BAB III METODE PENELITIAN. Tempat yang dijadikan objek penelitian ini adalah pada PT. Pupuk

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Lokasi Penelitian

Tempat yang dijadikan objek penelitian ini adalah pada PT. Pupuk Sriwidjaja yang berlokasi di Jalan. Taman Anggerk Kemanggisan Jaya Jakarta 11480.

2. Sejarah dan Perkembangan PT. Pupuk Sriwidjaja

PT. Pupuk Sriwidjaja didirikan pada tanggal 24 Desember 1959 di Palembang, Sumatera Selatan. PT. Pusri merupakan pabrik urea pertama di Indonesia. Bermula dengan satu unit pabrik berkapasitas 100 ribu ton urea per tahun, perusahaan mengalami perkembangan pesat sepanjang tahun 1972 hingga 1994 dengan dibangunnya beberapa pabrik baru sehingga meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 2,26 juta ton urea per tahun.

Mengiringi pembangunan pabrik-pabrik baru dan bersamaan dengan munculnya sejumlah pabrik pupuk lain di Indonesia, PT. Pusri mulai mengubah orientasi produksi ke orientasi pasar. Dengan bantuan pinjaman Bank Dunia, PT. Pusri membangun jaringan distrubusi dan pemasaran. Berikut sarana dan prasarana pendukungnya hingga menjangkau segenap pelosok nusantara. Sejak tahun 1979 pemerintah menugaskan PT. Pusri

(2)

untuk melaksanakan distribusi dan pemasaran pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Indonesia hingga dibebaskannya tata niaga pupuk serta saat ini pemerintah memutuskan dibentuknya rayonisasi wilayah pemasaran dan distribusi pupuk bersubsidi mulai tahun 2003.

Disamping kompetensi dibidang distribusi dan pemasaran, perusahaan juga memberikan perhatian khusus kepada pembinaan SDM dalam proses alih teknologi untuk menangani pemeliharaan dan pembangunan pabrik pupuk secara swakelola.

Sebagai cikal bakal industri pupuk nasional, PT. Pusri merupakan pemasok tenaga-tenaga ahli perpupukan yang handal bagi perusahaan-perusahaan pupuk Indonesia yang didirikan kemudian. Banyak tenaga ahli PT. Pusri yang dipercaya memberikan bantuan konsultasi dalam berbagai masalah di pabrik-pabrik pupuk di dalam negeri maupun mancanegara.

Visi : Menjadi perusahaan kelas dunia dalam industry pupuk, petrokimia dan jasa-jasa teknik melalui maksimalisasi nilai untuk perusahaan dan kepuasan pelanggan.

Misi : Memproduksi dan memasarkan pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional ( swasembada pangan), produk-produk petrokimia dan

jasa-jasa teknik di pasar nasional dan global dengan memperhatikan aspek mutu secara menyeluruh.

(3)

PT. Pupuk Sriwidjaja yang lebih dikenal sebagai PT. Pusri merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran pupuk. PT. Pusri yang memiliki Kantor Pusat dan Pusat Produksi berkedudukan di Palembang, Sumatera Selatan. Merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia.

Dari aspek permodalan PT. Pusri juga mengalami perubahan seiring perkembangan industi pupuk di Indonesia. Berdasarkan peraturan Pemerintah No.28 tanggal 7 Agustus 1977 ditetapkan bahwa seluruh saham pemerintah pada industri pupuk PT. Pupuk Kujang, PT. Pupuk Iskandar Muda, PT. Pupuk Kalimantan Timur, Tbk dan PT. Petrokimia Gresik sebesar Rp. 1.829.290 juta dialihkan kepemilikannya kepada PT. Pupuk Sriwidjaja.

3. Struktur Organisasi

Sebagai upaya mengantisipasi perubahan lingkungan usaha yang semakin cepat dan menghadapi tantangan usaha yang semakin kompleks, maka diperlukan struktur organisasi yang dinamis dan sehat yang dapat mendukung pengelolaan perusahaan dari waktu ke waktu agar tujuan

perusahaan dapat tercapai secara efisien dan efektif maka perlu ditetapkan struktur organisasi.

(4)

Struktur dan komposisi organisasi PT. Pusri yang berlaku saat ini adalah struktur organisasi sebagaimana yang telah diputuskan dalam Surat Keputusan Direksi No. SK/DIR/184/2005 tanggal 14 Oktober 2005.

Adapun fungsi-fungsi pokok masing-masing komposisi dalam struktur organisasi PT. Pusri adalah sebagai berikut:

a. Direktorat Utama

Direktorat Utama adalah suatu bagian dari organisasi yang kegiatan sehari-harinya berada langsung dibawah pembinaan dan pengendalian Direktur Utama.

