• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

PT. Radio Kancah Irama Suara Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Kisi didirikan pada tanggal 25 Februari 1984 berdasarkan atas manajemen keluarga. Pendiri radio kisi adalah Lindasari Zakharia dan disahkan pada tanggal 29 September 1983.

Sampai saat ini radio Kisi telah mengalami beberapa kali perubahan nama. Pada tahun 1984 samapai dengan 1988 PT. Radio Victory, berubah nama menjadi PT. Radio Gema Tembang Victory pada tahun 1988 dan kembali mengalami perubahan nama menjadi PT. Radio Kancah Irama Suara Indonesia pada tahun 1988 sampai dengan sekarang.

Sejak tanggal 25 Februari 1984 sampai sekarang radio Kisi beralamat di Jalan Puter no 1 Tanah Sareal, Bogor 16161.

Radio Kisi Fm merupakan pemain lama dalam bisnis radio Bogor, yang telah dikenal baik oleh publik terlebih di kalangan anak muda. Karena itu radio Kisi juga merupakan mitra efektif berpromosi bagi perusahaan, dengan daya jangkau siaran kisi yang juga memungkinkan untuk diikuti oleh pendengar di wilayah sekitar Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Pendengar Kisi tersebar di wilayah Jabotabek, bukan hanya di Bogor dan sekitarnya.

Radio Kisi Fm di posisikan sebagai radio anak muda dengan klasifikasi AB dengan pendengar anak muda yang berada di kelas menengah

(2)

2

atas. Pada tahun 2011, pendengar radio Kisi terdiri dari pria 57.7% dan wanita 42.3%, berusia 15-24 tahun. Secara global, positioning radio Kisi adalah Young, Free and Single! Dengan pertimbangan bahwa pendengar radio adalah generasi yang aktif, dinamis, energik, percaya diri, berpandangan luas, menyukai tantangan, mudah beradaptasi terhadap perubahan, berjiwa muda dan bebas. Positioning yang kuat juga memudahkan pengiklan memilih radio Kisi sebagai sarana mengiklankan produk maupun perusahaannya terlebih perusahaan lokal untuk memasarkan produk atau mempromosikan perusahaannya. Dengan jumlah pendengar di Bogor yang lebih luas dibandingkan stasiun radio yang lain, Kisi adalah mitra yang efektif untuk berpromosi memasarkan produk ataupun perusahaan.

Kisi FM senantiasa memberikan informasi terkini bagi pendengarnya, meliputi informasi, musik dan film sekaligus gosip-gosip terbaru, berita seputar gaya hidup dan pengetahuan ilmiah populer yang terkait dengan kehidupan anak muda.

Berdasarkan data Survey Research Indonesia (SRI) tahun 2006, Radio Kisi sebagai radio bersegmentasi remaja (15-24 thn) di Bogor menempati posisi teratas dalam meraih jumlah pendengar terbanyak, dibandingkan dengan radio pesaing yang bersegmentasi sama. Berikut adalah logo radio Kisi Fm.

(3)

3

Gambar 1.1 Logo Radio KISI

(4)

4

1.2 Latar Belakang Penelitian

Menurut sumber dari jurnal Suherlan (2009:3), kinerja karyawan banyak dipengaruhi oleh perhatian manajemen terhadap kebutuhan karyawan, salah satu diantaranya adalah dengan diperolehnya posisi pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya. Masih sedikit perusahaan yang merencanakan dan mengembangkan karir karyawan dengan dasar dan pertimbangan yang jelas dan terukur. Apabila kondisi tersebut tidak segera diperbaiki akan sangat berdampak pada hilangnya motivasi karyawan untuk menunjukkan kinerja terbaiknya.

