• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klasi fikasi tanaman horti kultura

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Klasi fikasi tanaman horti kultura"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pengertian klasifikasi secara ilmiah (makhluk hidup) adalah suatu cara memilah atau mengelompokkan makhluk hidup menjadi beberapa golongan atau unit tertentu. Urutan klasifikasi makhluk hidup dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah, Kingdom; Phylum; Devisio; Classis; Ordo; Family; Genus dan Spesies. Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah untuk mengenali, membedakan, membandingkan dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat-sifat atau ciri-ciri makhluk hidup.

Pada bidang hortikultura, pentingnya klasifikasi juga sangat diperhatikan mengingat begitu banyak keberagaman jenis-jenis tanaman yang memiliki fungsinya masing-masing.

Tanaman Hortikultura memiliki beberapa fungsi yakni: sebagai Sumber bahan makanan, hiasan/keindahan, dan juga pekerjaan. Hortikultura terbagi atas 3 bagian yaitu: sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias. Ilmu hortikultura berhubungan erat dengan ilmu pengetahuan lainnya, seperti teknik budidaya tanaman, mekanisasi, tanah dan pemupukan, ilmu cuaca, dan sebagainya.

Pada umumnya budidaya hortikultura diusahakan lebih intensif dibandingkan dengan budidaya tanaman lainnya. Hasil yang diperoleh dari budidaya holtikultura ini per unit areanya juga biasanya lebih tinggi. Lebih lanjut dikatakan tanaman holtikultura memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia. Misalnya tanaman hias berfungsi untuk memberi keindahan (estetika), buah – buahan sebagai makanan, dan lain-lain. Holtikultura berinteraksi dengan disiplin ilmu lainnya seperti kehutanan, agronomi, dan ilmu terapan lainnya.

(2)

Dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka penyusun dapat merumuskan beberapa masalah yaitu:

1. Bagaimana ciri-ciri produk hortikultura?

2. Bagaimana pengelompokkan tanaman hortikultura?

1.3 Tujuan Penulisan

Dari rumusan masalah di atas, adapun tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu :

1. Untuk mengetahui ciri-ciri produk hortikultura.

2. Untuk mengetahui pengelompokkan tanaman hortikultura.

(3)

2.1 CIRI-CIRI PRODUK HORTIKULTURA

Tanaman-tanaman yang digolongkan ke dalam tanaman hortikultura sangat luas dan beragam, namun bila dilihat ciri-ciri produknya terdapat kesamaan pokok, yakni:

 Produk hortikultura cepat rusak (perishable) bila di simpan tanpa perlakuan khusus, misalnya dengan perlakuan suhu rendah (4◦C) atau pelapisan lilin, karena di panen dalam bentuk segar.

 Komponen utama mutu produk di tentukan oleh kandungan air (water pengangkutannya. Hal ini pula mengakibatkan jatuhnya harga pada saat panen raya, namun harga akan mahal di luar musim.

 Harga produk ditentukan oleh kualitas, bukan oleh kuantitas. Misalnya, harga 1 kg jeruk yang berukuran besar dan/atau manis lebih mahal daripada harga 1 kg jeruk yang berukuran kecil dan/atau masam.

 Berbeda dengan konsumsi tanaman pangan, tubuh manusia membutuhkan konsumsi tanaman hortikultura dalam jumlah yang sedikit, namun apabila tidak dipenuhi akan berakibat buruk pada kesehatan.

 Produk hortikultura merupakan sumber vitamin dan mineral, dan bukan diutamakan sebagai sumber protein dan karbohidrat.

 Di samping untuk pemenuhan kebutuhan jasmani, produk hortikultura juga berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan rohani, misalnya tanaman hias, baik sebagai bunga pot, bunga potong maupun sebagai elemen lunak di dalam taman.

(4)

masukan (input) yang tinggi, namun menghasilkan keluaran (output) yang juga tinggi per satuan luas per satuan waktu.

