• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. rahmat dan hidayah-nya sehingga Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. rahmat dan hidayah-nya sehingga Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon telah mampu melaksanakan kinerjanya melalui program dan kegiatan tahun 2018.

Laporan ini disusun berdasarkan bentuk pertanggungjawaban terhadap Kinerja dalam pelaksanaan kegiatan Perkarantinaan sekaligus sebagai alat bantu evaluasi guna penyempurnaan hasil-hasil serta manfaat yang telah dicapai maupun yang belum dicapai. Selain itu laporan ini dapat digunakan sebagai bahan informasi kinerja terutama di lingkup Badan Karantina Pertanian maupun instansi terkait lainnya.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan, penulisan hingga selesainya laporan ini.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih terdapat kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan laporan tahunan ini dan kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon pada tahun-tahun berikutnya agar menjadi lebih baik.

Akhirnya kami berharap, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Ambon, Januari 2018 Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon

Aris Hadiyono, SP.

NIP. 19680416 199903 1 001

(3)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR GRAFIK ... x

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Tujuan ... 5

BAB II. VISI DAN MISI STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I AMBON 2.1 Visi... 6

2.2 Misi ... 6

2.3 Tujuan ... 7

2.4 Sasaran ... 8

2.5 Program ... 8

2.6 Kedudukan ... 10

2.7 Struktur Organisasi ... 11

2.8 Wilayah Kerja ... 12

BAB III. KEPATUHAN, KERJASAMA DAN INFORMASI PERKARANTINAAN 3.1 Pelayanan Informasi (Sosialisasi) ... 14

3.2 Koordinasi Pengawasan Karantina ... 16

3.3 Penyelidikan Kasus Tindakan Pidana Karantina ... 17

3.4 Website SKP Kelas I Ambon... 17

(4)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

3.8 Kehumasan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon…….1 7

BAB IV. PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KARANTINA PERTANIAN DAN PENGAWASAN KEAMANAN HAYATI 4.1. Tindakan Pemeriksaan dan Pengawasan Keamanan Hayati . 21 4.1.1 Pemeriksaan Impor ………... 22

4.1.2 Pemeriksaan Ekspor ………... 22

4.1.3 Pemeriksaan Domestik Keluar …... 24

4.1.4 Pemeriksaan Domestik Masuk ………. 29

4.2 Tindakan Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan ... 32

4.3 Penggunaan Formulir ... 35

4.4 Pemantauan Daerah Sebar HPHK dan OPTK……….. 36

4.4.1 Karantina Hewan……….. 36

4.4.2 Karantina Tumbuhan ... 60

BAB V. PENINGKATAN KUALITAS PENYELENGGARAAN LABORATORIUM KARANTINA HEWAN DAN KARANTINA TUMBUHAN 5.1. Kegiatan Intersepsi HPHK dan OPTK ... 74

5.1.1 Karantina Hewan ... 74

5.1.2 Karantina Tumbuhan ... 76

5.2 Koleksi HPHK/OPTK dan Media Pembawa HPHK dan OPTK 82 5.2.1 Karantina Hewan……… 82

5.2.2 Karantina Tumbuhan………. 82

BAB VI. DUKUNGAN MANAJEMEN DAN DUKUNGAN TEKNIS LAINNYA 6.1. Pengembangan SDM ... 83

6.1.1 Keadaan Pegawai………. 83

6.1.2 Jabatan Fungsional……….. 86

6.1.3 Kenaikan Gaji Berkala……….. ... 88

(5)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

6.1.4 Kenaikan Pangkat………... 89

6.1.5 PenanggungJawab Wilayah Kerja ... 90

6.1.6 Mutasi ... 91

6.1.7 Pensiun ... 91

6.1.8 Meninggal Dunia ... 91

6.1.8 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ... 92

6.2 Serapan Anggaran Keuangan ... 92

6.3 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ... 94

6.4 Sarana dan Prasarana ... 96

6.4.1 Gedung dan Bangunan……… 98

6.4.2 Kendaraan Bermotor………. 99

6.5 Penghapusan Barang Milik Negara ……… 99

6.6 SOP ... 99

6.7 IPNBK……… 100

6.8 IKM………. 100

BAB VII. KESIMPULAN DAN SARAN 7.1. Kesimpulan ... 101

7.2 Saran ... 103

LAMPIRAN ... 104

(6)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1. Kegiatan Sosialisasi dan Penyebaran Informasi Karantina

Pertanian Tahun 2018……… ... 15

Tabel 2. Data Kegiatan Ekspor Bibit/Benih Tanaman, Hasil Tanaman Hidup, Hasil Tanaman Mati dan Benda Lain………. 23

Tabel 3. Data Kegiatan Domestik Keluar Media Pembawa, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan dan Benda Lain ... 24

Tabel 4. Data Kegiatan Domestik Keluar Bibit/Benih Tumbuhan, Hasil Tumbuhan Hidup, Hasil Tumbuhan Mati dan Benda Lain……… 27

Tabel 5. Data Kegiatan Domestik Masuk Media Pembawa Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan dan Benda Lain ... 29

Tabel 6. Data Kegiatan Domestik Masuk Bibit/Benih Tanaman, Hasil Tanaman Hidup, Hasil Tanaman Mati dan Benda Lain……….. 31

Tabel 7. Data Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Karantina Hewan 3 (tiga)Tahun Terakhir ……… 33

Tabel 8. Data Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Karantina Tumbuhan 3 (tiga) Tahun Terakhir ……… .. 34

Tabel 9. Penggunaan Sertifikat Karantina Hewan SKP Kelas I Ambon ... 35

Tabel 10. Penggunaan Sertifikat Karantina Tumbuhan SKP Kelas I Ambon .. 35

Tabel 11. Kabupaten/Kota di Propinsi Maluku ... 38

Tabel 12. Data Penyakit Propinsi Maluku ... 46

Tabel 13. Data Perbandingan Temuan HPHK 3 tahun terakhir …….. ... 47

Tabel 14. Data Penyakit Dinas Kota Ambon……... 49

Tabel 15. Data Penyakit Dinas Kabupaten Maluku Tengah ... 50

Tabel 16. Data Penyakit Dinas Kabupaten Buru ... 52

Tabel 17. Data Penyakit Dinas Kabupaten Buru Selatan ... 53

Tabel 18. Data Penyakit Dinas Kabupaten Seram Bagian Timur ... 54

Tabel 19. Data Penyakit Dinas Kabupaten Seram Bagian Barat ... 55

Tabel 20. Data Penyakit Dinas Maluku Tenggara Barat ... 56

(7)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Tabel 21. Data Penyakit Kota Tual ... 57

Tabel 22. Data Penyakit Kab. Maluku Barat Daya ... 58

Tabel 23. OPT/OPTK Temuan di Lapang Hasil Pemantauan Komoditas Unggulan di Provinsi Maluku……. ... 67

Tabel 24. Hasil Pengujian Laboratorium Karantina Hewan Tahun 2018 ... 76

Tabel 25. Hasil Pengujian Laboratorium Karantina Tumbuhan Tahun 2018 ... 78

Tabel 26. Daftar Intersepsi dan Koleksi OPTK Karantina Tumbuhan 2018 .... 82

Tabel 27. Data Pegawai Berdasarkan Golongan/Ruang ... 84

Tabel 28. Data Pegawai Berdasarkan Pendidikan, Golongan/Ruang Jabatan Pegawai Negeri Sipil ... 84

