perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN ANTARA PASIEN
PRIMIGRAVIDA DAN MULTIGRAVIDA PADA KEHAMILAN
TRIMESTER KETIGA
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Persyaratan
Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
Dilla Kusumasari
G0005086
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
PERNYATAAN
Dengan ini menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah
diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan
sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah
ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam
naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.
Surakarta, Mei 2010
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
iii
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan judul : Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Pasien
Primigravida dan Multigravida pada Kehamilan Trimester Ketiga
Dilla Kusumasari, G0005086/X, Tahun 2010
Telah diuji dan sudah disahkan di hadapan Dewan Penguji Skripsi
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta
Pada Hari ... , Tanggal ...
Pembimbing Utama
Prof.Dr.H.M.Syamsulhadi,dr.SpKJ(K) ...
NIP. 130543952
Pembimbing Pendamping
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id between prim gravid and multigravid in third trimester.
Method : An observational analytic study with a cross sectional method was
conducted. The sampling technique used quota sampling (n=60, 30 prim gravid; 30 multigravid). Both subject was patient in RSUD Sukoharjo. The instruments used in the study were patient’s data form, L-MMPI and TMAS questionnaire. It was analyzed by t test.
Result : The result reveals that the most third trimester pregnant woman has been
found in 20-25 years old. Prim gravid mean was 25.10, and multigravid was 20.00. Difference of anxiety was showed by difference mean from its variable, 5.10. Statistically it was significant (p = 0.019).
Conclusion : In conclusion, there is a difference of anxiety between prim gravid and
multigravid in third trimester. Prim gravid is more frighten than multigravid. That’s why, pregnant woman is suggested to get antenatal care regularly. Beside that, good counseling about reproduction and birth should be conducted by the doctor.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
v
ABSTRAK
Dilla Kusumasari, G0005086, 2010, Perbedaan Tingkat Kecemasan antara Pasien
Primigravida dan Multigravida pada Kehamilan Trimester Ketiga, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Tujuan : Kehamilan pada umumnya merupakan ujian yang berat bagi seorang wanita
dan menimbulkan ketakutan serta kecemasan. Kecemasan yang timbul biasanya akibat informasi yang salah mengenai kehamilan dan kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat kecemasan antara pasien primigravida dan multigravida pada kehamilan trimester ketiga.
Metode : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional. Jumlah sampel sebanyak 30 orang pasien primigravida dan 30 orang pasien multigravida rawat jalan RSUD Sukoharjo dipilih dengan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan 3 cara yaitu responden mengisi formulir biodata, kuesioner L-MMPI, dan kuesioner TMAS. Data dianalisis dengan uji t yang digunakan untuk menguji hipotesis bila populasi terdiri atas dua atau lebih kelas, data berbentuk interval rasio dan sampelnya kecil.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan jumlah terbesar ibu hamil trimester ketiga
terdapat pada kelompok usia 20-25 tahun. Ibu hamil primigravida mempunyai nilai rata-rata 25.10 sedangkan ibu hamil multigravida mempunyai nilai rata-rata 20.00. Perbedaan tingkat kecemasan ditunjukkan dimana perbedaan nilai rata-rata dari variabel adalah 5.10, secara statistik signifikan ( p = 0.019 ).
Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan adanya tingkat kecemasan pasien
primigravida dan multigravida pada kehamilan trimester ketiga, dimana pasien primigravida lebih cemas dibanding pasien multigravida. Oleh sebab itu ibu hamil diharapkan melakukan perawatan kehamilan secara teratur, selain itu dokter juga memberi penjelasan yang terarah tentang proses reproduksi dan persalinan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
PRAKATA
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
bimbingan dan anugerahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan
skripsi yang berjudul Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Pasien Primigravida
dan Multigravida pada Kehamilan Trimester Ketiga.
Penyusunan skripsi dimaksudkan untuk melengkapi tugas, guna memenuhi
syarat-syarat yang ditetapkan untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran. Pada
kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :
1. Prof.Dr.A.A.Subijanto,dr.MS selaku dekan Fakultas Kedokteran Universitas
Sebelas Maret Surakarta.
2. Tim Skripsi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
3. Prof.Dr.H.M.Syamsulhadi,dr.SpKJ(K) selaku pembimbing utama.
4. Drs.Bagus Wicaksono,MSi selaku pembimbing pendamping.
5. Prof.Dr.Aris Sudiyanto,dr.SpKJ(K) selaku penguji utama
6. Dr.Kijatno,dr.M.Or.PFK selaku anggota penguji
7. Dan segenap pihak-pihak yang telah membantu penulisan skripsi ini.
Akhir kata penulis memohon kritik dan saran apabila dalam penulisan skripsi ini
masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan.
