• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pencemaran Lingkungan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pencemaran Lingkungan"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Pencemaran

Lingkungan

Oleh

Rismawati Pangestika, S.Si., M.P.H.

(2)

Pencemaran Air

01

Pencemaran Udara

02

Pencemaran Tanah

03

Bioremediasi

04

(3)
(4)

PENCEMARAN

LINGKUNGAN

Masuk atau

dimasukkannya

makhluk hidup, zat,

energi dan/atau

komponen lain ke

dalam lingkungan

hidup oleh kegiatan

manusia sehingga

melampui baku

mutu lingkungan

(5)

01

Pencemaran

Air

(6)

AIR

• Salah satu

sumber

utama

kehidupan

AIR

• Menyokong

71%

permukaan

bumi

AIR

• 50-70%

tubuh

manusia

tersusun atas

air sampai

tingkat sel

(7)

KETERSEDIAAN

AIR

(8)

KETERSEDIAAN AIR

Penentuan kualitas air

dilakukan berdasarkan

Peraturan Pemerintah

Republik Indonesia

Nomor 82 Tahun 2001

tentang Pengelolaan

Kualitas Air dan

Pengendalian

Pencemaran Air.

Parameter yang

digunakan terdiri dari

parameter fisika, kimia

anorganik, kimia organik,

mikrobiologi, dan

radioaktivitas. Peraturan

pemerintah tersebut

membagi mutu air ke

dalam empat kelas,

yaitu:

1. Kelas I, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;

2. Kelas II, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar,

peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut; 3. Kelas III, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk

pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi

pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut;

4. Kelas IV, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

(9)
(10)

KETERSEDIAAN AIR – KUALITAS AIR SUNGAI

Kualitas air sungai adalah isu yang tidak kalah penting dalam rangka pemanfaatan air

secara optimal. Pemantauan kualitas air sungai dilakukan secara rutin oleh Kementerian

Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan menggunakan 2 pendekatan yaitu

Metoda Storet dan Metoda Indeks Pencemaran (Pollution Index-PI).

Metode Storet dilakukan dengan membandingkan minimal 21 parameter yang telah ditetapkan dengan kriteria mutu air Kelas II, yang mensyaratkan nilainya tidak lebih dari

baku mutunya

Metode Indeks Pencemaran (Pollution Index-PI) hanya dilakukan pada satu sungai yang melintas wilayah provinsi dan menjad sungai prioritas yang sedang dikendalikan pencemarannya. Jumlah parameter yang digunakan sebanyak tujuh parameter, yaitu

TSS, DO, BOD, COD, Total Phosphat, E.Coli, dan Total Coliform. Selanjutnya, nilai indeks tersebut akan digunakan sebagai Indeks Kualitas Air (IKA).

(11)

KETERSEDIAAN AIR – KUALITAS AIR HUJAN

Banyak faktor yang dapat menyebabkan penurunan kualitas air sungai,

diantaranya adalah aktivitas manusia yang memberikan tekanan terhadap sungai dan kualitas air hujan.

Air sungai dapat tercemar secara langsung oleh polutan yang berasal dari industri, sampah rumah tangga, TPA dan sebagainya.

Selain itu, air sungai juga dapat tercemar secara tidak langsung oleh polutan yang memasuki badan air melalui tanah, air tanah, ataupun hujan.

Seperti disebutkan sekitar 70 persen air hujan terbuang percuma ke sungai. Ini berarti kualitas air sungai sedikit banyak dipengaruhi pula oleh kualitas air hujan.

Air hujan pada dasarnya mempunyai kualitas yang baik karena tidak

mengandung larutan garam, zat-zat mineral dan lainnya. Air hujan menjadi

‘terkontaminasi’ ketika tercampur dengan zat-zat di udara dan material yang menampungnya, sehingga pengolahannya cenderung lebih sederhana daripada air sungai.

