• Tidak ada hasil yang ditemukan

potensi pendapatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "potensi pendapatan"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS

ANALISIS POTENSI POTENSI PENDAPAPENDAPATTANAN

Setiap daerah di Indonesia diberikan hak untuk melakukan otonomi daerah dengan Setiap daerah di Indonesia diberikan hak untuk melakukan otonomi daerah dengan memberikan kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab yang dapat menjamin memberikan kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab yang dapat menjamin  perkembangan dan pembangunan daerah.

 perkembangan dan pembangunan daerah. Kewenangan ini dimaksudkan untuk pembangunanKewenangan ini dimaksudkan untuk pembangunan yang meliputi segala aspek kehidupan, dimana dalam pelaksanaannya sesuai dengan yang meliputi segala aspek kehidupan, dimana dalam pelaksanaannya sesuai dengan prinsip- prinsip

 prinsip demokrasi, demokrasi, peran peran serta serta masyarakat, masyarakat, pemerataan, pemerataan, keadilan, keadilan, potensi potensi dandan keanekaragaman daerah.

keanekaragaman daerah.

Unt

Untuk uk melmelaksaksanaanakan kan otootonomnomi i daedaerah rah yayang ng lualuas, s, nynyata ata dan dan berbertantangguggung ng jawjawabab diperlukan kewenangan dan kemampuan menggali sumber keuangan sendiri, yang didukung diperlukan kewenangan dan kemampuan menggali sumber keuangan sendiri, yang didukung ole

oleh h perperimbimbangangan an keukeuangangan an antantara ara PemPemerinerintah tah PusPusat at dan dan PemPemerinerintah tah DaeDaerahrah. . DalDalamam menjamin terselenggaranya otonomi daerah yang semakin matap dan untuk meningkatkan menjamin terselenggaranya otonomi daerah yang semakin matap dan untuk meningkatkan kem

kemandandiriairian n daedaerahrah, , makmaka a dipdiperlerlukaukan n usausaha-uha-usahsaha a untuntuk uk menmeningingkatkatkan kan kemkemampampuanuan keuangan sendiri yaitu dengan upaya peningkatan penerimaan sumber PAD yang sudah ada keuangan sendiri yaitu dengan upaya peningkatan penerimaan sumber PAD yang sudah ada maupun dengan penggalian sumber PAD yang baru sesuai dengan ketentuan yang ada serta maupun dengan penggalian sumber PAD yang baru sesuai dengan ketentuan yang ada serta memperhatikan kondisi dan potensi ekonomi masyarakat. aka untuk melaksanakan upaya memperhatikan kondisi dan potensi ekonomi masyarakat. aka untuk melaksanakan upaya  peningkatan

 peningkatan Pendapatan Asli Pendapatan Asli Daerah Daerah !PA!PAD" D" perlu perlu dilakukannya dilakukannya analisis analisis potensi potensi PendapatanPendapatan Asli Daerah !PAD".

Asli Daerah !PAD".

MENGENALI

MENGENALI POTENSI POTENSI PENDAPAPENDAPATTANAN

Potensi adalah sesuatu yang sebenarnya sudah ada, hanya belum didapat atau di Potensi adalah sesuatu yang sebenarnya sudah ada, hanya belum didapat atau di  peroleh di tangan,

 peroleh di tangan, untuk mendapatkan atau memperolehnya diperlukan untuk mendapatkan atau memperolehnya diperlukan upaya-upaya tertentu.upaya-upaya tertentu. Potensi Pendapatan Asli Daerah !PAD" adalah kekuatan yang ada di suatu daerah untuk  Potensi Pendapatan Asli Daerah !PAD" adalah kekuatan yang ada di suatu daerah untuk  menghasilkan sejumlah penerimaan PA

menghasilkan sejumlah penerimaan PAD !Abdul #alim, $%%&". D !Abdul #alim, $%%&". isalnya untuk potensi untuk isalnya untuk potensi untuk  sumber daya alam tambang perlu upaya eksplorasi dan eksploitasi, untuk potensi pajak perlu sumber daya alam tambang perlu upaya eksplorasi dan eksploitasi, untuk potensi pajak perlu dilakukan upaya pajak

dilakukan upaya pajak (tax effort (tax effort ". Karena potensi tersebut si'atnya masih tersembunyi, maka". Karena potensi tersebut si'atnya masih tersembunyi, maka

 perlu di teliti besarnya potensi pendapatan y

 perlu di teliti besarnya potensi pendapatan yang ada.ang ada.

An

Analalisisis is popotetensnsi i pependndapapataatan n bebersrsi'i'at at luluas as sesebabab b babanynyak ak 'ak'aktotor r yayang ng haharusrus dii

diidendenti'iti'ikaskasi i terterkaikait t dendengan gan penpendapdapataatan. n. IdeIdentinti'ik'ikasi asi 'ak'aktortor-'a-'aktoktor r yayang ng memmempenpengargaruhiuhi  pendapatan

 pendapatan merupakan merupakan bagian bagian upaya upaya mengenali mengenali potensi potensi pendapatan. pendapatan. (agi (agi manajer manajer publik,publik, kemampuan mengenali potensi pendapatan dan meman'aatkannya se)ara optimal merupakan kemampuan mengenali potensi pendapatan dan meman'aatkannya se)ara optimal merupakan hal penting yang menunjukan kapasitas enterpreneur mereka dalam mengelola organisasi hal penting yang menunjukan kapasitas enterpreneur mereka dalam mengelola organisasi sektor publik.

sektor publik.

