.01.16.009

Sosialisasi dan pelatihan pada pengelolaan limbah industri dalam menjaga kelestarian kawasan UMKM

Sosialisasi dan pelatihan

pengolahan limbah 300 org 140 org 0 0 0% 30 org 170 org 57%

1.15.01.17 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM

Meningkatkan akses pembiayaan Koperasi dan UMKM 25 % penguatan kelembagaan KSP/USP dan LKM

2.808 2.153 2.261 2.678 118% 2.743 2.743

Akses modal 115% Jml LKM

122 %

1,15,01,17,005 Pemantauan pengelolaan penggunaan dana pemerintah bagi UMKM

Bantuan yang diberikan dapat meningkatkan produktifitas usaha

500 klp

/KUMKM 185 klp KUMKM80 KUMKM80 100% KUMKM140 KUMKM405 81%

1.15.01.17.008

Penyelenggaraan pembinaan industri rumah tangga, industri kecil dan industri menengah

Pembinaan dan pendataan UMKM

2.250

UMKM UMKM702 UMKM200 UMKM200 100% UMKM200 UMKM1102 49 %

1.15.01.17.009 Penyelenggaraan promosi produk UMKM Pengenalan produk UMKM UMKM500 184 UMKM KUMKM112 KUMKM181 162% KUMKM110 KUMKM475 95 %

1.15.01.17,014 Fasilitasi Akses Permodalan KUMKM Fasilitasi, koordinasi dan pengelolaan permodalan KUMKM

1.440KUMK

M 767 65KUMKM KUMKM85 98% KUMKM70 KUMKM922 64 %

1.15.01.17.015 Peningkatan Pengelolaan Usaha Simpan Pinjam

Pembinaan pengelolaan simpan

pinjam pada koperasi dan kelompok simpan pinjam

2.350 org 942 650 org 650 org 100% 250 org 1842 org 78 %

1.15.01.17.016 Fasilitasi Pengembangan Usaha Mikro

Bintek pengelolaan usaha dan

pemberian bantuan sarana usaha bagi KPUM

564 KPUM 303 KPUM KPUM183 KPUM183 100% KPUM133 KPUM619 109 %

(20)

2.2

(21)

2.3 Analisis Kinerja Pelayanan SKPD

Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengahbelum ada SPM Nasional, sedang Indikator Kinerja Kunci untuk Urusan Wajib Koperasi dan UKM adalah sebagai berikut :

1. Prosentase koperasi aktif adalah Jumlah Koperasi aktif dibanding jumlah seluruh Koperasi kali 100 %;

2. UKM non BPR/LKM UKM adalah jumlah Kelompok Simpan Pinjam berbasis koperasi tetapi belum berbadan hukum koperasi, yang merupakan binaan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Semarang.

3. Usaha Mkro dan Kecil adalah jumlah Usaha Mikro dan Kecil( UMK ) yang merupakan binaan dari Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Semarang dan SKPD terkait yang membina UMK dibanding seluruh Usaha Kecil Menengah.

Tambahan Indikator Kinerja Pelayanan SKPD :

1. Penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM adalah jumlah tenaga kerja yang terserap pada UMKM.

2. Meningkatnya akses pembiayaan KUMKM adalah bertambahnya jumlah Koperasi dan UMKM yang mendapat fasilitasi permodalan non bank (dari dana APBD Kota).

3. Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi dari koperasi aktif.

Indikator yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Dinas Koperasi, UMKM pada tahun 2015 sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD adalah sebagai berikut :

1. Mempertahankan prosentase Koperasi aktif 75 %

(22)

2. Penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM dengan target 2% 3. Meningkatnya jumlah UMKM target 2 %

4. Meningkatnya akses pembiayaan KUMKM 5 %

5. Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi koperasi aktif 55 %

Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja tahun 2013 dan pencapaian kinerja Renstra adalah sebagai berikut :

1. Prosentase Koperasi aktif 75 % : Jumlah koperasi 987 / jumlah koperasi aktif 777 capaian 78,72 %

2. Penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM dengan target 2% : peningkatan jumlah penyerapan tenaga kerja 508 / jumlah tenaga kerja yang telah terserap 17.428 capaian2,91 %.

3. Meningkatnya jumlah UMKM target 2 % : peningkatan jumlah UMKM 175 / jumlah UMKM yang telah ada 11.208 capaian 1,56 %

4. Meningkatnya akses pembiayaan KUMKM 5 % : realisasi penyaluran modal bergulir 243KUMKM / yang telah terfasilitasi 2.243 capaian 10,83 %

5. Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi 46 % dari koperasi aktif: Jumlah Koperasi cukup sehat dan sehat 390/ jumlah koperasi aktif 777 capaian47,49 % Dari hasil capaian kinerja tersebut dapat dilihat bahwa secara umum target kinerja Renstra dapat tercapai.

