e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329
1 | Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap
Jurnal Ilmiah Kefarmasian
Journal homepage : http://e-jurnal.stikesalirsyadclp.ac.idNaDaMaNis (Nano Daun Mangrove dan Jeruk Nipis sebagai Pasta Gigi
Herbal Antibakteri)
NaDaMaNis (Nano of Mangrove Leaves and Lime as Herbal Toothpaste
Antibacterial)
INFO ARTIKEL
ABSTRAK/ABSTRACT
Kata Kunci :
Kesehatan mulut dan gigi tidak kalah pentingnya dengan kesehatan bagian tubuh yang lain. Karies gigi adalah penyakit infeksi pada gigi yang disebabkan oleh Streptococcus mutans. Pasta gigi yang memiliki aktivitas antiplak dan antimikroba sangat dibutuhkan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme penyebab karies gigi. Penggunaan bahan herbal yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri yaitu daun mangrove dan jeruk nipis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui proses pembuatan sediaan pasta gigi herbal, uji sifat fisik pasta gigi herbal, dan mengetahui uji antibakteri pada sediaan pasta gigi herbal dari daun mangrove dan jeruk nipis. Metode yang digunakan dalam penelitian pembuatan sediaan pasta gigi herbal yaitu metode eksperimental trial and error dengan penambahan ekstrak daun mangrove yang dijadikan dalam bentuk nanopartikel dengan hasil uji Particle Size Analyzer sebesar 10,9 nm dan ekstrak jeruk nipis ke dalam sediaan pasta gigi herbal sebagai antibakteri. Ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis didapatkan dari proses ekstrasi metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Formulasi sediaan pasta gigi menggunakan variasi nano ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis sebanyak 1gram, 1,1gram, dan 1,2gram. Hasil formulasi terbaik dari sediaan pasta gigi herbal antibakteri adalah formulasi 3 dilihat dari hasil uji evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji stabilitas, uji antibakteri, dan uji Ca dalam saliva.
pasta gigi, daun mangrove, jeruk nipis Keyword :
toothpaste,
mangrove
leaves, lime
Health of mouth and dental is no less important than the health of other body parts. Dental caries is an infectious disease of the teeth caused by Streptococcus mutans. Toothpaste which has anti-plaque and antimicrobial activity is needed to prevent the growth of microorganisms that cause dental caries. The use of herbal ingredients that have the
1
Fiatun Hanifah Ramadhan,
2Wan Arif Wildan,
3Tiara Ajeng Pramasta,
4Septiana Indratmoko
1, 2. 3. 4Program Studi S1 Farmasi, STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap e-mail: [email protected]
e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329
2 | Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap
ability as an antibacterial namely mangrove and lime leaves. The purpose of this study was to determine the process of making herbal toothpaste preparations, test the physical properties of herbal toothpaste, and determine the antibacterial test on herbal toothpaste preparations from mangrove leaves and lime. The method used in the research of making herbal toothpaste preparations is an experimental trial and error method with the addition of mangrove leaf extract made in the form of nanoparticles with Particle Size Analyzer test results of 10.9 nm and lime extract into herbal toothpaste preparations as antibacterial. Mangrove leaf extract and lime extract were obtained from the extraction process of maceration method using 96% ethanol solvent. Toothpaste dosage formulations using nano variations of mangrove leaf extract and lime extract as much as 1 gram, 1.1 grams, and 1.2 grams. The best formulation results from antibacterial herbal toothpaste preparations are formulation 3 seen from the results of the evaluation of preparations including organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, spreadability tests, stability tests, antibacterial tests, and Ca tests in saliva.
e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329
3 | Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Kesehatan mulut dan gigi tidak kalah
pentingnya dengan kesehatan bagian tubuh yang lain, karena mulut adalah pintu utama masuknya segala macam benda asing ke dalam tubuh. Salah satu permasalahan gigi dan mulut yang sering timbul adalah karies gigi. Karies gigi adalah penyakit infeksi pada gigi yang disebabkan karena ekologi mikroorganisme di dalam mulut tidak seimbang (Struzycka, 2014).
