• Tidak ada hasil yang ditemukan

Valbury Weekly Report

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Valbury Weekly Report"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

1

Valbury Weekly Report

Valbury Asia Securities

HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Dari perspektif teknikal trend IHSG dalam pekan ini mengindikasikan trend konsolidasi. Indikator MACD dari pola gerak antara MACD line dan signal line trend indeks mengisyaratkan bearish pattern. Indikator Stochastics dari gerak %K dan %D mengindikasikan sinyal downtrend. Sedangkan lagging indikator terutama dari moving average jangka pendek sinyal bagi IHSG masih menunjukan trend positif. Kisaran gerak pekan ini di level 4045-4189.

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE

CHANGE

VOLUME (Mn)

VALUE (Bn)

IHSG

4130.800

-15.027

5,696

5,686.47

LQ-45

729.836

-3.221

1,766 3,113.51

MARKET REVIEW

MARKET

VIEW

Pada perdagangan sepekan kemarin, indeks bergerak fluktuatif dan mencatatkan penguatan sebesar 0,58%. Dari eksternal, pergerakan bursa domestik dipengaruhi oleh sentimen negatif dari Amerika dan Eropa. Dari Amerika masih diwarnai dengan ancaman masalah default utang AS. Belum tercapainya kesepakatan antara presiden AS dengan kongres, membawa kekhawatiran pasar atas kegagalan Amerika untuk memecahkan kebuntuan atas menaikkan batas utangnya dengan tenggat waktu yang akan segera tiba pada 2 Agustus 2011. Sedangkan dari Eropa, diwarnai dengan kekhawatiran akan dana tambahan bail-out dari Uni Eropa masih belum cukup untuk mengurangi risiko meluasnya krisis utang ke Spanyol dan Italia. Sedangkan dari internal, pergerakan bursa saham domestik dipengaruhi oleh publikasi laporan keuangan emiten semester I-2011 yang sebagian besar membukukan kinerja yang positif dan menjadi faktor penguatan bagi pergerakan pasar. Pada perdagangan akhir pekan, IHSG tercatat turun sebesar 15,027 poin (0,362%) ke level 4.130,800. Bursa saham Asia dan Eropa juga tercatat melemah seiring pelemahan bursa global. Indeks Nikkei 225 tercatat melemah sebesar 68,32 poin (0,69%) ke level 9.833,03 dan indeks Hang Seng tercatat melemah sebesar 130,49 poin (0,58%) ke level 22.440,25. Hampir seluruh sektor perdagangan tercatat melemah terkecuali sektor perkebunan, keuangan, dan infrastruktur yang tercatat naik tidak lebih dari 0,51%. Sedangkan sektor ragam industri kembali menjadi sektor yang mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,816% yang dipimpin oleh saham ASII yang turun sebesar 1,74%.

Dalam pekan ini pasar masih terfokus pada kelangsungan pertemuan antara Presdien Barack Obama dengan kongres sebagai critical point bagi indeks bursa global. Saat ini posisi AS ini berada dalam situasi yang sangat buruk jika belum ada kesepakatan mengenai perlu bagi AS untuk meningkatkan plafon utang. Di Washington, anggota parlemen tetap menemui jalan buntu selama pembicaraan untuk menaikkan plafon utang, sebelum 2 Agustus. Sementara itu, tenggat batas waktu yang diperlukan untuk menghindari kemungkinan default semakin dekat. Pemerintahan Obama masih dalam wacana tarik ulur batas utang dengan tagihan sebesar $14,3 triliun. Sinyal ekonomi AS masih belum solid dan masih sangat tidak pasti apalagi isu utang masih belum mengerucut untuk menjadi solusi. Tekan dari AS semakin kuat, ketika data GDP kuartal kedua 2011 tercatat sebesar 1,3% atau jauh dari consensus yang semula diperkirakan sebesar 1,8%. GDP kuartal kedua ini lebih buruk dibandingkan dengan GDP kuartal pertama 2011 sebesar 1,9%. Pasar global masih khawatir terhadap ekspektasi penurunan peringkat utang AS oleh lembaga pemeringkat internasional. Tetapi, sebaliknya hal yang dapat mengangkat bagi indeks global apabila jelang batas akhir ini telah tercapainya kesepakatan penyelesaian utang di AS akan menjadi faktor pemicu bagi pergerakan indeks global. Sedangkan faktor atas publikasi laporan keuangan semester pertama 2011 yang batas waktu akhir pekan lalu, sentimen bagi IHSG mulai berkurang. Faktor lain bagi IHSG akan menyikapi perkembangan rilis data ekonomi AS yang keluar pekan ini dan faktor dari Eropa.

c

c

p

p

• Laba TLKM turun 1,5% selama IH2011 jadi Rp 5,94 triliun • INCO siapkan dana USD 500 juta untuk tambang di Morowali • Produksi nikel INCO pada IH 2011 masih di bawah target • Penjualan batubara ADRO naik 10% selama 1H2011

• JKON menangkan lelang proyek ruas tol Tanjung Priok seksi E-2A • ASII akuisisi perusahaan tol

• UNTR tuntaskan akuisisi 30,4% saham ABB dan ABJ • JSMR mengeluarkan dana Rp 800 milyar

• BKSL akan terbitkan 2,854 milyar saham biasa Rp 117/saham • SMCB membukukan kenaikan laba bersih 23,5%

• Laba INCO naik 9%

• PGAS tambah pasokan gas Jawa Timur

• SAIP akan melakukan penambahan modal tanpa HMETD • ANTM mencetak kenaikan penjualan 13%

• Laba DOID mengalami penurunan 91% • FPNI membukukan rugi bersih USD13.31juta • CPRO mengalami rugi bersih sebesar Rp192.93miliar • IPO BNI securities berpotensi dipercepat

• CTRS meluncurkan dua cluster Citraland Surabaya • APLN rambah bisnis hotel bintang 5 dan 3 • Laba bersih EXCL naik 15%

• Laba bersih BBRI naik 57% • Laba bersih TLKM turun 1,5%

(2)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

2

Daily News

Astra International (ASII) melalui anak usahanya, Astratel

Nusantara, akan mengakuisisi 95% saham perusahaan jalan tol dalam negeri. Astratel telah menandatangani perjanjian bersyarat untuk membeli saham perusahaan itu.

