Volume V Nomor 3 Tahun 2013
BULETIN TRIWULANAN
EKSPOR IMPOR
KOMODITAS PERTANIAN
PUSAT DATA DAN SISTEM INFORMASI PERTANIAN
SEKRETARIAT JENDERAL, KEMENTERIAN PERTANIAN
2013
Buletin Triwulanan
EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN
Volume V Nomor 3 Tahun 2013Ukuran Buku :
20,5 cm x 29,0 cm
Gambar Kulit :
Sehusman, SP
Pengarah/Penanggungjawab :
Ir. M. Tassim Billah, MSc
Penyunting :
Ir. Dewa Ngakan Cakrabawa, MM
Pelaksana Penyunting :
Ir. Sabarella, MSi Ir. Efi Respati, MSi
Penyusun :
Ir. Efi Respati, M.Si
Ir. Wieta B. Komalasari, M.Si Megawaty Manurung, SP Widyawati
Alamat Redaksi :
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian – Kementerian Pertanian
Kanpus Kementan, Gedung D, Lantai IV, Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan – Jakarta Selatan Telp./Fax (021) 780-5305, Email : [email protected] ; [email protected]
i
KATA PENGANTAR
Dalam rangka meningkatkan pelayanan data dan informasi pertanian, Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian pada tahun 2013 kembali menerbitkan Buletin
Triwulanan Ekspor Impor Komoditas Pertanian yang berisi ulasan dan
perkembangan data ekspor dan impor komoditas pertanian. Pada edisi ini diulas data ekspor – impor komoditas pertanian periode Januari – Juni 2013 yang dijabarkan menurut komoditas, subsektor serta negara tujuan/asal. Data yang disajikan dalam buletin ini diolah oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Semoga buletin ini dapat bermanfaat bagi para pengguna baik di lingkup Kementerian Pertanian maupun para pengguna lainnya. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan di masa mendatang.
Jakarta, September 2013 Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian,
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
I. EKSPOR IMPOR KOMODITAS PERTANIAN MENURUT SUB SEKTOR ... 1
II. EKSPOR IMPOR PERTANIAN MENURUT KOMODITAS ... 3
III. NEGARA TUJUAN EKSPOR KOMODITAS PERTANIAN INDONESIA ... 6
IV. NEGARA ASAL IMPOR KOMODITAS PERTANIAN INDONESIA ... 10
V. EKSPOR - IMPOR KOMODITAS PERTANIAN UTAMA MENURUT NEGARA TUJUAN/ASAL ... 14
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V Nomor 3 Tahun 2013
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 1
I.
EKSPOR IMPOR KOMODITAS
PERTANIAN MENURUT SUB
SEKTOR
Pencapaian ekspor komoditas pertanian selama bulan Januari – Juni 2013 atau semester I sebesar US$ 15,18 milyar, yang sebagian disumbang dari ekspor komoditas perkebunan sebesar US$ 14,66 milyar atau 96,55%, sementara sub sektor lainnya hanya menyumbang tidak lebih dari US$
524,17 juta. Pada sisi impor, sub sektor tanaman pangan memberi sumbangan terbesar terhadap total impor komoditas pertanian, yakni mencapai US$ 2,67 milyar, diikuti oleh sub sektor peternakan sebesar US$ 1,33 milyar, sub sektor perkebunan sebesar US$ 1,29 milyar, dan sub sektor hortikultura sebesar US$ 823,36 juta. Total impor komoditas pertanian pada periode tersebut mencapai US$ 6,12 milyar (Tabel 1).