Surakarta, Mei 2010
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 11
A. Jenis Penelitian ... 11
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
C. Subjek Penelitian ... 11
D. Instrumen Penelitian ... 11
E. Teknik Sampling dan Ukuran Sampel ... 11
F. Variabel Penelitian ... 12
G. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 12
H. Desain Analisis Data ... 14
I. Cara Kerja dan Teknik Pengumpulan Data ... 14
J. Rancangan Penelitian ... 15
BAB IV. HASIL PENELITIAN ... 16
A. Ciri ciri Subjek Penelitian ... 16
B. Analisis Data ... 17
BAB V. PEMBAHASAN ... 19
BAB VI. SIMPULAN DAN SARAN ... 23
A. Simpulan ... 23
B. Saran ... 23
DAFTAR PUSTAKA... ... 26
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Pada ibu hamil trimester
ketiga di RSUD Sukoharjo. ... 16
Tabel 4.2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kehamilan. ... 16
Tabel 4.3 Hasil Analisis Tingkat Kecemasan berdasar TMAS dalam
Crosstab ... 17
Tabel 4.4 Hasil Analisis Uji-t Group Statistic ... 18
Tabel 4.5 Hasil Analisis Uji-t Independen Sample Test Perbedaan Tingkat
Kecemasan Antara pasien primigravida dan multigravida pada
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Kerangka Pemikiran ... 10
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Surat ijin penelitian di RSUD Sukoharjo ... 28
Lampiran B Surat keterangan penelitian dari RSUD Sukoharjo ... 29
Lampiran C Kuesioner data dan identitas pasien ... 30
Lampiran D Kuesioner L-MMPI ... 31
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Anxietas atau cemas merupakan istilah yang sangat akrab dengan
kehidupan sehari-hari. Istilah ini menggambarkan keadaan khawatir, gelisah,
takut, tidak tenteram dan sebagainya, disertai berbagai kondisi atau situasi
kehidupan, berbagai gangguan fisik maupun mental (Sasanto Wibisono , 1990).
Sumber kecemasan pada umumnya meliputi : hubungan dengan orang
lain, keadaan kesehatan, keadaan anak, kehamilan, menjadi tua, permasalahan
rumah tangga, pekerjaan, promosi, kesulitan keuangan dan ujian (Priest , 1983)
Kecemasan dapat muncul bila seseorang mengalami suatu perubahan
dalam hidupnya misalnya kehamilan. Ketika hamil gejolak emosional termasuk
perasaan takut dan kecemasan berubah dengan semakin tua umur kehamilan
(Prawirohardjo , 1997)
Sebenarnya kecemasan merupakan gejala normal pada manusia dan
disebut patologik bila gejalanya menetap dalam jangka waktu tertentu dan
mengganggu ketenteraman individu. Pada keadaan normal, anxietas muncul bila
seseorang menghadapi bahaya dan biasanya bersifat ringan berlangsung dalam
waktu singkat dan akan hilang bila situasi yang membahayakan itu berlalu (Rees,
cit. Nuhriawangsa, 1992).
Bagi seorang wanita yang belum pernah hamil sebelumnya mungkin
kehamilan itu sangat menggelisahkan. Antara kenyataan dan khayalan atau
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 2
berubah, dia akan merasa terikat dan terbatas oleh suatu tanggung jawab yang
besar. Dia akan mengalami pengalaman psikologis yang penting, termasuk
kegelisahan, rasa sakit dan sedikit resiko bagi kehidupannya (Pitt, 1993).
Kehamilan pada umumnya merupakan ujian berat bagi seorang wanita
dan menimbulkan ketakutan serta kecemasan bagi dirinya. Kecemasan muncul
biasanya disebabkan oleh informasi atau cerita-cerita yang tidak benar tentang
kehamilan dan kelahiran, harapan yang ada dalam pikirannya, penolakan bayi
dalam kandungannya, kecemasan juga dapat muncul disebabkan oleh
perubahan-perubahan fisik pada dirinya, pengalaman internal sebelumnya dan tergantung
pada kepribadian wanita itu sendiri (Kartono, 1992).
Wanita yang hamil mengalami perubahan biologis, fisiologis dan
psikologis yang nyata. Perilaku terhadap kehamilan mencerminkan perasaan
yang mendalam tentang reproduksi, waktu kehamilan, kehamilan direncanakan,
kehamilan diinginkan, kualitas hubungan dengan suami, menikah, usianya,
riwayatnya, rasa identitasnya dan reaksinya menjadi calon ibu (Kaplan dan
Sadock, 1985).
