• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PEMBAHASAN 5.1 Gambaran Hijab dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V PEMBAHASAN 5.1 Gambaran Hijab dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

34

BAB V PEMBAHASAN

5.1 Gambaran Hijab dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015

Di dalam modernitas, fashion adalah konstituen penting identitas seseorang, yang membantu menentukan bagaimana dia dikenali dan diterima (Wilson 1985; Ewen 1988). Fashion menawarkan pilihan pakaian, gaya, dan citra yang dengannya seseorang dapat menciptakan identitas. Di satu sisi, fashion adalah fitur konstituen modernitas, yang ditafsirkan sebagai era sejarah yang ditandai oleh inovasi terus menerus, penghancuran yang tanda penciptaan yang baru (Berman: 1982). Fashion sendiri dianggap sebagai sumber penciptaan citarasa, gaya, pakaian, dan perilaku baru. Tentu saja, Fashion dalam masyarakat modern dibatasi oleh kode-kode gender, realitas ekonomi, dan kekuatan konformitas sosial yang terus mendikte apa yang boleh dan tidak boleh dipakai, apa yang mungkin dan tidak mungkin.

Sama halnya dalam program Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015, Trans7 menunjukkan kepada masyarakat bahwa identitas perempuan berhijab yang bisa tampil modis, menarik, dan cantik. Untuk menunjang identitas muslimah tersebut, para peserta dilengkapi dengan aksesoris dan make up yang menghiasi wajahnya agar terlihat lebih menarik. Hal ini seolah mematahkan anggapan bahwa perempuan berhijab adalah tidak menarik dan tidak modis, karena hanya mengenakan gamis dan kerudung yang panjang dan lebar. Sekaligus menguatkan bahwa identitas seorang muslimah bisa lebih modern dan fashionable. Tapi kehadiran fashion yang islami ini kemudian menimbulkan pertarungan makna terkait dengan spiritualitas dan modernitas terhadap perempuan itu sendiri.

Jika dilihat dari sudut pandang Islam, fashion hijab yang dipakai para peserta Sunsilk Hijab Hunt 2015 berbeda dengan ketentuan agama.

Dalam agama Islam terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh seorang muslimah dalam memakai hijab. Representasi perempuan berhijab

(2)

35

yang digambarkan dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 adalah sebagai berikut :

1. Memenuhi seluruh tubuh selain bagian yang dikecualikan

Bagian yang dikecualikan adalah wajah dan telapak tangan. Syarat pertama ini juga telah dijelaskan dalam QS. An Nur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, „Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung (khimar) ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.‟” (QS. An Nuur: 31).

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, „Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.‟ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ahzab ayat 59).

(3)

36

Gambar 2

Fashion Hijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber : www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Gambar 3

Fashion Hijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber : www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Dari dua gambar tersebut menunjukkan Bella dan Sabrina, peserta Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang memakai baju lengan panjang namun tidak menutupi aurat atau bagian tubuh secara keseluruhan. Masih terlihat pergelangan tangan mereka karena tidak tertutupi oleh baju yang dikenakan. Hal ini merupakan contoh dimana hijab yang mereka pakai tidak sesuai dengan syarat pertama hijab syar‟i yang telah ditentukan.

(4)

37

Karena pergelangan tangan seperti yang diperlihatkan Bella dan Sabrina tersebut masih merupakan aurat yang harus ditutupi.

2. Bukan sebagai perhiasan

Hal ini disebutkan dalam firman Allah yang berarti:

“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya”

Tujuan utama perintah memakai hijab adalah untuk menutupi perhiasannya, sebagaimana firman di atas. Oleh karena itu, hijab yang dikenakan seorang muslimah tidak boleh diperindah dengan perhiasan yang dapat menarik perhatian dan pandangan kaum laki-laki. Hal ini diperkuat dengan QS. Al Azhab ayat 33.

س س س

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al Ahzab: 33).

Memperindah atau menghias pakaian yang dikenakan seorang muslimah, contohnya adalah bordiran warna-warni, payet, pita sulam emas dan perak yang menyilaukan mata, aksesoris dan lain sebagainya.

Gambar 4

Perhiasan Hijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber : www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

(5)

38

Gambar 5

Aksesoris Hijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber : www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Telah disebutkan di atas bahwa tujuan utama berhijab adalah untuk menutupi perhiasan perempuan. Namun dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015, hijab sendiri adalah suatu perhiasan. Pakaian yang mereka kenakan terlihat mewah dan berkilau, karena menambahkan payet-payet dan perhiasan, seperti kalung dan headband yang juga berkilau. Hal penting yang juga diabaikan adalah bahwa kerudung atau jilbab yang dikenakan tidak menutupi hingga bagian dada.

3. Bahan yang digunakan harus tebal dan tidak transparan/tipis.

Agar dapat tercapai tujuan tertutupnya aurat, maka hijab yang dikenakan harus tebal dan tidak transparan yang dapat memperlihatkan warna kulit dan rambut. Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam pun bersabda:

س سخآ ت مأ ء س ن ت س ك ت يز ع ع هس ؤز من س أ ك تخ ن ع ه نإ ت ن ع م

“Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Di atas kepala mereka terdapat seperti punuk unta. Laknatlah

(6)

39

mereka, karena sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita yang terlaknat.”

Yang dimaksud dengan wanita-wanita yang berakaian tetapi telanjang adalah wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang menggambarkan bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutupi tubuhnya secara menyeluruh. Sedangkan di atas kepala terdapat seperti punuk unta adalah model berkerudung dengan mengangkat atau menggulungnya ke atas.

Gambar 6

Fashion Hijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber : www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Gambar di atas menampilkan gaya berhijab Mayang dan Bella, finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015. Baju yang dikenakan oleh Mayang terlihat transparan pada bagian leher hingga lengan. Meskipun sudah memakai pakaian dalam untuk menutupi kulit tubuhnya yang tidak tertutup karena bajunya transparan, tampaknya usaha yang dilakukan Mayang tidak cukup berhasil. Hal ini dikarenakan pakaian dalam yang ia pakai memiliki warna coklat yang menyerupai warna kulit. Sehingga penonton masih bisa melihat bentuk bahu dan lengannya. Sedangkan kerudung yang dipakai Mayang dan Bella dimodifikasi dengan

(7)

40

menggulungnya ke atas. Tentu fashion hijab yang dipakai kedua finalis tersebut kurang sesuai dengan syarat hijab syar‟i yang ketiga ini.

4. Harus longgar, tidak sempit, dan tidak menampakkan lekuk tubuh.

Selain harus tebal, pakaian yang dipakai juga tidak boleh menggambarkan atau menunjukkan lekuk tubuh. Terkadang ada bahan pakaian yang tebal namun sangat halus sehingga melekat pada tubuh, atau karena ukurannya yang ketat sehingga nampak lekuk tubuh si pemakai.

Usamah bin Zaid berkata, “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bertanya kepadaku, „Mengapa engkau tidak mengenakan baju Qubthiyah yang telah kuberikan?‟ „Aku memberikannya kepada istriku,‟

jawabku. Maka beliau berpesan, „Perintahkanlah istrimu agar memakai pakaian bagian dalam sebelum mengenakan baju Qubthiyah itu. Aku khawatir baju itu akan menggambarkan lekuk tubuhnya.‟” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi).

Gambar 7

Fashion Hijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber : www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Telah disebutkan bahwa pakaian yang dipakai perempuan harus tebal dan tidak menunjukkan lekuk tubuhnya. Gambar di atas menunjukkan Mayang, finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang sedang melakukan catwalk untuk perkenalan. Meskipun pakaian yang dikenakan

(8)

41

oleh Mayang telal dan tertutup, namun pakaian tersebut sangat sesuai/

menempel dengan bentuk tubuhnya sehingga menggambarkan lekuk tubuhnya, terutama bagian dada hingga pinggang. Seperti yang telah dijelaskan dalam sabda Rasulullah di persyaratan ketiaga bahwa dengan memperlihatkan dada hingga pinggang yang masih temasuk aurat yang harus ditutup adalah hal yang dilaknat Allah.