Tabel 1. Ekspor, impor, dan neraca perdagangan komoditas pertanian menurut sub sektor, Januari - Juni 2013
Volume (Ton) Nilai
(US$ 000) Volume (Ton)
Nilai
(US$ 000) Volume (Ton)
Nilai (US$ 000) 1 Tanaman Pangan 86,502 64,450 6,154,314 2,674,431 -6,067,813 -2,609,981 2 Hortikultura 145,784 189,681 852,472 823,362 -706,688 -633,681 3 Perkebunan 15,984,574 14,655,210 701,004 1,287,721 15,283,570 13,367,490 4 Peternakan 96,639 270,044 542,293 1,333,452 -445,654 -1,063,409 TOTAL 16,313,499 15,179,385 8,250,083 6,118,966 8,063,416 9,060,419 Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Sub Sektor No
Ekspor Impor Neraca
Berdasarkan keragaan data ekspor dan impor tersebut, neraca perdagangan komoditas pertanian selama bulan Januari - Juni 2013 mengalami surplus sebesar US$ 9,06 milyar. Seluruh surplus neraca perdagangan komoditas pertanian diperoleh dari sumbangan sub sektor
perkebunan sebesar US$ 13,37 milyar, sementara sub sektor lainnya mengalami defisit. Sub sektor tanaman pangan mengalami defisit sebesar US$ 2,61 milyar, sub sektor hortikultura sebesar US$ 633,68 juta, dan sub sektor peternakan sebesar US$ 1,06 milyar (Gambar 1).
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V No.3 Tahun 2013
2 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Gambar 1. Neraca perdagangan komoditas pertanian menurut sub sektor, Januari - Juni 2013
Jika dilihat besaran persentase nilai ekspor komoditas pertanian bulan Januari Juni 2013, maka ekspor pertanian didominasi oleh komoditas perkebunan yang mencapai 96,55%. Sub sektor lainnya mempunyai kontribusi
yang jauh lebih kecil, yakni : sub sektor peternakan sebesar 1,78%, sub sektor hortikultura sebesar 1,25% dan sub sektor tanaman pangan merupakan sub sektor dengan kontribusi terkecil yakni sebesar 0,42% (Gambar 2).
Gambar 2. Kontribusi sub sektor terhadap ekspor sektor pertanian, Januari - Juni 2013
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V Nomor 3 Tahun 2013
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 3
Berdasarkan nilai impor komoditas pertanian pada bulan Januari – Juni 2013 atau semester I, kontribusi impor sub sektor tanaman pangan menduduki peringkat pertama terhadap total impor komoditas pertanian, yakni sebesar 43,71%. Posisi berikutnya adalah
kontribusi impor sub sektor perternakan sebesar 21,79%, sub sektor perkebunan sebesar 21,04%. Kontribusi terkecil adalah dari impor komoditas hortikultura sebesar 13,46% (Gambar 3).
Gambar 3. Kontribusi sub sektor terhadap impor sektor pertanian, Januari - Juni 2013
II.
EKSPOR IMPOR KOMODITAS
PERTANIAN MENURUT
KOMODITAS
Andalan ekspor utama komoditas tanaman pangan bulan Januari - Juni 2013 adalah gandum/meslin yang mencapai US$ 19,98 juta, diikuti kemudian oleh jagung sebesar US$ 12,66 juta, dan ubi kayu sebesar US$
11,97 juta. Ekspor gandum/meslin dan ubi kayu dominan dalam wujud olahan, sementara jagung sedikit berimbang dalam wujud segar dan olahan. Dari sisi impor, gandum/meslin juga memberikan kontribusi yang cukup besar yakni mencapai US$ 1,35 milyar, yang didominasi oleh gandum/meslin olahan. Impor berikutnya adalah kedele
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V No.3 Tahun 2013
4 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
utamanya dalam wukud segar sebesar US$ 544,64 juta dan jagung sebesar US$ 408,39 juta. Gambaran keragaan ekspor dan impor tersebut, menyebabkan neraca perdagangan komoditas gandum/meslin mengalami defisit selama bulan Januari - Juni 2013 sebesar US$ 1,33 milyar, yang merupakan defisit terbesar pada sub sektor tanaman pangan. Surplus neraca perdagangan komoditas tanaman pangan pada bulan Januari - Juni 2013 hanya dicapai dari komoditas ubi jalar sebesar US$ 3,91 juta (Tabel 2).
Andalan utama ekspor sub sektor hortikultura bulan Januari – Juni 2013 adalah nenas dengan nilai ekspor mencapai US$ 68,44 juta, disusul kemudian oleh cabe yang mencapai US$ 13,95 juta, anggur US$ 8,29 juta dan manggis US$ 4,01 juta. Nenas, cabe dan manggis merupakan komoditas hortikultura yang mengalami surplus, sementara itu neraca perdagangan yang mengalami defisit terbesar adalah bawang putih yang mencapai US$ 151,64 juta, diikuti oleh apel yang mencapai US$ 113,01 juta, jeruk sebesar US$ 86,86 dan anggur sebesar US$ 43,57 juta.
