____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag
es
|
1
Valbury Daily Report
Valbury Asia Securities
HEADLINES
JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART
Support level Resistance level Major trend Minor trend 3727/3663/3463 3759/3813/3887 Down Up
•
JAKARTA INDICES STATISTICS
CLOSE
CHANGE
VOLUME (Mn)
VALUE (Bn)
IHSG
3719.233
-26.605
2,648
3,701.43
LQ-45
664.899
-5.615
1,118
2,884.64
MARKET REVIEW
MARKET VIEW
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup melemah bersamaan dengan pelemahan bursa regional. IHSG mencatatkan penurunan sebesar 26,605 poin (0,71%) ke level 3.719,233 dari posisi sebelumnya pada level 3.745,838. Indeks regional mengalami pelemahan diatas 1% menyusul berita naiknya kadar radiasi di Jepang yang meningkatkan kekhawatiran akan memberikan dampak negatif, baik untuk Jepang maupun untuk negara-negara lainnya. Indeks Nikkei 225 tercatat turun sebesar 164,44 poin (1,69%) ke level 9.555,26 dari posisi sebelumnya pada level 9.716,19 dan indeks Hang Seng tercatat turun sebesar 326,7 poin (1,34%) ke level 23.976,37 dari posisi sebelumnya pada level 24.303,07. Seluruh sektor mengalami penurunan, terutama sektor perkebunan, pertambangan, dan ragam industri yang mencatatkan penurunan diatas 1%. Saham London Sumatera Indonesia (LSIP) dan Astra Agro Lestari (AALI) dari sektor perkebunan mencatatkan penurunan sebesar 1% hingga 3%. Saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) dari sektor pertambangan mencatatkan penurunan 2,5% dan saham Astra Internasional (ASII) dari sektor ragam industri mencatatkan penurunan sebesar 1,1%. Penurunan terendah dialami oleh sektor konsumsi yang turun sebesar 0,14%. Sedangkan saham Bank Mega (MEGA) tercatat naik sebesar 1,58% di tengah pelemahan seluruh sektor yang disebabkan oleh adanya pengumuman pembagian dividen bonus oleh perseroan dengan rasio 25:4.
Sentimen yang diharapkan menjadi katalis bagi IHSG hari ini, sejumlah data makro ekonomi Indonesia yang di rilis menunjukan kondisi ekonomi dalam posisi yang lebih baik. Bank Indonesia (BI) dalam rapat dewan gubernur yang berlangsung kemarin memutuskan untuk menetapkan suku bunga di level 6,75%. Kebijakan BI ini diperkirakan memberikan dampak positif bagi IHSG kedepan. Data makro ekonomi Indonesia lainnya yang diperkirakan dapat memberikan dukungan bagi IHSG, mengenai kenaikan cadangan devisa RI per akhir Maret sebesar USD1,5 miliar menjadi USD105,7 miliar dari posisi sebelumnya 25 Maret yang berada di level USD104,3 miliar. Perkiraan berlanjutnya dana asing ke dalam negeri dapat mengindikasikan positif bagi IHSG. Secara sektoral BI perkirakan seluruh sektor ekonomi diperkirakan tumbuh tinggi. Dari sektor tersebut yang diperkirakan mengalami pertumbuhan tinggi antara lain sektor transportasi & komunikasi, sektor perdagangan, sektor bangunan serta hotel & restoran. Sementara itu, kendala bagi indeks diperkirakan dipicu dari sentimen eksternal, terkait dengan Jepang meningkatkan ancaman bahaya nuklir di PLTN Fukushima Daiichi ke level yang setara dengan krisis nuklir Chernobyl, di Ukraina yang terjadi pada 1986 silam. Faktor lain dari eksternal gejolak politik di Libya, yang memicu naiknya harga minyak dan krisis utang Portugal. Selain itu, koreksi atas indeks global akan berdampak bagi IHSG hari ini. IHSG bergerak dalam rentang 3684-3762.
c
c
p
p
• TLKM targetkan kabel optik bawah laut keseluruh Indonesia • Pemerintah dukung TLKM buyback saham Telkomsel • BRTI belum terima laporan akuisisi BTEL terhadap Internux • MEGA rencana bagi saham bonus dengan rasio 25:4 • BNII terbitkan subdebt Rp 600 miliar
• Aset BNII terancam disita terkait masalah uang nasabah • Anak usaha KBLV akan terbitkan saham baru
• ELSA suntik dana USD 5 juta ke Elnusa GCC Veritas Seismic • APIC akan right issue
• Tiga penjamin emisi masih memiliki 13% saham GIAA yang tidak terserap pasar
• EXCL menaikan kebijakan dividen menjadi minimum 30% laba. • AUTO stock split 1:3
• ASII serap rights issue UNTR • Asiariver incar 20% saham DGIK • DGIK targetkan pendapatan Rp 15 triliun • INDY raih dividen USD 144,9 juta
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag
es
|
2
Daily News
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) bersiap untuk mengerjakan
proyek kabel optik bawah laut tahap terakhir yang menghubungkan Sulawesi-Maluku-Papua. Biaya untuk proyek ini lebih dari USD 5,5 juta. Seluruh pendanaan untuk proyek ini akan diambil dari kas internal perseroan dan sebagian lagi dari belanja modal (capex) perseroan tahun 2011. Saat ini masih proses evaluasi. Jika proyek ini rampung, maka seluruh Indonesia tersambung oleh kabel optik bawah laut. Telkom baru saja merampungkan pembangunan kabel optik bawah laut Mataram-Kupang yang memakan waktu 400 hari dengan panjang sekitar 1.100 km. Telkom akan mengerjakan proyek ini sendiri tanpa membuat perusahaan patungan atau menggandeng mitra lain. Namun Telkom akan melakukan tender pengadaan yang melibatkan beberapa perusahaan kabel yang pernah ikut dalam proyek sebelumnya, yaitu sekitar 5-6 perusahaan, seperti Huawei, NEC, NSW, Fujitsu, Taico.
