• Tidak ada hasil yang ditemukan

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II TANJUNGPINANG"

Copied!
136
0
0

Teks penuh

(1)

LaporanTahunan

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II

TANJUNGPINANG

LaporanTahun

an

Annual report

Annual report

BALAI KARANTINA PERTANIAN KELAS II

TANJUNGPINANG

KementerianPertanian

BadanKarantinaPertanian

(2)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang (BKP Tanjungpinang) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian. Sebagai Bagian dari instansi pemerintah yang sedang menjalankan reformasi birokrasi, BKP Tanjungpinang senantiasa berupaya memberikan pelayanan prima, meningkatkan integritas dan transparansi, serta memenuhi standar akuntabilitas publik.

Dalam sistem akuntabilitaskinerja instansi pemerintah terdapat 3 subsistem yang saling terkait yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. pelaporan adalah salah satu sub sistem yang cukup penting karena dari laporan dapat diketahui keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, kegagalan dan kendala yang dihadapi, kekuatan yang dapat dimanfaatkan dan kelemahan yang harus diperbaiki. Dari laporan yang dihasilkan dapat dijadikan bahan evaluasi untuk penyusunan rencana kerja selanjutnya dalam rangka peningkatan performa kinerja instansi pemerintah.

Dalam kerangka meningkatkan pelayanan prima, integritas dan transparansi, serta pemenuhan standar akuntabilitas tersebut,

(3)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 2 disusunlah laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang.

B. Tujuan

Tujuan umum disusunnya laporan tahunan ini adalah untuk melaksanakan amanat peraturan menteri pertanian nomor 22/Permentan OT.140/4/2008 . Sedangkan tujuan khususnya adalah: 1. Sebagai media penyampaian kinerja Balai Karantina Pertanian

Kelas II Tanjungpinang selama Tahun 2015 baik kinerja operasional perkarantinaan maupun kinerja pengelolaan anggaran;

2. Sebagai bahan evaluasi untuk peningkatan performa kinerja tahun berikutnya.

C. Umum

Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 22/ Permentan/OT.140/4/2008, dengan wilayah kerja terdiri atas Pelabuhan Laut Sri Bintan Pura, Pelabuhan Laut Pelantar II, Pelabuhan Laut Sri Payung Batu Enam , Pelabuhan Laut Sri Bayintan Kijang, Bandara Raja Haji Fisabilillah, Kantor Pos Tanjungpinang, Pelabuhan laut Tanjung Uban, Pelabuhan Laut Pulau Bulan dan Pelabuhan Laut Lagoi.

(4)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 3 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang dipimpin oleh seorang kepala dengan jabatan eselon III.b, dibantu seorang kepala sub bagian dan dua orang kepala seksi dengan jabatan eselon IV.b. Struktur Organisasi Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang sesuai Peraturan Menteri Pertanian No. 22/ Permentan/OT.140/4/2008 adalah sebagaimana terlihat pada gambar 1.

Gambar 1. Struktur Organisasi Balai Karantina Pertanian Kelas II

KEPALA Seksi Karantina Hewan Seksi Karantina Tumbuhan Subbag Tata Usaha Kelompok Jabatan Fungsional

(5)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 4 Dalam melaksanakan tugas, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang ditunjang dengan sarana dan prasarana, berupa 7 (tujuh) gedung kantor yang berada yang terdiri atas 2 kantor induk UPT dan 9 wilayah kerja, 2 Laboratorium beserta peralatannya, 2 screen house, 9 buah mobil dinas, 31 sepeda motor, Serta 1 buah mess pegawai BKP Kelas II Tanjungpinang.

Seluruh Wilayah Kerja (Wilker) telah ditempatkan petugas Karantina Pertanian dengan sebaran sebagai berikut:

1. Wilker Pelabuhan Laut Sri Bintan Pura ditempatkan 5 (lima) personil terdiri atas; 1 (satu) orang Medik Veteriner, 2 (dua) orang POPT Terampil, 1 (orang) Calon POPT Terampil, , dan 1 (satu) orang Paramedik veteriner.

2. Wilker Pelantar II ditempatkan 4 (empat) personil terdiri atas: 2 (dua) orang Paramedik Veteriner dan 2 (dua) orang POPT Terampil,.

3. Wilker Pelabuhan Laut Sri Payung Batu Enam ditempatkan 7 (tujuh) personil terdiri atas: 1 (satu) orang Medik Veteriner, 1 (satu) orang POPT Ahli, 3 (tiga) orang POPT Terampil, dan 2 (dua) orang Paramedik Veteriner

4. Wilker Pelabuhan Laut Sri Bayintan Kijang ditempatkan 6 (enam) personil terdiri atas: 1 (satu) orang POPT Ahli, 3 (tiga) orang calon Paramedik veteriner, dan 2 (dua) Calon POPT Terampil.

(6)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 5 5. Wilker Bandara Raja Haji Fisabilillah ditempatkan 6 (enam) personil

terdiri atas: 1 (satu) orang Medik Veteriner, 1 (satu) orang POPT Terampil, 1 (satu) orang Paramedik Veteriner, 1 (satu) orang calon Paramedik veteriner, dan 1 (satu) orang Calon POPT Ahli dan 1 (satu) orang calon POPT Terampil.

6. Wilker Pelabuhan Laut Tanjung Uban ditempatkan 7 (tujuh) personil terdiri atas; 1 (satu) orang Medik Veteriner, 1 (satu) orang POPT Ahli, 1 (satu) orang POPT Terampil, 1 (satu) orang calon Paramedik veteriner, 1 (satu) orang Calon POPT Ahli dan 1 (satu) orang calon POPT Terampil.

7. Wilker Pulau Bulan ditempatkan 2 (dua) personil terdiri atas; 1 (satu) orang Medik Veteriner, dan 1 (satu) orang Paramedik Veteriner.

8. Wilker Pelabuhan Laut Lagoi ditempatkan 2 (dua) personil terdiri atas; 1 (satu) orang POPT Ahli dan 1 (satu) orang Paramedik Veteriner.

9. Wilker Kantor Pos Tanjungpinang ditempatkan satu personil Paramedik Veteriner

Adapun lokasi masing-masing Wilayah Kerja dapat dilihat pada Gambar 2.

Kegiatan operasional Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang terdiri dari kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan perkarantinaan tumbuhan. Kegiatan operasional perkarantinaan

(7)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 6 hewan dilaksanakan oleh pejabat fungsional Medik Veteriner dan Paramedik Veteriner dengan dibantu oleh tenaga teknis dari Seksi Karantina Hewan. Sementara Kegiatan operasional perkarantinaan tumbuhan dilaksanakan oleh pejabat fungsional POPT dengan dibantu oleh tenaga teknis dari Seksi Karantina Tumbuhan.

D. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi serta Landasan Hukum

Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 22/Permentan/OT.140/4/2008, mempunyai kedudukan tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:

1. Kedudukan

Kedudukan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang adalah Unit Pelaksana Teknis yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian.

2. Tugas Pokok

Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati 3. Fungsi

Dalam menjalankan tugas pokok Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

(8)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 7 b. Pelaksanaan pemeriksaan, pengasingan, pengamatan,

perlakuan, penahanan, penolakan, pemusnahan, dan pembebasan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di Bandar udara Raja Haji Fisabililah, Pelabuhan Laut : Sri Bintan Pura, Sri Bayintan Kijang, Sri Payung Batu Enam, Tanjung Uban, Lagoi, Pulau Bulan, dan Pelantar II; serta Kantor Pos Tanjungpinang

c. Pelaksanaan pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK d. Pelaksanaan pembuatan koleksi HPHK dan OPTK

e. Pelaksanaan pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati f. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional karantina

hewan dan tumbuhan

g. Pelaksanaan pemberian pelayanan operasional pengawasan keamanan hayati hewani dan nabati

h. Pengelolaan sistem informasi, dokumentasi, dan sarana teknik karantina hewan dan tumbuhan.

i. Pelaksanaan pengawasan dan penindakan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang karantina hewan, karantina tumbuhan dan keamanan hayati hewani dan nabati. j. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

(9)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 8 Landasan Hukum Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang adalah sebagai berikut: 1. Undang-Undang No. 16 Tahun 1992; tentang Karantina Hewan,

Ikan dan Tumbuhan.

2. Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan United

Nations Convention on Biological Diversity (Konvensi Perserikatan

Bangsa-Bangsa Mengenai Keanekaragaman Hayati).

3. Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan

Agreement Establishing The World Trade Organization

(Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). 4. Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan.

5. Undang-Undang RI No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan.

6. Undang-Undang RI No 41 Tahun 1999 jo UU RI Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan.

7. Undang-Undang RI No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan.

8. Undang-Undang RI No. 21 Tahun 2004 tentang Pengesahan

Cartagena Protocol on Biosafety to the Convention Biological Diversity (Protokol Cartagena tentang Keamanan hayati atas

Konvensi Keanekaragaman hayati).

9. Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 1995 tentang Perlindungan Tanaman.

(10)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 9 10. Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan

Tanaman.

11. Peraturan Pemerintah RI No. 82 Tahun 2000 tentang karantina hewan.

12. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2002 tentang Karantina Tumbuhan.

13. Peraturan Pemerintah RI No. 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan.

14. Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2006 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi pangan.

15. Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor : 0257.B/KDH.Kepri.524/04.09 Tentang Melarang Pemasukan Hewan Penular Rabies (Anjing, Kucing, Kera dan Sebangsanya) ke dalam Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.

16. Peraturan perundangan lainnya yang berlaku secara regional dan internasional.

17. Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 425/Kpts/KH.210/I/11/09 Tentang Pedoman Pengawasan Kehalalan Karkas, Daging dan/atau Jeroan dari Luar Negeri.

18. Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 150/Kpts/HK.030/L/3/2010 Tentang Klasifikasi Laboratorium Karantina Hewan pada Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian.

(11)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 10 19. Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor :

371/Kpts/KH.310/L/5/2010 Tentang Pedoman Pengisian Data Pelaporan Operasional Karantina Hewan.

20. Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 1953/Kpts/OT.160/L/10/2012 Tentang Kategorisasi Tingkat Risiko Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina serta Kemanan Hayati.

21. Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 487/Kpts/OT.160/L/2/2013 Tentang Pedoman Penetapan dan Pengelolaan Laboratorium Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani pada Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Karantina Pertanian.

22. Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 487/Kpts/OT.160/L/2/2013 Tentang Pedoman Penetapan dan Pengelolaan Laboratorium Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani pada Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Karantina Pertanian.

23. Peraturan perundangan lainnya yang berlaku secara Regional dan Internasional.

(12)

30

Gambar 2. Peta Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang

1 1 L apor an T ah unan 2 01 5 Bal ai K a rantin a Pe rtanian K el as II T an jungpin ang

(13)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 30

BAB II

KEGIATAN OPERASIONAL

Kegiatan Operasional Perkarantinaan sebagai Tugas dan Fungsi yang dilaksanakan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang meliputi Kegiatan Karantina Hewan dan Kegiatan Karantina Tumbuhan.

A. KEGIATAN OPERASIONAL PERKARANTINAAN HEWAN

Pelaksanaan Kegiatan Teknis Operasional Perkarantinaan Hewan dilaksanakan berdasarkan Peraturan Perundangan Karantina yang berlaku. Hal ini merupakan landasan hukum guna memberikan kepastian hukum bagi Petugas Karantina Pertanian dalam melaksanakan tugas di lapangan, adapun Peraturan-peraturan Karantina tersebut meliputi :

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor : 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan.

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 48 Tahun 2012 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan

Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Pertanian.

(14)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 31 4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor : 30 Tahun

2011 Tentang Pengendalian Zoonosis.

5. Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

34/Permentan/OT.140/7/2006 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Penetapan Instalasi Karantina Hewan.

6. Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

51/Permentan/OT.140/10/2006 Tentang Pedoman Tata Hubungan Kerja Fungsional Pemeriksaan, Pengamatan dan Perlakuan Penyakit Hewan Karantina.

7. Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

62/Permentan/OT.140/12/2006 Tentang Pengawasan dan Tindak Karantina Terhadap Pemasukan Bahan Patogen dan/atau Obat Hewan Golongan sediaan Biologik.

8. Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

13/Permentan/OT.140/2/2008 Tentang Persyaratan dan Penetapan Pihak Lain dalam membantu Pelaksanaan Tindak Karantina Hewan.

9. Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

14/Permentan/OT.140/2/2008 Tentang Pedoman Pengawasan dan Pengujian Keamanan dan Mutu Produk Hewan.

10. Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

(15)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 32 Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian.

11. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 113/Permentan/PD.410/10/2013 Tentang Tindak Karantina Hewan terhadap Pemasukan Sapi Indukan, Sapi Bakalan dan Sapi Siap Potong ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

12. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 44/Permentan/OT.140/3/2014 Tentang Perubahan atas

Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

94/Permentan/OT.140/12/2011 Tentang Tempat Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina.

13. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 37/Permentan/OT.140/3/2014 Tentang Tindakan Karantina Hewan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Unggas.

14. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 104/Permentan/OT.140/8/2014 Tentang Tindakan Karantina Hewan terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hewan. 15. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor :

02/Permentan/PD.410/1/2015 Tentang Perubahan atas

Peraturan Menteri Pertanian Nomor :

(16)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 33 Daging dan/ atau Olahannya ke dalam Wilayah Negara Republik Indonesia.

16. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 12/Permentan/OT.140/3/2015 Tentang Tindakan Karantina

Hewan dan Tumbuhan terhadap Pemasukan Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina di Tempat Pemeriksaan Karantina.

17. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 23/Permentan/PK.130/4/2015 Tentang Pemasukan dan

Pengeluaran Bahan Pakan Asal Hewan ke dan dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

18. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 70/Permentan/KR.100/12/2015 Tentang Instalasi Karantina

Hewan.

19. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 471/Kpts/LB.720/8/2001 Tentang Perubahan Lampiran II Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 212/Kpts/LB.730/4/2001 Tentang Peraturan Karantina Hewan.

20. Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 02/Kpts/OT.140/1/2007 Tentang Dokumen dan sertifikat Karantina Hewan.

21. Keputusan Menteri Pertanian Nomor :

2541/Kpts/PD.610/6/2009 Tentang Pernyataan Propinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau Bebas dari

(17)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 34 Penyakit Hewan Keluron Menular (Brucellosis) pada Sapi dan Kerbau.

22. Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 3238/Kpts/PD.630/9/2009 Tentang Penggolongan Jenis-jenis Hama dan Penyakit Hewan Karantina, Penggolongan dan Klasifikasi Media Pembawa.

23. Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 240/Kpts/PD.650/4/2015 Tentang Pernyataan Provinsi Kepulauan Riau Bebas dari Penyakit Anjing Gila (Rabies). 24. Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor :

0257.B/KDH.Kepri.524/04.09 Tentang Melarang Pemasukan Hewan Penular Rabies (Anjing, Kucing, Kera dan Sebangsanya) ke dalam Wilayah Provinsi Kepulauan Riau. 25. Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor :

204/Kpts/OT.140/07/2009 Tentang Wilayah Pemantauan Hama Penyakit Hewan dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (HPHK/OPTK) pada Balai Besar, Balai dan Stasiun Karantina Pertanian.

26. Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 425/Kpts/KH.210/I/11/09 Tentang Pedoman Pengawasan Kehalalan Karkas, Daging dan/atau Jeroan dari Luar Negeri. 27. Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor :

(18)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 35 Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani pada Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian Lingkup Badan Karantina Pertanian.

28. Surat Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 371/Kpts/KH.310/L/5/2010 Tentang Pedoman Pengisian Data Pelaporan Operasional Karantina Hewan.

29. Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 1953/Kpts/OT.160/L/10/2012 Tentang Kategorisasi Tingkat Risiko Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina serta Keamanan Hayati.

30. Keputusan Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor : 487/Kpts/OT.160/L/2/2013 Tentang Pedoman Penetapan dan Pengelolaan Laboratorium Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani pada Unit Pelaksana Teknis Lingkup Badan Karantina Pertanian.

