• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PROSES PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PROSES PERANCANGAN"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Fakultas Teknik

BAB III

PROSES PERANCANGAN

3.1 Daftar Periksa.

Daftar periksa merupakan daftar dari parameter-parameter yang ada dalam sebuah perancangan. Pada tahapan pertama proses perancangan ini akan dikumpulkan ide-ide yang dikehendaki, akan tetapi keadaannya belum teratur. Ide-ide tersebut adalah sebagai berikut :

a. Dapat dibuat atau diproduksi pada bengkel-bengkel yang terdapat di dalam negeri.

b. Memiliki biaya produksi yang rendah.

c. Hemat dalam penggunaan sumber energi.

d. Tidak memerlukan ruangan yang besar.

e. Dapat menjalankan fungsi dari alat tersebut.

f. Ringkas dan memiliki mobilitas yang tinggi.

g. Pengoperasiannya dapat dilakukan oleh seorang operator dan tidak

harus memiliki pengetahuan yang khusus.

(2)

Fakultas Teknik

h. Memiliki perawatan yang mudah.

i. Memiliki komponen pengganti yang murah dan mudah dicari, jika terjadi kerusakan.

Seluruh data yang perlu berkaitan dengan tugas, yaitu tujuan pemecahan dan sifat yang harus dimiliki, didefinisikan secara lengkap dan jelas menjadi daftar periksa seperti pada tabel 3.1 berikut :

Tabel 3.1 Daftar Periksa

Daftar Periksa Parameter

Kinematika Kecepatan, percepatan, arah gerakan, jenis gerakan (translasi atau rotasi )

Gaya Arah gaya, besar gaya, populasi gaya, kekakuan,stabilitas, gaya berat, resonansi

Material Input & output bahan yang diproses, sifat fisika & kimia, arus dan transport bahan

Geometri Panjang, lebar, tinggi, besar, berat, volume, garis tengah, jumlah, susunan, sambungan dan perluasan.

Energi Pemanasan, pedinginan, perubahan, penyerapan, daya, tekanan, effisiensi, kerugian dan geseran

Ergonomi Pelindung, keselamatan kerja, keselamatan lingkungan dan keselamatan perusahaan

Keselamatan Keselamatan dalam melakukan pekerjaan, pelindung,

keselamatan perusahaan dan lingkungan

(3)

Fakultas Teknik

Produksi Hubungan manusia dengan alat/mesin, kemudi, penerangan, pelayanan, jenis pelayanan dan bentuk

Jadwal Waktu pengembangan, waktu pembuatan, waktu perakitan dan waktu penyerahan

Biaya Biaya maksimum yang diinginkan, biaya perkakas untuk pembuatan dan biaya investasi

Transportasi Mesin pengangkut yang tersedia, jalan yang digunakan menurut besar serta jenis yang tersedia

Perawatan Periode perawatan, penyetelan dan kebersihan dalam merawat alat/mesin yang dirancang

Lingkungan Bebas polusi suara, polusi udara, polusi lingkungan serta bebas dari polusi yang berbentuk kimia

3.2 Daftar Kehendak Alat Aero-mechanical Conveyor.

Tabel 3.2 Daftar Kehendak Alat Aero-mechanical Conveyor

D / W PERSYARATAN

W D W D

MATERIAL

1. Komponen utama dan pendukung mudah didapat.

2. Komponen tidak mudah berkarat, ringan dan kokoh.

3. Komponen harus tahan terhadap panas dan gesekan.

4. Menggunakan pipa tanpa sambungan.

D

ENERGI

1. Energi yang digunakan adalah energi listrik.

(4)

Fakultas Teknik

D 2. Energi dapat diperoleh dimana saja.

D D D D W

ERGONOMI 1. Fleksibel dalam penggunaan.

2. Rangkaian listrik sangat sederhana.

3. Mekanisme alat tidak rumit.

4. Mudah dipasang dan dibongkar.

5. Hemat ruangan dan tidak memakan tempat yang luas.

D W W

W

PERAKITAN 1. Sederhana dan mudah dirakit.