5. Tidak ditaburi wewangian atau parfum

Kaum perempuan dilarang menggunakan wewangian ketika keluar rumah berdasarkan beberapa hadits. Salah satunya adalah hadist Abu Hurairah radhiyallahu „anhu: “Seorang wanita melintas di hadapan Abu Hurairah dan aroma wewangian yang dikenakan wanita tersebut tercium olehnya. Abu Hurairah pun bertanya, „Hai hamba wanita milik Al-Jabbar (Allah ta‟ala)! Apakah kamu hendak ke masjid?‟ „Benar,‟ jawabnya. Abu Hurairah lantas bertanya lagi, „Apakah karena itu kamu memakai parfum?‟ wanita tersebut menjawab, „Benar.‟ Maka Abu Hurairah berkata, „Pulang dan mandilah kamu! Sungguh, aku pernah mendengar Rasulullah shallallhu „alaihi wa sallam bersabda, „Allah tidak akan menerima shalat wanita yang keluar menuju masjid sementara bau wangi tercium darinya, hingga ia kembali ke rumahnya dan mandi.‟” (HR. Al- Baihaqi, shahih). Hal tersebut diperkuat dengan hadits dari Zainab Ats- Tsaqafiyah, Nabi shallallahu „alaihi wa sallam juga bersabda,

ذإ ت سخ ك دحإ إ د س م لا سق ط

“Jika salah seorang di antara kalian (para wanita) keluar menuju masjid, maka janganlah kalian mendekatinya dengan memakai wewangian.” (HR.

Muslim)

Hadits-hadits di atas menunjukkan haramnya bagi seorang perempuan keluar menuju masjid dengan memakai wewangian. Lantas, bagaimana hukumnya jika perempuan tersebut hendak menuju tempat perbelanjaan, perkantoran atau jalanan umum? Tentu tidak diragukan lagi

(9)

42

keharaman dan dosanya lebih besar walaupun seandainya suaminya mengizinkan.

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

Dari Abu Hurairah radhiyallahu „anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita, dan wanita yang memakai pakaian pria.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, al-Hakim, dan Ahmad, shahih). Adz-Dzahabi rahimahullah juga menggolongkan perbuatan menyerupai lawan jenis (tasyabbuh) termasuk dosa besar, berdasarkan kandungan hadits-hadits shahih dan ancaman keras yang disebutkan di dalamnya. Tasyabbuh yang dilarang dalam Islam berdasarkan dalil-dalil meliputi masalah pakaian, sifat-sifat tertentu, tingkah laku, dan yang semisalnya, bukan dalam hal perkara-perkara kebaikan. Alasan ditimpakannya laknat bagi pelaku tasyabbuh menurut Syaikh Abu Muhammad bin Abu Jumrah adalah karena orang tersebut telah keluar dari tabi‟at asli yang Allah ta‟ala karuniakan bagi dirinya.

7. Tidak menyerupai pakaian kaum kafir

Dari „Abdullah bin „Umar radhiyallahu „anhuma, Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam bersabda,

م ه ش م ق ه مهن م

“..dan barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” (HR. Ahmad).

Yang dimaksud dengan menyerupai pakaian kaum kafir adalah meniru pakaian yang dipakai oleh kaum bukan muslim dan tidak menunujukkan identitas kaum muslim. Misalnya, menirukan gaya pakaian kebarat- baratan yang seringkali mengumbar aurat. Menirukan penampilan lahiriah kaum musyrikin atau kafir akan menghantarkan kaum perempuan pada kesamaan akhlak dan perbuatan. Terdapat kaitan erat antara penampilan luar seseorang dengan keimanan yang ada dalam batin, keduanya akan saling mempengaruhi.

(10)

43

8. Bukan merupakan pakaian yang mengundang sensasi atau popularitas di masyarakat (pakaian syuhrah)

م س ب ث ةسهش ند هس أ الله ب ث رم م ي م ق م ث به أ ه ز ن

”Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan).

Seorang muslimah dilarang memakai pakaian atau hijab syuhroh.

Pakaian syuhroh sendiri yaitu pakaian yang dipakai dengan tujuan untuk mengundang sensasi atau mendapatkan popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai dengan tujuan berbangga-bangga/ pamer (riya‟) dengan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seorang untuk menunjukkan kezuhudannya. Adapun penampilan yang sesuai dengan syari„at namun berbeda dengan masyarakat pada umunya maka bukan termasuk dalam pakaian syuhrah.

Gambar 8

Fashion Hijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber : www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

(11)

44

Gambar 9

Fashion Hijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber : www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Dua gambar di atas merupakan contoh fashion hijab yang dipakai oleh Rusfa dan Carla, finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015. Mereka dan finalis lainnya mengenakan pakaian yang dihiasi dengan banyak pernak-pernik dan aksesoris penunjang penampilan mereka.

Dengan warana-warna yang cerah dan dihiasi berbagai perhiasan, tentu para finalis mampu membuat penonton terkagum dan memandang ke arah mereka. Terutama saat mereka melakukan perkenalan dengan berjalan seperti model yang memamerkan keanggunan dan keindahan pakaiasn mereka.

Kedelapan syarat di atas harus terpenuhi seluruhnya untuk mencapai makna hijab yang dimaksudkan dalam Islam. Hal tersebut juga dimaksudkan untuk memenuhi pengertian hijab yang otentik. Dalam sebuah jurnal penelitian “Culture as Accent: The Cultural Logic of Hijabistas” karya Jan Blommaert and Piia Varis menjelaskan yang dimaksud dengan hijab yang otentik adalah hijab yang sesuai ajaran agama Islam yaitu Al-Qur‟an dan Hadits. Apabila ajaran tersebut tidak terpenuhi atau disalahgunakan maka itu bukanlah hijab karena keotentikannya telah hilang. Sedangkan dari kedelapan syarat hijab syar‟i

(12)

45

yang telah dijelaskan, nampak beberapa diantaranya yang tidak dipatuhi oleh para finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015.

Gambar 10 Ilustrasi Hijab Syar’i Sumber : www.hijabina.com

Seperti ilustrasi di atas, fungsi sesungguhnya hijab syar‟i adalah untuk menutupi aurat dengan mengutamakan kesederhanaan, bukan untuk menampilkan kemewahan dengan pakaian mahal dan perhiasan agar orang lain memandang ke arahnya. Bahkan dalam sebuah jurnal internasional

“The Social Semiotics of Hijab: Negotiating The Body Politics of Veiled Women” karya Salam Al-Mahadin juga menjelaskan bahwa hijab adalah identitas seorang muslimah yang harus tetap dipertahankan, bukan hanya bagaimana ia seharusnya dipakai tetapi juga mempertahankan fungsi sesungguhnya dari hijab itu sendiri. Seorang muslimah harus mematuhi perintah agama dalam Al-Qur‟an dan Hadits, salah satunya adalah dengan berhijab. Karena hijab tidak hanya sebagai penutup aurat dan pelindung bagi muslimah, lebih dari itu hijab adalah identitas muslim yang mana ia dapat dikenali dan penyambung tali persaudaraan antar muslim dimanapun muslim itu berada.

(13)

46

Tabel 5.1

Pebandingan Hijab Secara Normatif dan Realitas

No Normatif Realitas

1.

Memenuhi seluruh tubuh selain bagian yang dikecualikan, yaitu wajah dan telapak tangan

Aurat beberapa peserta masih terlihat, yaitu pada pergelangan tangan

2.

Bukan sebagai perhiasan Hijab peserta dihiasi banyak pernak- pernik dan aksesoris yang berkilauan lainnya. Beberapa hijab pun digulung/

diangkat tinggi.

3.

Bahan yang digunakan harus tebal dan tidak transparan/tipis

Ada peserta yang menggunakan pakaian sedikit transparan sehingga ia harus memakai baju dalam sebelumnya, namun masih berwarna coklat menyerupai warna kulit asli peserta tersebut.

4.

Harus longgar, tidak sempit, dan tidak menampakkan lekuk tubuh

Meskipun pakaian para peserta cukup tebal, namun masih memperlihatkan lekuk tubuh mereka. Terutama pada bagian dada karena hijab yang dikenakan tidak sampai menutupi dada

5. Tidak ditaburi

wewangian atau parfum

Hijab dan pakaian para peserta juga menggunakan parfum

6.

Tidak menyerupai pakaian laki-laki

Pakaian yang dipakai tidak menyerupai pakaian laki-laki, karena hijab merupakan pakaian yang ditujukan hanya untuk perempuan

7.

Tidak menyerupai pakaian kaum kafir

Hijab merupakan pakaian wajib yang dikenakan oleh muslimah, bukan kaum kafir

8.

