• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah

1

TRIWULAN III-2004

Kegiatan usaha pada triwulan III-2004 mengalami ekspansi yang signifikan dan diperkirakan masih berlanjut pada triwulan berikutnya.

Kegiatan Usaha

Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia pada triwulan III-2004 yang dilakukan terhadap 1765 perusahaan mengindikasikan terjadinya ekspansi atau peningkatan produksi. Hal ini tercermin dari saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 17,04%, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (SBT 13,93%). Indikasi meningkatnya kegiatan usaha juga tercermin dari persepsi membaiknya kondisi keuangan, situasi bisnis, volume permintaan/pesanan /kontrak dan volume pesanan luar negeri. Peningkatan kegiatan usaha yang terjadi diiringi dengan peningkatan pemakaian bahan baku dan antara. Penyebab utama terjadinya ekspansi adalah meningkatnya permintaan terutama permintaan dalam negeri. Selain itu ekspansi juga dipengaruhi antara lain oleh adanya faktor musiman (persiapan menghadapi hari raya idul fitri, natal dan tahun baru), membaiknya situasi pasar, meningkatnya pendapatan bunga kredit di sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan, semakin variatifnya barang/jasa yang dijual, keberhasilan panen yang menyebabkan produksi padi dalam negeri

meningkat di sektor pertanian dan peningkatan jam kerja. Ditinjau secara sektoral,

semua sektor (9 sektor) secara net mengalami ekspansi dengan sumbangan

ekspansi terbesar berasal dari sektor Industri Pengolahan dan sektor keuangan,

persewaan dan jasa perusahaan, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor jasa-jasa. Secara sub sektor, terdapat hanya 2 (dua) sub sektor yang mengalami kontraksi atau penurunan kegiatan usaha yaitu sub sektor kehutanan dari sektor pertanian, dan sub sektor pengangkutan dari sektor pengangkutan dan komunikasi. Kontraksi yang terjadi di sub sektor kehutanan bahkan terjadi semenjak triwulan II 2003. Hal ini diperkirakan sebagai dampak dari illegal logging.

Pada triwulan IV-2004 mendatang, para pengusaha memperkirakan akan terjadi peningkatan kegiatan usaha pada seluruh (9) sektor ekonomi. Hal ini tercermin pada angka saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 20.25%. Perkiraan peningkatan tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini memang sesuai dengan pola siklus kegiatan usaha yang cenderung turun pada triwulan IV (lihat grafik 1). Peningkatan perkiraan kegiatan usaha diatas terutama disebabkan oleh faktor musiman yaitu adanya perayaan hari raya idul fitri, natal dan tahun baru. Sehingga diperkirakan permintaan barang/jasa dari pasar dalam negeri meningkat dan situasi pasar akan kondusif. Selain itu ekspansi juga dipengaruhi antara lain oleh keberhasilan panen, meningkatnya pendapatan

bunga kredit (khusus untuk sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan)

dan semakin variatifnya jenis barang/jasa yang dijual. Sektor utama yang menjadi pendorong peningkatan perkiraan kegiatan usaha pada triwulan IV-2004

bersumber dari sektor industri pengolahan disusul oleh sektor perdagangan, hotel

dan restoran. Adapun sub sektor industri semen dan barang galian bukan logam

di sektor industri pengolahan merupakan satu-satunya sub sektor yang

diperkirakan akan mengalami kontraksi. Indikasi membaiknya perkiraan kegiatan usaha terutama tercermin dari ekspektasi terhadap situasi bisnis dan volume permintaan/pesanan/kontrak.

Kegiatan usaha triwulan III-2004 mengalami

ekspansi yang signifikan

KEGIATAN DUNIA USAHA

KEGIATAN DUNIA USAHA

KEGIATAN DUNIA USAHA

KEGIATAN DUNIA USAHA

B U S I N E S S S U R V E Y

Metodologi

Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan sejak triwulan I-1993 terhadap sekitar 1.700 perusahaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan atau pengisian kuesioner langsung oleh responden. Secara umum, metode pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode saldo bersih (net balance), yakni dengan menghitung selisih antara persentase jumlah responden yang memberikan jawaban “meningkat” dengan persentase jumlah responden yang memberikan jawaban “menurun” dan mengabaikan jawaban “sama”. Adapun untuk mengukur kegiatan usaha, harga jual dan penggunaan tenaga kerja dilakukan dengan metode Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang diperoleh dari hasil perkalian saldo bersih sektor/subsektor yang bersangkutan dengan bobot sektor/subsektor yang bersangkutan sebagai penimbangnya.