(23)

PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS KOPERASI, UMKM

KOTA SEMARANG

N

O Indikator

SPM / Standar Nasional

Target Renstra SKPD Realisasi

Capaian Proyeksi Catatan

Analisis IKK Tahun2012 Tahun2013 Tahun2014 Tahun2015 Tahun2012 Tahun2013 Tahun2014 Tahun2015

1 Persentase Koperasi aktif 75 % Persentase Koperasi aktif 75% 75% 75% 75% 78,62% 78,72% 78,73% 78,75%

2

Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi 55 % dari Koperasi aktif

42% 46% 50% 55% 39,59% 47,49% 50% 55%

3 Jumlah penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM meningkat 2% per tahun

16.343 16.669 17.002 17.342 17.428 17.936 18.206 18.479

4 Meningkatnya jumlah UMKM 2 % per tahun

Jumlah Usaha

Mikro dan Kecil 10.587 10.799 11.014 11.235 11.208 11.383 11.496 11.611

5

Meningkatnya akses pembiayaan Koperasi dan UMKM 25 % penguatan kelembagaan KSP/USP dan LKM

2.374 2.492 2.617 2.748 2.763 2.486 2.913 3.005

2.4

(24)

2.5 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

2.3.1 Permasalahan yang dihadapi Koperasi dan UMKM antara lain adalah : a.Lemahnya SDM Pengelola Koperasi dan UMKM;

b. Masih kurangnya kualitas kelembagaan dan organisasi Koperasi; c.Terbatasnya akses sumberdaya produktif terutama terhadap bahan baku,

permodalan, teknologi, sarana pemasaran serta informasi pasar. 2.3.2 Permasalahan yang dihadapi Aparatur Pembina Koperasi dan UMKM

antara lain adalah :

a. Jumlah dan kemampuan pegawai belum sepenuhnya sesuai dengan perkembangan IPTEK;

b. Kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan Dinas belum memadai.

2.6 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas Koperasi, UMKM

2.4.1. Tantangan dibidang pemberdayaan Koperasi dan UMKM adalah : a. Kebanyakan SDM Koperasi dan UMKM berpendidikan kurang

memadai dengan keahlian teknis, kompetensi, kewirausahaan dan manajemen yang seadanya.

b. Terbatasnya akses Koperasi dan UMKM kepada sumberdaya produktif, terutama terhadap bahan baku, permodalan, teknologi, sarana pemasaran serta informasi pasar.

c. Jumlah aparatur yang ada tidak sebanding dengan cakupan jumlah Koperasi dan UMKM. Di sisi lain berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap pengetahuan dan keterampilan bidang perkoperasian dan manajemen usaha terus berkembang.

2.4.2 Peluang dibidang pemberdayaan Koperasi dan UMKM adalah :

a. Komitmen dan dukungan Pemerintah Daerah serta lembaga legislatif terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat melalui perkuatan Koperasi dan UMKM;

(25)

c Koperasi dan UMKM dapat didorong menjadi motor penggerak perekonomian, sebab pada umumnya bergerak di sektor padat karya yang memerlukan investasi relatif rendah, ditunjang dengan tersedianya keragaman bahan baku bagi produk inovatif Koperasi dan UMKM.

d. Perubahan struktur pelaku ekonomi dari pertanian ke agrobisnis, diharapkan akan memacu peluang bagi usaha Koperasi danUMKM terutama di bidang agrobisnis, agroindustri,

e. Dibidang permodalan, potensi masih terbuka luas, untuk menjadikan Lembaga Keuangan Mikro ( LKM ) sebagai kekuatan pembiayaan bagi usaha mikro.

Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.

Penentuan Isu isu Strategis

a. Meningkatkan SDM pengelola Koperasi dan UMKM melalui pembinaan, sosialisasi dan pelatihan ketrampilan dan manajemen usaha.

b. Meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi menuju koperasi yang aktif dan sehat.

c. Meningkatkan akses pasar dengan pengembangan produk-produk unggulan melalui promosi dan pameran, kontak dagang serta dukungan jaringan kemitraan serta sistem informasi pasar guna mendorong perluasan pasar.

d. Meningkatkan pengembangan produktifitas usaha dengan fasilitasi permodalan dan bantuan sarana prasarana usaha.