Bukan merupakan

pakaian yang

mengundang sensasi atau popularitas di masyarakat (pakaian syuhrah)

Hijab dan pernak-pernik yang digunakan para peserta sangat menonjol dan bertujuan untuk menarik para penonton sehingga akan mendapat voting

Gambaran pakaian dan hijab dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang telah dijelaskan di atas, dapat dilihat bahwa fashion hijab tersebut belum bisa dengan hijab syar‟i, karena masih jauh dari syariat yang telah ditentukan dalam Al-Qur‟an dan Hadits. Hal ini terlihat dari delapan syarat, ada enam hal di antaranya terlupakan dalam memenuhi syar‟i. Sehingga dapat dikatakan bahwa fashion hijab dalam Grand Final

(14)

47

Sunsilk Hijab Hunt 2015 belum mewakili identitas perempuan muslim, yaitu berhijab yang syar‟i.

Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 bertujuan menonjolkan sisi keagamaan. Namun yang terjadi adalah agama tersebut menjadi samar- samar terlihat karena berbenturan dengan kemodernan. Hijab sebagai salah satu identitas muslimah yang seharusnya ditampilkan sesuai syariat agama Islam, karena ingin menunjukkan sesuatu yang lebih modern dan menarik dengan memodifikasinya justru membuat hijab tersebut lepas dari syariat Islam. Program Grand Final Sunsilk Hijab Hunt menghibur para penonton dengan menanamkan ideologi berhijab modern. Namun tanpa sadar yang dilakukannya hanyalah pemenuhan keinginan perempuan semata dengan mengedepankan fashion sebagai salah satu wujud mengikuti perkembangan jaman yang sebenarnya bertentangan dengan aturan agama.

5.2 Pemaknaan Perempuan Berhijab dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015

Fashion merupakan isu penting yang mencirikan pengalaman hidup sosial. Oleh karena itu, ia memiliki beberapa fungsi. Salah satunya adalah sebagai sarana komunikasi yang bisa menyampaikan pesan artifaktual yang bersifat non-verbal. Fashion bisa merefleksikan, meneguhkan, mengekpresikan suasana hati seseorang. Dia juga memiliki suatu fungsi kesopanan (modesty function) dan daya tarik. Sebagai fenomena budaya, fashion sesungguhnya bisa berucap banyak tentang identitas pemakainya.

Fashion juga dapat digunakan untuk menunjukkan nilai sosial dan status, karena orang bisa membuat kesimpulan tentang siapa anda, kelompok sosial mana anda, melalui medium fashion (Barnard, 2011: 100).

Selain fashion hijab yang telah dijelaskan sebelumnya, program tayangan Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 di Trans7 ini juga menampilkan sesuatu yang lain dari para finalis, seperti kecantikan, kecerdasan, dan bakat untuk melengkapi fashion hijab tersebut serta terlihat lebih manarik dan modern. Hal-hal tersebut saling berhubungan satu sama lain dan memiliki makna yang dapat memperlihatkan para

(15)

48

finalis sebagai perempuan yang inspiratif bagi masyarakat, khususnya sesama hijabers. Seperti yang diungkapkan oleh Dian Pelangi dalam bukunya Hijab Street Style :

“Mereka yang berkomitmen membuktikan cintanya kepada Allah dengan menutup aurat, mengombinasikannya dengan perkembangan trend di dunia. Lumrah bagi wanita ingin terlihat cantik, dengan niat menginspirasi sesama dan tampil cantik di depan suaminya dan pasti karena Allah Swt karena Allah mencintai keindahan, bukan?” (2012:11).

Gambar 11

Fashion Para Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Fashion yang ditunjukkan oleh semua para peserta memiliki warna- warna yang cerah. Model hijab pun dimodifikasi sedemikian rupa untuk menyesuaikan dengan pakaian yang dipakai. Selain memiliki warna yang cerah dan model yang berbeda-beda, penambahan perhiasan atau aksesoris semakin menambah para finalis terlihat menarik dan mendapat perhatian dari penonton. Hal ini tentu berbeda dengan hijab yang sudah diatur Al- Qur‟an dan Hadits dalam Islam. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa hijab yang dikenakan para finalis merupakan hijab yang dititikberatkan pada fashion, sehingga syarat syariah menjadi terabaikan. Sama halnya dengan

(16)

49

fashion hijab, maka hal-hal yang mengikutinya juga mengabaikan ajaran agama.

Karena lebih mengutamakan fashion, poin-poin yang telah disebutkan di atas ditampilkan dan dipadukan dengan fashion itu sendiri.

Sehingga menjadikannya perpaduan yang sesuai dengan modernitas bukan spiritualitas. Umberto Eco berpendapat bahwa semiotika berurusan dengan segala sesuatu yang bisa dipandang sebagai tanda. Sebuah tanda adalah segala sesuatu yang dapat dipakai pengganti sesuatu yang lain secara signifikan. Sesuatu yang lain tidak perlu benar-benar eksis atau berada di suatu tempat agar tanda dapat menggantikannya. Didalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015, hal tersebut dapat dilihat melalui tanda-tanda di bawah ini berdasarkan kategori penilaian Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015. Tanda-tanda ini memiliki fungsi untuk menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya sehingga dapat mewakili kategori Cantik, Cerdas, dan berbakat.

1. Warna Hijab

Dari segi warna, hijab para finalis Sunsilk Hijab Hunt memiliki warna-warna yang cerah dan berkilau. Dengan warna-warna yang cerah, tentu para penonton lebih tertarik dan memusatkan perhatian penuh kepada setiap finalis. Selain itu, tanda tersebut dapat dikonotasikan sebagai keceriaan dan semangat jiwa muda. Setelah melalui audisi yang panjang dan melelahkan, akhirnya tersisa delapan finalis yang bersaing di malam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015. Sebagai persaingan terakhir sebelum penentuan jawara Sunsilk Hijab Hunt 2015, warna-warna cerah hijab mereka menggambarkan keceriaan sebagai bentuk syukur karena telah mendapat banyak pengalaman dari masa audisi, karantina, hingga berada di grand final. Selain keceriaan, warna cerah juga melambangkan kesegaran jiwa kaum muda yang masih dipenuhi dengan semangat, gairah, dan mimpi yang besar. Hal ini juga disesuikan dengan umur para finalis yang rata-rata masih remaja.

(17)

50

Warna-warna tersebut juga mematahkan anggapan bahwa hijab hanya didominasi oleh warna hitam dan putih. Anggapan ini muncul karena pada awal perkembangan hijab di Indonesia sangat dipengaruhi oleh hijab di Timur Tengah yang memang hampir semua berwarna hitam dan putih. Warna hitam dan putih tersebut sebenarnya disesuaikan dengan keadaan di Timur Tengah yang panas dan banyak tempat suci bagi Islam.

Karenanya, Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam beraggapan bahwa hijab seharusnya warna hitam atau putih seperti di Timur Tengah. Dengan pakaian berwarna cerah dari para finalis Hijab Hunt menunjukkan bahwa tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa hijab harus hitam atau putih. Karena adapun warna pakaian selain putih dan hitam bukanlah termasuk kategori perhiasan, hal ini diperkuat dengan berdasarkan riwayat yang tidak diketuahi sebelumnya bahwa istri-istri Nabi shallallahu „alaihi wa sallam pernah mengenakan jubah berwarna merah.

2. Model Hijab

Jika biasanya hijab yang dipakai hanya sebuah gamis dengan hijab panjang dan lebar yang menutupi dada, beda dengan para finalis Sunsilk Hijab Hunt yang mengenakan dress panjang dengan modifikasi hijab.

Model pakaian dan hijab pun dibuat semenarik mungkin agar lebih terlihat cantik dan anggun.

(18)

51

Gambar 12

Gaya Berhijab Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Pakaian yang dipakai para finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015 merupakan pakaian yang dirancang oleh Dian Pelangi. Menilik ke belakang, Dian Pelangi merupakan fashion designer khusus hijab yang sukses mengembangkan hijab modern di Indonesia. Dia selalu menyuguhkan gaya fashion yang trendy. Pakaian yang dibuat dan dikenakan selalu modis dengan padu padan yang beragam namun tetap terlihat fashionable. Melalui ciri khas gaya busananya tersebut, seolah menjadi media bagi Dian Pelangi untuk menunjukkan identitas muslimah agar lebih mudah dikenali oleh masyarakat.

Cantik dan modis adalah gambaran wanita berhijab yang ingin ditunjukkan oleh Dian Pelangi. Sama halnya yang ingin Dian Pelangi sampaikan melalui fashion yang dikenakan para finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015. Melalui mereka, Dian ingin menyampaikan bahwa perempuan berhijab bisa tampil cantik dan modis sesuai dengan perkembangan jaman.