Tabel 29. Data Pegawai Berdasarkan Penempatan Petugas ... 84

Tabel 30. Daftar Nominatif Pegawai SKP Kelas I AMbon ... 85

Tabel 31. Daftar Pejabat Fungsional ... 87

Tabel 32. Daftar Pegawai Penerima Kenaikan Gaji Berkala ... 88

Tabel 33. Daftar Pegawai yang Memperoleh Kenaikan Pangkat ... 89

Tabel 34. Daftar Penanggung Jawab Wilker ... 90

Tabel 35. Daftar Pegawai yang Mutasi ... 91

Tabel 36 Daftar PNS Meninggal Dunia SKP Kelas I Ambon Tahun 2018 ... 91

Tabel 37. Daftar CPNS SKP Kelas I Ambon Tahun 2018 ... 92

Tabel 38. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Per Sumber Dana ... 93

Tabel 39. Rincian Anggaran dan Realisasi Belanja Per Jenis Belanja... 93

Tabel 40. Rincian Realisasi Pengembalian Belanja Per Jenis Belanja ... 93

Tabel 41. Rincian Realisasi Belanja Modal... 94

Tabel 42. Perbandingan antara Target dan Penerimaan (TA.2016-2018) ... 95

Tabel 43. Posisi Barang Milik Negara di Neraca Per Tanggal 31 Desember 2018 ... 96

Tabel 44. Perincian Kendaraan Bermotor ... 99

(8)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambarl 1. Struktur Organisasi Organisasi SKP Kelas I Ambon……… ... 12

Gambar 2. Peta Status Penyakit HPHK Propinsi Maluku berdasarkan laboratorium (Prioritas Nasional) ... 45

Gambar 3. Peta HPHK berdasar Gejala Klinis dan Kasus Lapangan (Prioritas Nasional)... 45

Gambar 4. Peta HPHK berdasar hasil laboratorium (Prioritas Regional ... 46

Gambar 5. Pata Penyakit Kota Ambon……….. ... 48

Gambar 6. Peta Penyakit Kabupaten Maluku Tengah ……….. ... 50

Gambar 7. Peta Penyakit Kabupaten Buru ... 51

Gambar 8. Peta Penyakit Kabupaten Buru Selatan ... 52

Gambar 9. Peta Penyakit Kabupaten Seram Bagian Timur ... 54

Gambar 10. Peta Penyakit Kabupaten Seram Bagian Barat ... 55

Gambar 11. Peta Penyakit Kab. Maluku Tenggara Barat ... 56

Gambar 12. Peta Penyakit Kota Tual ... 57

Gambar 13. Peta Penyakit Kab. Maluku Barat Daya ... 56

Gambar 14. Peta Lokasi Pemantauan untuk Karantina Tumbuhan ... 64

Gambar 15. Peta Sebaran OPTK Sexava nubila st.all ... 71

Gambar 16. Peta sebaran OPTK Sexava nubilla stall di kota Ambon ... 71

Gambar 17. Peta sebaran OPTK Paraeucosmetus pallicornis ... 72

Gambar 18. OPTK Paraeucosmetus pallicornis ... 72

Gambar 19. Peta Sebaran Bactrocera musae ... 73

(9)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

DAFTAR GRAFIK

Halaman Grafik 1. Target dan Penerimaan Fungsional Tahun 2016, 2017 dan 2018 ... 96

(10)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Globalisasi dalam kerangka perdagangan internasional mendorong semakin meningkatnya arus lalu lintas dan menurunnya secara bertahap hambatan tarif (tarrif barrier) dalam perdagangan hasil pertanian antar negara.

Keadaan ini mendorong masing-masing negara memperketat persyaratan jaminan kesehatan, mutu dan keamanan hasil pertanian sebagai instrumen pengendalian perdagangan antar negara.

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki wilayah laut dan garis pantai yang sangat panjang, sehingga besar kemungkinan masuknya berbagai hama dan penyakit hewan dan tumbuhan melalui aktivitas lalulintas keluar masuknya produk pertanian, baik dari luar negeri maupun antar area di dalam wilayah Republik Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, maka tanggung jawab Badan Karantina Pertanian (Barantan) menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam mencegah masuk/keluar hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) ke dalam/dari wilayah Negara Republik Indonesia dan penyebarannya dari suatu area ke area lain di dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

Pada saat ini ancaman yang dapat mengganggu kelestarian sumberdaya alam, ketenteraman dan kesehatan masyarakat, kesehatan pangan, gangguan terhadap produksi sektor pertanian, serta lingkungan telah didefinisikan sebagai ancaman yang perlu untuk dicegah masuk dan penyebarannya. Ancaman yang

(11)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

secara global telah diidentifikasi dapat dikendalikan secara efektif melalui penyelenggaraan perkarantinaan antara lain;

1) Ancaman terhadap kesehatan hewan dan tumbuhan, 2) Jenis asing invasif,

3) Penyakit Zoonosis, 4) Bioterorism,

5) Pangan yang tidak sehat termasuk Genetically Modified Organism (GMO) yang belum dapat diidentifikasi keamanannya;

6) Kelestarian plasma nutfah/ keanekaragaman hayati;

7) Hambatan teknis perdagangan; dan

8) Ancaman terhadap kestabilan perekonomian nasional.

Peran Barantan dalam perlindungan terhadap kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan serta lingkungan hidupnya dalam hubungannya dengan perdagangan internasional, yaitu :

1) Mengoperasikan persyaratan teknis (persyaratan karantina) impor yang ditetapkan di 3 (tiga) titik sebelum masuk (pre-border), di tempat pemasukan (at-border) dan setelah pemasukan (post-border) dalam upaya tindakan perlindungan kesehatan manusia, hewan, tumbuhan dan lingkungan;

2) Memfasilitasi ekspor komoditi pertanian melalui pemeriksaan, audit, verifikasi dan sertifikasi karantina ekspor agar persyaratan teknis negara pengimpor dapat terpenuhi;

3) Turut serta memverifikasi persyaratan teknis negara tujuan ekspor agar tetap dalam koridor perjanjian SPS;

(12)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

4) sebagai Notification body dan National Enquiry Point SPS, peran tersebut merupakan salah satu bentuk dari komunikasi persyaratan teknis (dengan organisasi internasional dan negara mitra) yang akan diberlakukan.

Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan terbangun pasar tunggal dan basis produksi, dimana terdapat aliran barang, jasa, investasi dan tenaga kerja terampil yang lebih bebas, kawasan berdaya saing tinggi, pembangunan ekonomi merata, pengembangan UKM ASEAN, serta integrasi ASEAN ke dalam ekonomi global. Wujud kinerja MEA 2017 dari sisi karantina adalah fasilitasi kelancaran arus barang/produk pertanian yang diperdagangkan.

Dengan demikian, salah satu fokus yang perlu mendapatkan perhatian serius menyangkut kesetaraan sistem manajemen resiko antar negara anggota MEA.

Salah satu faktor penting dalam kelancaran arus barang/produk adalah hambatan teknis yaitu keberadaan/status penyakit yang berdasarkan ketentuan internasional berkaitan dengan prevalensi hama dan penyakit serta organisme pengganggu tumbuhan di suatu area/kawasan, sistem surveilans yang dimiliki dan dilaksanakan, dan sistem pengendalian yang dibangun.

Sebagai unit pelaksana teknis Barantan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon tahun 2018 melaksanakan kegiatan/program yang sejalan dengan program Barantan, yaitu Peningkatan Kualitas Pengkarantinaan Pertanian dan Pengawasan Keamanan Hayati. Indikator kinerja utama program adalah sebagai berikut :

1. Meningkatnya efektifitas pengendalian resiko masuk, tersebar dan keluarnya HPHK dan OPTK;

(13)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

2. Meningkatnya kualitas pelayanan tindakan karantina dan pengawasan keamanan hayati terhadap ekspor Media Pembawa HPHK dan OPTK dan keamanan hayati;

3. Tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian.

Dalam upaya mendukung program pembangunan pertanian di Indonesia, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon senantiasa melakukan pembenahan secara internal maupun eksternal dengan kerjasama instansi terkait dalam rangka optimalisasi tupoksi.