2. Bisa digabung dengan peralatan yang lain.

3. Motor penggerak dapat diletakkan di bagian atas atau bawah.

4. Tidak memerlukan tempat khusus untuk merakit.

D

W D

W

KESELAMATAN

1. Memiliki tingkat keamanan yang tinggi bagi operator.

2. Tidak menimbulkan suara keras.

3. Bagian yang dapat menimbulkan bahaya diberi pelindung.

4. Tidak menghasilkan/mengeluarkan debu.

D D

W

SINYAL

1. Petunjuk pengoperasian mudah dimengerti.

2. Menggunakan overload untuk mencegah beban berlebih.

3. Dapat dikontrol dengan remote.

PRODUKSI

(5)

Fakultas Teknik

W W

1. Biaya pembuatan alat murah.

2. Dibuat didalam negeri.

D

TRANSPORTASI

1. Mudah dipindahkan ( menggunakan roda ).

W W

ESTETIKA 1. Bentuknya menarik.

2. Warnanya menarik.

Keterangan :

D = Demand, permintaan yang merupakan kehendak yang harus dipenuhi.

W = Wishes, merupakan kehendak yang akan diambil bilamana memungkinkan.

3.3. Abstraksi Alat Aero-mechanical Conveyor.

Setelah membuat daftar kehendak, maka dilakukan abstraksi I , II , III langkah demi langkah untuk mengidentifikasikan kemasan pokoknya.

Hasil dari abstraksi daftar kehendak dapat dilihat pada sub bab berikut ini :

3.3.1 Abstraksi I , II , III Alat Aero-mechanical Conveyor.

Pada abstrak bagian pertama ( I ) seluruh keinginan pada daftar kehendak atau daftar periksa akan dihilangkan sementara waktu. Pada abstrak bagian kedua ( II ) seluruh keharusan yang tidak memiliki hubungan langsung pada fungsi dan kendala pokok dapat dihilangkan atau diabaikan. Pada abstrak bagian ketiga ( III ) seluruh bilangan direduksi menjadi pernyataan saja.

Hasil dari abstraksi I , II , III dapat dilihat pada tabel 3.3

(6)

Fakultas Teknik

Tabel 3.3. Daftar Kehendak Alat Aero-mechanical Conveyor

D / W PERSYARATAN

W D W

D

MATERIAL

1. Komponen utama dan pendukung mudah didapat.

2. Komponen tidak mudah berkarat, ringan dan kokoh.

3. Komponen harus tahan terhadap panas dan gesekan.

4. Menggunakan pipa tanpa sambungan.

D D

ENERGI

1. Energi yang digunakan adalah energi listrik.

2. Energi dapat diperoleh dimana saja.

D D D D

ERGONOMI 1. Fleksibel dalam penggunaan.

2. Rangkaian listrik sangat sederhana.

3. Mekanisme alat tidak rumit.

4. Mudah dipasang dan dibongkar.

D W W

PERAKITAN 1. Sederhana dan mudah dirakit.

2. Bisa digabung dengan peralatan yang lain.

3. Tidak memerlukan tempat khusus untuk merakit.

D

W

KESELAMATAN

1. Memiliki tingkat keamanan yang tinggi bagi operator.

2. Tidak menimbulkan suara keras.

(7)

Fakultas Teknik

D 3. Bagian yang dapat menimbulkan bahaya diberi pelindung.

D D

W

SINYAL

1. Petunjuk pengoperasian mudah dimengerti.

2. Menggunakan overload untuk mencegah beban berlebih.

3. Dapat dikontrol dengan remote.

W W

PRODUKSI 1. Biaya pembuatan alat murah.

2. Dibuat didalam negeri.

D

TRANSPORTASI

1. Mudah dipindahkan (menggunakan roda).

W W

ESTETIKA 1. Bentuknya menarik.