Wanita yang hamil mungkin mengalami kecemasan tentang berbagai
masalah dari satu trimester ke trimester selanjutnya. Selama kehamilan
khususnya jika merupakan kehamilan yang pertama (primigravida), ibu
mengingat kembali stadium awal perkembangannya sendiri. Diantara
stadium-stadium itu proses separasi individuasi akan mempunyai kepentingan besar. Rasa
takut yang tidak disadari dan khayalan yang berhubungan dengan kehamilan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 3
sendiri. Saat kehamilan mendekati akhirnya (trimester ketiga) masalah praktisnya
adalah berhubungan dengan seorang bayi. Orang tua seringkali merasa khawatir
tentang masalah kesehatan tertentu, misalnya apakah bayi ini akan cacat? Tetapi
pada kebanyakan kasus rasa kekhawatiran tersebut tidak dikatakan (Kaplan dan
Sadock, 1985).
Trimester ketiga adalah trimester terakhir dari kehamilan. Janin ibu
sedang berada di dalam tahap penyempurnaan dan akan semakin bertambah
besar, besar, dan besar sampai memenuhi seluruh anggota rahim. Semakin besar
janin maka akan semakin terasa seluruh pergerakan yang dilakukan olehnya.
Jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan tanda-tanda kegawatan
seperti tanda kelahiran prematur. Ibu hamil harus banyak mengkonsumsi asupan
nutrisi yang bergizi dan juga jaga asupan cairan untuk janin. Trimester terakhir
ini akan diwarnai dengan peningkatan frekuensi ke kamar mandi, sesak karena
tekanan di diafragma, dan heartburn (Scumdoctor, 2006).
B. Perumusan Masalah
Adakah perbedaan tingkat kecemasan antara pasien primigravida dan
multigravida pada kehamilan trimester ketiga?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya perbedaan kecemasan
pada pasien primigravida dan multigravida pada kehamilan trimester ketiga di
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 4
D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memiliki dua manfaat, yaitu :
1. Manfaat Praktis
Memberikan gambaran mengenai tingkat kecemasan pasien primigravida
dengan multigravida dalam menghadapi persalinan yang berguna bagi
penelitian sejenis selanjutnya dan juga memberikan kesempatan intervensi
psikiatri untuk prevensi konseling bagi wanita hamil yang cemas dalam
menghadapi persalinan.
2. Manfaat Teoritis
Menambah pemahaman tentang tingkat kecemasan terutama dalam
hubungannya dengan persalinan pasien primigravida dan multigravida yang
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
1. Kecemasan
Kecemasan atau dalam Bahasa Inggrisnya ”anxiety” berasal dari
Bahasa Latin ”angustus” yang berarti kaku, dan ”ango, anci” yang berarti
mencekik (Trismiati, 2004).
Kecemasan (anxietas) adalah suatu keadaan yang ditandai dengan
perasaan ketakutan yang disertai dengan tanda somatik yang menyatakan
terjadinya hiperaktivitas sistem saraf otonom. Kecemasan adalah gejala tidak
spesifik yang sering ditemukan dan merupakan suatu emosi yang normal
(Kusuma, 1997).
Saat dilanda stress, tubuh telah dirancang untuk merespon dengan
memproduksi adrenalin. Hormon ini merangsang beberapa fungsi tubuh
sambil melembabkan beberapa bagian lainnya. Reaksi normal yang terjadi
secara otomatis ini dikenal sebagai respon ”fight or flight” (bertarung
atau pergi), dan biasanya dipicu oleh saat-saat dimana merasa terancam.
Setelah ancaman itu lewat, level adrenalin akan menurun, dan kita kembali
ke rutinitas normal tanpa terus menerus mengkhawatirkan ancaman tadi,
atau perasaan yang muncul karenanya (Kusuma, 1997).
Tetapi, orang-orang yang menderita karena stress dan masalah
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 6
lebih lama dan lebih merusak. Saat ancaman yang mereka alami menghilang,
perasaan-perasaan yang muncul karena adrenalin mereka yang meningkat
akan tetap bertahan, lama setelah level adrenalin kembali menurun.
(Yayasan Permata Hati Kita, 2003).