Sub sektor perkebunan merupakan sub sektor yang memberikan kontribusi surplus neraca perdagangan komoditas pertanian, utamanya disumbang dari komoditas kelapa sawit sebesar US$ 8,89 milyar. Komoditas lainnya yang memberikan kontribusi positif bagi neraca perdagangan komoditas perkebunan adalah karet sebesar US$ 3,63 milyar, kopi sebesar US$ 501,50 juta, kakao sebesar US$ 391,09 juta dan kelapa sebesar US$ 324,04 juta. Sementara itu, komoditas kapas dan tembakau merupakan komoditas yang mengalami defisit terbesar yakni masing-masing mencapai US$ 662,45 juta dan US$ 164,69 juta.
Sub sektor peternakan mempunyai komoditas unggulan yang menyumbang surplus terhadap neraca perdagangan yakni lemak dan daging kodok dengan surplus masing-masing sebesar US$ 28,28 juta dan US$ 9,48 juta. Sementara itu, komoditas yang memberikan kontribusi defisit cukup besar bagi neraca perdagangan sub sektor ini adalah susu dan kepala susu, makanan olahan, mentega, kulit & jangat serta sapi hidup masing-masing sebesar US$ 360,55 juta, US$ 202,76 juta, US$
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V Nomor 3 Tahun 2013
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 5
163,76 juta, US$ 125,81 juta dan US$ 120,93 juta. Keragaan ekspor, impor, dan neraca perdagangan komoditas
pertanian periode Januari – Juni 2013 secara lengkap tersaji pada Tabel 2.
Tabel 2. Nilai ekspor, impor dan neraca perdagangan komoditas pertanian, Januari - Juni 2013 Ekspor Impor A. Tanaman Pangan 64,450 2,674,431 -2,609,981 1 Gandum, Meslin 19,979 1,348,483 -1,328,504 2 Beras 754 824 -70 3 Kedelai 7,937 544,643 -536,706 4 Jagung 12,665 408,387 -395,723 5 Ubi Kayu 11,967 62,897 -50,930 6 Kacang Tanah 6,330 177,227 -170,897 7 Ubi Jalar 3,942 32 3,910 8 Lainnya 876 131,937 -131,061 B. Hortikultura 189,681 823,362 -633,681 1 Kentang 1,751 41,130 -39,378 2 Bawang Merah 1 28,572 -28,571 3 Bawang Putih 1,506 153,145 -151,639 4 Bawang Bombay 792 17,110 -16,319 5 Cabe 13,955 12,187 1,768 6 Manggis 4,012 0 4,012 7 Jeruk 896 87,759 -86,862 8 Anggur 8,286 51,861 -43,574 9 Apel 41 113,056 -113,015 10 Nenas 68,439 141 68,297 11 Lainnya 90,002 318,401 -228,399 C. Perkebunan 14,655,210 1,287,721 13,367,490 1 Kelapa Sawit 8,907,717 20,486 8,887,230 2 Karet 3,652,663 26,464 3,626,199 3 Kakao 501,329 110,236 391,093 4 Kelapa 323,814 773 323,041 5 Kopi 533,022 31,522 501,500 6 Tembakau 110,051 274,746 -164,695 7 Kapas 24,505 686,950 -662,445 8 Gula Tebu 16,032 64,324 -48,292 9 Lainnya 586,076 72,219 513,857 D. Peternakan 270,044 1,333,452 -1,063,409
1 Susu dan kepala susu 36,918 397,464 -360,546 2 Sapi hidup 0 120,934 -120,934 3 Daging dan jeroan lembu 5 92,368 -92,363 4 Telur unggas 3 3,944 -3,941 5 Mentega 8,571 172,334 -163,763 6 Lemak 32,172 3,891 28,281 7 Obat hewan 7,400 26,096 -18,696 8 Kulit dan Jangat 66,091 191,897 -125,806 9 Daging kodok 9,485 0 9,485 10 Wol 701 8,406 -7,705 11 Makanan olahan lain 4,427 207,188 -202,762 12 Lainnya 104,272 108,929 -4,657
Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Keterangan: Neraca bernilai + = surplus; - = defisit semua komoditas termasuk wujud segar dan olahan
No Sub Sektor /Komoditi Nilai (US$ 000) Neraca (US$ 000)
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V No.3 Tahun 2013
6 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
III.
