• Tidak ada hasil yang ditemukan

FACEBOOK DAN DAKWAH : ANALISIS PESAN DAKWAH ADMIN FAN PAGE HIDAYATUL QUR'AN PADA BULAN JULI 2013.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "FACEBOOK DAN DAKWAH : ANALISIS PESAN DAKWAH ADMIN FAN PAGE HIDAYATUL QUR'AN PADA BULAN JULI 2013."

Copied!
123
0
0

Teks penuh

(1)

Facebook dan Dakwah:

Analisis Pesan Dakwah Admin Fan Page Hidayatul Qur’an

Pada Bulan Juli 2013

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu (S1) Komunikasi Penyiaran Islam (S.Kom.I)

Oleh:

Alief Fayrus Fahmi NIM. B01211005

PROGRAM STUDI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM JURUSAN KOMUNIKASI

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA SURABAYA

(2)

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi Oleh Alief Fayrus Fahmi ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan.

Surabaya, 29 Juli 2015 Pembimbing,

(3)

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI

Skripsi yang disusun oleh Alief Fayrus Fahmi ini telah dipertahankan di depan Tim Penguji Skripsi.

Surabaya, 14 Agustus 2015 Mengesahkan

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Fakultas Dakwah Dan Komunikasi

Dekan,

Dr. Hj. Rr. Suhartini, M. Si. NIP. 195801131982032001

Penguji I

Dr. Hj. Luluk Fikri Zuhriyah, M. Ag. NIP. 196912041997032007

Penguji II

Drs. H. Sulhawi Rubba, M.Fil.I NIP. 195501161985031003

Penguji III

M. Anis Bachtiar, M.Fil.I NIP. 196912192009011002

Penguji IV

(4)

PERNYATAAN

PERTANGGUNGJAWABAN PENULISAN SKRIPSI Bismillahirrohmanirrahim

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya: Nama : Alief Fayrus Fahmi NIM : B01211005

Jurusan/Prodi : Komunikasi/KPI

Alamat : JL.Awikoen Jaya 11 A Gresik Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa:

1. Skripsi ini tidak pernah dikumpulkan kepada lembaga pendidikan tinggi manapun untuk mendapatkan gelar akademik apapun.

2. Skripsi ini adalah benar-benar hasil karya saya secara dan bukan plagiat atas karya orang lain.

3. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini sebagai hasil plagiasi, maka saya akan bersedia menanggung segala konsekuensi yang terjadi.

Surabaya, 14 Agustus 2015 Menyatakan,

(5)

ABSTRAK

Alief Fayrus Fahmi )B01211005(: Facebook dan Dakwah: Analisis Pesan Dakwah Admin Fan Page Hidayatul Qur’an Pada Bulan Juli 2013. Kata kunci: Facebook, Pesan, Dakwah, Admin, Fanpage

Penelitian ini mengkaji tentang pesan dakwah yang disampaikan oleh admin fan page Hidayatul Qur‟an pada bulan Juli tahun 2013, dalam penelitian ini akan mengupas secara rinci apa saja pesan dakwah yang disampaikan pada setiap postingan yang di upload oleh fan page tersebut, selain itu penelitian ini juga akan menjawab pertanyaan tentang mengapa pesan dakwah berupa Al-Qur‟an mendominasi postingan pada bulan Juli tahun 2013.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode mix method, yaitu penggabungan antara metode kualitatif deskriptif yang kemudian data dari situ dianalisa dengan analisis isi deskriptif. Penelitian ini akan berusaha mendeskripsikan atau memaparkan dengan analisa sebuah fenomena yang sedang diteliti secara rinci dengan maksud agar nantinya dapat menjelaskan dan menerangkan serta menjawab permasalahan-permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi dan wawancara, dokumentasi dilakukan dengan melihat langsung fan page Hidayatul Qur‟an untuk mengetahui prosentase pesan dakwah yang ada pada fan page ini , sedangkan wawancara dilakukan secara langsung kepada admin fan page Hidayatul Qur‟an untuk mengetahui kenapa Al-Qur‟an mendominasi postingan fan page Hidayatul Qur‟an pada bulan Juli 2013.

Untuk mengetahui pesan dakwah yang disampaikan admin fan page Hidayatul Qur‟an pada bulan Juli 2013, peneliti menggunakan Analisis Isi kuantitatif deskriptif, sama dengan yang telah disebutkan diatas, analisi ini akan mendeskripsikan prosentase dari berbagai jenis pesan dakwah yang dimunculkan pada fan page Hidayatul Qur‟an bulan Juli tahun 2013.

Dari hasil analisis peneliti menemukan bahwa pada bulan Juli tahun 2013, admin fan page Hidayatul Qur‟an paling banyak mengupload pesan dakwah berupa Al-Qur‟an dengan prosentase 52,2%, pesan dakwah dengan isi pendapat ulama‟ sebesar 21,7%, pesan dakwah dengan temuan penelitian ilmiah sebanyak 13%, pesan dakwah yang berisi hadis sebanyak 8,7%, dan pesan dakwah berupa karya seni sebanyak 4,4%. Dari hasil wawancara dengan admin fan page, menunjukkan bahwa Al-Qur‟an mendominasi setiap postingan fan page ini dikarenakan admin fan page ingin pembaca lebih dekat dan kembali kepada Al-Qur‟an, terlepas dari itu admin fan page mengkorelasikan kejadian yang ada dari sudut pandang Al-Qur‟an, maka dari itu, Al-Qur‟an mendominasi postingan fan page pada bulan Juli 2013.

(6)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESHAN TIM PENGUJI SKRIPSI ... iii

ABSTRAK ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xi

BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 8

C. Tujuan Penelitian ... 8

D. Manfaat Penelitian ... 9

E. konseptualisasi ... 11

F. Sistematika Pembahasan ... 12

BAB II : KERANGKA TEORITIK FACEBOOK DAN DAKWAH A. Kajian Pustaka ... 14

B . Penelitian Terdahulu Yang Relevan ... 35

BAB III : METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis penelitian ... 40

(7)

C. Setting Penelitian ... 42

D. Sumber Data ... 43

E. Teknik Pengumpulan Data ... 43

F. Teknik Analisis Data ... 45

G. Teknik Pengecekan Keabsahan Data ... 46

H. Tahap Penelitian ... 47

BAB IV : PENYAJIAN dan ANALISIS DATA A. Setting Penelitian ... 51

B. Penyajian Data ... 70

C. Analisis Data ... 87

1. Proses Coding ... 87

2. Kategorisasi ... 102

3. Interpretasi ... 104

D. Konfirmasi dengan Teori ... 108

BAB V : PENUTUP A. Kesimpulan ... 110

B. Saran-saran ... 111 DAFTAR PUSTAKA

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

4.1 ... 49

4.2 ... 50

4.3 ... 51

4.4 ... 53

4.5 ... 57

4.6 ... 58

4.7 ... 61

4.8 ... 62

4.9 ... 63

4.10 ... 64

4.11 ... 65

4.12 ... 68

4.13 ... 69

4.14 ... 70

4.15 ... 71

4.16 ... 72

4.17 ... 73

4.18 ... 75

4.19 ... 77

4.20 ... 78

(9)

(10)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sejalan dengan berkembangnya teknologi informasi internet, khususnya media sosial dalam kehidupan masyarakat, aktifitas masyarakatpun tak luput dari adanya pergolakan perubahan yang tidak bisa dipandang remeh. Mewabahnya penggunaan internet pada akhir-akhir ini memberikan warna tersendiri bagi di kalangan masyarakat, tidak hanya mereka yang bergiat di bidang teknologi informasi semata tetapi kalangan masyarakat bawah juga ikut antusias menyambut gegap gempitanya era internetisasi atau era informasi tanpa batas, tidak hanya remaja dan orang dewasa, bahkan anak usia dinipun sudah sudah tidak asing dengan internet.

Berawal dari tahun 1969 militer AS yang menciptakan ARPAnet untuk menghubungkan kontraktor dan periset1, internet memulai langkahnya menjadi kebutuhan dunia teknologi, ditopang dengan cita-cita besar bagaimana agar data yang dibutuhkan bisa diakses dimana-mana, kapan saja tanpa ada sekat akibat batasan letak geografis, pada tahun 1989 di gagaslah word wide wab (WWW) oleh Tim Berners Lee dari Inggris2. Pada mulanya internet hanya digunakan kalangan terbatas, kini sudah

1

John Vivian, Teori Komunikasi Massa, (Jakarta: Kencana, 2008), hal. 263. 2

(11)

2

tersedia untuk umum. Terbukanya internet yang mengakomodir setiap kebutuhan manusia akan informasi, mulai dari ekonomi, pendidikan dan hiburan dimanfaatkan oleh Mark Zuckerberg untuk membuat situs jejaring sosial yang bernama Facebook.