Sebelum fahion hijab berkembang pesat seperti sekarang, busana muslimah hanya berupa gamis dan kerudung lebar yang menutupi dada.

Mitos tentang perempuan berhijab yang kuno dan tidak modis diganti menjadi perempuan berhijab modis dan modern. Dan melalui fashion hijab yang dikenakan para finalis, semakin mengukuhkan identitas perempuan

(19)

52

yang lebih modern dan modis. Dengan model hijab tersebut juga akan lebih menunjukkan sisi anggun dari perempuan sehingga nantinya hijab bisa lebih diminati oleh muslimah lainnya, dan dapat mengajak mereka untuk berhijab tanpa rasa takut akan ketinggalan jaman atau kuno.

3. Make Up

Fashion hijab tidak terlepas dari perhiasan yang menghiasinya.

Salah satu perhiasan tersebut adalah make up. Begitu pula dengan para peserta Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang tampil menggunakan make up tebal di wajah mereka. Dalam hal ini, make up pada wajah dilakukan untuk menunjang penampilan mereka di atas panggung, dan tentu untuk menyesuaikan dengan fashion yang dikenakan. Penggunaan make up sendiri adalah sesuatu yang wajar bagi perempuan agar terlihat lebih menarik dan cantik.

Gambar 13

Make Up Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015 Gambar di atas merupakan salah satu bentuk riasan wajah pada finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015, Wiedya Permata. Terlihat bahwa Wiedya menggunakan make up tebal untuk tampil lebih cantik. Daerah sekitar mata yang dirias dengan eyeshadow, eyeliner, dan diberi bulu mata palsu.

Bagian dahi, pipi, hingga dagu diberi bedak tebal dan ditambah dengan

(20)

53

blush on bewarna merah muda. Sedangkan pada bibir diberi lipstick bewarna merah. Make up tebal dan rapi tersebut membuatnya semakin cantik dan terkesan glamour.

Penebalan pada bagian daerah mata dapat diinterpretasikan sebagai ketajaman. Mata identik dengan suatu kejujuran dan ketajaman, berdasarkan pepatah yang mengatakan bahwa mata tidak bisa berbohong.

Penekanan make up pada bagian mata bisa memberikan tatapan yang lebih tajam dan tegas dalam memandang sesuatu. Ketajaman dan ketegasan tersebut yang seolah menyampaikan kejujuran dan keyakinan dalam diri seorang hijaber. Sedangkan merah pada bibir melambangkan hasrat, keberanian, dan perjuangan perhatian. Keberanian tersebut menggambar betapa beraninya diri seorang Wiedya sebagai salah satu finalis yang dapat bertahan hingga tahap akhir. Selain itu, keberanian untuk menampilkan dirinya sendiri dan mengeluarkan sisi baru dalam kepribadiannya yang mungkin selama ini belum pernah ditunjukkan kepada orang lain. Warna merah juga melambangkan hasrat. Setiap finalis pasti memiliki hasrat dan keinginan yang sangat besar untuk menjadi juara Sunsilk Hijab Hunt 2015.

Hal ini mereka tunjukkan dengan keberanian dan semangat dalam mengikuti segala prosedur secara maksimal. Segala kerja keras mereka dari awal hingga akhir melambangkan hasyat dan semangat mereka untuk menjadi nomor satu. Merah juga merupakan warna yang cerah dan dapat diingat dengan mudah. Karena warnanya yang menonjol, membuat merah mendapat perhatian dari seseorang yang melihatnya. Sehingga dengan memakai warna merah dibibir, maka aura keberanian dan semangat yang tinggi dapat keluar dan dapat menarik perhatian dari yang melihatnya.

(21)

54

Gambar 14

Make Up Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Sedikit berbeda dengan gaya make up yang menempel di wajah Bella. Finalis satu ini tidak diberi make up yang terlalu merona. Meskipun di bagian mata masih diberi efek tajam, namun di bagian bibir terlihat tipis. Gaya make up Bella tersebut lebih memberi kesan sederhana dibanding dengan finalis lainnya. Gaya make up yang sederhana dirasa lebih pantas untuk Bella yang memang masih berusia 17 tahun. Sehingga membuat dirinya tidak terlalu tua dan masih polos untuk gadis seumurannya. Selain agar sesuai dengan usianya, kesederhanaan make up Bella juga menunjukkan karakter lemah lembut. Warna merah muda yang tipis pada bibir Bella menggambarkan sisi lembut dan manis dar sisi seorang gadis. Meski memiliki gaya make up yang berbeda, Wiedya dan Bella mampu menunjukkan aura kecantikan yang sesuai dengan karakter dan usia masing-masing, begitu pula dengan finalis lainnya yang tidak kalah kecantikannya. Fashion hijab dipadu-padankan dengan gaya make up yang sesuai mampu mewakili kecantikan fisik dari para finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015.

(22)

55 4. Pertunjukan Bakat

Menampilkan kecantikan fisik adalah suatu kewajiban yang dilakukan oleh peserta ajang kecantikan. Maka tak perlu diragukan lagi jika ajang-ajang seperti ini memiliki standar kecantikan tersendiri bagi pesertanya. Selain menampilkan kecantikan, para peserta pun juga harus mengeluarkan kemampuan yang ada di dalam dirinya. Begitu pula dengan para finalis Sunsilk Hijab Hunt yang menunjukkan bakat-bakat dari para hijabers-nya.

Gambar 15

Bakat Menyanyi Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 (Mayang)

Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Gambar di atas merupakan penampilan bakat salah satu finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015, Mayang Ayu Faluthamia. Mayang menampilkan kemampuan bernyanyinya di depan para juri dan penonton.

Membawakan lagu Price Tag dari Jessi J, Mayang berhasil memukau penonton dengan suara merdunya.

(23)

56

Gambar 16

Bakat Dubbing Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 (Devi) Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Finalis Sunsilk Hijab Hunt selanjutnya yang berhasil membuat penonton terhibur adalah Devi Handayani dan bonekanya. Devi menunjukkan keahliannya dengan mengisi suara Susan dan Doraemon.

Puppert show yang dilakukan Devi menceritakan tentang masa kecil yang menyenangkan. Sukses mengisi suara Susan dan Doraemon, ia juga menunjukkan kebolehannya dalam bernyanyi. Menyanyikan lagu Masa Kecil, Devi berhasil membawa penonton ke dalam nostalgia masa anak- anak.

Gambar 17

Bakat Taekwondo Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 (Carla) Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

(24)

57

Finalis ketiga adalah Carla Rizki Handayani. Dia mampu memukau penonton dengan kemampuannya bernyanyi lagu One Last Time milik Ariana Grande. Dengan fashion yang sedikit tomboy, Devi kemudian menunjukkan keahliannya dalam bela diri taekwondo. Ia menunjukkan tendangan dan pukulan, serta melakukan demonstrasi menyerang dan melindungi diri dari penjahat. Tak kalah mengejutkan, Devi juga berhasil mematahkan besi dengan kekuatan tendangannya.

Gambar 18

Bakat Menari Tradisional Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 (Wiedya)

Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Selanjutnya ada Wiedya Permata. Finalis ini menampilkan kemampuan menarinya dengan menarikan tarian tradisional, Jaipong.

Berbusana serba merah muda dan menggunakan kipas, Wiedya mampu menunjukkan keterampilannya yang luar biasa dalam menari tarian tradisional dan memperlihatkan rasa cinta terhadap budaya tradisional.

(25)

58

Gambar 19

Bakat Bernyanyi dan Memainkan Ukulele Fianalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 (Bella)

Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015 Momen mengharukan ditunjukkan Bella Almira saat menampilkan bakatnya. Sebagai finalis paling muda, Bella berhasil membuat sebagian penonton menangis. Awalnya, Bella menunjukkan kemampuannya dalam qira‟ah dengan memawakan QS. Al-Isra ayat 23-24 dimana ayat-ayat tersebut berisi tentang kemuliaan seorang ibu. Selanjutnya Bella kembali memukau penonton dengan bernyanyi lagu Ibu dengan memainkan alat musik ukulele yang mendapat sambutan meriah dari para penonton.

Gambar 20

Bakat Menari Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 (Rusfa) Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

(26)

59

Rusfa Tursina, finalis asal Aceh ini menampilkan kemampuannya dalam menari. Tarian yang dipilihnya adalah tari kontemporer, dimana Rusfa menggabungkan tari Saman, Tor-tor, Bali, dan tarian kreasi modern.