NEGARA TUJUAN EKSPOR
KOMODITAS PERTANIAN
INDONESIA
Selama periode Januari – Juni 2013, Indonesia melakukan ekspor komoditas pertanian ke berbagai negara. Tujuan utama ekspor komoditas pertanian Indonesia adalah India, dengan nilai ekspor mencapai US$ 2,76 milyar atau sebesar 18,22% dari total ekspor pertanian Indonesia. Negara tujuan ekspor berikutnya adalah China sebesar US$ 1,86 milyar atau sebesar 12,23% dari total nilai ekspor pertanian Indonesia.
Negara-negara lainnya yang menduduki 10 besar negara tujuan ekspor komoditas pertanian Indonesia selama bulan Januari - Juni 2013 adalah Amerika Serikat di posisi ketiga dengan kontribusi 8,58%, Belanda (5,70%), Jepang (4,69%), Malaysia (4,62%), Singapura (3,46%), Italia (3,39%), Pakistan (2,73%), Jerman (2,45%) dan 33,92% ekspor Indonesia ditujukan ke negara-negara lainnya. Negara-negara utama tujuan ekspor komoditas pertanian Indonesia selama periode bulan Januari - Juni 2013 secara rinci tersaji pada Tabel 3 dan Gambar 4. Tabel 3. Negara utama tujuan ekspor komoditas pertanian Indonesia, Januari - Juni
2013
No Negara Nilai (US$ 000) Kontribusi (%)
1 India 2,765,583 18.22 2 China 1,856,140 12.23 3 Amerika Serikat 1,302,973 8.58 4 Belanda 864,974 5.70 5 Jepang 712,435 4.69 6 Malaysia 700,922 4.62 7 Singapura 525,808 3.46 8 Italia 515,136 3.39 9 Pakistan 414,371 2.73 10 Jerman 371,900 2.45 11 Lainnya 5,149,143 33.92 TOTAL 15,179,385 100.00
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V Nomor 3 Tahun 2013
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 7
Gambar 4. Negara tujuan utama ekspor komoditas pertanian Indonesia, Januari - Juni 2013
India merupakan negara tujuan utama ekspor komoditas pertanian Indonesia dikarenakan banyaknya ekspor komoditas perkebunan yang mencapai US$ 2,75 milyar pada periode Januari - Juni 2013, dengan komoditas utama yang diekspor adalah kelapa sawit senilai US$ 2,52 milyar, diikuti oleh karet sebesar US$ 159,44 juta. Berikutnya sumbangan devisa dari ekspor ke India adalah berasal dari sub sektor peternakan, walaupun dalam nominal jauh lebih kecil dibandingkan sumbangan devisa dari sub sektor
perkebunan, yakni hanya sebesar US$ 8,47 juta. Komoditas utama peternakan yang diekspor ke India adalah kulit & jangat.
Sementara, total nilai ekspor sub sektor hortikultura ke India pada bulan Januari - Juni 2013 sebesar US$ 4,06 juta dengan komoditas utama cabe. Komoditas sub sektor tanaman pangan yang diekspor ke India adalah kedelai sebesar US$ 206 ribu. Komoditas pertanian utama yang diekspor ke India pada periode Januari - Juni 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 4.