Untuk triwulan IV-2004 diperkirakan mengalami ekspansi yang melemah

(2)

Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah

2

Grafik 1

Perkembangan Kegiatan Usaha

- 1 5 . 0 0 - 1 0 . 0 0 - 5 . 0 0 0 . 0 0 5 . 0 0 1 0 . 0 0 1 5 . 0 0 2 0 . 0 0 2 5 . 0 0 3 0 . 0 0 3 5 . 0 0 4 0 . 0 0

I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV *

2 0 0 0 2 0 0 1 2 0 0 2 2 0 0 3 2 0 0 4

R e a lis a s i K e g ia t a n U s a h a Pr a k ir a a n K e g ia t a n U s a h a

Harga Jual

Harga jual / tarif / tingkat bunga selama triwulan III-2004 diindikasikan mengalami kenaikan dengan saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 12.30%, menurun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (SBT 13.54%). Dari 9

sektor ekonomi yang disurvei, hanya sektor keuangan,persewaan dan jasa

perusahaan yang mengalami penurunan. Penyumbang terbesar dari kenaikan

harga berasal dari sektor pertambangan (SBT 4,60%) dan sektor industri

pengolahan (SBT 2,74%). Kenaikan harga jual tersebut disebabkan oleh naiknya biaya bahan baku/penolong, biaya operasional dan biaya distribusi barang/jasa. Secara spesifik naiknya harga minyak di pasar internasional banyak disebut oleh responden sebagai pendorong utama. Selain itu meningkatnya kualitas barang/jasa, fluktuasi nilai rupiah dan faktor musiman juga mempengaruhi peningkatan harga jual / tarif / tingkat bunga selama triwulan ini.

Harga jual / tarif / tingkat bunga pada triwulan IV-2004 diperkirakan akan mengalami kenaikan seperti dicerminkan oleh SBT sebesar 12.06%. Perkiraan

kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh faktor demand, biaya operasional

dan harga kompetisi. Adanya hari besar berupa hari raya idul fitri, natal dan tahun baru yang jatuh pada bulan November-awal Januari akan menyebabkan peningkatan permintaan yang pada akhirnya mempengaruhi harga jual. Selain itu meningkatnya biaya operasional dan menurunnya persaingan dengan produk sejenis juga diperkirakan akan mempengaruhi kenaikan harga jual. Pada triwulan IV ini diperkirakan kenaikan harga / tarif / tingkat terjadi pada hampir seluruh sektor ekonomi. Satu-satunya sub sektor yang diperkirakan akan mengalami penurunan adalah sub sektor kehutanan (di sektor pertanian).

Penggunaan Tenaga Kerja

Penggunaan tenaga kerja pada triwulan III-2004 mengindikasikan terjadinya peningkatan (SBT 3,22%), lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (SBT

2,44%). Dari 9 sektor ekonomi yang disurvei hanya sektor pertambangan yang

mengalami penurunan penggunaan tenaga kerja. Sektor keuangan, persewaan

dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa masih merupakan penyumbang terbesar dalam peningkatan penggunaan tenaga kerja.

Penggunaan tenaga kerja pada triwulan IV-2004 mendatang diperkirakan tetap meningkat dengan SBT sebesar 6,67%. Peningkatan tersebut diperkirakan

dialami oleh seluruh sektor ekonomi kecuali sektor pertambangan dan sektor

Harga Jual mengalami kenaikan

Indikasi peningkatan penggunaan tenaga kerja terjadi pada triwulan III-2004

... dan diprakirakan akan tetap meningkat pada triwulan IV-2004

% SBT

Survei Kegiatan Dunia Usaha

...diprakirakan masih akan mengalami kenaikan pada triwulan IV-2004

(3)

Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah

3

bangunan. Peningkatan terbesar terjadi pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran.

