RUMAH SAKIT
Logo
Page 1 of 13
Jl. Melati No. 60
Telp: 0761-24242, Fax: 0761 -
EPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKlT ISLAM IBNU SINA NOMOR : /SKlKa.RS /V/2012
TENTANG
STANDARIASASI KODE DIAGNOSA, KODE TINDAKAN, SIMBOL, SINGKATAN DAN DEFlNlSI
DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA Menirnbang
Mengingat
a, bahwa dalam rangka pcningkatan rnutu pclayanan rurnah sakit Islam Ibnu Sina perlu didukung dengan keseragaraman
pcnggunaan kode diagnosa dan kode tindakan. definisi, simbol.
dan singkatan yang boleh digunakan dan tidak bolch digunakan
yang baik dan benar:
b. bahwa agar kcscragaman penggunaannya dapai dikelola dengan
baik dibutuhkan kebijakan standarisasi sebagai panduan dalarn
pelaksanaannya;
c. bahwa sehubungan dengan butir a, dan b, maka perlu disusun kebijakan Standarisasi Kode Diagnosa Kode Tindakan, Simbol.
Singkatan Dan Definisi yang ditetapkan dengan sural
kepuiusan
Direktur Rurnah Sakit Islam Ibnu Sina.
I. Undang-Undang Nornor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran;
2. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Peraiuran Pemerintah Nomor 10 Tahun 1966 tentang Wajib
Sirnpan Rahasia Kedokteran
4. Peraruran Menteri Kesehatan Nomor 269 Tahun 2008 tentang Rekam Mcdis
MEMUTUSKAN
Menetapkan KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKlT ISLAM IBNU
SINATEN TANG STAl'lDARISASI KODE DIAGNOSA, KODE TINDAKAN, SIMBOL, SINGKATAN DAN DEFINISl.
III
ISLAM IBNU SINA
Jl. Melati No. 60
Telp: 0761-24242, Fax: 0761
Kesatu
Kedua
Menggunakan ICD-IO
(international statistical classification of
diseases and related health problems) Second Edition
Tahun 2010 sebagai standarisasi kode diagnosa.Menggunakan ICD-9-CM (clinical modification) sebagai standarisasi kode ti ndakan.
Ketiga Standarisasi simbol, singkatan dan definisi sebagaimana dimaksud
yang tercantum dalarn lampiran keputusan
ini.
Keempat
Kelima
Standarisasi simbol, dan singkatan sebagaimana dimaksud dikturn keempat harus disepakati oleh unit terkait yang dikoordinir oleh Tim Rekam Medis.
Keputusan ini
berlaku sejak
tanggal ditetapkan dan apabiladikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana rnestinya.
Ditetapkan di : Pekanbaru
Pada tanggal : Aprili 2016
DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA
dr. H j . Novrielly, M.Kes
./
RUMAH SAKIT
logo
Page 3 of13-===
Lampiran I Nomor Tanggal: Keputusan D i r e k t u r Rumah Sakit I s l a m I b n u S i n a
: 24/SK/Ka.RS N/2012
: Mei 20KEBIJAKAN
STANDARISASI SIMBOL 1. CASE 2. 3.INTERNAL
OBGYN PEDIATRIC 4. SURGICAL 5. ULTRAVIOLETMEDICINE
6. Injection Antibiotic7. Oral
Antibiotic8. Cortiscosteroid
9. Vitamin
danSuplement
dituJis dengan tinta warna
MERAII
ditulis dengan tinta warna BlRU ditulis dengan tinta warna HIJAU ditulis dengan tinta wama HITfu\1,
kernudian di ARSIR dengan crayon KUNING
IV LINE
10. ~ Infus L1. ~ Tranfusi
digambar segitiga dengan tinta warna BlRU
digambar segitiga dengan tinta warna
MERAH
VlTALSIGN
12. Pulse digaris dengan pensil warna MERAH
13. 14. 15.
•
OTHER Temperature Blood Presure Respirationdigaris dengan pensil warna BIRU diarsir dengan tinta warna HIT AM digaris dengan tinta warna HIJAU
•
16 .0
17.
C
RUMAH SAKIT
logo
Page 4 ofl3
Operation digambar lingkaran dengan tinta wama MERAI I Curratage dituJis dengan tinta warna IllTAM
Abortion ditulis dengan tinta warna HITAM
19.
NVD
Melahirkan normal ditulis dengan tinta warna HITAM 20.VE
21.t
22, ~ Vacum extraction MeninggalLaki-laki
ditulis dengan tinta warna
HIT AM
ditulis dengan tinta warna MERAH ditulis dengan tinta warna HlTAM 23.