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V No.3 Tahun 2013
8 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Tabel 4. Ekspor komoditas pertanian Indonesia ke India, Januari - Juni 2013
No Sub Sektor /Komoditi Volume (Ton) Nilai (US$ 000)
A. Tanaman Pangan 361 241 1 Kedelai 252 206 2 Lainnya 109 35 B. Hortikultura 553 4,055 1 Cabe 289 3,080 2 Turmeric 26 20 3 Lainnya 238 955 C. Perkebunan 3,449,385 2,752,814 1 Kelapa Sawit 3,348,010 2,520,658 2 Karet 58,562 159,435 3 Pinang 8,664 7,063 4 Kelapa 8,065 2,322 5 Lainnya 26,085 63,336 D. Peternakan 456 8,473
1 Kulit dan Jangat 438 5,301
2 Obat Hewan 17.01 18
3 Lainnya 0.99 3,154.27
PERTANIAN 3,450,755 2,765,583
Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Negara tujuan ekspor komoditas pertanian kedua adalah China, dimana sub sektor perkebunan kembali memberikan kontribusi nilai ekspor terbesar mencapai US$ 1,83 milyar. Komoditas utama sub sektor perkebunan yang diekspor ke China adalah kelapa sawit yang mencapai US$ 997,84 juta dan karet sebesar US$ 724,17 juta. Komoditas perkebunan lainnya yang juga banyak diekspor ke China adalah kelapa dan kakao walaupun dalam jumlah yang tidak terlalu besar, yakni masing-masing
sebesar US$ 42,97 juta dan US$ 19,89 juta. Sementara, ekspor komoditas sub sektor lainnya relatif lebih kecil dibandingkan dengan ekspor komoditas perkebunan. Ekspor sub sektor peternakan ke China hanya menyumbang devisa Indonesia sebesar US$ 16,00 juta dengan komoditas utamanya adalah kulit & jangat serta lemak masing-masing sebesar US$ 11,04 juta dan US$ 3,34 juta. Sub sektor hortikultura menyumbang devisa dari ekspor ke China dengan urutan berikutnya, yakni sebesar US$ 5,53 juta,
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V Nomor 3 Tahun 2013
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 9
dengan komoditas utamanya adalah anggur dan nenas. Komoditas tanaman pangan yang diekspor ke China mencapai US$ 2,61 juta dengan komoditas utamanya adalah ubi kayu
dan jagung masing-masing sebesar US$ 1,25 juta dan US$ 796 ribu. Komoditas pertanian utama yang diekspor ke China pada periode Januari-Juni 2013 secara rinci tersaji pada Tabel 5.
Tabel 5. Ekspor komoditas pertanian Indonesia ke China, Januari - Juni 2013
No Sub Sektor /Komoditas Volume (Ton) Nilai (US$ 000)
A. Tanaman Pangan 5,547 2,612 1 Ubi Kayu 3,064 1,252 2 Jagung 2,240 796 3 Lainnya 243 564 B. Hortikultura 3,925 5,534 1 Anggur 867 1,684 2 Nenas 36 1,119 3 Lainnya 3,022 2,731 C. Perkebunan 1,859,642 1,831,992 1 Kelapa Sawit 1,454,377 997,837 2 Karet 259,506 724,165 3 Kelapa 78,207 42,968 4 Kakao 8,477 19,886 5 Lainnya 59,074 47,136 D. Peternakan 6,038 16,002
1 Kulit dan Jangat 830 11,040
2 Lemak 4,711 3,341
3 Obat Hewan 31 639
4 Lainnya 466 982
PERTANIAN 1,875,151 1,856,140
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V No.3 Tahun 2013
10 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
IV. NEGARA ASAL IMPOR
KOMODITAS PERTANIAN
INDONESIA
Mitra dagang komoditas pertanian Indonesia diantaranya adalah Australia, Amerika Serikat dan India. Australia merupakan negara utama yang mengirimkan komoditas pertaniannya ke Indonesia. Nilai impor komoditas pertanian yang berasal dari Australia pada bulan Januari - Juni 2013 mencapai US$ 1,28 milyar atau 20,85% dari total impor komoditas pertanian Indonesia. Negara asal impor komoditas
pertanian berikutnya adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor ke Indonesia sebesar US$ 994,82 juta atau berkontribusi sebesar 16,26% dan India sebesar US$ 756,35 juta atau 12,36%. Negara lainnya yang mengekspor komoditas pertaniannya ke Indonesia adalah China, Kanada, Belanda, Brazil, Thailand, Malaysia dan Vietnam. Negara asal impor komoditas pertanian Indonesia selama periode Januari - Juni 2013 secara lengkap tersaji pada Tabel 6 dan Gambar 5.