2. Warnanya menarik.

3.3.2 Abstraksi IV Alat Aero-mechanical Conveyor.

Pada abstraksi bagian keempat ( IV ) memformulasikan hasil abstraksi III agar dapat menjadi bentuk umum. Dari hasil abstraksi keempat ( IV ) ini, maka dapat disimpulkan bahwa yang diinginkan pada alat Aero- mechanical Conveyor ini adalah :

a. Merupakan hasil terbaik dari perancangan.

b. Dapat berfungsi sesuai dengan keinginan.

(8)

Fakultas Teknik

c. Tidak memiliki biaya produksi yang tinggi.

d. Pengoperasiannya mudah dan aman.

e. Perawatannya mudah dan murah.

f. Tidak menimbulkan polusi dan bising.

3.3.3 Abstraksi V Alat Aero-mechanical Conveyor.

Pada abstraksi bagian kelima ( V ) masalah akan dirumuskan dalam istilah pemecahan diameter. Hasil abstraksi kelima ( V ) adalah bahwa alat dapat berfungsi sesuai dengan kegunaan dan fungsinya.

3.4. Struktur Fungsi.

3.4.1 Fungsi keseluruhan.

Fungsi ini digambarkan dengan diagram blok yang menunjukkan hubungan antara masukan ( input ) dan keluaran ( output ) dimana diketahui bahwa masukan dan keluaran tersebut berupa aliran Energi, Material dan Sinyal.

E

i

E

M

o

i

M

S

o

i

S

Keterangan : Ei = Energi input

o

Gambar 3.1. Fungsi Keseluruhan Alat Aero-mechanical Conveyor

Alat

Aero-mechanical

Conveyor

(9)

Fakultas Teknik

Eo = Energi output Mi = Material input Mo = Material output Si = Sinyal input So = Sinyal output

3.4.2 Struktur Fungsi.

Tujuan struktur fungsi adalah untuk mendapat definisi yang jelas dari sub- sistem yang telah ada pada perancangan atau terhadap sub-sistem yang baru dikembangkan, sehingga keduanya dapat diuraikan secara terpisah.

Struktur fungsi disini menguraikan fungsi keseluruhan menjadi beberapa sub-fungsi. Pembuatan sub-fungsi dimaksudkan untuk membagi pelaksanaan kerja sistem kedalam bentuk yang lebih kecil agar komponen sistem dapat terlihat dalam bentuk satuan kerja yang lengkap. Kombinasi dan sub-fungsi ini akan menghasilkan varian struktur fungsi.

Gambar 3.2. Struktur Fungsi Alat Aero-mechanical Conveyor.

Ei Eo

Roda Dudukan Roda memudahkan alat

untuk dipindahkan

Si So

Ei Eo

Frame Dudukan Frame menyangga beban

Si So

Ei

Penggerak

Eo

Motor Motor menggerakkan

system

(10)

Fakultas Teknik

Si So

Ei

Penggerak

Eo

Pulleys Pulleys menyangga fan-

Belt dan mengurangi putaran motor

Si So

Ei

Penggerak

Eo

Fan Belt Fan-Belt memindahkan

gerakan motor ke gerakan sprocket

Si So

Ei

Menutup Semua Bagian

Penggerak

Eo Belt

Protection

Belt Protection memberi- kan keamanan & kesela- matan bagi operator

Si So

Ei

Menampung Bahan

Baku

Eo

Hopper Hopper menampung dan

mengarahkan bahan baku yg akan dipindahkan

Si So

Ei

Memindahkan Bahan

Baku

Eo

Spocket Sprocket memudahkan

disc dalam gerakan berputar

Si So

Ei Memindahkan Eo

(11)

Fakultas Teknik

Quick Angle

Adjustment

Bahan

Baku Quick Angle Adjustment

memudahkan posisi pengoperasian dari 0 sampai 90°

Si So

Ei

Memindahkan Bahan

Baku

Eo Quick

Release Clips

Quick Release clips mengunci Feed Housing setelah penyetelan sudut

Si Si

Ei

Memindahkan Bahan

Baku

Eo

Flange Tubes

Flange Tubes memudah- kan penyambungan antara pipa dg Feed Housing

Si So

Ei

Mengarahkan Bahan

Baku

Eo Seamless

Pipe

Seamless Pipe merupakan tempat utk disc

membawa bahan baku

Si So

Ei Eo

Clamp Pengikat Clamp mengikat dua

pipa agar lebih kokoh

Si So

Ei

Membawa Bahan

Baku

Eo

Disc

Disc mengambil bahan baku & mendorong sampai ke Discharge Housing

Si So

(12)