Facebook adalah jaringan media sosial yang dapat diakses semua orang, Facebook bermula dari proyek pribadi seorang mahasiswa Harvard University bernama Mark Zuckerberg yang menggunakan Facebook sebagai buku tahunan online untuk kalangan Harvard University yang berlanjut menjadi laman media sosial yang diakses oleh mahasiswa Harvard University, perkembanganya sangat pesat, hingga dalam satu hari, lebih dari dua ratus mahasiswa telah mendaftar ke situs milik Mark, pada akhir bulan pertama lebih dari setengah dari semua mahasiswa belajar di Harvard telah membuat halaman sendiri di situsnya.3

Demam Facebook di Indonesia benar-benar mewabah, jejaring sosial ini sangat cepat menyebar peredarannya dan menjadi tren yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Menurut Head of Facebook Indonesia ,Anand Tilak, jumlah pengguna aktif facebook di Indonesia tiap bulannya mencapai 69 juta orang. "Saat ini, ada lebih dari 69 juta pengguna Facebook di Indonesia yang aktif tiap bulannya, 61 juta di antaranya berasal dari gadget mobile," kata Tilak saat acara jumpa media, Senin (22/9/2014), di Jakarta4.

3

Edin Suharyadi, Sejarah Facebook, (http://alamtekno.blogspot.com/2013/07/sejarah-facebook.html. 13 Juli 2013)

4

(12)

3

Dalam perkembanganya, facebook menjadi wadah pola komunikasi masyarakat modern dengan gaya hidup individualis yang intensitas komunikasi personal secara langsung sangatlah minim. Kebutuhan manusia untuk berkomunikasi tidak bisa ditawar lagi, karena komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan dan memupuk hubungn dengan orang lain. 5 Dalam perkembangan itu kian lama kian tampak dalam praktek, bahwa ipteklah yang menguasai manusia. Agama pun memperoleh alasan yang kuat untuk memperkokoh perananya dalam masyarakat yang sedang dikuasai oleh kemajuan teknologi dan pengetahuan itu.6

Maraknya Facebook di kalangan masyarakat disebabkan oleh tingginya rasa eksistensi diri tetapi tidak diiringi oleh terpenuinya sarana eksistensi diri yang memadahi, eksistensi dalam artian kebutuhan akan aktualisasi diri. Menurut Abraham Maslow kebutuhan dasar manusia itu terdiri atas kebutuhan fisiologis, rasa aman, cinta, penghargaan dan aktualisasi diri.7

Masyarakat yang kesehariannya disibukkan dengan aktifitas pemenuhan kebutuhan hidup, ketika merasa kebutuhan aktualisasi diri tidak terpenuhi di dunia nyata, maka akan melampiaskan aktualisasi dirinya di dunia maya, salah satunya dengan memiliki akun Facebook. (http://tekno.kompas.com/read/2014/09/22/15205237/Facebook.Ungkap.Jumlah.Penggunanya.di.I ndonesia. 22 September 2014)

5

Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi, (Bandung: Rosdakarya, 2005), hal. 5. 6

A. Muis, komunikasi islam, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001), hal. 137. 7

(13)

4

Kebutuhan aktualisasi pada manusia yang dilampiaskan di dunia maya pun sangat beragam, ada yang positif, adapula yang negatif. Namun, sangat disayangkan ketika kita melihat iklan tidak bertanggung jawab dan berbagai berita spam bertebaran hampir setiap hari di facebook dalam tempo beberapa tahun terakhir, sangat banyak akun yang tidak bertanggung jawab menyebarkan konten yang berbau pornografi dan kekerasan, lebih mencengangkan lagi adalah akun facebook resmi dari berbagai media massa ternama di Indonesia yang mengunggah berita-berita yang tidak jelas sumbernya.

Kebanyakan dari berita yang tidak jelas sumbernya tersebut, hanya bersifat sensasi yang hanya berguna untuk meningkatkan pembaca media tersebut. Hal ini tentu juga berpengaruh pada pembacanya, dimana pembaca tersebut akan mengingat apa yang dibaca dan menyampaikan pada orang lain yang pada akhirnya akan menimbulkan simpang siurnya suatu berita atau kejadian. Hal ini seharusnya bisa menjadi ladang dakwah bagi sesama ummat Islam, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur‟an surat 103 potongan ayat ke 3 yang artinya: nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Dakwah secara harfiyah berarti mengajak atau menyeru.8 Dakwah adalah mengajak manusia dari keburukan menuju jalan kebahagiaan. Selain itu dalam perspektif lain, sejatinya dakwah adalah amanah dari

8

(14)

5

Rasulullah kepada para ummatnya untuk melanjutkan risalah yang dibawa oleh beliau. Pengalihan tugas atau risalah oleh Rasulullah Muhammad SAW, menjadi tugas atau dakwah kepada ummat-Nya (Islam), diadakan pada hajjatul wada pada tanggal 9 Zulhijjah tahun 10 Hijriah. Pada musim haji yang bagi Rasulullah Muhammad SAW, merupakan “haji penghabisan”, terjadilah suatu peristiwa semacam serah terima antara rasul pembawa risalah dengan ummatnya yang menerima dakwah. 9 Maka dari itu kita sebagai ummat Rasulullah diwajibkan untuk berdakwah.

Dakwah dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, karena dakwah bersifat fleksibel, dengan catatan tidak keluar dari kaidah-kaidah Islam, mengingat kemajemukan manusia beserta aktifitas dan pola pikirnya. Dakwah di Indonesia dibagi menjadi beberapa metode, tergantung pola penyampaianya, diantaranya: dakwah bil-lisan (ceramah / khutbah), dakwah bil-qalam (karya tulis), dakwah bil-jidal (tukar pikiran), dan masih banyak lagi yang lain, karena tidak ada jumlah metode paten untuk memaparkan jumlah metode dakwah. Semakin berkembang aktifitas manusia, serta semakin modernnya cara hidup manusia, maka semakin banyak pula metode dakwah yang bisa dilakukan.

Dakwah tidak hanya berbicara tentang cara penyampaian atau metode, namun dakwah juga memerlukan media, belum pernah ada dalam sejarah, manusia dapat menyebarkan gagasanya dan dapat menyampaikan isi dakwah kepada banyak orang dengan cepat, atau memperoleh informasi

9

(15)

6

sedemikian beragamnya sebelum ada surat kabar, film, radio dan televisi, yang kemudian dikenal dengan mdia massa. Selain media massa dikenal juga media antarpersona (antarpribadi) seperti telepon, telegram dan surat (termasuk surat elektronik atau e-mail).10media dakwah sangat beragam, mulai dari hal yang terkecil bisa disebuit sebagai komponen media dakwah, mulai dari mulut, hingga media elektronik dan media massa yang tadi telah disebutkan, jadi media dakwah sangatlah universal dan hal itu akan memudahkan siapapun untuk berdakwah, dengan apa, dan dimana saja.

Terlepas dari metode dakwah dan media dakwah, ketika da‟i akan melancarkan dakwahnya maka harus menyusun dulu apa yang akan disampaikan untuk meraih goal dari dakwahnya, pesan dakwah pun tidak kalah universal disbanding medianya, bahkan pesan dakwah akan jauh lebih beragam karena melihat dari tiap objek atau subjek yang dijadikan sasaran dakwah, bisa saja menggunakan media dan metode yang sama dilingkungan yang sama, namun pesan dakwah harus dibedakan, mengingat kebutuhan akan sasaran tersebut memang berbeda jika objeknya adalah manusia.

Ditengah maraknya media sosial yang digandrungi masyarakat lintas usia di Indonesia saat ini terutama Facebook, dakwah pun harus hadir didalamnya, saat ini sangat banyak para da‟i yang membuat akun facebook maupun akun Fan Page sebagai ladang dakwah, karena

10

(16)

7

berdakwah dengan media facebook akan menghadirkan ritme baru dalam memainkan metode, media dan utamanya pesan dakwah, bagaimana pesan dakwah itu bisa sampai kepada khalayak media massa yang notabene berbeda-beda dengan kebutuhan agama yang berbeda pula setiap saatnya. Berangkat dari hal itu, peneliti sangat tertarik untuk meneliti pesan dakwah dengan judul: Analisis Pesan Dakwah Admin Fan Page Hidayatul Qur‟an Pada Bulan Juli 2013.

Definisi fan page menurut akun Facebook Jasa Pembuatan Fan Page di Indonesia pada 12 September 2012, Fan page adalah sebuah halaman khusus layaknya blog yang menyediakan informasi yang beragam sesuai dengan keinginan pemiliknya, mulai dari perusahaan, pendidikan, layanan, produk fisik, artis, komunitas dan masih banyak lainnya, dilihat dari redaksi tersebut, maka sangatlah layak sebuah akun fan page untuk berdakwah, untuk meluruskan paradigm yang salah di sosial media, untuk meredam gejolak segala informasi yang bertolak belakang dengan kaidah-kaidah kebenaran, khususnya bertolak belakang dengan kaidah-kaidah Islam.