Pengelolaan SDM merupakan hal sulit dan komplek serta menimbulkan masalah, seperti tingginya turn over karyawan, rendahnya motivasi berprestasi dalam bekerja, rendahnya kinerja dan banyak karyawan berfikir bahwa gaji yang mereka terima lebih rendah dibandingkan dengan gaji di perusahaan lain, serta banyak lagi permasalahan lainnya. Sebagai konsekuensi dalam menjalankan roda bisnisnya pihak manajemen hendaknya memberikan porsi yang lebih banyak terhadap bidang pengembangan sumber daya manusia. Salah satu strategi yang harus diimplementasikan oleh pihak manajemen adalah membuat perencanaan dan pengembangan karir bagi seluruh karyawan selama mereka bekerja di perusahaan. Untuk sebagian besar karyawan, kepastian karir merupakan hal yang sangat penting karena mereka akan tahu posisi tertinggi yang akan mereka capai. Dengan demikian mereka akan termotivasi untuk menunjukkan kinerja terbaiknya dan berusaha terus meningkatkan kemampuannya serta loyal terhadap perusahaan.

Perkembangan siaran radio swasta diawali dengan sebuah periode ketika siaran radio dikelola secara amatir dan kemudian tumbuh menjadi

(5)

5

industri siaran radio yang menerapkan manajemen pengelola profesional sebagai media masa, yang sebagian besar bermuatan hiburan. Itulah sebuah periode yang membuat industri siaran radio mencapai masa kejayaannya, dan banyak perusahaan yang memasang iklan di radio. Setelah periode itu, radio-radio siaran swasta harus berjuang keras untuk bersaing dengan media lain, terutama televisi yang mulai bangkit. Tantangan ini tidak mudah diatasi, namun harus dihadapi dan diatasi oleh semua insan radio siaran. Oleh karena itu kreativitas, dan inovasi adalah hal-hal yang perlu terus dipelihara dan ditumbuhkan pada seluruh personal sebuah radio siaran.

Bogor dengan jumlah penduduk sekitar 949.066 jiwa pada tahun 2010 menurut sumber dari koran Pos Kota pada tanggal 17 Agustus 2010, diperkirakan, terdapat lebih dari dua puluh dua stasiun radio. Jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan Bekasi. Dengan jumlah penduduk mencapai 1.845.005 jiwa, Bekasi hanya memiliki delapan stasiun radio. Semakin banyak stasiun radio yang bermunculan maka semakin banyak pula program yang akan disajikan oleh stasiun radio tersebut.

Program siaran yang disajikan dalam dunia radio ada dua jenis yaitu acara on-air yang merupakan sebuah acara siaran langsung dari penyiar yang didengar oleh para pendengar melalui tekhnologi gelombang radio dan off-air yaitu acara live yang diadakan sebuah radio dengan menampikan band dan talkshow secara live. Setiap stasiun radio dapat menayangkan berbagai program hiburan seperti musik, kuis, semidrama radio dan sebagainya.

Pihak pengelola stasiun radio memiliki cara atau teknik masing-masing untuk mengembangkan kreativitas. Dalam hal ini, pihak internal

(6)

6

suatu stasiun radio yang bertanggung jawab akan keberhasilan suatu acara dalam menjaring minat pendengar dan menjaring pemasukan bagi pengelola stasiun adalah Produser acara radio.

Keberhasilan suatu acara menjaring pendengar dan terlebih khusus menjaring iklan merupakan suatu tantangan yang harus dihadapi oleh seorang Produser acara radio. Di sini tidak hanya kemampuan dalam memainkan intuisi saja yang harus dimiliki oleh seorang Produser, tetapi juga kemampuan teknis dan manajerial yang mutlak untuk dikuasai. Tanpa adanya kemampuan teknis dan manajerial yang memadai dari seorang Produser acara radio, sebuah acara radio yang bermutu dan mampu menyedot perhatian khalayak akan susah untuk dikembangkan.

Menurut sumber dari jurnal Yusuf (IPTEKKOM, Vol. 9 No.1 Juni 2007), tolok ukur keberhasilan suatu acara radio dalam menjaring pendengar dapat dilihat dari posisi rating acara yang ditempati oleh acara tersebut. Semakin besar jumlah pendengar yang mengikuti suatu acara maka semakin tinggi pula rating acara yang diduduki atau ditempati oleh acara tersebut. Semakin populer suatu acara akan meningkatkan rating yang dimiliki oleh acara tersebut dan menjadi daya tarik bagi pemasang iklan. Rating sendiri merupakan suatu sistem yang diterapkan untuk mengetahui seberapa banyak pendengar yang menyimak suatu acara atau program radio. Pihak penyelenggara rating bisa berasal dari stasiun radio itu atau juga dari lembaga independen seperti AMR (AC Nielsen Media Research).