Kapasitas Produksi

Kapasitas produksi rata-rata pada triwulan III 2004 adalah 70,49%, yang berarti menurun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (rata-rata triwulan II 2004 = 73,63%). Namun masih lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata triwulan III 2003 (66,70%). Penurunan tersebut tampaknya kurang searah dengan indikasi ekspansi usaha seperti tampak pada grafik 1. Penurunan kapasitas produksi kemungkinan dipengaruhi oleh stok (persediaan) yang masih tinggi (yaitu SB=4,70% di triwulan III 2004 dibanding SB=1,4% di triwulan II 2004). Monitoring kapasitas produksi dalam survei ini hanya dilakukan pada 4 sektor ekonomi yaitu

sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor industri pengolahan dan sektor

listrik, gas dan air bersih.

Kondisi Keuangan

Menurut responden kondisi keuangan (likuiditas perusahaan) pada triwulan III-2004 dalam kondisi baik. Hal tersebut tercermin dari hasil survei yang mencatat saldo bersih (SB) 28,89%, meningkat tipis jika dibandingkan dengan kondisi keuangan pada triwulan sebelumnya (SB 28,87%).

Akses Kredit

Pada triwulan III-2004, responden yang menyatakan bahwa dalam memperoleh/akses kredit ke bank adalah sulit masih lebih banyak dibandingkan dengan yang menyatakan sebaliknya (SB -2,37%). Namun jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya menunjukkan trend membaik (SB -4,40%). Hal ini berarti jumlah responden yang mengalami kesulitan dalam akses kredit ke Bank berkurang apabila dibandingkan hasil survei triwulan sebelumnya. Dari 9 sektor, terdapat 4 sektor yang mengalami kesulitan dalam akses kredit, yaitu sektor pertanian, sektor bangunan, sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor jasa-jasa. Beberapa faktor penyebab adalah terlalu rumitnya persyaratan kredit dan masih tingginya suku bunga kredit serta kebijakan bank.

Situasi Bisnis

Persepsi para responden terhadap situasi bisnis/usaha pada triwulan III-2004 mengindikasikan optimisme. Hal tersebut tercermin dari saldo bersih sebesar 27,62%, lebih optimis jika dibandingkan dengan triwulan II (SB 24,88%). Sementara itu, persepsi para responden terhadap situasi bisnis/usaha pada enam bulan yang akan datang masih menunjukkan kondisi optimis (SB 35,54%), meningkat jika dibandingkan dengan hasil survei pada triwulan sebelumnya (SB 34.12%).

Prakiraan Inflasi

Dengan melihat perkembangan harga-harga secara umum yang terjadi sampai pada triwulan III-2004, para pengusaha memperkirakan laju inflasi selama tahun 2004 secara rata-rata sederhana sebesar 7,37% meningkat tipis dibandingkan triwulan sebelumnya (7,30%) dengan modus tetap berada pada level 5%.

Kondisi membaik

Laju inflasi pada tahun 2004 diprakirakan sebesar 7,37% optimis terhadap situasi bisnis triwulan berjalan dan enam bulan yang akan datang Akses kredit ke bank relatif

membaik meskipun masih sulit Rata-rata mencapai 70,49%

(4)

Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah

4

Tabel 1

Perkembangan Kegiatan Usaha

(Dalam Persentase Saldo Bersih Tertimbang - %SBT)

Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV*

AKTUAL

P e r t a n i a n 0.49 -0.64 -1.37 -1.72 -4.49 -1.23 -0.21 2.30 -1.85 1.58 0.44 -2.66 0.72 -0.99 -1.54 0.00 0.08 2.21 0.67 Pertambangan -6.20 -1.87 3.08 0.00 2.19 1.87 2.49 -3.74 -1.78 -0.82 4.13 -1.25 -1.34 0.96 -1.92 -3.15 -2.69 1.17 1.44 Industri Pengolahan 2.14 7.19 4.95 3.35 -2.40 2.91 0.46 -1.06 -4.52 5.90 0.03 -3.21 -1.92 1.30 2.01 -1.28 -2.59 1.00 5.08 Listrik, Gas dan Air Bersih - - - 0.31 0.55 0.39 0.27 0.52 0.36 0.43 B a n g u n a n 0.81 1.17 0.70 0.88 -0.84 1.04 0.77 1.21 -1.23 0.90 0.64 0.97 -1.11 0.38 0.96 0.50 -0.24 0.42 0.65 Perdagangan, Hotel dan Restoran 2.93 3.67 4.80 5.47 2.76 4.90 0.75 3.74 -2.85 -0.17 0.15 2.44 -4.89 -0.04 1.79 2.59 -0.92 2.19 2.68 Pengangkutan dan Komunikasi 1.51 1.65 1.87 3.55 0.35 1.43 1.81 2.75 1.13 0.66 1.77 -0.35 1.53 0.12 0.11 1.41 -1.10 0.51 0.54 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 0.37 3.84 4.91 6.15 4.55 6.14 5.48 4.58 2.23 3.60 3.93 3.04 1.96 1.40 3.02 3.01 2.35 3.26 3.75 J a s a - J a s a 0.36 1.87 1.74 0.00 0.70 1.58 1.53 0.37 0.41 0.27 0.81 0.51 3.19 3.57 1.97 -2.45 -4.67 2.82 1.81