~
Perempuan ditulis dengan tinta warna HIT AM
1
Light green=
hijau muda2
Dark Green=
hijau tua3
Orange=
oranye4
Light Blue = biru muda5
6
7
8
9
Pink = merah mudaDIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA
dr. H j . Novrielly, M.Kes
RUMAH SAKIT
..
I
Page 6 of 13
-Lampiran II : Keputusan D i r e kt u r Rumah Sakit
NOmoI :
24/SKlKaRS 1IV/2012 Tanggal : 7 April 2016KEBIJAKAN
ST ANDARISASI SINGKATAN 1. SINGKATAN YANG BOLEHDIGUNAKAN
NO SINGKATAN KEPAN.JANGAN llARI
t. AF Atrial Fibrillation
2. ALL Acute Lymphoid Leukemia 3. ARF Acute Renal Failure
4. ASO Atrial Septal Defect 5. A V Block Artrio Ventricular Block 6. Ab. Imminent Abortus Imminent
7. Ab. Incomplet Abortus Incomplet
-8.
BBLR
BeratBayi
Lahir Rendah9. BP
----
Broncho Pneumonia10. BPH Benign Prostat Hypertrophy Ca Carsinoma
CABO Coronary Artery By Pass Graft CAD Cor~n~~ Artel~XDisease CHD Congenital Heart Disease CHF Congestive Heart Failure CKO Chronic Kidney Disease CP Cerebral Palsy
CPO _ Cephalo Pelvic Disproportion CRF Chonic Renal Failure
C
-
S Caesarean SectioCTEV Congenital Talipes Eguinevarus
22. CVA Cerebro Vascular Accident
-23. CVD Cerebro Vascular Disease
..
25 . DBO24. CYST CystDemam Berdarah Dengue26. DC Decompensasi Cordis
-~ DF Dengue Fever
DHF Dengue Haemorrhag!c Fever
DM --+ Diabetes Mellitus _
-
--OSS Dengue Shock S)'!!drome
--- .
,.,.
-32. EDH EpiDural Haemorrhage
33. FAM Fibro Adenoma Mammae
--34. FPD Feto Pelvic Disproportion
35.
GE
~ Gastro EnteritisGEA GastroEnteritis
Aleut
GED Gastro Enteritis Dehidrasi, _~"~"MW'M_"'W"M'M'" GERD Gastro Esophageal Reflux Disease GGK Gagal Ginjal Kronik
GNA Glomerulo Nephritis ~cute
ONe
Glomerulo Nephritis Chronic APR _ Ante Parturn HaemorrhagicHEG
Hyperemesis Gravidarum 44. HHD Hypertensi Heart Disease45. HIV Human fmmunodefficiency Virus 46. HNP _ _!Iernia Nucleus Pulposus
47. PPH Post Partum Haemorrhagic 48. IB S Irretable Bowel Syndr~me
49. IDDM Insulin Dependent Diabetes Mellitus 50. 1 S K Infeksi Sal uran Kencing
51. IS PA Infeksi Sal uran Pernapasan Atas
52. IT P ldiophatic Thrombocytopenic Purpura
-
---53. IT U Infeksi Tractus
Urinary
-54. IDPD Intra Uterine Fetal Death
-55. KDS
~ejan$ Demam Sedang
56. KET Kehamilan Ektopik
Terganggu
57. KGB Kelenjar Getah Be~g_
59. KPD
-_
Ketuban Pecah Dini
58.
KP
Koch Pulmonum
-60. KPSW Ketuban Pecah Sebelum Waktu
61. LBBB Left Bundle Branch Block
-62. LBP Low Back Pain
-63
-
.LVH
Left Ventricle Hypertrophy64.
LVF
Left Ventricular Failure65. Let Bo Letak Bokong 66. Let. Li Letak Lintang
-67. Let. Su Letak Sungsang 68. Mel Myocardial Infarction
69.
MY
_ _Llvgtral InsufficiencyRUM'AH SAKIT
logo
I
Page 7 of 13 72. NP C 73. NS74.
ODHA 75. OMA 76. OMP 77. OMSK78. P D A
79. PEB80. P
ID 81. PN A 82. PN C83.
P POK
84. P P
OM 85. PROM86. P S UT
87.
RBBB
88.
RDS
89.
RHD 90. R U I 91. RVH 92. SDH 93. S G B94. S
LE 95. S NNT
96.--_S.O- L 97. SO S98. S
VT
99. TB C100. T C
101. TEN
102.TI A
103.UAP
104.