Mikroorganisme utama penyebab gigi berlubang yaitu Streptococcus mutans (Jain dkk., 2015). Metode mekanik merupakan metode yang paling sederhana untuk membersihkan plak gigi yaitu menggunakan sikat gigi (Struzycka, 2014). Selain menggunakan sikat gigi, juga diperlukan pasta gigi. Pasta gigi mengandung bahan aktif yang memiliki fungsi tertentu. Bahan aktif kimia yang umum terkandung di dalam pasta gigi yaitu triklosan dan flourida (Stassler, 2013). Selain bahan aktif kimia, pasta gigi yang mengandung bahan aktif herbal juga terbukti memiliki aktifitas antimikroba (Shubra dkk., 2013).
Pasta gigi yang memiliki aktivitas antiplak dan antimikroba sangat dibutuhkan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme pembentuk plak (Priya dkk., 2012). Penggunaan bahan herbal secara umum dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat herbal memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada obat modern, salah satu bahan herbal di Indonesia yang memiliki kemampuan sebagai antibakteri yaitu daun mangrove.
Salah satu jenis tanaman mangrove yang terdapat di Indonesia adalah jenis Avicennia marina (Famili Avicenniaceae). Menurut Prabhu dkk., mengemukakan Avicennia marina mengandung senyawa bioaktif yang dapat digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati berbagai macam gangguan biologis seperti sebagai antioksidan, anti tumor, anti inflammasi, anti alergi, antibakteri, anti aging, anti kolinergik, anti konvulsan, anti artheroscelorotic dan anti tuberculin. Selain itu, Avicennia marina mampu
menghambat pertumbuhan berbagai jenis jamur patogen (Azaalea MR., Ashrin MN., Widaningsih, 2014). Dalam penelitian Dwi Andriani, dkk., (2013) menjelaskan bahwa ekstrak Rhizopora mucronata memiliki potensi penghambatan terhadap Streptococcus mutans.
Selain daun mangrove, tanaman lain yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri yaitu jeruk nipis. Jeruk nipis yang bernama latin Citrus aurantifolia adalah salah satu jenis tanaman yang banyak tumbuh dan dikembangkan di Indonesia. Jeruk nipis mengandung minyak atsiri yang mempunyai fungsi sebagai antibakteri, salah satu kandungan lainnya yaitu flavonoid, berperan sangat penting dalam menghambat pertumbuhan bakteri (Sudirman, 2014).
Pasta gigi adalah salah satu contoh produk kefarmasian yang merupakan produk oral dan digunakan untuk membersihkan gigi dari sisa makanan, menghilangkan plak, bau mulut, mencegah karies gigi serta memperindah penampilan estetik gigi (Pratiwi, 2005). Dipilih sedian pasta gigi ini dimaksudkan agar pada saat menggosok gigi dapat memberikan manfaat lebih yaitu menggunakan tanaman herbal daun mangrove dan jeruk nipis sebagai antibakteri. Tumbuhan yang ada dalam rangkaian penelitian yang digunakan adalah daun mangrove dan jeruk nipis, daun mangrove dan jeruk nipis ini jumlahnya melimpah di daerah Kabupaten Cilacap.
B.
METODEAlat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan meliputi neraca analitik, pH meter, mikroskop, penangas air, batang pengaduk, gelas ukur, beaker glass, pipet tetes, cawan porselen, kaca bulat, lumpang porselen, stamfer, objek dan cover gelas, spatel, sudip, pot plastik, tube, cawan porselen, tabung reaksi, petri disk, alat maserasi, dan blender.
Bahan-bahan yang digunakan meliputi daun mangrove, jeruk nipis, aquadest, gom arab, kalsium karbonat,
e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329
4 | Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap gliserin, natrium lauril sulfat, sakarin,
nipagin, etanol 96%, tween 80, PEG 400, dan oil mentae.
Prosedur kerja
1. Pembuatan Ekstrak Daun Mangrove Daun mangrove yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari tumbuhan mangrove yang di dapat dari daerah sekitar Cilacap. Daun mangrove dibersihkan kemudian dipotong dan dikeringkan lalu dimasukkan ke dalam wadah maserasi ditambahkan cairan penyari pelarut etanol 96% dengan perbandingan (1:4, b/v) pada suhu ruang dibiarkan selama 3x24 jam terlindung dari cahaya. Setelah 3x24 jam maserasi, dilakukan remaserasi dengan pelarut dan waktu yang sama. Setelah remaserasi selesai, dilakukan penyaringan menggunakan kertas saring, kemudian dilakukan penguapan pelarut sampai menghasilkan ekstrak. Ekstrak yang diperoleh ditimbang beratnya dan dijadikan bentuk nano lalu diambil secukupnya untuk ditambahkan kedalam sediaan pasta.
2. Pembuatan Ekstrak Jeruk Nipis
Jeruk nipis yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari daerah sekitar Cilacap. Jeruk nipis dibersihkan kemudian dipotong dan dikeringkan lalu dimasukkan ke dalam wadah maserasi ditambahkan cairan penyari etanol 96% dengan perbandingan (1:3, b/v) pada suhu ruang dibiarkan selama 2x24 jam terlindung dari cahaya. Setelah 2x24 jam maserasi, dilakukan remaserasi dengan pelarut dan waktu yang sama. Setelah remaserasi selesai, dilakukan penyaringan menggunakan kertas saring, kemudian dilakukan penguapan pelarut sampai menghasilkan ekstrak. Ekstrak yang diperoleh ditimbang beratnya lalu diambil secukupnya untuk ditambahkan kedalam sediaan pasta.
3. Uji Flavonoid Ekstrak Daun Mangrove
Ekstrak ditimbang 250 mg ditambahkan dengan etanol 70% kemudian ditambahkan 5-6 tetes HCL pekat, membentuk warna merah yang menunjukkan adanya flavonoid dan pembentukan warna orange menandakan
adanya senyawa flavon (Tiwari dkk., 2011).
4. Uji Flavonoid Ekstrak Jeruk Nipis Ekstrak jeruk nipis sebanyak 1 ml dimasukkan tabung reaksi ditambahkan 1 ml HCl pekat, membentuk warna kuning, orange atau merah menandakan adanya flavonoid.
5. Uji Turbiditas
Uji turbiditas dilakukan secara spektrofotometri melalui pengukuran serapan pada panjang gelombang 650 nm dengan blanko akuadest untuk mengetahui tingkat kejernihannya. Semakin jernih atau absorbansi semakin mendekati absorbansi akuadest maka diperkirakan telah mencapai ukuran nanometer.
6. Pembuatan Nano Ekstrak Daun Mangrove
Proses pembuatan nanopartikel dari hasil esktraksi daun mangrove yang telah dihasilkan dilakukan dengan melarutkan ekstrak dalam tween 80 : PEG 400 : aquadest dengan rasio perbandingan 6:1:1 dan dilakukan sizing menggunakan vortex selama 15 menit.
7. Analisis Nanopartikel
Sediaan yang dibuat dilarutkan dalam aquadest (1:50) dicampur hingga homogen, selanjutnya larutan jernih diukur menggunakan Particle Size Analyzer.
8. Formulasi Pasta Gigi
Pasta Gigi dibuat dengan variasi konsentrasi Nano Ekstrak Daun Mangrove dan Ekstrak Jeruk Nipis yang berbeda yaitu 1 gram, 1,1 gram, dan 1,2 gram. Formulasi pasta gigi yang digunakan pada penelitian ini dapat dilihat pada lampiran tabel 1.