United Tractors (UNTR) telah menuntaskan akuisisi 30,4% saham

Asmin Bara Bronang (ABB) dan Asmin Bara Jaan (ABJ). Akuisisi dilakukan melalui anak usaha UNTR, Pamapersada Nusantara (Pama). Transaksi dilakukan pada 27 Juli 2011.

Jasa Marga (JSMR) telah mengeluarkan dana Rp 800 miliar

sepanjang semester I-2011 atau sekitar 22,8% dari total belanja modal tahun ini Rp 3,5 triliun. Pada semester II, perseroan akan mulai membangun sejumlah jalan tol. Salah satunya adalah ruas tol Ungaran-Bawen (12 km) dan diperkirakan pembangunan jalan tol tersebut dimulai pada Agustus 2011. Hingga semester I, perseroan mencatat trafik kendaraan sebanyak 525 juta atau meningkat 13%. Tahun ini, JSMR menargetkan trafik sebanyak 1,1 miliar kendaraan.

International Nickel Indonesia (INCO) membukukan laba bersih

sebesar USD 238,1 juta pada semester I-2011, naik 9% dibandingkan periode sama tahun lalu USD 218,8 juta. Kenaikan laba bersih ditopang oleh peningkatan produksi dan penjualan. Namun, kenaikan laba sedikit tertahan menyusul penurunan harga jual rata-rata nikel dalam matte.

International Nickel (INCO) siap mengucurkan dana USD 500 juta

untuk ekspansi bisnis tambangnya di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Perseroan akan membangun infrastruktur untuk tambang barunya, yaitu screening station, dryer, dan refinery di Blok Bahodopi. Perseoran juga akan membangun jalan lagi, serta pelabuhan. Proyek ini akan menjadi proyek multiyears atau berkelanjutan. Dana untuk investasi dari internal.

Produksi nikel International Nickel Indonesia (INCO) pada semester I 2011 masih di bawah target karena masih ada dampak dari gempa bumi yang terjadi di lokasi kerja Inco di Sorowako, Sulawesi Selatan pada pertengahan Februari 2011. Namun tidak disebutkan besaran penurunan produksi. Harga rata-rata nikel dalam matte naik 42,76% menjadi USD 20.246 per ton dari USD 14.182 per ton sehingga mendorong kenaikan laba bersih perseroan. Perseroan menargetkan bisa mencapai produksi 90.000 metrik ton di tahun 2011 dibandingkan dengan rata-rata 73.000 metrik ton dalam 5 tahun terakhir. Produksi nikel dalam matte pada kuartal I 2011 sebesar 16.501 metrik ton, turun 8% dibandingkan dengan 17.996 metrik ton pada kuartal IV 2010.

Penjualan batu bara Adaro Energy (ADRO) tumbuh 10% YoY menjadi 24,02 juta ton pada semester I 2011 dibandingkan sebelumnya sebesar 21,75 juta ton. Perseroan optimis target produksi batu bara tahun 2011 sebesar 46 juta ton-48 juta ton masih bisa dicapai, menyusul pertumbuhan produksi semester I 2011 sebesar 5% menjadi 22,81 juta ton. Penjualan batu bara kuartal II 2011 merupakan rekor tertinggi dari sisi produksi per tiga bulan yakni sebesar 13,11 juta ton, naik 27% dari posisi kuartal II 2010 yang mencapai 10,29 juta ton. Permintaan untuk blok pertambangan Wara terus menguat dari sejumlah negara, seperti India, China, Korea Selatan dan Indonesia, ditambah satu kontrak baru dengan Thailand pada kuartal II 2011. Penjualan kuartal II 2011 tersebut tumbuh 20% QoQ dibandingkan dengan penjualan pada kuartal I 2011 sebesar 10,91 juta ton. Produksi tumbuh 15% QoQ menjadi 12,21 juta ton yang mencakup produksi Blok Wara sebesar 1,3 juta ton dan Paringin sebesar 0,3 juta ton. Angka penjualan 13,11 juta ton juga memasukkan produk batu bara pihak ketiga yang dijualkan Adaro melalui Coaltrade Services International Pte Ltd dan Wara masing-masing 0,96 juta ton dan 1,3 juta ton. Total produksi Adaro pada 1H 2011 mencapai 22,81 juta ton atau naik 5%, sedangkan penjualan

mencapai 24,02 juta ton atau tumbuh 10%. Sementara itu produksi batubara PT Adaro Indonesia anak usaha perseroan mencapai 22,8 juta ton sepanjang semester I-2011. Produksi ini mencapai 50% dari target produksi batubara perseroan hingga akhir tahun sebesar 46-48 juta ton. peningkatan produksi batubara sebesar 5% menjadi 22,8 juta ton pada semester pertama. 100% dari target penambangan batubara sebesar 23,1 juta ton juga berhasil dicapai. Pada kuartal II-2011, produksi batubara meningkat 19% dari kuartal kedua 2010 dan mencapai rekor tertinggi 12,2 juta ton sedangkan pemindahan lapisan penutup juga meningkat 30% dari kuartal II-2010 dan mencapai rekor 75,4 juta bcm.

Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas (SAIP) akan melakukan

penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu dalam rangka restrukturisasi hutang II. Rencananya perseroan akan mengkonversikan hutang sebesar sebesar USD241.181.500 dengan menerbitkan 2.058.966.466 saham baru bernilai nominal Rp1.000/lembar. Untuk itu perseroan akan mengadakan RUPSLB pada tanggal 19 Agustus 2011.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) berencana menambah pasokan

gas di Jawa Timur. Penambahan ini dilakukan seiring dengan penandatanganan head of agreement (HoA) antara perseroan dan PT Indogas Kriya Dwiguna. PGAS akan membeli gas sebanyak 20 billion british thermal unit (bbutd) dari Indogas.

Sentul City (BKSL) berencana untuk melakukan penerbitan sebanyak

2.854.000.000 saham biasa seri C tanpa HMETD dengan harga pelaksanaan Rp 117 per saham. Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPSLB yang akan diadakan pada 3 Agustus 2011.

Holcim Indonesia (SMCB) mencatat peningkatan laba bersih

menjadi Rp 457 miliar, meningkat 23,5% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 370 miliar. Sementara itu, pendapatan bertumbuh sebesar 24,1% dari Rp 2,85 triliun menjadi Rp 3,54 triliun, didukung oleh peningkatan volume penjualan. Perseroan mampu membukukan volume penjualan clinker dan semen sebanyak 4,2 juta ton. Sementara itu, penjualan agregat perseroan meningkat 34% atau sebanyak 1 juta ton, sedangkan penjualan beton naik 44% menjadi 928 ribu meter kubik. Biaya produksi meningkat 3% per ton yang sebagian disebabkan oleh kenaikan biaya batubara dan listrik.