Fungsi pokok dari direktorat ini adalah mendukung fungsi dan peran jabatan Direktur Utama dalam menjalankan tugasnya sehari-hari, khususnya untuk bidang-bidang yang berkaitan dengan fungsi-fungsi Sekretaris Perusahaan dan Satuan Pengawasan Intern.

Fungsi utama Sekretaris Perusahaan adalah mengikuti perkembangan peraturan-peraturan yang berlaku dan memastikan bahwa perusahaan mematuhi peraturan tersebut, memberikan pelayanan kepada Pemegang Saham, Komisaris, Direksi serta pemilik saham lainnya atas informasi yang berkaitan dengan kondisi perusahaan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memberikan informs segera atas kejadian aktual yang sebenarnya terjadi di perusahaan sebagai respon atas adanya rumor-rumor atau isu-isu baik bersifat positif maupun negatif kepada pemilik saham.

(5)

Satuan Pengawasan Intern (SPI) merupakan organ pendukung Direksi yang berfungsi sebagai pengawas serta penyedia jasa konsultasi, jaminan obyektif dan independent untuk menambah nilai dan meningkatkan / memperbaiki operasi perusahaan dan dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab kepada Direktur Utama.

b. Direktorat Produksi

Direktorat Produksi adalah suatu bagian dari organisasi perusahaan yang kegiatan sehari-harinya berada langsung dibawah pembinaan dan pengendalian Direktur Produksi. Fungsi pokok Direktorat ini adalah menjalankan kegiatan produk melalui unit-unit organisasi yang berperan didalam mengoperasikan peralatan dan sarana penunjang produksi, produk sampingan serta sarana pendukung produksi lainnya dan mengelola serta mengkoordinasikan seluruh aktifitas yang berkaitan dengan teknik produksi dan teknik keandalan serta jaminan kualitas.

Direktur Produksi membawahi General Manajer dan beberapa Manajer yaitu:

1) Manajer Teknik Keandalan dan Jaminan Kualitas 2) Manajer Teknik Produksi

3) Manajer Pemeliharaan

4) Manajer Produksi II 5) Manajer Produksi I.

(6)

c. Direktorat Pemasaran

Direktorat Pemasaran adalah suatu bagian dari organisasi perusahaan yang kegiatan sehari-harinya berada langsung di bawah pembinaan dan pengendalian Direktur Pemasaran. Fungsi pokok dari Direktorat ini adalah mengelola dan mengembangkan usaha pemasaran pupuk, baik untuk memenuhi program pemerintah maupun untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam neger serta mengelola pelaksanaan ekspor pupuk urea dan amoniak, penjualan pupuk urea dan sektor industri dan penjualan dengan produk lainnya sesuai dengan target yang telah ditetapkan perusahaan serta tetap berpedoman kepada ketentuan Pemerintah yang berlaku. Melaksanakan pengadaan pupuk nonsubsidi dan penyalurannya untuk subsektor perkebunan dan subsektor non pangan lainnya di dalam negeri. Mengelola tugas-tugas yang meliputi operasional kapal dan kegiatan pengantongan pupuk dan produk-produk lain.

Direktur Pemasaran membawahi General Manajer dan beberapa Manajer yaitu :

1) Manajer Pemasaran Wilayah I 2) Manajer Pemasaran Wilayah II

3) Manajer Perencanaan dan Pengembangan Pemasaran dan Sinergi 4) Manajer Pengadaan dan Ekspor

(7)

d. Direktorat Teknik dan Pengembangan

Direktorat Teknik dan Pengembangan suatu bagian dari organisasi perusahaan yang kegiatan sehari-harinya adalah berada langsung dibawah pembinaan dan pengendalian Direktur Teknik dan Pengembangan. Fungsi utama dari Direktorat ini adalah mengelola kegiatan jasa rancang bangunan dan perekayasaan, jasa pemeliharaan pabrik serta jasa teknik lainnya baik untuk kepentingan intern maupun ekstern perusahaan.

Direktur Teknik dan Pengembangan membawahi General Manajer dan beberapa Manajer yaitu :

1) Manajer Teknologi Informasi

2) Manajer Perencanaan dan Sistem Manajemen 3) Manajer Pengadaan

4) Manajer Jasa Pabrik

5) Manajer Rancang Bangunan dan Perekayasaan 6) Manajer Pengembangan Usaha dan Teknologi

e. Direktorat Keuangan

Direktorat keuangan adalah suatu bagian dari organisasi perusahaan yang kegiatan sehari-harinya berada langsung dibawah pembinaan dan pengendalian Direktur Keuangan. Fungsi utama direktorat ini adalah

mengelola sumber daya perusahaan dalam bidang keuangan meliputi pengendalian penerimaan dan pengeluaran serta penempatan dana.