Cara pembuatan pasta gigi yaitu pada mortir pertama Gom arab didispersikan dalam air sebanyak 1,5 kali bobot gom arab (3 ml air), diaduk hingga terbentuk massa gom arab.
Pada mortir kedua dimasukkan gliserin, ditambahkan bahan pengisi pasta gigi kalsium karbonat diaduk hingga homogen. Dimasukkan ke dalam massa gom arab, diaduk hingga diperoleh massa yang homogen.
Sakarin dan nipagin dilarutkan di dalam air panas, ditambahkan natrium
e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329
5 | Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap lauril sulfat, dimasukkan ke dalam
campuran sebelumnya, diaduk terus hingga diperoleh massa yang homogen. Selanjutnya ditambahkan nano ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis diaduk perlahan agar tidak terjadi pembentukan busa hingga diperoleh massa pasta yang lembut, kemudian ditetesi oil menthae secukupnya.
9. Pengujian Sediaan Pasta Gigi a. Pengujian Organoleptis
Evaluasi menggunakan panca indra, mulai dari bau, warna, rasa dan bentuk dari sediaan pasta gigi yang dibuat.
b. Pengujian Homogenitas
Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan objek gelas, lalu diamati di bawah mikroskop. Tiap formula pasta gigi ditimbang sebanyak 0,1 gram, kemudian diamati di bawah mikroskop pada perbesaran 5 kali.
c. Pengujian pH
Penentuan pH sediaan dilakukan dengan menggunakan stik pH universal yang dicelupkan kedalam sampel pasta gigi yang telah diencerkan. Setelah tercelup dengan sempurna, pH universal tersebut dilihat perubahan warnanya dan dicocokan dengan standar pH universal. Sesuai persyaratan SNI pH pasta gigi antara 4,5 – 10,5. Hal ini disesuaikan dengan pH dalam mulut.
d. Pengujian Daya Sebar
Sebanyak 0,5 gram pasta diletakkan di tengah sebuah kaca bulat. Kaca bulat lain yang telah ditimbang, diletakkan di atas pasta tadi secara hati-hati dan dijaga agar tidak ada gelembung udara. Biarkan 1 menit dan diukur diameter pasta yang menyebar, Setelahnya ditambahkan beban 50 gram dilakukan pengukuran kembali dan ulangi perlakuan untuk penambahan beban 100 gram.
e. Pengujian Stabilitas
Sediaan pasta gigi yang telah selesai dibuat segera dimasukkan ke dalam wadah untuk disimpan selama 6 minggu pada suhu kamar. Diamati apakah terjadi pemisahan fase padat dan fase cair (sineresis) dengan interval pengamatan setiap 2 minggu selama 6 minggu.
f. Uji Antibakteri
Menyiapkan nutrient agar, membuat standart 0,5 Mc. Farland (〖BaCl〗_2 1%
1 ml+H_2 〖SO〗_4 1% 1 ml), menyiapkan suspensi Nacl fisiologis+bakteri dan dibandingkan dengan standart Mc. Farland, ambil bakteri menggunakan ose steril dan oleskan pada permukaan media agar, lubangi media menggunakan alat tria angel, masukkan sediaan pasta gigi yang akan diuji ke dalam sumuran, lakukan inkubasi dalam inkubator pada suhu 37°C selama 24 jam, dan ukur zona terang yang terbentuk (Ramadhani, 2017).
g. Uji garam Ca dalam saliva (modifikasi Rochmah, 2019) Ambil 5 ml ludah segar dan masukkan ke dalam tabung reaksi yang bersih. Tambahkan beberapa tetes asam cuka dan asam oksalat, akan membentuk endapan putih yang menunjukkan adanya Ca. Bandingkan ludah segar dengan ludah setelah menggunakan pasta gigi.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pembuatan Ekstrak Daun Mangrove Daun mangrove sebanyak 700 gram diekstraksi dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan waktu perendaman 3x24 jam. Hasil ekstraksi daun mangrove, diperoleh ekstrak daun mangrove sebanyak 104,41 gram dengan rendemen 16,10%.