Telekomunikasi Indonesia (TLKM) membukukan laba bersih

semester I 2011 sebesar Rp 5,94 triliun atau turun 1,5% YoY dibandingkan sebelumnya Rp 6,03 triliun. Pendapatan usaha Telkom meningkat 2,22% YoY menjadi Rp 34,45 triliun dibandingkan dengan sebelumnya Rp 33,70 triliun. Namun beban usaha TLKM juga meningkat 5,18% dari Rp 22,37 triliun menjadi Rp 23,53 triliun. Laba usaha perseroan turun 3,62% YoY menjadi Rp 10,92 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 11,33 triliun.

Laba bersih XL Axiata (EXCL) mencapai Rp1,52 triliun atau naik 15,15% dari sebelumnya Rp1,32 triliun. Pendapatan perseroan meningkat 8%, dari Rp8,47 triliun menjadi Rp9,13 triliun.

Aneka Tambang (ANTM) mencetak kenaikan penjualan 13%

menjadi Rp4.9triliun pada semester I/2010 dibandingkan perolehan pada semester I/2010 sebesar Rp4.34triliun. kenaikan penjualan ini merupakan imbas dari peningkatan penjualan komoditas emas, bijih nikel dan harga komoditas.

Laba Delta Dunia Petroindo (DOID) mengalami penurunan 91% per 30 Juni 2011 menjadi Rp18miliar dari Rp206miliar per 30 Juni 2010. Hal ini disebabkan oleh apresiasi rupiah serta kenaikan beban operasional perseroan.

(3)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

3

Titan Kimia Nisantara (FPNI) membukukan rugi bersih

USD13.31juta pada semester I/2010, turun 28.7% dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun lalu sebesar USD18.67juta. Kerugian tersebut disebabkan oleh peningkatan beban pokok penjualan yang mencapai USD258,54juta, naik 25.7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun perseroan membukukan kenaikan penjualan sebesar 28.3% menjadi USD255.03juta dibandingkan dengan kinerja periode yang sama tahun lalu sebesar USD205.73juta.

Central Proteinaprima (CPRO) mengalami rugi bersih sebesar

Rp192.93miliar pada semester I/2010. Kerugian ini mengalami penurunan dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp270.69miliar. Auto2000, dealer utama PT Toyota Astra Motor, anak usaha Astra

International (ASII), mengejar target penjualan di atas Rp 7,2

triliun pada tahun 2012 menyusul terealisasinya kerja sama pasok mobil baru dengan sejumlah perusahaan besar. Target penjualan yang menyasar ke perusahaan besar tersebut ditetapkan sekitar 20% dari total penjualan kendaraan Toyota pada Auto2000 sekitar Rp 36 triliun per tahun.

Pemenang lelang proyek pembangunan ruas tol Tanjung Priok seksi E-2A rute Cilincing-Simpang Jampea sepanjang 1,9 km senilai Rp1,06 triliun adalah Jaya Konstruksi Manggala Pratama (JKON) yang menjalin kerja sama operasi dengan perusahaan konstruksi asal Jepang yaitu Obayashi. Obayashi dan Jaya Konstruksi mengajukan penawaran kontrak senilai Rp 1,16 miliar, sedang penawar lain yaitu Sumitomo- Hutama Karya senilai Rp 1,357 miliar, dan Taisei-Wijaya Karya Rp 1,40 miliar. Rencana pembangunan akan dilaksanakan paling cepat 2 bulan setelah penandatanganan pada 29 Juli 2011. Pembiayaan berasal dari pinjaman luar negeri pemerintah China dengan sistem step loan. Sementara untuk pembiayaan join operation antara perusahaan konstruksi pemenang yakni bagian sebesar 70% dari perusahaan Jepang dan 30% adalah Indonesia. Rencana pembangunan proyek ditargetkan rampung 2014 atau selama 31 bulan dengan masa pemeliharaan selama 12 bulan. Ruas tol Tanjung Priok dibangun dalam 6 seksi dengan total panjang 15,9 kilometer. Total nilai proyek itu Rp 3,7 triliun. Ruas tol tersebut dibangun sebagai percepatan arus lalu lintas dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Garuda Indonesia (GIAA) memperoleh pinjaman modal kerja

sebesar USD55 juta dari 7 bank asing dan lokal. Pinjaman tersebut bertenor 2 tahun dengan bunga Libor plus. Perseroan berencana untuk ekspasi unit usahanya yaitu Citilink yang bergerak pada low cost carrier (LCC) dengan menambah unit pesawat hingga 10 pesawat pada tahun ini. Perseroan juga akan melakukan spin-off Citilink pada 2012, spin-off tersebut merupakan upaya perseroan untuk mengisolasikan divisi tersebut guna meningkatkan kinerja. Per Juni 2011 GIAA membukukan rugi bersih sebesar Rp 187.31 miliar, kerugian tersebut diakibatkan tingginya biaya operasional akibat biaya bahan bakar yang meningkat 69.5% mencapai Rp4.39 triliun. ANZ Bank menambah modal pada PT ANZ Panin Bank sebesar Rp1.65 triliun sehingga kepemilikan Bank Panin (PNBN) pada perusahaan tersebut tergerus menjadi 1% dari sebelumnya 15%, sementara kepemilikan ANZ Bank naik menjadi 99% dari 85%..

PT Carrefour Indonesia kembali melakukan tender offer sukarela terhadap 0.46% saham Alfa Retailindo (ALFA) kepada pemegang saham publik dengan harga penawaran Rp4500/saham. Masa penawaran tender sukarela tersebut dilaksanakan mulai 1 Agustus-5 September 2011 ini dengan tanggal pembayaran 12 September 2011. Perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities sebagai pelaksana transaksi tender tersebut.

Agung Podomoro Land (APLN) tengah mengincar 3 lahan baru di

wilayah Jakarta, yang akan didirikan unit apartemen. Ketiga proyek tersebut berlokasi di Jakarta Utara, Selatan, dan Barat. Lahan di Utara Jakarta tersebut sudah berdiri bangunan dan kemudian akan dikembangkan perseroan dalam 2 tahun mendatang. Perseoran telah menyiapkan dana Rp 800 miliar dari hasil penerbitan obligasi.