Kecemasan merupakan stresor yang dapat merangsang
hypothalamus. Stimulus ini akan direspon oleh hypothalamus dengan
mengeluarkan hormon vasopressin dan corticotrophin releasing factor
(RCF). Kedua hormon tersebut akan mempengaruhi daya retensi air dan ion
natrium serta mengakibatkan kenaikan volume darah (Widodo dkk, 2006)
Kecemasan juga dapat merangsang sistem saraf simpatik di medulla
kelenjar adrenal. Pada keadaan ini akan terjadi peningkatan katekolamin dan
merangsang peningkatan sekresi hormon adrenalin sehingga meningkatkan
tekanan darah, takikardi, dilatasi pupil, koagulabilitas darah meningkat dan
aliran darah ke otot dan otak juga meningkat (Widodo dkk, 2006).
Gejala awal sindrom ansietas dapat dikenali dengan memperhatikan
adanya keluhan psikis dan somatis sebagai berikut :
a. Gejala psikis.
Penampilan berubah, sulit konsentrasi, mood berubah, mudah marah,
cepat tersinggung, gelisah, tak bisa diam, timbul rasa takut.
b. Gejala somatis.
Sakit kepala, gangguan tidur, impotensi, keluhan berbagai sistem,
misal sistem kardiovaskular, sistem pernafasan, gastrointestinal dan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 7
Beratnya suatu stres sebagian besar tergantung pada penilaian
individu itu sendiri terhadap stresnya. Setiap individu mengalami suatu pola
stres yang khas lagi berubah-ubah. Penilaiannya terhadap stres tergantung
pada : umur, sex, kepribadian, inteligensi, emosi, status sosial atau pekerjaan
individu itu (Maramis, 2005).
2. Kehamilan
Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita,
khususnya pada alat-alat genetalia eksterna, interna dan pada payudara.
Perubahan ini dapat dijadikan sebagai tanda atau gejala untuk mendiagnosis
kehamilan. Beberapa tanda kehamilan antara lain sebagai berikut :
a. Amenorea atau tidak dapat haid. Gejala ini sangat penting karena
umumnya wanita hamil tidak mendapat haid lagi.
b. Nausea dan Emesis. Nausea (enek) terjadi umumnya pada bulan-bulan
pertama kehamilan, kadang-kadang disertai oleh Emesis (muntah).
c. Mengidam atau mengingini makanan atau minuman tertentu. Mengidam
umumnya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan akan tetapi
menghilang dengan makin tuanya umur kehamilan.
d. Pingsan kadang-kadang dapat dijumpai terutama bila berada di
tempat-tempat ramai.
e. Payudara menjadi tegang dan membesar. Keadaan ini disebabkan oleh
pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan alveoli
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 8
f. Anoreksia atau tidak ada nafsu makan. Pada bulan-bulan pertama terjadi
anoreksia, tetapi setelah itu nafsu mkan timbul lagi.
g. Sering kencing terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan
pertama kehamilan tertekan uterus yg mulai membesar.
h. Obstipasi terjadi karena tonus otot menurun yang disebabkan oleh
hormon steroid.
i. Pigmentasi kulit pada pipi, hidung, dan dahi kadang-kadang tampak
deposit pigmen yang berlebihan, dikenal sebagai kloasma gravidarum.
j. Epulis yaitu hipertrofi papilla gingivae.
k. Varises sering terjadi pada triwulan terakhir terutama pada daerah
genitalia eksterna, fossa poplítea, kaki dan betis.
l. Tanda Hegar. Pada minggu pertama ismus uteri mengadakan hipertrofi
seperti korpus uteri, sehingga ismus menjadi panjang dan lunak, yang di
dalam istilah obstetri dikenal sebagai Hegar Sign.
m. Tanda Chadwick yaitu perubahan warna karena hipervaskularisasi yang
mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih merah, agak kebiruan.
n. Tanda Piscaseck. Uterus membesar ke salah satu jurusan hingga
menonjol jelas ke jurusan pembesaran tersebut.
o. Tanda Braxton-Hicks. Bila uterus dirangsang mudah berkontraksi. Tanda
ini khas untuk uterus dalam masa hamil.
Kehamilan pada umumnya merupakan ujian yang berat bagi
seorang wanita dan menimbulkan ketakutan serta kecemasan pada dirinya.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 9
kehamilan dan kelahiran, harapan yang ada dalam pikirannya, penolakan
bayi pada kandungannya. Kecemasan juga dapat disebabkan oleh karena
perubahan-perubahan fisik pada dirinya, meningkatnya kebutuhan keamanan
sosial baginya, pengalaman internal sebelumnya dan tergantung pula pada
kepribadian wanita itu sendiri (Kartono, 1992).