(26)

2.7 Review terhadap Rancangan Awal RKPD

Seluruh Program dan Kegiatan telah terakomodir dalam Rencana Awal RKPD, namun demikian ada beberapa kegiatan yang digabung dengan kegiatan lainnya dengan tanpa mengurangi pelaksanaan kegiatan yang memeng perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian indikator kinerja pada Renstra Dinas Koperasi dan UMKM. Ada beberapa kegiatan yang anggaranya belum sesuai kebutuhan dengan sesuai dengan sebagai berikut :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

Kegiatan Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah. 2. Program Peningkatan sarana dan prasarana aparatur.

- Pengadaan perlengkapan gedung kantor. - Pengadaan meubeler.

- Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional.

Perlengkapan kantor dan meubeler untuk mengganti peralatan yang sudah banyak yang rusak dan tidak efektif lagi untuk dilakukan service.

(27)

REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD TAHUN 2015

KOTA SEMARANG

Rancangan Awal RKPD Hasil Analisis Kebutuhan

Catatan Penting

No Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja

Target

Kinerja CapaianTarget

Kebutuhan Dana (Rp. 000)

Rp

1 Program Pelayanan Adaministrasi Perkantoran

Kelancaran Pelayanan Administrasi Perkantoran

100% Program Pelayanan Adaministrasi Perkantoran

Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik

Penggunaan telepon untuk komunikasi lancar

12 bl 11.000.000 Penyediaan jasa komunikasi,

sumber daya air dan listrik

Kelancaran kegiatan

dinas 12 bl

Penyediaan jasa pemeliharaan dan

perijinan kendaraan dinas/operasional Pengurusan STNKkendaraan dinas 3 bl 10.000.000

Penyediaan jasa perijinan dan perigurusan STNK kendaraan dinas

Kelancaran kegiatan

dinas 12 bl

Penyediaan alat tulis kantor Tersedia alat tulis

kantor 12 bl

52.300.

000 Penyediaan alat tulis kantor

Kelancaran kegiatan

dinas 12 bl

Penyediaan barang cetakan dan penggandaan

Tersedia belanja penggadaan dan foto copy

12 bl 29.295.000

Penyediaan barang cetakan dan

penggandaan

Kelancaran kegiatan

dinas 12 bl

Penyediaan peralatan rumah tangga

Tersedianya peralatan rumah tangga

12 bl 3.000.000 Penyediaan peralatan rumah tangga Kelancaran kegiatan dinas 12 bl

Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

Penyediaan bahan bacaan dan

peraturan perundang-undangan

Kelancaran kegiatan

dinas 12 bl

(28)

Penyediaan makanan dan minuman Jamuan tamu dan rapat 12 bl 50.000.000 Penyediaan makanan dan minuman Kelancaran kegiatan dinas 12 bl

Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

Biaya perjalanan dinas koordinasi dan konsultasi

12 bl 50.000.000 Rapat-rapat koordinasi dan

konsultasi ke luar daerah

Kelancaran kegiatan

dinas 12 bl 200.000.000

2 Program Peningkatan Saranadan Prasarana Aparatur Meningkatnya

kinerja aparatur 100%

Program Peningkatan Sarana

dan Prasarana Aparatur

Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana aparatur

100%

Pengadaan perlengkapan gedung kantor

Bertambahnya

perlengkapan gedung kantor

4 unit 50.000.000 Pengadaan perlengkapan gedung kantor

Bertambahnya kendaraan dinas / operasional

4 unit 110.000.000

Pengadaan meubelair Bertambahnya

meubelair 13 unit 39.725.000 Pengadaan meubelair Bertambahnya meubelair 13 unit

Pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan dinas/ operasional

Tersedia biaya pemeliharaan kendaraan dinas

22 unit 100.000.000

Pemeliharaan rutin/ berkala

kendaraan dinas/ operasional

Meningkatnya kinerja

aparatur 22 unit 184.440.000

Pemeliharaan rutin/ berkala perlengkapan gedung kantor

Tersedia biaya pemeliharaan peralatan kantor

47 unit 42.400.000

Pemeliharaan rutin/ berkala

perlengkapan gedung kantor

Meningkatnya kinerja

aparatur 47 unit

3 Program Peningkatan PengembanganPelaporan Capaian Kinerja Keuangan

Pelaporan kinerja keuangan

yang akurat dan tepat waktu

100%

Program Peningkatan Pengembangan

Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

Pelaporan kinerja keuangan

yang akurat dan tepat waktu

100%

Penyusunan laporan keuangan semesteran

Laporan keuangan

semesteran 2 buku

Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun

Laporan keuangan

akhir tahun 1 buku Penyusunan RKA SKPD dan DPA

SKPD RKA dan DPA SKPD 3 buku 7.726.000 Penyusunan RKA SKPD dan DPA SKPD RKA dan DPA SKPD 3 buku

(29)