Fakultas Teknik

Ei

Membuang Bahan

Baku

Eo

Sprocket Sprocket memudahkan

disc dalam proses berputar

Si So

Ei

Membuang Bahan

Baku

Eo

Top Cover Top Cover memudahkan

pemeriksaan discharge Housing dari sisi atas

Si So

Ei

Membuang Bahan

Baku

Eo

Side Cover

Side Cover memudahkan pemeriksaan Discharge Housing dari sisi

samping

Si So

Ei Eo

Clips Pengunci Clips mengunci Top

Cover

Si So

Ei Eo

Outlet

Discharge Pengarah Outlet Discharge

mengarahkan Bahan Baku

Si So

3.5 Mencari & Memilih Solusi Untuk Setiap Sub-Fungsi.

Setelah melaksanakan pembuatan struktur fungsi, langkah selanjutnya

adalah mencari prinsip solusi untuk memenuhi sub-fungsi tersebut. Pada

langkah ini metode yang akan digunakan dalam mencari prinsip solusi

(13)

Fakultas Teknik

adalah metode kombinasi. Metode kombinasi ini adalah metode yang akan mengkombinasikan semua solusi yang ada kedalam bentuk matriks.

Pada langkah ini harus diusahakan memiliki sebanyak mungkin prinsip solusi. Prinsip solusi yang terdapat pada langkah ini harus dianalisa lagi, dimana prinsip solusi yang kurang nilai manfaatnya dapat dihilangkan atau diabaikan.

Pengabaian ini bertujuan agar dalam tahap perancangan konsep

selanjutnya tidak terlalu banyak konsep yang harus dievaluasi.

(14)

Fakultas Teknik

Tabel 3.4. Prinsip Solusi Untuk Sub-Fungsi

(15)

Fakultas Teknik

(16)

Fakultas Teknik

(17)

Fakultas Teknik

(18)

Fakultas Teknik

Dari hasil kombinasi yang dilakukan terhadap prinsip solusi yang terdapat pada tabel 3.4 dapat dihasilkan beberapa alternative varian, kemudian alternative-alternatif varian tersebut dipilih lagi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Varian tersebut antara lain :

• Varian 1 : A.3 – B.1 – C.1 – D.4 – E.6 – F.1 – G.2 – H.1 – I.1 – J.4 - K.2 – L.3 – M.4 – N.1 – O.4 – P.3 – Q.1 – R.1 – S.2

• Varian 2 : A.3 – B.1 – C.1 – D.4 – E.6 – F.2 – G.3 – H.1 – I.1 – J.4 - K.2 – L.3 – M.4 – N.1 – O.4 – P.3 – Q.1 – R.1 – S.3

• Varian 3 : A.5 – B.2 – C.2 – D.4 – E.4 – F.2 – G.3 – H.2 – I.3 – J.4 - K.2 – L.3 – M.4 – N.1 – O.4 – P.2 – Q.2 – R.3 – S.3

3.6. Memilih Kombinasi Terbaik.

Setelah varian dihasilkan, maka varian-varian tersebut harus dipilih yang terbaik, hal ini dikarenakan jumlah variasi kombinasi yang cukup banyak, sehingga harus dilakukan seleksi terhadap varian yang ada.

Variasi-variasi kombinasi tersebut dikaji dan diseleksi berdasarkan kriteria- kriteria sebagai berikut :

a. Dapat menyelesaikan tugas secara keseluruhan.

b. Memenuhi keharusan pada spesifikasi.

c. Kemungkinan realisasi secara prinsip.

d. Terdapat batas biaya produksi.

e. Kemudahan dalam perancangan dan perakitan.

f. Sesuai dengan keinginan perencana.