2. Pembuatan Ekstrak Jeruk Nipis
Jeruk nipis sebanyak 580 gram diekstraksi dengan metode maserasi dan remaserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan waktu perendaman 2x24 jam. Hasil ekstraksi jeruk nipis, diperoleh ekstrak daun mangrove sebanyak 197,46 dengan rendemen 34,04%.
3. Uji Flavonoid Daun Mangrove
Ekstrak daun mangrove sebanyak 250 mg ditambah etanol 96% lalu 5-6 tetes HCL pekat, membentuk warna merah yang menandakan adanya flavonoid.
4. Uji Flavonoid Jeruk Nipis
Ekstrak jeruk nipis sebanyak 1 ml dimasukkan tabung reaksi ditambahkan 1 ml HCl pekat, membentuk warna merah menandakan adanya flavonoid.
5. Pembuatan Nanopartikel Ekstrak Daun Mangrove
e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329
6 | Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Proses pembuatan nanopartikel dari
hasil esktraksi daun mangrove yang telah dihasilkan dilakukan dengan melarutkan ekstrak dalam tween 80: PEG 400: aquadest dengan rasio perbandingan 6:1:1 dan dilakukan sizing menggunakan vortex selama 15 menit.
6. Uji Turbiditas
Uji turbiditas dilakukan setelah pembuatan nanopartikel esktrak daun mangrove secara spektrofotometri melalui pengukuran serapan pada panjang gelombang 650 nm dengan blanko aquadest untuk mengetahui tingkat kejernihannya. Semakin jernih atau absorbansi semakin mendekati absorbansi aquadest maka diperkirakan telah mencapai ukuran nanometer. Hasil uji turbiditas nanopartikel ekstrak daun mangrove yaitu 99,4.
7. Analisis Nanopartikel
Sediaan yang dibuat dilarutkan dalam aquadest (1:50) dicampur hingga homogen, selanjutnya larutan jernih ditentukan nilai zeta potensialnya dengan menggunakan Particle Size Analyzer. 8. Hasil evaluasi pengujian Sifat Fisik
Pasta Gigi
Pengujian Sifat Fisik terhadap pasta gigi nano ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis dilakukan agar diketahui kestabilan dan kelayakan sediaan pasta gigi.
a. Uji Organoleptis
Uji Organoleptis dilakukan untuk melihat tampilan fisik sediaan dengan cara mengamati bentuk, warna, bau, dan rasa dari sediaan yang telah dibuat dengan cara membuat kuesioner dengan 30 orang responden. Hasil pengujian fisik sediaan pasta gigi nano ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis dapat dilihat pada tabel 2. dan grafik 1.
Tabel 2. Hasil Uji Organoleptis Pasta Gigi Nano Ekstrak Daun Mangrove dan
Ekstrak Jeruk Nipis.
Uji Bentuk Warna Bau Rasa
F1 66,66% 66,66% 73,33% 63,33%
F2 63,33% 63,33% 40% 46,66%
F3 80% 80% 70% 76,66%
Sumber: data primer diolah, 2019
Grafik. 1 Hasil Uji Pasta Gigi Nano Ekstrak Daun Mangrove dan Ekstrak
Jeruk Nipis
Sumber: data primer diolah, 2019
Hasil uji organoleptis sediaan pasta gigi dari 30 orang responden 60%-80% setuju bahwa pasta gigi berbentuk semi padat untuk formulasi 1 2 3, 60%-80% setuju bahwa pasta gigi berwarna putih tulang untuk formulasi 1 2 3, >70% setuju bahwa pasta gigi berbau menthol untuk formulasi 1 dan 3, dan hanya 40% setuju bahwa pasta gigi berbau menthol untuk formulasi 2, >60% setuju bahwa pasta gigi berasa menthol untuk formulasi 1 dan 3, dan <50% setuju bahwa pasta gigi berasa menthol untuk formulasi 2.