Adapun jenis kegiatan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan karantina pertanian dan pengawasan keamanan hayati meliputi:

1. Pelaksanaan tindakan karantina terhadap hama dan penyakit hewan karantina (HPHK), organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dan keamanan hayati hewani dan nabati.

2. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK.

3. Pelaksanaan dan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK.

4. Pengelolaan laboratorium karantina hewan dan karantina tumbuhan 5. Pengelolaan data, informasi dan dokumentasi kegiatan operasional

perkarantinaan hewan, tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati.

6. Pemberian pelayanan teknis kegiatan operasional perkarantinaan hewan, tumbuhan dan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati.

7. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

(14)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

1.2 Tujuan

Penyusunan lapaoran tahunan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon TA. 2018 ini mempunyai tujuan diantaranya :

1. Sebagai bahan informasi pelaksanaan kegiatan Stasiun Karantina Pertanian kelas I Ambon, yaitu kegiatan yang telah dilakukan di Kantor Induk, Wilker Pelabuhan Laut Yos Sudarso, Wilker Bandara Pattimura, Wilker Pelabuhan Laut Namlea, Wilker Pelabuhan Laut Tual, Wilker Pelabuhan Laut Kobisadar dan Kantor Pos Ambon.

2. Sebagai bahan informasi terhadap tingkatan capaian kinerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon Tahun 2018.

3. Untuk mengetahui berbagai permasalahan terkait dengan tupoksi baik di kantor pusat maupun wilker lingkup Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon.

4. Untuk menjadi bahan penyusunan kebijakan Badan Karantina Pertanian yang akan datang.

(15)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

BAB II VISI DAN MISI

STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I AMBON

2.1 Visi

Visi merupakan gambaran tentang masa depan realistik yang dipilih dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu. Visi merupakan kondisi ideal tentang masa depan, terjangkau, dipercaya, meyakinkan dan mengandung daya tarik, sekaligus merupakan refleksi keadaan internal dan potensi kemampuan inti serta keliatan (fleksibilitas) suatu organisasi dalam menghadapi hambatan dan tantangan masa depan. Oleh karena itu sebagai unit pelaksana teknis Barantan visi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon, yaitu “Menjadi Instansi yang Tangguh dan Terpercaya”.

Tangguh : Penyelenggaraan karantina pertanian pada hakekatnya adalah perwujudan pertahanan negara di bidang kelestarian sumber daya alam hayati hewan dan tumbuhan. Prinsip pertahanan adalah tangguh menghadapi serangan.

Terpercaya : Penyelenggaraan karantina pertanian yang dilaksanakan dengan asas legalitas, sistem dan prosedur yang transparan di dtukung kaidah-kaidah lmiah yang obyektif dan sumber daya manusia yang profesional dan akuntabel.

2.2 Misi

Untuk mewujudkan visi, maka Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon mengemban misi sejalan misi Barantan yang ditetapkan sebagai berikut :

(16)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

1. Melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan dari serangan hama dan penyakit hewan karantina (HPHK), dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di wilayah kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon Propinsi Maluku;

2. Mendukung terwujudnya keamanan pangan di wilayah kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon Propinsi Maluku;

3. Memfasilitasi perdagangan dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan akses pasar Media Pembawa Pertanian di wilayah kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon Propinsi Maluku;

4. Meningkatkan citra dan kualitas layanan publik di wilayah kerja Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon Propinsi Maluku.

2.3 Tujuan

Visi dan misi memiliki sifat yang relatif sulit diukur oleh karena itu perlu diritunkan/diderivasi menjadi tujuan dan sasaran strategis. Tujuan merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan. Sesuai dengan tupoksi, yaitu melaksanakan perkarantinaan hewan dan tumbuhan, maka hasil yang dapat digambarkan adalah tingkat efektifitas penyelenggaraannya.

Sebagai unit pelaksana teknis Badan Karantina Pertanian tujuan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon Tahun 2017 – 2022 adalah :

a. Melaksanakan dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati.

b. Meningkatkan kualitas sumber daya dan implementasi prinsip tata pemerintahan yang baik.

(17)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

2.4 Sasaran

Dalam rangka pencapaian sasaran Program Badan Karantina Pertanian Tahun 2018, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon sebagai Unit Pelaksana Teknis di Daerah mendukung program tersebut dengan sasaran program sebagai berikut :

1. Meningkatnya efektivitas pengendalian risiko masuk, tersebar dan keluarnya HPHK dan OPTK.

2. Meningkatnya kualitas pelayanan tindakan karantina dan pengawasan keamanan hayati terhadap ekspor Media Pembawa HPHK dan OPTK dan keamanan hayati.

3. Meningkatnya kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian.

2.5 Program

Sesuai sasaran program Barantan, ada 3 (tiga) yang harus dicapai sebagai berikut : peningkatan efektivitas pengendalian resiko masuk, tersebar dan keluarnya HPHK dan OPTK. Hal ini diperlukan dalam rangka memaksimalkan tugas dan fungsi Badan Karantina Pertanian, mengingat besarnya ancaman dan risiko berbagai jenis HPHK dan OPTK yang dapat masuk dan tersebar ke wilayah RI karena sangat luasnya wilayah yang harus diawasi dan dijaga. Besarnya resiko dan ancaman tersebut berdampak terhadap kesiap-siagaan seluruh jajaran Badan Karantina Pertanian dalam menjaga wilayah RI sehingga diperlukan implementasi yang konsisten dalam pelaksanaan dan efektivitas tindakan karantina mulai dari tingkat pre-border, at- border dan post border.

(18)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

1. Peningkatan kualitas pelayanan tindakan karantina dan pengawasan keamanan hayati terhadap ekspor media pembawa HPHK dan OPTK serta Keamanan Hayati.

Hal ini diperlukan dalam rangka pelayanan perkarantinaan yang maksimal sesuai dengan standar internasional. Pengembangan sistem pengendalian risiko penyakit hewan secara in-line inspection akan mampu mendukung upaya pengawasa, dan penegakan hukum yang sekaligus mendukung rangkaian proses penjaminan kesehatan sehingga pemasaran produk pertanian yang sesuai standar dapat diterima oleh negara mitra yang sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

2. Peningkatan kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian.

Hal ini diperlukan dalam rangka memberikan jaminan terhadap kesehatan dan keamanan produk pertanian kepada masyarakat Indonesia dan mitra sesuai tata aturan internasional. Pemerintah dalam hal ini Badan Karantina Pertanian sebagai regulator perkarantinaan memiliki mandat konstiusional untuk memberikan perlindungan terhadap warga negara Indonesia dalam rangka penyediaan kebutuhan produk pertanian yang bermutu tinggi dan produk yang akan diekspor sesuai persyarataan negara mitra. Oleh karena itu memberika kepastian regulasi yang harus ditaati dan melaksanakannya dengan konsisten dan konsekuan serta perbaikan sistem pelayanan pdublik dapat memberikan kepuasan kepada pengguna jasa karantina dalam kegiatan ekspor dan impor produk pertanian.

(19)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

2.6 Kedudukan

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon adalah Unit Pelaksana Teknis yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian Departemen Pertanian yang dipimpin oleh Kepala Stasiun.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian yang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati hewani nabati.

Dalam melaksanakan tugas pokok di atas, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1. Penyusunan rencana, evaluasi dan pelaporan.

2. Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).

3. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK.

4. Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK.

5. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati.

6. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati.

7. Pengelolaan informasi, dokumentasi dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan.

(20)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

8. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati.

9. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

2.7 Struktur Organisasi

Sebagai unit pelaksana teknis Badan Karantina Pertanian, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon mempunyai susunan organisasi yang terdiri dari :

a. Urusan Tata Usaha, mempuyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaporan, serta urusan tata usaha dan rumah tangga.

b. Subseksi Pelayanan Operasional, mempunyai tugas melakukan pemberian pelayanan operasional karantina hewan dan karantina tumbuhan, pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati, dan sarana teknik serta pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi, serta pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang- undangan di bidang karantina hewan dan karantina tumbuhan serta keamanan hayati hewani dan nabati.

c. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari jabatan fungsional medik veteriner, jabatan fungsional paramedik veteriner, dan jabatan fungsional pengendali organisme pengganggu tumbuhan serta jabatan fungsional lain, yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional berdasarkan bidang keahlian masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(21)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Disamping itu dalam rangka ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pekerjaan/kegiatan maka setiap awal tahun anggaran kepala UPT juga menetapkan Surat Keputusan tentang uraian tugas pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon tahun anggaran yang berjalan. Struktur organisasi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon tersaji dalam gambar 1.

Gambar Struktur organisasi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon tersaji seperti berikut :

STRUKTUR ORGANISASI

STASIUN KARANTINA PERTANIAN KELAS I AMBON

Gambar 1. Struktur Organisasi Organisasi SKP Kelas I Ambon

2.8 Wilayah Kerja

Berdasarkan peraturan Menteri Pertanian Nomor : 44/Permentan/OT.140/3/2014 tanggal 25 Maret 2014 tentang Tempat Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa Penyakit Hewan Karantina dan

KEPALA STASIUN Jumrin, SP, M.Si

KAUR TATA USAHA M. Rizal Husein, SH

KASUBSIYANOP drh.Nanang H, M.Si

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

(22)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon memiliki 6 (enam) wilayah kerja adalah Pelabuhan Laut Yos Sudarso, Bandara Udara Pattimura, Pelabuhan Laut Namlea, Pelabuhan Laut Tual, Pelabuhan Laut Kobisadar dan Kantor Pos Ambon.

Untuk mendukung pelaksanaan perkarantinaan di wilayah kerja, setiap wilayah kerja yang dinilai frekuensi lalulintas Media Pembawanya tinggi ditugaskan seorang penanggungjawab wilker yang bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan operasional di wilayah kerja masing-masing.

(23)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

BAB III

KEPATUHAN, KERJASAMA DAN INFORMASI PERKARANTINAAN

3.1 Pelayanan Informasi (Sosialisasi)

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alam. Bentuk kepulauan inilah yang membuat banyak pula daerah yang dapat dijadikan sebagai pintu-pintu masuk atau keluar bagi media pembawa pertanian baik ke dalam pulau tersebut atau keluar pulau bahkan ke luar negeri.

Sosialisasi memegang kendali dalam mensukseskan pelaksanaan tindakan karantina di suatu wilayah. Dalam pelaksanaan sosialisasi karantina mencakup implementasi peraturan perundang-undangan yang menjadi dasar penyelenggaraan karantina pertanian. Karantina merupakan instansi pemerintah yang bekerja berdasarkan peraturan perundang-undangan, seperti yang tertuang dalam UU Nomor 16 tahun 1992 dan peraturan menteri pertanian terkait.

Kesadaran masyarakat (public awareness) tentang penyelenggaraan perkarantinaan pertanian menentukan keberhasilan tindakan pencegahan hama penyakit hewan karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di Propinsi Maluku.

Peran masyarakat dalam penyelenggaraan perkarantinaan sangat membantu kelancaran tindakan karantina yang dilakukan di lapangan.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat, perlu dilaksanakan sosialisasi karantina pertanian. Sosialisasi adalah suatu

(24)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

proses penyampaian informasi karantina pertanian pada masyarakat dan aparatur pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya penyelenggaraan perkarantinaan pertanian di Propinsi Maluku. Diharapkan setelah sosialisasi ini ada perubahan respon masyarakat terhadap karantina pertanian agar lebih peduli dan melindungi Propinsi Maluku dan wilayah sekitarnya dari ancaman HPHK dan OPTK. Sosialisasi dilaksanakan secara berkelanjutan, karena membangun kesadaran masyarakat terutama pelaku usaha adalah suatu proses panjang yang membutuhkan dukungan dari aparat pemerintah daerah dan instansi terkait di Propinsi Maluku.

Sosialisasi karantina pertanian di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon Tahun 2018 telah melakukan kegiatan sosialisasi peraturan karantina pertanian dan penyakit hewan (Rabies dan Avian Influensa) serta hama dan penyakit tumbuhan yang dapat mengancam di sekitar kita. Kegiatan tersebut antara lain dapat dilihat di bawah ini :

Tabel 1. Kegiatan Sosialisasi dan Penyebaran Informasi Karantina Pertanian Tahun 2018

No. Kegiatan Waktu dan

Tempat

Peserta 1. Coffee Morning

Bandara Pattimura

7 Mei 2018 di Ruang Rapat PT.

Angkasa Pura I

50 orang

Kegiatan sosialisasi dan penyebarluasan informasi karantina pertanian ini dilakukan dengan tujuan Menjalin kerjasama dan menumbuh kembangkan kesadaran para siswa dan santri Panti Asuhan serta pengurus Yayasan tentang peran Karantina dalam mencegah masuk dan

(25)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

tersebarnya HPHK / OPTK di propinsi Maluku. Mendukung kelancaran pelaksanaan tindakan Karantina Pertanian dalam melestarikan sumber daya alam hayati dan nabati di Wilayah Propinsi Maluku. Kegiatan sosialisasi ini juga mempunyai manfaat untuk meningkatkan pemahaman para siswa santri serta dewan pengurus Yayasan terhadap kegiatan perkarantinaan dan peran Karantina Pertanian, serta tugas pokok dan fungsi Karantina Pertanian baik Karantina Hewan maupun Karantina Tumbuhan. Tetapi yang terpenting disini adalah meningkatkan kesadaran generasi muda sejak dini agar peduli dan lindungi Maluku dari ancaman HPHK / OPTK.

3.2 Koordinasi Pengawasan Karantina

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Karantina oleh petugas Karantina di lapangan sangat memerlukan partisipasi aktif dan dukungan dari instansi-instansi terkait di setiap lingkungan wilayah kerja.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian yang terletak di Propinsi Maluku senantiasa menjalin hubungan dan koordinasi yang baik dengan instansi-instansi terkait di Kota Ambon pada khususnya dan koordinasi ditempat pemasukan dan pengeluaran di luar kota Ambon serta pengawasan di tempat pemasukan dan pengeluaran yang belum ditetapkan.

Koordinasi inidapat digali informasi dan masukanterhadap lalulintas komoditi hewan dan tumbuhan serta frekuensinya. Khsusunya di tempat pemasukan dan pengeluaran yang belum ditetapkan, jika dari hail koordinasi yang didapatkan menunjukkan bahwa lalulintas dan frekuensi

(26)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

komiditi hewan dan tumbuhan lebih banyak setiap bulan dan komoditi tersebut media pembawa HPHK dan OPTK, maka tempat pemasukan dan pengeluaran tersebut bisa diusulkan untuk ditetapkan dan di tambah petugas karantina.

3.3 Penyelidikan Kasus Tindak Pidana Karantina

Selama Tahun Anggaran 2018, Penyidikan kasus Tindak Pidana Karantina berdasarkan Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 tidak ditemukan adanya kasus tindak pidana.