Telekomunikasi Indonesia (TLKM)) menyambut baik adanya
persetujuan pemerintah terkait pembelian saham kembali (buy back) saham anak usahanya PT Telkomsel dari Singapura Telecom (SingTel). Jika hal tersebut terjadi maka akan membawa banyak manfaat bagi Telkom, terutama untuk mendongkrak kinerja usaha Telkom. Namun rencana tersebut masih dalam wacana dan belum ada kajian untuk aksi korporasi tersebut. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) belum menerima laporan rencana akuisisi Bakrie Telecom (BTEL) terhadap PT Internux, operator broadband wireless access (BWA). Persoalan Internux belum diputuskan final oleh pengadilan karena baru memasuki penyelesaian hukum. PT. Internux sebagai penyedia jasa internet di Makassar, memenangkan tender BWA di Jabodetabek dan memiliki kewajiban untuk upfront fee dan BHP frekuensi sebesar Rp 220,066 miliar. Namun hingga tenggat waktu yang sudah ditentukan, Internux belum membayar kewajibannya tersebut hingga Kemenkominfo mencabut izin prinsipnya. Status hingga saat ini, ijin Internux masih dicabut oleh pemerintah, meski Internux memenangkan gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Regulator dan pemerintah akan mengajukan banding. BRTI mencermati proses akuisisi atau merger antar operator telekomunikasi karena sangat berkaitan erat dengan frekuensi dan penomoran sebagai sumberdaya yang terbatas dan lisensi yang tidak bisa dipindahtangankan.
XL Axiata (EXCL) berencana akan menerapkan kebijakan dividen
baru yaitu minimum sebesar 30% dari laba bersih, atau naik dari sebelumnya kisaran 15%-20%. Untuk ke depan manajemen perseroan menargetkan dapat meningkatkan rasio pembayaran dividen secara bertahap. Sementara besaran dividen untuk tahun buku 2010 masih menunggu keputusan RUPST pada Kamis ini, namun berdasarkan perolehan laba 2010 dengan asumsi kebijakan dividen minimal 30% diterapkan maka dividen yang akan dibagikan minimal sekitar Rp101.92/saham.
Elnusa (ELSA) menyuntikkan dana senilai USD 5 juta atau Rp
44,5 miliar ke dalam perusahaan patungan bernama PT ElnusaGCCVeritas Seismic, yang dibentuk dengan CGGVeritas, perusahaan jasa seismik multinasional asal Prancis. Perusahaan patungan tersebut mengoperasikan kapal seismik berbendera merah putih pertama di Indonesia. Perseroan mengalokasikan sekitar USD 5 juta sebagai setoran modal untuk kepemilikan 51% saham, sedang CGGVeritas melalui CGGVeritas Services
(Singapore) PTE Ltd. mengalokasikan USD 4,8 Juta untuk kepemilikan 49% saham. Total setoran modal yang dibutuhkan mencapai USD 9,8 juta dan dana tersebut akan digunakan untuk investasi pada peralatan seismik agar operasional kapal dapat segera dimulai pada akhir kuartal II 2011. Perusahaan patungan ini akan menjadi operator kapal seismik pionir di Indonesia dengan nama Elnusa Finder.
Indika Energy (INDY) diperkirakan mendapatkan dividen untuk
tahun buku 2010 sebesar USD 144,9 juta dari unit usahanya di bidang batubara, Kideko Jaya Agung. Dalam 3 tahun terakhir, Kideco telah membagikan dividen sekitar 90% dari laba bersih.
Astra Otoparts (AUTO) akan memecah nilai saham (stock split)
dengan rasio 1:3. Dengan demikian jumlah saham public akan bertambah dari 33 juta menjadi sekitar 100 juta. Rencana stock split akan dibahas dalam RUPST pada 27 April. RUPST juga akan membahas dividen untuk tahun buku 2010.
Astra International (ASII) menyiapkan dana USD 700 juta
untuk mengeksekusi haknya sekaligus menjadi pembeli siaga penawaran umum terbatas IV (rights issue) anak usahanya,
United Tractors (UNTR).
Bank Mega (MEGA) berencana membagikan saham bonus
senilai maksimal Rp 1,60 triliun dengan rasio 25:4 yang dijadwalkan pada 23 Juni. Setiap pemegang 25 saham Bank Mega akan memperoleh 4 dividen saham baru yang akan dikeluarkan dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Pembagian saham bonus itu, yang berasal dari sebagian saldo laba yang belum ditentukan penggunannya, untuk meningkatkan jumlah saham Bank Mega yang beredar di pasar.
Bank Internasional Indonesia (BNII) menerbitkan obligasi
subordinasi (subdebt) sebesar Rp 600 miliar berjangka waktu 7 tahun. Dana hasil penerbitan subdebt ini akan digunakan perseroan meningkatkan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha perseroan yang berfokus kepada segmen UKM, komersial, dan konsumer. Surat utang ini telah mendapatkan peringkat AA dari Pefindo dengan stable outlook, dan AA dari Fitch Rating dengan stable outlook. BII menunjuk Bahana Securities, Indo Primer Securities dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi (underwritter). Obligasi ini akan efektif pada 6 Mei 2011. Penawaran umum akan dilakukan di 10-12 Mei 2011. Masa penjatahan pada 13 Mei 2011, dan pencatatan pada 18 Mei 2011.