(8)

Mengelola sumber dan penggunaan dana perusahaan, menyelenggarakan kegiatan akuitansi perusahaan dan melakukan analisis administrasi keuangan.

Direktur Keuangan membawahi General Manajer dan beberapa Manajer yaitu sebagai berikut :

1) Manajer Manajemen Resiko

2) Manajer Manajemen Operasi dan Pengembangan Holding 3) Manajer Analisis dan Administrasi Keuangan Holding 4) Manajer Akuitansi

5) Manajer Keuangan

f. Direktorat Sumber Daya Manusia dan Umum

Direktorat Sumber Daya Manusia dan Umum adalah suatu bagian dari organisasi perusahaan yang kegiatan sehari-harinya berada langsung dibawah pembinaan dan pengendalian Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum. Fungsi Pokok Direktorat ini adalah memberikan jasa-jasa pelayanan administrasi dan umum untuk keperluan perusahaan, mengelola system informasi manajemen perusahaan, mengelola kegiatan pembinaan dan pengawasan anak-anak perusahaan dan yayasan. Mengelola dan mengendalikan program kemitranaan usaha kecil dan bina wilayah, menjaga keamanan aset perusahaan serta

membawahi perwakilan PUSRI Jakarta.

(9)

Direktorat Sumber Daya Manusia dan Umum membawahi General Manajer dan Beberapa Manajer yaitu :

1) Kepala Perwakilan PUSRI Jakarta 2) Manajer Sekuriti

3) Manajer Kemitraan Usaha Kecil dan Bina Wilayah 4) Manajer Umum

5) Manajer SDM

4. Produk Yang Dihasilkan

Produk yang dihasilkan oleh PT. PUSRI tediri dari Produk Utama dan Produk Samping. Produk utamanya adalah Amoniak dan Urea. Sedangkan Produk samping PT. PUSRI adalah Amoniak, Nitrogen, dan Oksigen cair, dan CO2 dan es kering (dry ice)

(10)

B. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian ini adalah untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu.

C. Hipotesis

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang diteliti kebenarannya perlu diuji secara hipotesis. Kemudian digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut. Perumusan hipotesis dalam penelitian skripsi ini sebagai berikut: “ Promosi Jabatan Yang Dilakukan PT. Pupuk Sriwidjaja, Jakarta

Mempunyai Pengaruh Yang Signifikan Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan”.

D. Variabel dan Skala Pengukurannya

Menjelaskan variabel-variabel yang sudah diidentifikasikan, maka diperlukan definisi operasional dari masing-masing variabel sebagai upaya pemahaman dalam penelitian. Definisi operasional dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Variabel Bebas (independence) : Promosi Jabatan (X)

(11)

Skala yang digunakan adalah skala pengukuran ordinal, yaitu mengurutkan responden dari tingkat yang paling rendah ketingkat yang paling tinggi.

E. Definisi Operasional Variabel

Tabel. 3.1 Operasional Variabel

Variabel Indikator Skala Ukur

Promosi Jabatan (X) 1. Prestasi Kerja 2. Pendidikan 3. Kecakapan 4. Jujur 5. Komunikatif 6. Disiplin 7. Kepemimpinan 8. Loyalitas 9. Kerjasama Likert

Kepuasan Kerja (Y)

1. Sifat dasar pekerjaan 2. Penyeliaan

3. Upah sekarang 4. Kesempatan promosi

5. Hubungan dengan rekan kerja

Likert

Sumber: Malayu (2007:111-113) dan Robbins (2003:102), diolah penulis

Skala pengukuran variabel yang digunakan adalah skala likert yaitu suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2007:86).

(12)

Adapun pengukuran dengan skala likert yang penulis gunakan yaitu: Sangat tidak Setuju (STS) =1

Tidak Setuju (TS) =2

Ragu-ragu (RR) =3

Setuju (S) =4

Sangat Setuju (SS) =5

F. Metode Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah:

a. Wawancara adalah kegiatan untuk mengumpulkan data pada objek penelitian dengan cara melakukan tanya jawab secara langsung kepada responden.

b. Kuesioner adalah pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan melalui daftar pertanyaan pada objek penelitian yang sesuai dengan variabel yang diteliti.

c. Studi dokumentasi adalah pengumpulan data dan informasi dari buku-buku, literature, jurnal, internet dan sumber data lain yang berhubungan dengan objek penelitian yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan terhadap penelitian ini.