31. Peraturan perundangan lainnya yang berlaku secara Regional dan Internasional.

(19)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 36 Seksi Karantina Hewan memiliki program kerja berupa peningkatan kualitas perkarantinaan dan pengawasan keamanan hayati hewani, yang dilaksanakan melalui kegiatan Tindak Karantina Hewan yang meliputi Tindakan Karantina 8P, yaitu:

1) Pemeriksaan

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kelengkapan dan kebenaran isi dokumen dan mendeteksi Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Pemeriksaan kesehatan atau sanitasi media pembawa dilakukan secara fisik dengan cara pemeriksaan klinis pada hewan, pemeriksaan kemurnian atau keutuhan secara organoleptik pada Bahan Asal Hewan (BAH), Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH), Benda Lain dan Media Pembawa Lain.

2) Pengasingan

Pengasingan dilakukan terhadap sebagian atau seluruh media pembawa untuk diadakan pengamatan, pemeriksaan dan perlakuan untuk mencegah kemungkinan penularan Hama dan Penyakit Hewan Karantina.

3) Pengamatan

Pengamatan dilakukan untuk mendeteksi lebih lanjut Hama dan Penyakit Hewan Karantina dengan cara mengamati timbulnya gejala Hama dan Penyakit Hewan Karantina pada media

(20)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 37 pembawa selama diasingkan dengan mempergunakan sistem semua masuk-semua keluar (all in – all out).

Pengamatan juga dapat dilakukan untuk mengamati situasi Hama dan Penyakit Hewan Karantina pada suatu negara, area

atau tempat pemasukan/ pengeluaran.

4) Perlakuan

Perlakuan merupakan tindak karantina untuk membebaskan dan mensucihamakan media pembawa dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina, atau tindak karantina lain yang bersifat preventif, kuratif dan promotif. Perlakuan tersebut sekurang-kurangnya hanya dapat dilakukan setelah media pembawa terlebih dahulu diperiksa secara fisik dan dinilai tidak mengganggu proses pengamatan dan pemeriksaan selanjutnya.

5) Penahanan

Penahanan dilakukan terhadap media pembawa yang belum memenuhi persyaratan karantina atau dokumen lain yang dipersyaratkan oleh Menteri Lain yang terkait pada waktu pemasukan, transit atau pengeluaran di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penahanan dilaksanakan setelah terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan fisik terhadap media pembawa dan diduga tidak berpotensi membawa dan menyebarkan Hama dan Penyakit

(21)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 38 Hewan Karantina. Selama masa penahanan dapat dilakukan tindak karantina lain untuk mendeteksi kemungkinan adanya Hama dan Penyakit Hewan Karantina dan penyakit hewan lainnya dan atau mencegah kemungkinan penularannya, menurut pertimbangan Dokter Hewan Karantina.

6) Penolakan

Penolakan dilakukan terhadap media pembawa yang dimasukkan ke dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau dari suatu area ke area lain dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, apabila :

a. Setelah dilakukan pemeriksaan di atas alat angkut media pembawa tertular Hama dan Penyakit Hewan Karantina tertentu yang ditetapkan oleh Menteri, busuk, rusak atau merupakan jenis-jenis yang dilarang pemasukannya.

b. Setelah dilakukan penahanan dan keseluruhan persyaratan yang harus dilengkapi dalam batas waktu yang ditetapkan tidak dapat dipenuhi.

c. Setelah diberikan perlakuan diatas alat angkut, tidak dapat disembuhkan atau disucihamakan dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina.

(22)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 39 Penolakan dapat dilakukan terhadap media pembawa yang transit dan akan dikeluarkan dari suatu area ke area lain atau keluar Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7) Pemusnahan

Pemusnahan dilakukan terhadap media pembawa yang dimasukkan ke dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan atau dari suatu area ke area lain di dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, apabila :

a. Setelah media pembawa tersebut diturunkan dari alat angkut dan dilakukan pemeriksaan, tertular Hama dan Penyakit Hewan Karantina tertentu yang ditetapkan oleh Menteri, busuk, rusak, atau merupakan jenis-jenis yang dilarang pemasukannya.

b. Media pembawa yang ditolak tidak segera dibawa keluar dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau dari area tujuan oleh pemiliknya dalam batas waktu yang ditetapkan. c. Setelah dilakukan pengamatan dalam pengasingan, tertular

karena penyakit hewan karantina tertentu yang ditetapkan oleh Menteri atau apabila media pembawa tersebut diturunkan dari alat angkut dan diberi perlakuan tidak dapat disembuhkan dan atau disucihamakan dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina.

(23)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 40 Pemusnahan dapat dilakukan terhadap media pembawa yang diturunkan pada waktu transit atau akan dikeluarkan dari satu area ke area lain atau keluar Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

8) Pembebasan

Pembebasan dilakukan terhadap media pembawa yang dimasukkan ke dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan atau suatu area ke area lain di dalam Wilayah

Negara Kesatuan Republik Indonesia dan diberikan Sertifikat Pelepasan (KH-12), apabila :

a. Setelah dilakukan pemeriksaan tidak tertular Hama dan Penyakit Hewan Karantina.

b. Setelah dilakukan pengamatan dan pengasingan tidak tertular Hama dan Penyakit Hewan Karantina.

c. Setelah dilakukan perlakuan dapat disembuhkan dari Hama dan Penyakit Hewan Karantina.

d. Setelah dilakukan penahanan seluruh persyaratan yang diwajibkan dapat dipenuhi.

Kegiatan operasional Perkarantinaan Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang meliputi Tindak Karantina Hewan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Impor, Ekspor, Domestik Masuk dan Domestik Keluar.

(24)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 41

1. IMPOR

a. Pemeriksaan

Tindak Karantina untuk Pemeriksaan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Impor

selama Tahun 2015, yaitu : Hewan Nihil, Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Daging Sapi sejumlah

46.335 kilogram dengan frekuensi 15 kali, Daging Ayam Beku sejumlah 9 kilogram dengan frekuensi 2 kali dan Semen Cair sejumlah 25 kemasan dengan frekuensi 15 kali; Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) berupa Daging Ayam Olahan sejumlah 2.040 kilogram dengan frekuensi 2 kali dan Daging Sapi

Olahan sejumlah 9 kilogram dengan frekuensi 1 kali; Benda Lain berupa Pakan Ternak sejumlah 38.053.690 kilogram dengan frekuensi 200 kali.

b. Pengasingan

Tindak Karantina untuk Pengasingan terhadap Media

Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

c. Pengamatan

Tindak Karantina untuk Pengamatan terhadap Media

Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

(25)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 42

d. Perlakuan

Tindak Karantina untuk Perlakuan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

e. Penahanan

Tindak Karantina untuk Penahanan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Impor selama Tahun 2015 dilakukan sebanyak 4 (empat) kali pada Wilayah

Kerja Pelabuhan Laut Sri Bintan Pura dengan rincian sebagai berikut : Bulan Juni 2015 sebanyak 3 (tiga) kali yaitu Penahanan Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Daging Ayam Beku sejumlah 9 kilogram berasal dari Malaysia dibawa oleh Penumpang KM. Cinta Indomas dan Daging Sapi Beku sejumlah 30 kilogram berasal dari Singapura dibawa oleh

Penumpang KM. Sindo; Bulan November sebanyak 1 (satu) kali terhadap Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

berupa Daging Sapi Olahan sejumlah 9 kilogram berasal dari Malaysia yang dibawa oleh Penumpang KM. Cinta Indomas.

f. Penolakan

Tindak Karantina untuk Penolakan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Impor untuk Tahun 2015 adalah Nihil.