(17)

8

Fan page ini membahas Al-Qur‟an dari perspektif yang berbeda dari fan page dan akun pribadi pada umumnya, Postingan yang ada di fan page Hidayatul Qur‟an membahas tentang hal yang spesifik pada hampir setiap pembahasanya, menurut peneliti nuansa Al-Qur‟an yang kental, ditambah lagi setiap tulisan yang dikemas rapi dengan bahasa ilmiah akan menjadi ketertarikan tersendiri bagi para pengakses facebook.

Fan page ini membahas Al-Qur‟an dari berbagai perspektif membuat pembahasan di fan page ini tidak kaku secara keseluruhan, karena tidak jarang postingan tersebut membahas hal-hal yang ada di diri pembaca atau hal-hal yang ada di sekitar pembaca. Kestabilan dalam memperbarui berita yang tidak terlalu lama menjadikan mad‟u akan menunggu apa yang akan ditampilkan fan page ini berikutnya.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:

1. Pesan dakwah apa saja yang disampaikan admin Fan Page Hidayatul Qur‟an pada bulan Juli 2013?

2. Mengapa Al-Qur‟an menjadi dominasi dalam postingan fan page Hidayatul Qur‟an pada bulan Juli 2013?

C. Tujuan Penelitian

(18)

9

atau untuk tujuan apa peneliti memahami central phenomenon dengan subjek dan lokasi penelitian yang spesifik.11

 Tujuan Utama : mengetahui dan memahami jenis pesan dakwah fan page Hidayatul Qur‟an  Central Phenomenon : posting fan page Hidayatul Qur‟an

Bulan Juli 2013

 Subjek penelitian : admin fan Page Hidayatul Qur‟an  Lokasi peelitian : halaman fan page Hidayatul Qur‟an

Bertitik tolak pada rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pesan dakwah yang disampaikan admin Fan Page Hidayatul Qur‟an pada bulan Juli 2013.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini diharapkan berguna sebagai berikut: a. Secara teoritis

- Hasil penelitian ini diharapkan dapat wawasan baru terhadap pengembangan Ilmu di bidang Dakwah melalui media sosial (facebook) dalam bidang Komunikasi dan Penyiaran Islam.

- Mampu mengambil sisi positif dari perkembangan media khususnya facebook.

11

(19)

10

- Untuk menambah wawasan dan pengetahuan baru serta mempertajam daya kritis sebagai bekal penerus perjuangan dalam berdakwah.

b. Secara praktis a. Bagi Peneliti

 Meningkatkan kemampuan peneliti untuk membaca pesan dakwah yang disampaikan melalui media sosial. b. Bagi Masyarakat Sosial

 Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu informasi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya dalam penyampaian dakwah dengan menggunakan media sosial.

 Menjadikan inspirasi untuk berdakwah melalui media sosial terutama facebook.

c. Secara Akademis

 Dari hasil penelitian ini pula, harapan besar bagi peniliti bisa menjadikan tema ini sebagai bahan atau kajian bagi penelitian-penelitian berikutnya.

(20)

11

E. Konseptualisasi

Untuk memperoleh pemahaman mengenai penelitian yang dilakukan peneliti, maka peneliti perlu menjelaskan konseptualisasi yang sesuai dengan judul, untuk menghindari kesalahan pemahaman dalam masalah penelitian ini.

1. Facebook

Bagi orang yang biasa berkecimpung di dunia maya (netter), tentunya tidak asing dengan istilah yang satu ini. Facebook adalah salah satu situs jejaring sosial yang di dalamnya terdapat barbagai macam fitur diantaranya: percakapan, perbarui status, cari teman, permainan, kuis, dan sms gratis. Facebook lahir di jagad dunia maya berkat usaha seorang mantan mahasiswa Harvard bernama Mark Zuckerberg.

2. Pesan Dakwah

Pesan dakwah adalah penjelasan dalam dakwah bisa berupa kata, gambar, lukisan dan sebagainya yang dapat memberikan pemahaman bahkan perubahan sikap dan perilaku mitra dakwah12 3. Admin

Admin atau User adalah pengguna facebook yang menjadikan facebook sebagai media dakwah. Dalam hal ini adalah mereka yang menjadi akun di facebook/Fan Page.

12

(21)

12

4. Fan Page

Fanpage adalah sebuah halaman khusus layaknya blog yang menyediakan informasi yang beragam sesuai dengan keinginan pemiliknya, mulai dari perusahaan, pendidikan, layanan, produk fisik, artis, komunitas dan masih banyak lainnya.

F. Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan adalah urutan dalam penulisan skripsi, agar lebih mudah memahami penulisan skripsi ini, maka peneliti menyusun sistematika pembahasan, antara lain:

Bab I adalah pendahuluan yang berisi tentang latar belakang yang menjabarkan fenomena facebook, masalah yang ada di facebook, serta apa yang dilakukan da‟i dengan adanya kondisi tersebut. Pada bab ini juga akan menjelaskan tentang rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta definisi konsep dalam penelitian analisis pesan dakwah melalui fan page Hidayatul Qur‟an pada bulan Juli 2013.

(22)

13

Bab III adalah metode penelitian, pada bab ini memuat uraian secara rinci tentang metode dan langkah-langkah penelitian yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, jenis dan sumber data, unit analisis, tahapan penelitian, teknik pengumpulan, dan teknik analisis data.

Bab IV adalah penyajian data dan temuan penelitian, serta analisis data. Pada bab ini memaparkan tentang hasil yang didapat oleh peneliti selama melaksanakan penelitian dan juga beserta analisisnya. Pemaparan berisi deskripsi subjek dan objek penelitian, data dan fakta subjek serta objek yang terkait dengan rumusan masalah, serta akan dijelaskan dan dianalisis agar pembaca mengetahui sasaran penelitian. Karena penelitian ini menggunakan mix method, maka data yang dipaparkan akan dianalisis menggunakan dua analisis, kualitatif dan kuantitatif. Setelah analisa dan memperoleh hasil, pada bab ini juga akan dijelaskan tentang interpretasi dan konfirmasi dengan teori pesan dakwah.

(23)

Dakwah merupakan fenomena keagamaan yang bersifat ideal normatif sekaligus juga merupakan fenomena sosial yang rasional, aktual dan empiris sebagai sunnatullah.13 Terlihat dari definisi tersebut maka sangatlah lumrah jika dakwah merupakan kewajiban bagi setiap insane yang meyakini kebenaran agama Islam.

Menurut bahasa , dakwah berasal dari kata berbahasa arab yakni da’a, yad’u dan dakwatan, yang artinya mengajak, menyeru dan mendorong.14 Sedangkan menurut istilah secara umum dakwah adalah ajakan atau seruan kepada yang baik dan yang lebih baik.15 beberapa ahli mendefinisikan dakwah sebagai berikut:

1. Asep Muhiddin, dakwah sebagai upaya kegiatan mengajak atau menyeru umat manusia agar berada di jalan Allah (system Islami) yang sesuai fitrah dan kekhanifaanya secara integral, melalui kegiatan lisan dan tulisan atau kegiatan nalar dan perbuatan, sebagai upaya perwujudan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran prinsipal dan universal (al-khayr), sesuai pengertian dasar Al-Islam, menjadi

13

Anwar Arifin, Dakwah Kontemporer, hal. 16. 14

Narson Munawwir, kamus Al Munawwir (Yogyakarta: Pustaka Progresif, 1994), hal. 106.

15

(24)

15

kegiatan nyata dalam kehidupan sosial budaya sehari-hari (al-Ma’ruf), serta berupaya mencegah dan menjauhkan hal-hal yang memang secara fitri ditolak dan diingkati oleh nurani (al-mungkar), demi terwujudnya umat pilihan (khayr ummah). Dengan demikian, hakikat dakwah adalah upaya mengajak dan mengembalikan manusia pada fitrah dan kehanifaannya secara integral, serta merupakan upaya penjabaran nilai-nilai Illahi menjadi amal saleh.16 2. Syekh Muhammad al-Khadir Husain, dakwah adalah menyeru

manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.17

3. Syekh Ali bin Shalil al-Mursyid, dakwah adalah system yang berfungsi menjelaskan kebenaran, kebajikan, dan petunjuk (agama); sekaligus menguak berbagai kebathilan beserta media dan metodenya melalui sejumlah teknik, metode, dan media yang lain18 4. Abu Bakar Atjeh, dakwah adalah perintah mengadakan seruan

kepada sesama manusia untuk kembali dan hidup sepanjang ajaran Allah yang benar dengan penuh kebijaksanaan dan nasihat yang baik.19

16

(25)

16

5. Abu Bakar Dzakaria, dakwah sebagai kegiatan para ulama dengan mengajarkan kepada manusia apa yang baik bagi mereka, yaitu kehidupan dunia akhirat menurut kemampuan mereka.20

6. Ali Mafudz, mendorong (memotivasi) manusia untuk melakukan kebaikan dan mengikuti petunjuk serta memerintah mereka berbuat ma‟ruf dan mencegah dari perbuatan mungkar agar mereka memperoleh kebaikan di dunia dan akhirat.21

7. Ahmad Ghalwasy, dakwah sebagai pengetahuan yang dapat memberikan segenap usaha yang bermacam-macam yang mengacu pada upaya penyampaian ajaran Islam kepada seluruh manusia yang mencakup akidah, syariah dan akhlak.22

Selama ini masyarakat banyak kurang memahami tentang dakwah, mayoritas masyarakat masih mengartikan dakwah sebagai ceramah yang hanya layak dilakukan oleh para Ulama‟ dan pemuka agama di daerah masing-masing. Seperti kita ketahui bersama, sampai saat ini ceramah masih sangat mendominasi cara dakwah yang diikuti masyarakat majemuk, di daerah pedesaan maupun perkotaan, namun seiring berkembangnya zaman sedikit demi sedikit masyarakat mulai membuka mata dan mengetahui bahwa dakwah tidak hanya dengan ceramah, namun bisa juga menggunakan tulisan, karya seni, dan lain sebagainya. Berkembangnya paradigma ini akan terus mengalir dan

(26)

17

akan merubah mindset masyarakat tentang paradigma dakwah seiring bergulirnya zaman dan bergantinya generasi manusia.