Komplikasi kehamilan tidak semuanya disebabkan oleh gangguan
organik, beberapa diantaranya ditimbulkan atau diperberat oleh gangguan
kejiwaan (Prawirohardjo, 1997).
3. Primigravida
Primigravida adalah seseorang yang baru pertama kali melahirkan.
Biasanya seorang primigravida sangat cemas, gelisah dan takut menghadapi
proses persalinan yang akan dijalaninya karena mereka belum mempunyai
pengalaman sama sekali tentang bagaimana harus menjalaninya (Kartono,
1992).
4. Multigravida
Multigravida adalah seseorang yang sudah melahirkan lebih dari satu
kali. Berbeda dengan primigravida, biasanya multigravida lebih tenang dan
tidak takut menghadapi persalinannya nanti. Karena multigravida sudah
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 10
B. Kerangka Berpikir
Gambar 1. Kerangka Teori
C. Hipotesis
Dalam penelitian ini dikemukakan hipotesis bahwa ada perbedaan
tingkat kecemasan antara pasien primigravida dan multigravida pada kehamilan
trimester ketiga di RSUD Sukoharjo. Pasien primigravida lebih cemas dibanding
pasien multigravida.
Kecemasan
Faktor penggangu
-peristiwa mendadak, kecelakaan atau kematian anggota keluarga
-konflik suami istri -cacat badan -penyakit menular
-masalah ekonomi atau keuangan keluarga
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan
pendekatan Cross Sectional.
B. Lokasi penelitian
Penelitian ini dilakukan di bagian Poliklinik Kebidanan dan Kandungan
RSUD Sukoharjo.
C. Subyek Penelitian
Pasien primigravida dan multigravida pada kehamilan trimester ketiga di
Bagian Poliklinik Kebidanan dan Kandungan RSUD Sukoharjo.
D. Instrumen Penelitian
1. Formulir Biodata
2. Kuesioner L-MMPI
3. Kuesioner TMAS
E. Teknik Sampling dan Ukuran Sampel
Pada penelitian ini penetapan sampel digunakan teknik Quota Sampling,
yaitu ditetapkan jumlah sampel 60 orang masing-masing 30 orang primigravida
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 12
diambil sebagai sampel sampai didapat sejumlah yang telah ditentukan yaitu 30
orang primigravida dan 30 orang multigravida.
Jumlah sampel dihitung dengan menggunakan rumus :
F. Variabel Penelitian
1. Variabel bebas :
Kehamilan pasien primigravida dan multigravida
2. Variabel terikat :
Kecemasan pasien primigravida dan multigravida
3. Variabel Luar :
a. Peristiwa mendadak atau kecelakaan atau kematian anggota keluarga
b. Hubungan suami istri yang kurang baik
c. Cacat badan bawaan
d. Penyakit menahun
e. Masalah ekonomi atau keuangan keluarga
f. Kepribadian Premorbid
G. Definisi Operasional Variabel Penelitian
1. Variabel bebas
a. Primigravida adalah seseorang wanita yang hamil untuk pertama kali
b. Multigravida adalah seseorang wanita hamil untuk kedua kalinya
atau lebih.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 13
2. Variabel terikat
Kecemasan sebagai keadaan pada subjek penelitian diukur dengan TMAS,
sebagai cut off point yaitu :
a. Cemas: bila skor TMAS > rata-rata jawaban responden.
b. Tidak cemas: bila skor TMAS < rata-rata jawaban responden.
c. Skala ukuran : interval
3. Variabel Pengganggu
a. Peristiwa mendadak yaitu kejadian yang terjadi secara tiba-tiba tanpa
dapat diduga sebelumnya.
b. Hubungan suami istri yang kurang baik yaitu keadaan atau suasana
yang kurang menyenangkan antara pasangan suami istri dalam
keluarga.
c. Cacat badan yaitu keadaan yang mengenai tubuh seseorang yang kurang
sempurna atau tidak sempurna.
d. Penyakit menahun yaitu penyakit yang mengenai tubuh seseorang yang
tidak sembuh-sembuh.
e. Masalah ekonomi keluarga yaitu keadaan keuangan dalam rumah tangga
yang memerlukan pemecahan atau penanganan (Depdikbud, 1993).
f. Kepribadian Premorbid yaitu kondisi kepribadian seseorang sebelum
mulai definitif gangguan, beberapa penelitian melihat kepribadian
premorbid untuk menentukan faktor psikologis bagi pengembangan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 14
H. Desain Analisis Data
Data yang diperoleh dari penelitian akan diuji dengan uji t. Uji t adalah
teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis bila dalam populasi
tersebut terdiri atas dua atau lebih kelas, data berbentuk interval atau rasio dan
sampelnya kecil.