(26)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 43

g. Pemusnahan

Tindak Karantina untuk Pemusnahan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Impor untuk Tahun 2015 dilakukan sebanyak 2 (dua) kali. Pemusnahan Pertama dilakukan pada Tanggal 13 Juni 2015 terhadap Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Daging Ayam Beku

sejumlah 9 kilogram dan Daging Sapi Beku sejumlah 30 kilogram yang berasal dari Malaysia dan Singapura;

Pemusnahan Kedua dilakukan pada Tanggal 24 November 2015 terhadap Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

berupa Daging Sapi Olahan sejumlah 9 kilogram yang berasal dari Malaysia. Pemusnahan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina dilakukan karena Media Pembawa yang berasal dari Malaysia dan Singapura tidak dilengkapi dengan dokumen karantina yang dipersyaratkan, disamping itu Negara Malaysia merupakan endemik Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor : TN.510/94/A/IV/2001 Tentang Tindak Karantina Penolakan dan Pencegahan Masuknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

(27)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 44 Tabel 26 . Rekapitulasi Media Pembawa HPHK Impor yang dilakukan TindaKarantina Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Tahun 2015

NO KOMODITAS JML SAT PENAHANAN TANGGAL PEMUSNAHAN TANGGAL ASAL KETERANGAN

1. BAH : Daging

Ayam Beku

5 kg 05-06-2015 13-06-2015 Malaysia Melanggar

Undang-undang Nomor : 16 Tahun 1992 Pasal 5 ayat a dan c 2. BAH : Daging Ayam Beku 4 kg 08-06-2015 13-06-2015 Malaysia 3. BAH : Daging Sapi 30 kg 12-06-2015 13-06-2015 Singapura 4. HBAH : Daging Sapi Olahan 9 kg 23-11-2015 24-11-2015 Malaysia h. Pembebasan (Sertifikasi)

Sertifikasi terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Impor yaitu Sertifikat Pelepasan Karantina/

Certificate of Release (KH-12) dengan frekuensi sebanyak

231 kali.

Tabel 27. Resume Frekuensi dan Volume Kegiatan Impor Tindak Karantina Hewan Tahun 2015

NO. TINDAK KARANTINA FREK. VOLUME KET.

1. Pemeriksaan 235 38.102.083 kg 25 kms 2. Pengasingan 235 38.102.083 kg 25 kms 3. Pengamatan 235 38.102.083 kg 25 kms 4. Perlakuan 235 38.102.083 kg 25 kms 5. Penahanan 4 48 kg 6. Penolakan - - 7. Pemusnahan 2 48 kg 8. Pembebasan 231 38.102.035 kg 25 kms

(28)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 45

Kegiatan Tindak Karantina Hewan Impor pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang meliputi Komoditi

Bahan Asal Hewan (BAH), Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) dan Benda Lain. Bahan Asal Hewan (BAH) yang diimpor ke Tanjungpinang berasal dari New Zealand dan Australia via Singapura, Semen Cair masuk ke Pulau Bulan berasal dari Inggris via Singapura; Benda Lain berupa Pakan Ternak berasal dari Singapura yang masuk ke Pulau Bulan. Bahan Asal Hewan (BAH) dan Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) yang berasal dari Malaysia dan Singapura yang tidak memenuhi persyaratan karantina dan dilarang pemasukannya telah dilakukan tindak karantina pemusnahan.

Impor Semen Cair Babi pada Wilayah Kerja Pelabuhan Laut Pulau Bulan sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 63/Kpts/HK.340/F/01/2015 Tanggal 29 Januari 2015 dan 223/Kpts/HK.340/F/03/2015 Tanggal 26 Maret 2015 Tentang Pemberian Rekomendasi Persetujuan Pemasukan Benih Ternak ke dalam Wilayah Negara Indonesia kepada PT. Indotirta Suaka.

Selama Tahun 2015 Data Impor pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang untuk Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Daging Sapi Beku dan Daging Ayam Beku sejumlah 46.344 kilogram dengan frekuensi untuk Daging Sapi Beku sebanyak 15 kali dan Daging Ayam Beku 2 kali. Semen Cair

(29)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 46 sejumlah 25 kemasan dengan frekuensi 15 kali; untuk Hasil Bahan

Asal Hewan (HBAH) berupa Daging Ayam Olahan sejumlah 2.040 kilogram dengan frekuensi sebanyak 2 kali, Daging Sapi

Olahan sejumlah 9 kilogram dengan frekuensi sebanyak 1 kali; dan

untuk Benda lain berupa Pakan Ternak sejumlah 38.053.690 kilogram dengan frekuensi sebanyak 200 kali. Berikut

Tabel Perbandingan Kegiatan Tindak Karantina Impor di Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang selama 5 (lima) tahun terakhir.

Tabel 28. Data Perbandingan Komoditi Impor Karantina Hewan dalam 5 (Lima) Tahun Terakhir

NO JENIS KOMODITI SATUAN TAHUN

2011 2012 2013 2014 2015 1. Bahan Asal Hewan (BAH)

Daging Sapi Beku kg 54.887,30 134.041,49 110.256,75 74.893,30 46.335,00

Daging Kambing kg 5.134,88 4.505,00 - - -

Daging Kalkun kg 1.641,00 1.196,85 5.976,6 - -

Daging Ayam Beku kg - - - 4,80 9

Beef Liver kg 11.312,1 29.614,00 3.425 35.053,84 - Beef Heart kg - - 6.242 3.800 - Beef Tails kg 4.310,5 - - - - Tulang Kambing kg - - - 2,70 - Semen cair kms - 64 53 4 25 Jumlah 77.258,78 169.421,34 125.953,35 113.758,64 46.369,00 2. Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

Mentega kg 5.760,00 250,00 - - -

Keju kg 992,00 764,00 - - -

Daging Ayam Olahan kg - - - - 2.040,00

Daging Sapi Olahan kg - - 22,9 6,4 9,00

Jumlah 6.752,00 1.014 22,9 6,4 2.049,00 3. Benda Lain Pakan Ternak kg - 47.145.564 43.227.050 38.115.419 38.053.690 Pakan Kera kg - 33.600 23.520 8.400 - Semen Cair kms 390,00 - - - - Vaksin kms 28,00 2 317 - - Jumlah 418,00 47.179.166 43.250.887 38.123.819 38.053.690 4. Media Pembawa Lain

Pakan Ternak kg 46.349.967,00 - - - -

Pakan Kera kg 24.948,00 - - - -

Swine Premix kg 1.616,00 - - - -

Cashew Nut Meal kg - - - - -

(30)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 47 Dari Tabel diatas dapat dilihat perbedaan antara Jenis

Komoditi Benda Lain dan Media Pembawa Lain. Dari Tahun 2011; Pakan Ternak, Pakan Monyet, Swine Premix dan

Cashew Nut Meal dimasukkan dalam Golongan Media Pembawa Lain, tetapi mulai Tahun 2012 Media Pembawa tersebut masuk dalam Golongan Benda Lain. Dari Tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Impor pada Tahun 2015 mengalami penurunan jumlah volume untuk Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) dan Benda Lain, sedang untuk Bahan Asal Hewan (HBAH) mengalami peningkatan.

Data terperinci mengenai Kegiatan Impor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang dapat dilihat pada Tabel berikut :

Tabel 29. Data Komoditi Impor per Wilayah Kerja Tahun 2015

No. Wilayah Kerja Jenis Komoditi Volume Frek. (Wilker) (kg,kms)

1. Sri Bintan Pura Bahan Asal Hewan (BAH)

 Daging Ayam Beku 9 2  Daging Sapi Beku 30 1 Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

 Daging Sapi Olahan 9 1 2. Sri Payung Batu Enam Bahan Asal Hewan (BAH)

 Daging Sapi Beku 46.305 14 Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

 Daging Ayam Olahan 2.040 2 3. Bandara Raja Haji

Fisabilillah NIHIL 4. Sri Bayintan Kijang NIHIL 5. Kantor Pos Tanjungpinang NIHIL

(31)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 48

6. Pulau Bulan BAH  Semen cair 25 15 Benda Lain

 Pakan Ternak 38.053.690 200 7. Tanjung Uban NIHIL

8. Lagoi NIHIL 9. Pelantar II NIHIL

Tabel 30. Data Komoditi Impor per Bulan Tahun 2015

No. Bulan

Jenis Komoditi

BAH Benda Lain Benda Lain Daging Sapi Beku Daging Ayam Beku Semen Cair Daging Ayam Olahan Daging Sapi Olahan Pakan Ternak (kg) (kg) (kms) (kg) (kg) (kg) 1. Januari 3.168,00 - - - - 3.884.172 2. Februari - - - 2.745.743 3. Maret - - - 3.545.680 4. April 3.168,00 - - - - 3.029.504 5. Mei 7.187,20 - - - 3.489.595 6. Juni 7.396,85 9 - - - 3.243.034 7. Juli 3.517,50 - 25 1.224,00 - 3.054.304 8. Agustus 3.221,50 - - - - 2.936.460 9. September 3.536,00 - - - - 2.934.732 10. Oktober - - - 816,00 - 3.150.468 11. November 6.933,30 - - - 9 3.060.260 12. Desember 8.206,65 - - - - 2.979.738