Gambar 21

Bakat Qira’ah Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 (Sabrina) Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Lantunan ayat-ayat Al Qur‟an disampaikan dengan apik oleh Sabrina Pasaribu. Melantunkan QS. Al Baqarah ayat 185, Sabrina mampu menghipnotis penonton dengan suara merdunya. Ayat suci yang dilantunkan Sabrina sendiri memiliki arti tentang hari di bulan ramadhan, dimana memberi petunjuk dan menjelaskan apa yang haq dan yang bathil.

Gambar 22

Bakat Bernyanyi Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 (Ninda) Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

(27)

60

Penampilan bakat finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang terakhir ditunjukkan oleh Ninda Putri Laili. Menyanyikan lagu I Have Nothing dari Whitney Houston, Ninda mampu memukau para penonton dengan nada- nada tinggi yang berhasil dicapainya. Meski lagu tersebut dikenal dengan nada tinggi dan teknik yang sulit tetapi Ninda mampu mencapai dan mnyelesaikan lagu tersebut dengan luar biasa.

Gambar 23

Qira’ah Para Finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

Kedelapan finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 berhasil memukau para penonton dengan bakat-bakat yang ditampilkannya.

Mereka semua tampil dengan percaya diri di hadapan dewan juri dan penonton, serta berusaha keras untuk memdapat perhatian penonton.

Selain bakat yang ditampilkan masing-masing finalis, mereka juga menunjukkan kebolehan mereka dalam membaca ayat suci Al Qur‟an.

Mereka membaca QS. AL-Imran ayat 102-109 secara bersama-sama dan menghasilkan lantunan yang indah.

Devi mampu mengambil hati penonton dengan kemampuannya mengisi suara untuk boneka Susan dan Doraemon. Keterampilan yang jarang ditemukan apalagi bagi seorang perempuan. Devi berhasil mengubah suaranya sebagai Doraemon dengan sempurna, bahkan sangat

(28)

61

persis dengan suara Doraemon yang sering ditayangkan di televisi Indonesia. Devi pun berhasil membuat orang yang menontonnya bernostalgia akan masa kecil dengan cerita yang disajikannya. Sedangkan Wiedya dan Rusfa menampilkan tarian yang luar biasa. Masa latihan yang singkat tidak membuat keduanya tampil dengan buruk. Justru mereka membuktikan bakatnya menarikan tarian tradisional dan modern. Dengan tarian tradisional, mereka menyampaikan rasa cinta terhadap budaya Indonesia, terkhusus budaya tarian Indonesia dan melestarikannya. Selain itu, tarian modern yang ditampilkan Rusfa dalam bentuk tarian kontemporer membuktikan bahwa ia bisa mengikuti jaman dan menjadi modern sesuai dengan apa yang digemari masyarakat, terutama remaja.

Penampilan memukau lainnya adalah penampilan Bella yang bisa bernyanyi sekaligus memainkan alat musik ukulele10. Bella membuktikan bahwa perempuan juga piawai dalam memainkan alat musik, yang selama ini masih didominasi oleh laki-laki. Apalagi yang dimainkannya adalah ukulele, alat musik yang jarang dimainkan oleh kaum muda seperti dirinya. Hal ini membuktikan bahwa perempuan juga bisa memiliki keterampilan seperti laki-laki, seperti bermusik. Bakat yang lebih mengejutkan adalah bakat Carla yang mampu melakukan gerakan-gerakan berbahaya dalam taekwondo. Taekwondo sendiri dikenal sebagai teknik bela diri yang sulit dilakukan, namun Carla sebagai perempuan dan berhijab sanggup melakukannya. Tak banyak perempuan yang jago melakukan taekwondo. Carla juga memperlihatkan kekuatannya dengan mematahkan besi-besi hanya dengan tendangannya. Citra perempuan yang biasanya digambarkan sebagai sosok yang lemah dan selalu tergantung pada laki-laki, berubah ketika penampilan Carla. Hijaber ini mampu menampilkan sosok perempuan yang kuat dan dapat melakukan perlindungan diri meski tanpa bantuan laki-laki. Bahkan Carla menunjukkan bahwa perempuan bisa lebih kuat daripada laki-laki.

10 Alat musik yang menyerupai dan dimainkan dengan dipetik seperti gitar, namum lebih kecil dan hanya berdawai empat. Biasanya digunakan untuk music keroncong.

(29)

62

Ada mitos di Indonesia yang menyatakan bahwa perempuan adalah kanca wingking (teman belakang). Hal ini diartikan bahwa perempuan tidak terlepas dari perannya di dapur dan hanya mengurus rumah tangga.

Perempuan dianggap lemah dan tidak diperbolehkan untuk keluar rumah agar lebih aman. Karena hal ini perempuan juga dianggap tidak pantas untuk menjadi seorang pemimpin. Mitos tersebut diperkuat dengan QS.

Al-Ahzab ayat 33. Karena ayat inilah, seorang perempuan diharuskan untuk berada di rumah dan menjaga penampilan serta tingkah lakunya di depan umum. Ayat tersebut yang berbunyi:

س س س

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al- Ahzab ayat 33)

Dilihat dari bakat-bakat para finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang beragam, menunjukkan bahwa perempuan tidak lemah seperti yang dipikirkan. Perempuan-perempuan tersebut memiliki kreativitas dan kemampuan yang luar biasa dan dapat melebihi kemampuan laki-laki dalam bidang tertentu. Para finalis mewakili perempuan-perempuan di luar sana untuk menyuarakan keinginan mereka untuk berkarya dan keluar dari ranah domestik. Hijab yang dikenakan pun juga tidak menghalangi bakat yang kelaur dari dalam diri mereka dan tidak membatasi untuk berkativitas. Dengan berhijab, mereka justru lebih percaya diri dan berani menunjukkan identitas mereka kepada masyarakat. Selain menunjukkan diri sebagai muslimah yang modern tanpa mngesampingkan aturan agama, para finalis juga menunjukkan identitas muslimah yang berbakat dan mampu mengispirasi perempuan-perempuan dengan keterampilan yang sudah ditampilkannya untuk berkarir diluar ranah domestik.

5. Tanya Jawab

Dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015, peserta juga harus menunjukkan wawasan mereka terhadap agama melalui sesi tanya jawab

(30)

63

dengan dewan juri. Sesi ini dilakukan saat setelah adu bakat. Setiap finalis mendapat satu pertanyaan dari juri dan mereka harus menjawab sesuai dengan pengetahuan dan pemikiran mereka sendiri. Finalis pertama yang mendapat pertanyaan setelah tampil adalah Mayang. Desy Ratnasari selaku juri bertanya kepada Mayang tentang definisi hijab. Dengan lantang Mayang menjawab pertanyaan tersebut dengan lancar,

“Assalamualaikum waroh-matullahiwabarokatuh. Terima kasih Mbak desy Ratnasari atas pertanyaannya. Hijab menurut saya adalah tata cara berpakaian menurut syariat agama Islam dan hijab merupakan identitas seorang muslimah. Seperti firman Allah di surat An-Nur ayat 31 bahwa mengajak muslimah untuk mengulurkan kain kerudungnya sampai batas dada. Dan a woman who is cover is staving herself and not letting all eyes upon her. Terima kasih. Wassalamualiakum waroh matulahhiwabarokatuh.”

Sedangkan Devi mendapat pertanyaan dari Dian Pelangi. Dian bertanya kepada Devi apa arti Islam dan arti menjadi seorang muslimah bagi dirinya? Devi pun menjawab,

“Baik Mbak Dian, terima kasih untuk pertanyaannya. Islam bagi saya merupakan agama roh matalinalamin yang memberikan banyak rahmat bagi manusia dan alam semesta, dimana di dalamnya terdapat hewan, tumbuhan, dan juga jin. Dan menjadi seorang muslimah merupakan anugerah terindah bagi saya yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.”

Finalis selanjutnya adalah Carla yang mendapat pertanyaan dari Dewi Sandra. Dewi Sandra bertanya, “Bagaimana cara terbaik untuk mengajak teman-teman kamu untuk juga berhijab?.” Carla menjawabnya dengan lancar,

“Bismillahhirohmanirohim. Terima kasih Kak Dewi Sandra untuk pertanyaannya. Menurut saya untuk mengajak teman saya untuk

(31)

64

berhijab adalah memberikan contoh pada diri kita sendiri. Jadi kita memberi contoh. Kita tidak mungkin kita tidak pakai jilbab tpi kita mengajak orang lain berjilbab. Jadi intinya, contohkan ke diri kita dulu. Lalu mungkin mentafsirkan surat An-Nur 31, Al- Zabah ayat 59 itu bisa disampaikan dengan perlahan-lahan.