3.4 Website SKP Kelas I Ambon

Website Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon adalah www.karantinapertanianambon.org. Website ini sebagai sarana bagi Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon untuk menyebarluaskan informasi dalam bidang perkarantinaan khususnya lingkup Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon kepada masyarakat khususnya pengguna jasa yang dapat mengakses informasi tentang perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta keamanan hayati dan informasi lainnya.

3.5 Kehumasan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon

Dalam rangka mewujudkan tujuan instansi, diperlukan media komunikasi yang efektif dan efisien guna mewujudkan quarantine minded, maka SKP Kelas I Ambon perlu melakukan perubahan penetapan tim kehumasan, sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon No 183/HK.160/K.44.D/8/2018 tentang Perubahan Penetapan Tim Kehumasan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon, yang ditetapkan pada tanggal 27 Agustus 2018. Media

(27)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

tersebut diperlukan untuk melakukan sosialisasi, publikasi, dan komunikasi terhadap publik terkait penyelenggaraan kegiatan instansi.

Tugas dari tim Kehumasan ini adalah

1. Melaksanakan inventarisasi dan mengolah data, menyiapkan bahan penyusunan dan penyajian informasi, dokumentasi kegiatan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon

2. Mengumpulkan, menganalisa, menyajikan data informasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan kegiatan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon

3. Mengumpulkan, menganalisa informasi/ opini masyarakat dan lembaga dan menyampaikan kepada pimpinan sebagai bahan kebijakan.

4. Menerima keluhan masyarakat dan meneruskannya kepada pimpinan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon serta menyusun dan memberikan tanggapan terhadap keluhan masyarakat.

5. Mengarsip klipping dan publikasi pemberitaan di media cetak maupun media elektronik

6. Mengkoordinasikan dan menyelenggarakan pelayanan pers

7. Mengkoordinasikan, menyusun hak jawab serta tanggapan masyarakat di media massa.

8. Mengelola website dan media sosial Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon

9. Menyiapkan dan mengedit naskah-naskah publikasi kegiatan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon

10. Menyelenggarakan penyiaran informasi/ promosi kebijakan, pelaksanaan dan hasil kegiatan Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon melalui berbagai macam media massa.

(28)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

11. Mendampingi dan meliput kegiatan pimpinan

SKP Kelas I Ambon mempunyai Media Sosial dalam rangka mendukung perkembagan informasi perkarantinaan antara lain:

a. Facebook : Humas Karantina Ambon b. Instagram : Karantina Ambon

c. Twitter : @karantinaambon d. Fans Page : Karantina Ambon

Sesuai dengan arahan dari Badan Karantina Pertanian (Barantan), Humas SKP Ambon menargetkan paling tidak 1 bulan ada 2 berita online yang di terbitkan oleh SKP Kelas I Ambon. Namun pada kenyataannya target tersebut hanya dapat terealisasi di bulan Januari, Mei, Juli, Oktober, dan November. Berita yang telah diliput selama tahun 2018 oleh media cetak antara lain:

1. Siwalima 2. Ambon Express 3. Kabar Timur

4. Harian Rakyat Maluku 5. Harian Pagi Siwalima 6. Harian Pagi Suara Maluku 7. Harian Spektrum

Sedangkan yang diliput oleh media elektronik antara lain:

1. Televisi Republik Indonesia 2. Menara Global

3. N25news

4. Mimbar Rakyat News

(29)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018 5. Radio Republik Indonesia 6. Poros Timur

7. Znews

8. Fokus Maluku 9. Info ambon 10. Top Maluku 11. Kabar Timur

Semoga kerjasama dengan media cetak dan elektronik dapat terus dikembangkan sebagai wadah sosialisasi karantina ke masyarakat luas. Tiap tahun salah satu tim kehumasan SKP Kelas I Ambon juga mengikuti Temu Koordinasi Kehumasan yang diselenggarakan oleh Barantan. Personil yang mengikuti pelatihan ini dipilih secara bergantian. Temu koordinasi kehumasan ini bertujuan untuk optimalisasi dan analisa media sosial.

(30)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

BAB IV

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KARANTINA PERTANIAN DAN PENGAWASAN KEAMANAN HAYATI

4.1 Tindakan Pemeriksaan dan Pengawasan Keamanan Hayati Kegiatan pemeriksaan terhadap media pembawa dalam mencegah Hama Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina serta cemaran pangan segar asal hewan dan tumbuhan yang merupakan bentuk pengawasan karantina hewan dan karantina tumbuhan. Tindakan ini dilakukan terhadap media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina yang dimasukkan ke dalam (impor), dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain (antar area), transit dan atau dikeluarkan dari wilayah negara Republik Indonesia (ekspor). Kegiatan ini sering diistilahkan dengan tindakan 8 P yaitu Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penolakan, Penahanan, Pemusnahan dan Pembebasan.

Tindakan ini tidak terlepas dari peraturan yang mengatur kerja dan kinerja petugas karantina baik karantina hewan maupun karantina tumbuhan dalam bentuk peraturan perundang-undangan, pedoman teknis, petunjuk pelaksanaan maupun hasil-hasil rekomendasi teknis lainnya yang dijadikan dasar utama dalam menjalankan tugas dan fungsi pokok Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon.

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon pada Tahun 2018 telah melakukan pemeriksaan media pembawa HPHK dan OPTK.

(31)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018 4.1.1 Pemeriksaan Impor

Kegiatan pemeriksaan HPHK dan OPTK terhadap media pembawa hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati yang masuk ke wilayah Republik indonesia di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dengan melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium dengan tujuan untuk memastikan media pembawa yang dimasukkan bebas dari HPHK dan OPTK.

Kegiatan Impor pada tahun 2016 sampai tahun 2018 di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon, untuk kegiatan tindakan karantina hewan tidak adadan tindakan karantina tumbuhan juga tidak ada.

4.1.2 Pemeriksaan Ekspor

Kegiatan pemeriksaan HPHK dan OPTK terhadap media pembawa hewan dan media pembawa tumbuhan yang dikeluarkan dari wilayah Republik Indonesia di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dengan melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium dengan tujuan untuk memastikan media pembawa yang dikeluarkan bebas dari HPHK dan OPTK.

Kegiatan ekspor pada tahun 2018 di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon, untuk kegiatan tindakan karantina hewan tidak ada dan tindakan karantina tumbuhan ada.

(32)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Data kegiatan dan frekuensi ekspor media pembawa karantina tumbuhan selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawa ini :

Tabel 2. Data Kegiatan Ekspor Bibit/Benih Tanaman, Hasil Tanaman Hidup, Hasil Tanaman Mati dan Benda Lain

No. Media Pembawa Tahun (kg/kali)

2016 2017 2018

1 Bibit/Benih Tanaman

- - 2 batang /

1 x 2. Hasil Tanaman

Hidup

350,002 Kg / 3x

7 Kg/ 1x 3 Kg / 3x 3. Hasil Tanaman

Mati

37,9 kg / 21 x 12 kg / 10x 90 Kg / 4x

4. Benda Lain 10 kg / 1x - -

Berdasarkan tabel 2 di atas, menunjukkan bahwa media pembawa yang diekspor pada Tahun 2018 di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya terjadi peningkatan volume, tetapi pada frekuensi terjadi penurunan dari 11 kali menjadi 8 kali pada tahun 2018.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 44 Tahun 2014 tentang tempat pemasukan danpengeluaran media pembawa HPHK dan OPTK untuk kegiatan ekspor hanya melalui bandara udara Pattimura dan Kantor Pos, sedangkan melalui pelabuhan laut/pelabuhan sungai, pos pemeriksaan lintas batas, dan dry port tidak ditetapkan sebagai pintu pengeluaran media pembawa ekspor. Pengeluaran media pembawa berupa pala dan bagian-bagiannyatidak melanggar peraturan yang ditetapkan.