2.2 PENGELOMPOKAN TANAMAN HORTIKULTURA

Berdasarkan kegunaannya, tanaman hortikultura dapat dikelompokkan menjadi tanaman hortikultura yang dikonsumsi, yakni sayuran, buah-buahan, dan tanaman hortikultura yang tidak dikonsumsi, yaitu tanaman hias.

A. KLASIFIKASI SAYURAN

Pengklasifikaian tanaman sangat tergantung pada kegunaan dari klasifikasi itu sendiri. Pada tanaman sayuran sebenarnya banyak tipe klasifikasi yang tersedia, tetapi tipe klasifikasi yang akan di uraikan berikut ini merupakan tipe klasifikasi yang paling banyak dipakai dan paling mudah dipahami, yaitu klasifkasi berdasarkan sistematika botani dan klasifikasi berdasarkan bagian yang dikonsumsi.

a. Klasifikasi Botani

Klasifikasi tanaman sayuran tidak ubahnya seperti tanaman-tanaman lain pada umumnya. Oleh karena itu, jika di uraikan satu per satu, maka klasifikasi ini akan menjadi sangat panjang. Secara umum dan ringkas, Yamaguchi (1983) memberikan gambaran klasifikasi botani

(5)

Strain (strain hortikultura): .... Grup (varietas botani-merupakan istilah lama) adalah suatu populasi dari spesies tanaman budi daya yang memiliki karakteristik yang berbeda dari individu-individu lain di dalam spesies yang sama. Perbedaan tersebut dapat berupa pertumbuhan yang pendek, umbi akar yang besar dan sebagainya pemberian nama grup hanya dimaksudkan untuk kepentingan hortikultura dan tidak digunakan dalam klasifikasi botani.

Catatan:

6. L. Singkatan dari C. Linneaus, orang yang pertama kali mengumpulkan nama spesies. 7. Alef singkatan dari F.G.C. Alefeld, orang yang pertama kali mengusulkan varietas.

(6)

anggap sebagai suatu strain. Akan tetapi, di dalam kode sistem tata nama internasional (International Code of Nomenclature) tidak mengenal adanya istilah strain pada tanaman pertanian atau tanaman hortikultura. Istilah strain digunakan dalam bidang ilmu biologi, dan dipadankan ke dalam Bahasa Indonesia sebagai galur.

Bagi para pakar biologi, klasifikasi botani bermanfaat untuk: 1) mendapatkan hubungan kekerabatan dan informasi mengenai usul-usul tanaman, dan 2) merupakan suatu identifikasi positif yang tidak tergantung pada bahasa. Sementara itu, bagi para pakar hortikultura klasifikasi botani ini penting karena: 1) kebutuhan iklim bagi famli dan genus tanaman teretentu biasanya sama, 2) pemanfaatan tanaman untuk tujuan ekonomi juga sama, dan 3) tindakan pengendalian hama dan penyakit seringkali sama antargenera yang berhubungan.

b. Klasifikasi Berdasarkan Bagian Yang Dikonsumsi

Berdasarkan bagian tanaman yang dikonsumsi, tanaman sayuran dapat dikelompokkan menjadi:

1) Sayuran akar

a) Pembesaran akar tunggang, misalnya wortel (Daucus carota), lobak (Raphanus sativus), dan bit gula (Beta vulgaris).

Gambar 2.1 Wortel dan Bit gula

(7)

2) Sayuran batang

a) Batang diatas tanah dan tidak berpati, misalnya asparagus (Asparagus sp.) dan kohlrabi (Brassica oleraceae grup Gongylodes).

Gambar 2.2 Asparagus

b) Batang dibawah tanah dan berpati, misalnya kentang (Solanum tuberosum), yam (Dioscorea alata), talas (Colocasia esculenta), dan yautia (Xanthosoma saggittifolium).

3) Sayuran daun

a) Kelompok bawang (yang dikonsumsi adalah bagian bawah daun), misalnya bawang merah (Allium cepa), bawang bombay (Allium cepa grup Aggregatum), dan bawang putih (Allium sativum).

b) Kelompok berdaun lebar:

 Dokonsumsi sebagai lalapan, misalnya selada (Lactuca sativa), kubis (Brassica oleracea grup Capitata), dan seledri besar (Apium graveolens).