Terima kasih.Wassalamualaikum waroh matulahhiwabarokatuh.”

Di segmen berikutnya, giliran Wiedya dan Bella yang diberi pertanyaan setelah penampilan mereka selesai. Wiedya mendapat pertanyaan dari Dewi Sandra yang menanyakan pendapatnya apakah taaruf masih relevan dilakukan di jaman sekarang. Wiedya mengeluarkan pendapatnya dengan menjawab,

“Assalamualaikum. Selamat malam. Terima kasih Kak Dewi Sandra untuk pertanyaannya. Saya akan coba menjawab. Taaruf adalah silaturahim dimana biasanya dihubungkan dengan suatu kegiatan atau aktifitas antara dua orang manusia, antara seorang muslim dan muslimah. Taaruf merupakan salah satu dari contoh dan juga dicontohkan oleh Rasullullah. Kita tahu bahwa apa yang dicontohkan oleh Rasullullah itu sifatnya kekal dan universal, tidak ada batasan waktu tentang keberlakuannya. Oleh karena itu, taaruf di masa ini, sekarang adalah hal yang cocok dan masih bisa dilaksanakan. Akan tetapi pelaksanaanya harus dilakukan atas pemahaman ilmu agama yang dalam sehingga orang akan terhindar dari zina. Terima kasih.”

Sedangkan Bella mendapat permintaan dari Dian Pelangi untuk menyebutkan hadits tentang keutamaan seorang ibu. Meskipun sedikir ragu, namun akhirnya Bella mengatakan,

“Bismillahirohmanirohim. Saya akan menjawab, terima kasih Kak Dian Pelangi sebelumnya. Sebenarnya untuk hadist saya kurang paham bahasa arabnya, yang jelas adalah kita dilarang atau diharamkan (haramallah) untuk durhaka kepada orang tua

(32)

65

kita, yaitu ibu kita. Ibu kita adalah surganya kita. Dan kemudian saya akan menggantinya dengan dalilnya boleh?

Surat Al-Imran. Terima kasih Kak Dian Pelangi.”

Kemudia tiga finalis terakhir yang diberi pertanyaan adalah Rusfa, Sabrina, dan Ninda. Dalam sesi tanya jawab, Dian Pelangi menanyakan kepada Rusfa, “apakah memakai hijab harus menunggu hidayah?”. Dan Rusfa pun menjawab dengan lancar,

“Baiklah. Terima kasih. Assalamualaikum. Menurut Rusfa, memakai hijab itu tidak perlu menunggu hidayah. Kapan sih kita harus memakai hijab? Tidak. Memakai hijab itu harus kita bangkitkan, harus tanamkan dari diri kita sendiri. Saya harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, saya harus bisa mensyiarkan cara berpakaian berhijab, sifat yang positif dan akhlak yang baik.

Nah, salah satu kuncinya adalah dari diri sendiri. Seperti itu Mbak Dian. Terima kasih.”

Setelah Rusfa, giliran Sabrina yang mendapat pertanyaan dari Desy Ratnasari. Desy bertanya, “apa pendapat Sabrina tentang Hijab syar‟i dan hijab modis?”. Dengan percaya diri Sabrina pun menjawab,

“Oke terima kasih atas pertanyaannya, Sabrina akan mencoba menjawab. Nah, hijab syar‟i adalah hijab yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Dia telah memenuhi hukum-hukum dalam ajaran Islam. Sedangkan hijab modis itu seperti hijab syar‟i tetapi dia lebih di modifikasi. Mengapa? Agar terlihat lebih menarik, jadi kedua-duanya ini adalah hijab syar‟i karena kalau bukan syar‟i, berarti bukan hijab namanya. Terima kasih.”

Pertanyaan terakhir dilontarkan Dewi Sandra untuk Ninda. Dewi bertanya,

“bagaimana menurut kamu tentang peraturan yang dibuat oleh

(33)

66

perusahaan-perusahaan yang melarang karayawannya berhijab?” Secara singkat dan jelas, Ninda menjawab,

“Perusahaan yang melarang karyawannya untuk memakai hijab yaitu perusahaan tersebut belum mengenal arti sepenuhnya arti tentang toleransi, apalagi sifatnya yang memaksa melalui peraturan, menurut saya kurang etis dan sangat tidak layak.

Terima kasih. Wassalamualaikum waroh-matullahiwabarokatuh.”

Menurut Tri Marhaeni Pudji Astuti dalam bukunya yang berjudul Konstruksi Gender dalam Realitas Sosial (2011), konstruksi sosial tidak terlepas dari image. Selama ini masih ada image bahwa perempuan adalah

“gagap teknologi” istilah populernya gaptek), perempuan terpinggirkan karena tidak menguasai teknologi, perempuan hanya masuk pada lapangan kerja yang padat karya bukan Hi-tech, ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dunia laki-laki karena itu adalah dunia keras, dan berbagai image yang lain yang meneguhkan bahwa perempuan tidak atau sulit memanfaatkan dan menggunakan teknologi. Banyak di antara para orang tua lebih menekankan tugas-tugas yang berkaitan dengan teknologi, keterampilan dan peralatan elektronik kepada anak laki-laki ketimbang kepada anak perempuan. sementara anak perempuan ditekankan pada tugas-tugas yang berkaitan semua hal yang berbau “care” merawat, mengasuh, melayani.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa laki-laki lebih menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dibanding dengan perempuan, dan hal ini dikarenakan ajaran sejak kecil oleh orangtua tentang pembagian kerja dan peran. Maka dari itu, perempuan dianggap tidak lebih pintar dan berpengetahuan dibanding laki-laki. Namun tampaknya hal tersebut tidak berlaku bagi para finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015. Finalis-finalis berhasil membuktikan bahwa perempuan pun bisa berpengetahuan luas dan memanfaatkan teknologi. Memamerkan bakat dan menjawab pertanyaan dari para dewan juri mampu menunjukkan sisi perempuan yang penuh dengan talenta.

(34)

67

Selain membuktikan sebagai perempuan yang berbakat dan memiliki ilmu pengetahuan, khususnya pengetahuan agama, tanya jawab yang dilakukan para finalis di atas panggung dapat diartikan sebagai keberanian mengeluarkan pendapat di depan umum. Karena selama ini perempuan kurang bisa mengeluarkan pendapat atau pikiran mereka yang terhalangi oleh peran mereka sebagai perawat rumah tangga yang harus berada di rumah. Keberanian mengeluarkan pendapat tersebut telah membantu mereka untuk lebih dikenal sebagai perempuan modern.

Di samping itu, bagaimana cara mereka menjawab bisa diinterpretasikan sebagai sebuah ketegasan. Hal ini kembali pada anggapan dimana perempuan tidak bisa membuat keputusan. Dan jawaban singkat namun jelas dari para finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 menunjukkan sikap ketegasan mereka, terutama mengenai topik atau permasalahan yang dikemukakan. Jawaban-jawaban tersebut merupakan ketegasan mereka dalam membuat keputusan dan bagaimana keputusan tersebut seharusnya dijalankan. Bahkan beberapa dari finalis menyatakan setuju atau tidaknya terhadap masalah-masalah yang sering dirasakan masayarakat, khususnya bagi yang muslim. Sehingga hal ini tentu mengubah pandangan-pandangan buruk mengenai sikap diam yang selama ini ditunjukkan oleh perempuan-perempuan Indonesia.

Telah dijelaskan di atas bahwa para finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 melakukan rangkaian kegiatan yang mendukung penampilan mereka. Dari mulai model hijab yang berwarna, make up, pertunujukkan bakat, dan tanya jawab menjelaskan bahwa kedudukan perempuan di mata masyarakat sedang diangkat. Para perempuan tersebut digambarkan sebagai sosok yang berbakat dalam berbagai bidang. Namun di sisi lain, serangkaian pertunjukkan oleh para finalis justru melawan aturan agama Islam itu sendiri. Karena didalam Islam sudah diatur bagaimana seorang perempuan harus berpakaian dan bertindak.

Perempuan muslim harus berpakaian tertutup dan tidak memamerkan tubuhnya, serta harus bertindak dengan sopan dan menjaga diri dengan

(35)

68

patuh pada suami dan tinggal di rumah. Ketika ingin berdandan maupun pergi keluar rumah pun, mereka harus seijin suaminya.