TOTAL SELURUH SEKTOR 2.40 16.88 20.68 17.69 2.82 18.64 13.08 10.16 -8.47 11.93 11.90 -0.51 -1.54 7.25 6.80 0.91 -9.26 13.93 17.04

PRAKIRAAN

P e r t a n i a n 3.47 1.82 3.58 1.17 2.74 1.60 1.60 1.06 3.81 1.29 1.47 2.81 2.66 2.01 1.69 2.39 1.73 2.03 2.66 Pertambangan 0.00 6.54 -0.77 -1.01 3.27 2.80 2.49 2.80 1.78 4.91 0.00 -2.49 3.13 1.93 -8.99 2.82 -3.08 3.11 0.86 Industri Pengolahan 11.77 9.74 7.71 4.75 9.95 7.90 4.45 1.47 7.87 4.23 1.54 3.08 5.77 6.49 2.14 3.34 3.88 6.60 4.99

Listrik, Gas dan Air Bersih - - - 0.33 0.56 0.40 0.31 0.52 0.16 0.30

B a n g u n a n 2.32 1.49 1.40 1.18 2.15 1.42 0.26 -0.94 1.69 1.54 1.13 0.15 1.42 1.65 0.60 0.19 0.85 0.85 0.73 Perdagangan, Hotel dan Restoran 4.71 5.71 8.06 1.99 5.66 6.95 5.78 3.16 3.90 4.42 5.74 -0.08 2.25 2.82 4.11 0.11 2.70 2.68 4.94 Pengangkutan dan Komunikasi 1.79 0.70 2.24 0.88 1.91 2.59 1.45 -0.15 1.31 1.42 1.97 -0.34 0.35 0.33 1.62 -0.07 0.77 0.71 1.94 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. 4.33 5.89 6.16 5.41 6.10 6.14 5.22 4.43 5.19 5.53 3.78 4.42 3.86 2.90 3.37 3.19 2.29 4.41 3.39 J a s a - J a s a 1.02 1.55 0.87 1.71 1.66 1.25 0.49 0.96 1.51 1.36 0.41 1.14 1.67 0.69 1.79 -0.18 0.42 2.67 0.43

TOTAL SELURUH SEKTOR 29.41 33.44 29.26 16.09 33.44 30.65 21.73 12.80 27.05 24.70 16.05 8.70 21.44 19.38 6.72 12.10 10.06 23.22 20.25

SEKTOR EKONOMI

2001

2000 2002 2003 2004

Tabel 2

Perkembangan Harga Jual

(Dalam Persentase Saldo Bersih Tertimbang - %SBT)

Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV*

AKTUAL

P e r t a n i a n -4.00 -1.14 -3.11 -1.71 -1.22 0.71 1.30 3.88 0.81 1.03 2.03 3.10 -1.74 -2.07 -0.73 2.73 1.06 2.83 1.07 Pertambangan 2.54 6.03 4.97 0.00 -1.01 1.72 0.00 -4.31 3.84 4.83 2.54 2.87 4.47 0.48 1.51 1.05 1.45 3.11 4.60 Industri Pengolahan 1.48 3.86 2.76 4.94 3.58 5.27 0.97 2.26 1.35 -0.81 1.50 0.87 1.97 -0.04 0.36 1.97 2.28 3.63 2.74 Listrik, Gas dan Air Bersih - - - 0.27 0.24 0.09 0.05 0.06 0.22 0.03 B a n g u n a n 1.77 1.97 2.03 1.45 0.86 1.66 1.92 2.15 1.76 1.70 1.64 0.96 0.55 0.70 0.24 0.44 1.27 1.27 1.01 Perdagangan, Hotel dan Restoran 0.76 4.99 4.18 4.67 5.91 7.46 2.44 4.55 3.76 1.24 0.87 1.64 1.17 -0.59 0.75 2.05 1.32 3.03 1.68 Pengangkutan dan Komunikasi 0.66 0.45 0.50 2.34 0.91 0.64 0.78 0.98 1.55 1.16 0.10 0.21 -0.27 -0.32 -0.42 0.32 3.74 0.10 0.18 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. -3.39 -1.48 0.00 0.98 1.65 2.42 1.55 1.20 0.47 0.49 -1.09 -0.37 -0.90 -2.01 -3.27 -3.18 -3.08 -1.70 -0.65 J a s a - J a s a 2.89 4.36 3.11 0.80 3.69 4.20 2.73 2.49 2.38 2.29 1.36 1.26 2.28 1.79 1.87 1.19 0.31 1.04 1.64