Gambar 2.3 Sayur Selada dan Kubis

 Dikonsumsi setelah dimasak (termasuk batangnya yang lunak), misalnya bayam (Amaranthus tricolor) dan kale (Brassica oleraceae

(8)

-Gambar 2.4 Sayur Kale dan Sayur Bayam

4) Sayuran buah

a) Buah muda, misalnya timun (Cucumis sativus), berbagai jenis kacang-kacangan, seperti kacang kapri (Pisum sativum), okra (Hibiscus esculentus), dan terong (Solanum mengolena).

Gambar 2.5 Sayur terong dan Mentimun

b) Buah dewasa:

1) Famili Cucurbitaceae, misalnya labu siem (Schium edule), timun (Cucumis sativus), gambas (Luffa acutangula), dan pare (Momordica charantia).

(9)

Gambar 2.6 Tomat

5) Sayuran bunga atau tunas bunga muda, misalnya kubis bunga (Brassica oleraceae grup Botrytis) dan brokoli (Brassica olrraceae

grup Italica).

Gambar 2.7 Brokoli dan Bunga Kubis

6) Jamur (mushroom), seperti jamur merang (Volvariela volvaceae), jamur kuping (Auricularia auricula) dan jamur tiram (Pleurotus ostreatus).

Gambar 2.8 Jamur Tiram dan Jamur Kuping

(10)

Secara botani, buah dapat didefinisikan sebagai ovari matang dari suatu bunga dengan segala isinya serta bagian-bagian yang terkait erat dari bunga tersebut. Oleh karena itu, buah terdiri atas bagian-bagian seperti dinding ovari atau oricarp (yang berdiferensiasi menjadi eksocarp, endocarp, dan mesocarp), biji, jaringan plasenta, partisi, rsesptakel, dan sumbu tangkai bunga. Berdasarkan jumlah ovari penyusunnya, buah dapat diklasifikasikan atas beberapa kelompok, yaitu:

a. Buah sederhana, yaitu buah yang berkembang dari satu ovari. Buah sederhana dikelompokkan lagi menjadi:

1) Buah sederhana berdaging (pericarpnya berdaging). Tipe buah demikian dapat dikelompokkan lagi menjadi:

a) Tipe berry, misalnya buah tomat dan anggur (Vitis vinifera). b) Tipe drupe, misalnya buah zaitun, peach, cherry (Prunus sp.), dan

plum.

c) Tipe pome, misalnya buah apel (Malus dometica). d) Tipe hesperidium, misalnya buah jeruk (Citrus sp.).

e) Tipe pepo, misalnya buah tanamanan yang tergolong ke dalam famili Cucurbitaceae.

2) Buah sederhana tidak berdaging (pericarp nya kering), yang dapat digolongkan menjadi:

a) Golongan dehiscent (membuka dan menyebarkan biji pada saat matang), yang dikelompokkan lagi menjadi:

1) Tipe legume (polong), misalnya buah kacang-kacangan. 2) Tipe follicle, misalnya buah peony dan Hekea.

3) Tipe capsule, misalnya buah Eucalyptus sp.

4) Tipe silique, misalnya buah mustard (Brassica nigra).

b) Golongan indenhiscent (tidak membuka dan menyebarkan biji pada saat matang), yang dapat dikelompokkan lagi menjadi:

1) Tipe achene, misalnya buah bunga matahari (Helianthus annuus).

2) Tipe caryopsis (biji-bijian), misalnya buah jagung. 3) Tipe nut, misalnya buah hazel nut.

4) Tipe samara, misalnya buah maple.

(11)

Gambar 2.9 Buah Strawberry

c. Buah majemuk, yaitu buah yang bersal dari beberapa ovari dari beberapa bunga, lalu menyatu menjadi satu massa. Contoh buah tipe ini misalnya pada tanaman nanas (Ananas comosus).