Sama halnya tentang paradigma da‟i, masyarakat menganggap da‟i adalah kiyai atau ulama‟, hal ini dapat dimaklumi jika dilihat dari kapasitas ilmu dan cara penyampaian para kiyai dan ulama‟. Namun, hal itu bisa dibilang adalah pandangan yang sangat sempit, sebenarnya secara umum kewajiban berdakwah adalah kewajiban setiap muslim atau muslimat yang mukallaf (dewasa) dimana bagi mereka kewajiban dakwah merupakan suatu yang melekat, tidak terpisahkan dari misinya sebagai penganut Islam, sesuai dengan perintah:”sampaikan walau satu ayat”.23

b. Karakteristik Pesan Dakwah

Karakter secara bahasa biasa diartikan sebagai pembeda, atau cirri-ciri sifat, bagaimana dengan karakteristik pesan dakwah? Karakteristik pesan dakwah berarti adalah ciri-ciri sifat pesan dakwah. Menurut Ali Aziz dalam bukunya “ilmu dakwah” karakteritik pesan dakwah dibagi tujuh, yaitu Orisinil dari Allah SWT, mudah, lengkap, seimbang, universal, masuk akal, dan membawa kebaikan.24

c. Pesan Dakwah

(27)

18

Husain, dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat, dengan demikian, yang dimaksudkan atas pesan dakwah secara singkat ialah: semua pernyataan yang bersumberkan Al-Qur‟an dan sunnah baik tertulis maupun lisan dengan pesan-pesan (risalah) tersebut.26

Pada definisi pesan dakwah lainya, Ali Aziz, dalam bukunya Ilmu Dakwah menjelaskan jika pesan dakwah dengan perspektif lebih luas dengan membagi pesan dakwah menjadi Sembilan jenis, yaitu Ayat-Ayat Al-Qur‟an, Hadis Nabi, Pendapat para sahabat Nabi SAW, Pendapat Ulama‟, hasil penelitian ilmiah, kisah dan pengalaman teladan, berita dan peristiwa, karya sastra, karya seni.27 Berikut penjabarannya:

1. Ayat-ayat Al-Qur‟an

Sangatlah jelas bagi seluruh ummat Islam bahwa Al-Qur‟an adalah sumber utama acuan beragama. Maka dari itu Al-Qur‟an dijadikan pedoman secara global untuk mengajak mad‟u menuju jalan kebaikan dan menjauhi apapun yang dilarang oleh Allah SWT. Al-Qur‟an menyentuh banyak aspek yang berkaitan dengan kebutuhan dan kewajiban manusia untuk berdakwah. Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa Al-Qur‟an merupakan sumber inspirasi dakwah,28 dalam

26

Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah (Jakarta: Radar Jaya Pratama, 1997) hal. 43. 27

Ali Aziz, Ilmu Dakwah, hal. 319. 28

Asep Muhiddin, Dakwah Dalam Perspektif Al-Qur’an (Bandung: Pustaka Setia, 2002),

(28)

19

pengertian Al-Qur‟an lah yang mengawali dan menjelaskan sesuatu tentang agama Islam keseluruhan.

Menurut Ali Aziz, ada beberapa etika yang harus diperhatikan ketika da‟I menyampaikan ayat-ayat dalam Al-Qur‟an,diantaranya: a. Penulisan atau pengucapan ayat Al-Qur‟an harus benar.

b. Penulisan atau pengucapan ayat Al-Qur‟ansebaiknya disertai terjemahan.

c. Sebaiknya ayat Al-Qur‟an ditulis pada lembaran yang tidak mudah diletakkan pada tempat yang kotor atau mudah terinjak.

d. Penulisan atau pengucapan ayat Al-Qur‟an sebaiknya tidak dipenggal dari keseluruhan ayat, agar terhindar dari distorsi pemahaman.

e. Sebaiknya ayat Al-Qur‟an dibaca dengan tartil dan jelas.

f. Ketika mengutip ayat Al-Qur‟an, sebelumnya perlu didahului ungkapan atau tulisan: “Allah SWT, berfirman…”.

g. Antara ayat yang dikemukakan dengan topil dakwah harus sesuai dan relevan.

h. Sebelum membaca ayat Al-Qur‟an, pendakwah hendaknya membaca ta’awwudh dan basmalah.

2. Hadis nabi SAW

(29)

20

Qur‟an. Dimana Al-Qur‟an menerangkan secara global tuntutan beragama, menjelaskan secara global mana yang wajib dilakukan, mana yang harus dijauhi.

Dalam menyampaikan hadist dalam bentuk ucapan maupun tulisan pendakwah harus terlebih dahului mengetahui kualitas hadist, siapa yang meriwayatkan dan sesuai dengan topik yang dibicarakan. Sebelum menyampaikan hadis pendakwah dianjurkan untuk membaca keterangan hadis dan asbabul wurud hadis tersebut agar jelas dari sisi historis dan mengetahui bagaimana cara menerangkan hadis sehingga relevan dengan apa yang disampaikan da‟i dan keadaan mad‟u.

Hadist yang dida‟wahkan haruslah hadis yang masuk dalam kategori sahih, agar apa yang disampaikan da‟i sejalan dengan apa yang diajarkan Rosul saw, yang paling populer diantara perowi hadis adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim, beliau berdua adalah perowi hadis terkemuka, membukukan hadis bukanlah perkara yang mudah, dibutuhkan ketelitian, riset yang mendalam, kekuatan hafalan dan daya nalar yang baik.29 Hal itu dikatujukan untuk menjaga kemurnian hadis tersebut.

3. Pendapat para sahabat Nabi SAW

Sahabat Nabi SAW adalah, orang yang pernah bertemu Nabi Muhammad SAW ketika beliau masih hidup. Mengikuti agama beliau, tinggal bersama beliau dan berguru kepada beliau. Ulama‟ ahli hadis

29

(30)

21

memperluas makna sahabat dengan memutlakkan nama sahabat kepada siapa yang pernah melihat Nabi Muhammad saw, sedang dia dalam keadaan muslim.30

Martabat agung dan kemuliaan besar yang didapatkan oleh generasi pertama karena persahabatan dan pertemuan mereka dengan manusia terbaik yaitu Rosulullah saw lah yang membuat kita harus meneladani jejak langkah para sahabat. Dalam menyampaikan pesan dakwah dengan pendapat para sahabat, menurut Ali Aziz haruslah mengikuti beberapa criteria, diantaranya:

a. Tidak bertentangan dengan Al-Qur‟an dan Hadis. b. Menyebutkan nama sahabat yang dikutip.

c. Menyebut sumber rujukan.

d. Membaca do‟a dengan kata rodliyallahu‟anha atau menulis dengan singkatan “r.a” dibelakang nama sahabat.

4. Pendapat para ulama‟

Ulama‟ adalah kata serapan dari bahasa Arab yang artinya orang yang memiliki ilmu pengetahuan, namun di Indonesia sudah terlanjur diartikan orang yang ahli dalam hal pengetahuan agama Islam.