(33)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Media pembawa berupa pala dan bagian-bagian yang di ekspor 3 (tiga) tahun terakhir jumlahnya sedikit setiap pengiriman dan hanya sampel atau contoh. Dengan adanya ketentuan tersebut, media pembawa pala yang akan diekspor ke luar negeri tidak bisa melewati pelabuhan laut Ambon. Sehingga media pembawa pala dan bagian- bagiannya diantar areakan ke Propinsi Jawa Timur melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Priok Jakarta, dan media pembawa tersebut baru bisa untuk dilakukan ekspor.

4.1.3 Pemeriksaan Domestik Keluar

1. Media Pembawa Karantina Hewan

Kegiatan pemeriksaan HPHK terhadap media pembawa hewan yang dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain dalam wilayah Republik Indonesia (domestik keluar) di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dengan melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium dengan tujuan untuk memastikan media pembawa yang dikeluarkan bebas dari HPHK.

Data kegiatan dan frekuensi domestik keluar media pembawa karantina hewan selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3. Data Kegiatan Domestik Keluar Media Pembawa Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan dan Benda Lain

No. Media Pembawa Satuan/

Frekuensi

Tahun

2016 2017 2018

1. Hewan Ekor 15.239 29.729 68.200

Box - - 8

Kg - - 14

(34)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Berdasarkan tabel 3, menunjukkan bahwa Media Pembawa berupa hewan pada tahun 2018 terjadi kenaikan volume hampir sebesar 220 % dan terjadi peningkatan frekuensi 55% dari tahun 2017. Terlihat disini bahwa terjadi peningkatan pengeluaran hewan dari Maluku melalui SKP Kelas I Ambon yang mungkin dikarenakan oleh adanya penambahan SDM baru sehingga lalu lintas MP HPK bisa terfasilitasi dengan baik.

Media pembawa berupa BAH terlihat juga mengalami peningkatan karena banyak media pembawa yang dimasukkan ke Ambon untuk kemudian di sebar ke seluruh daerah di Propinsi Maluku melalui wilker- wilker di SKP Kelas I Ambon. HBAH tidak ada pengeluaran karena memang masih belum ada perusahaan produksi HBAH.

Media pembawa berupa hewan yang dominan yaitu DOC yang akan dikirim melalui daerah tujuan DOC tersebut merupakan transit dari daerah asal Surabaya , Makasar, yang akan dikirim ke wilayah Ternate seperti Sanana dan daerah-daerah di wilayah Propinsi Maluku yang disebabkan masih minimnya transportasi langsung ke wilayah tujuan sehingga di lakukan pengiriman dan transit di propinsi Ambon yang kemudian di sertifikasi di SKP I Ambon.

Koloni - 1 -

Kali 366 441 679

2. Bahan Asal Hewan (BAH)

Kg 211.569,8 257.470 307.045

Lbr 17.403 46.069 26.287

Kali 216 228 307

3. Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

Kg 106,5 10 -

Kali 2 1 -

4. Benda Lain Kg 216 2 55

Kemasan - - 34

Kali 106,5 2 8

(35)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Pengiriman burung dari propinsi Ambon berkurang dikarenakan adanya peraturan terbaru terkait SATS DN yaitu peraturan Menteri LHK No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 dimana burung perkici dan nuri merah sudah tidak bisa di perdagangkan lagi. Kemudian disusul dengan sapi, kerbau, kambing, dan ayam, untuk ayam dan/atau unggas dewasa mengalami peningkatan pada tahun ini sebab Maluku sudah bebas dari Avian Influenza (AI) melalui Kepmentan No.

362/Kpts/PK.320/5/2016 tanggal 31 Mei 2016.

Media pembawa bahan asal hewan (BAH) meliputi telur ayam, telur puyuh, telur itik, daging ayam beku, daging sapi, daging bebek/itik, daging kerbau, daging anjing, daging babi, dan daging kambing, media pembawa ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Maluku dimana BAH tersebut masuk dalam jumlah besar melalui wilker pelabuhan Yos Sudarso kemudian disebar ke daerah-daerah di Kepulauan Maluku melalui wilker SKP Kelas I Ambon. Untuk kulit sapi langsung dikirim ke Surabaya melalui pelabuhan Yos Sudarso dan pelabuhan laut Namlea.

Sedangkan media pembawa hasil bahan asal hewan tidak ada pengeluaran.

Pengeluaran dalam jumlah besar menunjukkan arus perdagangan media pembawa hewan dan BAH dari Kabupaten Maluku ke beberapa daerah timur Indonesia (Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat) dan beberapa ke Sulawesi menunjukkan bahwa arus ekonomi masyarakat di Maluku sudah mulai berkembang dan meningkat.

Hal ini membuat SKP Kelas I Ambon sudah ditetapkan menjadi laboratorium uji yang terakreditasi pada tanggal 19 November 2018

(36)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

sehingga setiap media pembawa yang akan keluar benar-benar bebas dari HPHK, terutama untuk Sapi dan Kerbau. Berdasarkan hasil pemantauan baik yang dilakukan oleh karantina maupun surveilens oleh BBVet Maros, Maluku masih belum bebas dari Brucellosis dan Rabies.

2. Media Pembawa Karantina Tumbuhan

Kegiatan pencegahan OPTK terhadap media pembawa tumbuhan yang dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain dalam wilayah Republik indonesia (domestik keluar) di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dengan melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium dengan tujuan untuk memastikan media pembawa yang dikeluarkan bebas dari OPTK.

Data kegiatan dan frekuensi domestik keluar media pembawa karantina tumbuhan selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4. Data Kegiatan Domestik Keluar Bibit /Benih Tumbuhan, Hasil Tumbuhan Hidup, Hasil Tumbuhan Mati dan Benda Lain

No. Media Pembawa

Satuan / Frekuensi

Tahun

2016 2017 2018

1 Bibit/Benih Tanaman

Btg 178.400 39.451 277.892 Kg 12.620 5.320 46.684 M2 -

-

Kali 94 169/ 9 399 2. Hasil

Tanaman Hidup

Kg 3.937.745 2.119.099 902.775 Kali 478 683 673 3. Hasil

Tanaman Mati

Kg 26.461.531 24.323.675,7 5

41.480.235

M3 - 4

(37)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Kemasan -

Kali 1.042 1.466/ 1 1.327

4. Benda Lain Kg - 5 66

Kali - 1 8

Berdasarkan tabel 4 diatas, menunjukkan bahwa pada Tahun 2018 media pembawa berupa bibit/benih tanaman, hasil tanaman hidup dan hasil tanaman mati terjadi peningkatan volume, demikian halnya dengan frekeunsi juga terjadi peningkatan yang siginfikan terhadap bibit/benih tanaman, hasil tanaman hidup dan hasil tanaman mati dbanding tahun 2017. Untuk benih/bibit terjadi peningkatan 227,70 % satuan batang tapi penurunan frekuensi sebesar 8,8%. Hasil tanaman hidup dengan peningkatan frekuensi 292,8 % dan hasil tanaman mati terjadi naik 128,90 % satuan kilogram dan terjadi peningkatan frekuensi 119,6 %.

Hal ini disebabkan disamping frekuensi dan volume pengeluaran cukup banyak, juga terjadinya pertumbuhan perdagangan yang lebih baik dan adanya jaminan perdagangan yang lebih baik di propinsi Maluku, khususnya kota Ambon.