Analisis

(2)

Potensi pendapatan satu daerah dengan daerah yang lain berbeda-beda disebabkan oleh 'aktor demogra'i, ekonomi, sosiologi, budaya, geomor'ologi, dan lingkungan yang  berbeda-beda. +amun terkadang suatu potensi tidak dapat diolah diakibatkan keterbatasan sumber daya manusia, permodalan, dan peraturan perundang-undangan yang membatasi. ika dilihat dari kepemilikan potensi dan kemampuan mengelola potensi yang ada, suatu daerah dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu 

*. emiliki potensi dan kemampuan mengelola yang tinggi

$. emiliki potensi yang tinggi tetapi kemampuan mengelola rendah

. emiliki potensi yang rendah tetapi memiliki kemampuan mengelola tinggi &. emiliki potensi yang rendah dan kemampuan mengelola rendah

POTENSI

/I+00I

12+DA#

  12+DA# /I+00I

KEMAMPUAN MENGELOLA

0ambar *. Peta potensi daerah

Kuadran I merupakan kondisi yang ideal, yakni pemerintah memiliki potensi  pendapatan yang tinggi serta kemampuan mengelola potensi tersebut juga tinggi. Pada kondisi ini yang perlu dilakukan adalah menjaga sumber pendapatan untuk kesinambungan 'iskal (fiscal sustainability) antar generasi. Dengan kemampuan mengelola yang tinggi tidak 

 berarti potensi yang ada harus dieksploitasi seluruhnya saat ini sehingga mengakibatkan generasi berikutnya tidak lagi menikmati potensi pendapatan tersebut. #al ini khususnya terkait dengan potensi ekonomi dari sumber daya alam yang tidak terbarui, seperti barang tambang.

Kuadran II adalah kondisi pemerintah yang memiliki potensi pendapatan yang tinggi tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk mengelola potensi tersebut se)ara memadai. Kondisi seperti ini dialami oleh pemerintah di negara-negara berkembang, termasuk 

Analisis Potensi Pendapatan $

KUAD1A+ II

Potensi tinggi, kemampuan mengelola rendah

KUAD1A+ I

Potensi tinggi, kemampuan mengelola tinggi

KUAD1A+ I3

Potensi rendah, kemampuan mengelola rendah

KUAD1A+ III

Potensi rendah, kemampuan megelola tinggi

(3)

indonesia. Kondisi kuadran II ini merupakan yang )ukup rawan karena akan menjadi ajang kepentingan banyak pihak asing untuk berebut meman'aatkan !eksploitasi" potensi besar  yang tidak terkelola dengan baik. 4leh karenanya, pada kondisi kuadran II ini diperlukan semangat nasionalisme ekonomi, yakni semangat untuk melindungi dan meman'aatkan  potensi ekonomi untuk kepentingan bangsa dan kesejahteraan masyarakat. Sebab jika tidak 

terdapat nasionalisme ekonomi dapat terjadi eksploitasi oleh kepentingan asing atau kepentingan pihak-pihak tertentu saja, sehingga kesinambungan 'iska dimasa datang dapat terganggu. Strategi pengelolaan potensi pendapatan yang dapat di lakukan oleh pemerintah  pada kondisi kuadran II, antara lain 

a" Intensi'ikasi pendapatan

 b" Kemitraan dengan pihak swasta untuk mengelola potensi yang ada )" oint 5enture dengan in5estor 

d" Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola potensi yang ada

Kuadran III adalah kondisi pemerintahan yang memiliki potensi yang rendah tetapi pada dasarnya mempunyai kapasitas untuk mengelola yang tinggi. Pada kondisi ini strategi yang dapat dilakukan adalah ekstensi'ikasi atau ekspansi. isalnya, suatu pemerintah tidak  memiliki potensi hutan, tetapi dengan daya dukung sumber daya manusia dan sarana  prasarana yang dimiliki mampu mengelola hasil hutan menjadi produk yang berkualitas tinggi, misalnya 'urniture kualitas ekspor. eskipun pemerintah setempat tidak memiliki hutan, pemerintah tersebut dapat melakukan ekspansi dengan meman'aatkan potensi hasil hutan dari daerah lain untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kuadran I3 adalah kondisi paling buruk yang perlu dihindari, yaitu potensi yang dimiliki rendah dan kemampuan mengelola pendapatan juga rendah. Pada kondisi kuadran I3 ini  perlu dilakukan strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program  pendidikan dan pelatihan !edukasi" sehingga memiliki kapasitas mengelola potensi  pendapatan se)ara lebih baik. anajer publik yang mengelola pemerintahan yang masuk 

dalam kategori kuadran I3 ini perlu menggerakkan strategi dan program sehingga men)apai kuadran III. Pengembangan kualitas sumber daya sehingga merupakan langkah terpenting untuk memperbaiki kondisi tersebut.

(4)

Pemetaan Potensi Pendapatan

Sumber-sumber utama pendapatan suatu daerah se)ara umum dapat dilihat pada data Pendapatan Domestik 1egional (ruto !PD1(" yang dapat dirin)i ke masing-masing sektor. PD1( sektoral diguankan untuk menentukan nilai PD1( suatu daerah yaitu 

*. Sektor pertanian, meliputi  a. /anaman bahan makanan  b. /anaman perkebunan

). Peternakan dan hasil-hasilnya d. Kehutanan

e. Perikanan

$. Sektor pertambangan dan penggalian, meliputi  a. inyak gas dan bumi

 b. Pertambangan tanpa migas ). Penggalian

. Sktor industri pengolahan, meliputi a. Industri migas 

i. Pengilangan minyak  ii. 0as alam )air 

 b. Industri tanpa migas 

i. akanan, minuman, dan tembakau ii. /ekstil, barang kulit dan alas kaki iii.(arang kayu dan hasil hutan lainnya i5. Kertas dan barang )etakan

5. Pupuk, kimia, dan barang dari karet 5i. Semen, dan barang galian bukan logam 5ii. 6ogam dasar besi dan baja

5iii. Alat angkutan, mesin dan peralatannya i7. (arang lainnya

&. Sektor listrik, gas dan air bersih a. 6istrik 

 b. 0as

). Air bersih

8. Sektor kontruksi bangunan

(5)

9. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran a. Perdagangan besar dan e)eran

 b. #otel ). 1estoran

:. Sektor pengankutan dan komunikasi a. Pengangkutan

i. Angkutan rel

ii. Angkutan jalan raya iii. Angkutan laut

i5. Angkutan sungai, danau dan penyebrangan

5. Angkutan udaran

5i. asa penunjang angkutan  b. Komunikasi

i. Pos dan telekomunikasi ii. asa penunjang komunikasi

;. Sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan a. (ank  

 b. 6embaga keuangan tanpa (ank  ). asa penunjang keuangan

d. Sewa bangunan e. asa perusahaan <. asa-jasa

a. Pemerintah umum 

i. Administrasi pemerintah dan umum ii. asa pemerintah lainnya

 b. Swasta 

i. Sosial kemasyarakatan ii. #iburan dan rekreasi

iii. Perorangan dan rumah tangga

Analisis Tipologi Klassen

Untuk memetakan potensi daerah se)ara sektoral yang didasarkan pada data PD1( !Pendapatan Domestik 1egional (ruto", maka dapat digunakan analisis /ipologi Klassen. Analisis /ipologi Klassen merupakan teknik pengelompokan suatu sektor dengan melihat

(6)

 pertumbuhan dan kontribusi sektor tertentu terhadap total PD1( suatu daerah. Dengan menggunakan analisis /ipologi Klassen, suatu sektor dapat dikelompokkan ke dalam empat kategori, yaitu

*. Sektor unggulan !prima"  sektor yang paling dominan kontribusinya terhadap  perekonomian daerah. Suatu sektor dikategorikan ke dalam sektor prima apabila

sektor tersebut pertumbuhannya tinggi dan kontribusi terhadap PD1( besar.

$. Sektor potensial  sektor yang juga memberikan kontribusi tinggi bagi perekonomian daerah tetapi pertumbuhan sektor tersebut lambat dan )enderung menurun

. Sektor berkembang  sektor yang sedang mengalami peningkatan, yang diindikasikan dengan pertumbuhan tinggi tetapi kontribusinya masih rendah

&. Sektor terbelakang  sektor yang menjadi kelemahan daerah yang diindikasikan dengan pertumbuhan lambat dan kontribusi terhadap PD1( rendah.

Implikasi pemetaan potensi ekonomi tersebut terhadap kebijakan manajemen keuangan publik adalah sektor unggulan sehingga pemerintah perlu menjaga stabilitas  pertumbuhan sektor unggulan, sebab sektor ini menjadi kekuatan daya saing daerah (core competence). Sektor unggulan ini jika tidak dikelola dengan baik bisa bergeser menjadi

sektor potensial, yakni pertumbuhannya akan menurun meskipun jumlahnya )ukup besar. Untuk sektor berkembang pemerintah perlu melakukan upaya optimalisasi melalui intensi'ikasi. Sektor berkembang ini merupakan prospek bagi daerah karena masih memungkinkan untuk ditingkatkan lagi kontribusi sektor tersebut sehingga menjadi sektor  unggulan. /etapi jika sektor berkembang ini tidak dikelola dengan baik, maka bisa jadi sektor   berkembang akan turun menjadi sektor terbelakang. Sementara itu, untuk sektor potensial  perlu pembinaan dan pembenahan sebab sektor potensial ini memberikan kontribusi yang  besar bagi perekonomian daerah tetapi pertumbuhannya sudah mulai menurun. ika sektor   potensial ini tidak mendapat perhatian, maka bisa jadi sektor ini akan berubah menjadi sektor  terbelakang. Untuk sektor terbelakang sebisa mungkin pemerintah berupaya meningkatkan kontribusi sektor tersebut meskipun sektor ini )ukup sulit untuk dijadikan daya saing daerah.

Penentuan suatu sektor apakah masuk dalam kategori sektor prima, potensial,  berkembang dan terbelakang didasarkan pada perhitungan laju pertumbuhan kontribusi sektoral dan rerata besar kontribusi sektoralnya terhadap PD1(, seperti yang ditunjukkan oleh tabel berikut

(7)

1ata-rata kontribusi Sektoral terhadap PD1( 1ata-rata 6aju pertumbuhan Sektoral = sektor > = PD1( = sektor ? = PD1( r sektor >

PD1( Sektor Unggulan Sektor (erkembang

sektor ?

PD1( Sektor Potensial Sektor /erbelakang

0ambar $. Kategori Sektor (erdasarkan /ipologi Klassen  Keterangan

= sektor @ rata-rata sektor i r sektor @ laju pertumbuhan sektor i

= PD1( @ rata-rata PD1( r 

PD1(@ laju pertumbuhan PD1(

Untuk melakukan analisis tipologi Klassen, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah *. enghitung rata-rata PD1( per sektor 

$. enghitung rata-rata sektor 

. enghitung laju pertumbuhan PD1( dan laju pertumbuhan masing-masing sektor  &. engklasi'ikasikan masing-masing sektor ke dalam matrik.

ontoh *  Pemerintah Pro5insi (ali

Produk Domestik Regional ruto Pro!insi ali Atas Dasar "arga Konstan #$$$ Menurut Lapangan Usa%a Ta%un #$$& ' #$(#

(Miliar rupiah)

Lapangan Usa%a #$$) #$$& #$($ #$((*

#$(#**

(+ Pertanian, Peternakan, Ke%utanan, dan Perikanan

- )&(,$# ) .-),/0 ) /-),)& ) 0/1,($ . $/$,&&

a. /anaman (ahan akanan $ &$8,;& $ :;%,<9 $ :8$,* $ ;:*,%; $ ;<<,&* b. /anaman Perkebunan $*;, $98,&8 $:&,$9 $:$,:% $;*,** ). Peternakan dan

#asil-hasilnya

* %9:,%* * 89,9$ * &:<,*8 * &<$,%* * 9&8,$

d. Kehutanan *,$8 $,*& $,8 $,8 $,8

e. Perikanan ;:;,9% * $&%,9% * $:,9< * $&,:; * $&$,9

 #+ Pertam2angan dan Penggalian   *&,*: ()/,&/ (00,.. #$0,-& #-$,#0

a. inyak dan 0as (umi - % % % %

 b. Pertambangan /anpa igas - % % % %

). Penggalian *&,*: *8:,<: *;;,99 $%;,&< $&%,$;