Dalam menyampaikan pesan dakwahnya, para da‟i harus faham dengan kesepakatan ulama‟ yang mana yang telah disepakati yang mana yang masih diperdebatkan. Paling mudah dan solutif adalah fatwa dari MUI (Majelis Ulama‟ Indonesia) karena pendapat dari MUI adalah

30

(31)

22

pendapat dari kumpulan ulama‟ dan sesuai dengan keadaan di Indonesia, selain dari itu da‟I bisa mengambil fatwa dari tafsir-tafsir Al-Qur‟an atau kitab karangan Ulama‟ yang layak dipercaya fatwanya. Berbagai usaha telah dilakukan para Ulama‟ dalam menganalisis kandungan Al-Qur‟an, ternyata semakin dalam analisis dan pembahasan, semakin disadari betapa terbatasnya kemampuan manusia dibandingkan dengan kemahaluasan ilmu Allah Ta‟ala.31

Lebih jelasnya tentang etika berdakwah dengan mengutip pendapat ulama‟ Ali Aziz memberikan beberapa criteria, diantaranya:

a. Tidak bertentangan dengan Al-Qur‟an dan hadis. b. Menyebut nama ulama‟ yang dikutip.

c. Mengetahui argumentasinya, agar terhindar dari fatwa yang tidak cerdas (taqlid).

d. Memilih pendapat ulama‟ yang tertuli daripada pendapat yang didapatkan dari komunikasi lisan.

e. Memilih pendapat ulama‟ yang paling kuat dasarnya dan paling besar manfaat untuk masyarakatnya.

f. Menghargai setiap pendapat ulama‟, meski kita harus memilih salah satunya.

g. Sebaiknya kita mengenal jati diri ulama‟, walaupun tidak sempurna, sebelum mengutip pendapatnya.

5. Hasil penelitian ilmiah

31

(32)

23

Ditengah kehidupan modern seperti saat ini, ketertarikan masyarakat kepada sains sangatlah tinggi, dan bukti-bukti penelitian banyak dijadikan dasar untuk melangsungkan aktifitas, mulai dari tubuh manusia, kebiasaan manusia dalam beraktifitas, hingga alam semesta, semua itu masuk dalam penelitian ilmiah yang hasilnya dijadikan dasar manusia untuk melanjutkan langkah aktifitasnya.

Namun lebih hebatnya Al-Qur‟an telah terlebih dahulu menuliskan bukti-bukti ilmiah sebelum manusia modern mulai menelitinya. Hal ini yang menjadikan Al-Qur‟an semakin dipercaya sebagai mukjizat yang benar-benar turun dari Tuhan Penguasa Alam. Manusia perldiingatkan dan disadarkan kembali akan pengajaran dan pendidikan yang telah diterimanya.

(33)

24

salah satu sifat manusia yang selalu melekat pada dirinya adalah salah dan lupa.32

Menurut Ali Aziz ada beberapa criteria yang harus dipenuhi da‟i jika ingin menyampaikan pesan dakwah. Diantaranya adalah:

a. Menyebut nama penelitinya, atau lembaga bila melibatkan suatu lembaga.

b. Menyebutkan objek penelitian yang sesuai dengan topic dakwah. c. Disajikan dengan kalimat yang singkat dan jelas.

d. Disampaikan kepada mitra dakwah yang memahami fungsi penelitian.

e. Disampaikan untuk menguatkan pesan utama dakwah, bukan sebaliknya, pesan utama dakwah dipakau untuk memperkuat hasil penelitian.

6. Kisah dan pengalaman teladan

Pesan dakwah dengan model seperti sangat familiar dengan materi yang disampaikan ustadz Yusuf Mansur dalam berbagai kesempatan beliau mengulik kisah seseorang yang sukses dengan sedekah dan percaya bahwa Allah adalah pengatur kehidupan, bukan yang lain. Kisah ini terbukti ampuh untuk meberikan kepercayaan kepada mad‟u, baik disampaikan dalam bentuk lisan maupun tulisan. Rasa percaya dikarenakan mad‟u mengetahui langsung hasil dari perbuatan baik yang medatangkan kebaikan dan perbuatan buruk yang berimbas keburukan.

32

(34)

25

Namun, ketika menyampaikan pesan dakwah dengan metode ini juga akan ada resikonya. Saat da‟i menceritakan cerita inspirasi tentang dirinya sangat rentan terjadi kesombongan dan tinggi hati, yang notabene hal-hal tersebut dibenci oleh Allah. Makadari itu para da‟i harus sangat berhati-hati ketika menceritakan kisah teladan yang menyangkut dirinya sendiri. Hal lain yang menjadi sisi negatif adalah ketika menceritakan orang lain, dan orang tersebut menjadi tinggi hati. Maka dari itu haruslah ada kehati-hatian dalam melangkahkan pesan dakwah ini agar tidak berbalik menjadi murka Allah SWT.

7. Berita dan peristiwa

Saat ini sangat sulit bagi kita untuk membawakan pesan dakwah berisikan berita dan peristiwa. Karena seperti kita ketahui bersama, dewasa ini kebenaran berita semakin kabur, hal itu tidak terlepas dari pro dan kontra media terhadap objek berita. Kewaspadaan da‟i terhadap berita dan peristiwa yang tidak seperti apa yang terjadi kembali harus diuji. Para da‟i harus memastikan bahwa berita itu benar adanya, karena banyaknya berita yang bersifat hanya sensasi, terutama berita yang beredar di media sosial semisal facebook, sangat berbahaya ketika kita membawakan pesan dakwah yang berisikan berita bohong, karena bisa menimbulkan menyebarnya fitnah.

(35)

26

a. Melakukan pengecekan berkali-kali sampai diyakini kebenaran berita tersebut.

b. Dampak dari suatu berita juga harus dikaji.

c. Sifat berita adalah datar, hanya memberitahukan (to inform). Karenanya sebagai pesan dakwah berita harus diberikan komentar. d. Berita yang disajikan harus mengandung hikmah. Ini yang menjadi

penekanan berita sebagai pesan dakwah. 8. Karya sastra

Karya sastra adalah kesenian yang sangat digandrungi masyarakat Arab saat Nabi SAW diperintah Allah untuk menjadi Rosul, makadari itu Allah SWT menurunkan mukjizat berupa Al-Qur‟an yang berisikan tuntunan ummat Islam berupa karya sastra yang tidak dapat ditandingi, bahkan Allah SWT berfirman dalam Al-Qur‟an surah (al-Baqarah/2: 23-24) yang artinya:

Jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang al-Qur'ân yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal al-Qur'ân itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allâh, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya), dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, (neraka itu) telah disediakan bagi orang-orang kafir.” 33

Masyarakat Indonesia bisa disebut mudah terhanyut cara dakwah dengan muatan sastra, jauh sebelum merdeka Sunan Kali Jaga (1450) sudah berdakwah dengan karya sastranya “gundul-gundul pacul” yang masih sering kita dengar hingga saat ini, sejarah juga mencatat kakak

33

(36)

27

dari pahlawan R.A Kartini, yaitu Sosrokartono (1877-1952) dengan penggalan karya sastranya yang terkenal yaitu “Sugih tanpa banda, digdaya tanpa aji” yang hingga kini tertulis di nisan makamnya. Dalam Serat Wirid Ma’lumat Jati sang pujangga penutup tanah Jawa menjelaskan, “salat ngiras nyambut gawe, anglakoni panggawean kasambi salat; alungguh sarwi lumaku, lumaku karo adheprok, lumayu sajroning mandheg, ambisu karo acarita, lungo karo turu, turu karo melek.” Yang artinya: sembahyang sambil bekerja, berkerja sembari sembahyang; duduk sembari berjalan, berjalan sambil duduk, berlari sambil berhenti, membisu sambil bercerita, bepergian dalam tidur, tidur sambil terjaga.34 Beberapa contoh diatas membuktikan bahwa dakwah dengan karya sastra sudah digemari masyarakat sejak masa lampau.

Dewasa ini kita masih teringat dengan karya sastra berupa novel yang bahkan hingga saat ini masih menjadi magnet bacaan segenap lapisan masyarakat Indonesia, diawali dengan Novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy (2004) yang menjadi pionir munculnya novel-novel dan film yang mengalirkan sastra Islami.

Dalam buku Ilmu Dakwah, Ali Aziz menjelaskan criteria karya sastra yang bisa dijadikan sebagai pesan dakwah, diantaranya:

a. Isinya mengandung hikmah yang mengajak kepada Islam atau mendorong berbuat kebaikan.

b. Dibentuk dengan kalimat yang indah.

34

(37)

28

c. Ketika pendakwah mengungkapkan sebuah karya sastra secara lisan, kedalaman perasaan harus menyertainya, agar keindahanya dapat dirasakan.

d. Jika diiringi musik, maka penyampaian karya sastra tidak dengan alat musik yang berlebihan.

9. Karya seni

Karya seni adalah salah satu identitas budaya, tentu saja karya seni sangat digemari semua kalangan. Setiap orang memiliki karya seni favorit masing-masing, misalnya music, teater, tarian, bela diri dan lain sebagainya.

(38)

29

Selain remaja dan anak-anak, kita juga bisa melihat dipelosok desa khususnya di pulau jawa, kesenian wayang sangatlah digandrungi, hampir setiap memiliki hajat seperti pernikahan atau syukuran mempunyai anak, warga desa biasa mendatangkan wayang untuk menghibur warga yang hadir dalam acara syukurannya. Seperti kita ketahui bersama, wayang adalah cara dakwah yang berpengaruh ditanah jawa, dengan menyampaikan pesan-pesan dakwah pada jalan cerita, didukung dengan cara penyampaian dalang yang membuat cerita wewayangan menjadi hidup di pikiran orang yang melihat.