Gambar 2.10 Tanaman Nanas

C. KUNCI KLASIFIKASI BUAH-BUAHAN

Kunci berikut ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi berbagai tipe buah. Kunci ini bersifat dikotomi, artinya pada setiap level terdapat dua pilihan.

Buah terbentuk dari satu ovari dari satu bunga → buah sederhana A. Pericarp berdaging

1. Dinding ovari berdaging berisi satu atau lebih carpel dan biji-biji → buah Berry (misalnya pada buah tomat).

(12)

b. Dinding ovari sebelah dalam lunak → buah Hesperidium (misalnya pada buah jeruk).

2. Hanya sebagian dari pericarp yang berdaging.

a. Eksocarp tipis; mesocarp berdaging; endocarp keras; berisi satu biji dan satu carpel → bush Drupe (misalnya pada buah cherry).

b. Bagian luar pericarp berdaging, bagian dalam tips seperti kertas, pmbuluh bunga berdaging; berisi beberapa biji dan carple → buah Pome (misalnya pada buah apel).

B. Pericarp kering

1. Buah menyebar (dehiscent). a. Terdiri atas satu carpel.

i. Membelah di sepanjang kedua tepinya → buah Legume (misalnya pada buah kacang-kacangan).

ii. Membelah di sepanjang salah satu tepinya → buah Follicle (misalnya pada buah magnolia).

b. Terdiri atas dua atau lebih carpel.

i. Menyebar melaluia satu atau empat cara → buah Capsule (terbuka oleh suatu lubang pori yang kecil, misalnya buah tanamana poppy; membelah dari atas hingga separuh bagian bawah, misalnya pada buah

Eucalyptus, membelah di antara garis penyatuan, misalnya pada buah Iris; dan mebelah disepanjang garis penyatuan, misalnya pada buah Hyperium).

ii. Memisah pada saat buah matang, sehingga meninggalkan partisinya (dinding pemisah) → buah Silique (misalnya pada buah mustard).

2. Buah tidak menyebar (indehiscent).

a. Pericarp memperlihatkan pertumbuhan yang menyerupai sayap → buah Samara (misalnya pada buah maple).

b. Pericarp tidak memperlihatkan pertumbuhan yang menyerupai sayap.

i. Terdapat dua atau lebih carple yang menyatu ketika masih muda ddan terpisah satu sama lainketika dewasa → buah Schizocarp (misalnya pada buah wortel).

(13)

 Biji menyatu dengan pericarp seluruhnya → buah Caryopsis atau biji-bijian (misalnya pada buah jagung, buah pdai, dan buah gandum).

 Biji tidak menyatu dengan pericarp seluruhnya.

 Buah besar dengan dinding tebal dan keras seperti batu → buah Nut (misalnya pada buah walnut).  Buah kecil dengan dinding tipis → buah Achene

(misalnya pada buah matahari)  Buah terbentuk dari beberapa ovari

A. Buah berkembang dari satu bunga → buah Agregat (misalnya pada stroberi).

B. Buah berkembang dari beberapa bunga → buah Majemuk (misalnya pada buah nanas).

D. PENGGOLONGAN BUAH-BUAHAN BERDASARKAN TIPE PERTUMBUHAN

Berdasarkan tipe pertumbuhannya, tanaman buah-buahan dapat dikelompokkan atas :

c. Buah-uahan terna atau berbatang basah, misalnya pisang (Musa sp) dan pepaya (Carica papaya)

d. Buah-buahan berbatang merambat, seperti semangka (Citrulus vulgarie), melon (Cucumis melo), dan markisa (Passiflora foetida).

E. BUAH KLIMAKTERIK DAN NONKLIMAKTERIK

(14)

tomat, dan sebagainya. Sementara itu pada buah tergolong nonklimaterik, tidak ada perubahan laju respirasi pada akhir periode pematangan. Buah-buah yang tergolong nonklimaterik, misalnya jeruk (Citrus sp), nanas (Ananas comous), duku (Lansium domesticum), durian (Durio zibethius), rambutan (Nephelium lappaceum), dan sebagainya.