Tabel 6. Negara asal impor komoditas pertanian Indonesia, Januari - Juni 2013
No Negara Nilai (US$ 000) Kontribusi (%)
1 Australia 1,275,616 20.85 2 Amerika Serikat 994,824 16.26 3 India 756,346 12.36 4 China 599,427 9.80 5 Kanada 367,123 6.00 6 Belanda 272,267 4.45 7 Brazil 228,910 3.74 8 Thailand 187,493 3.06 9 Malaysia 152,982 2.50 10 Vietnam 133,698 2.18 11 Lainnya 1,150,279 18.80 PERTANIAN 6,118,966 100.00
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V Nomor 3 Tahun 2013
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 11
Gambar 5. Negara asal impor komoditas pertanian Indonesia, Januari - Juni 2013
Komoditas yang banyak diimpor dari Australia pada Januari - Juni 2013 adalah komoditas tanaman pangan, utamanya adalah impor gandum/meslin sebesar US$ 807,59 juta. Urutan berikutnya berasal dari impor komoditas peternakan yang mencapai US$ 324,11 juta, utamanya adalah sapi hidup sebesar US$ 120,93 juta, daging lembu US$ 67,04 juta serta susu dan kepala susu US$ 48,24 juta. Berikutnya adalah komoditas perkebunan sebesar US$ 88,86 juta, dengan komoditas
utama adalah kapas dan gula tebu masing-masing sebesar US$ 83,28 juta dan US$ 3,12 juta. Sementara, total impor komoditas hortikultura hanya sebesar US$ 54,72 juta, utamanya adalah komoditas anggur, kentang, dan polong-polongan masing-masing sebesar US$ 32,40 juta, US$ 6,81 juta, dan US$ 4,81 juta. Komoditas utama yang diimpor dari Australia pada periode Januari – Juni 2013 secara rinci tersaji pada Tabel 7.
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V No.3 Tahun 2013
12 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Tabel 7. Impor komoditas pertanian Indonesia dari Australia, Januari - Juni 2013
No Sub Sektor /Komoditas Volume (Ton) Nilai (US$ 000)
A. Tanaman Pangan 2,161,498 807,924 1 Gandum/Meslin 2,161,338 807,585 2 Beras 86 69 3 Lainnya 75 270 B. Hortikultura 34,013 54,718 1 Anggur 11,060 32,401 2 Kentang 9,721 6,807 3 Polong-polongan 6,449 4,815 4 Lainnya 6,782 10,694 C. Perkebunan 43,759 88,863 1 Kapas 39,300 83,278 2 Gula Tebu 4,160 3,117 3 Kakao 172 1,231 4 Kacang Mete 63 661 5 Lainnya 65 576 D. Peternakan 153,134 324,112 1 Sapi Hidup 43,850 120,934 2 Daging Lembu 13,823 67,044
3 Susu dan Kepala Susu 13,293 48,237
4 Lainnya 82,168 87,896
PERTANIAN 2,392,405 1,275,616
Sumber: BPS, diolah Pusdatin Amerika Serikat menduduki peringkat kedua sebagai negara yang banyak melakukan ekspor ke Indonesia pada periode bulan Januari - Juni 2013. Nilai impor sub sektor tanaman pangan Indonesia dari Amerika Serikat mencapai US$ 557,09 juta dengan komoditas paling banyak diimpor adalah komoditas kedelai sebesar US$ 511,39 juta. Disusul komoditas gandum/meslin sebesar US$ 36,51 juta.
Impor komoditas perkebunan dari Amerika Serikat mencapai US$ 159,02 juta dengan komoditas utama kapas sebesar US$ 143,57 juta. Selanjutnya, impor komoditas hortikultura dari negara ini sebesar US$ 69,03 juta dengan 3 komoditas utama apel sebesar US$ 25,25 juta. Sementara impor komoditas peternakan dari negara ini sebesar US$ 209,68 juta dengan komoditas utama susu dan
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V Nomor 3 Tahun 2013
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 13
kepala susu sebesar US$ 83,92 juta. Komoditas pertanian utama yang diimpor dari negara Amerika Serikat
pada periode Januari - Juni 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 8.