Penyusunan Lakip Lakip SKPD 1 buku 3.820.000 Penyusunan Lakip Lakip SKPD 1 buku

penyusunan LKPJ SKPD LKPJ SKPD 1 buku 5.222.000 penyusunan LKPJ SKPD LKPJ SKPD 1 buku

Penyusunan renstra SKPD Renstra SKPD 1 buku 10.000.000 Penyusunan renstra SKPD Renstra SKPD 1 buku

Penyusunan renja SKPD Renja SKPD 1 buku 4.860.000 Penyusunan renja SKPD Renja SKPD 1 buku

Penunjang kinerja PA, PPK,

Bendahara dan Pembantu Bendahara Pengeluaran

Tersedia honor penunjang kinerja pengelola

anggaran

12 bl 75.000.000

Penunjang kinerja PA, PPK, Bendahara dan Pembantu Bendahara Pengeluaran

Tersedia honor penunjang kinerja

pengelola anggaran 12 bl

4 Program Penciptaan Iklim Usaha Kondusif bagi UMKM 75% Program Penciptaan Iklim Usaha Kondusif bagi UMKM

prosentase Koperasi

aktif 75 % 75%

Perencanaan, koordinasi dan pengembangan UKM

- Koordinasi - Pengelolaan

Website dan data base

- buku saku dan profil dinas

3 kgt 121.030.000 Perencanaan, koordinasi dan pengembangan UKM

Koordinasi Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM

Jumlah penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM tenaga kerja pada sektor UMKM meningkat 2% per tahun

15709 org

Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM

140 org 540.500.000 Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM

Fasilitasi kemitraan usaha dan

akses pasar 1760 org 301 org

(30)

Penyelenggaraan pelatihan

1.000 org 1.000.800.000 Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan Pelatihan kewirausahaan pada pokmas

1000 org

Pelatihan menejemen pengelolaan koperasi / KUD

Pelatihan menejemen pengelolaan koperasi

367 org 500.600.000

Pelatihan menejemen pengelolaan

koperasi / KUD

Pelatihan menejemen pengelolaan koperasi

672 org 367 org

Peningkatan dan pengembangan

OVOP Pengembangan OVOP 120 org 175.000.000 Peningkatan dan pengembangan OVOP

Pelatihan ketrampilan pengembangan produk unggulan

120 org

7 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM

Meningkatkan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM dana pemerintah bagi UMKM

Monev UMKM penerima kredit bergulur

324 org 175.400.000 Pemantauan pengelolaan penggunaan dana pemerintah bagi UMKM

Penyelenggaraan pembinaan industri rumah tangga, industri kecil dan industri menengah pembinaan industri rumah tangga, industri kecil dan industri menengah

Penyelenggaraan promosi produk UMKM

(31)

Fasilitasi Akses Permodalan KUMKM

- Fasilitasi permodalan KUMKM - Verifikasi dan

monev bantuan

Peningkatan Pengelolaan Usaha Simpan Pinjam

Fasilitasi Pengembangan Usaha Mikro

- Verifikasi pemohon banlat - Pemberian banlat - Monev penerima banlat

150

KPUM 1.150.000.000 Fasilitasi Pengembangan Usaha Mikro

Bintek pengelolaan

Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

75% Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

prosentase Koperasi

aktif 75 % 75%

Sosialisasi prinsip - prinsip pemahaman perkoperasian

60 klp 500.566.000 Sosialisasi prinsip - prinsip pemahaman perkoperasian

Sosialisasi prinsip - prinsip

Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi

800 Kop, 500.000.000

Pembinaan, pengawasan penilaian kinerja dan penghargaan koperasi berprestasi

800 Kop,

(32)

Peningkatan dan pengembangan jaringan kerjasama koperasi

- Memfasilitasi kemitraan koperasi - Memfasilitasi dalam rangka Hari Koperasi

- Memfasilitasi kegiatan Dekopinda

-200 kop 396.000.000 Peningkatan dan pengembangan

jaringan kerjasama koperasi

Memfasilitasi pengembangan jaringan kerjasama usaha anggota

200 kop

Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Koperasi

- Pemeringkatan koperasi

- Penilaian kesehatan koperasi - Usulan penghargaan koperasi

310 kop 300.000.000 Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Koperasi

Pembinaan kelembagaan koperasi Kota Semarang

310 kop

7.700.889.000 7.995.329.000

2.8

(33)

2.9 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat diperoleh dari hasil Musrenbang tingkat Kecamatan yang diakomodir sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Koperasi dan UMKM. Usulan yang diakomodir merupakan pelaksanaan Prioritas Pembangunan Daerah Kota Semarang yang dirumuskan dalam Sapta Program terutama program yang pertama yaitu penanganan kemiskinan dan pengangguran. Selain itu juga mengakomodir usulan dari kelompok masyarakat dalam rangka pengembangan KUMKM. Adapun program dan kegiatan yang terkait dengan usulan masyarakat dijabarkan ke dalam program dan kegiatan sebagai berikut :

1. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM Kegiatan Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan, berupa pelatihan teknis ketrampilan usaha bagi masyarakan, utamanya warga miskin produktif agar dapat menjadi wirausaha usaha baru.

2. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM

- Fasilitasi akses permodalan KUMKM, berupa pemberian kredit modal bergulir pada kelompok masyarakat dalam rangka mengembangkan usahanya.

- Fasilitasi pengembangan Usaha Mikro, berupa pemberian bantuan peralatan usaha bagi kelompok pelaku usaha mikro.

(34)

USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN DARI

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN TAHUN 2015

KOTA SEMARANG

No Program / Kegiatan Lokasi Indikator Kinerja Besarnya /Volume Catatan

1 Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM

Penyelenggaraan pelatihan

kewirausahaan 14 kecamatan

Meningkatnya ketrampilan usaha pada

pada masyarakat 800 org

Hasil Musrenbang Kecamatan

2 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM

Fasilitasi Akses Permodalan KUMKM 4 kecamatan Meningkatnya produktifitas usaha masyarakat 6 klp Hasil MusrenbangKecamatan

Fasilitasi Pengembangan Usaha Mikro 14 kecamatan Meningkatnya pendapatan masyarakat 100 klp Hasil MusrenbangKecamatan

(35)

BAB III

TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Tujuan dan sasaran Renja SKPD

Tujuan :

Tujuan penyusunan Renja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Semarang Tahun 2015 adalah sebagai pedoman dalam mencapai target yang termuat dalam RPJMD Kota Semarang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi selama kurun waktu tahun 2015.

Sasaran :

1. Prosentase Koperasi aktif 78,70 %

2. Penyerapan tenaga kerja pada sektor UMKM dengan target 2% 3. Meningkatnya jumlah UMKM target 2 %

4. Meningkatnya akses pembiayaan KUMKM 5 % 5. Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi aktif 55 % 3.2 Program dan Kegiatan

Program dan kegiatan Tahun 2015 adalah sebagai berikut :

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran :

a. Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik; b. Pemeliharaan dan perijinan kendaraan dinas/operasional; c. Penyediaan Alat Tulis Kantor;

d. Penyediaan barang cetakan dan penggandaan; e. Penyediaan peralatan rumah tangga;

f. Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan; g. Penyediaan makan minum;

h. Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah.

(36)

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur :

a. Pemeliharaan rutin / berkala kendaraan dinas / operasional; b. Pemeliharaan rutin / berkala perlengkapan gedung kantor. 3. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan

c. Penyusunan laporan keuangan semesteran; d. Penyusunan laporan keuangan akhir tahun; e. Penyusunan RKA, DPA dan DPPA;

f. Penyusunan Rensra SKPD; g. Penyusunan Renja SKPD; h. Penyusunan LAKIP SKPD; i. Penyusunan LKPJ;

j. Penunjang kegiatan PA, PPK, Bendahara Pengeluaran dan BPP

4. Program Penciptaan Iklim Usaha, Usaha Kecil dan Menengah Yang Kondusif Kegiatan pokok dari program ini adalah :

a. Perencanaan, koordinasi dan pengembangan UKM

5. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM Kegiatan pada program ini adalah :

a. Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM; b. Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan;

c. Pelatihan manajemen pengelolaan Koperasi / KUD; d. Peningkatan dan pengembangan OVOP.

6. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi UMKM kegiatan pokok dari program ini adalah :

a. Penyelenggaraan pembinaan industri

rumah tangga, industri kecil dan industri menengah;

(37)

b. Pemantauan pengelolaan penggunaan dana dana pemerintah bagi UMKM;

c. Penyelenggaraan pembinaan industri

rumah tangga industri kecil dan industri menengah;

d. Penyelenggaraan promosi produk UMKM;

e. Fasilitasi akses permodalan KUMKM;

f. Peningkatan pengelolaan Usaha Simpan

Pinjam;

g. Fasilitasi pengembangan Usaha Mikro.

7. Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Kegiatan dari program ini adalah :

a. Sosialisasi prinsip-prinsip pemahaman

perkoperasian;

b. Pembinaan, pengawasan dan penghargaan

koperasi berprestasi;

c. Peningkatan dan pengembangan jaringan

kerjasama usaha koperasi;

d. Peningkatan kapasitas kelembagaan

koperasi.