Agung Podomoro Land (APLN) berencana melakukan ekspansi

bisnis hotel bintang 5 dan 3 mulai kuartal III-2011. Pengembangan hotel perdana di Jakarta dan kemudian Bali.

Agung Podomoro (APLN) optimis dapat menghasilkan penjualan Rp

2,2 triliun hingga akhir Juni 2011. Marketing sales perseroan di triwulan I 2011 mencapai Rp 1 triliunan. Perseroan memperkirakan pada triwulan II bisa mencapai dua kali lipat.

Rencana IPO BNI securities, anak usaha Bank Negara Indonesia (BBNI) berpotensi digelar lebih cepat dari target 2014. Apabila perseroan butuh pengembangan lagi perseroan berpotensi mempercepat IPO, namun masih menunggu perkembangan dengan mitra baru.

Ciputra Surya (CTRS) meluncurkan dua cluster Citraland Surabaya dengan target penjualan Rp250miliar pada 2011. Pada semester pertama tahun ini perseroan telah meraih penjualan senilai Rp165miliar. Perseroan optimis dapat merealisasikan oenjualan dari tiga proyek diSurabaya senilai Rp300miliar.

Penyaluran kredit Bank Jabar Banten (BJBR) selama semester I 2011 mencapai Rp26.6 triliun atau naik 24.03% YoY. Untuk tahun 2011 perseroan optimis outstanding penyaluran kredit akan menembus Rp30 triliun dengan pertumbuhan sekitar 22%-27% YoY. Strategi perseroan untuk meningkatkan penyaluran kredit dengan mendirikan sentra kredit di sejumlah cabang yang akan meningkatkan pinjaman konsumer antara lain KPR.

Semester I-2011 Bank Rakyat Indonesia (BBRI), meraih laba bersih Rp6,79 triliun, naik 57,14% dibanding periode sama tahun 2010 yang tercatat sebesar Rp4,32 triliun. Pertumbuhan laba ditunjang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income) yang tercatat sebesar Rp16,64 triliun atau naik 23% dari sebelumnya Rp13,5 triliun. Pendapatan berbasis komisi (fee based income) meningkat 32,58% dari Rp1,9 triliun menjadi Rp2,6 triliun. Manajemen perseroan yakin sepanjang tahun ini akan meraih laba bersih Rp14 triliun.

Pendapatan bunga Bank Mandiri (BMRI) tergerus oleh kebijakan Bank Indonesia yang meniadakan sertifikat Bank Indonesia bertenor 3 bulan yang menjadi acuan dalam pembayaran bunga obligasi rekap. Terjadi perbedaan bunga yang cukup tajam antara SBI bertenor 3 bulan dengan surat perbendaharaan negara (SPN). Hal itu berdampak pada pendapatan bunga obligasi rekap Bank Mandiri turun 15%. Sebelum kebijakan penghapusan SBI 3 bulan diterapkan, pendapatan bunga obligasi rekap menyumbangkan 17%, tetapi sekarang sekitar 13%. Namun pendapatan bunga bersih naik sebesar 14,6% menjadi Rp 10,38 triliun pada semester I 2011 dibandingkan sebelumnya sebesar Rp 9,06 triliun.

Kementerian Keuangan akan mempersempit ruang penghindaran pajak oleh kontraktor migas asing dengan mempertimbangkan untuk mengeluarkan sektor usaha migas dalam perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty.

(4)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

4

Market Data

COMMODITIES

DUAL LISTING

DESCRIPTION PRICE (USD) CHANGE DESCRIPTION PRICE (USD) PRICE (IDR) CHANGE (IDR)

CRUDE OIL (US$) / BARREL 95.70 -1.74 TLKM (US) 35 7,420 108

NATURAL GAS (US$) / mmBtu 4.15 -0.10 ISAT (US) 33 6,914 158

GOLD (US$) / OUNCE 1627.88 11.93 ANTM (GR) 0.15 1,868 0

NICKEL (US$) / MT 24995.00 440.00 BLTA (SP) 0.04 290 -21

TIN (US$) / MT 28100.00 -400.00

COAL (NEWC) (US$) / MT * 120.40 -0.55

COAL (RB) (US$) / MT* 117.57 1.68

CPO (ROTH) (US$) / MT 1090.00 -15.00

CPO (MYR) / MT 3121.50 -11.50

Rubber (MYR/Kg) 1432.25 -3.00

Pulp (BHKP) (US$) / per ton 849.46 -0.83

* weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

PRICE CHANGE PER (X) PBV (X) MARKET CAP COUNTRY INDICES

1-Agust-11 % Day % YTD 2011E 2012F 2011E 2012F (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 12143.24 -0.79 4.89 12.31 10.89 2.48 2.21 3,674.2

USA NASDAQ COMPOSITE 2756.38 -0.36 3.90 16.45 13.65 3.16 2.35 4,458.9

ENGLAND FTSE 100 INDEX 5815.19 -0.99 -1.44 10.37 9.32 1.82 1.50 1,144.0 CHINA SHANGHAI SE A SH 2829.47 -0.26 -3.77 12.39 10.39 2.26 1.66 2,713.8 CHINA SHENZHEN SE A SH 1234.08 -0.89 -8.66 22.01 16.63 3.64 2.76 1,287.8 HONG KONG HANG SENG INDEX 22440.25 -0.58 -2.58 12.08 10.60 1.89 1.44 1,567.2

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 4130.80 -0.36 11.54 16.32 13.65 4.16 2.93 417.3

JAPAN NIKKEI 225 10008.39 1.82 -2.12 16.35 14.14 1.32 1.15 2,477.2

MALAYSIA KLCI 1548.81 -0.20 1.97 15.15 13.31 2.46 2.04 281.4

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3189.26 -0.02 -0.02 14.76 13.29 1.78 1.48 430.2