Air hujan dapat bersifat korosif karena mengandung zat-zat yang terdapat di udara seperti NH3, CO2 agresif, ataupun SO2. Adanya konsentrasi SO2 yang tinggi di udara yang bercampur dengan air hujan akan menyebabkan

terjadinya hujan asam (acid rain).

Analisis Kualitas Air Hujan dilakukan oleh BMKG dengan mengukur beberapa unsur kimia yang terkandung dalam air hujan, yaitu Derajat Keasaman (pH), Daya Hantar, Kalsium, Magnesium, Natrium, Kalium, Amonium, Klorida, Sulphat, Nitrat, Kesadahan Total, dan Keasaman.

(12)

KETERSEDIAAN AIR

– KUALITAS AIR

HUJAN → HUJAN

(13)

Sumber-sumber Pencemar Air

Bahan Patogen

(Penyakit)

Bahan Kimia Organik

Bahan Kimia

Anorganik

Kekurangan Oksigen

/ Eutrofikasi

Endapan /

(14)

SUMBER

PENCEMARAN AIR

Sumber langsung

Pencemaran yang berasal dari sumber tertentu contoh : Pabrik, Sistim buangan,

sumur minyak

Sumber tak langsung Pencemaran yang

berasal dari penyebaran sumber yang tidak jelascontoh : Air dari jalan, dari kegiatan

pertanian

SUMBER

PENCEMARAN AIR

Limbah industri / produksi / pertambangan Limbah domestic / sanitasi

Limbah pertanian Pembangkit listrik (BBM/Nuklir)

Perawatan/pembersihan alat Transportasi air

(15)

INDIKATOR

AIR TELAH

TERCEMAR

Ada perubahan suhu air Pengukuran : thermometer air raksa Perbedaan antara suhu air dan suhu alam disekitarnya yang diperbolehkan adalah sebesar ±3˚C

Adanya perubahan pH atau konsentrasi ion hidrogen

Pengukuran pH : menggunakan pH meter atau kertas lakmus

PH Normal air : 6,5 – 7,5 (< PH Normal = Asam, > PH Normal = Basa)

Adanya perubahan warna, bau, rasa air Timbulnya endapan, koloidal, bahan terlarut Menghalangi matahari masuk, mikroorganisme tdk bisa berfotosintesis

Menurut PP No. 82 Tahun 2001, berdasarkan kelas air, endapan yang diperbolehkan

adalah 50mg/Liter. Adanya mikroorganisme Mikroba pantogen Meningkatnya radioaktif air lingkungan

Aplikasi teknologi nuklir, pertambangan-pertambangan, dll.

(16)

BAHAN-BAHAN PATOGEN

Bahan Patogen:

• Bakteri, virus, parasit

Sumber

• Limbah Rumah tangga, rumah sakit,

kotoran kebun binatang

Dampak:

(17)

BAHAN KIMIA ORGANIK

Pestisida dan herbisida

• Sumber: Pertanian, kehutanan, pemberantasan nyamuk

Detergen (fosfat)

• Sumber: Perumahan, industri, hotel, rumah sakit

Minyak, oli, bensin

Buangan Pabrik, aliran dari sawah/ladang

Dampak:

• Kanker

(18)

BAHAN KIMIA ORGANIK

Persistent Organic Pollutants (POPs) adalah bahan-bahan

kimia yang tetap berada di lingkungan, bioakumulasi melalui jaring-jaring makanan, dan beresiko menyebabkan pengaruh

terhadap kesehatan manusia dan lingkungan

The "dirty dozen" meliputi: PCBs, aldrin, chlordane, DDT, dll Permasalahan dengan DDT: DDT tidak dapat dimetabolisme

dengan cepat oleh hewan; sehingga akan terdeposit dan tersimpan dalam jaringan lemak hewan biomagnifikasi

Menyebabkan: kanker , pemecahan hormonal dan reproduksi, menurunkan kemampuan cognitif (dopamine)

(19)

KEKURANGAN OKSIGEN / EUTROFIKASI

DO (Dissoved Oxygen):

• Oksigen terlarut dalam air sebagai indikator kualitas air.