Pengeluaran yang cukup besar terhadap media pembawa hasil tanaman hidup dan hasil tanaman mati. Di Tahun 2018, umumnya media pembawa berupa bibit/benih tanaman yang dominan yaitu benih padi, bibit pala dan bibit cengkeh. Media pembawa berupa hasil tanaman hidup yaitu brondolan kelapa sawit, tomat, ketimun, buah jeruk, cabe dan jagung biji. Sedangkan media pembawa berupa hasil tanaman mati yaitukopra, cengkeh dan kakao biji. Untuk lebih jelasnya per wilayah kerja dapat dilihat pada lampiran laporan tahunan ini.

(38)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018 4.1.4 Pemeriksaan Domestik Masuk

1. Media Pembawa Karantina Hewan

Kegiatan pencegahan HPHK terhadap media pembawa hewan yang dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain dalam wilayah Republik Indonesia (domestik masuk) di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dengan melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium dengan tujuan untuk memastikan media pembawa yang dimasukkan bebas dari HPHK.

Data kegiatan dan frekuensi domestik keluar media pembawa karantina hewan selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel 5. Data Kegiatan Domestik Masuk Media Pembawa Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan dan Benda Lain

No. Media Pembawa Satuan/

Frekuensi

Tahun

2016 2017 2018

1. Hewan Ekor 445.529 310.024 488.831

Kg - - 14

Koloni - 1 -

Kali 316 201 328

2. Bahan Asal Hewan (BAH)

Kg 2.548.139 1.724.267,4 2.212.096

Koli - -

Kms 2 -

Kali 613 395 430

3. Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

Kg 44.645 111.143 142.733,63

Kali 126 94 233

4. Benda Lain Kms 6 23 2

Kilogram 105.911 - -

Kali 14 2 2

Berdasarkan tabel 5 diatas, menunjukkan bahwa domestik masuk Media Pembawa hewan, BAH, HBAH dan Benda lain, menunjukan

(39)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

bahwa pada tahun 2018 terjadi peningkatan volume sebesar 50 % satuan ekor pada media pembawa hewan dan frekuensi mengalami peningkatan sebesar 62% bila dibandingkan tahun 2017. Peningkatan ini dimungkinkan karena daya beli masyarakat propinsi Ambon yang semakin baik, selain itu juga peternakan unggas dan sapi milik masyarakat yang mulai berkembang dengan baik sehingga mulai dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di Maluku.

Media pembawa yang masuk ke SKP Kelas I Ambon pada umumnya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk hewan yaitu DOC, DOD, sedangkan untuk BAH tetap yang paling besar adalah telur ayam, daging ayam , selain itu ada telur puyuh, telur bebek, susu, daging sapi beku, daging kerbau, daging kambing, dan daging anjing Media pembawa HBAH mengalami penurunan komoditi dan frekuensi yang kemungkinan diakibatkan banyak nya produk hasil rumahan di wilayah propinsi Ambon.

2. Media Pembawa Karantina Tumbuhan

Kegiatan pencegahan OPTK terhadap media pembawa tumbuhan yang dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain dalam wilayah Republik Indonesia (domestik masuk) di Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dengan melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku yaitu pemeriksaan dokumen, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium dengan tujuan untuk memastikan media pembawa yang dimasukkan bebas dari OPTK.

(40)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Data kegiatan dan frekuensi domestik masuk media pembawa karantina tumbuhan selama 3 (tiga) tahun terakhir dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 6. Data Kegiatan Domestik Masuk Bibit/Benih Tanaman, Hasil Tanaman Hidup, Hasil Tanaman Mati dan Benda Lain

No. Media Pembawa

Satuan / Frekuensi

Tahun

2016 2017 2018

1 Bibit/Benih Tanaman

Btg 178.400 39.451 205.259 Kg 12.620 5.320 504.313

M2 -

-

Kali 94 169/ 9 322 2. Hasil

Tanaman Hidup

Btg 457

Kg 3.937.745 2.119.099 7.667.378

Kali 478 683 4.627

3. Hasil

Tanaman Mati

Kg 26.461.531 24.323.675,75 95.693

M3 - 4

Kemasan

Kali 1.042 1.466/ 1

4. Benda Lain Kg - 5

Kali - 1

Berdasarkan tabel 6 diatas, menunjukkan bahwa pada Tahun 2018 media pembawa baik bibit/benih, hasil tanaman hidup maupun hasil tanaman mati umumnya terjadi penurunan volume dan frekuensi. Jika dibandingkan terhadap volume kilogram tahun 2017 terhadap bibit/benih tanaman terjadi penurunan sebanyak 27,53 %. Hal ini disebabkan

(41)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

volume media pembawa yang masuk jumlah dan frekuensi pemasukan disebabkan terjadi penurunan produksi di sebagian wilayah di Propinsi Maluku baik pangan dan hortikutura, sehingga pemasukan komoditi lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Umumnya pemasukan media pembawa berupa bibit/benih tanaman didominasi benih jagung, benih kangkung, benih kelapa sawit, bibit kakao dan bibit rambutan.

Media pembawa hasil tanaman hidup tahun 2018 mengalami penurunan volume yang signifikan dan frekuensi sebesar 82,75 % jika dibandingkan dengan tahun 2017. umumnya komoditi terbesar kedelai, kentang dan sayuran kubis.

Sedangkan media pembawa berupa hasil tanaman mati berupa kentang iris beku, beras dan kentang beku. Untuk lebih jelasnya per wilayah kerja dapat dilihat pada lampiran laporan tahunan ini.

4.2 Tindakan Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan

Berdasarkan Undang-Undang No.16 Tahun 1992 pasal 10 merupakan tindakan karantina yang dilakukan petugas karantina berupa : pemeriksaan, pengasingan, pengamatan, perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan dan pembebasan. Sepanjang tahun 2018 Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon dalam rangka pengawasan melakukan tindakan 8P terhadap Media pembawa HPHK dan OPTK yang dilalulintaskan antar area.

Sesuai Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2000, pada pasal 8 dan pasal 15 tentang pemusnahan dilakukan terhadap media pembawa yang dimasukkan ke dalam wilayah negara RI atau dari suatu area ke area lain

(42)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

di dalam wilayah RI merupakan tindakan karantina yang dilakukan oleh petugas karantina dan itu sudah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Penahanan dan pemusnahan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 7. Data Penahanan, Penolakan, Pemusnahan Karantina Hewan 3 (tiga) tahun Terakhir

No. Tindakan Tahun (Kali) Keterangan

2016 2017 2018

1 Penahanan - 4 8 Ayam dan Daging Anjing

2 Penolakan - 3 6 Ayam dan Daging Anjing

3 Pemusnahan - 1 2 Ayam dan Daging Anjing

Frekuensi penahanan, penolakan, pemusnahan pada tahun 2018 berdasarkan tabel diatas bila dibandingkan tahun 2017 terjadi peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan pengawasan petugas karantina di pelabuhan dan bandara semakin baik dibantu oleh pihak- pihak yang terkait di pelabuhan dan bandara. Hal ini karena komunikasi dan kerjasama antar karantina pertanian dengan pihak terkait yang berwenang di pelabuhan dan bandara semakin baik.

Berikut adalah foto pemusnahan yang pernah dilakukan oleh SKP Kelas I Ambon untuk media pembawa hewan yaitu daging anjing yang berasal dari Bau-Bau, Manado dan Makasar tanpa disertai sertifikat karantina dari daerah asal, dan pemilik tidak mampu melengkapi sertifikat serta surat-surat sesuai peraturan karantina.