(32)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 49 Tabel 31.Data Frekuensi Komoditi Impor Tahun 2015

No. Bulan

Komoditi

Hewan BAH HBAH Benda Lain

1. Januari - 1 - 17 2. Februari - - - 12 3. Maret - - - 17 4. April - 1 - 15 5. Mei - 2 - 17 6. Juni - 5 - 18 7. Juli - 16 1 18 8. Agustus - 1 - 16 9. September - 1 - 18 10. Oktober - - 1 17 11. November - 2 1 17 12. Desember - 3 - 18 Jumlah - 32 3 200 2. EKSPOR a. Pemeriksaan Fisik

Tindak Karantina untuk Pemeriksaan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Ekspor selama Tahun 2015 adalah untuk Media Pembawa Hewan berupa Babi sejumlah 333.629 ekor dengan frekuensi 307 kali untuk Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Kulit Buaya sejumlah 500 lembar dengan frekuensi 1 kali.

b. Pengasingan

Tindak Karantina untuk Pengasingan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Ekspor selama Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

(33)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 50

c. Pengamatan

Tindak Karantina untuk Pengamatan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Ekspor selama Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

d. Perlakuan

Tindak Karantina untuk Perlakuan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Ekspor selama Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

e. Penahanan

Tindak Karantina untuk Penahanan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Ekspor selama Tahun 2015 adalah Nihil.

f. Penolakan

Tindak Karantina untuk Penolakan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Ekspor selama Tahun 2015 adalah Nihil.

g. Pemusnahan

Tindak Karantina untuk Pemusnahan terhadap Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina Ekspor selama Tahun 2015 adalah Nihil.

(34)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 51

h. Pembebasan (Sertifikasi)

Sertifikasi terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Ekspor sebanyak 308 kali yaitu Sertifikat Kesehatan Hewan/ Animal Health Certificate (KH-9) dengan frekuensi sebanyak 307 kali dan Sertifikat Sanitasi Produk Hewan/ Sanitary Certificate Animal Product (KH-10) dengan frekuensi sebanyak 1 kali.

Tabel 32 . Resume Frekuensi dan Volume Kegiatan Ekspor Tindak Karantina Hewan Tahun 2015

NO. TINDAK KARANTINA FREK. VOLUME KET.

1. Pemeriksaan 308 333.629 ekor 500 lembar 2. Pengasingan 308 333.629 ekor 500 lembar 3. Pengamatan 308 333.629 ekor 500 lembar 4. Perlakuan 308 333.629 ekor 500 lembar 5. Penahanan - - 6. Penolakan - - 7. Pemusnahan - - 8. Pembebasan 308 333.629 ekor 500 lembar

Tindak Karantina Hewan Ekspor Tahun 2015 meliputi Media Pembawa Hewan berupa Babi dan Media Pembawa Bahan Asal Hewan berupa Kulit Buaya dengan tujuan Singapura.

Data Perbandingan Komoditi Ekspor Karantina Hewan dalam 5 (Lima) Tahun Terakhir disajikan pada Tabel di bawah ini.

(35)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 52 Tabel 33. Data Perbandingan Komoditi Ekspor Karantina Hewan

dalam 5 (Lima) Tahun Terakhir

NO JENIS KOMODITI SATUAN TAHUN

2011 2012 2013 2014 2015

1. Hewan

Babi ekor 12.657 324.850 328.755 336.581 333.629

Monyet Ekor Panjang ekor 10 - 224 40 -

Jumlah 312.667 324.850 328.979 596.621 333.629 2. Bahan Asal Hewan (BAH)

Sarang Burung Walet kg 2 16,5 - - -

Kulit Buaya lembar 597 1000,0 - 1.200 500

Jumlah 599 1.016,5 - 1.200 500

Dari Tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa Kegiatan Ekspor pada Tahun 2015 mengalami penurunan jumlah volume pada media pembawa yang dilalulintaskan berupa Hewan dan Bahan Asal Hewan (BAH).

Data terperinci mengenai kegiatan Ekspor Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.

Tabel 34. Data Kegiatan Ekspor per Wilayah Kerja Tahun 2015

No. Wilayah Kerja

(Wilker) Jenis Komoditi

Volume

Frek (ekor,

lembar)

1. Sri Bintan Pura NIHIL

2. Sri Payung Batu Enam NIHIL

3. Bandara Raja Haji Fisabilillah

NIHIL

(36)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 53

5. Kantor Pos Tanjungpinang NIHIL

6. Pulau Bulan Hewan

 Babi 333.629 307

Bahan Asal Hewan (BAH)

 Kulit Buaya 500 1

8. Tanjung Uban NIHIL

9. Lagoi NIHIL

10. Pelantar II NIHIL

Dari Tabel di atas dapat dilihat Kegiatan Ekspor dilakukan hanya pada Wilayah Kerja Pulau Bulan. Wilayah Kerja Pulau Bulan mengekspor Media Pembawa Hewan berupa Babi dan Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Kulit Buaya dengan tujuan Singapura.

Tabel 35. Data Komoditi Ekspor per Bulan Tahun 2015

No. Bulan

Jenis Komoditi

Hewan Bahan Asal Hewan Babi (ekor) Kulit Buaya (lembar)

1. Januari 30.550 - 2. Februari 26.545 - 3. Maret 28.256 500 4. April 26.177 - 5. Mei 28.549 - 6. Juni 27.520 - 7. Juli 27.576 - 8. Agustus 28.660 - 9. September 27.669 - 10. Oktober 27.572 - 11. November 27.500 - 12. Desember 27.055 - Jumlah 333.629 500

(37)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 54 Tabel 36. Data Frekuensi Komoditi Ekspor Tahun 2015

No. Bulan Jenis Komoditi

Hewan BAH 1. Januari 26 - 2. Februari 19 - 3. Maret 27 1 4. April 25 - 5. Mei 27 - 6. Juni 26 - 7. Juli 26 - 8. Agustus 27 - 9. September 26 - 10. Oktober 26 - 11. November 26 - 12. Desember 26 - Jumlah 307 1 3. DOMESTIK MASUK a. Pemeriksaan

Tindak Karantina untuk Pemeriksaan terhadap Media

Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Masuk selama Tahun 2015 sejumlah 5.967.280 Ekor; Bahan Asal Hewan (BAH) sejumlah 821.304 kilogram; Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) sejumlah

26.304 kilogram dan Benda Lain berupa Vaksin sejumlah 986 Kemasan, Pakan Hewan Kesayangan sejumlah 1.042 kilogram sedang Pakan Ternak sejumlah 62.322.050 kilogram dengan frekuensi sebanyak 2.463 kali.

(38)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 55

b. Pengasingan

Tindak Karantina untuk Pengasingan terhadap Media

Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Masuk untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan

jumlah pemeriksaan fisik.

c. Pengamatan

Tindak Karantina untuk Pengamatan Media Pembawa Hama

dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Masuk untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

d. Perlakuan

Tindak Karantina untuk Perlakuan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Masuk untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

e. Penahanan

Tindak Karantina untuk Penahanan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Masuk untuk

Tahun 2015 dilakukan 3 (tiga) kali yaitu pada Tanggal 18 Juni 2015 terhadap Media Pembawa Hewan berupa Anjing

sejumlah 1 ekor yang berasal dari Batam yang dibawa oleh Penumpang KM. Barau pada Tanggal 21 Juni 2015 terhadap

(39)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 56

Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Daging Babi sejumlah 133 kilogram yang berasal dari Batam

yang dibawa oleh Penumpang KM. Baruna dan Tanggal 6 Juli 2015 terhadap Media Pembawa Bahan Asal Hewan

(BAH) berupa Daging Ayam Beku sejumlah 1.500 kilogram

yang berasal dari Batam yang dibawa oleh Penumpang KM. Kundur.

f. Penolakan

Tindak Karantina untuk Penolakan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Masuk untuk Tahun 2015 dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pada

Tanggal 18 Juni 2015 terhadap Media Pembawa Hewan berupa Anjing sejumlah 1 ekor yang berasal dari Batam menggunakan MV. Barau; Tanggal 21 Juni 2015 terhadap Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Daging Babi sebanyak 133 kilogram yang berasal dari Batam dengan menggunakan KM. Baruna dan tanggal 6 Juli 2015 terhadap Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Daging Ayam Beku sebanyak 1.500 kilogram yang berasal dari Batam dengan menggunakan KM. Kundur.

