BAB 1
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi terbesar di Indonesia, memiliki aktivitas geotermal seperti sumber air panas di beberapa wilayahnya.Namun sumber air panas ini belum dimanfaatkan secara optimal.Pada umumnya sumber mata air panas ini masih digunakan sebatas sebagai objek wisata pemandian air panas.Di beberapa tempat, lokasi pemandian air panas telah berubah menjadi pertambangan belerang dan batu kapur yang semakin merusak lingkungan.
Dari sumber mata air panas ini terdapat mikroorganisme termofil yang perlu digali potensinya.Mikroorganisme termofil mampu hidup pada suhu berkisar antara 45-80o C. Kelompok mikroorganisme ini merupakan penghasil berbagai enzim yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang(Brock, 1986).Sebagai sumber enzim, mikroorganisme lebih menguntungkan karena pertumbuhannya cepat, dapat tumbuh pada substrat yang murah, lebih mudah ditingkatkan hasilnya melalui pengaturan kondisi pertumbuhan dan rekayasa genetik, serta mampu menghasilkan enzim yang bekerja pada kondisi ekstrim (Akhdiya, 2003).Enzim yang dihasilkan dari mikroorganisme termofil memiliki karakter yang khas dan bersifat tahan terhadap suhu tinggi (termostabil) yang dapat aktif pada suhu di atas suhu lingkungan hidupnya, sehingga memungkinkan dimanfaatkan di industri yang menggunakan suhu tinggi pada proses produksinya (Rudiana, 2003).
Enzim yang dihasilkan dari mikroorganisme termofil yang mendapat perhatian cukup besar adalah protease.Protease merupakan enzim hidrolase yang mengkatalisis protein menjadi senyawa polipeptida, dipeptida dan asam amino (Rao et al., 1998).
Penggunaan enzim protease pada umumnya sebagai alternatif pengganti bahan-bahan kimia untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Saat ini pemanfaatan protease sangat banyak digunakan dalam bidang industri pembuatan detergen yang berfungsi membersihkan noda pada pakaian (Ahmed et al., 2007). Dalam industri pengolahan makanan, protease dimanfaatkan dalam proses pembuatan keju (Patke and Dey, 1998), dan proses tanning kulit untuk meningkatkan kualitas kulit dan mengurangi dampak pencemaran lingkungan dalam industri pengolahan kulit (Saefuddin, 2013).
Beberapa genus mikroorganisme seperti Bacillus, Pyrococcus, Sulfolobus
(Kamelia et al., 2005), Thermoactinomyces, Streptomyces (Patke dan Dey, 1998),
Pseudomonas, Lysobacter, Escherichia, Serratia, Micrococcus (Vermelho et al., 1996), Clostridium, Proteus, Streptococcus (Hidayat et al., 2006), Thermus dan
Thermonanaerobacter (Huang et al., 2006) merupakanpenghasil protease. Bacillus
licheniformis menghasilkan protease alkali pada suhu 60oC dan pH 10.
Thermoproteus tenax, Desulfurococcus mobilis dan Thermococcus celer mampu menghasilkan protease dalam kondisi anaerob dengan menggunakan sulfur sebagai akseptor elektron pada suhu 85oC (Brock, 1986). Termolisin yang dihasilkan
Bacillus stearothermophilus dengan waktu paruh 1 jam pada suhu 80oC merupakan protease yang sangat stabil (Rao et al., 1998).
Dalam upaya menggali galur-galur bakteri penghasil enzim protease termofilik asli Indonesia, perlu dilakukan eksplorasi mikroorganisme dari berbagai sumber air panas yang ada di Indonesia, di antaranya adalah sumber air panas yang terdapat di beberapa kabupaten di Sumatera Utara. Daerah ini sebagian besar terdiri dari batuan-batuan seperti batu gamping dan batu kapur.Masyarakat setempat pada umumnya masih memanfaatkan sumber air panas ini sebagai salah satu objek wisata yang masih dikelola secara pribadidan juga sebagai alternatif pengobatan penyakit kulit.
1.2Rumusan Permasalahan
Penelitian tentang keberadaan bakteri proteolitik termofilik telah banyak dilakukan pada beberapa sumber air panas di Indonesia namun di Sumatera Utara masih terbatas.Dengan demikian pada penelitian ini, perlu dilakukan isolasi bakteri dan melihat potensi enzim protease termofilik dari sumber air panas di Sumatera Utara.
1.3Tujuan
1. Untuk mendapatkan isolat bakteri termofilik dari beberapa sumber air panas di Sumatera Utara yang berpotensi untuk menghasilkan enzim protease.
2. Untuk mengetahui aktivitas protease kasar isolat bakteri termofilik potensial.
1.4Manfaat
1. Dengan mengetahui keragaman isolat bakteri termofilik proteolitikyang terdapat pada sumber air panas di Sumatera Utaraserta aktivitas protease kasar yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif penghasil enzim protease termofilik untuk industri.
2. Sebagai bahan informasi bagi penelitian selanjutnya.