(19)

Fakultas Teknik

Adapun kajian dan seleksi sebagaimana dimaksud diatas, dijelaskan pada tabel 3.5. di bawah ini :

Tabel 3.5. Lembar Solusi

(20)

Fakultas Teknik

(21)

Fakultas Teknik

(22)

Fakultas Teknik

(23)

Fakultas Teknik

(24)

Fakultas Teknik

(25)

Fakultas Teknik

(26)

Fakultas Teknik

(27)

Fakultas Teknik

Dalam perancangan alat Aero-mechanical Conveyor ini, varian yang terbaik adalah varian 1.

Pada penyusunan struktur modul (varian konsep) ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu bahwa struktur modul tersebut harus dapat merealisir fungsi keseluruhannya dengan mempertimbangkan keamanan, ergonomi, estetika, biaya dan lain sebagainya.

3.7. Evaluasi Varian.

Pemilihan varian yang terbaik telah dilkaksanakan, akan tetapi hal itu belumlah cukup untuk memutuskan mana varian konsep yang terbaik.

Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi terhadap varian konsep tersebut, yaitu dengan cara membuat tabel seleksi dengan dicantumkan pula faktor pertimbangannya.

Tabel 3.6. Tabel Nilai Evaluasi

Nilai P a r a m e t e r

1 Solusi yang tidak bermanfaat

2 Solusi yang tidak cukup

3 Solusi yang dapat ditoleransi

4 Solusi yang cukup

(28)

Fakultas Teknik

5 Solusi yang memenuhi persyaratan

6 Solusi yang baik

7 Solusi yang sangat baik

8 Solusi yang ideal

9 Solusi yang melebihi persyaratan

10 Solusi yang mewah dan berkelebihan

Tabel 3.7. Tabel Nilai Evaluasi

Varian Nilai Keterangan

Varian 1 7 Sesuai keinginan dan fungsi

Varian 2 6 Cukup baik

Varian 3 8 Biaya produksi tinggi

3.8. Meneguhkan Varian Konsep.

Dari hasil seleksi varian diatas, maka dapat dilihat bahwa kriteria-kriteria yang ada sebagian besar dapat memenuhi keinginan dan fungsi. Pada akhirnya harus dipilih varian yang paling tepat adalah varian 1 (satu) dengan beberapa pertimbangan sebagai berikut :

• Paling sederhana dalam konstruksi.

• Rendah dalam biaya produksi.

• Berfungsi sesuai dengan tugasnya.

(29)

Fakultas Teknik

• Sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Gambar

Tabel 3.1  Daftar Periksa
Tabel 3.2  Daftar Kehendak Alat Aero-mechanical Conveyor
Tabel 3.3.  Daftar Kehendak Alat Aero-mechanical Conveyor
Gambar 3.1.  Fungsi Keseluruhan Alat Aero-mechanical Conveyor
+6

Referensi

Dokumen terkait

Dari segi industrial, Lactobacillus casei mempunyai peran dalam probiotik manusia, kultur starter pemroduksi asam untuk fermentasi susu, dan kultur khas

Berdasarkan masalah tersebut maka guru akan menerapkan model pembelajaran Team Game Tournament (TGT) yaitu Perpaduan antara belajar, bermain dan berkompetisi

1) Pemberian pupuk organik cair efektif mendorong pertumbuhan diameter batang, dan berat polong tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) dengan penggunaan POC

• Tujuan utama dari proses pengolahan dengan suhu tinggi ini Tujuan utama dari proses pengolahan dengan suhu tinggi ini adalah untuk memperpanjang daya awet produk pangan yang

Yaitu komunikasi dari atas ke bawah yang artinya adalah informasi yang berlangsung secara formal dari seseorang yang memiliki wewenang atau kedudukan lebih

Sebelum rombongan Pastor dan para petugas meninggalkan gereja, berlangsung perarakan Tubuh Kristus secara sederhana, dimana Tuhan telah meninggalkan kenangan akan

Masukkan variabel yang akan diuji normalitas dengan cara mengklik nama variabel sehingga terblok, kemudian klik tanda , sehingga nama masuk dalam kotak Test Variable