Sinopsis Praktek Lapangan
TEKNIK PENYIAPAN BIBIT DAN PENANAMAN TANAMAN KELAPA SAWIT DI AFD V KEBUN BARU PTPN 1 LANGSA
Oleh:
MAULANA ABDUL HAKIM
1305108010033
PROGRAM STUDI ILMU TANAH
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
I. PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Pertanian dalam arti sempit merupakan kegiatan bercocok tanam sedangkan pertanian dalam pengertian yang luas mencangkup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan mahluk hidup (termasuk tanaman, hewan dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Komoditas dalam bidang pertanian sangat beragam dari komoditas pangan, hortikultura, perkebunan, dan lain sebagainya.
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak
masak, minyak industri, maupun bahan bakar
(biodiesel).Perkebunannya menghasilkan keuntungan besar sehingga banyak hutan dan perkebunan lama dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit. Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu jenis komoditas yang memberikan sumbangan yang cukup besar untuk pendapatan negara. Indonesia merupakan salah satu negara sebagai penghasil kelapa sawit yang cukup besar. Prospek budidaya kelapa sawti masih cukup cerah karena kelapa sawit digunakan untuk berbagai produk olahan termasuk minyak kelapa sawit yang menjadi bagian dari sembilan bahan poko masyarakat Indonesia saat ini.
(jernih). CPO dan KPO banyak digunakan sebagai bahan industri pangan (minyak goreng dan margin), industri sabun (bahan penghasil busa), industri baja (bahan pelumas), industri tekstil, kosmetik, dan sebagai bahan bakar alternatif atau minyak diesel.
Meskipun prospek perkebunan kelapa sawit masih sangat besar, persiapan dan cara budidaya kelapa sawit perlu dilakukan secara teliti karena tanaman kelapa sawit merupakan tanaman tahunan sehingga produksi selama puluha tahun akan sangat bergantung pada proses awal penanaman tanaman kelapa sawit itu sendiri. Tentu saja pembibitan merupakan langkah awal yang penting yang harus diperhatikan secara seksama.
Habitat aslinya adalah daerah semak belukar. Sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis (15° LU – 15° LS). Tanaman ini tumbuh sempurna di ketinggian 0-500 m dari permukaan laut dengan kelembaban 80-90%. Sawit membutuhkan iklim dengan curah hujan stabil, 2000-2500 mm setahun, yaitu daerah yang tidak tergenang air saat hujan dan tidak kekeringan saat kemarau. Pola curah hujan tahunan memperngaruhi perilaku pembungaan dan produksi buah sawit. Kelapa sawit akan tumbuh dengan baik apabila lama penyinaran langsung matahari 1-7 jam setiap harinya. Buah kelapa sawit yang dihasilkan akan jauh lebih optimal saat tanaman tersebut tumbuh di daerah dengan suhu rata-rata 25-27 derajat Celcius. Tanaman kelapa sawit menuntut tanah yang gembur, subur, dan mempunyai drainase baik untuk tumbuh optimal dengan pH tanah 4,0-6,5.
Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter.Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.Seperti jenis palma lainnya, daunnya tersusun majemuk menyirip.Daun berwarna hijau tua dan pelepah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya agak mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam. Batang tanaman diselimuti bekas pelepah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga penampilan menjadi mirip dengan kelapa.
Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis: E. guineensisdan E. oleifera. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang. E. oleifera sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik.
Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak makan, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keuunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.
I.2 Tujuan Praktek Keterampilan
1.3 Manfaat Praktik Kerja
a) Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana pelaksanaan produksi serta mampu menyelaraskan dan menerapkan ilmu teori yang sudah didapat dengan kenyataan dilapangan.
II. METODOLOGI PRAKTIK KETERAMPILAN
II.1 Tempat dan Waktu
Kegiatan magang akan dilaksanakan di PTPN 1 Kebun Baru ,Langsa. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan mulai dari 5 juni sampai 5 juli 2016.
II.2 Teknik Pengumpulan Data
Dalam pelaksanaan kegiatan praktek keterampilan ini digunakan dua metode pendekatan, yaitu:
a) Metode Observasi
Metode ini dilakukan dengan cara praktek langsung di lapangan untuk mempelajari teknik penyiapan bibit dan penanaman tanaman kelapa sawit PTPN 1 Kebun Baru, Langsa.
b) Dokumentasi
Mahasiswa menggunakan foto atau gambar untuk memperkuat isi laporan yang akan disusun selama pelaksanaan praktek keterampilan di lapangan.
2.3 Metode Pelaksanaan
KESIMPULAN
Kelapa sawit (Elaeis) adalah tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Di Indonesia penyebarannya di daerah Aceh, pantai timur Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu jenis komoditas yang memberikan sumbangan yang cukup besar untuk pendapatan negara. Indonesia merupakan salah satu negara sebagai penghasil kelapa sawit yang cukup besar. Produksi kelapa sawit sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor genetik dan faktor luar seperti iklim, tanah, dan budidaya.