F. KLASIFIKASI TANAMAN HIAS

Tanaman hias sebagai tanaman yang tidak dikonsumsi dapat dikelompokkan sebagaimana berikut ini.

a. Tanaman hias berbunga untuk pot dan/atau bunga potong, misalnya berbagai jenis anggrek (Orchidaceae), krisan (Chrysanthemum morifolium), anyelir (Dianthus caryophyllus), mawar (Rosa sp), keladi (Anthurium andreanum), nanas hias (Ananas comosus), kempng sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), begonia (Begonia rex), bakung (Hippeatrum hybridu), oleander (Nerium oleander), da sebagainya.

b. Tanaman hias tidak berbunga, seperti palem kuning (Chrysalidocarpus lutescens), pinus (Pinus sp),cemara, bambu (Bambusa sp), sri rejeki (Aglaonema pictum), lidah buaya (Aloe miriformis), keladi (Caladium bicolor), kalatea (Calatea mackoyana), colues (Colues blumei), sirih gading, suplir, puring (Codiaeum variegatum), dipenbahagia (Diefenbachia amoena), beringin (Fieus variegatum), hanjuang (Dracaena fragrans massangeana), dan sebagainya.

c. Rumut-rumputan, sepeti rumput padi (Axonopus copressus), rumput manila (Zoysia matrella), rumput beruda/rumput golf (Cynodon dactylo), rumput agrotis (Agrotis palustris), rumput belulang (Eleusine indica), dan rumout gajah (Pannisetum purpureum).

Apabila ditinjau dari botaninya, maka beberapa tanaman hortikultura dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Gymnospermae, seperti pinus (Pinus sp), cemara (Equiseum sp), pakis haji (Cycas sp), dan suplir (Adiatum sp).

Angiospermae 1) Kelas monokotil

a) Amarylidaceae: berbagai jenis bawang 9 Allium sp).

b) Graminae: bambu (Bambusa sp) daan jagung manis ( Zea mays

(15)

c) Liliaceae: lili (Lilium longflorum), cocor bebek (Bryphyllum sp), dan ulip (Tulipa sp).

d) Musaceae: berbagai jenis pisan (Musa sp). e) Orchidaceae: vanili dan berbagai jenis anggrek.

f) Palmae: berbagai jenis palem, kelapa (Cocos nucifera), dan korma (Phoenix dactylifera).

2) Kelas dikotil

a) Cactaceae: berbagai jenis kaktus.

b) Chenopodiaceae: bayam (Amaranthus sp), dan bit gula (Brassica rapa).

c) Compositae: dahlia (Dhlia sp.), bunga matahari (Helianthus annuus), dan gerbera (Gerberra jamesonil).

d) Cruciferae: lobak (Raphanus sativus), sawi (Brassi chinensis) dan berbagai jenis kubis (Brassica oleracea).

e) Cucurbitaceae: timun (Cucumis sativus), semangka (Citrulus vulgaris), melon (Cucumis melo), dan labu (Citrulus lanatus). f) Ericaceae: azalea (Azalea sp.) dan rododendron (Rhododendron

sp).

g) Euphorbiaceae: singkong (Manihol esculentum) dan kastuba (Euphorbia pulcherima).

h) Lauraceae: avokad (Persea americana).

i) Leguminose: kembang merak, kacang-kacangan (Phaseolus sp.), dan plamboyan (Delonix regia).

j) Rosaceae: mawar (Rosa sp) dan apel (Malus domesticum). k) Rutaceae: jeruk (Citrus sp).

l) Solanaceae: tomat (Lycopersicon esculentum), kentang (Solanum tuberosum), cabai (Capsicum sp), terong (Solanum melongena), dan petunia (Petunia hyrida).