BOD (Biochemical Oxygen Demand) :

• Jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam air.

Air limbah domestik, Pulp & Kertas, limbah makanan dapat

menyebabkan penurunan kadar oksigen (Oxygen sag)

Eutrophikasi

• proses alam dimana air (danau, sungai dll) menjadi terlampau kaya

akannutrien, umumnya nitrogen dan phospor.

Penyebab:

• aktivitas seperti perternakan, perhutanan, pembuatan jalan, industri dan

pengolahan limbah dapat menyebabkan nutrien masuk ke dalam

sumber-sumber air.

Dampak eutrofikasi:

• peledakan populasi alga dan tanaman air lainnya, kekurangan oksige,

sehingga membunuh ikan

(20)

ENDAPAN / SEDIMENTASI

Definisi:

Pemenuhan badan air oleh partikel partikel

tanah, umumnya pasir dan kerikil.

Pengaruh-pengaruh

sedimentasi:

Hilangnya tempat bersembunyi-tinggal bagi ikan-ikan kecil

Organisme-organisme air yang melekat terlepas dari

bebatuan dan pasir.

Berkurangnya cahaya masuk

Kondisi anaerobik

(21)

DAMPAK PENCEMARAN AIR

Dampak terhadap kehidupan biota air

• Menurunkan oksigen, menyebabkan kehidupan terganggu

(kematian, kurang perkembangannya), kerusakan

tanaman/tumbuhan air, air limbah sulit terurai

Dampak terhadap kualitas air tanah

• Kualitas air menurun (logam berat, bau, dll)

Dampak terhadap kesehatan

• Media penyebar penyakit

Dampak terhadap estetika lingkungan

• Proses pembusukan mengakibatkan bau menyengat,

mengganggu pemandangan

(22)

02

Pencemaran

Udara

(23)

KUALITAS UDARA

Saat ini, kualitas udara di Indonesia dapat dilihat dari beberapa data antara lain Indeks Standar Pencemar

Udara (ISPU), Konsentrasi Partikel Terlarut, dan Indeks Kualitas Udara

(IKU).

ISPU adalah pengukuran yang dilakukan di stasiun pengamatan

BMKG dan beberapa titik pengamatan seperti permukiman,

industri, dan lalu lintas padat kendaraan bermotor oleh KLHK.

Pengukuran ISPU dilakukan berdasarkan lima parameter pencemar utama, yaitu karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), nitrogen dioksida (NO2), ozon

permukaan (O3), dan partikulat (PM10) yang dapat dilihat perubahannya setiap hari pada

website KLHK dan BMKG.

Konsentrasi Partikel Terlarut diukur oleh BMKG di stasiun-stasiun pengamatan yang biasanya jauh dari

pusat-pusat kegiatan masyarakat seperti industri, permukiman, dan

(24)
(25)
(26)

Parameter

Dasar Indeks

Standar

Pencemaran

Udara

(Parameters

Dasar ISPU)

(27)

Parameter Dasar Indeks Standar Pencemaran Udara dan Priode Waktu Pengukuran

• Hasil pengukuran untuk pengukuran kontinyu diambil rata-rata tertinggi waktu pengukuran

• ISPU disampaikan kepada masyarakat setiap 24 jam dari rata-rata sebelumnya (24 Jam sebelumnya)

• Waktu terakhir pengambilan dan dilakukan pada pukul 15.00 Waktu Indonesia Bagian Barat

• ISPU yang dilaporkan kepada masyarakat berlaku 24 jam ke depan (pukul 15 tanggal n) sampai pukul 15.00 tanggal (n+1)

(28)

KUALITAS

UDARA

(29)

03

Pencemaran

Tanah

(30)

Pencemaran tanah Perubahan struktur tanah Mengganggu kehidupan organisme di permukaan dan di dalam tanah

(31)

Cara

Pencemaran

Tanah

Langsung

Pupuk kimia

berlebihan

Pestisida

Limbah

anorganik

Tidak

Langsung

Melalui Air

Mengandun

g polutan

Melalui

Udara

Hujan asam

(32)

Contoh bahan berbahaya pencemar tanah

dan akibatnya pada kesehatan manusia

Krom dan pestisida: bahan karsinogenik

Timbal: merusak otak dan ginjal terutama

anak-anak

Merkuri: kerusakan ginjal kronis / tak

dapat diobati

Pelarut yang mengandung clorin: pusing,

sakit kepala, iritasi mata dan iritasi kulit

(33)

SAMPAH

ORGANIK

Air Hujan

Air

Permukaan

(run off)

SAMPAH NON-ORGANIK (Logam) SAMPAH ORGANIK (Logam) LEACHATE + LOGAM BERAT

PENCEMARAN:

TANAH, AIR,

TANAMAN & HEWAN

AKUMULASI DALAM

TUBUH MANUSIA

RESIKO GANGGUAN

KESEHATAN

(34)

Penyebab

Pencemaran

Tanah

Kebocoran limbah cair

Kebocoran limbah bahan kimia

Kebocoran limbah industri

Penimbunan sampah organik (pupuk kandang krn mengandung bnyk Nitrat)

Sumber

Pencemaran

Tanah

Penggunaan pestisida yg berlebihan Aktivitas pembuangan sampah anorganik

Pencemaran karena tinja

Detergen yg bersifat non biodegradable Pemakaian pupuk yg berlebihan (pertanian) Logam-logam berat (Zn, Pb, Cd, Hg)

Limbah yang

mencemari

tanah (bentuk

padat dan cair)

Limbah domestik

Limbah Industri

(35)

LI

MBA

H

DOMESTI

K

• pemukiman penduduk;

• perdagangan/pasar/tem

pat usaha hotel dan

lain- lain;

• kelembagaan misalnya

kantor-kantor

pemerintahan dan

swasta;

• tempat wisata,

BEN

TUK

LI

MBA

H

• PADAT → sampah anorganik (non-

biodegradable), misalnya kantong

plastik, bekas kaleng minuman,

bekas botol plastik air mineral, dll

• CAIR →feses, deterjen, oli, cat, jika

meresap kedalam tanah akan

merusak kandungan air tanah

bahkan dapat membunuh

(36)

LI

MBAH

INDUSTRI

(P

AD

A

T)

• hasil buangan

industri berupa

padatan, lumpur,

bubur yang berasal

dari proses

pengolahan.

Misalnya sisa

pengolahan pabrik

gula, pulp, kertas,

rayon, polywood,

pengawetan buah,

ikan daging dll.

LI

MBAH

INDUSTRI

(C

AIR)

• hasil pengolahan

dalam suatu proses

produksi, misalnya

sisa-sisa pengolahan

industri pelapisan

logam dan industri

kimia lainnya.

Tembaga, timbal,

perak, khrom, arsen

dan boron adalah

zat-zat yang

dihasilkan dari

proses industri

pelapisan logam

(37)

LIMBAH

PE

RT

ANIAN

• Limbah pertanian berupa sisa-sisa

pupuk sintetik untuk menyuburkan

tanah/tanaman, misalnya pupuk urea.

• Pestisida pemberantas hama

tanaman, misalnya DDT.

• Sisa pupuk kandang, karena banyak

mengandung Nitrit.

(38)

DAMPAK PENCEMARAN TANAH

Kesehatan masyarakat

• Contoh : bahan-bahan beracun, radioaktif, tinja

Linkungan

• contoh : sampah-sampah anorganik, deterjen, minyak, pupuk

kimia, lindi (leachet)

Sosial dan ekonomi

• contoh : menyebabkan menurunnya hasil pertanian shg

masyarakat menjadi kurang bersosialisasi

Kesuburan

• contoh : banyaknya sampah anorganik mnyebabkan porositas

tanah menurun, pupuk kimia yg trlalu bnyk menyebabkan tanah

menjadi tandus, pestisida mematikan mikroorganisme pengurai

dalam tanah

(39)

DAMPAK PENCEMARAN TANAH TERHADAP EKOSISTEM

Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan

kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun.

Perubahan metabolisme dari mikroorganisme endemik dan antropoda

yang hidup di lingkungan tanah tersebut.

Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari

rantai makanan, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap

predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut.

Meningkatkan akumulasi bahan kimia pada makhluk hidup penghuni

piramida atas.

Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi DDT

pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya

tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.

(40)

PENCEGAHAN PENCEMARAN TANAH

Mengubur sampah-sampah organik dalam tanah dan digunakan

sebagai bahan pembuatan kompos.

Manajemen pengelolaan sampah (3R, bank sampah, dll)

Pengolahan limbah industri yg mengandung logam berat

Penanganan sampah radioaktif yang benar dan aman sesuai

prosedur

Pembatasan penggunaan pupuk kimia dan pestisida supaya

tidak berlebihan

Menggunakan detergen yg berupa senyawa organik yg dapat

diuraikan oleh mikroorganisme (biodegradable).

(41)

04

(42)

PEMULIHAN TANAH

Jenis pencemar (organic atau anorganik),

terdegradasi/tidak, berbahaya/tidak,

Berapa banyak zat pencemar yang telah mencemari tanah tersebut,

Perbandingan karbon (C),

nitrogen (N), dan Fosfat (P), Jenis tanah,

Kondisi tanah (basah, kering),

Telah berapa lama zat pencemar terendapkan di lokasi tersebut,

Kondisi pencemaran (sangat penting untuk dibersihkan segera/bisa ditunda).

REMIDIASI

Membersihkan

permukaan

tanah

(43)

JENIS REMEDIASI

1. Remediasi in-situ (on-site) :

• Pembersihan di lokasi, lebih mudah dan murah, terdiri dari

pembersihan, venting (injeksi), dan bioremediasi.

2. Remediasi ex-situ (off-site) :

• Meliputi penggalian tanah yang tercemar dan kemudian

dibawa ke daerah yang aman untuk dibersihkan dr zat

pencemar.

3. Bioremediasi :

• Proses pembersihan pencemaran tanah dengan

menggunakan mikroorganisme (jamur, bakteri).

• Tujuan : memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi

bahan yang kurang beracun atau tidak beracun (karbon

(44)

BIOREMEDIASI

Proses pembersihan pencemaran tanah

dengan menggunakan mikrobia (jamur,

bakteri).

Strategi/proses detoksifikasi (menurunkan

tingkat meracuni) dalam tanah atau lingkungan

lainnya dengan menggunakan mikroorganisme,

tanaman atau enzime mikrobia/tanaman

Bertujuan untuk memecah atau mendegradasi

zat pencemar menjadi bahan yang kurang

beracun atau tidak beracun (karbon dioksida

dan air).

(45)

KONSEP BIOREMEDIASI

Biodegradasi yaitu transformasi/ detoksifikasi kontaminan oleh organisme.

Mineralisasi, yaitu konversi lengkap suatu kontaminan organik menjadi penyusun anorganiknya oleh spesies mikroorganisme tunggal atau kelompok.

Kometabolisme, yaitu transformasi suatu kontaminan tanpa

penyediaan karbon atau energi untuk mikrobia degradasi

KRITERIA BIOREMEDIASI

• Organisme yang digunakan harus mempunyai

aktivitas metabolisme yang dapat

mendegradasikan dengan kecepatan memadai

sehingga dapat membuat konsentrasi kontamian

pada ambang batas aturan yang ada

• Kontaminan yang dijadikan sasaran harus tersidia

untuk proses biologi

• Tempat dilakukan bioremidiasi harus mempunyai

kondisi tanah yang kondusif

• Biaya harus lebih murah dari penggunaan

tehnologi lain.