Sejumlah aset Bank International Indonesia (BNII) terancam disita karena tidak mampu mengembalikan uang nasabah senilai Rp 23 miliar. Aset-aset BII itu di antaranya kantor BII Pusat, kantor BII cabang Jayapura dan kantor BII cabang Sorong, Papua Barat. Disebutkan nasabah telah memperoleh surat penyitaan dari Pengadilan Negeri, dan jika dalam waktu 3 hari, yakni Senin 11 April hingga Kamis 14 April 2011 BII tidak mengembalikan uangnya, maka 3 kantor tersebut akan disegel dan disita.
Bank Negara Indonesia (BBNI) menyalurkan kredit senilai total
Rp2,78 triliun untuk tiga perusahaan, yaitu PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (PT DI), dan PT PAL. Penyaluran kredit tersebut sebagai bagian dari alokasi untuk kredit di sektor pertahanan keamanan.
c
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag
es
|
3
Kapitalisasi pasar Bank Rakyat Indonesia (BBRI) periode 5-12 April 2011 meningkat 6,96% atau sebesar Rp9,87 triliun menjadi Rp151,72 triliun dari sebelumnya Rp141,85 triliun. Pada saat yang sama, kapitalisasi pasar Bank Mandiri (BMRI) juga bertambah Rp4,66 triliun menjadi Rp159,83 triliun yang sekaligus membuat bank ini sebagai BUMN dengan kapitalisasi pasar terbesar. Bakrie Pangripta Loka, anak usaha Bakrieland Development (ELTY) mencatatkan nilai penjualan apartemen Sentra Timur Residence sepanjang kuartal I-2011 mencapai Rp40 miliar. Perusahaan menargetkan pendapatan akhir tahun menembus Rp600 miliar atau tumbuh 43% dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp420 miliar.
Asiariver Advisors, private equity asal Singapura, menjajaki akuisisi 20% saham Duta Graha Indah (DGIK) senilai USD 25,4 juta atau setara Rp 218 miliar. Harga akuisisinya sekitar Rp 180-200 per saham.
Tahun ini, Duta Graha Indah (DGIK) menargetkan pendapatan sebesar Rp 15,5 triliun, naik 15% dibandingkan 2010 senilai Rp 13,5 triliun. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba bersih perseroan juga diharapkan naik 15%. Sepanjang 2011, perseroan membidik kontrak baru senilai Rp 2,2 triliun.
First Media (KBLV) kembali mengurangi porsi kepemilikannya di
anak usaha, kali ini melalui penerbitan saham baru di PT First
Media Television (FMTV) hingga perseroan nantinya menguasai
80% dibandingkan dengan saat ini 99,99%. Sebesar 20% saham baru di FMTV akan dipegang oleh Asia Link Holding Limited dan atau afiliasinya, dengan penyetoran modal ke perusahaan sebesar Rp 1 miliar. Asia Link sebelumnya juga dikabarkan menjadi pemegang saham di PT Link Net yang bergerak di bisnis jaringan kabel, dan juga merupakan anak usaha First Media. Penyetoran modal yang dilakukan Asia Link ke Link Net mencapai Rp 1,6 triliun untuk memegang 33,94% saham. Asia Link juga melakukan investasi melalui pembelian obligasi Rp 722 miliar yang diterbitkan First Media
Pacific Strategic Financial (APIC) akan melakukan Penawaran
Umum Terbatas I dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu. Rencana itu akan dimintakan persetujuan dalam RUPS Luar Biasa pada 27 Mei 2011.
Garuda Indonesia (GIAA) menambah 1 unit Airbus A330-200
untuk memperkuat armada rute luar negeri, pesawat tersebut merupakan bagian dari rencana penambahan 11 unit pesawat baru. Saat ini perseroan telah memiliki 87 armada yang telah beroperasi.
Kementerian BUMN sepenuhnya menyerahkan rencana penjualan 13% saham IPO Garuda Indonesia (GIAA) kepada 3 penjamin emisi IPO Garuda, yaitu Banana Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas yang saat ini memiliki sekitar 13% saham Garuda. Underwriter tersebut menyerap saham GIAA yang tidak terserap oleh pasar saat IPO pada Februari lalu.
PT Jaya Agra Wattie berencana menggalang dana Rp 700
miliar dari penawaran perdana saham (IPO) di semester I 2011 dengan melepas 30% saham perdananya kepada publik. Selaku penjamin emisi adalah OSK Nusadana dengan PT Mandiri Sekuritas.
PT Sarinah (Persero) saat ini berupaya untuk mengevaluasi
rencana melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) atau menerbitkan obligasi atau keduanya. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan tower baru bernama Sarinah Square, dengan luas lahan sementara 17 ribu meter persegi dan akan diperluas menjadi 2,4 ha-2,7 ha dengan dana yang
dibutuhkan sekira Rp 2 triliun-Rp 4 triliun. Adapun rencana tersebut diharapkan bisa dimulai pada 2012 dan rampung 2014. Sarinah juga menargetkan pertumbuhan pendapatan serta laba meningkat sekira 30%-40% di 2011. Dengan total belanja modal untuk tahun 2012 sebesar Rp 2 triliun-Rp 4 triliun yang dengan penghitungan mulai dari 2011 hingga 2014.
Pemerintah masih mempertimbangkan rencana pengurangan dividen bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN), karena pemerintah juga mengejar target setoran dividen BUMN tahun ini sebesar Rp 27,5 triliun.