Dalam mencapai sasaran program dan kegiatan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang juga mengajukan usulan kegiatan kepada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah melalui Usulan Kegiatan Sektoral Kabupaten / Kota.

Kegiatan yang diusulkan adalah :

1. Peningkatan kualitas kelembagaan KUMKM

Pelaksanaan kegiatan adalah sosialisasi dan pembinaan kelembagaan KUMKM 2. Fasilitasi pengembangan usaha KUMKM

Pelaksanaan kegiatan adalah pelatihan peningkatan kualitas produk dan pengurusan Hak Merk serta PIRT

(38)

3. Fasilitasi permodalan dan pemasaran

Pelaksanaan kegiatan adalah bantuan peralatan usaha dan promosi pemasaran produk UMKM.

Faktor-faktor yang menjadi bahan petimbangan terhadap rumusan program dan kegiatan.

Pencapaian Visi dan Misi kepala daerah,

Visi: Kota Semarang sebagai berikut:

“TERWUJUDNYA SEMARANG KOTA PERDAGANGAN DAN JASA, YANG BERBUDAYA MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA”

Misi:

Dalam mewujudkan Visi Kota Semarang, maka ditempuh melalui 5 (lima) misi pembangunan daerah sebagai berikut:

1. Mewujudkan sumber daya manusia dan masyarakat Kota Semarang yang berkualitas.

2. Mewujudkan pemerintahan kota yang efektif dan efisien, meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menjunjung tinggi supremasi hukum.

3. Mewujudkan kemandirian dan daya saing daerah.

4. Mewujudkan tata ruang wilayah dan infrastruktur yang berkelanjutan. 5. Mewujudkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat

Langkah konkrit untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan dengan memprioritaskan program-program pembangunan yang diwujudkan dalam “SAPTA PROGRAM” yang terdiri sebagai berikut :

1. Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran;

2. Penanganan rob dan banjir; 3. Peningkatan pelayanan publik ;

4. Peningkatan penataan tata ruang dan infrastruktur; 5. Kesetaraan dan keadilan gender;

(39)

6. Peningkatan pelayanan kesehatan; 7. Peningkatan pelayanan pendidikan.

Melalui Sapta Program tersebut, langkah konkrit untuk mendudukkan Kota Semarang sejajar dengan Kota Metropolitan di Indonesia akan lebih cepat tercapai. Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang mengemban Misi Kota Semarangyang ke tiga

Mewujudkan kemandirian dan daya saing daerah dan Sapta Program yang pertama

Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran.Sehingga Visi dan Misi Dinas

Koperasi dan UMKM Kota Semarang adalah sebagai berikut :

VISI

MEWUJUDKAN KOPERASI & UMKM SEBAGAI LEMBAGA USAHA YANG SEHAT BERDAYA SAING DAN BERPERAN DALAM MEMBANGUN PEREKONOMIAN MENUJU MASYARAKAT SEJAHTERA.

MISI

 Menumbuhkembangkan kehidupan berkoperasi;

 Meningkatkan Pengetahuan & Ketrampilan masyarakat;

 Memfasilitasi pengembangan usaha KUMKM.

(40)

RUMUSAN RENCANA PROGRAM

PENCAPAIAN RENSTRA SKPD SAMPAI DENGAN TAHUN 2015

DINAS KOPERASI, UMKM

KOTA SEMARANG

Kode Program / Kegiatan Indikator Kinerja Program(outcome) dan Kegiatan (output)

Rencana Tahun 2015 Rencana Tahun 2016Prakiraan Maju

Lokasi CapaianTarget Kinerja

Kebutuhan Dana/Pagu

Indikatif

Sumb er Dana

Catat an Pentin

g

Target Capai

an Kinerj

a

Kebutuhan Dana/Pagu Indikatif

1.15.01.01 Program Pelayanan Adaministrasi Perkantoran Kelancaran Pelayanan AdministrasiPerkantoran 100% 100%

1.15.01.01.002 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik Penggunaan telepon untuk komunikasi lancar Kota

Smg 12 bl 13.200.000 APBD Kota 12 bl 14.600.000

1.15.01.01.006 Pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas/operasional Pengurusan STNK kendaraan dinas Kota Smg 12 bl 7.500.000 APBD Kota 3 bl 8.000.000

1.15.01.01.010 Penyediaan alat tulis kantor Tersedia alat tulis kantor Kota Smg 12 bl 52.300.000 APBD Kota 12 bl 59.500.000

1.15.01.01.011 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan Tersedia belanja penggadaan dan foto copy Kota Smg 12 bl 29.295.300 APBD Kota 12 bl 38.400.000

