LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASIAN
PER 30 JUNI 2017 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2016 SERTA UNTUK PERIODE 6 (ENAM) BULAN YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL 30 JUNI 2017 DAN 2016
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1-2
Laporan Laba Rugi Dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 – 46
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1 Catatan 30 Juni 2017 31 Desember 2016
ASET ASET LANCAR
Kas dan bank 2d,2e,4 20.504.671.458 11.674.174.333
Piutang usaha
- Pihak ketiga 5 5.956.139.112 1.335.826.884
Piutang lain-lain 6 29.050.000 -
Persediaan 2g,7a 378.879.970.232 305.043.489.595
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 2h,8 1.119.186.587 4.998.065.933
Pajak dibayar dimuka 11a 7.746.167.547 1.666.628.993
Total - Aset lancar 414.235.184.936 324.718.185.738
ASET TIDAK LANCAR
Persediaan 2g,7b 99.832.300.925 99.832.300.925
Aset tetap 2j,9 753.455.386 684.423.634
Aset lain-lain 10 21.683.222.084 2.364.968.036
Total - Aset tidak lancar 122.268.978.395 102.881.692.595
TOTAL ASET 536.504.163.331 427.599.878.333
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2 Catatan 30 Juni 2017 31 Desember 2016
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang usaha
- Pihak ketiga 13 26.666.606.940 70.567.193.506
Utang pajak 11b 2.950.094.072 7.361.744.704
Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank 2n,14 - 77.631.036.915
Utang lembaga nonbank 15 - 20.000.000.000
Total - Liabilitas Jangka Pendek 29.616.701.012 175.559.975.125
LIABILITAS JANGKA PANJANG Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam
waktu lebih dari satu tahun
Utang lembaga nonbank 15 275.000.000.000 -
Uang muka pelanggan 2k,12 22.770.754.706 146.715.094.355
Liabilitas imbalan kerja karyawan 2l, 16 495.936.000 464.154.000
Total - Liabilitas Jangka Panjang 298.266.690.706 147.179.248.355
Total - Liabilitas 327.883.391.718 322.739.223.480
0 EKUITAS
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Modal saham - nilai nominal Rp. 100 per saham 17 156.250.000.000 125.000.000.000
Tambahan modal disetor 18 (18.874.615.820) (46.479.653.055)
Penghasilan komprehensif lain 187.041.000 187.041.000
Saldo laba 68.937.552.519 26.152.266.908
Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk 206.499.977.699 104.859.654.853
Kepentingan nonpengendali 2.120.793.914 1.000.000
Total ekuitas 208.620.771.613 104.860.654.853
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 536.504.163.331 427.599.878.333
Modal dasar - 5.000.000.000 lembar saham Modal ditempatkan dan disetor Per 30 Juni 2017, sebanyak 1.562.500.000 lembar saham dan 2016, sebanyak 1.250.000.000 lembar saham
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3 Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada 30 Juni 2017 dan 2016
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan Periode Enam Bulan Sampai 30 Juni 2017
Periode Enam Bulan Sampai 30 Juni 2016
Penjualan Apartemen 2k,19 214.738.311.607 37.958.082.940
Beban Pokok Penjualan 2k,20 160.481.042.833 26.820.367.057
Laba (Rugi) Kotor 54.257.268.774 11.137.715.883
Beban Usaha 2k,21
Beban Penjualan 4.650.225.584 2.776.263.831
Beban Administrasi dan Umum 5.265.835.190 9.352.239.869
Jumlah Beban Usaha 9.916.060.774 12.128.503.700
Laba Usaha 44.341.208.001 (990.787.817)
Penghasilan (Beban) lain-lain 22
Penghasilan lain-lain 878.284.969 54.289.757
Beban lain-lain (60.109.676) (44.104.378)
Penghasilan Lain-lain Neto 818.175.294 10.185.379
Laba Sebelum Pajak Final dan Taksiran Beban Pajak Penghasilan 45.159.383.294 (980.602.438)
Pajak Final 2o (254.303.769) (1.665.263.751)
Laba Sebelum Taksiran Beban Pajak Penghasilan 44.905.079.525 (2.645.866.189)
Taksiran Beban Pajak Penghasilan 2o
Pajak Kini - -
Pajak Tangguhan - - Laba Sebelum Rugi Entitas Anak Pra-Akuisisi
Dan Laba Proforma Dari Transaksi
Restrukturisasi Entitas Sepengendali 44.905.079.525 (2.645.866.189) Rugi Entitas Anak Dampak Penyesuaian Proforma
Dari Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali - - LABA NETO TAHUN BERJALAN 44.905.079.525 (2.645.866.189) Penghasilan Komprehensif Lain :
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas imbalan kerja - 6.357.000 Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi - - Penghasilan Komprehensif Lain - 6.357.000 TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 44.905.079.525 (2.639.509.189) Laba neto yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 44.460.474.777 (2.645.773.883)
Kepentingan nonpengendali 444.604.748 (92.306)
TOTAL 44.905.079.525 (2.645.866.189)
Penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 44.460.474.777 (2.639.417.105)
Kepentingan nonpengendali 444.604.748 (92.084)
TOTAL 44.905.079.525 (2.639.509.189)
LABA PER SAHAM DASAR DARI LABA NETO YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK
ENTITAS INDUK 28,45 -
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5 Periode Enam Bulan
Sampai 30 Juni 2017
Periode Enam Bulan Sampai 30 Juni 2016
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 86.173.659.731 40.909.886.439 Pengeluaran kas untuk perolehan tanah, pembayaran
ke kontraktor dan pemasok (234.317.523.471) (27.010.722.132) Pengeluaran kas untuk karyawan (3.401.098.377) (4.568.720.833) Penerimaan (pembayaran) kas untuk aktivitas
operasional lainnya (65.518.216.299) (11.237.503.551)
Arus kas diperoleh dari operasi (217.063.178.416) (1.907.060.077) Pembayaran beban keuangan (60.109.676) (44.104.378)
Penerimaan bunga 878.284.969 54.289.757
Pembayaran (penerimaan) pajak (10.745.492.955) (2.420.209.285) Arus kas bersih digunakan untuk Aktivitas Operasi (226.990.496.078) (4.317.083.983)
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Pembelian aset tetap (373.957.117) (2.880.000) Arus kas bersih digunakan untuk Aktivitas Investasi (373.957.117) (2.880.000)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) pinjaman bank (77.631.036.915) (14.835.412.492) Penerimaan (pembayaran) piutang pihak berelasi (29.050.000) 10.650.000.000 Penerimaan (pembayaran) utang pihak berelasi 31.250.000.000 3.155.919.484 Penerimaan (pembayaran) utang sewa pembiayaan - (129.132.806) Penerimaan (pembayaran) pinjaman lembaga nonbank 255.000.000.000
Tambahan modal disetor 27.605.037.235 (146.445.298)
Kepentingan nonpengendali 176.998.299
Proforma ekuitas transaksi entitas sepengendali - (250.000.000) Arus kas bersih diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 236.194.950.320 (1.378.072.813) Peningkatan (Penurunan) kas bersih 8.830.497.125 (5.698.036.796) Kas dan setara kas awal tahun 11.674.174.333 10.756.469.225 Kas dan Setara Kas Akhir Periode 20.504.671.458 5.058.432.429
6
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Forza Land Indonesia (Dahulu PT Megah Satu Properti) (“Perseroan”) didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT Forza Land Indonesia, berkedudukan di Jakarta, berdasarkan akta notaris No.95 tanggal 21 Maret 2012 yang dibuat dihadapan Humberg Lie, SH.,SE.,MKn, Notaris di Jakarta Utara. Akta pendirian telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusannya AHU-23164.AH.01.01.Tahun 2012, tanggal 1 Mei 2012. Sampai dengan tanggal Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian, pendirian Perusahaan yang diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia masih dalam proses penyelesaian.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, adapun perubahan-perubahan terakhir, antara lain:
1. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 23 Februari 2016, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan nomor 130 tanggal 23 Februari 2016, dibuat dihadapan Humberg Lie, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta Utara, yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0004044.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 1 Maret 2016, Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan nomor AHU.AH. 01.03- 0027575 tanggal 1 Maret 2016 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan yang diselenggarakan oleh Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0026741.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 1 Maret 2016 dan sesuai dengan surat keterangan notaris Humberg Lie, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta nomor 017/KET- N/VI/2016 pengurusan Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) Perseroan sedang dalam proses, yang menyetujui perubahan alamat dan tempat kedudukan Perseroan, yang semula beralamat dan berkedudukan di Karinda Building Lantai 2 Suite nomor 1-2, Jalan Palmerah Selatan nomor 30A, Kelurahan Glora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi beralamat dan berkedudukan di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman Kav. 77, Slipi, Jakarta Barat 11410.
2. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 22 Maret 2016, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan nomor 134 tanggal 22 Maret 2016, dibuat dihadapan Humberg Lie, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0005568.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 22 Maret 2016 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan nomor AHU-0036797.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 22 Maret 2016 serta sesuai dengan surat keterangan notaris Humberg Lie, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta nomor 017/KET-N/VI/2016 pengurusan Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) Perseroan sedang dalam proses, yang menyetujui perubahan Nama Perseroan yang semula Perseroan bernama PT MEGAH SATU PROPERTI diubah menjadi Perseroan bernama PT FORZA LAND INDONESIA.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 27 April 2016, sebagaimana dinyatakan dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan nomor 92 tanggal 27 April 2016, dibuat dihadapan Humberg Lie, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, yang telah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan dari Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-000822.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 29 April 2016, Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar nomor AHU-AH.01.03-0044620 dan Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan nomor AHU.AH. 01.03-0044621 tanggal 29 April 2016 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan nomor AHU-0053815.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 29 April 2016 dan sesuai dengan surat keterangan notaris Humberg Lie, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta nomor 017/KET-N/VI/2016 pengurusan Berita Negara Republik Indonesia (BNRI) Perseroan sedang dalam proses, yang menyetujui peningkatan Modal dasar Perseroan, yang semula Rp10.000.000.000 (sepuluh milyar Rupiah) menjadi Rp500.000.000.000,00 (lima ratus milyar Rupiah) serta Modal Ditempatkan dan Modal Disetor dalam Perseroan, yang semula Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta Rupiah) berubah menjadi Rp125.000.000.000,00 (seratus dua puluh lima milyar Rupiah).
7
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)
3. Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perseroan nomor 81 tanggal 25 Agustus 2016, dibuat dihadapan Humberg Lie, SH., SE., MKn., Notaris di Jakarta Utara, yang sudah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan terbatas dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0015345.AH.01.02.Tahun 2016 tanggal 25 Agustus 2016, Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan nomor AHU-AH.01.03-0074773 tanggal 25 Agustus 2016, Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan nomor AHU-AH.01.03-0074774 tanggal 25 Agustus 2016 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan nomor AHU-0099349.AH.01.11.Tahun 2016 tanggal 25 Agustus 2016.
Perseroan dengan suara bulat menyetujui dan memutuskan hal-hal sebagai berikut:
a. Menyetujui penjualan sebagian saham milik perseroan terbatas PT FORZA INDONESIA sebanyak 6.000 (enam ribu) saham dalam Perseroan kepada PT SURYA FAJAR CAPITAL;
b. Menyetujui perubahan nilai nominal saham Perseroan, yang semula masing-masing saham bernilai nominal sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah) berubah menjadi masing-masing bernilai nominal sebesar Rp 100,00 (seratus Rupiah);
c. Menyetujui perubahan status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka atau disingkat “Tbk” melalui Penerbitan dan Penjualan saham baru pada Perseroan;
d. Menyetujui perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan dari Perusahaan adalah menjalankan usaha dibidang perdagangan, jasa, pembangunan, perindustrian, percetakan dan pengangkutan darat. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, Perusahaan dapat melaksanakan usaha sebagai berikut :
A. Kegiatan usaha utama sebagai berikut :
i. Menjalankan usaha dalam bidang pembangunan kawasan Perumahan (Real Estate), kawasan industri (Industrial Estate), gedung-gedung apartemen, kondominium, perkantoran, pertokoan beserta fasilitas-fasilitasnya, termasuk mengerjakan pembebasan, pembukaan, pengurukan, pemerataan, penyiapan, dan pengembangan areal tanah lokasi/wilayah yang akan dibangun, menjual, membeli, menyewakan, pemeliharaan, pengelolaan segala kegiatan usaha yang berhubungan dengan properti.
ii. Menjalankan usaha dalam bidang jasa pada umumnya, namun tidak terbatas, jasa agent properti, konsultasi bidang manajemen operasi dan pemeliharaan kawasan properti real estate, jasa penyewaan dan pengelolaan properti, jasa konsultasi manajemen properti, konsultasi penilai properti dan aset, konsultasi investasi dan perencanaan properti, jasa pengelolaan dan pengusaha properti (Tanah dan Bangunan), jasa penyewaan ruangan, jasa konsultan bidang arsitek, Landscape, Design dan Interior, jasa konsultansi manajemen dan bisnis, serta bidang usaha terkait, kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak.
Dan untuk melaksanakan kegiatan usaha utama ini, Perseroan dapat:
a. melakukan investasi pada perusahaan-perusahaan lain, baik di dalam ataupun di luar negeri, dalam bentuk penyertaan saham, mendirikan atau mengambil bagian atas saham-saham perusahaan lain, baik di dalam ataupun di luar negeri, dalam bentuk penyertaan saham, mendirikan atau mengambil bagian atas saham-saham perusahaan lain, termasuk namun tidak terbatas pada perusahaan properti;
8
1. UMUM (lanjutan)
a. Pendirian dan Informasi Umum (lanjutan)
b. membentuk patungan modal serta menjadi perusahaan induk baik secara langsung maupun tidak langsung atas perusahaan lain termasuk namun tidak terbatas pada perusahaan yang bergerak di bidang properti; dan
c. memberikan pendanaan dan/atau pembiayaan yang diperlukan oleh anak perusahaan atau perusahaan lain dalam melakukan penyertaan modal.
B. Untuk menunjang kegiatan utama tersebut, Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha penunjang yaitu:
i. Bertindak sebagai pengembang yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan konstruksi dan pemborongan pada umumnya (General Contractor).
ii. Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan, antara lain ekspor, impor, perdagangan besar lokal, grossier, supplier, leveransier dan commission house, distributor, agen, dan sebagai perwakilan dari badan-badan perusahaan.
iii. Menjalankan usaha di bidang industri, yang meliputi industri beton siap pakai (Ready Mix) dan Prestressing, industri material bangunan, industri cat dan Plameir, industri peralatan transmisi telekomunikasi, industri peralatan listrik, industri komputer dan peripheral, industri Wood Working dan Furniture (meubel).
iv. Menjalankan usaha dalam bidang percetakan termasuk memperdayakan hasil-hasil dari percetakan, penjilidan, kartonage dan pengepakan, percetakan buku-buku, desain dan cetak grafis, offset.
v. Menjalankan usaha dalam bidang transportasi pada umumnya baik untuk pengangkutan, transportasi penumpang, barang, Container, Traking Trailer, peti-kemas termasuk jasa pengepakan barang yang akan dikirim/dibawa, termasuk ekspedisi, dan pergudangan serta kegiatan usaha terkait.
Dan melaksanakan seluruh kegiatan usaha yang berkaitan dan menunjang kegiatan usaha utama Perseroan, selama tidak melanggar ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sampai tanggal laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2017 kegiatan usaha yang secara efektif telah dijalankan berupa menyelenggarakan usaha real estat dengan segala aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan usaha ini.
Perusahaan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Perusahaan berkantor pusat di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman Kav. 77, Kelurahan Slipi, Jakarta Barat.
PT Forza Indonesia didirikan di Republik Indonesia, adalah entitas induk terakhir dari Grup.
9
1. UMUM (lanjutan) b. Penawaran Umum
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan nomor 36 tanggal 08 Februari 2017, dibuat di hadapan Humberg Lie, SH., SE., MKn., Notaris di Jakarta Utara yang sudah mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan terbatas dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU-0003637.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 10 Februari 2017, Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan nomor AHU-AH.01.03-0060664 tanggal 10 Februari 2017, Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan nomor AHU-AH.01.03-0060669 tanggal 10 Februari 2017 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perusahaan nomor AHU-0003637.AH.01.02.Tahun 2017 tanggal 10 Februari 2017, di mana para pemegang saham Perusahaan dengan suara bulat menyetujui dan memutuskan hal-hal sebagai berikut:
A. Menyetujui perubahan status Perusahaan dari Perusahaan Tertutup menjadi Perusahaan Terbuka atau disingkat “Tbk” melalui Penerbitan dan Penjualan saham baru pada Perusahaan;
B. Menyetujui perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris dalam Perusahaan;
C. Menyetujui untuk merubah anggaran dasar Perusahaan sehubungan dengan perubahan status Perusahaan tersebut
D. Persetujuan untuk:
a. Pengeluaran saham dalam simpanan Perusahaan sebanyak-banyaknya 312.500.000 (tiga ratus dua belas juta lima ratus ribu) saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp 100,00 (seratus Rupiah), melalui Penawaran Umum Saham Perdana kepada masyarakat (“Penawaran Umum”), Penawaran Umum tersebut dengan memperhatikan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek yang berlaku di tempat dimana saham-saham Perusahaan akan dicatatkan;
b. Penerbitan waran sebanyak-banyaknya 437.500.000 (empat ratus tiga puluh tujuh juta lima ratus ribu) waran berkaitan dengan rencana pengeluaran saham dalam simpanan Perusahaan melalui Penawaran Umum (Initial Public Offering/IPO) dan untuk memberikan suatu insentif bagi pemegang saham, maka dirasakan perlu untuk menerbitkan waran sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Pasar Modal.
E. Menyetujui untuk memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perusahaan
F. Menyetujui perubahan seluruh ketentuan Anggaran dasar Perusahaan dalam rangka (i) menjadi Perusahaan Terbuka antara lain untuk disesuaikan dengan Peraturan Bapepam-LK No.IX.J.I tentang Pokok-Pokok Anggaran Dasar Perusahaan yang melakukan Penawaran Umum Efek bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam & LK No. Kep-179/BL/2008, tanggal 14- 05-2008 (empat belas Mei dua ribu delapan) dan (ii) perubahan-perubahan lainnya yang telah dijelaskan sebelumnya.
Perusahaan dinyatakan efektif berdasarkan surat pemberitahuan dari OJK no. S-192/D.04/2017 tertanggal 18 April 2017 dengan prihal pemberitahuan efektifnya pernyatan pendaftaran dimana OJK menetapkan bahwa pernyataaan pendaftaran nomor 04.32/SPb/FLI/IX/2016 tanggal 10 Oktober 2016 perihal surat pengantar untuk pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum perdana saham PT Forza land Indonesia Tbk, serta penyampaian kembali penyataaan pendaftaran nomor 03.34/SPm/FLI/II/2017 tanggal 27 Februari 2017 dan perubahan dan/atau tambahan informasi melalui surat nomor 04.111/SPb/Lgl/FLI/IV/2017 tanggal 2017 telah dilakukan penelaahan dan menyatakan bahwa pernyatan pendaftaran tersebut menjadi efektif.
10
1. UMUM (lanjutan)
c. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi 30 Juni 2017
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama : Ali Sutra Direktur Utama : Freddy Setiawan
Komisaris Independen : Supandi WS Direktur Independen : Patris Jasur Direktur : Erick Satria 31 Desember 2016
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama : Ali Sutra Direktur Utama : Freddy Setiawan
Komisaris Independen : Supandi WS Direktur Independen : Patris Jasur Direktur : Erick Satria
Jumlah karyawan tetap Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2017 dan 31 Desember 2016, masing-masing adalah 56 dan 53 karyawan (tidak diaudit).
d. Entitas Anak
Pada tanggal 3 Desember 2015, Perusahaan mengakuisisi 99,90% saham PT Forzaland Bali (FL Bali), 99,60%
saham PT Forza Properti Sutera (FP Sutera), 99,60% saham PT Forza Properti Serpong (FP Serpong), 99,60%
saham PT Forza Properti Uluwatu (FP Uluwatu) dan 99,60% saham PT Forza Properti Bedugul (FP Bedugul) yang sebelumnya dimiliki oleh PT Forza Indonesia (FI).
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan meningkatkan penyertaan di masing-masing Entitas Anak tersebut dengan mengkonversi masing-masing utang Entitas Anak menjadi penyertaan saham, sehingga kepemilikan Perusahaan terhadap masing-masing Entitas Anak meningkat menjadi: FL Bali 99,9977%, FP Sutera 99,9978%, FP Serpong 99,9982%, FP Uluwatu 99,9952% dan FP Bedugul 99,9972%.
Pada tanggal 27 April 2016, Perusahaan mengakuisisi 99,60% saham PT Forza Aset Manajemen (FAM) yang sebelumnya dimiliki oleh FI.
Pada tanggal 28 April 2017, Perusahaan mengakuisisi 99,0099% kepemilikan PT Borneo Sarana Properti (BSP) sesuai dengan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Borneo Sarana Properti No. 292 tertanggal 23 Juni 2017.
Akuisisi yang dilakukan Perusahaan atas seluruh Entitas Anak merupakan kombinasi bisnis entitas sepengendali, dimana seluruh entitas atau bisnis yang bergabung pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang sama baik sebelum maupun sesudah kombinasi bisnis. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali (SNTRES) diakui di ekuitas dan disajikan dalam pos Tambahan Modal Disetor.
Selisih antara imbalan yang dialihkan Perusahaan dengan nilai tercatat aset bersih masing-masing Entitas Anak saat akuisisi sebagai berikut:
Perolehan tahun 2017 :
Akuisisi BSP Total
Harga Perolehan 40.000.000.000 40.000.000.000
Nilai aset bersih saat pengambilalihan 38.334.468.684 38.334.468.684 Nilai aset bersih yang diperoleh 37.954.919.489 37.954.919.489 Selisih nilai transaksi pengambilalihan
Entitas Sepengendali 2.045.080.511 2.045.080.511
11
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak (lanjutan) Perolehan tahun 2016:
Akuisisi FL Bali FP Sutera FP Serpong FP Uluwatu FP Bedugul FAM Total
Harga Perolehan 42.999.000.000 45.999.000.000 56.999.000.000 20.999.000.000 35.999.000.000 249.000.000 203.244.000.000 Harga Perolehan melalui FAM 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 - 5.000.000 Nilai aset bersih yang diperoleh 39.992.679.477 34.421.890.062 25.692.853.697 20.412.923.709 36.000.000.000 249.000.000 156.769.346.945 Selisih nilai transaksi restrukturisasi
Entitas Sepengendali 3.007.320.523 11.578.109.938 31.307.146.303 587.076.291 - - 46.479.653.055
Entitas anak perusahaan sebagai berikut:
30 Juni 2017 31 Desember 2016 30 Juni 2017 31 Desember 2016
Entitas Anak Langsung
FP Serpong Real Estat Jakarta 99,9982% 99,9982% 2013 130.779.131.207 171.428.893.949
FP Sutera Real Estat Jakarta 99,9978% 99,9978% 2014 123.121.722.709 106.814.932.744
FP Bali Real Estat Jakarta 99,9977% 99,9977% 2013 48.145.849.863 46.291.404.620
FP Uluwatu Real Estat Jakarta 99,9952% 99,9952% - 28.213.701.677 28.204.362.962
FP Bedugul Real Estat Jakarta 99,9972% 99,9972% - 36.000.000.000 36.000.000.000
FAM Real Estat Jakarta 99,6000% 99,6000% - 250.000.000 250.000.000
BSP Real Estat Jakarta 99,0099% - 2014 37.941.615.683 -
Persentase Kepemilikan Tahun Beroperasi Komersial
Total Aset
Nama Perusahaan Kegiatan Usaha Domisili
PT Forza Properti Serpong (FP Serpong)
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan FP Serpong (Entitas anak) dengan Akta No. 165 tanggal 28 Nopember 2013 dari Notaris Humberg Lie, SH.,SE.,MKn, Notaris di Jakarta Utara. Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- 66118.AH.01.01.Tahun 2013 tertanggal 17 Desember 2013.
FP Serpong (Entitas Anak) telah memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) - Kecil No. 12.038.- 01/1.824.271 tanggal 16 Desember 2013, dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No.09.05.1.68.80756 tanggal 17 Desember 2013 dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan Perdagangan propinsi DKI Jakarta, dengan kegiatan usaha pokok "aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan real estat yang dimiliki sendiri atau disewa”.
Perusahaan berkantor pusat di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman Kav. 77, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Kota Administrasi Jakarta Barat.
PT Forza Properti Sutera (FP Sutera)
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan FP Sutera (Entitas Anak) dengan Akta No. 125 tanggal 22 Mei 2014 dari Notaris Humberg Lie, SH.,SE.,MKn, Notaris di Jakarta Utara, Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- 12571.40.10.2014 tertanggal 10 Juni 2014.
FP Sutera (Entitas Anak) telah memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)- Kecil No. 13.84/- 01/1.824.271 tanggal 6 Juni 2014, dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No.09.05.1.68.82827 tanggal 10 Juni 2014 dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan Perdagangan propinsi DKI Jakarta, dengan kegiatan usaha pokok "aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.”
Perusahaan berkantor pusat di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman Kav. 77, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Kota Administrasi Jakarta Barat.
12
1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak (lanjutan) PT Forzaland Bali (FL Bali)
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan FL Bali (Entitas Anak) dengan Akta No. 50 tanggal 10 April 2013 dari Notaris Humberg Lie, SH.,SE.,MKn, Notaris di Jakarta Utara, Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-25257.AH.01.01 tertanggal 10 Mei 2013.
FL Bali (Entitas Anak) telah memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)- Menengah No.
09063/01/1.824.271 tanggal 4 Juni 2013, dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No.09.05.1.68.79314 tanggal 24 Juli 2013 dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan Perdagangan propinsi DKI Jakarta, dengan kegiatan usaha pokok "aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.”
Perusahaan berkantor pusat di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman Kav. 77, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Kota Administrasi Jakarta Barat.
PT Forza Properti Uluwatu (FP Uluwatu)
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan FP Uluwatu (Entitas Anak) dengan Akta No. 26 tanggal 11 Nopember 2013 dari Notaris Humberg Lie, SH.,SE.,Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- 121867.AH.01.09.TH 2013 tertanggal 19 Desember 2013.
FP Uluwatu (Entitas Anak) telah memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)- Kecil No. 12.037.- 01/1.824.271 tanggal 16 Desember 2013, dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No.09.05.1.68.80757 tanggal 17 Desember 2013 dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan Perdagangan propinsi DKI Jakarta, dengan kegiatan usaha pokok "aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.”
Perusahaan berkantor pusat di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman Kav. 77, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Kota Administrasi Jakarta Barat.
PT Forza Properti Bedugul (FP Bedugul)
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan FP Bedugul (Entitas Anak) dengan Akta No. 166 tanggal 28 Nopember 2013 dari Notaris Humberg Lie, SH.,SE.,MKn, Notaris di Jakarta Utara, Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU- 0124708.AH.01.09.TH 2013 tertanggal 27 Desember 2013.
Sampai tanggal Laporan posisi keuangan konsolidasian FP Bedugul (Entitas Anak) belum memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
Perusahaan berkantor pusat di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman Kav. 77, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Kota Administrasi Jakarta Barat.
13 1. UMUM (lanjutan)
d. Entitas Anak
PT Forza Aset Manajemen (FAM)
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan FAM (Entitas Anak) dengan Akta No. 164 tanggal 28 Nopember 2013 dari Notaris Humberg Lie, SH.,SE.,Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, dan telah mendapat pengesahan dari Badan Hukum dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan nomor AHU-69267.AH.01.01 Tahun 2013 dan telah terdaftar dalam Daftar Perseroan nomor AHU- 0124515.AH.01.09.Tahun 2013 tanggal 27 Desember 2013.
Perusahaan berkedudukan di Wisma 77 Tower 1 Lantai 8, Jalan Letjend S. Parman Kav. 77, Kelurahan Slipi, Kecamatan Palmerah, Kota Administrasi Jakarta Barat.
PT Borneo Sarana Properti (BSP)
Berdasarkan Akta Pendirian Perseroan PT Borneo Sarana Properti (Entitas Anak) dengan Akta No. 160 tanggal 29 Nopember 2012 dari Notaris Humberg Lie, SH.,SE.,Magister Kenotariatan, Notaris di Jakarta, Akta tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-04301.AH.01.01.TH 2013 tertanggal 5 Februari 2013.
PT Borneo Sarana Properti (Entitas Anak) telah memperoleh Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) - Menengah No. 05914-03/PM/P/1.824.271 tanggal 11 Maret 2014, dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) No.09.02.1.68.45837 tanggal 19 Maret 2014 dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan Perdagangan propinsi DKI Jakarta, dengan Kegiatan usaha pokok "aktivitas dan kegiatan yang berkaitan dengan real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
Perusahaan berkantor pusat di Graha Arterimas Kavling 49, Jl. Raya Panjang No. 68 RT/RW 019/004, Kel.
Kedoya Selatan, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11520
Perusahaan mempunyai kepemilikan saham secara langsung pada Entitas Anak (bersama dengan Perusahaan selanjutnya disebut “Grup”)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan – Ikatan Akuntan Indonesia serta, Keputusan Ketua Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan diselesaikan oleh Direksi dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 17 Juli 2017.
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset.
14
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian (lanjutan)
Perubahan pada PSAK dan ISAK - ISAK 30 “Pungutan”
- Amandemen PSAK 4 “Laporan Keuangan Tersendiri”
- Amandemen PSAK 15 “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”
- Amandemen PSAK 16 “Aset Tetap”
- Amandemen PSAK 19 “Aset Takberwujud”
- Amandemen PSAK 24 “Imbalan Kerja”
- Amandemen PSAK 65 “Laporan Keuangan Konsolidasian”
- Amandemen PSAK 66 “Pengaturan Bersama”
- Amandemen PSAK 67 “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain”
Grup menerapkan PSAK No. 70, “Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak”, secara prospektif. Standar ini mengatur perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak (UU Pengampunan Pajak). Pernyataan ini berlaku efektif sejak tanggal pengesahan UU Pengampunan Pajak.
Grup telah memilih pendekatan opsional terkait dengan pengukuran, penyajian dan pengungkapan aset dan liabilitas pengampunan pajak.
Pengukuran saat Pengakuan Awal
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan atas aset yang timbul dari pengampunan pajak berdasarkan Surat Keterangan Pengampunan Pajak (“SKPP”). Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset pengampunan pajak.
Grup mengakui selisih antara aset dan liabilitas pengampunan pajak di ekuitas dalam pos “Tambahan Modal Disetor”. Jumlah tersebut tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.
Uang tebusan yang dibayarkan diakui dalam laba rugi pada periode SKPP disampaikan.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Setelah pengakuan awal, aset dan liabilitas pengampunan pajak mengacu pada SAK yang relevan. Grup diperkenankan, namun tidak disyaratkan untuk mengukur kembali aset dan liabilitas pengampunan pajak berdasarkan nilai wajar sesuai dengan SAK pada tanggal SKPP.
Selisih pengukuran kembali antara nilai wajar pada tanggal SKPP dengan biaya perolehan aset dan liabilitas pengampunan pajak yang telah diakui sebelumnya disesuaikan dalam saldo tambahan modal disetor.
Penghentian Pengakuan
Aset dan liabilitas pengampunan pajak dihentikan pengakuannya sesuai dengan ketentuan dalam SAK untuk masing-masing jenis aset dan liabilitas tersebut.
b. Dasar Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anaknya). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya.
Hasil entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan.Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Grup. Seluruh transaksi intra kelompok usaha, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian.
15
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) b. Dasar Konsolidasi (lanjutan)
Kepentingan non-pengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam ekuitas.
Kepentingan non-pengendali pemegang saham awalnya diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi pemilikan kepentingan non-pengendali dari nilai wajar aset neto yang dapat diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada akuisisi dengan dasar akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan non-pengendali adalah jumlah kepemilikan pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan non pengendali dari perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Seluruh laba rugi komprehensif diatribusikan pada kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan non-pengendali mempunyai saldo defisit.
Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Setiap perbedaan antara jumlah kepentingan non-pengendali disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang diberikan atau diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada pemilik entitas induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, keuntungan dan kerugian diakui didalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) keseluruhan nilai wajar yang diterima dan nilai wajar dari setiap sisa investasi dan (ii) nilai tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill) dan liabilitas dari entitas anak dan setiap kepentingan non-pengendali. Ketika aset dari entitas anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan terakumulasi dalam ekuitas, jumlah yang Sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi ekuitas dicatat seolah-olah Grup telah melepas secara langsung asetyang relevan (yaitu direklasifikasi kelaba rugi atauditransfer langsung kesaldo laba sebagaimana ditentukan oleh PSAK yang berlaku).Nilai wajar setiap sisa investasi pada ent itas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2014), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran atau, jika sesuai, biaya perolehan saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas
(i) Entitas Anak
Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Grup, yakni Grup terekspos, atau memiliki hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas investee) hak suara namun dapat mengatur kebijakan keuangan dan operasional secara de-facto.
Pengendalian de-facto dapat timbul ketika jumlah hak suara yang dimiliki Grup, secara relatif terhadap jumlah dan penyebaran kepemilikan hak suara pemegang saham lain memberikan Grup kemampuan untuk mengendalikan kebijakan keuangan dan operasi, serta kebijakan lainnya.
Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal di mana pengendalian dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan sejak tanggal Grup kehilangan pengendalian.
Grup menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakusisi sebelumnya dan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Grup mengakui kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan nonpengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi.
Kepentingan nonpengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk. Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
16
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) b. Dasar Konsolidasi (lanjutan)
Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.
Imbalan kontijensi yang masih harus dialihkan oleh Grup diakui sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya atas nilai wajar imbalan kontijensi yang diakui sebagai aset atau liabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2011) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, dalam laporan laba rugi. Imbalan kontijensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Selisih lebih dari jumlah imbalan yang dialihkan dengan nilai wajar jumlah kepentingan nonpengendali atas jumlah neto aset dan kewajiban teridentifikasi yang diakusisi dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah imbalan ini lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas yang diakuisisi, dalam kasus pembelian dengan diskon, selisihnya diakui langsung dalam laporan laba rugi.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Kebijakan akuntansi entitas anak diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan akuntasi yang diadopsi Grup.
(ii) Perubahan kepemilikan tanpa kehilangan Pengendalian
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan transaksi ekuitas. Selisih antara nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau kerugian dicatat pada ekuitas.
(iii) Pelepasan entitas anak
Ketika Grup tidak lagi memiliki pengendalian atau, kepentingan yang masih tersisa atas entitas diukur kembali berdasarkan nilai wajarnya, dan perubahan nilai tercatat diakui dalam laporan laba rugi. Nilai tercatat awal adalah sebesar nilai wajar untuk kepentingan pengukuran kembali kepentingan yang tersisa sebagai entitas asosiasi, ventura bersama atau aset keuangan. Di samping itu, jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut dicatat seolah-olah Grup telah melepas aset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain direklasifikasi ke laporan laba rugi.
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
c. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK No. 38 (2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali,” dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalam akun “Selisih Nilai Transaksi dengan Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” dalam laporan posisi keuangan dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.
17
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) c. Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK No. 38 (2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali,” dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalam akun “Selisih Nilai Transaksi dengan Entitas Sepengendali” dan disajikan sebagai bagian dari “Tambahan Modal Disetor” dalam laporan posisi keuangan dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba rugi direalisasi maupun direklasifikasi ke saldo laba.
Penerapan secara prospektif PSAK No. 38 (2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, yang menggantikan PSAK No. 38 (2004), “Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” efektif tanggal 1 Januari 2013, tidak berdampak material terhadap laporan keuangan Grup.
Grup menerapkan PSAK No. 38 (Revisi 2012), “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”.
Berdasarkan PSAK No. 38, oleh karena transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan substansi ekonomi kepemilikan atas bisnis yang dipertukarkan, transaksi tersebut diakui pada jumlah d. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Grup diselenggarakan dalam mata uang Rupiah, mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi (mata uang fungsionalnya). Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi.
Kurs, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, yang digunakan untuk mentranslasi nilai aset dan liabilitas pada tanggal laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2017 31 Desember 2016 Dolar Singapura Rp.9.591,- Rp.9.771,-
e. Kas dan bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan kas di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan tidak dijadikan jaminan.
f. Piutang usaha dan non usaha
Piutang usaha adalah jumlah piutang pelanggan atas penjualan yang dilakukan sehubungan dengan kegiatan usaha biasa. Piutang non-usaha adalah jumlah piutang pihak ketiga atau pihak berelasi diluar kegiatan usaha biasa. Jika penagihan diperkirakan diharapkan / dimaksudkan diselesai dalam satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal usaha, jika lebih panjang), piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha dan piutang non-usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi dengan provisi atas penurunan nilai.Kolektibilitas piutang usaha dan piutang non-usaha ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun penyisihan digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa perusahaan tidak dapat menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, kemungkinan debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Jumlah penurunan nilai adalah sebesar selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan pada tingkat suku bunga efektif awal. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
18
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Persediaan
Persediaan terdiri dari bangunan pergudangan, tanah belum dikembangkan, tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan yang sedang dikonstruksi, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah.
Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi bersih mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra-perolehan dan perolehan tanah. Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset pengembangan real estat serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan.
Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat dan biaya pinjaman, serta dipindahkan ke bangunan yang siap dijual pada saat selesai dibangun dan siap dijual.
Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:
Biaya pra-perolehan tanah;
Biaya perolehan tanah;
Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek;
Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan
Biaya pinjaman
Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:
Biaya pra-perolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh.
Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang dijual atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit.
Persediaan barang dagangan dinilai berdasarkan nilai terendah antara harga perolehan atau nilai realisasi neto.
Harga perolehan meliputi biaya pembelian serta biaya lainnya yang dapat diatribusikan dengan perolehan barang, kecuali yang dapat ditagih kembali kepada kantor pajak. Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha biasa dikurangi dengan estimasi biaya penyelesaian dan beban penjualan.
Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi bersih neto dan seluruh kerugian penurunan nilai persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan kembali nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurang terhadap jumlah beban persediaan pada periode terjadinya pemulihan tersebut.
h. Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
19
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) i. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah suatu entitas, dimana Grup mempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakan entitas anak (Catatan 1b) maupun bagian partisipasi dalam ventura bersama. Pemilikan, secara langsung maupun tidak langsung, 20% atau lebih hak suara investee dianggap pemilikan pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan dengan jelas hal yang sebaliknya.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, dimana pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Selanjutnya bagian Grup atas laba rugi entitas asosiasi, setelah penyesuaian yang diperlukan terhadap dampak penyeragaman kebijakan akuntansi dan eliminasi laba atau rugi yang dihasilkan dari transaksi antara Grup dan entitas asosiasi, akan menambah atau mengurangi jumlah tercatat investasi tersebut dan diakui sebagai laba rugi Grup. Penerimaan distribusi dari entitas asosiasi mengurangi nilai tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga diperlukan jika terdapat perubahan dalam proporsi bagian Grup atas entitas asosiasi yang timbul dari pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi. Bagian Grup atas perubahan tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain dari Grup.
Goodwill yang terkait dengan akuisisi entitas asosiasi termasuk dalam jumlah tercatat investasi. Jika terdapat goodwill negatif, maka jumlah tersebut diakui di dalam laba rugi. Goodwill tidak diamortisasi dan dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun.
Apabila nilai tercatat investasi telah mencapai nilai nol, kerugian selanjutnya akan diakui bila Grup mempunyai komitmen untuk menyediakan bantuan pendanaan atau menjamin kewajiban entitas asosiasi yang bersangkutan.
j. Aset tetap
Pada awalnya, aset tetap diakui sebesar harga perolehan dan setelahnya dicatat pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi atas penurunan nilai. Tanah tidak disusutkan. Aset tetap kecuali tanah disusutkan menggunakan metode garis lurus hingga mencapai nilai sisa, selama periode masa manfaat aset yang dinyatakan sebagai berikut:
Jenis Aset Tetap Taksiran masa manfaat
- Inventaris kantor 4 – 8 Tahun
- Kendaraan 5 – 8 Tahun
Manajemen menelaah masa manfaat aset, metode penyusutan dan nilai sisa ditelaah dan disesuaikan, jika diperlukan, setidaknya setiap akhir periode pelaporan. Dampak dari setiap revisi diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian, ketika perubahan terjadi.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya; biaya penggantian atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya dan jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan, dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.
20
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) k. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari penjualan apartemen, perkantoran dan bangunan sejenisnya, yang pembangunannya dilaksanakan lebih dari satu tahun diakui dengan menggunakan metode persentase penyelesaian (percentage of completion method), apabila seluruh syarat berikut terpenuhi:
a. Proses konstruksi telah melalui tahap awal, yaitu pondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai bangunan telah terpenuhi;
b. Jumlah pembayaran oleh pembeli melebihi 20% dari harga jual yang/telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli;
c. Jumlah pendapatan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan handal.
Apabila salah satu atau lebih dari kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka jumlah uang yang diterima dari pembeli akan diakui sebagai “uang muka pelanggan” di dalam laporan keuangan, sampai seluruh kriteria tersebut dipenuhi.
Pendapatan dari penjualan rumah, rumah toko dan bangunan sejenis lainnya beserta tanah kavlingnya diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
a. proses penjualan telah selesai;
b. harga jual akan tertagih;
c. tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli; dan penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangunan tersebut.
Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut dipenuhi.
Pendapatan Bunga
Interest Revenue Pendapatan bunga diakru berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terhutang dan tingkat bunga yang berlaku.
Beban
Biaya yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian diakui sesuai dengan tingkat persentase penyelesaian dari unit bangunan pada setiap akhir periode. Beban, kecuali yang berhubungan dengan pendapatan yang menggunakan metode persentase penyelesaian, diakui sesuai dengan masa manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).
l. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut. Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.
Imbalan Pascakerja
Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uangpenghargaan masa kerja dihitung berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).