I. Cara Kerja dan Teknik Pengumpulan Data
1. Responden mengisi biodata
2. Responden mengisi kuesioner L-MMPI untuk mengetahui angka
ketidakjujuran subjek. Bila didapatkan angka ³ 10 maka responden invalid
dan dikeluarkan dari sampel penelitian.
3. Responden mengisi kuesioner TMAS untuk mengetahui angka kecemasan.
Responden dinyatakan cemas bila jawaban yang favorable ³ 21 dan tidak
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 15
J. Rancangan Penelitian
Gambar 2. Rancangan Penelitian
Graviditas
Formulir biodata +
Kuesioner L-MMPI Formulir biodata
+
Kuesioner L-MMPI
Multigravida Primigravida
Kelompok Kontrol
Kuesioner TMAS Kuesioner TMAS
Subjek Penelitian
Analisis Data
Tidak Cemas Cemas Tidak Cemas Cemas
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
BAB IV
HASIL PENELITIAN
Dari penelitian yang dilakukan dengan pengisian quisioner pada ibu hamil
trimester ketiga RSUD Sukoharjo diperoleh hasil sebagai berikut:
A. Ciri ciri Subjek Penelitian
Tabel 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Usia Pada ibu hamil trimester ketiga
di RSUD Sukoharjo.
Usia Jumlah Pesentase
20 – 25 tahun
Dari tabel 4.1 diketahui bahwa berdasarkan pembagian kelompok usia,
jumlah terbesar ibu hamil trimester ketiga terdapat pada kelompok usia 26-30
tahun sebanyak orang 25 orang (41,7%), sedangkan kelompok usia 20-25 tahun
sebanyak 13 orang (21,7%) dan kelompok usia > 35 tahun sebanyak 22 orang
(36,6%).
Tabel 4.2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kehamilan.
Jenis Kehamilan Jumlah Pesentase
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 17
Dari tabel 4.2 diketahui jumlah ibu yang baru pertama kali hamil atau
primigravida 30 orang (50 %) dan ibu yang sudah beberapakali hamil atau
multigravida sebanyak 30 orang (50 %).
B. Analisis Data
Untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat kecemasan antara pasien
primigravida dan multigravida pada kehamilan trimester ketiga digunakan uji-t,
dengan hasil quisioner TMAS. Hasil analisis ditunjukkan pada tabel berikut:
1. Hasil TMAS crosstabulasi
Tabel 4.3 Hasil Analisis Tingkat Kecemasan berdasar TMAS dalam Crosstab
Pasien Total
ibu hamil trimester ketiga yang mengalami kecemasan pada primigravida 22
orang (66.7%) dan pada multigravida 11 orang (33.3%), sedangkan yang tidak
mengalami kecemasan pada primigravida 8 orang (29.6%) dan pada
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 18
2. Analisis Uji-t
Tabel 4.4 Hasil Analisis Uji-t Group Statistic
Pasien N Mean Std.Deviasi Std.Mean
Kecemasan Antara pasien primigravida dan multigravida pada kehamilan trimester ketiga
Variable Uji-t Perbandingan Mean
t p Perbedaan
Pada Tabel 4.4 dan tabel 4.5 menunjukan hasil analisis statistik uji-t untuk
mengetahui nilai kecemasan ibu hamil trimester ketiga. Pada tabel 4.4
menunjukan ibu hamil primigravida mempunyai nilai kecemasan yang lebih
tinggi dibanding ibu hamil multigravida yang ditunjukan dengan nilai mean
25.10 sedangkan ibu hamil multigravida mempunyai nilai rata-rata
20.00.Perbedaan tingkat kecemasan ditunjukan pada Tabel 4.5 dimana perbedaan
nilai mean dari variable adalah 5.10. Perbedaan tersebut secara statistik
signifikan (p=0.019).
Dari hasil analisis statistik tersebut diatas menunjukan adanya perbedaan
tingkat kecemasan antara pasien primigravida dan multigravida pada kehamilan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
BAB V
PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil analisis pada bab IV, diketahui bahwa berdasarkan
pembagian kelompok usia, jumlah terbesar ibu hamil trimester ketiga terdapat pada
kelompok usia 26-30 tahun sebanyak orang 25 orang (41,7%), sedangkan kelompok
usia 20-25 tahun sebanyak 13 orang (21,7%) dan kelompok usia > 35 tahun
sebanyak 22 orang (36,6%). Ibu hamil primigravida mempunyai nilai kecemasan
yang lebih tinggi dari pada ibu hamil multigravida yang ditunjukan dengan nilai
rata-rata 25.10 sedangkan ibu hamil multigravida mempunyai nilai mean 20.00. Perbedaan
tingkat kecemasan ditunjukan dimana perbedaan nilai mean dari variable adalah
5.10. Perbedaan tersebut secara statistik signifikan (p=0.019). Jadi dari hasil analisis
statistik tersebut menunjukan adanya perbedaan tingkat kecemasan antara pasien
primigravida dan multigravida pada kehamilan trimester ketiga.
Adanya perbedaan ini mungkin disebabkan oleh karena primigravida sedang
mengalami sesuatu yang baru yang belum pernah dialaminya dan pengalaman
tersebut tidak membuatnya merasa nyaman. Ia merasakan ketidaknyamanan fisik,
merasakan keletihan oleh karena kurang cukup tidur pada waktu malam, merasa
cemas akan kesejahteraan atau keadaan janin yang dikandungnya, juga takut merasa
sakit pada persalinan nanti.
Salah satu kecemasan pada saat terakhir kehamilan (trimester ketiga),
khususnya pada primigravida adalah kapan persalinan akan dimulai? Bagaimana
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 20
berlangsung? Orang tua juga mencemaskan apakah kelahiran akan dimulai pada saat
yang tidak menguntungkan, apakah mereka akan terlalu terlambat tiba di rumah sakit
atau memanggil bidan, khayalan melahirkan anak dalam perjalanan atau dirumah
tanpa bantuan orang yang ahli juga sangat menggelisahkan. Meskipun demikian
sebenarnya masih ada waktu beberapa jam antara permulaan persalinan dan fase
pertama persalinan, jadi ada waktu cukup untuk menghubungi tempat yang benar atau
meminta bantuan yang diperlukan. Sedangkan pada kelahiran berikutnya, cenderung
terjadi lebih cepat tetapi multigravida sudah sedikit berpengalaman disbanding
primigravida sehingga akan bisa mengantisipasinya agar tidak terlambat dalam
persalinannya.
Perawatan antenatal yang teratur dapat menurunkan secara mendasar
mortalitas dan morbiditas ibu dan anak, perawatan antenatal yang memadai juga
dapat mengurangi resiko dalam persalinan. Resiko dalam persalinan yang sering
dijumpai yaitu perpanjangan dari kelahiran bayi, partus lama, hal ini tidak terlepas
dari faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan yaitu : power, passage, passenger,
psikis, penolong (Rose wendy, 1993).
Faktor psikis dalam menghadapi persalinan merupakan faktor yang sangat
mempengaruhi lancar tidaknya proses kelahiran. Dukungan yang penuh dari anggota
keluarga penting artinya bagi seorang ibu bersalin terutama dukungan dari suami
sehingga membrikan support moril terhadap ibu (Stuart dan Sudden, 1998).
Namun demikian faktor psikis selama ini belum mendapatkan perhatian oleh
penolong persalinan, para dokter dan bidan hampir-hampir tidak mempunyai waktu
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 21
disibukkan oleh faktor-faktor jasmaniah. Pada umumnya para dokter dan bidan
menganggap tugas mereka telah selesai apabila bayinya sudah lahir dengan selamat
dan ibunya tidak menunjukkan tanda-tanda patologis (Pitt Brice, 1996).
Wanita yang hamil mengalami perubahan biologis, fisiologis dan psikologis
yang nyata. Perilaku terhadap kehamilan mencerminkan perasaan yang mendalam
tentang reproduksi, waktu kehamilan, kehamilan direncanakan, kehamilan
diinginkan, kualitas hubungan dengan suami, menikah, usianya, riwayatnya, rasa
identitasnya dan reaksinya menjadi calon ibu (Kaplan dan Sadock, 1995).
Menurut data WHO, sebanyak 99 persen kematian ibu akibat masalah
persalinan atau kelahiran yang dirujuk oleh tenaga kesehatan, terjadi di negara-negara
berkembang, sehingga ibu hamil sering merasa cemas terhadap kehamilannya. Peran
seorang ibu sangat besar dalam pertumbuhan, perkembangan bayi dan anak. Ibu
hamil yang mengalami gangguan kesehatan bias berpengaruh pada kesehatan janin
dalam kandungan hingga kelahiran dan masa pertumbuhan bayi dan anaknya nanti
(Wikipedia, 2009).
Faktor pengganggu yang dimungkinkan berpengaruh terhadap kecemasan ibu
hamil hanya masalah ekonomi saja yang didapatkan dalam penelitian ini, tetapi tidak
terdapat hubungan yang bermakna dengan kecemasan baik pada primigravida
maupun pada multigravida. Faktor pengganggu lain yaitu hubungan suatu istri yang
kurang harmonis, peristiwa mendadak, cacat badan bawaan dan penyakit menahun
tidak terdapat pada responden penelitian ini. Hal ini mungkin disebabkan oleh karena
jumlah sampel yang tidak begitu besar, mengingat keadaan perekonomian saat ini dan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 22
Penelitian ini juga mempunyai keterbatasan antara lain : penelitian dilakukan
di daerah pedesaan, peneliti tidak mengetahui kehidupan sehari-hari pasien
primigravida dan multigravida, peneliti tidak mengetahui ada atau tidaknya konflik
rumah tangga, peneliti tidak mengetahui kebiasaan yang dilakukan pasien, peneliti
juga tidak mengetahui ada atau tidaknya gangguan psikologis pada pasien.
Penelitian ini juga mempunyai beberapa faktor resiko misalnya adanya
kepribadian premorbid pada pasien, terjadinya kekerasan rumah tangga yang
mengakibatkan kecemasan yang berlebihan pada pasien primigravida dan
multigravida, suami yang tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan pasien, bisa
juga janin yang dikandung bukan benih dari pasangan pasien tersebut. Beberapa
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Telah dilaksanakan penelitian dengan judul perbedaan tingkat kecemasan
antara pasien primigravida dan multigravida pada kehamilan trimester ketiga di
RSUD Sukoharjo dengan hasil sebagai berikut :
1. Ada perbedaan tingkat kecemasan antara pasien primigravida dan
multigravida pada kehamilan trimester ketiga di RSUD Sukoharjo, dimana
primigravida lebih cemas dibandingkan multigravida.
2. Variabel pengganggu yang didapatkan dalam penelitian ini adalah masalah
ekonomi, keterbatasan ilmu pengetahuan dan pendidikan tentang kehamilan
akan tetapi tidak didapatkan adanya hubungan yang bermakna dengan
kecemasan baik pada primigravida maupun multigravida.
3. Variabel pengganggu lain yang dimungkinkan berpengaruh pada kecemasan
yaitu peristiwa mendadak, hubungan suami istri yang tidak harmonis, cacat
badan bawaan dan penyakit menahun tidak didapatkan pada responden
penelitian ini.
B. SARAN
1. Untuk mendapatkan hasil yang optimal disarankan supaya penelitian ini
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 24
2. Penelitian ini dilakukan di daerah kota dan pedesaan dengan maksud untuk
membandingkan masalah kecemasan pada ibu hamil yang tinggal di daerah
kota dan pedesaan.
3. Bagi ibu hamil
a. Melakukan perawatan kehamilan (ante natal care) secara teratur di tempat
pelayanan kesehatan untuk mendapatkan perawatan yang optimal dan
memperoleh informasi yang benar mengenai kehamilannya.
b. Menjalin hubungan dengan pasangan-pasangan suami istri yang memiliki
anak-anak untuk dapat saling bertukar pikiran tentang pengalaman
mereka ketika hamil dan bersalin.
c. Selalu membina hubungan baik dengan suami, ibu dan keluarnya untuk
menjaga ketenteraman pikirannya.
d. Mengutarakan keluhan-keluhan psikologis yang dirasakan sehubungan
dengan kehamilannya kepada dokter yang merawatnya.
4. Bagi Dokter
a. Sejak pemeriksaan pertama kali harus dengan kesabaran meyakinkan
calon ibu (primigravida) bahwa peristiwa kehamilan dan persalinan
merupakan hal yang normal dan wajar.
b. Harus dapat menimbulkan kepercayaan dan anggapan pada ibu hamil
bahwa ia seorang yang ahli dalam bidangnya dan bersungguh-sungguh
berkeinginan untuk mengurangi rasa nyeri dan menyelamatkan ibu dan
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id 25
c. Diharapkan dokter mendidik calon ibu untuk menghilangkan perasaan
takut selain persiapan mental dengan penjelasan yang terarah dan
sederhana tentang proses reproduksi, kepadanya diajarkan dan diberi
latihan atau senam untuk lebih dapat menguasai otot-otot yang diperlukan
saat persalinan, istirahat dan persalinan.
d. Bila didapatkan gangguan psikologis yang berlebihan perlu dipikirkan