1.15.01.01.014 Penyediaan peralatan rumah tangga Tersedianya peralatan rumah tangga Kota Smg 6 bl 3.000.000 APBD Kota 2 bl 4.000.000

1.15.01.01.015 Penyediaan bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan Langganan Koran dan buku peraturan perundangan Kota Smg 12 bl 5.500.000 APBD Kota 12 bl 6.800.000

1.15.01.01.017 Penyediaan makanan dan minuman Jamuan tamu dan rapat Kota Smg 11 bl 50.000.000 APBD Kota 12 bl 55.000.000

(41)

1.15.01.01.018 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah Konsultasi dan koordinasi Kota Smg 11 bl 114.000.000 APBD Kota 12 bl 180.000.00

0

1.15.01.02 Program Peningkatan Saranadan Prasarana Aparatur Meningkatnya kinerja aparatur

Kota Smg

100% 100%

1.15.01.02.024 Pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan dinas/ operasional Tersedia biaya pemeliharaan kendaraan dinas Kota Smg 14 unit 178.748.700 APBD Kota unit14 188.840.000

1.15.01.02.026 Pemeliharaan rutin/ berkala perlengkapan gedung kantor Tersedia biaya pemeliharaan peralatan kantor Kota Smg 60 unit 42.400.000 APBD Kota unit60 50.680.000

1.15.01.06

Program Peningkatan Pengembangan

Pelaporan Capaian Kinerja Keuangan

Pelaporan kinerja keuangan

yang akurat dan tepat waktu 100% 100%

1.15.01.06.002 Penyusunan laporan keuangan semesteran Laporan keuangan semesteran Kota Smg 2 buku 7.500.000 APBD Kota buku2 7.500.000

1.15.01.06.004 Penyusunan pelaporan keuangan akhir tahun Laporan keuangan akhir tahun Kota Smg 1 buku 7.500.000 APBD Kota buku1 7.500.000

1.15.01.06.006 Penyusunan RKA SKPD dan DPA SKPD RKA dan DPA SKPD Kota Smg 3 buku 14.100.000 APBD Kota buku3 14.100.000

1.15.01.06.013 Penyusunan Lakip Lakip SKPD Kota Smg 1 buku 7.500.000 APBD Kota buku1 7.500.000

1.15.01.06.014 Penyusunan Restra Restra SKPD Kota Smg 1 buku 19.750.000 APBD Kota buku1 19.750.000

1.15.01.06.018 penyusunan LKPJ SKPD LKPJ SKPD Kota Smg 1 buku 14.100.000 APBD Kota buku1 14.100.000

1.15.01.06.021 Penyusunan renja SKPD Renja SKPD Kota Smg 1 buku 7.500.000 APBD Kota buku1 7.500.000

1.15.01.06.026

Penunjang kinerja PA, PPK, Bendahara dan Pembantu Bendahara Pengeluaran

Tersedia honor penunjang kinerja pengelola anggaran

Kota Smg

12 bl 81.000.000 APBD

Kota

12 bl 81.000.000

(42)

1.15.01.15 Program Penciptaan Iklim Usaha Kondusif bagi UMKM

1.15.01.15.006 Perencanaan, koordinasi dan pengembangan UKM

- Koordinasi

1.15.01.16 Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM

Jumlah penyerapan tenaga kerja

pada sektor UMKM meningkat 2% 2%

1.15.01.16.003 Memfasilitasi peningkatan kemitraan usaha bagi UMKM - Kontak dagang- Kemitraan UMKM dg pengusaha besar, Perbankan dan BUMN

Kota Smg, luar kota

180 org 445.437.000 APBD Kota 240org 580.000.000

1.15.01.16.006 Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan

Pelatihan kewirausahaan dan ketrampilan usaha pada pokmas

10 kecamat an

1200 org 1.000.800.000 APBD Kota 1.300org 1.100.000.

000

1.15.01.16.007 Pelatihan menejemen pengelolaan koperasi / KUD Pelatihan menejemen pengelolaan koperasi

Kota Smg.

Luar kota 510 org 600.130.000

APBD

Kota 200

org 620.000.000

1.15.01.16.014 Peningkatan dan pengembangan OVOP Pengembangan OVOP Kota Smg 170 org 200.000.000

APBD

Kota 150

org 200.000.000

1.15.01.17 Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM

Meningkatkan akses pembiayaan Koperasi dan UMKM 25 % penguatan kelembagaan KSP/USP dan LKM

5% 5%

1,15,01,17,005 Pemantauan pengelolaan penggunaan dana pemerintah bagi UMKM

Monev UMKM penerima kredit bergulur

(43)