(40)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 57

g. Pemusnahan

Tindak Karantina untuk Pemusnahan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Masuk untuk Tahun 2015 adalah nihil.

Tabel 37 . Rekapitulasi Media Pembawa HPHK Domestik Masuk yang dilakukan Tindak Karantinaan Penahanan, Penolakan dan Pemusnahan Tahun 2015

NO KOMODITAS JML SAT TANGGAL PENAHANAN TANGGAL PENOLAKAN TANGGAL PEMUSNAHA N ASAL 1. Hewan : Anjing 1 ekor 18-06-2015 18-06-2015 - Batam 2. BAH : Daging Babi 133 kg 21-06-2015 21-06-2015 - Batam 3. BAH : Daging Ayam Beku 1.50 0 kg 06-07-2015 06-07-2015 - Batam h. Pembebasan (Sertifikasi)

Sertifikasi terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Masuk yaitu Sertifikat Pelepasan Karantina/ Certificate of Release (KH-12) dengan frekuensi sebanyak 2.460 kali.

(41)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 58 Tabel 38 . Resume Frekuensi dan Volume Kegiatan Domestik Masuk

Tindak Karantina Hewan Tahun 2015

NO. TINDAK KARANTINA FREK. VOLUME KET.

1. Pemeriksaan 2.463 5.967.280 ekor 821.304 kg 26.304 kg 986 kms 62.323.092 kg 2. Pengasingan 2.463 5.967.280 ekor 821.304 kg 26.304 kg 986 kms 62.323.092 kg 3. Pengamatan 2.463 5.967.280 ekor 821.304 kg 26.304 kg 986 kms 62.323.092 kg 4. Perlakuan 2.463 5.967.280 ekor 821.304 kg 26.304 kg 986 kms 62.323.092 kg 5. Penahanan 3 1 ekor 1.633 kg 6. Penolakan 3 1 ekor 1.633 kg 7. Pemusnahan - - 8. Pembebasan 2.460 5.967.279 ekor 819.671 kg 26.304 kg 986 kms 62.323.092 kg

Kegiatan Domestik Masuk pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang Tahun 2015 berupa Hewan, Bahan Asal Hewan (BAH), Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) dan Benda Lain; untuk Media Pembawa Hewan meliputi Sapi Potong sejumlah 1.788 ekor dengan frekuensi 131 kali, Sapi Bibit sejumlah 54 ekor dengan

(42)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 59 frekuensi 1 kali, Kambing Potong sejumlah 2.127 ekor dengan frekuensi 42 kali, Kuda sejumlah 2 ekor dengan frekuensi 1 kali, Babi Potong sejumlah 1.450 ekor dengan frekuensi 29 kali, DOC sejumlah 5.914.791 ekor dengan frekuensi 742 kali, DOD sejumlah 13.940 ekor dengan frekuensi 19 kali, Burung sejumlah 22.067 ekor dengan frekuensi 120 kali, Ayam sejumlah 10.916 ekor dengan frekuensi 142 kali, Anjing sejumlah 7 ekor dengan frekuensi 6 kali, Kelinci sejumlah 30 ekor dengan frekuensi 3 kali, Kucing sejumlah 11 ekor dengan frekuensi 7 kali, Hamster sejumlah 47 ekor dengan frekuensi 2 kali, Marmut sejumlah 30 ekor dengan frekuensi 2 kali dan Ular sejumlah 20 ekor dengan frekuensi 4 kali; untuk Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) meliputi Daging Ayam Beku sejumlah 755.160 kilogram dengan frekuensi 242 kali, Daging Bebek Beku sejumlah 10.120 kilogram dengan frekuensi 12 kali,

Daging Sapi Beku sejumlah 3.690 kilogram dengan frekuensi 76 kali, Daging Kambing sejumlah 858 kilogram dengan frekuensi

31 kali, Telur Puyuh sejumlah 5.472 kilogram dengan frekuensi 24 kali, Paha Kodok sejumlah 2.190 kilogram dengan frekuensi 12 kali, Telur Ayam sejumlah 43.813 kilogram dengan frekuensi 27 kali dan Semen Beku sejumlah 1 kms dengan frekuensi 1 kali;

untuk Media Pembawa Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) meliputi Daging Ayam Olahan sejumlah 15.334 kilogram dengan frekuensi 102 kali, Daging Sapi Olahan sejumlah 7.086 kilogram dengan

(43)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 60 frekuensi 36 kali, dan Keju sejumlah 3.409 kilogram dengan frekuensi 28 kali, Sosis Ayam sejumlah 80 kilogram dengan frekuensi 3 kali, Sosis Sapi sejumlah 80 kilogram dengan frekuensi 3 kali, Yoghurt sejumlah 110 kilogram dengan frekuensi 5 kali dan Daging Unggas Olahan 205 kilogram dengan frekuensi 7 kali; dan untuk Media Pembawa Benda Lain meliputi Pakan Ternak sejumlah 62.322.050 kilogram dengan frekuensi 370 kali, Vaksin sejumlah

986 kemasan dengan frekuensi 137 kali, Cacing Tanah sejumlah 5 kilogram dengan frekuensi 1 kali, Ulat Hongkong sejumlah 824 kilogram dengan frekuensi 54 kali dan Jangkrik sejumlah 213 kilogram dengan frekuensi 41 kali.

Tabel 39. Data Perbandingan Komoditi Domestik Masuk Karantina Hewan dalam 5 (Lima) Tahun Terakhir

NO. JENIS KOMODITI TAHUN

2011 2012 2013 2014 2015

A. Hewan

Sapi 1.862 2.616 2.411 3.225 1.788

Sapi Bibit Bali - - - 61 54

Kerbau 1 7 14 - - Kuda - - - 3 2 Kambing 1.756 2.390 2.885 2.237 2.127 Babi 1.460 1.490 920 2.060 1.450 Anjing 1 2 3 7 7 Domba - - - 6 - Kelinci 1.173 111 33 635 30 Hamster 352 102 - - 47 Tokek 14 13 - - - Iguana - - - 2 - Ular - - - - 20 DOC 5.257.951 6.234.705 6.007.281 6.205.920 5.914.791 DOD 13.300 10.340 6.900 14.560 13.940 Burung 4.229 9.200 11.066 15.827 22.067 Ayam 65 214 238 8.521 10.916 Kucing - - - - 11 Landak - 17 - - - Marmut 157 5 - - 30 Tupai - 1 2 - - Bebek - - - 2 - Kalkun - - - 1 - Rusa - - - 3 - Jumlah 5.282.321 6.261.213 6.031.753 6.253.070 5.967.280

(44)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 61

NO. JENIS KOMODITI TAHUN

2011 2012 2013 2014 2015

B. Bahan Asal Hewan (BAH)

Daging Ayam Beku 226.645 318.166 465.956 568.630 755.160

Daging Bebek Beku 13.025 24.000 14.200 16.600 10.120

Daging Kambing - - 64.53 220 858

Daging Sapi Beku - 1.109 246.50 2.470 3.690

Daging Babi - - 1.921 350 - Telur Ayam Konsumsi 7.000 5.000 35.150 30.342 43.813 Kikil 5 - - - - Ulat Hongkong 20 - - - - Sarang Burung Walet - 11 - 2 - Telur Jangkrik 1.500 - - - - Paha Kodok 2.280 3.245 3.070 3.180 2.190 Telur Puyuh - - - - 5.472 Semen Beku - - - - 1 Jumlah 250.475 351.531 520.608,03 621.794 821.304 C. Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH)

Daging Sapi Olahan 2.730 1.107 2.525 6.325 7.086 Daging Ayam Olahan 752 169 3.211 11.785 15.334 Daging Bebek Olahan - 9 - - - Bakso - 920 - - - Keju - 38 3.399 2.816 3.409 Susu Olahan - - - 724 - Mentega - - - 25 - Sosis Ayam - - - - 80 Sosis Sapi - - - - 80 Yoghurt - - - - 110 Daging Unggas Olahan - - - - 205 Jumlah 3.482 2.243 9.135 21.675 26.304 D. Benda Lain Pakan Ternak 96.930.850 97.615.630 92.535.200 79.737.500 62.322.050 Antigen - - 6 - - Vaksin 2.700 979 840 1.349 986 Semen Beku - 1 - - - Cacing Tanah - - - 50 5 Ulat Hongkong - - - 478 824 Mencit - - - 6 - Jangkrik - - - 52 213 Jumlah 96.933.550 97.616.610 92.536.046 79.739.435 62.324.078

Dari Tabel diatas dapat disimpulkan bahwa Domestik Masuk pada Tahun 2015 mengalami peningkatan jumlah volume untuk Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) dan Media Pembawa Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) sedangkan untuk Media

(45)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 62 Pembawa Hewan dan Media Pembawa Benda Lain mengalami penurunan jumlah volume.