Rating bukan saja merupakan tolok ukur yang diambil untuk mengatahui kepopuleran suatu acara, namun di sisi lain dengan rating juga

(7)

7

biasanya kinerja seorang Produser itu dinilai. Semakin tinggi rating suatu acara, semakin baik pula penilaian kinerja yang dimiliki oleh produser acara yang bersangkutan. Hal ini terjadi karena ini pada dasarnya sejauh ini belum ada tolok ukur baku yang bisa digunakan untuk mengetahui kinerja seorang produser acara radio. Sampai saat ini bisa dikatakan bahwa sistem rating lah yang menjadi tolok ukur penilaian kinerja seorang produser acara radio.

Menurut Morrisan (2008:355), ada beberapa hal yang menyebabkan sistem rating kurang dapat digunakan sebagai panduan dalam menilai kinerja seorang produser acara radio. Yang pertama adalah bahwa pada dasarnya sistem rating dibuat untuk menilai kesuksesan suatu acara. Yang menjadi obyek penelitian dalam sistem rating adalah pendengar dari suatu acara dan bukan produser yang membuat acara tersebut. Yang kedua selera pendengar dalam menyimak suatu acara adalah berbeda-beda dan cenderung berubah sehingga tidak dapat dijadikan tolok ukur yang konstan dalam penilaian kinerja seorang produser. Yang ketiga adalah survey yang dilakukan oleh lembaga rating dalam hal ini AC Nielsen dilakukan di kota-kota di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Semarang, Makassar, termasuk Bogor. Hal ini tentunya tidak bisa mewakili keseluruhan selera pendengar di Indonesia. Selain itu, sistem rating hanya bisa mengikutsertakan stasiun-stasiun radio besar yang jangkauan siarannya luas dan berada di area tempat pelaksanaan survey sehingga stasiun-stasiun radio lokal yang daerah jangkauan siarannya tidak sampai ke tempat survey rating dilaksanakan tidak mendapat bagian penilaian.

(8)

8

Pada dasarnya popularitas suatu program siaran radio diukur berdasarkan rating yang dilakukan oleh lembaga rating AC Nielsen yang ditentukan oleh jumlah audience yang mendengarkan. Keberhasilan suatu program siaran tentu saja tetap bergantung kepada konseptor dan tim yang merancangnya. Kinerja tim di lapangan secara tidak langsung ikut berpengaruh dalam popularitas dan naik- turunnya rating suatu program siaran. Hal ini dapat dijelaskan oleh gambar :

Gambar 1.2

Pengaruh Kinerja Terhadap Rating

Sumber: Yusuf (2007:9)

Berdasarkan konsep pemikiran tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sampai sejauh ini belum ada standar pengukuran yang pasti untuk menilai kinerja seorang produser acara radio. Sementara dunia radio siaran dewasa ini menuntut sumberdaya manusia yang handal yang mampu menciptakan acara-acara radio yang kreatif dan berbobot dan yang disukai oleh pendengar. Seharusnya kinerja seorang produser dapat diukur secara pasti dan jelas.

Kinerja tim Kualitas Audience program

siaran

(9)

9

Menurut sumber dari jurnal Yusuf (IPTEKKOM, Vol. 9 No.1 Juni 2007), terdapat beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menilai kinerja produser, antara lain: (1) efisiensi, (2) penggunaan teknologi, dan (3) kemampuan meningkatkan akses audiens (pendengar).