Untuk menjadikan karya seni sebagai pesan dakwah, Ali Aziz menyatakan ada beberapa etika yang perlu diperhatikan, diantaranya: a. Diupayakan sedemikian rupa agar karya seni tidak ditafsirkan secara

salah oleh mitra dakwah.

(39)

30

c. Karya seni tidak mengandung unsure pornografi, menghina symbol-simbol agaman lain, atau menimbulkan dampak-dampak negatif lainya baik langsung maupun tidak langsung.

d. Media Dakwah

Media berasal dari bahasa latin medium yang berarti perantara, pengantar atau penengah.35 jika menilik dari pengertian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa media dakwah termasuk hal yang paling mendasar yaitu mulut sebagai media penyampai, hingga media massa.

Sangat menarik jika mengikuti perkembangan media saat ini, karena semakin berkembang zaman, berkembang pula media yang ada, jika dulu masyarakat menggandrungi media cetak dan televisi, kini bergeser ke media sosial yang disebabkan mewabahnya internet.

Begitu cepatnya kemajuan teknologi komunikasi berlangsung dari waktu ke waktu, telah memberi pengaruh terhadap cara-cara manusia berkomunikasi.36 Seiring berkembangnya teknologi, manusia akan mencari kemudahan-kemudahan baru dalam menjalankan aktifitasnya, termasuk dalam hal teknologi, komunikasi, dan tentunya dakwah. Saat ini setiap orang bisa membuat media dakwah sendiri dengan kebebasan akses dan peluan yang ada di media sosial.

Media massa pun tidak mau tertinggal, dakwah menggunakan media massa kini sudah merambah dari kalangan atas dengan nama besar sampai kalangan pesantren salaf pun sekarang mempunyai media

35

Anwar Arifin, Dakwah Kontemporer, hal. 89. 36

(40)

31

masing-masing untuk promosi dan untuk berdakwah. Dengan gencarnya kemudahan membuat media zaman ini, memang sudah selayaknya menjadi santapan lezat bagi para da‟i berdakwah dengan kemampuan terbaiknya untuk diterbitkan melalui media sosial. Untuk yang pandai berdakwah dengan tulisan, bisa menggunakan fasilitas media sosial seperti Blog, twitter, facebook, dan lain sebagainya, bagi yang pandai berdakwah dengan retorika dan gaya khasnya bisa merekam ceramahnya dalam bentuk video dan di upload melalui situs youtube, dengan itu ceramahnya bisa dinikmati semua orang, jika ada orang yang ingin berdakwah, namun ia tidak cakap berbicara dan tidak pandai menulis, tapi dia bisa menggambar dan menyusun teks poster, bisa berdakwah melalui instagram di smartphone miliknya.

Berdakwah di zaman yang serba cepat ini memang sangat menguntungkan bagi para da‟i, karena bebas ingin berdakwah kapan saja dan dalam bentuk apa saja. Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh da‟i yang berdakwah melalui media meliupti:37

a. Penggunaan media dakwah bukan dimaksudkan untuk mengganti pekerjaan da‟i atau mengurangi peranan da‟i.

b. Tiada media satupun yang harus dipakai dengan meniadakan media orang lain.

c. Setiap media memiki kelemahan dan kelebihan. d. Gunakan media sesuai dengan karakteristiknya.

37

(41)

32

e. Setiap hendak menggunakan media harus benar-benar dipersiapkan dan diperkirakan apa yang akan dilakukan sebelum, selama dan sesudahnya. f. Keserasian antara media, tujuan, materu dan objek dakwah harus

mendapatkan perhatian serius. e. Facebook

Belum ada arti yang pas untuk mengartikan kata facebook jika dilihat dari fungsinya, karena jika diartikan facebook mengandung dua kata dari bahasa Inggris yaitu face yang artinya wajah dan book yang artinya buku. Jika kata-kata itu digabung berarti wajah buku atau muka buku. Namun jika dilihat dari sejarah yang sudah tertulis di latar belakang penelitian, maka arti dari facebook dengan awal situs ini didirikan mempunyai kesinambungan. Karena awalnya situs ini digunakan untuk album kenangan Hardvad University bisa diartikan bahwa wajah-wajah didalam buku kenangan, namun pengertian ini masih cukup ambigu jika menilik dari kata “facebook” itu sendiri.

F.P William dalam Social Networking Sites mengatakan: How to Stay Safe Sites: Multi-States Information Sharing & Analysis Center (MSISAC) yang dikutip oleh Adam Mahamat Helou dan Nor Zairah Ab.Rahim dalam jurnal yang berjudul The Influence of Social Networking Sites on Students’ Academic Performance in Malaysia

(42)

33

MySpace (popular with the music/party community), Facebook (popular with the college community), Orkut and many others.38

Terlepas dari kata facebook, peneliti lebih tertarik menjelaskan tentang kegunaan facebook. Facebook adalah media sosial yang digandrungi masyarakat seluruh dunia, lebih-lebih di Indonesia setelah era friendster dan MIRC karena facebook memili gabungan fungsi antara keduanya, yaitu mempunyai halaman profil dan laman untuk chatting dengan pegguna lain. Facebook sangat menarik digunakan karena dengan situs ini, orang yang sudah lama tidak bertemu menjadi bisa bertemu tanpa permasalahan jauhnya jarak dan perbedaan waktu.

Kelebihan dari facebook adalah media sosial yang multi fungsi, karena didalamnya kita bebas melakukan banyak hal, seperti berjualan, membuat forum komunitas, forum bisnis, tentu saja bisa digunakan utnuk berdakwah, karena didalam facebook terdapat banyak fitur yang bias khusus digunakan untuk mengeksplorasi dan mengoperasikan hal-hal tersebut. Keunggulan-keunggulan itulah yang membuat para pengguna sosial media sulit berpaling dari facebook meskipun banyak bermunculan media-media sosial baru.

f. Fan Page Sebagai Media Dakwah

Fan Page adalah halaman khusus yang tersedia di facebook yang fungsinya hampir sama dengan blog, jika kita membuka link

38

(43)

34

https://www.facebook.com/ maka akan muncul pilihan fungsi dari fan page diantaranya adalah:

- Tempat arau bisnis lokal

- Perusahaan, organisasi atau institusi - Merk atau produk

- Artis, grup music atau tokoh masyarakat - Hiburan

- Perjuangan atau komunitas

Fungsi diatas sangat beragam, pengguna tinggal memilih mana yang sesuai dengan kebutuhannya, termasuk para pendakwah.

Kelebihan dari fan page ini adalah postingan yang muncul full milik admin yang memposting, tidak ada kiriman lain di wall fan page tersebut, karena letak orang yang mengirim ke wall lain dari tempat postingan utama admin.

(44)

35

g. Admin Fan Page

Admin pada fan page adalah personal atau kelompok yang memegang kendali atas halaman yang dikelolanya, tugas admin adalah, mengisi page, menyunting, dan menghapus spam yang ada di page yang dikelolanya.

Ketika kita yang menjadi admin, maka secara otomatis facebook menyediakan grafik statistik kinerja fan page yang kita jalankan, berapa banyak yang melihat, berapa banyak yang menyukai, berapa banyak postingan kita mendapatkan komentar dan berapa jumlah orang yang membagikan akan nampak pada laporan yang akan muncul sesuai dengan perubahan grafik tersebut, semakin ramai respon pada fan page yang kita kelola, maka semakin sering pula pemberitahuan akan masuk pada notifikasi kita. Selain itu untuk mengatur posting dan siapa saja admin yang berhak dan bertanggung jawab atas semua aktifitas fan page dapat diatur oleh admin utama dalam fan page tersebut, admin utama adalah pembuat akun, namun admin utama bisa juga penggagas berdirinya fan page tersebut. Para admin akan dengan mudah mengontrol tiap posting yang ada, karena akan nampak siapa yang memposting.

B. Penelitian Terdahulu yang Relevan

(45)

36

Namun, peneliti menemukan satu judul yang cukup relevan untuk dijadikan acuan penelitian melalui media sosial Facebook, selain judul tersebut peneliti juga menitik beratkan pada penelitian terdahulu yang membahas tentang pesan dakwah.

1. “Facebook dan dakwah islam: kajian tentang penggunaan facebook sebagai media dakwah oleh usernya.” oleh mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya Ziyad, NIM:B01206010, S1 - Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) pada tanggal 14 Agustus 2010.

Penelitian ini membahas tentang bagaimana penggunaan facebook sebagai media dakwah oleh usernya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penggunaan facebook sebagai media dakwah oleh usernya. Untuk mengidentifikasi masalah tersebut secara mendalam dan menyeluruh, peneliti menggunakan metode kualitatif dalam penelitian ini. Tehnik pengumpulan datanya menggunakan metode observasi partisipan dan dokumenter. Data yang diperoleh dari penelitian kemudian dianalisis menggunakan filling system. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan facebook untuk berdakwah itu cara dan jenis isi pesannya.