Data terperinci mengenai Kegiatan Domestik Masuk Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

Tabel 40. Data Kegiatan Domestik Masuk per Wilayah Kerja Tahun 2015

No. Wilayah Kerja Jenis Komoditi Satuan Volume Frek.

1. Sri Bintan Pura Hewan

● DOC ekor 4.272.695 594

● Burung ekor 19.442 41

● Kuda ekor 2 1

● Ayam ekor 34 3

● Babi Potong ekor 1.450 29

● Kucing ekor 11 7

● Marmut ekor 20 1

● Hamster ekor 32 1

● Anjing ekor 6 5

BAH

● Daging Babi Beku kg 133 1

● Daging Telur Ayam kg 3.500 1

● Daging Puyuh kg 3.162 15

HBAH

● Daging Sapi Olahan kg 250 1

● Daging Ayam Olahan kg 1.155 4

Benda Lain

 Pakan Ternak kg 1.000 1

 Ulat Hongkong kms 412 43

 Jangkrik kms 27 5

2. Sri Payung Batu Enam Hewan

● Sapi Potong ekor 1.551 99

● Sapi Bibit ekor 54 1

● Kambing Potong ekor 2.087 41

Benda Lain

(46)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 63

No. Wilayah Kerja Jenis Komoditi Satuan Volume Frek.

3. Bandara Raja Haji Fisabilillah Hewan

● Burung ekor 2.620 78

● Ayam ekor 472 127

● DOC

● DOD ekor ekor

165.731 13.940 80 19 ● Kelinci ekor 30 3 ● Ular ekor 20 4 ● Marmut ekor 10 1 BAH

● Daging Sapi Beku kg 569 8

● Daging Kambing Beku kg 80 1

● Daging Ayam Beku kg 72 2

● Semen Beku kms 1 1

HBAH

● Daging Unggas Olahan kg 205 7

● Daging Sapi Olahan kg 45 4

● Keju kg 100 1

Benda Lain

● Vaksin kms 386 104

● Cacing Tanah kg 5 1

● Ulat Hongkong kg 400 6

4. Sri Bayintan Kijang Hewan

● Ayam ekor 10 1

BAH

● Telur Puyuh kg 2.640 11

● Daging Ayam Beku kg 326.000 28

Benda Lain

● Pakan Ternak kg 1.578.800 80

5. Kantor Pos Tanjungpinang NIHIL

6. Pulau Bulan Benda Lain

● Pakan Ternak kg 47.800.000 26

● Vaksin kms 600 33

7. Tanjung Uban Hewan

● Sapi Potong ekor 237 32

● Kambing Potong ekor 40 1

● DOC ekor 1.476.365 138

● Ayam ekor 10.400 11

● Burung ekor 5 1

● Hamster ekor 15 1

(47)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 64

No. Wilayah Kerja Jenis Komoditi Satuan Volume Frek.

BAH

● Daging Ayam Beku kg 428.955 211

● Daging Bebek Beku kg 10.120 12

● Daging Sapi Beku kg 3.072 64

● Daging Kambing kg 778 30

● Telur Ayam kg 1.483 11

HBAH

● Daging Ayam Olahan kg 14.179 98

● Daging Sapi Olahan kg 6.836 35

● Sosis Ayam kg 80 3 ● Sosis Sapi kg 80 3 ● Keju kg 3.309 27 ● Yoghurt kg 110 5 Benda Lain ● Pakan Ternak kg 16.950 12 ● Jangkrik kg 186 36 ● Ulat Hongkong kg 12 5 8. Lagoi NIHIL 9. Pelantar II BAH ● Paha Kodok kg 2.190 12 ● Telur Ayam kg 38.500 13 Benda Lain ● Pakan Ternak kg 9.420.000 110

Tabel 41. Data Frekuensi Komoditi Domestik Masuk Tahun 2015

No. Bulan

Jenis Komoditi

Hewan BAH HBAH Benda Lain

1. Januari 97 23 12 53 2. Februari 101 27 11 44 3. Maret 108 39 12 57 4. April 90 37 8 62 5. Mei 107 23 12 55 6. Juni 115 56 13 59 7. Juli 88 33 18 32 8. Agustus 130 24 14 48 9. September 83 39 14 51 10. Oktober 105 45 25 39 11. Nopember 95 34 16 55 12. Desember 132 45 29 48 Jumlah 1.251 425 184 603

(48)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 65

4. DOMESTIK KELUAR a. Pemeriksaan Fisik

Tindak Karantina untuk Pemeriksaan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Keluar selama Tahun 2015 adalah untuk Media Pembawa Hewan berupa Sapi Potong, Kambing Potong, Babi, Anjing, Kucing, Kelinci, Hamster, Ular, Ayam, Burung, DOC dan DOD sejumlah 353.025 ekor dengan frekuensi 1.113 kali; untuk Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Sarang Burung Walet, Daging Ayam, Daging Sapi, Tulang Sapi, Daging Babi, Jeroan Babi, Daging Bebek dan Telur Ayam sejumlah 1.185.870,90 kilogram dengan frekuensi 2.194 kali; untuk Media Pembawa Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) berupa Daging Ayam Olahan, Daging Sapi Olahan dan Sosis sejumlah 1.870 kilogram dengan frekuensi 5 kali; dan untuk Media Pembawa Benda lain berupa Antigen, Serum Darah, Swab Kloaka, Semen dan Vaksin sejumlah 48 Kemasan

dengan frekuensi 14 kali, Pakan Ternak sejumlah 19.535,00 kilogram dengan frekuensi 14 kali.

b. Pengasingan

Tindak Karantina untuk Pengasingan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik

(49)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 66 Keluar untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

c. Pengamatan

Tindak Karantina untuk Pengamatan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Keluar untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

d. Perlakuan

Tindak Karantina untuk Perlakuan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Keluar untuk Tahun 2015 adalah sesuai dengan jumlah pemeriksaan fisik.

e. Penahanan

Tindak Karantina untuk Penahanan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Keluar untuk Tahun 2015 adalah Nihil.

f. Penolakan

Tindak Karantina untuk Penolakan terhadap Media Pembawa

Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Keluar untuk Tahun 2015 adalah Nihil.

(50)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 67

g. Pemusnahan

Tindak Karantina untuk Pemusnahan terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Keluar untuk Tahun 2015 adalah Nihil.

h. Pembebasan (Sertifikasi)

Sertifikasi terhadap Media Pembawa Hama dan Penyakit Hewan Karantina Domestik Keluar yaitu Sertifikat Kesehatan Hewan/ Animal Health Certificate (KH-9), Sertifikat Sanitasi Produk Hewan/Sanitary Certificate Animal Products (KH-10) dan Surat Keterangan untuk Benda Lain/Certificate of Other

Products (KH-11) dengan frekuensi sebanyak 3.340 kali.

Tabel 42. Resume Frekuensi dan Volume Kegiatan Domestik Keluar Tindak Karantina Hewan Tahun 2015

NO. TINDAK KARANTINA FREK. VOLUME KET.

1. Pemeriksaan 3.340 353.025 ekor 1.207.275,9 Kg 43 kms 2. Pengasingan 3.340 353.025 ekor 1.207.275,9 Kg 43 kms 3. Pengamatan 3.340 353.025 ekor 1.207.275,9 Kg 43 kms 4. Perlakuan 3.340 353.025 ekor 1.207.275,9 Kg 43 kms 5. Penahanan - - 6. Penolakan - - 7. Pemusnahan - - 8. Pembebasan 3.340 353.025 ekor 1.207.275,9 Kg 43 kms

(51)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 68 Pengawasan terhadap komoditi Domestik Keluar sudah berjalan baik dimana kesadaran Pengguna Jasa (stakeholder) untuk melaporkan komoditi karantina pertanian yang dilalulintaskan ke kantor wilayah kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang sudah cukup tinggi. Selain itu prosedur yang dipersyaratkan seperti Sertifikat Karantina dari Daerah Asal, Surat Rekomendasi Pemasukan/ Pengeluaran dan Surat Keterangan Daerah Asal dari Dinas Peternakan atau Dinas yang membidangi Fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat sudah lengkap. Pengawasan intensif disertai peningkatan pelayanan terbukti mampu meningkatkan kesadaran Pengguna Jasa untuk melaporkan komoditinya ke kantor Wilayah Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang.

Media Pembawa Domestik Keluar dilalulintaskan ke daerah tujuan seperti Pekanbaru, Jakarta, Surabaya, Semarang,

Yogjakarta, Pontianak, Batam, Tanjung Balai Karimun dan lain-lain.

Kegiatan Domestik Keluar pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang Tahun 2015 terdiri dari Hewan, Bahan

Asal Hewan (BAH), Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) dan Benda Lain; untuk Media Pembawa Hewan meliputi Sapi Potong

sejumlah 1 ekor dengan frekuensi 1 kali, Anjing sejumlah 29 ekor dengan frekuensi 21 kali, Kucing sejumlah 36 ekor dengan

(52)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 69

frekuensi 18 kali, Kelinci sejumlah 24 ekor dengan frekuensi 13 kali, Hamster sejumlah 2 ekor dengan frekuensi 1 kali, Ayam

sejumlah 274.223 ekor dengan frekuensi 509 kali, Burung sejumlah 20.946 ekor dengan frekuensi 495 kali, Ular sejumlah 21 ekor dengan frekuensi 2 kali, DOC sejumlah 57.433 ekor dengan frekuensi 48 kali, DOD sejumlah 310 ekor dengan frekuensi 5 kali; untuk Media Pembawa Bahan Asal Hewan (BAH) berupa Sarang Burung Walet sejumlah 295 kilogram dengan frekuensi 31 kali, Daging Ayam sejumlah 193.711 kilogram dengan frekuensi 407 kali, Daging Sapi sejumlah 7.600 kilogram

dan Tulang Sapi sejumlah 180 kilogram dengan frekuensi 23 kali, Daging Babi sejumlah 931.190,90 kilogram dan Jeroan

Babi sejumlah 44.074,00 kilogram dengan frekuensi 1.718 kali, Telur Ayam sejumlah 8.8820 kilogram dengan frekuensi 15 kali;

untuk Media Pembawa Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) berupa Daging Ayam Olahan sejumlah 1.220 kilogram dengan frekuensi 3 kali Daging Sapi Olahan sejumlah 250 kilogram dengan frekuensi 1 kali dan Sosis sejumlah 400 kilogram dengan frekuensi 1 kali; sedangkan untuk Media Pembawa Benda Lain berupa Serum sejumlah 3 kemasan dengan frekuensi 3 kali, Swab Kloaka sejumlah 28 kemasan dengan frekuensi 2 kali, Semen sejumlah 6 kemasan dengan frekuensi 6 kali, Vaksin sejumlah 11 kemasan dengan frekuensi 3 kali dan Pakan Ternak

(53)

Laporan Tahunan 2015 Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang 70 sejumlah 19.535 kilogram dengan frekuensi 14 kali. Berikut merupakan Tabel Perbandingan Kegiatan Tindak Karantina Domestik Keluar pada Balai Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang selama 5 (lima) tahun terakhir.

Tabel 43. Data Perbandingan Komoditi Domestik Keluar Karantina Hewan dalam 5 (Lima) Tahun Terakhir

NO. JENIS KOMODITI TAHUN

2011 2012 2013 2014 2015 A. Hewan Sapi 19 1 78 16 1 Kerbau 1 - 5 - - Kambing - - - 10 - Babi 15.225 6.820 5.420 4.165 - Anjing 6 9 10 17 29 Kucing 18 14 18 31 36 Kelinci 48 11 29 23 24 Hamster 21 - 15 - 2 Tokek - 1 - - - Ular Sawah - - - - 21

Monyet Ekor Panjang - - 1 - -

Marmut 20 - - - - DOC 107.514 41.300 101.580 66.200 57.433 DOD - - - 680 310 Burung 1.703 1.225 7.836 31.753 20.946 Ayam 64.155 193.040 367.025 161.433 274.223 Tupai - - 2 - - Bebek 4 - - - - Jangkrik - 1 1 - - Iguana - 1 1 - - Kadal - - 3 - - Jumlah 188.734 242.423 482.024 264.328 353.025 B. BAH

Daging Ayam Beku 9.150 14.390 51.573 166.489,9 193.711

Daging Babi dan Jeroan 471.511,6 976.350,48 1.351.266 1.341.905,0 975.264,90

Daging Sapi 80 172 2.143 4.750,4 7.600

Daging Sapi dan Jeroan 3,75 - - 96 -

Daging Ayam - 120 - - -

Daging Bebek - - 925 535 -

Daging Kambing - 40 40 - -

Telur Ayam Konsumsi - - - 6.569 8.820

Telur Tetas 10 - 25 - -

Telur Puyuh - - - - -

Telur Bibit Walet 200 200 - - -

Sarang Burung Walet 2.519 257 202 314 295

Jangkrik Beku - 4 - - -

Iga/ Tulang Sapi - - 75 - 180

Jumlah 483.474,82 991.533,48 1.406.299 1.520.659,3 1.185.870,90 D. HBAH

Nugget - 50 - - -

Daging Sapi Olahan - 0.5 151 350 250

Daging Ayam Olahan - 1.8 - 630 1.220

Sosis - - - 100 400

Gambar

Gambar 2. Peta Wilayah Kerja Balai Karantina  Pertanian Kelas II Tanjungpinang
Tabel 27.  Resume Frekuensi dan Volume Kegiatan Impor Tindak                   Karantina Hewan Tahun 2015
Tabel  Perbandingan  Kegiatan  Tindak  Karantina  Impor  di  Balai  Karantina Pertanian Kelas II Tanjungpinang selama                        5  (lima) tahun terakhir
Tabel 30.   Data Komoditi Impor per Bulan Tahun 2015
+7

Referensi

Dokumen terkait

OT.140/12/2011 tentang Tempat Pemasukan dan Pengeluaran Media Pembawa Penyakit Hewan Karantina dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (Berita Negara Republik

Beban yang dipikul tidaklah ringan selain melaksanakan kegiatan sehari-hari perkarantinaan pertanian dalam kerangka penanggulangan masuk dan tersebarnya HPHK/OPTK

Sehubungan dengan hal tersebut, maka keberadaan Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta menjadi sangat penting sebagai garda terdepan dalam mencegah masuknya hama

2 Sebagai anggota WTO, Indonesia mempunyai kewajiban untuk melaporkan adanya Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)

Tindakan Karantina, Pengawasan dan Pengendalian yang efektif dan efisien dengan indikator yaitu Persentase tindak lanjut terhadap temuan OPTK dan HPHK pada

Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 22/Permentan/ OT.140/4/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian, Balai Karantina

Melaksanakan tindakan 8P (Pemeriksaan, Pengasingan, 6. Terlaksananya pemantauan daerah sebar HPHK dan OPTK; 7. Terlaksananya koleksi HPHK dan OPTK. Melaksanakan standar

AAIA Mirah Dwija, M.Si (Medik Veteriner Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar). Tujuan Seminar Daerah Hasil Pemantauan Daerah Sebar Hama Penyakit Hewan Karantina