TOTAL SELURUH SEKTOR 2.71 19.04 14.43 13.46 14.37 24.08 11.69 13.19 15.93 11.92 8.95 10.54 7.79 -1.82 0.40 6.62 8.41 13.54 12.30

PRAKIRAAN

P e r t a n i a n 1.66 2.58 1.85 0.95 -0.95 1.57 1.66 2.33 1.98 3.45 2.24 3.82 1.97 1.36 1.35 2.21 2.20 2.18 2.22 2.10 Pertambangan 1.51 -2.54 0.86 2.13 -1.86 3.02 0.86 0.57 0.86 2.87 2.26 0.64 1.72 1.34 -0.48 1.51 2.51 3.15 2.33 1.44 Industri Pengolahan 2.29 6.45 3.02 4.87 4.87 5.28 6.18 1.53 3.38 3.22 2.72 0.00 4.67 4.42 1.63 2.52 3.47 1.50 3.46 2.33

Listrik, Gas dan Air Bersih - - - 0.20 0.12 0.09 0.15 0.12 0.00 0.08

B a n g u n a n 0.90 2.43 1.08 1.94 1.72 2.24 2.62 1.12 2.24 1.09 1.14 1.54 2.20 1.50 1.20 1.02 1.32 1.82 1.41 1.22 Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.30 6.12 4.51 6.50 3.82 5.85 8.33 3.81 3.33 2.74 2.59 2.85 3.70 2.01 1.19 2.80 1.58 2.41 2.32 2.59 Pengangkutan dan Komunikasi 0.79 1.10 0.60 0.84 1.15 0.91 2.32 0.82 0.33 1.86 1.41 0.80 1.18 0.48 0.28 0.54 0.30 0.47 0.00 0.87 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh. -2.27 -1.78 -0.16 0.00 1.47 2.17 1.66 0.65 0.77 -0.36 -0.25 -0.14 0.63 -0.71 -1.81 -2.37 -1.51 -2.04 -0.55 0.32 J a s a - J a s a 2.33 2.89 4.05 2.22 2.67 3.19 3.27 1.37 2.28 3.35 1.36 0.95 3.41 2.70 1.59 1.24 1.59 1.24 0.59 1.12

TOTAL SELURUH SEKTOR 8.51 17.24 15.80 19.45 12.88 24.22 26.91 12.19 15.17 18.22 13.48 10.46 19.51 13.30 5.06 9.55 11.61 10.85 11.79 12.06

2004

2000 2003

SEKTOR EKONOMI

2001 2002

(5)

Bagian Statistik Sektor Riil dan Keuangan Pemerintah

5

Tabel 3

Perkembangan Penggunaan Tenaga Kerja

(Dalam Persentase Saldo Bersih Tertimbang - %SBT)

Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV* AKTUAL

P e r t a n i a n 0.42 0.77 0.78 -0.84 -0.28 -1.13 -0.02 0.58 -0.70 -0.66 -0.27 -1.24 -1.35 -0.89 -0.11 -1.49 -1.35 0.57 0.01 Pertambangan -1.91 -0.86 -1.42 0.93 1.01 0.00 0.00 -1.72 -2.19 -1.51 -2.54 -2.30 -1.79 -0.48 0.50 -3.02 -2.10 -1.95 -0.86 Industri Pengolahan 1.64 2.34 2.22 1.64 -0.86 0.06 -0.03 -0.19 -0.50 0.04 -1.74 -2.58 -1.47 -0.86 -1.72 -1.27 -2.13 0.63 0.59 Listrik, Gas dan Air Bersih 0.00 0.00 - - - 0.00 0.00 0.04 0.10 -0.06 0.00 0.05 B a n g u n a n 0.65 0.98 0.16 -0.72 -0.95 -0.26 0.32 0.69 - -0.17 0.00 0.21 -0.39 0.25 0.12 -0.13 -0.30 0.35 0.45 Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.85 1.67 1.15 1.68 -0.48 0.89 1.50 0.99 0.64 -0.64 0.11 0.49 -1.28 0.20 0.52 0.33 -0.48 -0.12 0.38 Pengangkutan dan Komunikasi 0.88 0.29 -0.14 0.27 1.04 0.13 -0.53 0.75 -0.76 0.06 0.18 0.08 -0.08 -0.35 0.03 -0.24 3.36 -0.10 0.15 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh 1.02 0.33 1.40 1.56 1.65 1.74 1.22 1.34 0.80 0.56 -0.13 0.99 0.90 1.21 2.01 0.92 1.79 2.02 1.33 J a s a - J a s a 1.53 1.56 2.22 1.07 0.25 0.93 2.73 1.04 1.83 1.36 1.36 1.10 1.45 0.40 1.66 1.19 0.47 1.04 1.12 TOTAL SELURUH SEKTOR 6.08 7.07 6.38 5.60 1.37 2.35 5.19 3.47 -0.87 -0.95 -3.04 -3.25 -4.01 -0.53 3.06 -3.61 -0.80 2.44 3.22

PRAKIRAAN

P e r t a n i a n 0.90 -0.57 0.76 1.27 0.76 0.50 0.02 -0.10 1.39 0.41 1.42 0.65 1.06 0.55 0.53 0.24 0.98 0.13 0.99 0.92 Pertambangan -0.50 -0.64 0.00 0.00 0.00 1.01 -1.72 0.57 -2.59 -0.55 -1.51 -1.27 -1.15 0.00 0.48 -0.50 -1.01 -2.62 0.39 -1.72 Industri Pengolahan 1.95 2.16 1.60 1.73 -0.02 1.55 1.19 1.78 -1.01 0.25 0.88 -1.11 -0.11 1.03 -0.27 0.22 0.71 1.26 0.88 1.48

Listrik, Gas dan Air Bersih - - - -0.07 0.18 0.22 0.151 0.121 0.00 0.05

B a n g u n a n 0.25 1.31 0.10 0.08 0.72 1.03 0.44 0.32 0.09 0.36 0.17 0.15 -0.07 1.02 0.51 0.06 -0.25 0.36 0.42 -0.04 Perdagangan, Hotel dan Restoran 0.10 1.31 1.55 2.32 1.21 1.74 1.84 1.80 1.01 2.01 1.06 1.06 0.87 0.61 1.19 1.26 1.07 1.93 1.22 2.13 Pengangkutan dan Komunikasi 0.23 0.40 0.10 -0.31 0.27 0.64 0.30 -0.48 0.05 0.36 0.28 0.27 0.40 0.21 0.12 0.35 0.00 -0.19 0.20 0.37 Keuangan, Persewaan dan Jasa Persh 1.96 1.36 2.06 1.97 2.83 2.84 1.81 1.22 -0.56 2.62 1.25 1.34 1.83 2.83 2.52 2.27 2.80 1.99 2.25 2.62 J a s a - J a s a 1.71 0.34 0.31 1.78 1.60 0.49 1.63 1.82 1.66 1.36 2.29 1.52 2.15 1.24 1.39 1.24 1.39 1.24 1.19 0.86 TOTAL SELURUH SEKTOR 6.59 5.67 6.48 8.84 7.38 9.80 5.52 6.93 0.04 6.81 5.84 2.61 4.98 7.43 6.65 5.35 5.85 4.23 7.54 6.67

2004 2000 2003 SEKTOR EKONOMI 2001 2002 Tabel 4 Indikator Lainnya

(Dalam Persentase Responden)

Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III

Situas i bis nis s e lam a 3 bulan te r ak hir :

Baik 29.01 31.16 31.90 32.24 28.21 28.09 30.75 34.05 28.92 32.94 35.05

Cukup 55.69 54.70 57.21 53.91 56.34 58.25 59.03 57.55 59.68 59.00 57.52

Buruk 15.30 14.14 10.90 13.85 15.45 13.66 10.22 8.40 11.40 8.06 7.43

Saldo Be r s ih (% Baik - % Bur uk ) 13.71 17.02 21.00 18.39 12.76 14.43 20.53 25.65 17.52 24.88 27.62

Ek s pe k tas i s ituas i bis nis pada 6 bulan m e ndatang :

Lebih Baik 46.39 43.89 36.37 36.97 35.24 34.88 36.74 34.85 36.55 37.20 38.92

Sama 50.25 53.22 59.29 55.13 58.68 61.25 58.77 58.89 60.18 59.72 57.70

Lebih Buruk 3.36 2.89 4.33 7.91 6.08 3.87 4.49 6.26 3.27 3.08 3.38

Saldo Be r s ih (% Le bih Baik - % Le bih Bur uk ) 43.03 41.00 32.04 29.06 29.17 31.01 32.25 28.59 33.28 34.12 35.54

Kondis i k e uangan s e lam a 3 bulan te r ak hir :

Baik 33.27 31.32 32.37 32.91 31.10 31.25 33.01 36.29 33.96 34.90 35.92

Cukup 54.97 58.38 57.01 57.13 57.69 58.67 58.44 56.34 56.62 59.08 57.05

Buruk 11.76 10.30 10.62 9.96 11.21 10.07 8.56 7.37 9.42 6.03 7.03

Saldo Be r s ih (% Baik - % Bur uk ) 21.50 21.02 21.75 22.95 19.89 21.18 24.45 28.92 24.54 28.87 28.89

Ak s e s k r e dit s e lam a 3 bulan te r ak hir :

Mudah 7.58 9.06 9.88 9.13 8.78 8.70 8.92 8.96 10.45 10.25 11.43

Normal 69.66 68.89 71.28 75.91 68.71 64.69 72.43 67.38 71.88 75.10 74.77

Sulit 22.75 22.05 18.84 14.96 22.51 26.62 18.65 23.66 17.67 14.65 13.80

Saldo Be r s ih (% M udah - % Sulit) -15.17 -12.99 -8.97 -5.83 -13.72 -17.92 -9.73 -14.70 -7.22 -4.40 -2.37

M as alah dalam m e m pe r ole h k r e dit :

Pers yaratan kredit terlalu rumit 28.03 22.64 22.08 22.08 35.77 33.00 34.30 43.53 43.09 38.75 44.86 Suku bunga kredit tinggi 40.00 46.13 39.77 42.08 38.62 34.67 27.54 28.09 29.83 26.25 32.97

Kebijakan bank 16.62 17.91 18.71 23.33 17.07 23.33 26.57 26.38 27.07 35.00 22.16 Lainnya 15.35 13.32 19.44 12.50 8.54 9.00 11.59 - - - -2004 2003 KETERANGAN 2002

Referensi

Dokumen terkait

 Selama satu tahun terakhir (Agustus 2015-Agustus 2016), dari lima sektor besar, dua sektor mengalami penurunan jumlah tenaga kerja, yakni sektor pertanian,

Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum adalah setiap bentuk usaha yang menjalankan jenis usaha di sektor pertanian yang bersifat tetap, terus menerus yang didirikan

Rata-rata Pendapatan Rumah Tangga Pertanian dengan Sumber Pendapatan Utama dari Subsektor Tanaman Pangan Menurut Sumber Pendapatan Usaha di Sektor Pertanian Selama

Penurunan marjin laba bersih perusahaan sub sektor perkebunan kelapa sawit pada tahun 2015 diakibatkan CPO yang mengalami penurunan harga diakibatkan penurunan permintaan

Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai adalah sebesar 75,33% pada triwulan II 2021, meningkat dari capaian pada triwulan sebelumnya

Setelah pada triwulan III-2009 mengalami kontraksi usaha, sektor pertanian pada triwulan IV-2009 mengalami ekspansi yang ditunjukkan dengan SBT 0,84%. Secara

 Dari 5 (lima) sub sektor pertanian komponen penyusun NTP, semua sub sektor mengalami penurunan indeks yaitu: NTP sub sektor Peternakan turun 7,86 persen, NTP sub sektor

Hanya Sektor usaha Pertanian dan Bangunan yang mengalami penurunan pertumbuhan kesempatan kerja, tujuh Sektor usaha lainnya mengalami peningkatan pertumbuhan kesempatan