b.Uji Homogenitas
Uji Homogenitas yang dilihat dibawah mikroskop pada sediaan pasta gigi nano ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis tidak terdapat gumpalan yang menandakan bahwa sediaan homogen.
c.Uji pH
Uji pH dilakukan untuk melihat tingkat keasaman sediaan pasta. Sesuai persyaratan SNI pH pasta gigi antara 4,5 – 10,5. Hasil pengujian pH dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3. Hasil Uji pH Pasta Gigi Nano Ekstak Daun Mangrove dan Ekstrak
Jeruk Nipis
Formula pH
1 7
2 7
3 7
e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329
7 | Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Hasil pengujian pH menunjukkan
semua formulasi pasta gigi nano ekstrak daun mengrove dan ekstrak jeruk nipis memiliki pH 7 sehingga memenuhi kriteria pH yang diinginkan dan berpotensi rendah menyebabkan iritasi pada mukosa mulut.
d. Pengujian daya sebar
Uji daya sebar dilakukan untuk menjamin pemerataan pasta saat diaplikasikan ke gigi. Hasil uji daya sebar dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Hasil Uji Daya Sebar Pasta Gigi Nano Ekstrak Daun Mangrove dan
Ekstrak Jeruk Nipis
Formulasi Luas Sebar (cm)
TB 50 g 100g
1 4 4,8 5,4
2 5,1 5 5,7
3 5,2 5,3 6
Sumber: data primer diolah, 2019 Hasil uji daya sebar pada sediaan pasta gigi pada penelitian ini menunjukkan hasil yang artinya daya sebar pasta gigi nano ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis memenuhi dalam range daya sebar yang baik pada formulasi ke 3, melihat persyaratan daya sebar sediaan topical yang baik adalah 5-7 cm (Rachmalia, dkk., 2016).
e. Uji Stabilitas
Uji stabilitas bertujuan untuk menentukan kemampuan sediaan pasta gigi untuk bertahan dalam batas yang ditetapkan dan sepanjang periode penyimpanan dan penggunaan, sifat karakteristiknya sama dengan yang dimilikinya pada saat sediaan dibuat.
Hasil Pengujian stabilitas pada 3 sediaan pasta gigi nano ekstrak daun mengrove dan jeruk nipis dari ketiga formulasi setelah 20 hari penyimpanan pada suhu kamar belum adanya perubahan bentuk, warna, bau dari awal sediaan dibuat, pengujian stabilitas ini masih dalam proses kelanjutan hingga 6 minggu.
f. Uji Antibakteri
Pengujian antibakteri bertujuan untuk mengetahui formulasi yang paling
optimal pada pasta gigi nano ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis sebagai antibakteri kesehatan gigi dan mulut. Hasil uji antibakteri menggunakan Streptococcus mutans dan Candida albicans terhadap sediaan pasta gigi formulasi 1, 2, 3, dan pasta gigi Merk X yang sudah beredar di pasaran sebagai kontrol yaitu terbentuk zona ukur terang dan menghasilkan Formulasi 3 sebagai hasil terluas, dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel. 5 Hasil Uji Antibakteri Pasta Gigi Nano Ekstrak Daun Mangrove dan
Ekstrak Jeruk Nipis
Formulasi Diameter zona hambat (cm)
S. mutans C. albicans
1 2 1,5
2 1,5 -
3 2 2
Merk X - -
Sumber: data primer diolah, 2019 g. Uji Ca dalam saliva
Hasil uji Ca dalam saliva dengan membandingkan hasil uji antara saliva segar dengan saliva setelah menggunakan pasta gigi Formulasi 3 yaitu berkurangnya endapan Ca yang terbentuk daripada jumlah endapan Ca sebelum menggunakan pasta gigi. Dalam Faisal Kuswandani (2016) menjelaskan bahwa Ca memiliki peranan yang penting di dalam pembentukan karies gigi. Semakin tinggi konsentrasi Ca pada saliva maka akan semakin mudah seseorang menderita karies gigi. Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat membuktikan bahwa sediaan pasta gigi Formulasi 3 ini dapat mencegah karies gigi.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa hasil formulasi terbaik dari evaluasi sediaan pasta gigi herbal nano ekstrak daun mangrove dan ekstrak jeruk nipis adalah formulasi ke 3 dengan hasil pengujian sifat fisik yang lebih baik dan hasil pengujian antibakteri lebih luas dari formulasi lainnya
e-ISSN : 2685-8150 P-ISSN : 2579-4329
8 | Jurnal Pharmaqueous STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap UCAPAN TERIMA KASIH
Artikel ilmiah ini disusun dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa. Penulis menyadari bahwa artikel ilmiah ini dapat terselesaikan berkat pengarahan, dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis menyampaikan terimakasih kepada:
1. KEMENRISTEKDIKTI yang telah menyelenggarakan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini. 2. Bapak Septiana Indratmoko Selaku
Dosen pembimbing kelompok PKM kami.