FOREIGN EXCHANGE

DESCRIPTION RATE (IDR) CHANGE DESCRIPTION RATE (USD) CHANGE

USD/IDR 8,503.75 9.75 1000 IDR/ USD 0.12 -0.0001

EUR/IDR 12,209.09 1.08 EUR / USD 1.44 -0.0016

JPY/IDR 109.23 -1.55 JPY / USD 77.78 1.0178

SGD/IDR 7,073.02 11.27 SGD / USD 1.20 -0.0017

AUD/IDR 9,396.33 41.47 AUD / USD 1.10 0.0044

GBP/IDR 14,005.42 39.08 GBP / USD 1.65 0.0031

CNY/IDR 1,321.07 2.67 GBP / USD 6.44 -0.0054

MYR/IDR 2,882.96 18.30 MYR / USD 2.95 -0.0188

KRW/IDR 8.11 0.04 100 KRW / USD 10.49 -0.0492

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

DESCRIPTION COUNTRY RATE (%) DESCRIPTION COUNTRY RATE (%)

FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 6.82

BI Rate (%) Indonesia 6.75 LIBOR (GBP) England 0.63

ECB Rate (%) Euro 1.50 SIBOR (USD) Singapore 0.19

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.18

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.18

(5)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

5

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

DESCRIPTION JUN’11 MAY’11 DESCRIPTION RATE (%)

Inflation YTD % 1.06 0.51 SBI (1M) 6.26

Inflation YOY % 5.54 5.98 SBI (3M) 6.37

Inflation MOM % 0.55 0.12 SBI (6M) 6.08

Foreign Reserve (USD Bn) 119.655 118.109

GDP (IDR Bn) 1,732,323 1,670,521

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

DATE AGENDA EXPECTATION

01 Aug* US Construction Spending MoM Naik menjadi -0.1% dari -0.6% 01 Aug Indonesian Inflation YoY Turun menjadi 4.80% dari 5.54% 01 Aug Indonesian Inflation MoM Naik menjadi 0.85% dari 0.55% 01 Aug Indonesian Core Inflation YoY Naik menjadi 4.70% dari 4.63% 01 Aug Indonesian Total Import YoY Turun menjadi 30.5% dari 48.5% 01 Aug Indonesian Total Export YoY Turun menjadi 44.3% dari 45.3% 01 Aug Indonesian Total Trade Balance Turun menjadi $2355 Mn dari $3509 Mn

Ket: (^) Waktu setempat. (*) Tentatif

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

STOCK PRICE CHANGE (%) INDEX pt STOCK PRICE CHANGE (%) INDEX pt

BBRI IJ 6900 1.47 2.85 ASII IJ 70500 -1.74 -5.91 BBCA IJ 8300 1.22 2.85 INTP IJ 15450 -2.83 -1.94 TOWR IJ 12700 17.05 2.21 EXCL IJ 5750 -2.54 -1.49 SIMP IJ 1420 5.97 1.48 SMGR IJ 9450 -2.07 -1.39 TLKM IJ 7350 0.68 1.18 BMRI IJ 7850 -0.63 -1.35 ICBP IJ 5800 2.65 1.02 GGRM IJ 50900 -1.17 -1.35 IMAS IJ 12450 3.75 0.73 UNVR IJ 15600 -0.95 -1.34 UNTR IJ 27300 0.55 0.65 ITMG IJ 50500 -1.66 -1.12 BORN IJ 1400 2.19 0.62 CPIN IJ 2725 -1.80 -0.96 JSMR IJ 3975 1.92 0.60 HRUM IJ 9700 -3.00 -0.95

UPCOMING IPO’S

COMPANY BUSINESS IPO PRICE

(IDR) SHARES (Mn) ISSUED OFFERING DATE LISTING UNDERWRITER

PT Minna Padi

Investama Securities 395 300 TBA TBA • PT Dinamika Usahajaya • PT Ciptadana Securities

PT Visi Media Asia Media 280 2,286 TBA TBA • PT Danatama Securities

(6)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag es | 6

Emiten Info

DIVIDEND

STOCK DPS (IDR) STATUS CUM DATE EX DATE RECORDING PAYMENT

MFIN 30.00 Cash Dividend 01-Aug-11 02-Aug-11 04-Aug-11 19-Aug-11

DGIK 2.74 Cash Dividend 02-Aug-11 03-Aug-11 05-Aug-11 19-Aug-11

ESTI 1.00 Cash Dividend 03-Aug-11 04-Aug-11 08-Aug-11 23-Aug-11

TSPC 40.00 Cash Dividend 03-Aug-11 04-Aug-11 08-Aug-11 23-Aug-11

FISH 10.00 Cash Dividend 03-Aug-11 04-Aug-11 08-Aug-11 16-Aug-11

INVS 5:2 Stock Bonus 08-Aug-11 09-Aug-11 11-Aug-11 22-Aug-11

UNSP 4.44 Cash Dividend 09-Aug-11 10-Aug-11 12-Aug-11 26-Aug-11

CLPI 27.80 Cash Dividend 15-Aug-11 16-Aug-11 19-Aug-11 9-Sep-11

PLIN 2.50 Cash Dividend 16-Aug-11 17-Aug-11 19-Aug-11 9-Sep-11

CORPORATE ACTIONS

STOCK ACTION RATIO EXC. PRICE

(IDR) CUM DATE EX DATE TRADING PERIOD

LPPS Rights Issue 3:4 140 05-Jul-11 06-Jul-11 12 Jul – 01 Aug’11

BEKS Rights Issue 6:5 100 TBA TBA TBA

KIAS Tender offer -- 85 -- -- 05 Jul - 03 Aug’11

KOIN Tender offer -- 295 -- -- 05 Jul - 03 Aug’11

ANTA Tender offer -- 300 -- -- 06 Jul - 05 Aug’11

ALFA Tender offer -- 4500 -- -- 29 Jul – 27 Aug’11

BDMN Rights Issue 1000:144 4100-4800 07-Sep-11 08-Sep-11 14 Sep – 21 Sep’11

GENERAL MEETING

EMITEN AGM/EGM DATE AGENDA

BKSL RUPSLB 03-Aug-11 KBLV RUPSLB 08-Aug-11

CMNP RUPSLB 10-Aug-11

ELTY RUPST 18-Aug-11 INCF RUPST/LB 18-Aug-11 SAIP RUPSLB 19-Aug-11

(7)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag es | 7

Technical Analysis

JSMR

TRADING BUY

S1

3925

R1

4000 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

UP

S2

3825

R2

4100

Closing

Price 3975

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart menunjukan sinyal positif • Rsi sinyal uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp3925– Rp4100 • Entry Rp3975, take Profit Rp4100