Di situlah terjadi pertentangan makna antara feminisme dan modernitas dengan spiritualitas. Di satu sisi, penggambaran perempuan berhijab oleh Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 membawa perempuan ke ranah publik yang modern dan melepaskan perempuan dari belenggu ranah domestik. Sedangkan di sisi spiritualitas, perempuan-perempuan tersebut telah melanggar beberapa aturan agama yang mengharuskan perempuan untuk lebih fokus pada ranah domestik daripada publik.

Memakai hijab yang tidak sesuai syar‟i, menggunakan make up untuk perhiasan atau memperindah diri merupakan pelanggaran yang terlihat jelas dari ajang tersebut. Menunjukkan bakat di hadapan publik jika itu untuk memberi inspirasi ke orang lain memang sah-sah saja, namun apabila hal itu ditunjukkan untuk pamer atau mendapat perhatian orang lain untuk kepentingan pribadi tentu menjadi hal yang berbeda karena dianggap riya‟ (pamer).

Hal tersebut di atas seperti apa yang dikatakan oleh Umberto Eco mengenai semiotika yang dipakainya,

“Semiotika secara prinsipil adalah disiplin yang mengkaji segala sesuatu yang dapat digunakan berbohong. Jika sesuatu tidak dapat digunakan untuk mengekspresikan kebohongan, maka dia juga tidak bisa dipakai untuk mengatakan apa-apa” (2009:7).

Sama halnya dengan program acara Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 beserta makna yang telah dijelaskan sebelumnya, ia menyampaikan kebenaran tentang perempuan berhijab masa kini yang terlihat beragama atau religius tapi tetap modis dengan mengedepankan fashion. Hal tersebut didasarkan pada perempuan-perempuan yang selalu ingin tampil sesuai dengan perkembangan trend fashion, sehingga membawa mereka untuk selalu mengikutinya agar tampil cantik, modis, dan tidak ketinggalan jaman.

(36)

69

Sejalan dengan tampilan yang disampaikan program Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 di atas, ia juga menghadirkan apa yang Eco sebut fakta lain yang berdampingan dengan kebenaran yang disampaikan.

Perempuan berhijab ditampilkan lebih modern dengan hijab dan pakaian yang dipakainya. Model dan warna hijab dibuat beragam. Ia menanamkan ideologi dimana seolah-olah muslimah harus modis meski dengan berhijab, seperti yang ditampilkan para finalis. Namun hal itu justru bertentangan dengan aturan agama Islam dan norma yang berlaku. Syarat syar‟i dalam menggunakan hijab menjadi terabaikan karena lebih mengedepankan fashion. Dengan kata lain, program Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 memberikan identitas semu tentang muslimah yaitu cantik dengan berhijab, cerdas dan berbakat. Identitas tersebut merupakan identitas yang dibentuk sendiri oleh program acara tersebut dan bukan berdasarkan aturan dan norma yang berlaku sesungguhnya.

5.3 Hiperealitas Perempuan Ideal Versi Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015

Dalam pembahasan sebelumnya telah sering disebutkan kata cantik atau modis. Cantik sendiri identik dengan perempuan. Pepatah mengatakan bahwa cantik itu relatif atau bersifat subyektif. Namun di dalam media, cantik seringkali divisualisasikan dengan perempuan berkulit putih atau kuning langsat, rambut panjang dan hitam, tinggi, dan bertubuh langsing.

Melliana (2006) pun mengatakan bahwa konsep kecantikan dalam media yang dikonstrusikan sebagai „ideal‟, kebanyakan berkutat pada keindahan tubuh atau fisik. Penyataan ini didukung dengan banyaknya iklan-iklan yang menggunakan perempuan sebagai modelnya. Banyak di antara mereka dipilih karena memiliki wajah cantik, bertubuh tinggi dan berkulit putih.

(37)

70

Gambar 24

Kecantikan versi Kontes Miss Indonesia Sumber: www.missindonesia.co.id

Selain dari iklan, kecantikan perempuan juga ditunjukkan lewat ajang- ajang kecantikan yang diselenggarakan tiap tahunnya. Di Indonesia sendiri terdapat dua ajang kecantikan yang paling mendapat perhatian, yaitu Miss Indonesia dan Putri Indonesia. Dimana pemenang ajang-ajang tersebut juga akan dikirim untuk diadu kecantikannya dalam kontes kecantikan bertaraf internasional, Miss Universe dan Miss World.

Sementara dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 yang mengikuti budaya Islam, cenderung lebih menggabungkan kecantikan rohani atau spiritual dan kecantikan ragawi atau fisik. Kecantikan spiritual ini dilihat dari akhlak dan kepatuhannya dalam menjalankan perintah agama. Seperti dalam Hadits Rasulullah ”Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian,tapi ia melihat hati dan amal kalian.” (HR.Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah). Dalam Hadits lain Rasulullah mengatakan, ”Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik

(38)

71

perhisannya adalah wanita shalehah.” (HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai). Salah satu syarat keshalehan itu adalah harus menutupi auratnya atau berhijab. Hal ini juga bisa langsung dilihat dari judul program yang hanya mengkhususkan pada perempuan berhijab saja.

Namun seiring perkembangan jaman, media memiliki kemampuan untuk mentransformasikan budaya, ia menjadi jembatan untuk mentranformasikan wacana kecantikan baru bagi perempuan yang mana mempengaruhi mereka terutama muslimah yang awalnya hanya fokus pada kecantikan spiritual menjadi fokus pada kecantikan fisik atau ragawi juga.

Wacana-wacana kecantikan yang beredar menggambarkan bahwa mitos kecantikan yang dulu objeknya hanya seputar tubuh, kini telah meluas ke dunia fashion bahkan merebak di wilayah busana muslim yang mana busana muslim diracang lebih modis dan trendy.

Seiring dengan perkembangan fashion hijab sendiri, perempuan muslim menjadi memiliki kesempatan untuk mengubah dan menunjukan identitasnya melalui hijabnya. Sama halnya yang ditunjukkan para muslimah di Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015. Mereka mencoba menggabungkan kecantikan spiritual dan ragawi/ fisik. Dengan berhijab, finalis-finalis tersebut telah menunjukkan kecantikan spiritual, sedangkan fashion hijab merupakan wakil dari kecantikan ragawi/ fisik dimana ia didukung pula dengan make up pada wajah para finalis. Untuk melengkapi kecantikannya, memiliki wawasan yang luas terutama dalam ilmu agama juga dihadirkan dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015. Dalam Islam, seorang muslimah akan memiliki kecantikan sempurna apabila ia memiliki ilmu dan dengan ikhlas membagikannya kepada orang lain. Ketika sesi tanya jawab berlangsung, para finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 menunjukkan pengetahuannya dalam bidang agama dan membagikan pemikirannya kepada penonton.

Kecantikan perempuan tersebut merupakan identitas baru yang dibentuk oleh Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 untuk dinikmati oleh penonton dan media itu sendiri. Identitas baru tersebut merupakan identitas

(39)

72

semu yang ditanamkan ke pemikiran penonton, bahwa perempuan cantik adalah berhijab, berbakat, dan cerdas. Identitas semu ini merupakan hiperrealitas yang ditawarkan oleh media sebagai aksi lebih lanjut dari kebohongan sebelumnya. Hiperrealitas tersebut adalah kondisi yang dibangun Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 dimana ia menghadirkan masa lalu, yaitu perempuan cantik yang berhijab, kembali ke masa sekarang sebagai sebuah salinan kecantikan hijab tersebut.

Akibat dari hiperrealitas ini adalah perempuan cantik ideal versi Grand final Sunsilk Hijab Hunt 2015 adalah ia dianggap lebih nyata dari aslinya. Hal itu terjadi karena ada peleburan antara perempuan berhijab syar‟i dan perempuan berhijab modern. Perempuan-perempuan tersebut justru menjadi jauh berbeda dari realitanya. Ini juga disebabkan karena dalam hiperrealitas tidak bisa dilihat batasan antara mana yang nyata mana yang bukan. Sehingga perempuan cantik yang berhijab, cerdas, dan berbakat tersebut seakan-akan adalah realita yang terjadi sehingga ia lebih mudah diterima oleh penonton karena ia mampu menghadirkan kesenangan bagi penontonnya. Jadi, penonton merasa sedang bernostalgia dengan bersenang-senang dengan keinginan yang telah diimpikan mengenai kecantikan fisik namun tetap terlihat beraagama. Lebih jauh, identitas tersebut adalah hal yang wajar dan biasa saja untuk di masa sekarang serta dianggap memang seperti itulah seharusnya. Hal inilah yang disebut oleh Ibrahim (2007) sebagai ideologi yang (samar-samar) dibentuk media namun akan tertanam kuat dipikiran penontonnya.

Pembentukan hiperrelitas oleh Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 bukan tanpa tujuan. Identitas yang ditampilkan dalam program tersebut sengaja ditampilkan untuk memperoleh keuntungan yang diinginkan media. Seperti pendapat Widodo dalam Haryadi (2010) yang menyatakan ketika Islam masuk kedalam media maka ia bukan lagi merupakan soal keagamaan melainkan sebagai produk komersial. Sama halnya dengan hiperrealitas perempuan cantik dalam Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015, ia merupakan produk komersial. Yang dimaksud produk

(40)

73

komersial dalam konteks ini adalah perempuan cantik dan berhijab tersebut secara tidak langsung dijadikan subyek untuk meraup keuntungan finansial.

Dalam istilah semiotika media hal ini disebut dengan komodifikasi.

Vincent Moscow (2009), mendefinisikan komodifikasi sebagai proses mengubah barang dan jasa, termasuk komunikasi, yang dinilai karena kegunaannya, menjadi komoditas yang dinilai karena apa yang akan mereka berikan di pasar. Dengan kata lain, komodifikasi merupakan pemanfaatan isi media dilihat dari kegunaannya sebagai komoditi yang dapat dipasarkan. Komodifikasi dapat diasumsikan sebagai proses transformasi barang dan jasa dari nilai gunanya menjadi komoditas yang berorientasi pada nilai tukarnya di pasar, karena nilai tukar berkaitan dengan pasar dan konsumen, maka proses komodifikasi pada dasarnya adalah mengubah barang/jasa agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Sehingga dapat dipahami bahwa dibentuknya hiperrealitas selain untuk memenuhi keinginan pasar, juga bertujuan untuk meraih keuntungan materi dengan berjualan yang memanfaatkan isi program tayangan Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015 beserta hal yang berkaitan dengannya.

Agama Islam, khususnya hijab menjadi topik utama dimana ia digunakan untuk memperoleh keuntungan. Didukung dengan identitas baru yang ditawarkan oleh Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015, popularitas fashion hijab modern menjadi sebuah celah bagi pelaku ekonomi yang ingin mengambil keuntungan dari fenomena tersebut. Hijab menjadi sebuah industri yang terus berkembang. Semua pernak-pernik hijab dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya dan dijual di pasaran. Sadar atau tidak, hijab telah menjadi sebuah komoditas.

Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa produk menawarkan diri untuk menjadi sponsor dan secara tidak langsung mengiklankan produknya melalui program tayangan Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015. Sebut saja Sunsilk yang menjadi sponsor utama, hijab milik Dian

(41)

74

Pelangi, kapsul kesehatan EverE, dan hijab Elzata. Atas alasan inilah, hiperrealitas tentang perempuan dibangun agar produk-produk tersebut laku dan menghasilkan keuntungan lebih besar dari sebelumnya.

Gambar 25

Iklan Shampo Sunsilk oleh Finalis Sunsilk Hijab Hunt 2015 Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015 Gambar di atas merupakan cuplikan dari cara Sunsilk mempromosikan produknya. Promosi yang mereka lakukan adalah dengan menggunakan keahlian akting tiga finalis Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015. Meskipun Sunsilk merupakan shampo yang tidak ada hubungan langsung dengan hijab maupun keagamaan, namun Sunsilk menggunakan hijab sebagai daya tarik promosinya. Berhijab sering diidentikan dengan panas atau gerah dan gatal pada kulit kepala. Dengan alasan tersebutlah Sunsilk membuatkan khusus Sunsilk Clean & Fresh khusus untuk perempuan berhijab. Pemanfaatan Sunsilk menggunakan hijab sebagai promosi produk juga ditunjukkan dengan tagline bersih, segar, dan berhijab.

Beda dengan hijab Dian Pelangi dan Elazata. Produk Hijab tersebut secara tidak langsung mempromosikan karyanya lewat pakaian dan hijab yang dipakai oleh para finalis Grand Dinal Sunsilk Hijab Hunt 2015, serta dari template di televisi.

(42)

75

Gambar 26 Hijab Dian Pelangi

Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015 Gambar tersebut merupakan salah satu contoh bentuk promosi dari hijab Dian Pelangi. Hijab yang dipakai oleh semua peserta saat perkenalan hingga unjuk bakat adalah hijab karya Dian Pelangi. Didukung dengan template yang ada di layar televisi, membuat penonton tahu bahwa hijab tersebut adalah dari Dian Pelangi, yang juga merupakan salah satu juri.

Trend hijab Dian Pelangi yang sudah terkenal di media sosial, bisa dilihat melalui televisi juga lewat Grand Final Sunsilk Hijab Hunt.

Selain hijab Dian Pelangi, ada satu lagi produk hijab yang menjadi sponsor untuk program acara Grand Final Sunsilk Hijab Hunt 2015, yaitu hijab Elzata.

(43)

76

Gambar 27 Hijab Elzata

Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015 Hijab Elzata diberi scene khusus untuk mempromosikan hijabnya. Dengan gaya lebih sederhana namun tetap elegan, para peseta melakukan catwalk seperti model-model pada peragaan busana. Disamping itu, promosi Elaza juga dilakukan oleh pembawa acara sebelum para finalis melakukan catwalk dan lewat template yang ada di layar televisi.

Selain itu, ada pula produk kecantikan yaitu EverE. Ia merupakan produk yang mengajak perempuan untuk merawat kecantikannya tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam.

Gambar 28 Iklan Produk EverE

Sumber: www.youtube.com, diunduh Selasa, 27 Oktober 2015

(44)

77

Seperti dalam agama Islam, kecantikan seorang tidak hanya dilihat dari kecantikan fisik, namun kecantikan dari hati juga. Produk EverE memanfaatkan hal ini untuk mengajak para muslimah untuk merawat kecantikan kulitnya tidak hanya dari luar. Seperti yang dikatakan Bella pada adlibs EverE, “ jadi EverE250 ini mampu meregenerasi kulit dari dalam, mengahambat penuaan dini dan dan memperbaiki elastisitas kulit.

Nah, EverE250 juga gelatin free loh, jadi 100% alami dan halal. Dan kita tidak perlu ragu dong mengkonsumsinya. Kalau hati kita nyaman, insyaallah kecantikan itu akan terpancar”. Sehingga diharapkan dengan produk ini, kecantikan bisa tampak dari fisik dan juga aura dari dalam seseorang.

Dari produk-produk yang hadir dengan program acara Sunsilk Hijab Hunt 2015 tersebut, terlihat bahwa mereka mempromosikan produk untuk mendapat keuntungan lebih. Mereka menggunakan identitas bentukannya, khususnya tentang hijab untuk memperkuat pengaruh produknya kepada penonton. Dengan beberapa produk tersebut sebagai sponsor, tentu pihak media juga memperoleh keuntungan besar. Selain program acara Grand Final Sunsilk Hijab 2015 lancar, para kaum kapitalis juga memperoleh keuntungan finansial.

Referensi

Dokumen terkait

AT Command menyediakan interface untuk berinteraksi dengan modul untuk melakukan berbagai tugas seperti mendapatkan informasi perangkat atau

Hasil analisis ragam menunjukkan tiga bahan pelapis terbaik, yaitu CMC 1%, CMC 1.5% + gipsum 1%, dan CMC 1.5% + talk 1% yang menghasilkan nilai lebih tinggi pada tinggi bibit,

Halstead, yang setelah menyaksikan permianan ini, menganggap bahwa permainan bola voli lebih sesuai menjadi nama permainan ini mengingat ciri permainannya ini yang di mainkan dengan

Setelah mendengarkan lagu pemandangan dan menyimak puisi yang dibacakan oleh guru, siswa dapat membaca puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang wajar dan baik.. Setelah

 Dengan membaca wacana tentang perubahan wujud benda mencair, siswa dapat mengidentifikasi informasi yang terkait dengan perubahan wujud mencair dengan tepat?.

Dengan kata lain, kluster 1 merupakan kelompok programmer berjiwa muda yang memiliki semangat tinggi untuk mencari informasi, berinovasi, kerja berkualitas, dan dapat

Dengan tujuan Untuk mengetahui apakah family control, firm risk, firm size dan firm age berpengaruh terhadap profitabilitas dan nilai perusahaan.Hasil dari penelitian ini yaitu