Kriteria pertama adalah efisiensi. Efisiensi dalam radio identik dengan tujuan perusahaan. Pentingnya efisiensi ini terkait dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki perusahaan. Efisiensi merupakan karakteristik utama operasionalisasi bisnis yang berdampak langsung pada maksimalisasi profit. Kriteria kedua dalam menilai performance radio berhubungan dengan penggunaan teknologi. Perkembangan industri media radio dengan penggunaan teknologi informasi berjalan sinergis. Semakin berkembang industri tersebut semakin intensif aplikasi teknologinya. Dalam banyak kasus, teknologi informasi memberikan dukungan lebih besar bagi peningkatan efisiensi produksi. Teknologi satelit terbukti telah mempermudah perusahaan penyiaran mendistribusikan program acaranya kepada audiens yang lebih luas. Juga teknologi komputer dan internet telah mempengaruhi proses editing berita menjadi sangat mudah dan cepat. Kriteria ketiga dalam menilai performance menyangkut kemampuan meningkatkan audiens. Performance industri ini dikaitkan dengan kemampuan perusahaan menjangkau khalayak atau pendengarnya. Dalam konteks ini perusahaan didorong untuk membangun fasilitas-fasilitas yang memudahkan khalayak mengaksesnya. Tingginya daya jangkau media akhirnya berdampak positif pada maksimalisasi pendapatan dan peningkatan jumlah pengiklan.

Dengan adanya beberapa kriteria ini, maka kinerja produser dapat dinilai, dan berkaitan dengan rating karena jika produser dapat membangun fasilitas-fasilitas yang mempermudah pendengar untuk mengaksesnya, maka banyak

(10)

10

pendengar yang mendengar program siarannya, dan semua itu dapat dilihat dengan adanya rating.

Sebagai salah satu stasiun radio swasta di Bogor, Kisi fm masih menjadi Radio anak muda dengan jumlah pendengar terbanyak di Bogor. Kondisi ini terbukti berdasarkan hasil survei yang penulis dapat dari data internal PT. Kancah Irama Suara Indonesia pada tabel 1.1 berikut.

Tabel 1.1

Survei Pendengar Radio Jabodetabek Tahun 2011

Stasiun Radio Wilayah Presentase Pendengar

99ers DKI O,86%

Global (ARH) DKI 0,77%

As syafiah DKI 3,44% Bahana DKI 0,09% Bens DKI 2,15% Camajaya DKI 0,17% Cbb DKI 0,34% Cosmopolitan DKI 0,17% D fm DKI 0,60%

(11)

11

Delta DKI 0,60%

Elshinta DKI 3,78%

Female DKI 0,09%

Gen fm DKI 5,59%

Green radio DKI 1,03%

Hardrock DKI 1,20% Indika DKI 0,17% I radio DKI 2,41% Jak DKI 2,75% Kayumanis DKI 0,77% Kis DKI 0,69% Lite DKI 0,69% M radio DKI 0,26% Md DKI 0,17%

Motion radio DKI 0,26%

(12)

12

Musik city DKI 0,43%

Mustang DKI 0,60% Oz jakarta DKI 11,95% Pas DKI 3,01% Pelitaku DKI 0,17% Prambors DKI 1,46% Ras DKI 3,18% Rismata DKI 0,17% Rpk DKI 0,09% Sabil am DKI 2,58% Safa DKI 0,09% Sby DKI 0,09% Smart fm DKI 0,17% Sonora DKI 0,52%

Suara multazam DKI 0,17%

(13)

13

Trax DKI 0,66%

Trijaya DKI 0,69%

U fm DKI 0,43%

Woman radio DKI 0,09%

Agri bogor NON DKI 0,43%

Al nury (bogor) NON DKI 0,09%

Alawija (bekasi) NON DKI 0,17%

Amirah (bekasi) NON DKI 0,60%

Bharata (tangerang) NON DKI 0,09%

Bina swara (depok) NON DKI 0,26%

Dakta (bekasi) NON DKI 12,73%

Elgangga NON DKI 1,29%

Elpas (bogor) NON DKI 0,26%

Emc (tangerang) NON DKI 0,34%

Flash (bogor) NON DKI 0,09%

(14)