(46)

37

2. “Analisis isi pesan dakwah dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere-Liye” oleh mahasiswi UIN Sunan Kalijaga 2011, Heni Sintawati – Skripsi ini menjelaskan tentang analisis pesan dakwah yang diterapkan pada novel Hafalan Shalat Delisa Karya Tere-Liye, Peneliti ingin mengetahui pesan-pesan dakwah apa saja yang terkandung dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere-Liye? Tema apa saja yang mendominasi pesan dakwah dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere-Liye? Metodologi yang digunakan yaitu content analisis atau analisis isi dengan metode kuantitatif melalui pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Serta melalui kategorisasi yaitu aqidah, syariah dan akhlak.

Perbedaan dengan penelitian yang sedang peneliti lakukan adalah kategori pesan dakwahnya, karena kategori yang dilakukan peneliti saat ini lebih variatif dengan paradigma yang lebih luas dan rinci.

3. “Pesan Dakwah dalam Kolom Tafakur pada Majalah Ummi Edisi Juli - Desember 2006” oleh: Septi Zamzamah mahasiswa IAIN Wali Songo Semarang, pada tanggal: 29 Januari 2008.

(47)

38

Tafakur. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Kemudian dalam menganalisis pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam kolom tafakur penulis menggunakan analis isi (content analysis). Dalam skripsi ini juga dijelaskan tentang tahapan-tahapan analisis isi. Hasil penelitian dari materi dakwah dibagi menjadi 3 yaitu: aqidah, lupa. Akhlak, niat baik, merdeka, opportunity loss. Syariah, percepatan amal, bersiaplah.

(48)

39

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode Penelitian atau metode riset berasal dari bahasa inggris. Metode berasal dari kata Methodh, yang berarti ilmu yang menerangkan metode-metode atau cara-cara. Kata penelitian merupakan terjemahan dari bahasa inggris “reseach” yang terdiri dari kata re (mengulang) dan search (pencarian, pengejaran, penelusuran dan penyelidikan). Maka, reseach berarti melakukan pencarian. Sehingga metode penelitian diartikan sebagai suatu perangkat pengetahuan tentang langkah-langkah sistematis dan logis tentang pencarian data yang berkenaan dengan masalah tertentu untuk diolah, dianalisa, diambil kesimpulan dan selanjutnya dicari pemecahannya.39

Sebelum penelitian melangkah lebih jauh dalam pembahasan metodologi penelitian terlebih dahulu harus di mengerti isi dari pengertian yang terkandung dalam metode penelitian. Penelitian adalah langkah-langkah sistematis dan logis tentang pencarian data yang berkenan dengan masalah tertentu untuk di olah, di analisis, di ambil satu kesimpulan dan selanjutnya di carikan cara pemecahannya. Metodologi penelitian berfungsi sebagai pedoman dalam melakukan penelitian yang akan di lakukan sebagai acuan besar. Metodologi penelitian akan sangat menjadi alat bagi peneliti dalam melakukan analisis data yang ada. Sehingga metodologi penelitian diartikan sebagai suatu seperangkat pengetahuan tentang langkah-langkah sistematis

39

(49)

40

dan logis tentang pencarian data yang berkenan dengan masalah tertentu untuk di olah, di analisa, di ambil kesimpulan dan selanjutnya di carikan cara pemecahannya.

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian kualitatif ini akan berusaha mendeskripsikan, melukiskan sekaligus menganalisis suatu fenomena sosial masyarakat tertentu, secara rinci dengan maksud agar nantinya dapat menjelaskan dan menerangkan serta menjawab permasalahan-permasalahan yang diajukan dalam suatu penelitian, disamping itu penelitia kualitatif ini membentuk hipotesis-hipotesis lama yang relevan dengan fokus permasalahan suatu penelitian dan pada akhirnya dapat membentuk teori-teori atau mempertegaskan teori-teori yang ada.40 Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah mix method.

A mixed methods research design is a procedure for collecting, analizyng, and mixing both quantitative and qualitative data in a single study to understand a research problem. It is a “legitimate inquiry

approach”41 (Pengertian adalah prosedur untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memadukan data kuantitatif dan kualitatif dalam suatu penelitian untuk memahami masalah penelitian. Hal tersebut adalah “pendekatan penelitian yang sah).

40

Koenjaraningrat, Metode Penelitian Masayarakat (Jakarta : Gramedia, 1994), hal. 25 41

(50)

41

Desain penelitian ini berguna untuk banyak hal, metode penelitian campuran digunakan ketika peneliti memiliki data kuantitatif dan kualitatif dan kedua tipe data. Metode penelitian campuran adalah sebuah desain yang baik untuk digunakan jika seorang peneliti ingin membangun data yang kuat dari kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif sebagai penilaian pada instrument, menghasilkan angka-angka yang spesifik yang bias dianalisis secara statistic dan dapat menghasilkan hasil-hasil untuk menghitung frekuensi dan seberapa besar kecenderungan yang ada. Sedangkan data kualitatif dengan wawancara terbuka dan tertutupnya memberikan kata-kata yang dapat dipercaya dan actual dari narasumber, menawarkan banyak perspektif berbeda pada topic penelitian dan memberikan gambaran kompleks dari sebuah situasi.

Menurut buku ini metode penelitian campuran terdiri dari 3 jenis: 1. Metode triangulasi campuran

2. Metode eksplanatori campuran 3. Metode eksplorasi campuran

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis metode yang ke 3 yaitu metode metode eksplorasi campuran.

(51)

42

B. Kehadiran Peneliti

Kehadiran peneliti dalam penelitian ini berperan ganda, yaitu sebagai pelaku dan peneliti. Peneliti adalah salah satu admin dari fan page tersebut, namun peran peneliti dalam fan page tersebut bukanlah admin inti yang menentukan berbagai potingan, namun peneliti hanya bertindak sesuai jadwal dan materi postingan sudah disiapkan admin utama.

Sebuah keuntungan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, dimana dengan kedekatan peneliti dengan apa yang diteliti akan membuat penelitian ini lebih dekat dan lebih nyata baik secara subjektif maupun secara objektif.

Dengan kelebihan yang ada tersebut, maka peneliti akan memanfaat dengan sebaik-baiknya dalam proses pengumpulan data terutama wawancara kepada admin utama untuk mengumpulkan informasi yang akurat dan bermanfaat besar untuk penelitian ini.

C. Setting Penelitian

(52)

43

Peneliti memilih bulan Juli sebagai bulan untuk riset, karena bulan tersebut cukup stabil keaktifan dari admin dan pembaca.

D. Sumber Data

Data adalah sesuatu yang diperoleh melalui suatu metode pengumpulan data yang akan diolah dan dianalisis dengan suatu metode tertentu yang selanjutnya akan menghasilkan suatu hal yang dapat menggambarkan atau menindikasikan sesuatu.42 Menurut Lofland dan Lofland sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata, dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.43 Namun, sumber data dalam penelitian kali ini adalah berupa teks yang berasal dari postingan fan page ataupun tampilan asli hasil screen shoot, buku-buku serta dari sumber terpercaya di internet serta wawancara dengan admin utama fan page Hidayatul Qur‟an.

E. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian kulaitatif dikenal beberapa metode pengumpulan data yang umum digunakan. Beberapa metode tersebut, antara lain wawancara, observasi, studi dokumentasi, dan fokus grup diskusi.44 Namun dalam teknik pengumpulan data, peneliti haruslah mengerti pengumpulan data metode apa yang cocok dengan sesuatu yang sedang diteliti, agar relevan antara data yang diperoleh dengan kebutuhan penelitiannya.

42

Haris Herdiansyah, Metode Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu- Ilmu Sosial, (Jakarta: Salemba Humanika, 2011) hal. 116

43

Lexy Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif,(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009) hal.157

44

(53)

44

Dalam penelitian ini data kualitatif digali dengan cara wawancara dengan admin fan page Hidayatul Qur‟an, dan data kuantitatif diambil dengan cara mendokumentasikan posting fan page pada bulan Juli 2013 untuk dijabarkan dalam prosentase-prosentase.

a. Wawancara

Definisi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan hampir semua penelitian kualitatif.45 Teknik wawancara sangat iconic dalam penelitian kualitatif, karena setiap penelitian kualitatif salah satu metodenya adalah metode wawancara.

