• Tidak ada hasil yang ditemukan

SADAR WISATA-SAPTA PESONA DAN EKONOMI KREATIF

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SADAR WISATA-SAPTA PESONA DAN EKONOMI KREATIF"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

SADAR WISATA-SAPTA

PESONA – DAN

EKONOMI KREATIF

OLEH

DENI DARMAWAN

Disampaikan pada kegiatan Sosialisasi Sapta Pesona, Disbudpar Kota Pontianak

(2)

MUKADIMAH

SADAR

WISATA

EKONOMI

KREATIF

SAPTA

PESONA

PEMBANGUNAN PARIWISATA PRESTASI PARIWISATA PROBLEM PARIWISATA VISUALISASI REGULASI: UU Pariwisata PP RIPPNAS INPRES Pariwisata

INPRES Ekonomi Kreatif Permen Sadar Wisata Permen Ekowisata

Permen Destinasi Unggulan Kampanye Sadar Wisata

(3)

SADAR WISATA

Peraturan Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata Nomor: PM.04/UM.001/MKP/2008

Sadar Wisata adalah

 suatu kondisi yang

menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap

komponen masyarakat

dalam mendorong

terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya

kepariwisataan di suatu destinasi atau wilayah.

Bertujuan untuk :

 meningkatkan pemahaman segenap

komponen masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan

berkembangnya pariwisata serta

meningkatkan kesejahteraan masyarakat;  menggerakkan dan menumbuhkan motivasi,

kemampuan dan kesempatan bagi

masyarakat sebagai wisatawan untuk mengenali dan mencintai tanah air.

(4)

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEPARIWISATAAN

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL POTENSI, KAPASITAS & PARTISIPASI GENDER USAHA PRODUKTIF INSENTIF IKM& USAHA PAR KEMITRAAN

USAHA PAR AKSES PASAR AKSES MODAL SAPTA PESONA MOTIVASI WISNUS SUMBER: PASAL 28, PP 50/2011

(5)

SAPTA PESONA

 Sapta Pesona merupakan jabaran konsep

Sadar Wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri

pariwisata melalui perwujudan tujuh unsur dalam Sapta Pesona tersebut.

 Logo Sapta Pesona berbentuk matahari

tersenyum yang menggambarkan semangat hidup dan kegembiraan. Tujuh sudut

pancaran sinar yang tersusun rapi di sekeliling matahari menggambarkan unsur-unsur Sapta Pesona yang terdiri dari : unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.

AMAN TERTIB BERSIH SEJUK INDAH RAMAH KENANGAN

(6)

SAPTA PESONA 1): AMAN

Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata yang memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke

daerah tersebut.

Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain :

a) Tidak menganggu kenyamanan wisatawan b) Menolong dan melindungi wisatawan

c) Menunjukkan sifat bersahabat terhadap wisatawan d) Memelihara keamanan lingkungan

e) Membantu memberi informasi kepada wisatawan f) Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya

penyakit menular

g) Meminimalkan resiko kecelakaan dalam

penggunaan fasilitas publik.

 MANFAAT :

1) Tidak ada rasa takut untuk bepergian 2) Keinginan wisatawan untuk berkunjung

lebih besar.

3) Citra positif pariwisata tetap terjaga 4) Memberikan peluang pembangunan dan

penyempurnaan fasilitas dan sistem

pelayanan jasa informasi yang bermanfaat baik di tempat-tempat obyek wisata

(7)

SAPTA PESONA 2): TERTIB

kondisi lingkungan dan pelayanan di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang

mencerminkan sikap disiplin yang tinggi serta kualitas fisik dan layanan yang konsisten dan teratur serta efisien sehingga memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi wisatawan dalam

melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.

Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain :

1. Mewujudkan budaya antri

2. Memelihara lingkungan dengan mentaati

peraturan yang berlaku

3. Disiplin waktu/tepat waktu

4. Serba jelas, teratur, rapi dan lancar.

MANFAAT :

1)

terciptanya ketenangan;

2)

terciptanya kondisi teratur;

3)

terbentuknya wibawa sebagai

(8)

SAPTA PESONA 3): BERSIH

Suatu kondisi lingkungan serta kualitas produk dan pelayanan di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sehat/hygienik sehingga memberikan rasa

nyaman dan senang bagi wisatawan dalam

melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.

Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain :

1) Tidak membuang sampah sembarangan

2) Menjaga kebersihan lingkungan objek wisata 3) Menjaga lingkungan yang bebas dari polusi

udara

4) Menyiapkan sajian makanan dan minuman

yang higienis

5) Menyiapkan perlengkapan penyajian

makanan dan minuman yang bersih

6) Pakaian dan penampilan petugas bersih dan

rapi.

Jika terbiasa hidup sehat, tentunya anda akan selalu memakan rnakanan sehat yang higienis dan selalu

menjaga kebersihan lingkungan. Membiasakan hidup bersih berarti kita menciptakan

 pola hidup sehat;

 suasana hidup yang lebih menyenangkan;

 semangat hidup yang lebih bergairah.

(9)

SAPTA PESONA 4): SEJUK

Suatu kondisi di destinasi

pariwisata/daerah tujuan wisata

yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan

memberikan perasaan nyaman bagi wisatawan dalam melakukan

kunjungannya ke daerah tersebut. Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain :

1)Melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon

2)Memelihara penghijauan di lingkungan objek wisata

3)Menjaga kondisi sejuk dalam berbagai area di daerah tujuan wisata.

Marilah kita ciptakan kondisi yang sejuk dimanapun kita berada. Berikut ini

manfaat

kesejukan yaitu :

1) tubuh dan pikiran kita menjadi segar dan fit setiap saat;

2) stamina kita dalam beraktivitas bertahan lebih lama.

(10)

SAPTA PESONA 5): INDAH

Suatu kondisi di daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik dan memberikan kesan

yang mendalam bagi wisatawan sehingga mewujudkan potensi

kunjungan ulang serta mendorong

promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas.

Bentuk Aksi yang perlu diwujudkan antara lain :

1. Menjaga objek wisata dalam tatanan yang estetik, alami dan harmoni

2. Menata lingkungan secara teratur 3. Menjaga keindahan vegetasi,

tanaman hias dan peneduh.

Manfaat keindahan antara lain :

1) Timbulnya kesadaran akan

kebesaran Tuhan ;

2) Terciptanya perasaan senang;

3) Mencegah munculnya perasaan

stress

(11)

SAPTA PESONA 6): RAMAH

Suatu kondisi lingkungan yang

bersumber dari sikap masyarakat di

destinasi pariwisata yang mencerminkan suasana yang akrab dan terbuka.

Bentuk Aksi yang perlu diwujudkan: 1. Bersikap sebagai tuan rumah yang

baik serta selalu membantu wisatawan

2. Memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan

3. Menunjukkan sikap menghargai dan toleransi terhadap wisatawan

4. Memberikan senyum yang tulus.

Manfaat tegur-sapa yang ramah adalah

1) Terjadinya keakraban; dengan tegur-sapa suasana hangat akan senantiasa tercipta dalam perasaan setiap individu meskipun tidak saling mengenal satu dengan lainnya. 2) Terciptanya rasa damai keakraban yang tercipta pada akhirnya tentu membuat hati kita menjadi damai, tanpa rasa was-was

meski berada di lingkungan dan orang-orang yang asing bagi kita.

3) Mencegah terjadinya konflik; melalui tegur sapa bisa tercipta tali persaudaraan dan

kekeluargaan yang akan mampu mencegah terjadinya konflik.

(12)

SAPTA PESONA 7): KENANGAN

Suatu bentuk pengalaman yang berkesan di destinasi pariwisata yang akan

memberikan rasa senang dan kenangan yang indah bagi wisatawan.

Bentuk aksi yang perlu diwujudkan : 1. Menggali dan mengangkat keunikan

budaya lokal

2. Menyajikan makanan dan minuman khas lokal yang bersih dan sehat

3. Menyediakan cinderamata yang menarik, unik/khas serta mudah dibawa

Manfaat:

1) Terbentuknya penghormatan dan penghargaan dari orang lain

2) Terbentuknya citra yang baik bagi pribadi, masyarakat, dan negara kita; 3) Terciptanya kepuasan bagi diri kita dan terlebih bagi wisatawan;

4) Meningkatkan rasa saling percaya di antara sesama.

(13)

EKONOMI KREATIF

 DUNIA kini tengah memasuki era industri gelombang keempat, yaitu industri ekonomi kreatif (creative economic industry), usaha industri ekonomi kreatif diprediksi akan menjadi industri masa depan

sebagai fourth wave industry (industri gelombang keempat), yang menekankan pada gagasan dan ide kreatif, hal ini bukan tanpa alasan, mengingat industri ekonomi kreatif telah mampu mengikat pasar dunia dengan jutaan kreativitas dan persepsi yang dapat dijual secara global. Walt Disney di Amerika Serikat, contohnya, mereka hanya menjual

lisensi, brand, dan ide kreatifnya. Pabriknya tidak perlu di AS, tetapi bisa di Cina, India dan lokasi lainnya.

 Ekonomi Kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan

mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

(14)

KOMITMEN PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG

PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF

 Keseriusan Pemerintah Indonesia dalam

mengembangkan ekonomi kreatif

ditandai dengan keluarnya Inpres No. 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan

Ekonomi Kreatif yang berisi instruksi

Presiden kepada Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen, seluruh

Gubernur, Bupati/Walikota yang intinya agar Mendukung kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif tahun 20092015, yakni pengembangan kegiatan ekonomi

berdasarkan pada kreativitas,

keterampilan, dan bakat individu untuk menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis dan

berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 Berdasarkan Perpres

N0.92/2011 pada tanggal 21

Desember 2011, telah dibentuk Kementerian Pariwisata dan

Ekonomi Kreatif dengan visi untuk mewujudkan

kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan menggerakkan

kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

(15)

PRIORITAS PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF (diktum ke-2 Inpres 6/2009) Ekonomi Kreatif Iklan Arsitek tur pasar seni & brg antik kerajin an desain fashion (mode); film, video, & fotografi permai nan interak tif musik seni pertunju kan penerbit an & percetak an layanan kompute r & piranti lunak radio dan televisi riset & pengemb angan.

(16)

Ekonomi kreatif menunjang pengembangan

wilayah ekonomi baru

 Mengingat peran ekonomi kreatif yang semakin meningkat bagi perekonomian suatu wilayah, utamanya terhadap pengembangan ekonomi berbasis UMKM, maka tidaklah berlebihan bila semakin banyak kota yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai ujung

tombak dan katalisator pengembangan ekonomi daerahnya, Untuk menjadi pemenang di tengah persaingan yang semakin ketat,

menurut Florida (The Rise of Creative Class), kota-kota, daerah, dan provinsi harus lebih menumbuhkan "iklim orang-orang." Yang dimotori oleh kaum muda, dengan semangat inovasi dan

kreatifitas, mampu berperan layaknya Midas Touch, memoles sesuatu yang “biasa” menjadi “luar biasa”.

(17)

Kontribusi Sektor Ekonomi Kreatif

Pemilihan strategi kebijakan mengembangkan ekonomi

kreatif di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi

global, ini bukan tanpa alasan, kontribusi sektor ekonomi

kreatif terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2010 mencapai Rp 472,8 triliun dan mampu

menyerap 11,49 tenaga kerja dan pada 2011 naik

menjadi Rp 526 triliun dengan serapan 11,51 juta tenaga

kerja. Tahun 2012 angka itu ditargetkan terdongkrak

menjadi Rp573,4 triliun dengan serapan 11,57 juta

tenaga kerja.

(18)

MOMENT OF TRUTH TOURISM

apakah kita sudah siap menerima dan menjamu tamu?

DOMISILI TURIS GATEWAY DATANG DESTINASI GATEWAY PULANG

INFO WISATA JELAS & MENARIK?

AKSES INFORMASI LUAS , VALID, DAN TERKINI? KEPUTUSAN PERJALANAN ANDIL INFORMASI?

KONEKTIVITAS WILAYAH TERBANGUN? ARMADA WISATA AMAN DAN NYAMAN? PORT DARAT LAUT UDARA MEMADAI? PROSES TRANSFERABILITAS TERJAMIN?

KESIAPAN DESTINASI?

MOTIF DAN ATRAKSI SESUAI?

KEBUTUHAN DAN FASILITAS TERPENUHI? KERAMAHAN TUAN RUMAH?

LAMA TINGGAL DAN BELANJA BESAR? PENGALAMAN SPEKTAKULER?

TURIS MERASA NYAMAN, AMAN, TERPESONA? TIKET MUDAH/HARGA WAJAR?

MANIFEST PENUMPANG VALID? TIADA PUNGLI?

TETAP SEHAT DAN AMAN? KENANGAN INDAH?

(19)

Referensi:

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan

Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2011 tentan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional 2010 -2025

Inpres Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif

Peraturan Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata Nomor: PM.04/UM.001/MKP/2008 Konsep Sadar Wisata dan Sapta Pesona, www.wisatakandi.com/2010/2

Eddy Cahyono Sugiarto, Ekonomi Kreatif, http://www.setkab.go.id/artikel-6693-.html2

Semoga Paparan ringkas ini dapat membantu tumbuhnya kesadaran dalam

melaksanakan Sapta Pesona dan mengimplementasikan nilai-nilai Sadar Wisata di Bumi Khatulistiwa.

Referensi

Dokumen terkait

Komponen destinasi pariwisata tersebut dapat dirangkai menjadi perencanaan paket wisata (Nuriata, 1992). Perjalanan wisata yang terangkai dalam sebuah paket wisata, akan

e. Indah: Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata Goa Pancur yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang

Penelitian ini menggambarkan kajian sebuah model pariwisata daya tarik ekonomi kreatif yaitu unsur wisatawan untuk menikmati rute perjalanan daya tarik wisata dan dihubungkan

Aman berisi rasa tenang, bebas rasa takut dan kecemasan bagi pengunjung gua; Tertib berisi ketaatan aturan dan kedisiplinan bagi pengunjung sehingga membantu rasa nyaman

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel destinasi wisata yang terdiri dari harapan wisatawan, kualitas layanan, dan motivasi perjalanan perpengaruh langsung terhadap variabel

Proses Dampak Pariwisata Permintaan Wisatawan Destinasi Wisata Muncul Tekanan Kapasitas Daya Tampung KARAKTERISTIK WISATAWAN Lama Tinggal Jenis Aktivitas Wisatawan

Mohuyula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, ISSN 2963-9956 Penerapan Sapta Pesona dalam Pengembangan Destinasi Wisata Pantai Botutonuo Kabupaten Bone Bolango Desrika Talib

Atraksi wisata menjadi alasan utama yang akan memotivasi wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata.112 Dapat dikatakan bahwa destinasi wisata kolam renang Tirta Rebanbela sudah