3. Teman satu tim yang telah bekerja sama dalam membantu berjalannya penelitian ini.
PUSTAKA
Andriani Dwi, dkk. 2013. THE POTENCY OF Rhizopora mucronata’s BARK EXTRACT IN INHIBITING THE GROWTH OF Streptococcus mutans Colony. Surabaya: Universitas Airlangga. Azaalea MR., Ashrin MN., Widaningsih. 2014. Efektivitas ekstrak daun mangrove avicennia alba terhadap penurunan jumlah koloni candida albicans pada basis gigi tiruan akrilik. Denta jurnal kedokteran gigi; 2(8). p. 19-21.
Kuswandani, Faisal. 2016. Analisis Kadar Kalsium dan Hubungannya dengan Pembentukan Karang Gigi. Bandung: Instalasi Farmasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut.
Priya, S., Uma, E., Reddy, M. 2012. Effect of Different Type of Tea on Streptococcus mutans: An InVitro Study. Indian Journal Reserch, 23(1), pp.43-48.
Rachmalia N., dkk. 2016. Daya iritasi dan sifat fisik sediaan salep minyak atsiri bunga cengkeh (Syzigium aromaticum) pada basis hidrokarbon May. Farmaseutika.
Ramadhani, Melati Aprilliana dan Jayanto, Imam. 2017. Panduan Praktikum Mikrobiologi dan Virologi Farmasi. Cilacap: STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap
Rochmah, Nikmah Nuur dan Maryanti, Dwi. 2019. Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Fisiologi Manusia. Cilacap: STIKES Al-Irsyad Al-Islamiyyah Cilacap Sakka, La. 2018. IDENTIFIKASI SENYAWA ALKALOID, FLAVONOID, SAPONIN, DAN TANIN PADA JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DI KABUPATEN BONE KECAMATAN LAMURU MENGGUNAKAN METODE INFUSA. Makasar: STIKES Nani Hasanuddin Makasar. Vol. 12
Shubra, V. dkk. 2013. Comparative Evaluation of 0.2% Chlorhexidine Versus Herbal Oral Rinse on Plaque Induced Gingivitis. Journal Indian Ass Publish Health Dental, 19, pp.55-62.
Stassler, H.E. 2013. Toothpaste Ingredients Make a Difference: Patient-Spesific Recomedation. Departement of Endodontics, Prosthodontics, and Operative Dentistry University of Maryland Dental School, pp.101-110. Struzycka, I. 2014. The oral microbiome in dental caries, Polish Journal of Microbiology, 63(2), pp.127-135.
Sudirman, A.T. 2014. “Uji Efektivitas Daun salam terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus secara in vitro” (Skripsi). Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Hasanuddin. Makasar.
Tiwari, P. Kumar, B. Kaur, G. Kaur, H. 2011. Phutochemical screening and extraction. A. Review., Jurnal Internatonate Pharmaceutica Sciencia. Vol. 1. Issue. 1.