(16)

BAB III

PENUTUP

C.1Kesimpulan

Dari pemaparan makalah yang penyusun bahas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Produk hortikultura mudah rusak (perishabel)

2. Komponen utama mutu produk ditentukan oleh kandungan air(water conten), dan bukan oleh kandungan bahan kering(dry meter)

3. bersifat musiman atau meruah (voluminous atau bulky) pada saat panen terutama panen raya, sehingga mempersulit penanganan dan pengangkutanya.

4. Harga produk di tentukan oleh kualitas, bukan kuantitas.

5. Tubuh manusia membutuhkan konsumsi tanaman hortikultura dalam jumlah yang sedikit, namun bila tidak di penuhi akan berakibat buruk pada kesehatan.

(17)

7. Berfungsi untuk pemenuhan kebutuhan rohani, misalnya tanaman hias, baik sebagai bunga pot,bunga potong, maupun sebagai elemen lunak di dalam tanaman.

Dari ciri-ciri produk tersebut, terlihat bahwa pembudidayaan tanaman hortikultura harus secara intensif,mulai dari pemanenan,pengangkutan, sampai pada pemasaran.oleh karena itu, budidaya tanaman hortikultura bersifat padat modal dan padat karya.

Berdasarkan kegunaannya, tanaman hortikultura dapat di kelompokan menjadi tanaman horitkultura yang dapat di konsumsi, yakni sayuran, buah-buahan, dan tanaman hortikultura yang tidak di konsumsi, yaitu tanaman hias.

Pada sayuran dapat dikelompokkan menjadi 6 bagian yaitu diantaranya adalah sayuran akar, sayuran batang, sayuran daun, sayuran buah, sayuran bunga, dan yang terakhir adalah jamur.

Pada buah dapat di kelompokan menjadi 3 berdasarkan ovari penyusun nya yaitu buah sederhana berdaging dan tidak berdaging, buah agregat dan yang terakhir adalah buah majemuk. Adapun penggolongan berdasarkan tipe pertumbuhannya yaitu buah-buahan pohon, buah-buahan semak, buah-buahan terna atau berbatang basah dan buah-buahan berbatang merambat. Sedangkan klasifikasi buah berdasarkan perubahan relatif pada aktivitas respirasi di dalam jaringan buah ada 2 yaitu buah klimakterik dan buah nonklimakterik.

Gambar

Gambar 2.1 Wortel dan Bit gula
Gambar 2.2 Asparagus
Gambar 2.4 Sayur Kale dan Sayur Bayam
Gambar 2.8 Jamur Tiram dan Jamur Kuping
+2

Referensi

Dokumen terkait

Menentukan suatu tanaman yang termasuk tanaman sayuran dan buah-buahan 4.3 Mengurutkan benda dari ringan ke berat atau sebaliknya.. KONSEP BILANGAN, LAMBANG BILANG

Budidaya tanaman merupakan suatu usaha untuk memproduksi sesuatu hasil yang bermanfaat seperti sayuran, pangan, buah-buahan dll dari tanaman yang kita usahakane.

Setiap mahasiswa mendownload dan mengumpulkan satu artikel jurnal atau skripsi S1 topik (kata kunci) ”organik” produksi tanaman sayuran, tanaman buah atau tanaman hias dalam

REKAPITULASI LAPORAN TANAMAN BUAH-BUAHAN DAN SAYURAN TAHUNAN KABUPATEN SIAK TAHUN

Untuk memperoleh data tentang tanaman buah-buahan dan sayuran tahunan antara lain tanaman yang mjenghasilkan dan produksi.. Penanggung

Secara umum tujuan pembangunan Taman Wisata Mekarsari adalah sebagai pusat pendidikan dan pengembangan hortikultura meliputi tanaman buah-buahan, sayuran serta tanaman hias

Kasie Teknologi Subdit Budidaya Tanaman Sayuran Buah, Daun dan Umbi, Direktorat Perlindungan Hortikultura. Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Aneka Cabai dan Sayuran

Alat yang digunakan dalam praktikum Budidaya Tanaman Hortikultura tentang Teknik Budidaya Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) adalah meteran atau penggaris,