Bank Indonesia (BI) memperpanjang kewajiban kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari one month holding period (1 bulan) menjadi six month holding period (6 bulan). Hal tersebut dilakukan untuk
meminimalkan dampak negatif aliran modal jangka pendek. kebijakan tersebut akan diberlakukan 1 bulan agar ada persiapan oleh para pemegang SBI di pasar.
Bank Indonesia (BI) menahan BI Rate di level 6,75%.
Keputusan ini diambil karena masih tingginya ekspektasi inflasi ke depan akibat harga pangan dunia yang tinggi. BI memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2011 sebesar 6%-6,5% dan 6,1%-6,6% di tahun 2012, ditopang investasi dan ekspor yang masih kuat.
Bank Indonesia (BI) menyatakan jumlah cadangan devisa Indonesia hingga akhir Maret 2011 mencapai USD 105,7 miliar, naik dibanding posisi akhir Februari 2011 yang sebesar USD 99,6 miliar. Kenaikan tingkat cadangan devisa itu karena aliran masuk modal asing dalam bentuk portofolio diperkirakan masih akan tetap besar, sedangkan investasi asing langsung (PMA) diperkirakan meningkat.
Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meluncurkan Indeks Syariah pada 27 April 2011. Indeks Syariah berisikan 209 saham berkatagori syariah. Indeks ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor, khususnya di daerah yang masih memiliki pemahaman halal atau haram berinvestasi di saham.
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag
es
|
4
Market Data
COMMODITIES
DUAL LISTING
DESCRIPTION PRICE (USD) CHANGE DESCRIPTION PRICE (USD) PRICE (IDR) CHANGE (IDR)
CRUDE OIL (US$) / BARREL 106.25 -3.67 TLKM (US) 33 7,045 -6
NATURAL GAS (US$) / mmBtu 4.10 -0.01 ISAT (US) 30 6,540 -61
GOLD (US$) / OUNCE 1453.10 -10.05 ANTM (GR) 0.19 2,365 0
NICKEL (US$) / MT 26700.00 -1005.00 BLTA (SP) 0.06 379 0
TIN (US$) / MT 32550.00 -750.00
COAL (NEWC) (US$) / MT * 123.30 --
COAL (RB) (US$) / MT* 124.59 --
CPO (ROTH) (US$) / MT 1150.00 -10.00
CPO (MYR) / MT 3468.50 60.00
Rubber (MYR/Kg) 1709.00 0.50
Pulp (BHKP) (US$) / per ton* 860.37 10.62
* weekly
GLOBAL INDICES VALUATION
PRICE CHANGE PER (X) PBV (X) MARKET CAP COUNTRY INDICES
13-Apr-11 % Day % YTD 2011E 2012F 2011E 2012F (USD Bn)
USA DOW JONES INDUS. 12263.58 -0.95 5.93 12.55 11.25 2.50 2.23 3,788.4
USA NASDAQ COMPOSITE 2744.79 -0.96 3.46 17.42 14.33 3.15 2.38 4,499.1
ENGLAND FTSE 100 INDEX 5964.47 -1.47 1.09 10.46 9.45 1.87 1.54 1,151.4
CHINA SHANGHAI SE A SH 3163.68 -0.05 7.60 14.03 11.63 2.53 1.86 2,937.4
CHINA SHENZHEN SE A SH 1331.09 -0.27 -1.48 24.29 18.48 3.93 3.16 1,294.0
HONG KONG HANG SENG INDEX 23976.37 -1.34 4.08 12.68 11.27 2.02 1.57 1,613.8
INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 3719.23 -0.71 0.42 14.85 12.34 3.74 2.64 364.7
JAPAN NIKKEI 225 9589.01 0.35 -6.26 14.33 12.01 1.26 1.06 2,285.3
MALAYSIA KLCI 1525.92 -1.17 0.46 14.76 13.26 2.42 2.02 266.2
SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3138.00 -0.71 -1.63 13.95 12.61 1.75 1.43 395.5
FOREIGN EXCHANGE
DESCRIPTION RATE (IDR) CHANGE DESCRIPTION RATE (USD) CHANGE
USD/IDR 8,662.50 9.50 1000 IDR/ USD 0.12 -0.0001
EUR/IDR 12,512.85 2.71 EUR / USD 1.45 0.0013
JPY/IDR 103.19 -0.45 JPY / USD 83.95 0.3655
SGD/IDR 6,890.86 -4.70 SGD / USD 1.26 0.0009
AUD/IDR 9,084.28 50.89 AUD / USD 1.05 0.0050
GBP/IDR 14,096.40 25.94 GBP / USD 1.63 0.0014
CNY/IDR 1,324.42 1.02 GBP / USD 6.54 0.0024
MYR/IDR 2,862.22 1.89 MYR / USD 3.03 -0.0020
KRW/IDR 7.92 0.00 100 KRW / USD 10.93 -0.0040
CENTRAL BANK RATE
INTERBANK LENDING RATE
DESCRIPTION COUNTRY RATE (%) DESCRIPTION COUNTRY RATE (%)
FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 6.89
BI Rate (%) Indonesia 6.75 LIBOR (GBP) England 0.63
ECB Rate (%) Euro 1.25 SIBOR (USD) Singapore 0.23
BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.18
BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.18
PBOC Rate (%) China 6.31 SHIBOR (RENMINBI) China 3.51
c
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag
es
|
5
INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS
SBI