 1+ Industri Pengola%an $ %*%,*< # /.0,(( # &1.,-) 1 $#/,&& 1

#($,0-a. Industri igas - % % % %

*. Pengilangan

inyak (umi - % % % %

$. 0as Alam air - % % % %

(8)

b. Industri tanpa igas $ %*%,*< $ :9;,** $ <9,&8  %$:,<<  $*%,;& *. akanan, inuman,

dan /embakau ;%,*< 89%,*: 8;,9* 8;*,& 9%8,&; $. /ekstil, (arang dari

Kulit, dan Alas Kaki

;$$,8< * *8,&& * $%$,%& * $89,*: * 8&,*; . (arang dari Kayu dan

#asil #utan 6ainnya &:8,%9 8;<,<& 9*&,%% 9*&,& 9&&,$$ &. Kertas dan (arang

etakan

$;,$ &9,8 &9,; 8,9 89,8$ 8. Pupuk, Kimia dan

(arang dari Karet *<$,8& $:,*8 %:,%& $8,99 ,&9 9. Semen dan (arang

0alian (ukan 6ogam

*<,* $8,< %,8& $,*: :,& :. 6ogam Dasar (esi

dan (aja - % % % %

;. Alat Angkutan, esin, dan Peralatannya

9,;; *%,&& **8,* *$,8 *&,:9 <. (arang lainnya $;,&< ,8* :,$9 &%,<: &&,;*

 -+ Listrik, Gas, 3 Air ersi% %<,9: -($,1/ -10,)& -/$,01 )(1,)/

a. 6istrik $9,:; %8,; $8,98 8*,;: ;%,$

b. 0as Kota - % % % %

). Air (ersih :$,;< *%&,8& **$,<& **;,<9 *,&

)+ angunan 0#$,(& ( $./,-- ( (-.,(# ( #1.,1& ( -./,(/

 .+ Perdagangan, "otel, 3 Restoran

9 &<:,;; 0 .).,$# & #$&,$/ ($ $$&,1& ($ )/-,.$

a. Perdagangan (esar B 2)eran

$ 8*%,9;  $$;,*:  8&9,%:  <8:,;; & &*,&& b. #otel $ &$,9  *;*,*;  %9,&;  8<:,&$  9$<,:& ). 1estoran * 9&&,;& $ $&9,9: $ 89,8* $ &8&,%< $ 8*,&

 /+ Pengangkutan dan Komunikasi

$ *<%,&9 1 $(.,.# 1 (&$,.( 1 10(,#$ 1 .1.,/0

a. Pengangkutan * ;$*,** $ &:<,; $ 9*:,&8 $ :9*,9< $ <9:,$

*. Angkutan 1el % % % % %

$. Angkutan alan 1aya &&9,* 8;%,% 9$%,:9 9&&,:8 9:%,&< . Angkutan 6aut *%*,9& *&,$: *8$,; *:,*$ *;:,$ &. Angkutan Sungai,

Danau, dan Penyeberangan

&,&& &,$% &8,8$ &<,;8 8&,% 8. Angkutan Udara :<9,% * *9%,%* * $$%,* * $;9,:8 * &$,$< 9. asa Penunjang

Angkutan

&&$,9; 88,%& 8:;,&; 9%:,$ 9$,*< b. Komunikasi 9<,8 89,:< 8:,*9 9*<,8* 99<,&9

*. Pos 0iro dan

/elekomunikasi 8,9& 8%;,<8 8&&,&% 8;;,;: 98,;9 $. asa Penunjang

Komunikasi

*8,:* $:,;& $;,:9 %,9& ,9%

 0+ Keuangan, Perse4aan, dan 5asa Perusa%aan

* 89;,&& ( 0&&,(& # $-(,$# # (./,00 # 1..,01

a. (ank &&,%< 8&<,;* 9%:,;9 9::,&; ::,;: b. 6embaga Keuangan (ukan (ank  *:,9* *98,98 *:&,:9 *;:,:: *<:,99 ). asa Penunjang Keuangan 8*,%< :,*& :;,99 ;,%* ;;,<* d. Sewa (angunan ;*;,$& <&*,89 <<9,:9 * %,:8 * %<<,&% e. asa Perusahaan *$:,&% *9<,% *;$,<; *;8,;; $%9,<;

(9)

 &+ 5asa'5asa $ <8%,&* 1 ..&,-- 1 &0.,10 - 10#,)$ - /#1,1#

  a. Pemerintahan Umum * 88,& * <:*,$& $ *9<,:* $ 9,;: $ &:<,*8 *. Administrasi

Pemerintahan dan Pertahanan

* *:,%< * &;<,9* * 98,$< * ;*&,$* * <$&,9 $. asa Pemerintahan

6ainnya

;%,& &;*,9 8*9,&$ 8&<,99 88&,:<   b. S w a s t a * <9,<; * 9<;,$% * ;*9,9: $ %*;,9 $ $&&,*9

  *. Sosial

Kemasyarakatan

9&,:* ;8,9; *%*,% *%8,&* *%:,%$ $. #iburan dan 1ekreasi ;*,;9 *%,88 **$,<8 **<,&9 *$<,*< . Perorangan dan

1umahtangga

* $8%,&* * 8%;,<: * 9%$,9< * :<,:: $ %%:,<8

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL RUTO #( $/#,-- #/ #&$,&) #0 00#,-& 1$ /)/,/0 1# 0$-,10

Sumber  (PS Pro5insi (ali (http://bali.bps.go.id)

 Langkah 1 enghitung rata-rata PD1( per sektor.