14

Glesh (tangerang) NON DKI 0,09%

Kisi (bogor) NON DKI 1,63%

Lesmana (bogor) NON DKI 0,60%

Mawar (depok) NON DKI 0,09%

Megaswara (bogor) NON DKI 1,03%

Mersi (tangerang) NON DKI 1,12%

Nuris (tangerang) NON DKI 1,46%

Pelanginusantara (bekasi) NON DKI 0,34%

Plus (bogor) NON DKI 0,09%

Pop NON DKI 16,34%

Rodja (bogor) NON DKI 1,03%

Sp (bekasi) NON DKI 0,26%

Star (tangerang) NON DKI 0,26%

Suara antara (bogor) NON DKI 0,17%

Swara pratita (depok) NON DKI 0,09%

(15)

15

Sumber :

Data internal PT. Kancah Irama Suara Indonesia

(September 2011)

Survey di atas membuktikan bahwa Radio Kisi merupakan radio yang paling banyak jumlah pendengarnya di Bogor. Selain menyajikan acara-acara musik, kuis, variety show, Kisi juga menyajikan acara-acara yang berbentuk talkshow. Menurut Farlex (2005) dalam The Free Dictionary, Talkshow merupakan sebuah program televisi atau radio dimana seseorang ataupun group berkumpul bersama untuk mendiskusikan berbagai hal topik dengan suasana santai tapi serius, yang dipandu oleh seorang moderator. Kadangkala, Talkshow menghadirkan tamu berkelompok yang ingin mempelajari berbagai pengalaman hebat. Di lain hal juga, seorang tamu dihadirkan oleh moderator untuk berbagi pengalaman. Acara Talkshow ini biasanya diikuti dengan menerima telpon dari para pendengar/penonton yang berada di rumah, mobil, ataupun ditempat lain.

Salah satu program radio talkshow yang disiarkan di radio adalah “Kisi-kisi kita”. Kisi-kisi kita merupakan salah satu program acara radio Kisi yang berisi kumpulan cerita dan pengalaman seseorang dalam hidupnya yang dikirim oleh pendengar. Mempunyai target pendengar berumur 15 – 24 tahun (SMP/SMA/KULIAH/Fresh Jober).

Program acara on-air yang mempunyai slogan ” Dari pamiarsa muda, oleh pamiarsa muda, untuk pamiarsa muda ” ini selalu disiarkan setiap hari Senin dan Kamis pukul 20.00-22.00. Berbentuk paket surat yang dikemas talkshow dan naskah/script yang berasal dari pamiarsa muda sendiri yang dikirim lewat surat atau email di baca ekspresif dengan ilustrasi musik pendukung (sound effect) yang dibuat khusus dan tidak pernah diganti, serta

(16)

16

memuat insert berupa testimoni pendengar tentang cerita yang telah disiarkan dan adanya opini untuk Insan Muda dari Radio Kisi berupa pertanyaan seputar cerita-cerita yang telah disiarkan sebelumnya pada hari yang sama.

Siaran Kisi-kisi kita muncul sebagai usaha radio Kisi untuk memenuhi kebutuhan pendengar yang ingin mendapatkan jenis hiburan yang berbeda selain musik. Berawal dari keinginan sejumlah karyawan Kisi yang mempunyai usulan untuk membuat suatu program yang menyajikan cerita-cerita kehidupan pendengar di Bogor secara fakta, karena banyaknya anak muda yang mengalami masalah yang kadang mendapatkan jalan buntu. Ini merupakan suatu keunikan tersendiri sebuah program siaran radio.

Cerita yang disajikan diceritakan oleh seorang narator. Terdiri dari empat penyiar yang bertugas sebagai host, berperan sebagai pembaca naskah dari seorang yang telah mengirimkan surat yang sedang mengalami masalah dalam cerita tersebut dan dilengkapi dengan sound effect yang mendukung agar para pendengar merasa sedih dan berada dalam situasi cerita tersebut.

Acara ini telah mengudara dari tahun 1985 hingga sekarang. Awal adanya program acara kisi-kisi kita ini karena dipicu oleh keadaan yang menurut tim kisi-kisi kita, masalah timbul bukan dari siapa-siapa, tetapi dari diri kita sendiri, jadi tim mencoba mengangkat untuk berbagi dan menjadi sebuah topik untuk membantu memberikan opini untuk mereka. Penyajian Kisi-Kisi Kita membuat para pendengarnya selalu ingin mendengarkan cerita-cerita selanjutnya yang akan disiarkan.