DESCRIPTION MARCH’11 FEBRUARY’11 DESCRIPTION RATE (%)
Inflation YTD % 0.70 1.03 SBI (1M) 6.26
Inflation YOY % 6.65 6.84 SBI (3M) 6.37
Inflation MOM % -0.32 0.13 SBI (6M) 6.08
Foreign Reserve (US$) 105.709 99.619
GDP (IDR Tn) 1,670,521 1,670,521
BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR
DATE AGENDA EXPECTATION
13-14 Apr Indonesian Total Vehicle Sales - Ket: (^) Waktu setempat. (*) Tentatif
LEADING MOVERS
LAGGING MOVERS
STOCK PRICE CHANGE (%) INDEX pt STOCK PRICE CHANGE (%) INDEX pt
INDF IJ 5400 0.93 0.52 ASII IJ 56150 -1.14 -3.11 EXCL IJ 5800 0.87 0.50 BMRI IJ 6850 -1.44 -2.73 BDMN IJ 6500 0.78 0.49 PGAS IJ 3950 -1.86 -2.15 BJBR IJ 1330 3.10 0.45 ITMG IJ 48100 -2.53 -1.67 SMMA IJ 2275 2.25 0.37 BBCA IJ 7050 -0.70 -1.44 ICBP IJ 5350 0.94 0.35 INTP IJ 16400 -1.80 -1.31 BTEL IJ 380 2.70 0.34 BUMI IJ 3175 -1.55 -1.23 PNLF IJ 196 5.38 0.28 PTBA IJ 22050 -1.56 -0.95 MYOR IJ 11650 2.19 0.23 ADRO IJ 2275 -1.09 -0.95 ACES IJ 2550 4.08 0.20 BRAU IJ 540 -3.57 -0.83
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag es | 6
Emiten Info
DIVIDEND
STOCK DPS (IDR) STATUS CUM DATE EX DATE RECORDING PAYMENT
SDRA 9.00 Cash Dividend 06-Apr-11 07-Apr-11 11-Apr-11 21-Apr-11
MFMI 1.5 Cash Dividend 14-Apr-11 15-Apr-11 19-Apr-11 04-May-11
ITMG 407.00 Cash Dividend 19-Apr-11 20-Apr-11 25-Apr-11 06-May-11
ROTI 24.64 Cash Dividend 19-Apr-11 20-Apr-11 25-Apr-11 09-May-11
BJBR 59.67 Cash Dividend 19-Apr-11 20-Apr-11 25-Apr-11 09-May-11
BDMN 119.83 Cash Dividend 21-Apr-11 25-Apr-11 27-Apr-11 10-May-11
NIKL 10.00 Cash Dividend 27-Apr-11 28-Apr-11 02-Mei-11 12-May-11
CORPORATE ACTIONS
STOCK ACTION RATIO EXC. PRICE
(IDR) CUM DATE EX DATE TRADING PERIOD
AGRO Tender Offer - - - - 31 Mar - 20 Apr 2011
SOBI Tender Offer - 3500 - - 01 Apr - 29 Apr 2011
ABDA Rights Issue 4:5 310 07-Apr-11 08-Apr-11 14 Apr - 21 Apr 2011
UPCOMING IPO’S
COMPANY BUSINESS IPO PRICE (IDR)
ISSUED SHARES (Mn)
OFFERING DATE LISTING UNDERWRITER
PT HD Finance Multifinance 200-250 460 29Apr-03May 2011 10 May 2011 • PT Makinta Securities PT Buana Listya
Tama Shipping -- 7260 10May-12May2011 19 May 2011 • PT Danatama Makmur
GENERAL MEETING
EMITEN AGM/EGM DATE AGENDA
EXCL RUPST/LB 14-Apr-2011
INTA RUPST 15-Apr-2011
SMCB RUPST 18-Apr-2011
ADRO RUPSLB 20-Apr-2011
BPFI RUPSLB 20-Apr-2011
TCID RUPST/LB 20-Apr-2011
BLTA RUPSLB 20-Apr-2011
KPIG RUPSLB 21-Apr-2011
AKSI RUPST 25-Apr-2011
DYNA RUPST/LB 27-Apr-2011
BBRI RUPST 28-Apr-2011
RESULTS HIGHLIGHT FY 2010 (in IDR Bn)
** USD MnREVENUE CHANGE NET INCOME CHANGE EPS STOCK
FY 2009 FY 2010 % FY 2009 FY 2010 % FY 2009 FY 2010
c
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag
es
|
7
Technical Analysis
MEDC
TRADING BUY
S1
2750R1
2850 TREND GRAFIK MajorDOWN
MinorDOWN
S2
2600R2
3000Closing
Price 2800
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart menunjukan sinyal positif • Rsi sinyal uptrend dalam area neutral
Harga berada dalam area upper band
Prediksi • Trading range Rp2750 – Rp2850 • Entry Rp2800, take Profit Rp2850
INDIKATOR Posisi Sinyal
MACD -32.2 Positif
RSI 38.0 Positif
Stochastics 40.6 Negatif
Bollinger Band (Mid) 2843 Negatif
Ma5 2840 Negatif 2,800 3,000 3,200 3,400 3,600 3,800 4,000 4,200
October November December 2011 February March April MEDC - Daily 12/04/2011 Open 2850, Hi 2850, Lo 2750, Close 2800 (-1.8%) Vol 13,193,500 MA(Close,5) = 2,840.00, Mid MA(Close,20) = 2,843.75, BBTop(Close,20,2) = 2,898.24, BBBot(Close,20,2) = 2,789.26, MA1(Close,7)
2,840 2,800 2,789.26 2,843.75 2,853.57 2,898.24 -128% 234% 100% -100% MEDC - MACD(13,26) = -32.29, Signal(13,26,9) = -38.82
-38.8156 -32.2899 0.0 100.0 30.0 70.0 MEDC - %K(16,4) = 40.63, %D(16,4,4) = 50.26 40.625 50.2604 0.0 100.0 30.0 70.0
October November December 2011 February March April MEDC - RSI(14) = 38.05
38.0468
Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com
TLKM
TRADING BUY
S1
7050R1
7150 TREND GRAFIK MajorDOWN
MinorDOWN
S2
6900R2
7300Closing
Price 7100
Ulasan