(erdasarkan pada data pada tabel di atas, maka kita dapat menghitung rata-rata PD1( selama & tahun yaitu sebesar $.;%&,; milliar !$*.%:$,&& C $:.$<%,<8 C $;.;;$,&< C %.:8:,:;"  &". Selanjutnya rata-rata PD1( dibagi dengan sembilan untuk menentukan rata-rata PD1( sektoral, yaitu sebesar .$8,<< milliar !$.;%&,;  <"

 Langkah 2  enghitung rata-rata sektor 

(erdasarkan data PD1( selama & tahun di atas, maka dapat menghitung rata-rata PD1( masing-masing sektor, yaitu

Produk Domestik Regional ruto Pro!insi ali Atas Dasar "arga Konstan #$$$ Menurut Lapangan Usa%a Ta%un #$$& ' #$(# (Miliar rupiah) Lapangan Usa%a #$$) #$$& #$($ #$((* #$(#** Rata'Rata *. Pertanian, Peternakan,Kehutanan, dan Perikanan & 8<*,%$ 8 9&8,:; 8 :&8,8< 8 ;:,*% 9 %:%,<< 8 ;,;:

$. Pertambangan dan Penggalian *&,*: *8:,<: *;;,99 $%;,&< $&%,$; *<;,;8

. Industri Pengolahan $ %*%,*< $ :9;,** $ <9,&8  %$:,<<  $*%,;& $ <;8,;8 &. 6istrik, 0as, B Air (ersih %<,9: &*%,: &;,8< &:%,; 8*,8: &8;,&

8. (angunan ;$%,*< * %9:,&& * *&9,*$ * $9,< * &9:,*: * $$<,$;

9. Perdagangan, #otel, B 1estoran 9 &<:,;; ; 989,%$ < $%<,%: *% %%<,< *% 8:&,9% < 9*$,$: :. Pengangkutan dan Komunikasi $ *<%,&9  %*9,9$  *<%,9*  ;*,$%  99,:;  %9,% ;. Keuangan, Persewaan, dan asaPerusahaan * 89;,&& * ;<<,*< $ %&*,%$ $ *9:,;; $ 99,; $ **;,: <. asa-asa $ <8%,&*  99<,&&  <;9,; & ;$,8% & :$,$ & *<%,&*

PRODUK DOMESTIK

REGIONAL RUTO #( $/#,-- #/ #&$,&) #0 00#,-& 1$ /)/,/0 1# 0$-,10 #& &11,&$

(10)

 Langkah  enghitung laju pertumbuhan PD1( dan laju pertumbuhan masing-masing

sektor sebagai berikut

Lapangan Usa%a #$($ #$(( #$(# Rata'Rata

*. Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Perikanan *,:: $,$$ ,: $,&8

$. Pertambangan dan Penggalian *<,& *%,8* *8,$8 *8,%9

. Industri Pengolahan 9,%; ,*$ 9,%& 8,%;

&. 6istrik, 0as, B Air (ersih 9,;; :,8 <,%; :,::

8. (angunan :,: :,;; *;,9: **,%

9. Perdagangan, #otel, B 1estoran 9,< ;,9< 8,98 9,<*

:. Pengangkutan dan Komunikasi 8,:: 8,<: :,89 9,&

;. Keuangan, Persewaan, dan asa Perusahaan :,&: 9,$$ <,*; :,9$

<. asa-asa ;,9& <,<& :,:; ;,:;

PRODUK DOMESTIK REGIONAL RUTO ),016 .,-&6 .,.)6 .,116

 Langkah !  engklasi'ikasikan masing-masing sektor ke dalam matriks

1ata-rata kontribusi Sektoral terhadap PD1( 1ata-rata 6aju Pertumbuhan Sektoral = sektor > = PD1( = sektor ? =PD1( r sektor > r  PD1( Sektor Unggulan 7

*. Perdagangan, #otel B 1esto $. asa-jasa

Sektor erkem2ang 7

*. PertambaganBpenggalian $. 6istrik, 0as dan Air (ersih . PengangkutanBKomunikasi &. Keuangan, PersewaanBasa

Perusahaan r sektor ?r  PD1( Sektor Potensial 7 Pertanian Sektor Ter2elakang 7 Industri Pengolahan  "nalisis :

(erdasarkan analisis tipologi klassen, Pro5insi (ali memiliki 

*. Sektor Unggulan  Sektor perdagangan, hotelB restoran, dan asa-jasa $. Sektor potensial  sektor pertanian.

Sektor potensial ini pada dasarnya dapat diarahkan menjadi sektor unggulan tentunya dengan daya dukung manajemen pemerintahan, SD dan sarana prasarana yang memadai.

(11)

. Sektor berkembang  pertambangan dan penggalianE 6istrik, gas dan air bersihE (angunanE Pengangkutan dan komunikasiE dan sektor keuangan, persewaan dan jasa  perusahaan.

sektor-sektor yang berkembang perlu didorong terus agar bisa menjadi sektor  unggulan , sebab jika tidak dikelola dengan baik bisa berubah menjadi sektor  terbelakang. sektor terbelakang yang ada yaitu sektor industri pengolahan.

&. Sektor terbelakang  Indutri Pengolahan. Pada sektor ini diperlukan dukungan dari  pemerintah (ali untuk meningkatkan kontribusi sektor tersebut agar bisa diarahkan

menjadi sektor potensial.

PENG"ITUNGAN POTENSI PENDAPATAN

Analisa /ipologi Klassen juga berman'aat untuk mengidenti'ikasi peta potensi ekonomi se)ara makro tetapi tidak menunjukkan jumlah riil potensi yang ada. Untuk  mengetahui potensi riil pendapatan yang dimiliki oleh suatu pemerintah daerah, diperlukan identi'ikasi dan penghitungan potensi dengan basis mikro. Penghitungan pendapatan basis mikro dilakukan dengan )ara sur5ey dan obser5asi terhadap objek dan subjek pajak kemudian dilakukan penghitungan !assessment) potensi pendapatan yang ada, sedangkan penghitungan

 pendapatan basis makro dilakukan dengan teknik estimasi dengan model regresi ekonometrik  yang menggunakan 5ariable makro ekonomi sebagai proksi.

Penghitungan potensi pendapatan basis mikro dilakukan dengan )ara menghitung  potensi pendapatan untuk masing-masing objek pendapatan. Potensi suatu penerimaan pajak 

dan retribusi se)ara umum dapat dihitung dengan mengalikan tari' suatu pajakFretribusi dengan basis pajakFretribusi. /ari' pajakFretribusi disesuaikan dengan ketentuan peraturan  perundangan. Sementara penentuan basis pajak perlu dilakukan penghitungan se)ara objekti',

sebab basis pajakFretribusi ini akan mempengaruhi besarnya potensi pendapatan.