Tabel 8. Impor komoditas pertanian Indonesia dari Amerika Serikat, Januari – Juni 2013
No Sub Sektor /Komoditas Volume (Ton) Nilai (US$ 000)
A. Tanaman Pangan 921,958 557,093 1 Kedelai 828,556 511,394 2 Gandum/meslin 88,387 36,507 3 Lainnya 5,015 9,193 B. Hortikultura 44,840 69,029 1 Apel 19,043 25,247 2 Jeruk 6,459 10,523 3 Kentang 6,748 8,932 4 Lainnya 12,590 60,176 C. Perkebunan 73,471 159,023 1 Kapas 71,585 143,573 2 Tembakau 1,385 11,856 3 Kopi 187 899 5 Lainnya 314 2,695 D. Peternakan 128,046 209,678
1 Susu dan Kepala Susu 23,562 83,923
2 Mentega 13,595 23,525
3 Keju dan Dadih Susu 2,726 11,696
4 Lainnya 88,163 90,534
PERTANIAN 1,168,314 994,824
Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V No.3 Tahun 2013
14 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
V. EKSPOR IMPOR KOMODITAS
PERTANIAN UTAMA MENURUT
NEGARA TUJUAN/ASAL
Ekspor utama komoditas pertanian Indonesia bulan Januari - Juni 2013 meliputi gandum/meslin (tanaman pangan), nenas (hortikultura), kelapa sawit dan karet (perkebunan), kulit dan jangat serta susu dan kepala susu (peternakan). Ekspor gandum meslin dengan wujud olahan/segar senilai US$ 19,98 juta dengan tujuan utamanya adalah Philipina sebesar US$ 6,24 juta, serta Timur Leste sebesar US$ 3,90 juta. Pada sub sektor hortikultura, komoditas nenas merupakan komoditas andalan ekspor Indonesia dengan tujuan utamanya adalah Amerika Serikat sebesar US$ 20,38 juta.
Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan perkebunan banyak diekspor ke India diikuti China. Nilai ekspor kelapa sawit ke India mencapai US$ 2,52 milyar, China senilai US$ 997,84 juta dan Belanda senilai US$ 680,08 juta. Disamping itu juga diekspor ke Italia dan Pakistan. Komoditas perkebunan lainnya yang juga menopang surplus neraca
perdagangan adalah karet, dengan negara tujuan utamanya adalah Amerika Serikat senilai US$ 835,78 juta, China senilai US$ 724,16 juta, dan Jepang senilai US$ 570,03 juta.
Kulit dan jangat merupakan komoditas unggulan peternakan yang banyak diekspor, dan sebagian besar ditujukan ke Hongkong senilai US$ 17,51 juta dan Vietnam senilai US$ 13,82 juta. Komoditas lainnya menopang surplus neraca perdagangan adalah susu dan kepala susu, dengan negara tujuan utamanya adalah Algeria senilai US$ 9,38 juta, Malaysia senilai US$ 8,28 juta, dan Vietnam senilai US$ 4,08 juta. Ekspor komoditas utama pertanian Indonesia ke negara tujuan secara rinci tersaji pada Tabel 9.
Dari sisi impor, selama bulan Januari – Juni tahun 2013, komoditas pertanian yang dominan diimpor untuk masing-masing sub sektor adalah gandum/meslin (tanaman pangan), bawang putih dan apel (hortikultura), kapas dan tembakau (perkebunan) serta susu dan kepala susu (peternakan). Impor gandum/meslin Indonesia pada bulan Januari - Juni
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V Nomor 3 Tahun 2013
Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian 15
2013 senilai US$ 1,35 milyar, dengan pemasok utama adalah Australia sebesar US$ 807,58 juta.
Bawang putih dan apel merupakan komoditas hortikultura yang banyak diimpor oleh Indonesia, dimana negara pemasok utamanya adalah China. Bawang putih dipasok dari China sebesar US$ 151,61 juta dan apel senilai US$ 81,17 juta. Negara-negara berikutnya yang memasok bawang putih ke Indonesia adalah Amerika Serikat, India, Perancis dan Vietnam. Sementara negara lainnya pemasok apel adalah Amerika Serikat, Belanda, Afrika Selatan dan Austria.
Komoditas perkebunan yang banyak diimpor Indonesia selama bulan Januari - Juni 2013 adalah kapas yang mencapai US$ 686,95 juta. Kapas diimpor oleh Indonesia sebagian besar berasal Amerika Serikat senilai US$ 143,57 juta. Negara berikutnya sebagai pemasok kapas ke Indonesia adalah Brazil, Australia, India dan Yunani.