• MACD line dan signal line bullish pattern • Fast line & slow line sinyal indikasi negatif • Candle chart indikasikan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area neutral
Harga berada dalam area lower band
Prediksi • Trading range Rp7050 – Rp7300 • Entry Rp7100, take profit Rp7250
INDIKATOR Posisi Sinyal
MACD -36.2 Positif
RSI 46.8 Positif
Stochastics 65.0 Negatif
Bollinger Band (Mid) 7052 Positif
Ma5 7120 Positif 6,600 7,200 7,800 8,400 9,000 9,600
October November December 2011 February March April TLKM - Daily 12/04/2011 Open 7100, Hi 7150, Lo 7050, Close 7100 (0.0%) Vol 7,986,500 MA(Close,5) = 7,120.00, Mid MA(Close,20) = 7,052.50, BBTop(Close,20,2) = 7,471.40, BBBot(Close,20,2) = 6,633.60, MA1(Close,7)
7,100 7,052.5 6,633.6 7,120 7,157.14 7,471.4 -242% 228% 100% -100% TLKM - MACD(13,26) = -36.30, Signal(13,26,9) = -49.47 -49.4679 -36.2981 0.0 100.0 30.0 70.0 TLKM - %K(16,4) = 65.00, %D(16,4,4) = 73.33 65 73.3333 0.0 100.0 30.0 70.0
October November December 2011 February March April TLKM - RSI(14) = 46.81
46.8073
Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com
c
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag
es
|
8
BDMN
TRADING BUY
S1
6450R1
6550 TREND GRAFIK Major DOWN MinorUP
S2
6300R2
6700Closing
Price 6500
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart menunjukan sinyal positif • Rsi sinyal sideways dalam area neutral • Harga berada dalam area upper band
Prediksi • Trading range Rp6450 – Rp6700 • Entry Rp6500, take Profit Rp6650
INDIKATOR Posisi Sinyal
MACD +26.8 Negatif
RSI 52.5 Positif
Stochastics 39.5 Negatif
Bollinger Band (Mid) 6500 Positif
Ma5 6480 Positif 5,200 5,600 6,000 6,400 6,800
October November December 2011 February March April BDMN - Daily 12/04/2011 Open 6450, Hi 6550, Lo 6450, Close 6500 (0.8%) Vol 7,342,000 MA(Close,5) = 6,480.00, Mid MA(Close,20) = 6,502.50, BBTop(Close,20,2) = 6,655.72, BBBot(Close,20,2) = 6,349.28, MA1(Close,7)
6,480 6,478.57 6,349.28 6,500 6,502.5 6,655.72 -273% 280% 100% -100% BDMN - MACD(13,26) = 26.81, Signal(13,26,9) = 39.52 26.8123 39.5226 0.0 100.0 30.0 70.0 BDMN - %K(16,4) = 39.58, %D(16,4,4) = 41.23 39.5833 41.2326 0.0 100.0 30.0 70.0
October November December 2011 February March April BDMN - RSI(14) = 52.59
52.5851
Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com
WIKA
TRADING BUY
S1
680R1
700 TREND GRAFIK MajorDOWN
MinorUP
S2
640R2
720Closing
Price 690
Ulasan
• MACD line dan signal line indikasi positif • Fast line & slow line golden cross pattern • Candle chart indikasikan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area upper band
Prediksi • Trading range Rp680– Rp720 • Entry Rp690, take Profit Rp720
INDIKATOR Posisi Sinyal
MACD +9.6 Positif
RSI 62.0 Positif
Stochastics 69.4 Positif
Bollinger Band (Mid) 660 Positif
Ma5 678 Positif 600.0 640.0 680.0 720.0 760.0
October November December 2011 February March April WIKA - Daily 12/04/2011 Open 670, Hi 690, Lo 670, Close 690 (3.0%) Vol 5,220,500 MA(Close,5)= 678.00, Mid MA(Close,20) = 660.50, BBTop(Close,20,2) = 698.70, BBBot(Close,20,2)= 622.30, MA1(Close,7)= 677.14
677.143 660.5 622.303 678 690 698.697 -16% 36% WIKA - MACD(13,26) = 9.64, Signal(13,26,9) = 7.97
7.96894 9.63952 0.0 100.0 30.0 70.0 WIKA - %K(16,4) = 69.44, %D(16,4,4) = 68.50 68.4975 69.4444 0.0 100.0 30.0 70.0
October November December 2011 February March April WIKA - RSI(14) = 62.08
62.0772
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Pag
es
|
9
JSMR
TRADING BUY
S1
3400R1
3400 TREND GRAFIK MajorDOWN
MinorUP
S2
3350R2
3450Closing
Price 3400
Ulasan
• MACD line & signal line indikasi negatif • Fast line & slow line indikasi negatif • Candle chart mengindikasikan trend positif • RSI sinyal uptrend dalam area neutral • Harga saham berada di area upper band
Prediksi • Trading range Rp3400 – Rp3450 • Entry Rp3400, take Profit Rp3450
INDIKATOR Posisi Sinyal
MACD +44.4 Negatif
RSI 57.9 Positif
Stochastics 58.8 Negatif
Bollinger Band (Mid) 3342 Positif
Ma5 3395 Positif 2,800 3,000 3,200 3,400 3,600 3,800