Potensi Pendapatan Pa8ak9Retri2usi : asis Pa8ak9Retri2usi ; Tari< Pa8ak Retri2usi Meng%itung Potensi Pa8ak "otel

6angkah-langkah yang dilakukan 

• engidenti'ikasi objek pendapatan pajak hotel • enentukan hotel yang akan diteliti

• elakukan obser5asi untuk memperoleh data kelas atau jenis kamar, tari' kamar,

 jumlah kamar, tingkat hunian kamar 

• enghitung rata-rata hunian kamar 

(12)

• enghitung potensi pajak 

Potensi Pa8ak "otel : Rata'rata "unian Kamar = Tari< Rata'rata = 1.$ %ari = Tari< Pa8ak 

Meng%itung Potensi Pa8ak Restoran

Sebagai dasar pengenaan pajak restoran adalah omGet penjualan. Dalam hal ini  penjual atau pemilik restoran merupakan wajib pungut, sedangkan para pembeli adalah subjek pajaknya. Penjual akan membebankan pajak restoran kepada pembeli sebesar tari'   pajak dikalikan dengan jumlah rupiah makananFminuman yang dibeli sehingga jumlah

seluruhnya yang dibayarkan pembeli sudah termasuk di dalamnya pajak restoran. Selanjutnya  pemilik restoran sebagai wajib pungut berkewajiban menyetorkan pajak restoran tersebut

kepada pemerintah daerah.

6angkah-langkah menghitung potensi pajak restoran adalah 

• enidenti'ikasi objek pendapatan pajak restoran

• enentukan restoran yang akan diteliti potensi pajak restorannya

• elakukan obser5asi untuk memperoleh data omGet penjualan, jumlah pengunjung

restoran, jumlah meja atau kursi tersedia, da'tar menu dan harga dsb

• enghitung rata-rata omGet penjualan • enghitung potensi pajak restoran

Potensi Pa8ak Restoran : Rata'Rata Om>et Pen8ualan ; 1.$ "ari ; Tari< Pa8ak Restoran

Meng%itung potensi pa8ak %i2uran

enis hiburan yang bisa dipungut pajak hiburan antara lain, bioskop, pertunjukan, konser musi), dan sebagainya. Pajak hiburan sebagai dasar pengenaan pajak adalah omGet  penjualan tiket. (esarnya pajak hiburan adalah jumlah omGet penjualan tiket dikalikan

dengan tari' pajak.

6angkah-langkah menghitung pajak hiburan 

• engidenti'ikasi objek pajak hiburan

• enentukan penyelenggara hiburan yang akan diteliti potensi pajaknya

• elakukan obser5asi untuk memperoleh data omGet penjualan tiket, tingkat

kunjungan, jumlah kursi tersedia, 'rekuensi pertunjukan, harga tiket masuk, dsb

• enghitung perkiraan omGet penjualan • enghitung potensi pajak hiburan

Potensi Pa8ak "i2uran : Rata'rata om>et %i2uran = tari< pa8ak %i2uran Meng%itung potensi pa8ak parkir

(13)

/erdapat dua jenis pungutan parkir, yaitu pajak parkir dan retribusi parkir. Pajak   parkir merupakan pajak yang dikenakan atas penyelenggaraan parkir diluar jalan yang dikelola oleh orang pribadi maupun badan baik yang disediakan berkaitan dengan pokok  usaha maupun yang disediakan sebagai usaha utama termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor dan garasi kendaraan bermotor yang memungut bayaran.

6angkah-langkah menghitung potensi pajak parkir adalah 

• engidenti'ikasi objek pendapatan pajak parkir, yakni identi'ikasi penyelenggara

tempat parkir diluar badan jalan oleh orang pribadi atau badan.

• enentukan tempat parkir yang akan diteliti potensi pajak parkirnya

• elakuan obser5asi untuk memperoleh data jumlah kendaraan yang parkir, tari' 

 parkir yang dikenakan untuk masing-masing kendaraan bermotor, luas area parkir, daya tampung, dsb

• enghitung rata-rata pendapatan parkir per hari • enghitung potensi pajak parkir 

Potensi Pa8ak Parkir : Rata'Rata Pendapatan Parkir ; 1.$ "ari ; Tari< Pa8ak Parkir Meng%itung potensi pa8ak reklame

4bjek reklame yang dapat dipungut pajak adalah 1eklame papan, billboard, megatron dan 62D, 1eklame kain, 1eklame stiker, 1eklame selebaran, 1eklame berjalan , 1eklame udara, 1eklame suara, 1eklame Hilm dan 1eklame peragaan. Sedangkan subjek pajak  reklame adalah orang pribadi atau badan yang menyelenggarakan atau melakukan  pemasangan reklame. ajib pajak reklame adalah orang pribadi, badan atau pihak ketiga

!agen reklame" yang menyelenggarakan reklame.

Dasar pengenaan Pa8ak Reklame : Nilai se4a reklame = Tari< Pa8ak Reklame

 +ilai Sewa 1eklame adalah +4P ditambah nilai strategis. Ha)tor penentu besranya +ilai sewa 1eklame adalah 

• 6okasi penempatan 1eklame !daerah proto)ol, ekonomi, dan lingkungan" • enis reklame

• angka waktu penyelenggaraan • Ukuran media reklame

Nilai Se4a Reklame : ia?a Pemasangan * ia?a Pemeli%araan * Nilai Strategis Lama Pemasangan

Haktor yang mempengaruhi biaya pemasangan reklame 

(14)

• enis reklame

• Ukuran reklame !luas dan ketinggian" • Sudut pandang reklame

•  +ilai ual Pajak 4bjek 1eklame wilayah pemasangan reklame

 +ilai strategis wilayah pemasangan reklame ditentukan oleh beberapa indi)ator, antara lain 

• /ingkat keramaian lalulintas kendaraan sekitar lokasi pemasangan reklame

• /ingkat kerawanan terhadap ke)elakan lalulintas di sekitar lokasi pemasangan

reklame

• /ingkat kepadatanFkeramaian orang sekitar lokasi pemasangan reklame • Ada tidaknya pusat akti5itas di sekitar wilayah pemasangan reklame