DR T I 105.UTI
-NasoPharing Carcinoma --t """" Nefrotic Syndrome-r-Orang Dengan HfV AIDS Otitis Media Acuta
Otitis Media Perforata
Otitis Media Suppurative Kronik. Persistent Ductus Arteriosus Pre Eclampsi Berat
Pelvic Inflamatory Disease Pyelonephritis Akut yelOnephritiS Chronic
enyakit Pam Obstruksi Kronis ~ Penyakit Paru Obstruksi Menahun
Premature Rupture Of The Membrane Paroxysmal Supraventriculer Tachycardia Right Bundle Branch Block
Respiratory Distress syndrome
Rheumatic
Heart
Disease
-Ruptura Uteri Imminens Right Ventricle Hypertrophy SubDural Haemoragic
Syndrome
G~iann
BarreSystemic LupusErythematosus Struma Nodular Non Toxic Space Occupying Lession Salphingo Oovorectomi Sinistra Supra Ventricular Tachikardi _ Tuberculose
Trauma Capitis
Toxic Epidural Necrolysy Trancieat Ischemic Attack Unstable Angina Pectoris
Upper Respiratory Tract Infectio!!._ Urinary Tract Infection
106. VE ... Vacum Extraction
107. V E S
108.
VSD 109. V T 110. WSD 111. SOD 112. SOB ~- : Ventricelular -E-xtrasystoleI Ventricelular Septal Defect
,_ Ventricle Ta-nchikardi
Water Sealed Drainage
_~alphingo Oovorectomi Dextra Salphingo Oovorectomi Bilateral
DAFTARSINGKATAN KLINIKGIGI
14.
Pengobatan Abses Gigi 5 kanan atas
15. Gigi 5 kanan bawah
16. Gigi 6 kiri atas
17. Gigi 6 kiri bawah
18.
Obs Observasi19.
TS Tambalan Sementara20. SC Secondary Caries
21. LC Light Curing
22. CC Cervical Caries
23. Endo Semen Endomenthasone
24.
Ro
RontgenPage 9 of13
===
RUMAH SAKIT
6.
GAD General Anxiety Disorder7.
GPO OS Gangguan Pcredaran Darah Otak Sementara8. GBD GallBladder
9. IDW
Inter
Dental Wire10.
PAT Paroxysmal Atrial Tachycardia11. PCM Protein CaLori Malnutrition
12.
PPHD Primary Pulmonary Heart Disease13. PHLis Pharingitis
14.
t /p
TOI1Silloj)harill~itisDAFT AR SINCKA TAN
KLINIKGIGI
DIREKTUR RUMAH SAKIT
ISLAM
IBNU SINA
RUMAH SAKIT
logo
===
Lampiran III : Keputusan D i r e k t u r Rumah Sakit
Nomor :
24/SKlKa.RS
IN 12012
Tanggal : 7April 2016 KEBlJAKAN ST AN DARlSASI DEFINISI AdopsiApatur penegak hukum
Autentikasi Catatan Confidentiality Diagnosis utarna (rawat inap) Diagnosis primer (rawat inap) Diagnosis lain (rawat inap)
Dokter dan dokter gigi
•
Dokumen
Pengangkatan seorang anak oleh pasangan suami isteri yang bukan orangtuanya untuk dijadikan anak angkat melalui suatu proses hukum yang sab.
Pejabat yang pekerjaannya atau profesinya melakukan penegakan hukurn secara langsung, yaitu penyidik, jaksa penuntut umurn, dan hakim.
Kegiatan atau upaya untuk membuat rekam medis menjadi sebuah dokumen yang autentik.
Tulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi tentang segala tindakan yang dilakukan kepada pasien dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan.
Pembatasn pengungkapan informasi pribadi tertentu. Dalam hal in! mencakup tanggung jawab untuk menggunakan, mengungkapkan, atau mengeluarkan informasi hanya dengan sepengetahuan dan izin individu.
Kondisi yang ditentukan setelab penelaahan sebagai paling bertanggung jawab akan kedatangan pasien ke rumab sakit untuk memperoleh asuhan.
Diagnosis yang paling bertanggung jawab akan mayoritas asuhan yang diberikan kepada pasien, atau penggunaan sumber daya terbesar untuk asuban pasien,
Semua kondisi yang hadir pada saat masuk atau berkembang setelahnya, yang mengganggu pengobatan yang diterima atau lama perawatan.
Dokter, dokter spesialis, dokter gigi dan doICrer gigi spesialis lulusan pendidikan kedokteran atau kedokteran gigi baik di dalam maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang- undangan.
.