1.15.01.17.008 Penyelenggaraan pembinaan industrirumah tangga, industri kecil dan industri menengah

- Pembinaan tentang ijin usaha UMKM

- Pembinaan tentang packaging

Kota Smg

80 UMKM 85.000.000

APBD

Kota UMKM130 100.000.00

0

1.15.01.17.009 Penyelenggaraan promosi produk UMKM Promosi/pameran produk UMKM

Kota

1.15.01.17,014 Fasilitasi Akses Permodalan KUMKM - Fasilitasi permodalan KUMKM- Verifikasi dan monev bantuan permodalan

1.15.01.17.015 Peningkatan Pengelolaan Usaha Simpan Pinjam Pembinaanperkoperasian bagi kelompok simpan pinjam pada masyarakat

Kota Smg

332 org 300.500.000

APBD

Kota 450

org 350.000.000

1.15.01.17.016 Fasilitasi Pengembangan Usaha Mikro

- Verifikasi pemohon banlat - Pemberian banlat

- Monev penerima banlat

16 kecamat

an 80 klp 752.360.000 APBD Kota

100

klp 1.000.000.000

1.15.01.17.017 Fasilitasi Pengembangan KUMKM Meningkatkan ketrampilan dan manajemen wirausaha pada pelaku usaha mikro

Kota

Smg 390 org 500.000.000 DBHC

HT

390 org 500.000.000

1.15.01.18 Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

Meningkatnya peringkat kesehatan koperasi

Meningkatnya prosentase koperasi aktif

50%

78,70% 78,75%55%

1.15.01.18.004 Sosialisasi prinsip - prinsip pemahaman perkoperasian Sosialisasi peraturan perkoperasian kepada pengelola koperasi

1.15.01.18.005 Pembinaan, pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi Pembinaan, pengawasan, penilaiankinerja dan penghargaan koperasi berprestasi

(44)

1.15.01.18.006 Peningkatan dan pengembangan jaringan kerjasama koperasi

- Memfasilitasi kemitraan koperasi - Memfasilitasi dalam rangka Hari Koperasi

- Memfasilitasi kegiatan Dekopinda

-Kota Smg

1.100 org 400.516.100

APBD Kota

750

kop 550.960.000

1.15.01.18.011 Peningkatan Kapasitas KelembagaanKoperasi - Pemeringkatan koperasi- Penilaian kesehatan koperasi - Usulan penghargaan koperasi

Kota Smg

550 kop 684.674.200

APBD

Kota 500

kop 685.500.000

(45)

BAB IV PENUTUP

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan menengah Kota Semarang secara simultan harus memenuhi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, utamanya Koperasi dan UMKM sebagai berikut :

4. Mengembangkan potensi SDM pembina Koperasi dan UMKM secara berkesinambungan agar mutu pelayanan senantiasa bisa ditingkatkan dengan berupaya memberikan kesempatan untuk mengikutidiklat teknis perkoperasian dan manajemen usaha kecil.

5. Mengembangkan potensi SDM pengelola Koperasi dan UMKM secara berkesinambungan agar kualitas dan kapasitas kelembagaan dan usahanya senantiasa bisa ditingkatkan dengan cara memberikan pelatihan teknis, fasilitasi usaha dan pengembangan wawasan kepada Koperasi dan UMKM;

6. Melengkapi sarana dan prasarana penunjang kinerja aparatur dalam memberikan pembinaan kepada Koperasi dan UMKM.

KEPALA DINAS KOPERASI DAN UMKM KOTA SEMARANG

Dra. LITANI SATYAWATI Pembina Tk. I

NIP. 19610831 198503 2 008

Referensi

Dokumen terkait

Peranan TPP yang seharusnya adalah TPP sebagai tim yang bertugas memberi pertimbangan kepada pimpinan dalam rangka tugas pengamatan terhadap pelaksanaan pembinaan

To know further about that problem, this paper will try to portray hermeneutical approach in interpreting Qur’ân which has been discussed by many scholars such as Hasan

[r]

Artinya, rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih yang akan dihasilkan dari setiap rupiah dana yang tertanam dalam total aset. Hasil penelitian

terhadap masing-masing kuat tekan beton (f c ’). Berdasarkan hasil perhitungan yang peneliti lakukan, maka untuk nilai biaya pembuatan konstruksi balok yang paling

Basis data (atau database) adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program

Berdasarkan nilai absorbansi kurva dan tiga sampel yang diukur pada λ = 265 nm, hanya dipakai dua absorbansi sampel, yaitu yang pertama dan kedua karena sampel ketiga menunjukkan

Sektor lain yang juga berperan besar dalam struktur ekonomi Kalimantan Tengah adalah sektor Perdagangan, Hotel & Restoran dengan andil sebesar 20,88 persen pada triwulan