October November December 2011 February March April JSMR - Daily 12/04/2011 Open 3375, Hi 3400, Lo 3375, Close 3400 (0.7%) Vol 6,156,000 MA(Close,5)= 3,395.00, Mid MA(Close,20) = 3,342.50, BBTop(Close,20,2) = 3,516.50, BBBot(Close,20,2)= 3,168.50, MA1(Close,7)
3,395 3,342.5 3,168.5 3,400 3,414.29 3,516.5 -87% 170% 100% JSMR - MACD(13,26) = 44.42, Signal(13,26,9) = 47.52 44.4228 47.518 0.0 100.0 30.0 70.0 JSMR - %K(16,4) = 58.84, %D(16,4,4) = 67.45 58.837 67.4473 0.0 100.0 30.0 70.0
October November December 2011 February March April JSMR - RSI(14) = 57.90
57.9031
Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com
SGRO
TRADING BUY
S1
3150R1
3200 TREND GRAFIK MajorUP
MinorUP
S2
3050R2
3250Closing
Price 3175
Ulasan
• MACD line & signal line sinyal indikasi positif • Fast line & slow line indikasi negatif • Candle chart mengindikasikan trend positif • RSI sinyal uptrend dalam area neutral • Harga saham berada di area upper band
Prediksi • Trading range Rp3150– Rp3250 • Entry Rp3175, take profit Rp3250
INDIKATOR Posisi Sinyal
MACD +84.1 Positif
RSI 62.2 Positif
Stochastics +65.3 Negatif
Bollinger Band (Mid) 3059 Positif
Ma5 3150 Positif 2,600 2,700 2,800 2,900 3,000 3,100 3,200 3,300 3,400
October November December 2011 February March April SGRO - Daily 12/04/2011 Open 3150, Hi 3175, Lo 3125, Close 3175 (0.0%) Vol 3,688,500 MA(Close,5)= 3,150.00, Mid MA(Close,20) = 3,058.75, BBTop(Close,20,2) = 3,385.96, BBBot(Close,20,2)= 2,731.54, MA1(Close,7)
3,150 3,058.75 2,731.54 3,160.71 3,175 3,385.96 -93% 112% 100% SGRO - MACD(13,26) = 84.15, Signal(13,26,9) = 82.47
82.4696 84.1513 0.0 100.0 30.0 70.0 SGRO - %K(16,4) = 65.34, %D(16,4,4) = 69.50 65.3431 69.4995 0.0 100.0 30.0 70.0
October November December 2011 February March April SGRO - RSI(14) = 62.26
62.2569
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Page
s |
10
Trading View
Price Support Resistance Indicators 1 Month
Ticker Rec
12/04/11 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc * Boll ** High Low
AGRICULTURE
AALI Trading Sell 22500 22500 22150 22150 22450 22650 22950 Positif Negatif Positif 23400 21550 LSIP Trading Sell 2350 2350 2275 2275 2350 2375 2450 Positif Negatif Positif 2425 2125 SGRO Trading Buy 3175 3175 3250 3050 3150 3200 3250 Positif Negatif Positif 3325 2600
MINING
BUMI Trading Buy 3175 3175 3250 3000 3125 3250 3400 Negatif Negatif Negatif 3425 2900 PTBA Trading Sell 22050 22050 21800 21350 21900 22300 22950 Positif Negatif Positif 22800 19800 ADRO Trading Sell 2275 2275 2200 2175 2250 2300 2375 Positif Positif Negatif 2475 2175 MEDC Trading Buy 2800 2800 2850 2600 2750 2850 3000 Positif Negatif Positif 2975 2750 INCO Trading Sell 4875 4875 4800 4725 4850 4900 5000 Positif Positif Positif 5150 4525 ANTM Trading Sell 2375 2375 2300 2275 2350 2400 2475 Positif Negatif Positif 2425 2100 TINS Trading Sell 2825 2825 2750 2700 2800 2875 3000 Positif Positif Negatif 2925 2475
BASIC INDUSTRY AND CHEMICALS
SMGR Trading Buy 9650 9650 9950 9350 9550 9700 9950 Positif Positif Positif 9800 8250 INTP Trading Sell 16400 16400 16200 15500 16200 16650 17300 Positif Positif Positif 16850 14100 SMCB Trading Buy 2100 2100 2150 2050 2075 2100 2150 Positif Positif Positif 2125 1830
MISCELLANEOUS INDUSTRY
ASII Trading Sell 56150 56150 55700 54500 55750 56650 58100 Negatif Negatif Positif 58500 52300 GJTL Trading Sell 2350 2350 2250 2250 2325 2375 2450 Positif Positif Positif 2425 2000
CONSUMER GOODS INDUSTRY
INDF Trading Buy 5400 5400 5550 5150 5350 5450 5550 Positif Negatif Positif 5450 4750 GGRM Trading Buy 40750 40750 41100 39100 40350 41150 42300 Negatif Negatif Negatif 43100 35850 UNVR Take Profit 15150 - 15250 15050 15100 15100 15250 Negatif Negatif Negatif 16950 15100 KLBF Trading Sell 3650 3650 3550 3500 3600 3675 3800 Positif Negatif Positif 3725 2875
PROPERTY, REAL ESTATE AND BUILDING CONSTRUCTION
BSDE Trading Buy 870 870 890 820 860 880 900 Positif Positif Positif 880 670 ELTY Trading Sell 138 138 136 136 138 139 140 Positif Negatif Negatif 150 134 WIKA Trading Buy 690 690 720 640 680 700 720 Positif Positif Positif 710 600 ADHI Trading Buy 860 860 890 820 850 870 900 Positif Positif Positif 900 760