(46)

TEKNIK DASAR BIOREMIDIASI

Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di lokasi tercemar) dengan penambahan nutrien, pengaturan

kondisi redoks, optimasi pH, dsb

Inokulasi (penanaman) mikroorganisme di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme yang memiliki

kemampuan biotransformasi khusus

Penerapan immobilized enzymes

(proses menggabungkan

suatu enzim dengan suatu matriks padat (support) secara fisik, sehingga dapat digunakan secara berulang kali dan secara kontinyu.) Penggunaan tanaman

(phytoremediation) untuk menghilangkan atau mengubah

(47)

Strategi Bioremediasi

Bioremidiasi pasif atau intrinsik adalah bioremidiasi alami terhadap suatu lokasi yg terkontaminasi dengan menggunakan

mikroorganisme asli.

Biostimulasi adalah penambahan hara seperti nitrogen dan fosfor

Bioventing adalah bentuk

biostimulasi dengan gas (oksigen & metana)

Landfarming adalah aplikasi

pencampuran kontaminan ke dalam permukaan tanah yg tak

terkontaminasi.

Pengomposan ; penggunaan mikrobia thermofilik aerobik pada timbunan tanah.

Fitoremidiasi : penggunaan tanaman untuk menyerap atau merubah kontaminan. Serta membantu membersihkan berbagai pencemar yang mengandung logam, pestisida dan mimyak.

(48)

MEKANISME FITOREMIDIASI

• penyerapan kontaminan oleh akar dan traslokasiatau akumulasi ke bagian tanaman.

Fitoekstrasi

• penggunaan akar tanaman untuk menyerap &

mengendapkan logam kontaminan dari lahan basah/ air tanah

Rizofiltrasi

• kontaminan diserap ke dalam tanaman ditransfotmasikan oleh aktivitas enzim

Fitodegradasi

• pengambilan kontaminan organik dari tanah dan air tanah kemudian dimetabolisme/ditranformasi oleh tanaman

Fitotransformasi

• suatu fenomena diproduksinya senyawa kimia tertentu untuk mengimobilisaasi kontaminan di daerah rhizosfer

Fitostabilisasi

• terjadi ketika tumbuhan menyerap kontaminan dan melepaskannya ke udara lewat daun

(49)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik

and illustrations by Stories

Terima

Kasih

Referensi

Dokumen terkait

Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseoran untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen yang akan mengaudit buku-buku Perseroan untuk tahun buku

mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat. Variabel independen berupa jumlah unit usaha, UMR, investasi, Inflasi ,PDRBsektor

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji atau membuktikan uapaya meningkatkan hasil belajar PKn melalui metode pembelajaran NHT pada siswa kelas 6A SD YPK Rut

Salatiga adalah kota yang unik, kas dan menyenangkan bagi sebagian besar orang. Orang datang ke Salatiga bukan karena ada “gula-gula” atau sumber ekonomi yang melimpah, namun

Hilangnya daya akomodasi yang terjadi bersamaan dengan proses penuaan pada semua orang karena kelemahan otot akomodasi dan lensa mata yang tidak kenyal atau berkurang

S$%&' (unguents) $$%$ '*&'$*$+ ,&+&-.$ '$$+ /-+/ '&$$$- %/$* 3$-. $,/$- /-+/ '&$$$- '$$ $+$ 4/$+ /,/, $- ,&4/+ salep mata.

Dari hasil wawancara,pak Dadang mengeluhkan adanya product defect yang dihasilkan setelah proses pengangkutan tomat dari kebun ke tempat pengumpulan.Ketika buruh

Penelitian dibagi menjadi dua tahap : tahap pertama bertujuan untuk mengetahui kecepatan timbulnya berahi dari dosis GnRH yang berbeda, tahap kedua mengetahui