(43)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

Sesuai Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2002, pada pasal 7 dan pasal 13 tentang pemusnahan dilakukan terhadap media pembawa yang dimasukkan ke dalam wilayah negara RI atau dari suatu area ke area lain di dalam wilayah RI merupakan tindakan karantina yang dilakukan oleh petugas karantina dan itu sudah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Tabel 8. Data Penahanan, Penolakan, Pemusnahan Karantina Tumbuhan 3 (tiga) tahun Terakhir

No. Tindakan Tahun (kali) Keterangan

2016 2017 2018

1 Penahanan 19 6 1 Bibit Jeruk antar area

2 Penolakan - - - -

3 Pemusnahan 7 12 1 Bibit Jeruk antar area Berdasarkan tabel 8 diatas, menunjukkan bahwa pada tahun 2018 terjadi tindakan penahanan frekuensi 1 kali, penolakan tdk ada karena pemilik tidak menghiraukan / telah menyerahkan kepada petugas untuk tindakan karantina selanjutnya. Terhadap komoditi 1 kali pemasukan, pemusnahan dilakukan 1 kali. Media pembawa yang ditahan dan dimusnahkan adalah media pembawa impor yang dimasukkan lewat paket jasa kantor pos/DHL. Terdapat penurunan penahan hal ini dimungkinkan karena pemeriksaan paket impor/LN sudah tidak dilakukkan di kantor Pos Ambon sehingga petugas yang ditempatkan di Kantor Pos kesulitan untuk mendapatkan Media Pembawa yang ilegal

(44)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

tersebut. Adapun Saksi-saksi dari acara pemusnahan didatangkan dari pejabat instansi terkait, yaitu Bea Cukai, Kantor Pos, KSOP, Perum Angkasa Pura.

Tindakan karantina ini sudah sesuai prosedur, dimana ketiga kasus tersebut hampir sama yaitu tidak dilengkapi dokumen karantina seperti yang dipersyaratkan dalam UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Selain itu, benih impor yang di musnahkan tersebut tidak memiliki ijin resmi berupa Ijin Pemasukan Benih Impor dari Kementerian Pertanian serta sertifikat kesehatan dari negara asal.

4.3 Penggunaan Formulir

Penggunaan Formulir selama 3 (tiga) tahun terakhir untuk sertifikat Karantina Hewan dan sertifikat Karantina Tumbuhan dapat dilihat dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 9. Penggunaan Sertifikat Karantina Hewan SKP Kelas I Ambon

No. Jenis Sertifikat Jumlah

2016 2017 2018

1. KH – 11 358 396 538

2. KH – 12 211 269 287

3. KH – 13 - 3 5

4 KH – 14 897 597 823

Jumlah 1.419 1.466 1.653

Tabel 10. Penggunaan Sertifikat Karantina Tumbuhan SKP Kelas I Ambon

No. Jenis Sertifikat Jumlah

2016 2017 2018

1. KT – 9 931 903 2.764

(45)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

2. KT – 10 17 9 7

3. KT – 12 1.555 2175 2.158

Jumlah 2.143 2.503 3.087

Berdasarkan tabel 9 diatas, menunjukkan bahwa penerbitan sertifikat karantina hewan pada tahun 2018 sebanyak 1.653, tahun 2017 jumlah sertifikat 1.466 lembar dan tahun 2016 sebanyak 1.419 lembar.

Dari data tersebut menunjukkan peningkatan jumlah sertifikat di tahun 2018.

Berdasarkan tabel 10 diatas, menunjukkan bahwa penggunaa sertifikat karantina tumbuhan sebanyak 3.087 lembar (tahun 2018), 2.503 lembar (tahun 2017) dan tahun 2016 sebanyak 2.143 lembar.

4.4 Pemantauan Daerah Sebar HPHK dan OPTK 4.4.1 Karantina Hewan

Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon selain menyelenggarakan fungsi pemeriksaan tindak karantina terhadap Media Pembawa yang dilalulintaskan juga menyelanggarakan fungsi Pemantauan Daerah Sebar HPHK, yang merupakan implementasi dari UU No. 16 tahun 1992 dan PP No 82 Tahun 2000 serta Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor:

146/Kpts/KP.120/K/1/2018 tentang Pedoman Pemantauan Daerah Sebar Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) TA.2018

Pengamatan adalah merupakan salah satu bagian dari tindakan karantina 8P. Pengamatan dapat dilakuakn dengan dua (2) cara, yaitu pengamatan secara langsung dan/atau pengamatan secara tidak langsung. Pengamatan secara langsung dilakukan di tempat

(46)

Laporan Tahunan SKP Kelas I Ambon TA. 2018

pemasukan, pengeluaran, instalasi Karantina, tempat transit dan di atas alat angkut. Pengamatan secara tidak langsung dilakukan di tempat lainnya dengan melibatkan atau memperoleh informasi dari pihak yang berwenang dalam kegiatan tersebut. Pemantauan bertujuan untuk memperoleh informasi dan situasi HPHK di area dalam wilayah Propinsi Maluku, memetakan status dan situasi HPHK di wilayah kerja SKP Kelas I Ambon dan tersusunnya peta statuis dan situasi HPHK di Propinsi Maluku. Pemantauan Daerah Sebar Hama Penyakit Hewan Karantina Tahun 2018 terbagi menjadi dua prioritas, yaitu regional dan nasional.

Pemantauan prioritas regional tidak wajib dilakukan oleh masing- masing UPTKP, disesuaikan dengan DIPA masing-masing UPT.

Pemantauan Daerah Sebar HPHK prioritas regional bertujuan

membantu suatu daerah dalam program

pembebasan/pemberantasan/surveilans dari suatu penyakit hewan tertentu. Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Ambon melaksanakan pemantauan prioritas regional setelah berkomunikasi dengan BBVet Maros dan disesuaikan dengan target Provinsi Maluku maka prioritas regional yang diambil adalah Brucellosis dari Brucella abortus pada sapi.

Pemantauan prioritas nasional dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu secara tidak langsung dengan meminta data dan/atau informasi kepada BBVet Maros, instansi yang membidangi kesehatan hewan serta dari penelitian yang dilakukan oleh institusi.

Gambar

Gambar  Struktur  organisasi  Stasiun  Karantina  Pertanian  Kelas  I  Ambon tersaji seperti berikut :
Tabel 2.  Data  Kegiatan  Ekspor  Bibit/Benih  Tanaman,  Hasil  Tanaman  Hidup, Hasil Tanaman Mati dan Benda Lain
Tabel  3.  Data  Kegiatan  Domestik  Keluar  Media  Pembawa  Hewan,  Bahan  Asal  Hewan,  Hasil  Bahan  Asal  Hewan  dan  Benda  Lain
Tabel 4.  Data  Kegiatan  Domestik  Keluar  Bibit  /Benih  Tumbuhan,  Hasil  Tumbuhan  Hidup,  Hasil  Tumbuhan  Mati dan Benda Lain
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kegiatan pengawasan Komoditi Karantina Pertanian melalui Impor, Ekspor, Domestik Masuk maupun Domestik Keluar terhadap media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK)

Hasil yang dicapai setelah pemeriksaan media pembawa OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) yaitu setiap media pembawa hama dan organisme penggangu tumbuhan karantina yang

Sesuai dengan TUPOKSI Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan yaitu melaksanakan perkarantinaan hewan dan tumbuhan serta pengawasan keamanan hayati hewani dan

204/Kpts/OT.140/07/2009 Tentang Wilayah Pemantauan Hama Penyakit Hewan dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (HPHK/OPTK) pada Balai Besar, Balai dan Stasiun

Boder atau garis tepi peta merupakan garis untuk membatasi informasi peta. Semua komponen peta berada di dalam garis tepi peta atau dengan kata lain tidak ada informasi

Sumber data yang akan dipakai adalah: Buku-buku panduan pembuatan website, website-website yang menampilkan cara-cara pembuatan website yang menarik serta praktis,

Kota Batam yang semula kota administratif dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2000 tentang

3) Tingkat kepatuhan dan kepuasan pengguna jasa karantina pertanian. Dalam upaya mendukung program pembangunan pertanian di Indonesia, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I