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD 36.3 Positif

Alligator Oscillator +282.3 Positif

Stochastics 85.2 Positif

Bollinger Band (Mid) 3765 Positif

MA5 3879 Positif 3,000 3,200 3,400 3,600 3,800 4,000

2011 February March April May Jun Jul

JSMR - Daily 29/07/2011 Open 3900, Hi 4000, Lo 3900, Close 3975 (1.9%) Auto Trading System(0.019,0.019)= 3,497.83, Fractal Up = 3,950.00, Fractal Down = 3,575.00, EMA(Close,20)= 3,765.44, EMA1(Close,5)= 3,916.43 3,879.13 3,765.44 3,575 3,497.83 3,916.43 3,950 3,975 -40.0 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 0.0 JSMR - MACD (6,9) = 36.32, Signal() = 35.99 35.9892 36.3177 0.0 25.0 50.0 75.0 100.0 JSMR - Stochastic %D(12,3,3) = 85.24, Stochastic %K = 86.27, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

85.2424 80 20 85.2424 86.2745 86.2745 -200 -100 0 100 200 300 JSMR - AO = 282.35, graph1 = 238.51 238.51 282.353

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

PGAS

TRADING BUY

S1

3950

R1

4000 TREND GRAFIK Major

DOWN

Minor

SIDEWAYS

S2

3900

R2

4050

Closing

Price 3975

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart menunjukan sinyal positif • Rsi sinyal uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp3950– Rp4050 • Entry Rp3975, take profit Rp4050

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD 0.2 Positif

Alligator Oscillator -9.5 Positif

Stochastics 71.4 Negatif

Bollinger Band (Mid) 3982 Negatif

MA5 3850 Positif 3,600 3,800 4,000 4,200 4,400 4,600

2011 February March April May Jun Jul

PGAS - Daily 29/07/2011 Open 3950, Hi 4000, Lo 3950, Close 3975 (0.0%) Auto Trading System(0.019,0.019) = 4,152.12, Fractal Up = 4,025.00, Fractal Down = 3,850.00, EMA(Close,20) = 3,982.35, EMA1(Close,5) = 3,979.97

3,980.07 3,979.97 3,975 3,850 3,982.35 4,025 4,152.12 -50.0 -40.0 -30.0 -20.0 -10.0 0.0 10.0 20.0 30.0 40.0 0.0 PGAS - MACD (6,9) = 0.18, Signal() = 1.00

0.180389 0.998704 0.0 25.0 50.0 75.0 100.0 PGAS - Stochastic %D(12,3,3) = 76.19, Stochastic %K = 71.43, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

71.4286 71.4286 20 76.1905 76.1905 80 -300 -200 -100 0 100 200 PGAS - AO = -9.51, graph1 = -14.26 -14.2581 -9.51001

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

c

(8)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

8

ICBP

TRADING BUY

S1

5650

R1

5850 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

UP

S2

5450

R2

6050

Closing

Price 5800

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart menunjukan sinyal positif • Rsi sinyal uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp5700– Rp6050 • Entry Rp5800, take Profit Rp6050

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD +10.5 Positif

Alligator Oscillator +209.2 Positif

Stochastics 58.3 Positif

Bollinger Band (Mid) 5633 Positif

MA5 5717 Positif 4,400 4,600 4,800 5,000 5,200 5,400 5,600 5,800

2011 February March April May Jun Jul

ICBP - Daily 29/07/2011 Open 5650, Hi 5800, Lo 5600, Close 5800 (2.7%) Auto Trading System(0.019,0.019)= 5,220.40, Fractal Up = 5,800.00, Fractal Down = 5,500.00, EMA(Close,20)= 5,633.42, EMA1(Close,5)= 5,717.71 5,707.34 5,633.42 5,500 5,220.4 5,717.71 5,800 5,800 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 0.0 ICBP - MACD (6,9) = 10.57, Signal() = 8.02

8.01587 10.571 0.0 25.0 50.0 75.0 100.0 ICBP - Stochastic %D(12,3,3) = 49.07, Stochastic %K = 58.33, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

49.0741 49.0741 20 58.3333 58.3333 80 -400 -300 -200 -100 0 100 200 300 400 ICBP - AO = 209.17, graph1 = 287.41 209.167 287.407

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

BBRI

TRADING BUY

S1

6900

R1

7000 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

UP

S2

6600

R2

7200

Closing

Price 6900

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Fast line & slow line indikasi positif • Candle chart indikasikan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp6900– Rp7150 • Entry Rp6900, take Profit Rp7100

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD +28.6 Positif

Alligator Oscillator +187.4 Positif

Stochastics 81.8 Positif

Bollinger Band (Mid) 6687 Positif

MA5 6802 Positif 5,000 5,500 6,000 6,500 7,000

2011 February March April May Jun Jul

BBRI - Daily 29/07/2011 Open 6850, Hi 6950, Lo 6750, Close 6900 (1.5%) Auto Trading System(0.019,0.019) = 6,318.97, Fractal Up = 6,850.00, Fractal Down = 6,500.00, EMA(Close,20) = 6,687.23, EMA1(Close,5) = 6,802.57 6,768.13 6,687.23 6,500 6,318.97 6,802.57 6,850 6,900 -40.0 0.0 40.0 80.0 120.0 0.0 BBRI - MACD (6,9) = 28.67, Signal() = 20.33

20.332 28.6718 0.0 25.0 50.0 75.0 100.0 BBRI - Stochastic %D(12,3,3) = 67.02, Stochastic %K = 81.48, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

67.0194 67.0194 20 80 81.4815 81.4815 -400 -200 0 200 400 600 800 BBRI - AO = 187.45, graph1 = 172.34 172.34 187.451

(9)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

9

KLBF

TRADING BUY

S1

3400

R1

3550 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

DOWN

S2

3300

R2

3675

Closing

Price 3475

Ulasan

• MACD line & signal line indikasi positif • Fast line & slow line dalam indikasi negatif • Candle chart mengindikasikan trend positif • RSI sinyal uptrend dalam area neutral • Harga saham berada di area upper band

Prediksi • Trading range Rp3425– Rp3550 • Entry Rp3475, take Profit Rp3550

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD -5.5 Positif

Alligator Oscillator 32.6 Positif

Stochastics +28.0 Negatif

Bollinger Band (Mid) 3482 Negatif

MA5 3472 Positif 2,600 2,800 3,000 3,200 3,400 3,600 3,800 4,000 4,200

2011 February March April May Jun Jul

KLBF - Daily 29/07/2011 Open 3450, Hi 3550, Lo 3425, Close 3475 (0.7%) Auto Trading System(0.019,0.019)= 3,357.18, Fractal Up = 3,675.00, Fractal Down = 3,400.00, EMA(Close,20)= 3,482.54, EMA1(Close,5)= 3,472.57