Tembakau merupakan komoditas perkebunan yang juga banyak diimpor. Pada periode Januari – Juni 2013 nilai impor tembakau adalah sebesar US$ 274,75 juta. Negara pemasok terbesar tembakau ke Indonesia adalah China yaitu sebesar 112,72 juta. Negara lainnya yang memasok tembakau adalah Turki, Brazil, Philipina, dan Amerika Serika.
Impor komoditas peternakan pada periode Januari - Juni tahun 2013 yang mencapai US$ 397,46 juta yaitu susu dan kepala susu. Pemasok utama komoditas ini adalah Belanda senilai US$ 138,46 juta, Amerika Serikat senilai US$ 83,92 juta dan Australia senilai US$ 48,24 juta. Negara lainnya pemasok susu dan kepala susu adalah Belgia dan Jerman.
Ekspor dan impor beberapa komoditas utama pertanian Indonesia menurut negara tujuan/asal pada periode bulan Januari - Juni tahun 2013 secara rinci disajikan pada Tabel 9.
Buletin Triwulanan Ekspor Impor Volume V No.3 Tahun 2013
16 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian
Tabel 9. Ekspor dan impor komoditas utama pertanian Indonesia menurut negara tujuan/asal, Januari - Juni 2013
Volume (Ton) Nilai (US$ 000) Volume (Ton) Nilai (US$ 000) Gandum/Meslin 34,521 19,979 Gandum/Meslin 3,436,597 1,348,483 Philippina 10,203 6,235 Australia 2,161,338 807,585
Timor Leste 6,945 3,899 Kanada 771,416 318,072
Korea Selatan 4,940 2,743 India 272,205 89,799
Thailand 1,964 1,222 Amerika Serikat 88,387 36,507
Singapura 1,575 963 Sri Lanka 44,439 20,990
Lainnya 8,894 4,917 Lainnya 98,813 75,530
Nenas 75,785 68,439 Bawang Putih 191,209 153,145
Amerika Serikat 23,755 20,381 China 190,676 151,610
Spanyol 6,964 6,962 Amerika Serikat 251 1,153
Belanda 6,173 6,505 India 208 158
Argentina 4,940 4,145 Perancis 5 78
Jerman 5,699 3,869 Vietnam 58 52
Lainnya 28,254 26,576 Lainnya 11 95
Kelapa Sawit 13,093,662 8,907,717 Apel 84,804 113,056
India 3,348,010 2,520,658 China 61,820 81,173
China 1,454,377 997,837 Amerika Serikat 19,043 25,247
Belanda 1,440,883 680,078 Belanda 2,901 5,003
Itali 547,306 428,671 Afrika Selatan 542 600
Pakistan 475,499 351,082 Austria 174 456
Lainnya 5,827,586 3,929,391 Lainnya 324 578
Karet 1,307,238 3,652,663 Kapas 355,302 686,950
Amerika Serikat 298,173 835,782 Amerika Serikat 71,585 143,573
China 259,506 724,165 Brazil 72,817 141,911
Jepang 203,829 570,027 Australia 39,300 83,278
Korea Selatan 74,184 207,064 India 25,506 47,430
India 58,562 159,435 Yunani 17,690 33,600
Lainnya 412,984 1,156,190 Lainnya 128,403 237,158
Kulit dan Jangat 4,287 66,091 Tembakau 54,601 274,746
Hong Kong 1,386 17,514 China 24,635 112,717
Vietnam 475 13,816 Turki 4,149 32,659
China 830 11,040 Brazil 4,766 21,397
Malaysia 307 6,042 Philipina 4,961 17,251
India 438 5,301 Amerika Serikat 1,385 11,856
Lainnya 851 12,377 Lainnya 14,705 78,866
Susu dan Kepala Susu 18,981 36,918 Susu dan Kepala Susu 106,735 397,464
Algeria 2,260 9,379 Belanda 37,189 138,457
Malaysia 2,708 8,282 Amerika Serikat 23,562 83,923
Vietnam 1,307 4,081 Australia 13,293 48,237
Singapura 3,693 3,733 Belgia 7,092 22,241
Nigeria 2,439 3,514 Jerman 5,437 18,734
Lainnya 6,574 7,929 Lainnya 20,161 85,871
Sumber: BPS, diolah Pusdatin
Komoditas/Negara Tujuan
Ekspor
Komoditas/Negara Asal