(13)

G. Jenis Data

Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu:

a. Data primer yaitu jenis data yang dapat diambil dari individu atau perseorangan seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner.

b. Data sekunder yaitu merupakan data yang diperoleh melalui buku-buku referensi, jurnal, arsip-arsip dan bahan-bahan perkuliahan yang dianggap menjadi referensi pendukung berupa teori-teori dan informasi yang berhubungan dengan penelitian.

H. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek/subjek yang merupakan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. PT. Pupuk Sriwidjaja Jakarta terdiri dari karyawan tetap dan karyawan kontrak. Pada penelitian ini yang menjadi sample adalah seluruh karyawan tetap KPJ yang berjumlah 42 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sample jenuh yaitu teknik pengambilan sampel semua populasi yang digunakan sebagai sampel dan dikenal juga dengan istilah sensus.

(14)

I. Metode Analisis Data

Peneliti menggunakan teknik analisis data sebagai berikut:

a. Metode Analisis Deskriptif

Merupakan metode yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menganalisa data sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah yang diteliti.

b. Uji Validitas dan Realibilitas

Validitas sebuah alat ukur ditunjukkan dari kemampuannya mengukur apa yang seharusnya diukur. Kuesioner dikatakan valid apabila instrumen

tersebut benar-benar mampu mengukur besarnya nilai variabel yang diteliti. Pengajuan validitas tiap butir atau item digunakan analisis item dengan kriteria pengambilan keputusan:

1) Jika Rhitung > Rtabel maka butir tersebut valid 2) Jika Rhitung < Rtabel maka butir tersebut tidak valid

Realibilitas pada dasarnya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya jika hasil pengukuran yang dilakukan secara berulang relatif sama maka pengukuran tersebut dianggap memiliki tingkat realibilitas yang baik. Realibilitas yang baik jika Alpha Cronbach > 0.6 (Suliyanto, 2006:146).

(15)

c. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas dengan Normal P-Plot

Uji normalitas ini bertujuan untuk mengetahui distribusi data dalam variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak digunakan dalam penelitian adalah data yang memiliki distribusi normal. Uji normalitas data dapat dilihat dari hasil gambar output SPPS Normal P-Plot yang menunjukkan sebaran data penelitian. Suatu variabel dikatakan normal jika gambar distribusi dengan titik-titik data yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebaran titik-titik data searah mengikuti garis diagonal.

2. Uji Heteroskedastisitas

Pengujian ini digunakan untuk melihat apakah variabel pengganggu mempunyai varian yang sama atau tidak. Heteroskedastisitas mempunyai suatu keadaan bahwa varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain berbeda. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan melihat grafik scatterplot pada SPSS Versi 16. Dasar analisisnya adalah sebagai berikut:

a. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur bergelombang, melebar kemudian menyempit, maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.

b. Jika ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

(16)

Y = a + bX + e d.Metode Regresi Linier Sederhana

Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal suatu variabel independent (promosi jabatan) dengan satu variabel dependent (kepuasan kerja). Persamaan umum regresi linier sederhana adalah:

Keterangan:

Y : Kepuasan kerja karyawan a : Konstan

b : Koefisien regresi X : Promosi jabatan e : error

e. Uji Ketepatan

1. Uji t (uji secara parsial) yaitu membuktikan hipotesis awal tentang pengaruh promosi jabatan sebagai variabel bebas terhadap kepuasan kerja karyawan sebagai variabel tidak bebas.

a). Ho : bi = 0

Artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel tidak bebas (Y).

(17)

b). Ha : bi ≠ 0

Artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel tidak bebas (Y).

Kriteria pengambilan keputusan:

1. Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5% 2. Ha diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5%

f. Analisisi Korelasi Spearman

Korelasi spearman rank bisa juga disebut korelasi berjenjang, korelasi berpangkat, dan ditulis dengan notasi (rs). Kegunaannya untuk mengukur

tingkat atau eratnya hubungan antara dua variabel yaitu variabel bebas dan variabel terikat yang berskala ordinal

Rumus Korelasi Spearman Rank :

Keterangan :

rs = Nilai Korelasi Spearman Rank d2 = Selisih setiap pasangan rank n = Jumlah sampel atau data

(18)

r = 0 atau mendekati 0, maka tidak terdapat hubungan dan hubungan antara kedua variabel sangat lemah.

r = +1 atau mendekati 1, maka terdapat hubungan yang positif dan hubungan antara kedua variabel sangat kuat.

r = -1 atau mendekati -1, maka terdapat hubungan yang negatif dan hubungan antara kedua variabel sangat kuat.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :