• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN BEBAN KERJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN BEBAN KERJ"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PEMBERIAN REWARD DAN BEBAN KERJA DENGAN PELAKSANAAN DOKUMENTASI ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH

SAKIT ISLAM FAISAL

GRANT OF REWARD AND EXPENSES RELATED WORK THE IMPLEMENTATION OF DOCUMENTATION Nursing care FAISAL

ISLAM IN HOSPITAL

Haryanti Haris1, Elly L. Sjattar i2, Budu3

1.

STIKES Mega Rezky Makassar 2.

Bagian Keperawatan Fak Kedokteran Universitas Hasanuddin 3.

Bagian Mata Fak Kedokteran Universitas Hasanuddin

Alamat Koresponden Haryanti Haris

Makassar, Sulawesi Selatan STIKES Mega Rezky Makassar HP: 082199814420

(2)

Abstrak

Pelaksanaan dokumentasi merupakan aspek penting dari praktik keperawatan dengan format dan kualitas yang terus menerus berkembang, tapi fokusnya berdampak fositif terhadap kualitas palayanan/perawatan klien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemberian reward dan beban kerja terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan. Metode Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan Sampel 30 orang perawat pelaksana di RS Islam Faisal Makassar. Besar sampel ditentukan secara seimbang berdasarkan jumlah perawat dimasing-masing ruangan. Pengumpulan data melalui kuesioner wawancara, dan Observasi. Data dianalisis melalui uji Chi-Square, Fisher's Exact Test, Regresi Logistik metode backward. Hasil penelitian : 22 orang (73,3%) pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatannya baik, dan yang kurang sebanyak 8 (26,7%) pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatannya kurang. Hasil analisis bivariat variabel independen dengan dependen : ada hubungan antara pemberian reward dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan (p=0.000), dan ada hubungan antara beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan (p=0.002). Kesimpulan : ada hubungan pemberian reward dan beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan. Faktor paling berpengaruh adalah penmberian reward Saran Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola rumah sakit untuk meningkatkan kinerja staf keperawatannya dalam melaksanakan sistem pendokumentasian keperawatan.

Kata kunci : Pemberian Reward, Beban Kerja, Pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan keperawatan

Abstract

Implementation documentation is an important aspect of nursing practice with the format and quality of this constantly evolving, but the focus fositif impact on the quality palayanan / client care. This study aims to determine the relationship of the reward system and the workload on the implementation of nursing care documentation. Methods The study used a cross sectional sample of 30 people in hospital nurses Faisal Islam Makassar. Sample size was determined based on the number of nurses in a balanced manner in each of the rooms. Data collection through questionnaire interviews, and observations. Data were analyzed by Chi-square test, Fisher's Exact Test, backward logistic regression method. Results of the study: 22 men (73.3%) documenting the implementation of good nursing care, and less by 8 (26.7%) documenting the implementation of nursing care less. The results of bivariate analysis of independent variables with the dependent: there is a relationship between the reward system with the implementation documentation of nursing care (p = 0.000), and there is a relationship between workload with implementation documentation of nursing care (p = 0.002). Conclusion: there is a relationship of the reward system and workload with implementation of nursing care documentation. The most influential factor is the reward penmberian Suggestions The results of this study are expected to be the input for hospital managers to improve the performance of nursing staff in implementing nursing documentation system.

(3)

PENDAHULUAN

Pembangunan kesehatan di bidang pelayanan langsung seperti Rumah sakit, bertujuan

untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelaksanaan rujukan medik dan rujukan

kesehatan secara terpadu serat meningkatkan dan memantapkan manajemen pelayanan kesehatan

yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, pengendalian dan penilaian.

Rumah Sakit Islam Faisal merupakan rumah sakit swasta milik yayasan yang memberikan

kontribusi penting dalam pelayanan kesehatan di masyarakat.

Dokumentasi asuhan keperawatan menjadikan hal yang penting sebagai alat bukti

tanggung jawab dan tanggung gugat dari perawat dalam menjalankan tugasnya.Perawat

profesional dihadapkan pada suatu tuntutan tanggung jawab yang lebih tinggi dan tanggung

gugat setiap tindakan yang dilaksanakan. Dokumentasi keperawatan mempunyai beberapa

kegunaan bagi perawat dan klien antara lain Sebagai alat komunikasi, Sebagai mekanisme

pertanggunggugatan, Sarana pelayanan keperawatan secara individual, Sebagai Sarana evaluasi.

Berdasarkan hasil penelitian Supratman dan Yuni Wulandari 2009, dengan judul jurnal

tentang pendokumentasian asuhan keperawatan ditinjau dari beban kerja perawat di rumah sakit

Dr. Moewardi Surakarta menyimpulkan bahwa beban kerja perawat yang berat masih dijalani

sebagian besar perawat di RSDM Surakarta. Menurut penelitin yang dilakukan oleh Zakiyah

(2010), dalam jurnalnya yang berjudul Hubungan Sikap dan Karakteristik Perawat dengan

pendokumentasian asuhan keperawatan di RSU Sidoarjo menyimpulkan bahwa sikap dan

pendidikan perawat berpengaruh terhadap praktik pendokumentasian asuhan keperawatan.

Perawat yang mempunyai sikap baik dan perawat yang berlatang belakang pendidikan S1

keperawatan cenderung melakukan asuhan keperawatan dengan baik.

Pemberian reward (penghargaan) terhadap perawat pelaksana merupakan suatu

imbalan yang diberikan dalam bentuk material dan non material seperti pelaksanaan

pendokumentasian asuhan keperawatan. Sebuah ucapan terima kasih dapat dijadikan sebuah

reward. Kekuatan ucapan terima kasih ini memberikan arti dan manfaat yang sangat luar biasa.

Pekerjaan yang dimotivasi dengan ucapan terima kasih oleh seorang atasan kepada bawahan, dapat

menjadi sumber inspirasi kedisiplinan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut

Jiunkpe (2008), Menurut Pamela (2006), Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian reward

dalam pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan yaitu diawali dengan tahapan

(4)

kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keparawatan kepada pasien.

Beban kerja perawat adalah seluruh kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh

seorang perawat selama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan dalam penerapan

pendokumentasian asuhan keperawatan. Menurut Manuaba (2007), Adapun Faktor –faktor

yang mempengararuhi beban kerja adalah Faktor eksternal dimana faktor ini merupakan beban

yang berasal dari luar tubuh pekerja, seperti tugas-tugas yang dilakukan yang bersifat fisik

seperti stasiun kerja, tata ruang, tempat kerja, alat dan sarana kerja, kondisi kerja, sikap kerja,

sedangkan tugas-tugas yang bersikap mental seperti kompleksitas pekerjaan, tingkat kesulitan

pekerjaan, tanggung jawab pekerjaan. Faktor berikutnya yaitu faktor internal yaitu faktor yang

berasal dari dalam tubuh itu sendiri akibat dari reaksi beban kerja eksternal. Reaksi tubuh disebut

Strain ,berat ringannya strain dapat dinilai baik secara obyektif maupun subyektif. Faktor

internal meliputi faktor somatis (jenis kelamin,umur,ukuran tubuh,status gizi,kondisi kesehatan),

faktor psikis (motivasi, persepsi, kepercayaan, keinginan dan kepuasan). Bila beban kerja terlalu

tinggi akan menyebabkan komunikasi yang buruk antara perawat dan pasien, kegagalan

kolaborasi perawat dan dokter, tingginya droup out perawat/turn over, dan rasa ketidak

puasaan kerja perawat (Gellies, 2005).

Beban kerja dibedakan menjadi dua jenis yaitu beban kerja secara kualitatif dan

kuantitatif. Beban kerja kualitatif artinya persepsi beban kerja yang bisa dirasakan oleh

perawat. Misalkan perawat merasa saat ini beban kerjanya berat daripada yang seharusnya,

lebih sulit dari yang sudah pernah dilaksanakan dan keluahan lain seperti adanya penerapan

pendokumentasian asuhan keperawatan. Adapun beban kerja kuantutatif artinya jumlah

pekerjaan yang bias dihitung dan dibandingkan denga waktu yang tersedia. Misalkan perawat

memiliki waktu 8 jam tiap shift, maka berapa banyak tindakan keperawatan yang bisa

dilakuka selama 8 jam itu. Dalam penerapan pendokumentasian asuhan keperawatan (Gellies,

2005).

Berdasarkan uraian di atas maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui

hubungan pemberian reward dan beban kerja terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan

(5)

BAHAN DAN METODE Desain penelitian

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan

menggunakan pendekatan studi “Cross Sectional”. Dimana metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi

melalui pemberian kuesioner pada populasi perawat pelaksana di Rumah Sakit Islam Faisal

Makassar, kemudian dilakukan analisis untuk mencari ada tidaknya efek terhadap perawat yang

dilihat melalui penerapan pendokumentasian proses asuhan keperawatan.

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang bekerja di Rumah Sakit

Islam Faisal Makassar. Sedangkan sampel dari penelitian ini adalah keseluruhan objek yang

diteliti atau dianggap mewakili seluruh populasi dengan kriteria inklusi adalah karakteristik

sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk diteliti.

Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Waktu penelitian pada

tahun 2014.

Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan lembar observasi dengan

menggunakan sistem chek list, serta lembar wawancara dengan menggunakan sistem tanya

jawab, yang telah dibuat oleh peneliti dengan mengacu pada kepustakaan yang terdiri dari

beberapa pertanyaan, sedangkan untuk pengumpulan data tentang penerapan dokumentasi proses

asuhan keperawan menggunakan instrumen studi dokumentasi penerapan standar asuhan

keperawatan di rumah sakit yang dikutip dari tim Departemen Kesehatan RI (1997) yang telah

dimodifikasi penilaiannya oleh peneliti.

Analisis Data

Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi dalam tabel sesuai dengan variabel yang

hendak diukur. Analisa data dilakukan melalui tahap editing, koding, tabulasi dan uji statistik.

Uji statistik yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan serta menggunakan jasa

komputerisasi. Analisis Univariat Dilakukan terhadap variabel penelitian untuk melihat tampilan

(6)

hubungan dari tiap variabel dengan menggunakan uji statistik Kai-Kuadrat dengan tingkat

kemaknaan α = 0,05.

HASIL

Penyajian hasil penelitian ini meliputi analisis univariat, dan bivariat dimana tujuannya

untuk melihat hubungan pemberian reward dan beban kerja terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar.

Analisis Univariat

Berdasarkan Tabel 1 menunjukan bahwa terdapat 30 jumlah perawat, sebanyak 21

(70,0%) perawat yang pemberian rewardnya ada, sebanyak 9 (30,0%) perawat yang pemberian

rewardnya tidak ada

Tabel 2 menunjukan bahwa bahwa terdapat 30 jumlah perawat, sebanyak 15 (50,0%)

perawat yang beban kerjannya tinggi, sebanyak 15 (50,0%) perawat yang beban kerjanya kurang.

Tabel 3 menunjukan bahwa terdapat 30 jumlah perawat, sebanyak 19 (63,3%) perawat

yang pelaksanaan asuhan keperawatan pengkajiannya lengkap, sebanyak 11 (36,7%)

pelaksanaan asuhan keperawatan pengkajiannya tidak lengkap. Sebanyak 24 (80,0%) perawat

yang pelaksanaan asuhan keperawatan diagnosanya lengkap, sebanyak 6 (20,0%) pelaksanaan

asuhan keperawatan diagnosanya tidak lengkap. Sebanyak 22 (73,3%) perawat yang pelaksanaan

asuhan keperawatan perencanaannya lengkap, sebanyak 8 (26,7%) pelaksanaan asuhan

keperawatan perencanaannya tidak lengkap. Sebanyak 22 (73,3%) perawat yang pelaksanaan

asuhan keperawatan tindakannya lengkap, sebanyak 8 (26,7%) pelaksanaan asuhan keperawatan

tindakannya tidak lengkap. Sebanyak 24 (80,0%) perawat yang pelaksanaan asuhan keperawatan

evaluasinya lengkap, sebanyak 6 (20,0%) pelaksanaan asuhan keperawatan evaluasinya tidak

lengkap.

Analisis Bivariat

Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa dari 30 jumlah responden terdapat 21 (70,0%)

responden yang pemberian rewardnya ada, dan sebanyak 20 (66,7%) responden yang

pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap, dan sebanyak 1 (3,3%) responden

yang pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap. Sedangkan dari 9 (30,0%) responden

(7)

keperawatannya lengkap, dan sebanyak 7 (23,3%) responden yang pelaksanaan asuhan

keperawatannya tidak lengkap.

Tabel 5 menunjukan bahwa dari 30 jumlah responden terdapat 15 (50,0%) responden

yang beban kerjanya tinggi, sebanyak 15 (50,0%) responden yang pelaksanaan

pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap, dan sebanyak 0 (0,0%) responden yang

pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap. Sedangkan dari 15 (50,0%) responden yang

beban kerjanya kurang, sebanyak 7 (23,3%) responden yang pelaksanaan asuhan

keperawatannya lengkap, dan sebanyak 0 (0,0%) responden yang pelaksanaan asuhan

keperawatannya tidak lengkap.

PEMBAHASAN

Pada penelitian ini terlihat bahwa Berdasarkan hasil penelitian terdapat 30 jumlah

responden terdapat 21 (70,0%) responden yang pemberian rewardnya ada, dan sebanyak 20

(66,7%) responden yang pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap, hal ini

disebabkan karena tingkat pengetahuan perawat terkait dengan pelaksanaan pendokumentasian

asuhan keperawatan selalu mendukung dengan pemberian reward yang selalu diterapkan di

ruangan ketika melakukan pendokumentasian keperawatan, dan sebanyak 1 (3,3%) responden

yang pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap. Sedangkan dari 9 (30,0%) responden

yang pemberian rewardnya tidak ada, sebanyak 2 (6,7%) responden yang pelaksanaan asuhan

keperawatannya lengkap, hal ini disebabkan karena selalu ada motivasi yang selalu diterapkan

pada dirinya agar selalu melaksanakan tindakan pelaksanaan asuhan keperawatan kepada

walaupun pemberian rewardnya kurang dan sebanyak 7 (23,3%) responden yang pelaksanaan

asuhan keperawatannya tidak lengkap, hal ini disebabkan kerana kurang pemahaman perawat

terkait dengan pemberian reward dengan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien sehingga

pelaksanaan asuhan keperawatannya dinilai selalu kurang.

Dari hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan koreksi

fisher’s exact test antara variabel beban kerja dan variabel terhadap pelaksanaan

Pendokumentasian Asuhan Keperawatan diperoleh nilai p = 0,002 lebih kecil dari nilai α =0,05.

Hasil tersebut memberikan makna bahwa hipotesis alternatif diterima yang berarti bahwa ada

hubungan antara beban kerja terhadap pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan.

(8)

perawat selama bertugas disuatu unit pelayanan keperawatan dalam penerapan

pendokumentasian asuhan keperawatan. Beban kerja (workload) diartikan sebagai patient

days yang merujuk pada sejumlah prosedur dan pemeriksaan saat dokter berkunjung ke

pasien, (Nursalam, 2003).

Berdasarkan hasil penelitian terdapat 30 jumlah responden terdapat 15 (50,0%)

responden yang beban kerjanya tinggi, dan sebanyak 15 (50,0%) responden yang pelaksanaan

pendokumentasian asuhan keperawatan lengkap, hal ini disebabkan karena sistem kerja yang

sering dilakukan betul-betul sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pasien sehingga

pelaksanaan asuhan keperawatan selalu nilai dengan baik, dan sebanyak 0 (0,0%) responden

yang pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap. Sedangkan dari 15 (50,0%) responden

yang beban kerjanya kurang, sebanyak 7 (23,3%) responden yang pelaksanaan asuhan

keperawatannya lengkap, hal ini disebabkan karena tingginya dorongan perawat dalam

melakukan tindakan asuhan keperawatan walaupun beban kerjanya kurang dan sebanyak 8

(26,7%) responden yang pelaksanaan asuhan keperawatannya tidak lengkap, hal ini disebabkan

adanya faktor kebiasaan malas dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan tersebut sehingga

beban kerja yang selalu diharapakan sangat kurang, (Swanburg, 1993).

Menurut Pamela (2006), Faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian reward dalam

pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan yaitu diawali dengan tahapan pengkajian,

diagnose, perencanaan, implementasi dan evaluasi, hal ini sering berpengaruh pada kinerja

perawat dalam melaksanakan asuhan keparawatan kepada pasien. Faktor lain biasanya

berpengaruh pada sistem manajmen pemberian reward seperti proses rekruitmen, seleksi, kontrak

kerja, orientasi, penilaian kinerja, dan pengembangan staf perawat. Proses ini selalu dilakukan

sebelum membuka ruang kerja dan setiap ada penambahan perawat baru.

Menurut penelitian Kristiano (2009), Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kepala

ruang atau kepala tim memberikan ucapan terima kasih setiap timbang terima yaitu (100%) dan

perawat pelaksana sebagian besar juga datang tepat waktu saat timbang terima di dapatkan

(100%). Hasil statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara pemberian reward ucapan

terima kasih dengan kedisiplinan waktu saat mengikuti timbang terima perawat di ruang bedah

RSUP dr. Kariadi Semarang.