• Karakteristik kawasan pemasangan reklame !wilayah bebas,umum, selekti' dan

khusus"

Meng%itung Potensi Retri2usi Daera%

enghitung potensi retribusi daerah adalah dengan mengalikan basis retribusi daerah dengan tari' retribusi yang ditetapkan. Pada dasarnya retribusi memiliki jenis yang lebih  beragam dan 'leksibel dibandingkan dengan pajak daerah, namun tidak semua retribusi tersebut potensial dalam memberikan kontribusi PAD se)ara signi'ikan. Pungutan daerah  berupa retribusi memiliki perbedaan mendasar disbanding dengan pungutan pajak. Perbedaannya adalh pungutan retribusi memiliki keterkaitan langsung dengan suatu  pelayanan. Pembayar pajak daerah tidak memperoleh imbalan se)ara langsung atas uang  pajak yang mereka bayarkan, sedangkan pembayar retribusi bias memperoleh imbalan berupa  jasa yang dapat dinikmati se)ara langsung.

Meng%itung Potensi Retri2usi Pasar

1etribusi pelayanan pasar adalah pungutan sebagai pembayaran atas penggunaan,  pemakaian dan peman'aatan kios, los, atau took di kawasan pasar dan tempat perdagangan umum yang disediakan oleh pemerintah daerah. enis pasar ynag dapat dikenakan retribusi  pelayanan pasar meliputi, pasar umum dan pasar hewan.

Untuk menghitung retribusi pasar perlu dikumpulkan data 

• Hasilitas pasar  • enis dagangan

• umlah petugas pemungut • /ari' retribusi

• umlah kios dan los

• 6uas pasar dan area kaki lima • Data penerimaan retribusi tahunan

(15)

 Per%itungan potensi retri2usi pasar umum

@5umla% Kios = TRB * 5umla% Los = TRB * 5umla% Kaki ) = TRBC = @ Akti!itas Se2ulan = (#C

 Peng%itungan potensi retri2usi pasar %e4an

@5umla% "e4an esar = TRB * 5umla% "e4 an Keil = TRBC = @ Akti!itas Se2ulan = (#C

Meng%itung potensi retri2usi parkir

1etribusi parkir dikenakan atas jasa penggunaan tepi jalan umum yang merupakan 'asilitas milik pemerintah sebagai tempat parkir.

6angkah-langkah menghitung potensi retribusi parkir adalah 

• enentukan tempat parkir tepi jalan umum yang akan diteliti potensi retribusi

 parkirnya

• elakukan pbser5asi untuk memperoleh data jumlah kedaraan yang perkir, tari' 

 parkir yang dikenakan untuk masing-masing kendaraan bermotor, luas area perkir, daya tampung, dsb

• enghitung rata-rata jumlah kendaraan yang parkir per hari • enghitung potensi retribusi parkir 

Potensi Retri2usi Parkir : @Rata'Rata Mo2il = TRB * Rata'Rata Sepeda Motor = TRBC = 1.$ "ari

STUDI KASUS

asalah menurunnya penerimaan pajak hotel di Kabupaten 0unungkidul, diindikasikan adanya #udgetary $lack 

Di kabupaten 0unungkidul, pajak hotel merupakan salah satu sumber pendapatan utama daerah karena lokasinya yang potensial. +amun dewasa ini, ditemukan bahwa  perolehan pajak hotel di kabupaten 0unungkidul terus menurun. Pertumbuhan penerimaan daerah yang bersumber dari pajak hotel pun menjadi negati'. Ada indikasi bahwa di kabupaten 0unungkidul juga terjadi #udgetary $lack  yang dilakukan oleh pemerintah daerah,

dimana sebenarnya potensi pajak hotel masih jauh lebih tinggi dibanding target yang dipatok  oleh pemerintah. (erikut adalah data mengenai pendapatan daerah yang bersumber dari pajak  daerah,

(16)

5enis Pa8ak 

Ta%un Anggaran RpB Pertum

2u%an 6B

#$$) #$$. #$$/ #$$0 #$$&

P. #otel &%.*9<.9 <.9&8.%%% 9.%<$.*98 **.*<%.%%% **.*&%.%%% -:$,

P. 1estoran ;.;$*.*%% &$.$<9.8$8 &9.$;.98% &9.9%;.98% &8.&$.<%% *9,;

P. #iburan *$.:8%.&%% **.;&%.%%% *9.*:9.%%% *.;9.%%% *8.8;&.%%% $$,$

P. 1eklame *8.;9.*8% *9.989.:8% $$*.$*%.:8% $<.8&.98% &%:.<**.9; $%*,

P. Penerangan $.%;8.:9.<& $.::8.%%%.%%% &.&%.<&%.98< &.98%.:&<.*$% 9.%9*.99.8$ *<%,:

$umber : %emda &unungkidul th.2'11

Dari tabel diatas, dapat terlihat bahwa penerimaan pajak hotel dari tahun ke tahun mengalami penurunan !ke)uali pada tahun $%%9 ke $%%:". #al ini seirama dengan terdapatnya penurunan target penerimaan pajak di kabupaten 0unungkidul. (erikut adalah tabel yang berisi mengenai perbandingan target yang dipatok oleh pemerintah daerah dengan realisasi penerimaan pajak hotel di kabupaten 0unungkidul.

/ahun

Anggaran 1ealisasi Pajak #otel !1p" /arget Pajak #otel !1p" Proporsi!"

$%%8 &%.*9<.9 $;.<8%.%%% :$,%:

$%%9 <.9&8.%%% $&.:8%.%%% $89,9*

$%%: 9.%<$.*98 ;.:8%.%%% $&,$&

$%%; **.*<%.%%% ;.:8%.%%% :;,*<

$%%< **.*&%.%%% *%.%%%.%%% ;<,::

ika melihat data yang dipaparkan pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa  pemerintah daerah sangat sukses dalam menghimpun pendapatan daerah yang bersumber dari  pajak hotel. Selisih yang sangat jauh antara target dan realisasinya serta menurunnya target yang dipatok setiap tahun menimbulkan pertanyaan. Apakah memang potensi pajak hotel di kabupaten 0unung kidul terus menurun dan hanya men)apai angka yang dipatokJ Ataukah  pemerintah daerah kabupaten 0unungkidul sengaja memmasang target yang rendah agar 

ketika realisasi, dalam menghimpun pajak hotel tidak diperlukan usaha yang terlalu keras, dan kinerja dianggap bagusJ

A+ Analisis Kasus

Untuk membuktikan ada atau tidaknya #udgetary $lack  yang dilakukan oleh pemerintah

daerah, maka perlu dilakukan penghitungan potensi pajak daerah. Dalam menghitung potensi  pajak hotel digunakan rumus 

Potensi Pa8ak "otel : 5ml kamar = Tari< kamar rata'rata = 5ml "ari = Tari< p+%otel

Dengan asumsi bahwa

a. umlah hari dalam * !satu" tahun adalah 9% hari  b. /ari' pajak hotel adalah *%

(17)

). /ari' kamar rata-rata adalah tari' harian yang dikenakan terhadap kamar yang dipakai oleh pelanggan

dengan menggunakan rumus dan asumsi di atas untuk mengolah data primer mengenai kondisi perhotelan di 0unungkidul , maka diperoleh data sebagai berikut 

/ahun

Anggaran Potensi Pajak #otel !1p" Proporsi!"

$%%8 *.$8%.:*%.;;&

-$%%9 98.*89.%9& -&:,:;

$%%: *.%;:.:%$.%<$ 99,8

$%%; :&.**.&&% -*,9;

$%%< ;*&.9*&.88$ <,9$

 ata diambil dari : ahayu*#etty. 2'12. "nalisis %otensi %a+ak ,otel -erhadap ealisasi %enerimaan  %a+ak ,otel. #andung : Media ekonomi dan mana+emen.

ika dilakukan perbandingan antara hasil perhitungan potensi pajak hotel kabupaten 0unungkidul yang sebenarnya terhadap target yang dipatok oleh pemerintah daerah setempat, dapat ditarik kesimpulan bahwa, sebenarnya potensi pajak hotel jauh lebih tinggi daripada target yang dipatok. Seperti yang terlihat di tabel di bawah ini

/ahun

Anggaran 1ealisasi Pajak #otel !1p" Potensi Pajak #otel !1p" /arget Pajak #otel !1p" Proporsi!"

$%%8 &%.*9<.9 *.$8%.:*%.;;& $;.<8%.%%% :$,%:

$%%9 <.9&8.%%% 98.*89.%9& $&.:8%.%%% $89,9*

$%%: 9.%<$.*98 *.%;:.:%$.%<$ ;.:8%.%%% $&,$&

$%%; **.*<%.%%% :&.**.&&% ;.:8%.%%% :;,*<

$%%< **.*&%.%%% ;*&.9*&.88$ *%.%%%.%%% ;<,::

+ Kesimpulan dan Saran

Dari hasil analisa yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

*. Potensi pajak hotel di Kabupaten 0unungkidul memang menurun dari tahun ke tahun !ke)uali tahun $%%9 ke $%%:".

$. /arget yang dipatok oleh pemerintah daerah sangat jauh menyimpang dari potensi yang seharusnya dapat diusahakan.

. 1ealisasi penerimaan pajak hotel di Kabupaten 0unungkidul nampak sudah e'ekti',  padahal sebenarnya masih jauh dari yang bisa dioptimalkan. Ini terjadi karena  pemerintah daerah terlalu rendah dalam memasang target, sehingga seolah-olah kinerja dalam hal penerimaanFrealisasi pajak hotel sudah maksimal, padahal sebenarnya belum.

F+ Saran 7

*. Untuk terus meningkatkan potensi pajak hotel yang dapat dijadikan sumber   pendapatan daerah, maka sebaiknya pemerintah daerah Kabupaten 0unungkidul

(18)

hendaknya terus memperhatikan pertumbuhan pariwisata daerah, serta mengoptimalkan pelayanan sektor perhotelan di Kabupaten 0unungkidul

$. #endaknya pemerintah daerah 0unungkidul bertindak lebih rele5an dalam menetapkan target terhadap pajak hotel.

. Dalam mengukur kinerja, tidak hanya memperhatikan bagaimana men)apai target atau mengunggulinya, namun lebih berpatokan pada apakah usaha yang dilakukan sudah maksimal atau masih banyak hal yang dapat dioptimalkan.

DATAR PUSTAKA

*. #alim, Abdul. $%%&. #unga ampai Mana+emen euangan aerah.  ogyakarta 

Akademi anajemen Perusahaan KP+.

$. ahmudi. $%%<. Mana+emen euangan aerah. ogyakarta  Penerbit 2rlangga.

. (adan Pusat Statistik Pro5insi (ali. http://bali.bps.go.id . Diakses $* aret $%*&.

&. 1ahayu, (etty dan Purwanti, 25i ulia. $%*$. "nalisis %otensi %a+ak ,otel -erhadap  ealisasi %enerimaan %a+ak ,otel di abupaten &unungkidul . 2konomika dan (isnis

 Uni5ersitas Diponegoro.

Referensi

Dokumen terkait

Iklan Baris Iklan Baris Serba Serbi PERLNGKPN MOBIL PRIVAT LES JAKARTA BARAT Rumah Dijual BODETABEK JAKARTA PUSAT.. DIJUAL RMH / TOKO

Siswa dapat mengetahui sistem pewarnaan pada program grafis vektor dan bitmap Siswa dapat mengetahui sistem pewarnaan pada program grafis vektor dan bitmap Siswa dapat menampilkan

Skripsi tersebut membahas mengenai permasalahan perlindungan hukum atas hasil penelitian yang dilakukan oleh pengajar pada Perguruan Tinggi menurut regime

Penelitian Analisis Kebutuhan Tenaga Perawat Pelaksana dengan Metode Workload Indicator Staff Need (WISN) di Ruang Rawat Inap Flamboyan Krakatau Medika Hospital

Skripsi Studi Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi Rawat Inap … Rani Yunitasari... ADLN Perpustakaan

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

UNAIR NEWS – Tim peneliti program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga mengadakan acara pengenalan produk