Menurut sumber internal perusahaan selaku produser, acara Kisi-kisi Kita yang sekarang tetap dinantikan karena setiap orang pasti mempunyai masalah yang hendak di share ke public agar mendapatkan opini dalam

(17)

17

menyelesaikan suatu masalah. Masalah-masalah yang datang selalu beragam dari tahun ke tahun. Dilihat dari variasi cerita, secara script selalu berbeda cerita antara yang satu dengan yang lain karena masalah yang dihadapi juga berbeda. Adapun kendala yang dialami adalah masalah pemancar, bila terjadi hujan yang cukup deras akan mengalami gangguan, namun tim berusaha memperbaiki secepatnya. Selain itu, masalah psikolog yang akan dihubungi, namun ternyata saat itu sedang berhalangan datang atau tidak dapat dihubungi oleh tim karena sibuk, maka tim mengantisipasi dengan bantuan line telepon dari pamiarsa muda, atau opini dari host sendiri.

Script tidak terbatas karena pendengar tidak mengetahui setiap masalah yang dihadapi oleh seseorang, sehingga banyak masalah yang diangkat berbeda dari sebelumnya.Didukung dengan pembacaan narasi dari dua orang host yang mengikuti alur ceritanya, sehingga dapat menyampaikan isi masalah dengan baik kepada pendengarnya.

Acara kisi-kisi kita menggunakan backsound yang dari album The Heart Of Spring, “On Fertile Ground” dan “In The Heart Of The Smallest Cretures ” tambah membawa suasana melankolis karena dibumbui dengan sound effect yang membuat simpati. Hebatnya, Kisi-kisi kita sekarang semakin spektakuler.

Berdasarkan berbagai fakta yang didapat, terjadi kenaikan rating dalam program acara ini. Kenaikan rating acara terlihat dari hasil survey berikut :

(18)

18

Tabel 1.2

Program Dengan Jumlah Pendengar Naik

SENIN - JUMAT USIA 15-25 KISI WAVE 2 KISI WAVE 3

(06-09) SUNSHINE SHOW 46 77

(09-11) LAGU DAN KAMU 58 59

(13-16) JALUR KABEL 22 35

(18-20) TEMBANG PERSADA 251 269

MON (22-24) KENSO 3 7

TUE (22-02) TEMBANG KENANGAN 8 12

WED (22-02) JALUR BEBAS 86 95

MON AND THU (20-22) KISI-KISI

KITA 35 52

Keterangan:

Wave 2 survei bulan Januari – Maret 2011 Wave 3 survei bulan April – Juni 2011 Statistic : Cume (000's)

Sumber : file document radio Kisi 2011

Menurut sumber internal perusahaan selaku produser, sampai saat ini acara tersebut cukup banyak pendengarnya. Semakin mengerti perkembangan permasalahan sosial dan semakin baiknya pola pikir para

(19)

19

pendengar, semakin bertambah daya tarik pendengar akan acara yang disajikan oleh radio khususnya acara talkshow semacam ini.

Tolok ukur keberhasilan program acara radio tidak hanya dapat dilihat dengan adanya rating program acara radio yang tinggi. Bisnis radio harus mempunyai SDM yang kreatif dan inovatif karena bisnis radio yang bersaing dengan televisi saat ini. Disamping menciptakan sebuah program acara yang menarik, sebuah program juga harus pandai dalam mengelola tim manajemennya. Keberhasilan suatu penyiaran bergantung pada bagaimana kualitas orang-orang yang bekerja pada ketiga bidang tersebut. Namun demikian, kualitas manusia saja tidak cukup jika tidak disertai dengan kemampuan pimpinan media penyiaran bersangkutan mengelola sumber daya manusia yang ada. Karena itulah manajemen yang baik mutlak diperlukan pada media penyiaran (Morissan, 2008:125). Oleh karena itu, dibutuhkan juga pondasi kinerja SDM Balanced Scorecard dengan perspektif Learning and Growth agar dapat mengetahui pengelolaan SDM.