INFRASTRUCTURE, UTILITIES & TRANSPORTATION
PGAS Trading Sell 3950 3950 3850 3800 3925 4000 4100 Positif Positif Positif 4050 3500 JSMR Trading Buy 3400 3400 3450 3350 3400 3400 3450 Negatif Negatif Positif 3525 3150 ISAT Trading Sell 5250 5250 5150 5150 5250 5300 5350 Negatif Negatif Positif 5500 4925 TLKM Trading Buy 7100 7100 7250 6900 7050 7150 7300 Positif Negatif Positif 7550 6600 BLTA Trading Buy 370 370 360 350 360 375 390 Negatif Positif Positif 380 340
FINANCE
BMRI Trading Sell 6850 6850 6650 6650 6800 6900 7050 Positif Positif Positif 7050 5700 BBRI Trading Sell 6150 6150 6100 5900 6100 6200 6300 Positif Negatif Positif 6500 4725 BBNI Trading Buy 3925 3925 4000 3775 3875 3950 4050 Positif Negatif Positif 4050 3550 BBCA Trading Buy 7050 7050 7300 6750 6950 7100 7350 Negatif Positif Positif 7200 6300 BDMN Trading Buy 6500 6500 6650 6300 6450 6550 6700 Negatif Negatif Positif 6750 6250
TRADE, SERVICES & INVESTMENT
UNTR Trading Buy 22300 22300 22600 21450 22100 22550 23250 Positif Positif Positif 24550 19900 MPPA Trading Buy 1440 1440 1470 1390 1425 1450 1470 Positif Negatif Positif 1850 1390 Support dan resistance hanya untuk jangka pendek dengan menggunakan ;
Pivot Point, dan/atau
Standard deviation (tingkat resiko)
Keterangan; *) Stochastics **) Bollinger band
c
____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau
menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini
Page
s |
11
RESEARCH TEAM
VP Research & Analysis Nico Omer Jonckheere
Head of Research Alfiansyah [email protected] Research Analyst Reny Susanti [email protected] Michael Handisurya [email protected]
Budi Rustanto [email protected]
Winny Rahardja [email protected]
Research Support Selly Handayani [email protected]
PT. VALBURY ASIA SECURITIES (Member of Indonesia Stock Exchange) Menara Karya bldg 10th Floor. Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-2, Jakarta 12950
Telp : +6221- 255 33 600 (H), Fax : +6221- 255 33 662, E-mail : [email protected]
www.vas.co.id BRANCH OFFICES
JAWA
JAKARTA , Wisma Valbury Asia, Jl. Pluit Putra Raya No. 2, Jakarta 14450, (021) 669-2119
JAKARTA , Jl. Kencana Utama II Blok M8 No. 32 C, Puri Indah, Jakarta Barat. (021) 5835 6938 JAKARTA , Komplek Rukan Kelapa Gading Square, Blok D No. 028, Kelapa Gading, (021) 4586-7377,
JAKARTA , Gedung Niaga Mediterania (GNM), Blok M8L Pantai Indah Kapuk ,(021) 5596-4533 SURABAYA, Menara Mandiri, Lantai 7, Jl. Basuki Rakhmat No. 8A - 12A, (031) 295-5788
MALANG, Jl. Pahlawan Trip No. 7, (0341) 585-888
BANDUNG, Jl. Diponegoro No. 40, Bandung, (022) 872-55800
JEMBER, Gedung Telkom, Jl. Gajahmada No. 182 - 184 Lt. 6, (0331) 410-551
SEMARANG, Candi Plaza Building, Lantai Dasar, Jl. Sultan Agung No. 90-90A(024) 850-1122
YOGYAKARTA, Jl. Magelang KM 5.5 No. 75, (0274) 623-111 SOLO, Jl.Slamet Riyadi No.88, Solo, (0271) 632-888
BALI
DENPASAR, Komplek Teuku Umar Indah Blok 7, Jl. Teuku Umar No. 2-4, Denpasar – Bali 80114 (0361) 225-229
SUMATERA
MEDAN, Gedung Uniplaza Lt. 3, East Tower, Jl. M. T. Haryono No. A1, (061) 455-4635 PADANG, Jl. M. H. Thamrin No. 1 Petak 5 (0751) 841-888
PALEMBANG, Komplek Taman Mandiri Blok B1 No. 10-11 (0711) 359-319 PEKANBARU, Gedung Surya Dumai, Lantai 3, Jl. Jend. Sudirman No. 395, (0761) 344-93
KALIMANTAN
PONTIANAK, Jl. Tanjungpura No. 261, Pontianak (0561) 733-299, (0561) 735-468 BANJARMASIN, Jl. Jend. Ahmad Yani, No. 218D, KM 3.5, (0511) 326-5918
GALERI VAS
• JAKARTA : Universitas Mercu Buana • BANDUNG : Universitas Sangga Buana (USB) YPKP • YOGYAKARTA : Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) • YOGYAKARTA : Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) • BANJARMASIN : Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)
• SAMARINDA : Universitas Mulawarman • PALEMBANG : STIE Musi • PEKANBARU : Poltek Caltex • PADANG : Universitas Negeri Padang
• MENADO : Universitas Klabat
PRODUK REKSA DANA
PASAR UANG CAMPURAN PENDAPATAN TETAP SAHAM