3,475 3,472.57 3,400 3,357.18 3,478.2 3,482.54 3,675 -40.0 -20.0 0.0 20.0 40.0 60.0 0.0 KLBF - MACD (6,9) = -5.47, Signal() = -5.64 -5.63611 -5.46619 0.0 25.0 50.0 75.0 100.0 KLBF - Stochastic %D(12,3,3) = 31.27, Stochastic %K = 28.24, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

28.2407 28.2407 20 31.271 31.271 80 -400 -300 -200 -100 0 100 200 300 400 500 KLBF - AO = 32.65, graph1 = 44.91 32.6472 44.9124

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

UNTR

TRADING BUY

S1

26800

R1

27700 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

UP

S2

25900

R2

28600

Closing

Price 27300

Ulasan

• MACD line & signal line indikasi negatif • Fast line & slow line posisi di support level • Candle chart mengindikasikan trend positif • RSI sinyal uptrend dalam area neutral • Harga saham berada di area upper band

Prediksi • Trading range Rp27200– Rp27700 • Entry Rp27300, take profit Rp27700

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD +343.4 Positif

Alligator Oscillator 1999.9 Positif

Stochastics 87.0 Positif

Bollinger Band (Mid) 25500 Positif

Ma5 26777 Positif 21,000 22,000 23,000 24,000 25,000 26,000 27,000 28,000

2011 February March April May Jun Jul

UNTR - Daily 29/07/2011 Open 27500, Hi 27600, Lo 26700, Close 27300 (0.6%) Auto Trading System(0.019,0.019)= 23,525.99, Fractal Up = 27,750.00, Fractal Down = 24,350.00, EMA(Close,20)= 25,500.41, EMA1(Close,5)

26,396.1 25,500.4 24,350 23,526 26,777.3 27,300 27,750 -400 -300 -200 -100 0 100 200 300 0 UNTR - MACD (6,9) = 343.36, Signal() = 305.12

305.124 343.359 0.0 25.0 50.0 75.0 100.0 UNTR - Stochastic %D(12,3,3) = 87.68, Stochastic %K = 89.01, Overbought Level = 80.00, Oversold Level = 20.00

87.6847 80 20 87.6847 89.0121 89.0121 -1,800 -1,200 -600 0 600 1,200 1,800 UNTR - AO = 1,999.90, graph1 = 1,527.27 1,527.27 1,999.9

(10)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Page

s |

10

Trading View

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

29/07/11 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc * Boll ** High Low

AGRICULTURE

AALI Trading Buy 23500 23500 23800 22500 23150 23800 24450 Positif Positif Positif 23800 22600 LSIP Trading Sell 2350 2350 2250 2250 2325 2400 2475 Negatif Negatif Positif 2425 2225 SGRO Trading Sell 3650 3650 3750 3500 3600 3700 3800 Negatif Negatif Positif 3775 3275

MINING

BUMI Trading Sell 3050 3050 2975 2950 3025 3100 3175 Negatif Negatif Positif 3225 2900 PTBA Trading Sell 21300 21300 21050 20650 21050 21450 21850 Negatif Negatif Positif 21650 20350 ADRO Trading Sell 2650 2650 2575 2575 26250 2700 2750 Negatif Negatif Positif 2700 2250 MEDC Trading Buy 2500 2500 2345 2350 2450 2550 2650 Positif Positif Positif 2575 2200 INCO Trading Sell 4250 4250 4150 4150 4225 4300 4375 Negatif Negatif Negatif 4600 4225 ANTM Trading Sell 2000 2000 1960 1930 1980 2050 2100 Negatif Negatif Negatif 2150 1970 TINS Trading Sell 2450 2450 2375 2375 2425 2475 2525 Negatif Negatif Negatif 2675 2325

BASIC INDUSTRY AND CHEMICALS

SMGR Trading Sell 9450 9450 9300 9000 9300 9600 9900 Negatif Negatif Negatif 10000 9300 INTP Trading Sell 15450 15450 15200 14600 15200 15800 16400 Negatif Negatif Negatif 17500 15850 SMCB Trading Sell 2075 2075 2000 2000 2050 2100 2150 Negatif Negatif Negatif 2275 2050

MISCELLANEOUS INDUSTRY

ASII Trading Sell 70500 70500 69450 67150 69450 71750 74050 Negatif Negatif Positif 75950 57350 GJTL Trading Sell 3275 3275 3000 3000 3200 3400 3600 Negatif Negatif Positif 3475 2650

CONSUMER GOODS INDUSTRY

INDF Trading Buy 6350 6350 6550 6000 6250 6500 6750 Positif Positif Positif 6300 5200 GGRM Trading Sell 50900 50900 50400 49250 50400 51550 52700 Negatif Negatif Negatif 57000 44100 UNVR Trading Sell 15600 15600 15200 15000 15400 15800 16200 Positif Negatif Negatif 15900 14600 KLBF Trading Buy 3475 3475 3550 3300 3400 3550 3675 Positif Negatif Positif 3700 3225

PROPERTY, REAL ESTATE AND BUILDING CONSTRUCTION

BSDE Trading Sell 1020 1020 9900 990 1010 1030 1050 Negatif Negatif Positif 1060 810 ELTY Trading Sell 169 169 166 162 166 172 177 Negatif Negatif Positif 178 138 WIKA Trading Buy 680 680 710 650 670 690 710 Positif Positif Positif 690 640 ADHI Trading Sell 710 710 690 680 700 720 740 Negatif Negatif Negatif 820 700

INFRASTRUCTURE, UTILITIES & TRANSPORTATION

PGAS Trading Buy 3975 3975 4050 3900 3950 4000 4050 Positif Negatif Negatif 4125 3850 JSMR Trading Buy 3975 3975 4100 3825 3925 4000 4100 Positif Positif Positif 4000 3375 ISAT Trading Sell 5450 5450 5300 5300 5400 5500 5600 Negatif Negatif Positif 5650 5000 TLKM Trading Buy 7350 7350 7550 7100 7250 7400 7550 Positif Positif Positif 7400 6800 BLTA Trading Buy 295 295 310 260 285 310 330 Positif Positif Positif 325 270