Berangkat dari pokok-pokok pikiran tersebut maka penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan ini dalam penulisan proposal skripsi dengan judul: ” Analisis Kinerja Tim Program Siaran Kisi-Kisi Kita Ditinjau dari Perspektif Learning and Growth Balanced Scorecard (Studi Kasus Tim Program Siaran Kisi-Kisi Kita di Radio Kisi 93,4 FM Bogor Tahun 2011) ”

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah ini adalah :

(20)

20

Bagaimana kinerja tim program siaran radio Kisi Bogor khususnya untuk program siaran Kisi-kisi Kita dengan menggunakan analisis Balanced Scorecard melalui aspek perspektif Learning And Growth?

1.4 Tujuan Penelitian

Menganalisis kinerja tim program siaran Radio Kisi khususnya dalam program siaran Kisi-kisi kita dengan menggunakan analisis Balanced Scorecard melalui aspek perspektif Learning And Growth.

1.5 Kegunaan Penelitian

Manfaat-manfaat yang diharapkan dapat dihasilkan dengan dilakukannya penelitian ini adalah :

a) Bagi akademisi, untuk memberikan sumbangan pemikiran pada bidang kajian sumber daya manusia dalam mengetahui sejauh mana kinerja tim produser radio yang telah dilakukan.

b) Bagi praktisi, sebagai bahan evaluasi maupun sebagai bahan acuan yang dapat digunakan sebagai pengembangan lebih lanjut serta pengambilan keputusan mengenai produksi dari suatu program siaran radio.

1.6 Batasan Penelitian

(21)

21

Penelitian kinerja tim program siaran Radio Kisi khususnya dalam program siaran Kisi-kisi kita dengan menggunakan analisis Balanced Scorecard melalui aspek perspektif Learning And Growth.

1.7 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi tinjauan objek studi, latar belakang permasalahan, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian dan sistematika penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

Bab ini berisi mengenai teori-teori dan literatur yang berkaitan dengan penelitian dan mendukung pemecahan permasalahan serta kerangka pemikiran.

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini menjelaskan tentang jenis penelitian yang digunakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dimana dalam bab metode penelitiannya akan menjabarkan : jenis penelitian, metode penelitian, metode pengumpulan data, populasi dan subjek penelitian, uji validitas dan reabilitas penelitian, dan teknik analisis data.

(22)

22

Pada bab ini menceritakan hasil dan pembahasan mengenai permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana kinerja tim program siaran Kisi-kisi Kita dilihat dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Berisi kesimpulan akhir dari analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya serta saran-saran yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan berkaitan dengan kinerja tim program siaran Kisi-kisi Kita.

Referensi

Dokumen terkait

4 Pelaporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah paragraf 13 tentang Jenis Opini, terdapat empat jenis opini yang dapat diberikan oleh pemeriksa BPK yaitu opini

Program Selamat Pagi Indonesia adalah program siaran langsung yang dibawakan oleh dua atau tiga orang pembawa acara dalam memberikan informasi terkini dan perbincangan

Meskipun Air Asia belum dominan menguasai pasar penerbangan domestik Indonesia, namun dalam lima tahun terakhir ini terbukti Air Asia mengalami perkembangan yang

Betapa tidak, fenomena ini menyebabkan interaksi yang awalnya bisa dilakukan secara langsung dengan setiap individu organisasi sekarang berubah total dengan

diri di rumah dan tidak dapat melakukan aktivitas pembelian langsung ke toko-toko karena adanya pembatasan aktivitas dari pemerintah untuk mencegah virus tersebut dan

Seiring perkembangan jaman yang maju di tahun 1977-1978 terbentuk Radio Siaran Swasta Indonesia (RSSI), radio dipimpin oleh pusat dari situ radio berkembang pesat dengan metode

Pertumbuhan internet juga berpengaruh terhadap pertumbuhan pengguna social media dan dari penggunaan Internet yang diminati oleh masyarakat dunia adalah penggunaan

Belanja online (online Shopping) adalah kegiatan jual beli atau perdagangan yang memungkinkan konsumen untuk dapat langsung membeli barang atau jasa dari penjual