===
RUMAH SA KIT
Informed consent
In
formed refusallsi rekam medis
Keluarga terdekat Komite medis Kompcten
Kuasa hukum
Otorisasi Penyidik•
Peraturan internal rumah sakit (hospital bylaws)Peraturan internal staf medis
(medical staff bylaws)
laporan hasil pemeriksaan penunjang, catatan observasi dan
pengobatan
harian
dan sernua rekaman, baik berupa fotoradiologi, gambar pencitraan (imaging), dan rekaman elektro diagnostik,
Suatu doktrin yang mewajibkan adanya persetujuan pasien sebelurn dilakukannya tindakan pada pasien. dirnana persetujuan tersebut hams dibuat setelah pasien menerima informasi yang adekuat tentang berbagai aspek yang dibutuhkannya dalam membuat keputusan.
Pernyataan pasien untuk menolak suatu informasi atau
tindakan yang akan diberikan/dilakukan kepadanya, setelah ia menerima informasi yang adekuat.
Informasi tentang pasien, baik berkaitan dengan kesehatan maupun tidak, yang diketahui dan dicatat di dalam berkas
rekam medis oleh tenaga
rnedis/
kesehatan dalam rangkahubungan dokter dengan pasien.
Suami atau istri, ayah at au ibu kandung, anak-anak kandung, saudara-saudara kandung atau pengampunya.
Badan non structural di dalam rumah sakit yang bertugas. Suatu keadaan kemampuan seseorang untuk dapat membuat keputusan.
Ahli hukum yang c1iberi kuasa khusus oleh seseorang atau
badan
hukum
untukmewazkili
kepentingan hukumnya dalamberhadapan dengan pihak lain ..
Pemberian kuasa kepada seseorang (dalam hal ini tenaga medis/Kesehatan), bukan sekadar persetujuan, untuk melakukan sesuatu (dalam hal ini mengungkapkan informasi medis tentang dirinya kepada pihak lain yang disetujuinya). Penjabat polisi Negara atau pegawai negeri sipil tertentu yang berdasarkan UU memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan suatu perkara pidana,
Suatu peraturan internal yang
mengatur pokok-pokok
hubungan antara pernilik rumah sakit, manajemen rumah sakir, dan staf medis.
Suatu peraturan internal yang mengatur pokok-pokok pengaturan staf medis di rumab sakit, sejak kredensial dalam rangka memperoleb peogangkatan pertama kali, pembinaan
RUMAH SAKIT
Page 12 of 13III
Persetujuan tindakan kedokteran Privasi Prosedur menonjol Prosedur utama Rekammedis PasienPasien yang kompeten
Tindakan kedokteran
Tindakan invasive Tindakan kedokteran
profesi, pengawasan kinerja profesi, hingga ke proses
keprofesian dalarn rangka pendisiplinan.
Persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga terdekat setelah mendapat penje1esan secara lengkap mengenai tindakan kedoktcran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan terhadap pasien.
Hak individu untuk dibiarkan sendiri, termasuk bebas dari campur tangan atau observasi terhadap hal-hal pribadi
seseorang serta hak untuk mengontrol informasi-informasi
pribadi tertentu dan informasi kesehatan.
Tindakan yang bersifat pembedahan, atau memiliki risiko prosedur.atau memiliki risiko anestetik, atau memerlukan latihan kbusus. Pembedahan meliputi penyayatan (insisi),
pemotongan (eksisi), arnputasi, memasukkan sesuatu,
endoskopi, perbaikan, penghancuran, jahitan, dan manipulasi. Prosedur yang dilakukan sebagai pengobatan definitive, bukan
untuk tujuan diagnostic atau eksplorasi, atau yang perlu untuk
mengatasi komplikasL
Berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang te1ah diberikan kepada pasien,
Setiap orang yang melakukan
konsultasi
masalahkesehatannya
untuk mempcroleh pelayanan Kesehatan yang diperlukan baik secara langsung maupun tidak Langsung kepada dokter atau dokter gigi.
Pasien dcwasa atau bukan anak menurut peraturan perundang-undangan atau telahlpemah menikah, tidak terganggu kesadaran fisiknya, marnpu berkomunikasi secara wajar, tidak. mengalarni kemunduran perkembangan (retardasi) mental dan tidak mengalarni penyakit mental sehingga mampu membuat keputusan secara bebas.
Suatu tindakan medis berupa preventif, diagnostik, terapeutik
atau rehabilitatif yang dilakukan oLeh dokter atau dokter
gigi
terhadap pasien.
Suatu tindakan medis yang langsung dapat mempengaruhi keutuhan jaringan tubuh pasien.
III
RUM:AH SAKIT
yang mengandung
resiko
tinggi
dapat mengakibatkan kematian atau kecacatan.Visum et repertum Keterangan tertulis yang dibuat oleh dokter tentang hasil pemeriksaan medis yang dilakukan terhadap seorang korban (terperiksa), baik berupa temuan ataupun pendapat berdasarkan keilmuannya, di bawah sumpah untuk kcpentingan peradilan.
Direktur RUMAH SAKIT
~ dr.