Definisi wawancara memiliki arti yang berbeda-beda tergantung konteks wawancara tersebut, para ahli pun memberikan berbagai pandangan yang berbeda tentang definisi wawancara, diantaranya adalah:

- Gorden: wawancara merupakan percakapan antara dua orang yang salah satunya bertujuan untuk menggali dan mendapatkan informasi untuk suatu tujuan tertentu.46

- Steward & Cash: sebuah interaksi yang didalamnya terdapat pertukaran atau berbagai aturan, tanggung jawab, perasaan, kepercayaan, motif, dan informasi. Wawancara bukanlah suatu kegiatan dengan kondisi satu orang melakukan/memulai pembicaraan sementara yang lain banyak mendengarkan.47

(54)

45

Model wawancara yang digunakan peneliti kali ini adalah wawancara dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan terbuka, sehingga jawaban dan informasi yang diperlukan mengalir, yang pada akhirnya akan di analisa dan disimpulkan oleh peneliti.

b. Dokumentasi

Studi dokumentasi adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain yang melihat subjek.48 Dalam penelitian kali ini peneliti akan memakai metode dokumentasi dengan mengumpulkan seluruh posting fan page Hidayatul Qur‟an pada bulan Juli tahun 2013, untuk selanjutnya dokumen tersebut akan dianalisis.

F. Teknik Analisis Data

Pada penelitian inipeneliti menggunakan studi mix method, yaitu penggabungan antara peneliti kualitatif dan kuantitatif dengan posisi berangkat dari data kualitatif kemudian diperjelas dengan hasil analisis kuantitatif, maka pada penelitian kali ini, analisis yang digunakan peneliti adalah analisis isi deskriptif kuantitatif. Analisis ini populer digunakan sejak Tahun 1987 saat Scott dan Cuviler meneliti tentang kekerasan seksual dalam majalah Playboy.

Sama dengan namanya, penelitian dengan menggunakan analisis isi deskriptif berfungsi untuk mendeskripsikan apa yang diteliti, desain

48

(55)

46

analisis isi ini tidak dimaksudkan untuk menguji suatu hipotesis tertentu, atau menguji hubungan di antara variabel.49

G. Teknik Pengecekan Keabsahan Data

Keabsahan atau validitas data memegang peranan seperti pagar pembatas jalan, yaitu melihat lebih dekat apakah penelitian ini mengukur apa yang seharusnya diukur atau mengukur yang tidak seharusnya diukur.

Ada beberapa definisi tentang validitas diantaranya menurut Fraenkel (1993; 139) dikatakan bahwa ”validitas menunjukkan kesamaan, pengertian maupun penggunaan masing-masing peneliti yang berbeda dalam mengumpulkan data. Sedangkan batasan validitas menurut Sugiyono (2007; 363) dikatakan bahwa ”validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti”. Jadi dari kedua pendapat itu jelas batasan validitas adalah berkenaan dengan ketepatan antara data objek sebenarnya dengan data penelitian.50

Untuk menguji keabsahan data pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik peningkatan ketekunan, yaitu dengan pengamatan yang cermat dan sistematis serta beberapa kali pengulangan sehingga data yang diperoleh dapat dipercaya.

Selain menggunakan metode itu, untuk menguji hasil dari analisis kuantitatif, peneliti menggunakan metode validitas kriteria, validitas

49

Eriyanto, Analisi Isi, (Jakarta: kencana Prenada Media Group, 2011), hal. 47 50

Asep Sukirman, Penelittian kualitatif, (http://skripsi

(56)

47

kriteria adalah validasi suatu instrumen dengan membandingkanya dengan instrumen lainya yang sudah valid dan realibel dengan cara mengkorelasikanya, bila korelasinya signifikan maka instrumen tersebut mempunyai validitas kriteria.51

H. Tahap Penelitian

Sebagaimana yang tertera dalam buku penelitian kualitatif karangan Burhan Bungin, adapun tahap-tahap penelitian yang telah dimodifikasi untuk penelitian adalah:

1. Identifikasi masalah

Langkah awal pada penelitian kali ini adalah bagaimana peneliti menentukan permasalahan, dimana permasalahan merupakan titik tolak bagi keseluruhan penelitian. Permasalahan yang terjadi pada penelitian ini adalah bahwa facebook yang awalnya dibangun untuk media sosial, untuk menemukan teman-teman lama dan harusnya digunakan untuk banyak hal yang bermanfaat ternyata juga menjadi tempat beredarnya gambar porno, berita hoax dan berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, oleh sebab itu peneliti melihat sangat pentingnya akun bernuansa islami. Menurut peneliti ini adalah masalah yang cukup kronis bagi para pengguna facebook, baik secara pribadi maupun secara kehidupan sosial masyarakat.

Peneliti menggunakan fan page Hidayatul Qur‟an sebagai objek penelitian dan admin fan page tersebut sebagai subjek penelitian adalah

51

(57)

48

untuk melihat bagaimana solusi yang diberikan akun islami untuk menghadapi masalah tersebut, apa saja pesan dakwah yang cocok untuk menanggulangi hal-hal menghawatirkan diatas.

Selain keagiatan diatas, pada tahapan ini pula, peneliti melakukan hal-hal yang berkenaan dengan terlaksananya penelitian. Salah satunya yakni peneliti menyusun kerangka penelitian yang diimplementasikan pada proposal penelitian.

2. Mengenal

Pada tahapan ini peneliti akan mengamati dan mencari data yang terdapat pada fan page Hidayatul Qur‟an beserta informasi dari admin utamanya.

3. Menyeleksi unit analisis

Pada tahapan ini peneliti mengawali dengan mengumpulkan data tentang fan page Hidayatul Qur‟an, mulai dari sisi tampilan, keaktifan postingan dan seberapa benyak respon yang diberikan mad‟u pada fan page tersebut.

Setelah mengamati hal itu, peneliti memilih bulan Juli tahun 2013, karena menurut peneliti bulan tahun 2013 adalah tahun yang baik pada fan page Hidayatul Qur‟an secara posting dan respon, hingga pada tahun tersebut grafik fan page terlihat baik dan stabil. Peneliti memilih bulan Juli adalah kembali karena salah satu bulan yang paling aktif keluarnya posting dari fan page Hidayatul Qur‟an.

(58)

49

Tahapan selanjutnya adalah membuat koding. Artinya pada tahapan ini peneliting membuat koding form dan membuat daftar beberapa item atau kategori kecenderungan untuk membimbing sesuai dengan data-data yang ada. Pembuatan daftar kategori ini dilakukan sesuai dengan kategorisasi dan kecenderungan pesan dakwah yang telah dikonstruk pada Bab II. Kategorisasi yang dijadikan pedoman untuk melakukan koding itu adalah pesan-pesan dakwah yang terdiri dari:

1. Pesan dakwah melalui ayat-ayat Al-Qur‟an 2. Pesan dakwah melalui Hadis nabi SAW

3. Pesan dakwah melalui pendapat para sahabat Nabi SAW 4. Pesan dakwah melalui pendapat para ulama‟

5. Pesan dakwah melalui hasil penelitian ilmiah

6. Pesan dakwah melalui kisah dan pengalaman teladan 7. Pesan dakwah melalui berita dan peristiwa

8. Pesan dakwah melalui karya sastra 9. Pesan dakwah melalui karya seni

Kategori diatas inilah yang nantinya akan menjadi pedoman dalam melakukan kegiatan koding.

5. Melakukan analisis data

(59)

50

Sehingga dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan dalam analisis data meliputi, mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode serta mengkategorisasinya.

6. Pengecekan keabsahan dan reliabilitas

Pada tahapan ini peneliti melakukan pengecekan tentang keabsahan data dan menghitung coding yang telah ditetapkan dengan suatu rumus tertentu sehingga validitas hasil dari penelitian akan Nampak kredibilitasnya.

7. Pelaporan hasil penelitian

Dalam tahapan ini peneliti melakukan pelaporan terhadap hasil yang telah diteliti untuk dievalusi serta diuji validitasnya.

BAB IV

Gambar

Gambar
gambar porno, berita hoax dan berita yang tidak bisa dipertanggung
 Gambar 4.1
 Gambar 4.2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pengelola Resort Mandalawangi TNGGP memiliki persepsi agak setuju terhadap hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan program wisata yaitu cara pengaturan pengunjung

SUWANDI (yang semuanya penuntutannya diajukan dalam berkas terpisah) telah ditanggap oleh petugas kepolisian karena ditemukan telah melakukan perjudian jenis sabung

Classroom is the place for the second language learners to enrich and absorb their knowledge about the target language, so the classroom verbal interaction becomes one of

Sehubungan dengan adanya dua jenis korelasi yang dapat digunakan untuk mengetahui validitas kriteria, yaitu korelasi biasa dan korelasi kanonis, maka pada

Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian bayi lahir khususnya bayi dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), ada hubungannya dengan karakteristik sosial ekonomi

website FIA, http: // www.. PROGRAM RALLY ... KEPANITIAAN DAN PENJELASAN ... Gelar Kejuaraan pada Rally ini... Status Perlombaan: ... Nama Penyelenggara ... Alamat dan Kontak

Hal ini yang seharusnya dapat dimanfaatkan perusahaan xiomi.Inc untu mengembangkan dan meningkatkan smrtphone xiomi maupun kemudahan pencarian informasi mengenai

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN AKTIVITAS VOLLEY BALL LIKES GAME UNTUK MENGEMBANGKAN WAKTU AKTIF BELAJAR.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu