7
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan KoordinasiBerikut adalah kedudukan beserta koordinasi yang penulis jalankan selama melakukan kegiatan praktek kerja magang.
1. Kedudukan
Penulis ditempatkan pada posisi sebagai animator infografis di bagian produksi multimedia harian kompas untuk media digital, yaitu Kompas.id dengan pembimbing lapangan sekaligus supervisor adalah bapak Pandu Lazuardi. Tugas utama yang diberikan kepada penulis adalah menganimasikan aset yang sudah dibuat dan disediakan dari tim desain grafis. Tapi beberapa projek tertentu, penulis tidak hanya menganimasikan aset yang sudah ada tapi juga membuat aset grafis tersebut.
2. Koordinasi
Penulis melakukan proses briefing kepada pembimbing lapangan sekaligus penanggung jawab projek, setelah itu penulis membuat apa yang sudah di brief sebelumnya. Lalu hasil jadi projek berupa animasi dikirim kepada beliau untuk di asistensi serta diberi feedback apakah sudah cukup dan pas atau masih perlu melakukan tahap revisi.
8
9 3.2. Tugas Yang Dilakukan
Berikut adalah perincian pekerjaan yang dilakukan oleh penulis selama masa praktek kegiatan kerja magang di Harian Kompas,
Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Selama Magang
No. Minggu ke- Proyek Keterangan
1 1 Animasi pergerakkan tulang sendi tangan dan punggung
Membuat aset berupa tulang punggung dan tulang sendi tangan, dan
menganimasikan pergerakan sendinya 2 2-3 1. Projek animasi tutur
visual sejarah pempek “Pempek dari
Makanan Tentara Sriwijaya ke Makanan Rakyat” 2. Projek animasi tutur
visual “Vaksin Covid” 1. Membuat 3 aset tahap memasak pempek; a) Menggoreng, b) Merebus, c)
Dibakar; dan 1 aset saus pempek dengan bahan bakunya dan menganimasikan pergerakannya 2. Menganimasikan 3
aset yang sudah dibuat oleh tim desain grafis
3 4 1. Animasi pergerakkan
tubuh (punggung) 2. Projek animasi tutur
visual “Vaksin Covid” lanjutan
1. Menganimasikan 6 aset yang sudah dibuat oleh tim grafis
2. Menganimasikan 1 aset yang sudah
10
dibuat oleh tim grafis
4 5 Materi pembelajaran dan latihan membuat aset isometri
Memahami cara pembuatan aset dalam bentuk dimensi isometri dengan Adobe Illustrator
5 6 Desain isometri “Mrapen Abadi”
Membuat tempat ikonik “Mrapen Abadi” dalam bentuk isometri
6 7-8 Materi pembelajaran dan latihan membuat aset grafik
Memahami cara pembuatan aset diagram grafik dengan Adobe Illustrator
7 8-9 Projek animasi tutur visual peta “Geger Pecinan”
Menganimasikan aset berupa peta yang menggambarkan lokasi beserta keterangannya. 8 10 1. Projek E-paper bagian
Jendela “Penghargaan terhadap Upaya Tak Kenal Lelah” 2. Projek animasi “Neuralink” 1. Membuat 3 aset tokoh 2. Membuat aset mengenai “neuralink” dan menganimasikan proses kerjanya
3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Selama menjalankan praktek kerja magang di Harian Kompas, penulis diberikan projek menganimasikan aset dan membuat asset setiap minggunya dari bentuk projek latihan sampai ke projek yang nantinya akan dipublikasikan ke media digital Kompas.id. Konten dari projek tersebut diberikan melalui proses briefing yang dilakukan antara supervisor divisi dan penulis. Lalu penulis menggunakan
11
perangkat lunak seperti Adobe Illustrator CS6/CC 2019 yang berfungsi unruk membuat aset dalam bentuk vector dan After Effect CS6/ CC 2019 sebagai program yang berfungsi untuk menganimasikan aset yang sudah dibuat dari Adobe Illustrator. Proses pelaksanaan praktek kegiatan kerja magang sepenuhnya penulis lakukan secara WFH atau di dirumah.
3.3.1. Proses Pelaksanaan
Konten yang penulis animasikan berupa hasil akhir dan dipublikasikan secara resmi dan bisa di lihat melalui media Kompas.id. Berikut penulis menjelaskan perincian dari 3 projek yang dipilih dari beberapa yang penulis kerjakan.
3.3.1.1. Pembuatan Animasi Tutur Visual Sejarah Pempek
Projek yang dibuat oleh penulis dan akan dipublikasikan yaitu menganimasikan tutur visual mengenai sejarah pempek. Proses briefing dilakukan bersama dengan pembimbing lapangan, bapak Pandu, penulis di tugaskan untuk membuat 4 aset pempek dari cara memasak seperti menggoreng, merebus, dibakar dan saus pempek dengan bahan kandungan di dalamnya, menggunakan gaya visual yang sudah disesuaikan dengan tim desain grafis.
Penulis mencari beberapa contoh gambar melalui Google, dan untuk gaya aset yang akan digambar disesuaikan dengan brief yang sudah dilakukan, lalu aset dibuat menggunakan tool brush dan pen tool Adobe Illustrator dan untuk pemilihan warna menggunakan contoh dari gambar yang sudah di ambil sebelumnya.
12
Setelah selesai dibuat, aset tersebut pun dianimasikan diantaranya yaitu untuk yang merebus dengan menggerakan asap, menggoreng dengan spatula yang digerakan supaya terlihat seperti sedang mengoseng, untuk yang dibakar sama dengan merebus dengan menggerkan asap ditambah dengan perbedaan aset pempek saat mereka belum matang dan yang sudah matang ketika dalam proses dibakar, dan yang terakhir untuk saus diberikan sentuhan seperti kelipan bintang karena menurut penulis, saus tersebut menjadi pelengkap terakhir dan berfungsi sebagai penggurih ketika akan memakan pempek. Semua animasi tersebut dibuat dengan durasi singkat maksimal 5 detik dan berulang.
Gambar 3.3. Proses Pembuatan Animasi bertema pempek
Setelah selesai dianimasikan, hasilnya pun di render dalam bentuk file GIF (Graphic Interchange Format).
13
Gambar 3.4. Hasil jadi dalam format GIF
3.3.1.2. Pembuatan Animasi Tutur Visual Vaksin Corona
Projek lain yang dibuat oleh penulis dan akan dipublikasikan yaitu menganimasikan tutur visual mengenai vaksin corona. Proses briefing dilakukan bersama dengan pembimbing lapangan, bapak Pandu, penulis di tugaskan untuk menganimasikan file illustrator yang sudah dibuat oleh tim grafis.
Gambar 3.5. Proses Pembuatan Animasi Vaksin 1
Untuk projek ini, penulis menganimasikan beberapa gerakan seperti pendorong suntikan yang mengeluarkan tetesan cairan, roda gigi yang berputar berulang,
14
penerapan ease out dan ease in pada ikon orang, dan animasi kedap-kedip di ikon lain. Setelah selesai dianimasikan, penulis mengirim hasil kepada supervisor dalam bentuk GIF untuk di cek.
Gambar 3.6. Hasil Animasi Vaksin 1
Tidak lama setelahnya, penulis menerima feedback dan diharuskan untuk merevisi kembali di bagian warna,
Gambar 3.7. Proses Revisi Pembuatan Animasi Vaksin1
Setelah menyelesaikan hasil revisi, penulis mengirim kembali kepada supervisor dan dalam bentuk format yang sama yaitu format GIF.
15
Gambar 3.8. Hasil Revisi Vaksin 1
Gambar 3.9. Proses Pembuatan Animasi Vaksin 2
Gambar 3.10. Hasil Animasi Vaksin 2 3.3.1.3. Pembuatan Animasi Tutur Visual Geger Pacinan
Projek lain yang dibuat oleh penulis dan akan dipublikasikan yaitu menganimasikan tutur visual geger pacinan, sebuah peta sejarah. Proses briefing dilakukan bersama
16
dengan supervisor sekaligus pembimbing lapangan, bapak Pandu, penulis di tugaskan untuk menganimasikan file illustrator peta beserta data-data yang sudah dibuat oleh tim grafis, dan hasil akhirnya berupa film animasi singkat berdurasi 8 menit.
Penulis membuat animasi berupa bentuk penjelasan sejarah, maka dari itu penulis membuat seperti spotlight untuk fokus di posisi tersebut beserta penjelasannya menggunakan teks berwarna putih kekuningan mengikuti warna background gambar asli, bersamaan dengan gambar background peta yang ikut di perbesar dan digeser dari ujung kiri peta sampai pada ujung kanan peta. Untuk penutup, diakhiri dengan gambar peta secara utuh kembali.
Gambar 3.11. Proses Pembuatan Animasi Peta
Setelah melalui proses pengecekkan, penulis dan supervisor melakukan proses briefing lagi terkait apa yang harus direvisi.
17
Gambar 3.12. Proses Pembuatan Animasi Peta yang direvisi
Penulis akhirnya disarankan untuk menghilangkan teks yang ada di keseluruhan latar belakang, menggunakan judul pembuka di awal, lalu membuat daerah yang sedang dijelaskan lebih diperbesar dan menggeserkan petanya dari ujung kiri sampai ke ujung kanan. Lalu penulis menggunakan pin poin berkedip berulang menggunakan warna merah sekaligus memunculkan penjelasan yang menutupi setengah gambar supaya lebih terfokus pada lokasi tersebut. Penulis mencoba memberikan sentuhan seperti film tua dengan memberikan beberapa filter, dan setelah hasilnya jadi, penulis mengirimkan kembali kepada supervisor
18
Gambar 3.13. Proses Pembuatan Animasi Peta yang direvisi 2
Revisi pun kembali dilakukan setelah supervisor melakukan beberapa pengecekan diantaranya yaitu menghilangkan filter film tua, durasi animasi diperpanjang, memberikan waktu jeda yang lebih lama untuk dapat dibaca sebelum mengganti ke teks selanjutnya, serta ukuran teks yang lebih besar sekitar 25-28pt supaya bisa ditonton melalui handphone. Revisi kedua menjadi revisi terakhir dan hasil final untuk dipublikasikan.
3.3.2. Kendala Yang Ditemukan
Selama proses kegiatan praktek kerja magang, penulis mendapat beberapa kendala seperti Covid-19 yang sedang mewabah sampai saat ini yang mengharuskan penulis untuk melakukan kegiatan praktek kerja magang secara WFH (Work From Home) karena harus mengikuti protokol kesehatan. Karena kondisi WFH, penulis menjadi sedikit kesulitan ketika harus melakukan brief secara tatap muka sehingga tidak terlalu maksimal.
19
Untuk dari segi proses pengerjaan selama kerja magang terutama dalam menganimasikan projek, banyak tehknik yang penulis kurang paham ketika menganimasikan aset selain hal-hal dasar. Terkadang penulis juga mengalami kendala dalam menyelesaikan hasil akhir ketika melakukan proses rendering untuk hasil jadinya seperti not responding jika akan membuka program yang lain atau prosesnya sangat lambat sampai memakan waktu hingga kira-kira 20 menit sehingga memakan waktu jika ternyata terjadi kesalahan sebelum diserahkan, mau tidak mau harus melewati proses yang sama lagi, hal tersebut sangat membuang waktu. Penulis juga mengalami kendala seperti tidak dapat membuat hasil rendering dalam bentuk VLC dan terpaksa harus dalam bentuk quicktime, akibatnya hasil file akhirnya memuat sampai 1GB.
3.3.3. Solusi Atas Kendala Yang Ditemukan
Karena proses kegiatan praktek kerja magang yang harus dilakukan secara WFH, penulis tetap menjalankan aktivitas magang seperti brief projek dengan jalur online melalui grup whatsapp khusus untuk divisi penulis, dan zoom untuk brief pembelajaran dan revisi yang lebih detailnya.
Karena banyak tehknik-tehknik animasi yang tidak pernah dibuat sebelumnya, penulis melihat contoh tutorial untuk mempelajari tehknik tersebut melalui Youtube. Lalu perihal kendala proses rendering yang cukup lama dan terkadang bisa sampai not responding, penulis memilih untuk mengecek kembali lebih teliti dan memastikan tidak ada yang salah dan menutup program yang sudah tidak terpakai supaya kinerja rendering lebih maksimal.
Untuk kasus proses rendering menjadi video dalam format VLC, penulis mendapatkan dua cara yaitu menggunakan Media Encoder atau program untuk compress file. Dan penulis memilih program compress, yaitu Handbrake karena lebih mudah didapatkan dari pada menggunakan Media Encoder, karena harus mengikuti versi yang sama dengan Adobe After Effectnya.