FINANCE

BMRI Trading Sell 7850 7850 7700 7400 7700 8000 8300 Negatif Negatif Positif 8150 6700 BBRI Trading Buy 6900 6900 7100 6600 6900 7000 7200 Positif Positif Positif 6950 6100 BBNI Trading Sell 4450 4450 4350 4300 4400 4500 4600 Positif Positif Positif 4500 3550 BBCA Trading Sell 8300 8300 8150 7900 8150 8400 8650 Negatif Negatif Positif 8500 7050 BDMN Trading Buy 5450 5450 5600 5250 5400 5550 5700 Positif Positif Negatif 6150 5300

TRADE, SERVICES & INVESTMENT

UNTR Trading Buy 27300 27300 27700 25900 26800 27700 28600 Positif Positif Negatif 27750 22500 MPPA Trading Buy 1220 1220 1240 1160 1200 1240 1290 Positif Positif Positif 1320 1180

Support dan resistance hanya untuk jangka pendek dengan menggunakan ; Pivot Point, dan/atau

Standard deviation (tingkat resiko)

Keterangan; *) Stochastics **) Bollinger band

c

(11)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Page

s |

11

RESEARCH TEAM

VP Research & Analysis Nico Omer Jonckheere

Head of Research Alfiansyah [email protected] Research Analyst Reny Susanti [email protected] Michael Handisurya [email protected]

Budi Rustanto [email protected]

Winny Rahardja [email protected] Research Support Selly Handayani [email protected]

PT. VALBURY ASIA SECURITIES (Member of Indonesia Stock Exchange) Menara Karya bldg 10th Floor. Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-2, Jakarta 12950

Telp : +6221- 255 33 600 (H), Fax : +6221- 255 33 662, E-mail : [email protected]

www.vas.co.id BRANCH OFFICES

JAWA

JAKARTA , Wisma Valbury Asia, Jl. Pluit Putra Raya No. 2, Jakarta 14450, (021) 669-2119

JAKARTA , Jl. Kencana Utama II Blok M8 No. 32 C, Puri Indah, Jakarta Barat. (021) 5835 6938 JAKARTA , Komplek Rukan Kelapa Gading Square, Blok D No. 028, Kelapa Gading, (021) 4586-7377,

JAKARTA , Gedung Niaga Mediterania (GNM), Blok M8L Pantai Indah Kapuk ,(021) 5596-4533 SURABAYA, Menara Mandiri, Lantai 7, Jl. Basuki Rakhmat No. 8A - 12A, (031) 295-5788

MALANG, Jl. Pahlawan Trip No. 7, (0341) 585-888

BANDUNG, Jl. Diponegoro No. 40, Bandung, (022) 872-55800

JEMBER, Gedung Telkom, Jl. Gajahmada No. 182 - 184 Lt. 6, (0331) 410-551

SEMARANG, Candi Plaza Building, Lantai Dasar, Jl. Sultan Agung No. 90-90A(024) 850-1122

YOGYAKARTA, Jl. Magelang KM 5.5 No. 75, (0274) 623-111 SOLO, Jl.Slamet Riyadi No.88, Solo, (0271) 632-888

BALI

DENPASAR, Komplek Teuku Umar Indah Blok 7, Jl. Teuku Umar No. 2-4, Denpasar – Bali 80114 (0361) 225-229

SUMATERA

MEDAN, Gedung Uniplaza Lt. 3, East Tower, Jl. M. T. Haryono No. A1, (061) 455-4635 PADANG, Jl. M. H. Thamrin No. 1 Petak 5 (0751) 841-888

PALEMBANG, Komplek Taman Mandiri Blok B1 No. 10-11 (0711) 359-319

PEKANBARU, Jl. Tuanku Tambusai Komplek CNN Blok A No. 3 (0761) 839-393 (0761) 839-313 KALIMANTAN

PONTIANAK, Jl. Tanjungpura No. 261, Pontianak (0561) 733-299, (0561) 735-468 BANJARMASIN, Jl. Jend. Ahmad Yani, No. 218D, KM 3.5, (0511) 326-5918

GALERI VAS

• JAKARTA : Universitas Mercu Buana • BANDUNG : Universitas Sangga Buana (USB) YPKP • YOGYAKARTA : Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) • YOGYAKARTA : Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) • BANJARMASIN : Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)

• SAMARINDA : Universitas Mulawarman • PALEMBANG : STIE Musi • PEKANBARU : Poltek Caltex • PADANG : Universitas Negeri Padang

• MENADO : Universitas Klabat

PRODUK REKSA DANA

PASAR UANG CAMPURAN PENDAPATAN TETAP SAHAM

Gambar

GRAFIK  Major   UP  Minor  UP
GRAFIK  Major   UP Minor  UP
GRAFIK  Major   UP Minor  DOWN

Referensi

Dokumen terkait

Isu Wacana Pemindahan Ibu Kota Negara, Kasus Terorisme, Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru, Pesawat Jatuh di Papua, Alokasi Dana untuk Parpol, Korupsi Proyek KTP-el dan

Mahasiswa diwajibkan untuk membekali diri dengan pengetahuan baik yang berasal dari buku, tulisan/artikel dalam majalah ilmiah atau semi ilmiah, laporan keuangan, dan sumber

Berat jenis sampah yang dihasilkan di kampus Teknik Lingkungan Universitas Andalas adalah 0,073 kg/liter, dengan komposisi paling tinggi adalah kertas yaitu

Persentase tingkat kelangsungan hidup ikan betta pada akhir pemeliharaan (umur 3 bulan) relatif lebih rendah lagi yaitu berkisar antara 31,0-44,8%. Persentase ikan

Suatu sampel random se&anyak 1 &uah, dari +enis produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan mempunyai &erat rata-rata 3011 gr dengan standar de/iasi !0HH1 gr0

Melaksanakan tugas spesifik, dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta menyelesaikan masalah sederhana sesuai dengan bidang dan lingkup

Menimbang, bahwa sebagaimana gugatan Penggugat yang menyatakan rumah tangganya sudah tidak harmonis lagi karena sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang

Banggar - Rapat Badan Anggaran DPRD Provsu dan Pimpinan seluruh Tim Kunker bersama Sekdaprovsu dan seluruh Kepala SKPD Provsu.. 09.00 Aula