Meliala (2010), mengatakan bahwa penyempurnaan bentuk dokumentasi keperawatan di

(9)

hubungan yang signifikan dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan. Tidak ada

akurasi data dalam catatan dokumentasi asuhan keperawatan dan penyelesaian dokumentasi

asuhan keperawatan tidak dibuat setelah ada intervensi keperawatan. Beberapa faktor yang

mempengaruhi perawat dalam proses dokumentasi asuhan keperawatan di ruang rawat inap

Rumah Sakit Jiwa Aceh adalah bentuk sistematis dokumentasi, kurangnya pelatihan, monitoring

kurang optimal, kurangnya motivasi, kurangnya pengetahuan dan kompetensi perawat, pekerjaan

overload, waktu yang terbatas , dan tidak adanya reward yang solid dan sistem hukuman serta

sikap undecisive dari pemimpin dalam pelaksanaan pencatatan asuhan keperawatan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul “hubungan pemberian

reward dan beban kerja terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan pada

pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar”. Maka dapat disimpulkan bahwa Ada

hubungan pemberian reward terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan pada

pasien rawat inap di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar (p=0,003) .Ada hubungan beban kerja

terhadap pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan pada pasien rawat inap di Rumah

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI (1997), Instrumen evaluasi penerapan standar asuhan keperawatan

di rumah sakit, Jakarta : Depkes.

Gellies, (2005). Manajmen Keperawatan Suatu Pendekatan Sistem, Edisi Terjemahan. Alih Bahasa Dika Sukmana dkk. Jakarta

Jiunkpe, (2008). Finansial dan Nonfinansial Rewards. diakses 25 Juni 2009. URL : http://www.digilib.petra.ac.id

Kristiano Deni, (2009). Feeding relationships reward acknowledgments discipline time to follow

when operating room nurse in surgery rsup dr. Kariadi semarang. Skripsi

Manuaba. (2007). Beban Kerja. diakses 25 Juni 2009. URL : http://www.digilib.petra.ac.id

Meliala Andreasta, (2010). Analysis Of Nursing Care Documentation Process At Inpatient Ward

Of Aceh Mental Hospital. Jurnal Internasional. Skripsi

Nursalam (2003). Proses & dokumentasi keperawatan konsep & praktik, Edisi Pertama, Jakarta : Salemba Medika.

Pamela Brink, (2006). Langkah dasar dalam perencanaan riset keperawatan (dari pertanyaan

sampai proposal), Edisi 4, Jakarta, EGC.

Swanburg Russel C (1993). Pengantar kepemimpinan dan manajemen keperawatan (untuk

perawat klinis), Jakarta : EGC

Zakiyah Ana, (2010). Hubungan sikap dan karakteristik perawat dengan pendokumentasian

(11)

Tabel 1 : Distribusi Frekuensi Pemberian Reward Perawat di Rumah Sakit Islam Faisal

Tabel 2 : Distribusi Frekuensi Beban Kerja Perawat di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar

(12)

Tabel 4 : Hubungan Antara Pemberian Reward Terhadap Pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar

Pemberian Reward

Pelaksanaan Pendokumetasian Asuhan Keperawatan

Lengkap Tidak

Lengkap Jumlah

n % n % n % Nilai p

Ada 20 66,7 1 3,3 21 70,0

0,000

Tidak ada 2 6,7 7 23,3 9 30,0

Total 22 73,3 8 26,7 30 100,0

Sumber : Data Primer 2014

Tabel 5 : Hubungan Antara Beban Kerja Terhadap Pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar

Beban Kerja

Pelaksanaan Pendokumetasian Asuhan Keperawatan

Lengkap Tidak

Lengkap Jumlah

n % N % n % Nilai p

Tinggi 15 50,0 0 0,0 15 50,0

0,002

Kurang 7 23,3 8 26,7 15 50,0

Total 22 73,3 8 26,7 30 100,0

Sumber : Data Primer 2014

Gambar

Tabel 1 : Distribusi Frekuensi Pemberian Reward Perawat di Rumah Sakit Islam FaisalMakassar
Tabel 4 : Hubungan Antara Pemberian Reward Terhadap Pelaksanaan PendokumentasianAsuhan Keperawatan Di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik individu dan organisasi dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Tingkat

Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan beban kerja dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat Medik RSUP.. R.D Kandou Manado, dapat

Tabel 4.2 Hubungan Karakteristik Perawat dan Beban Kerja Perawat dengan Kelengkapan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Goeteng

Adanya hubungan beban kerja dengan sikap pendokumentasian asuhan keperawatan ini dapat dimaknai bahwa semakin tinggi beban kerja perawat maka semakin baik

Berdasarkan hasil penelitian mengenai hubungan beban kerja dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat Medik RSUP.. R.D Kandou Manado, dapat

Menguji pengaruh pelatihan ronde keperawatan terhadap kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Royal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari kepemimpinan, motivasi, dan beban kerja terhadap kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang

Distribusi Frekuensi Beban Kerja Perawat pelaksana dan pendokumentasian asuhan keperawatan Beban Kerja Frekuensi f Persentasi % Beban Kerja Berat 18 52,9 Beban Kerja Sedang 14 41,2