BAB II
DESKRIPSI BANK RAKYAT INDONESIA
2.1 Sejarah Bank Rakyat Indonesia
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang
terbesar di Indonesia. Pada awalnya BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto yaitu suatu lembaga keuangan yang melayani orang- orang berkebangsaan Indonesia. Lembaga tersebut berdiri pada tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.
Pada periode setelah kemerdekaan Republik Indonesia (RI), berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 1 tahun 1946 Pasal 1 disebutkan bahwa BRI sebagai Bank Pemerintah pertama di RI. Dalam masa perang mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1948, kegiatan BRI sempat terhenti untuk sementara waktu dan mulai aktif kembali setelah perjanjian Renville pada tahun 1949 dengan berubah nama menjadi Bank Rakyat Indonesia Serikat. Pada waktu itu melalui PERPU No. 41 tahun 1960 dibentuklah Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang merupakan peleburan dari Bank Tani Nelayan dan Nederlandsche Maatschappij (NHM). Berdasarkan Penetapan Presiden (Penpres) No. 9 tahun 1965, BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi Tani dan Nelayan. Setelah berjalan selama satu bulan,
keluar Penpres No. 17 tahun 1965 tentang pembentukan bank tunggal dengan nama Bank Negara Indonesia.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 14 tahun 1967 tentang UU Pokok Perbankan dan UU No. 13 tahun 1968 tentang UU Bank Sentral, yang intinya mengembalikan fungsi Bank Indonesia sebagai Bank Sentral dan Bank Negara Indonesia Unit II Bidang Rular dan Ekspor Impor dipisahkan masing-masing menjadi dua Bank yaitu Bank Rakyat Indonesia dan Bank Ekspor Impor Indonesia. Selanjutnya, berdasarkan UU No. 21 tahun 1968 menetapkan kembali tugas-tugas pokok BRI sebagai bank umum.
Sejak tanggal 1 Agustus 1992 berdasarkan UU Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992, status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah RI. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30%
saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini. Berikut adalah Gambar 2.1 mengenai logo Bank Rakyat Indonesia:
Gambar 2.1. Logo Bank Rakyat Indonesia Sumber: BRI (2014)
Sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank BRI memiliki visi, misi dan tujuan sebagai berikut:
1. Visi BRI adalah menjadi bank komersil terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah.
2. Misi BRI adalah:
a. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan pada usaha mikro, kecil dan menengah untuk menunjang peningkatan perekonomian masyarakat.
b. Memberikan pelayanan prima kepada nasabah melalui jaringan kerja yang tersebar luas dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dengan melaksanakan praktek Good Corporate Governance (GCG).
c. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).
3. Tujuan BRI adalah:
a. Menjadi bank sehat dan salah satu dari lima bank terbesar dalam aset dan keuntungan.
b. Menjadi bank terbesar dan terbaik dalam pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah.
c. Menjadi bank terbesar dan terbaik dalam pengembangan agrobisnis.
d. Menjadi salah satu bank go public terbaik
e. Menjadi bank yang melaksanakan GCG secara konsisten.
f. Menjadikan budaya kerja BRI sebagai sikap dan perilaku semua insan (BRI, 2014).
2.2 Lingkup Bidang Usaha Bank Rakyat Indonesia
BRI sebagai bank BUMN memiliki kegiatan utama yaitu menghimpun dana dari berbagai sumber dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada pihak yang membutuhkan dana keuangan dalam bentuk pinjaman. Lingkup bidang usaha BRI berfokus pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). BRI juga mengembangkan banyak anak perusahaannya, seperti BRI Syariah, BRI Agro, Asuransi Bringin Life, dan lainnya. Lingkup usaha dan bentuk produk-jasa BRI dapat terlihat pada Tabel 2.1 berikut:
Tabel 2.1 Lingkup Usaha dan Bentuk Produk-Jasa BRI Lingkup Usaha BRI Bentuk Produk-Jasa BRI Simpanan deposito, giro, dan tabungan
Kredit/Pinjaman mikro (kupedes), retail (komersil dan konsumtif) dan menengah (agribisnis dan bisnis umum)
Internasional Money Changer, Fast Remittance, Trade Finance- Services dan Financial Institution
Jasa Bisnis RTGS, kliring, bank garansi, ATM, layanan ekspor dan impor, dan layanan remittance
Jasa Keuangan Bill payment, penerimaan setoran, transaksi online Jasa Kelembagaan SPP online, Cash Management BRI, Pembayaran:
pajak, BPJS, telepon, PLN, PDAM, kartu kredit E-Banking ATM BRI, SMS Banking, Internet Banking, E-
Buzz, KIOSK BRI, Mini ATM BRI, BRIZZI, MoCash, EDC Merchant
Produk Konsumer kartu kredit, Kredit Kepemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor
Investasi BRI DPLK, ORI
Layanan Prioritas reksadana, bisnis prioritas, kartu BRI Prioritas Sumber: BRI (2014)
Pada Tabel 2.1 merupakan lingkup usaha dan bentuk produk-jasa BRI yang dapat dipilih oleh nasabah BRI agar semua kebutuhan nasabah dapat terpenuhi dengan cepat, aman dan nyaman. Dengan memperkuat fokus pada segmen UMKM dan usaha penguatan dana ritel dengan mengedepankan kebijakan
prudential banking, memperluas jaringan unit kerja dan e-channel, serta melakukan pengembangan e-banking, termasuk produk dan layanan berbasis IT lainnya yang menghasilkan fee based income (FBI) merupakan bentuk strategi nyata yang telah dijalani oleh BRI.
Pada tanggal 23 April 2014, BRI telah mempublikasikan Kinerja Keuangan triwulan I 2014 sebesar Rp 5,9 triliun, atau naik 17,86 % dari tahun sebelumnya.
Pada triwulan II 2014, BRI membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 11,72 triliun atau naik sebesar 17,11 % dari tahun sebelumnya. Pada triwulan III 2014, BRI membukukan laba bersih Rp 18,12 triliun atau meningkat sebesar 19 % dari tahun sebelumnya.
Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan dalam bertransaksi, BRI terus mengembangkan jaringan unit kerja baik melalui outlet konvensional maupun e-channel. Per September 2014, BRI telah memiliki 665 unit kerja konvensional, baik dalam bentuk Kantor Wilayah, Kantor Cabang, hingga Teras BRI keliling. BRI memiliki 10.234 jaringan kerja konvensional, yang terdiri dari 8.204 jaringan mikro, termasuk Teras BRI dan Teras BRI Keliling, 972 Kantor Kas, 581 KCP, 457 Kantor Cabang, serta 19 Kantor Wilayahnya yang terhubung real time online. Sementara itu, peningkatan jumlah jaringan e-channel didominasi oleh pertambahan Electronic Data Capture (EDC), yaitu dari 32.144 menjadi 96.608 unit, serta Automatic Teller Machine (ATM), yang bertambah sebesar 3.910 menjadi 19.512 unit. Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan laba BRI, selain menjadi Market Leader di bisnis mikro, strategi BRI adalah mengoptimalkan kinerja e-channel dan e-banking serta meningkatkan cross-
selling dan integrated marketing. Kinerja e-banking BRI yang terus meningkat dapat dilihat dari peningkatan jumlah pengguna, jumlah transaksi dan volume transaksi pada ATM, Mobile Banking dan Internet Banking BRI.
Dari sisi pendanaan, BRI berhasil menumbuhkan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Per Akhir September 2014, total DPK BRI mencapai Rp 544,27 triliun atau tumbuh 19,7 % year on year (yoy), dengan rekening tabungan mencapai 46,52 juta. Pertumbuhan tabungan BRI juga secara konsisten selalu di atas rata-rata industri, dengan prosentase sebesar 13,5 % atau lebih tinggi dari pertumbuhan tabungan industri perbankan nasional yang sebesar 8,6 %. Berikut merupakan data dana simpanan BRI Cabang Depok Tahun 2011-2014:
Tabel 2.2 Data Dana Simpanan BRI Cabang Depok Tahun 2011-2014 Keterangan Dana Simpanan Nasabah BRI (Juta Rupiah)
2011 2012 2013 2014
Giro 501.552 437.924 577.908 196.842
Tabungan 651.102 816.809 968.895 948.275
Deposito 241.001 287.335 341.089 526.120
Total Simpanan 1.393.655 1.542.068 1.887.892 1.671.237 Sumber: BRI Cabang Depok (2014)
Berdasarkan Tabel 2.2, dapat terlihat adanya ketidakstabilan jumlah dana simpanan, baik dalam bentuk giro, tabungan maupun deposito di BRI Cabang Depok. Peningkatan dana deposito dapat terlihat pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp 241.001 juta hingga mencapai Rp 526.120 juta pada tahun 2014.
Ketidakstabilan jumlah dana terdapat pada dana tabungan dan giro. Dana tabungan dapat terlihat peningkatan pada tahun 2011 yaitu sebesar Rp 651.102 juta hingga tahun 2013 yaitu sebesar Rp 968.895 juta, namun pada tahun 2014 terjadi sedikit penurunan yaitu sebesar Rp 948.275 juta. Pada dana giro dapat terlihat penurunan dana yaitu dari Rp 501.552 juta pada tahun 2011 menjadi Rp
437.924 juta pada tahun 2012, kemudian meningkat Rp 577.908 juta pada tahun 2013 dan mengalami penurunan kembali pada tahun 2014 yaitu sebesar Rp 196.842 juta. Data-data jumlah dana simpanan tersebut menjadi acuan dalam pencapaian target BRI Cabang Depok untuk terus maju meningkatkan dana simpanannya agar BRI Cabang Depok bisa maju dan terdepan. Kinerja yang kuat tersebut merupakan hasil nyata dari strategi yang telah diterapkan BRI.
Peningkatan laba bersih BRI ditopang oleh kenaikan penyaluran kredit yang terjadi di seluruh segmen bisnis. Total kredit yang sudah disalurkan mencapai Rp.
464,19 triliun pada akhir September 2014 atau meningkat 12,32 %. Dari semua segmen kredit, segmen mikro masih mendominasi dengan pertumbuhan sebesar 15,8 % yoy menjadi Rp 148,43 triliun atau meningkat sebesar Rp 20,2 triliun, dengan jumlah nasabah yang meningkat menjadi 7,1 juta nasabah. Penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) BRI juga menunjukkan trend positif. Secara keseluruhan realisasi outstanding KUR yang disalurkan BRI mencapai Rp 32,03 triliun, atau meningkat 21,94 % yoy, dengan jumlah nasabah yang meningkat menjadi 3 juta nasabah. Upaya BRI dalam membina nasabah KUR memperoleh hasil memuaskan (Satria, 2014). Berikut merupakan data dana pinjaman BRI Cabang Depok Tahun 2011-2014:
Tabel 2.3. Data Dana Pinjaman BRI Cabang Depok Tahun 2011-2014 Keterangan Dana Pinjaman Nasabah BRI (Juta Rupiah)
2011 2012 2013 2014
Ritel Komersil (<Rp 5 M) 274.340 309.340 388.300 414.112 Konsumtif Briguna 221.862 254.175 286.363 295.213 Konsumtif KPR, KKB, KMG 76.140 121.234 106.117 88.373
Kupedes Rakyat 29.166 37.458 57.363 54.724
Program (KUR/Non-KUR) 25.476 19.525 26.033 28.039 Total Pinjaman 626.984 741.732 864.176 880.461 Sumber: BRI Cabang Depok (2014)
Secara garis besar yang terdapat pada Tabel 2.3, terlihat adanya peningkatan jumlah dana pinjaman BRI Cabang Depok yaitu sebesar Rp 626.984 juta pada tahun 2011 hingga mencapai Rp 880.461 juta pada tahun 2014. Dana pinjaman tersebut meliputi pinjaman dalam bentuk ritel komersil, konsumtif briguna, konsumtif KPR/KKB/KMG, kupedes rakyat, dan program (KUR/Non-KUR).
Peningkatan dana pinjaman tersebut menunjukkan bahwa BRI mampu menumbuhkan dana kreditnya.
2.3 Sumber Daya Bank Rakyat Indonesia
Industri perbankan sangat mengandalkan kemajuan usahanya pada kesiapan SDM yang akan mengelola kegiatan usahanya. Kesiapan sumber daya manusia ini sangat bergantung pada sistem pengembangan kompetensi berupa skill dan knowledge yang dimiliki industri perbankan.
Salah satu kantor BRI yang besar adalah BRI Cabang Depok, dimana cabang ini memiliki 3 KCP, 2 Kantor Kas dan 12 unit yang selalu siap melayani kebutuhan nasabahnya. Berikut data jumlah pegawai BRI Cabang Depok:
Gambar 2.2. Jumlah Pegawai BRI Cabang Depok Sumber: SDM BRI Cabang Depok, 2014
135
183
118 Pegawai Kontrak
Pegawai Tetap Pegawai Outsoursing
Berdasarkan Gambar 2.2 tersebut, jumlah pegawai BRI cabang Depok adalah sekitar 312 orang, dimana terdiri dari 135 orang pegawai kontrak, 183 orang pegawai tetap dan 118 orang pegawai outsourcing. Pegawai outsoursing merupakan pegawai yang berasal dari pihak ketiga, seperti PT PKSS, PT Mutual Plus, PT IMS dan lainnya dan bukan berada di bawah naungan Manajemen BRI secara langsung. Dalam perekrutan pegawai tetap dan kontrak, Manajer SDM BRI mempunyai beberapa kualifikasi handal yang menjadi patokan diterimanya seseorang untuk menjadi pegawai di BRI. Salah satunya adalah berdasarkan tingkat pendidikan. Adanya kriteria tersebut diyakini pegawai akan mampu melaksanakan dan bertanggungjawab terhadap semua tugas yang diberikan perusahaan, khususnya suatu pekerjaan yang memiliki resiko yang besar. Berikut merupakan data tingkat pendidikan pegawai BRI Cabang Depok:
Tabel 2.4 Jumlah Pegawai BRI Cabang Depok Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tingkat Pendidikan Pegawai BRI Cabang Depok (Orang) Pegawai Tetap Pegawai Kontrak
SMA 7 14
D3 atau Sederajat 79 44
S1 85 68
Pasca Sarjana 12 9
Jumlah Pegawai 183 135
Sumber: SDM BRI Cabang Depok (2014)
Tabel 2.4 memperlihatkan tingkat pendidikan terbanyak pegawai tetap dan kontrak adalah S1 yaitu masing-masing sebesar 85 orang dan 68 orang pegawai.
Sedangkan tingkat pendidikan terendah adalah 7 orang pegawai tetap pada tingkat SMA dan 9 orang pegawai kontrak pada tingkat Pasca Sarjana.
Dalam rangka peningkatan kualitas efisiensi pegawai, terwujudnya visi dan misi perusahaan, dan terlaksananya Good Coorporate Governance yang baik, maka pihak Manajemen BRI Cabang Depok perlu melakukan evaluasi kinerja untuk pegawai tetap dan kontrak tiap tahunnya dengan menggunakan penilaian SMK (Sistem Manajemen Kinerja). Selain itu, juga perlu memperhatikan susunan struktur organisasinya, yang dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut:
Gambar 2.3 Struktur Organisasi BRI Cabang Depok Sumber: SDM BRI Cabang Depok, 2014
Pemimpin Cabang
M.O
A.M.O
SLK SLO SPV
KK
CS
DJS
&
Rekons Teller
Payment Point Supervisor
ADK
ADK Komersil
ADK Briguna
ADK Adhoc
M.P
AO Komersil
AO Program
AO Adhoc
AO Briguna
F.O
SP DJS
Resident Audit M.B.M
SPO A
M B M
A M B M
A M B M
SDM
&
Kesekretariatan
Logistik
IT &
E-Channel
Petugas Layanan / Q.E
Petugas Assurance
P.A.U Pincapem
SPV K.U
Pada Gambar 2.3 memperlihatkan struktur organisasi BRI Cabang Depok yang telah disesuaikan antara jabatan dengan kompetensi individu SDM. Dalam pengembangan kemampuan dan pengetahuan SDM-nya, Manajer SDM memberikan kesempatan sarana kepada semua pegawai dengan memberi fasilitas Pendidikan dan Pelatihan (Diklat), dimana hal ini merupakan kebutuhan utama yang mendukung kebutuhan bisnis melalui SDM yang handal dan profesional.
Melalui struktur organisasi ini dapat diketahui dengan jelas tugas dan wewenang para pegawai dan dapat diketahui pula hubungan antara satu tugas dan wewenang lainnya dalam satu perusahaan, sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik antar pegawai, dapat menjaga kelangsungan hidup perusahaan, dan dapat mencapai sasaran atau tujuan organisasi. Adapun tugas dari masing-masing pegawai dapat dilihat pada Tabel 2.5 sebagai berikut:
Tabel 2.5 Tugas Pegawai Berdasarkan Posisi Penempatan Pegawai
No Jabatan Tugas Pegawai
1. Pimpinan Cabang (Pinca)
Mempersiapkan, mengusulkan, melakukan negosiasi dan merevisi rencana kerja dan anggaran dalam rangka mencapai target bisnis yang telah ditetapkan.
Menolak dan menyetujui permohonan kredit nasabah dan memutuskan tinggi suku bunga kredit sesuai dengan kewenangannya
Menjaga hubungan baik dengan pihak-pihak terkait yang mendukung perkembangan laba usaha
Bertanggungjawab pada kelancaran operasional dan rencana kerja anggaran serta meningkatkan kualitas aktiva produktif
Mewakili direksi dalam hal melakukan perbuatan hukum dan lain-lain sesuai dengan batas kewenangan 2. Manajer
Pemasaran
Melakukan kegiatan penyusunan rencana strategi pengembangan dan pemasaran pinjaman, simpanan dan cross selling produk BRI lainnya
Menyalurkan dan mengadakan ekspansi kredit sesuai dengan rencana kerja anggaran yang ditetapkan
Bertanggungjawab terhadap pengembalian kredit yang telah diberikan dan target pencapaian dana
Lanjutan Tabel 2.5 Tugas Pegawai Berdasarkan Posisi Penempatan Pegawai
No Jabatan Tugas Pegawai
Melakukan pengawasan kredit yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari pencairan hingga pelunasan
Bertanggungjawab atas Account Officer (AO) dan Funding Officer (FO)
3. AO komersial
Memeriksa kelengkapan dan meminta nasabah melengkapi persyaratan kredit
Melakukan pemeriksaan nasabah secara administrasi dan pemutusan kredit modal kerja, kredit investasi sesuai dengan wewenang yang diberikan oleh Pinca
Melakukan negosiasi dengan debitur dalam rangka pemberian dan penyelesaian kredit
4. AO konsumer
Memiliki wewenang sebagai pemrakarsa kredit
Memeriksa pelengkap dan meminta nasabah melengkapi persyaratan kredit konsumtif
Melaksanakan judgement yang mandiri sesuai dengan wewenang yang diberikan Pinca
Melakukan hubungan pinjaman dengan instansi terkait 5. AO program Menginventarisasi calon nasabah yang akan dilayani
Melaksanakan permohonan kredit program
Menetapkan skala prioritas dalam pemecahan dan penyelesaian masalah kredit yang timbul
6. Funding Officer
Meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah
Melakukan kegiatan promosi produk dan jasa
Menjaga hubungan baik dan mempertahankan nasabah yang telah menyimpan uangnya di BRI
Menyusun rencana kerja dan melaporkannya kepada Pinca atas hasil-hasil pencapaiannya
7. Manajer Operasional (MO)
Bertanggung jawab mengelola kas keuangan kantor cabang dan surat-surat berharga
Menyetujui pembayaran transaksi tunai serta kliring dan mengesahkan transaksi pemindahbukuan sesuai kewenangannya
Menyetujui pengeluaran biaya serta menandatanganinya
Menjaga agar rata cash ratio sesuai ketetapan kanwil
Memastikan pelimpahan dan pelaporan penerimaan pajak dilaksanakan dengan benar dan tepat waktu 8 Asisten
Manajer Operasional
Bertanggungjawab menindaklanjuti temuan audit sesuai batas waktu dengan Error Corection
Pengelolaan password dijaga dengan baik
Pelaksanakan suspense sesuai ketentuan yang berlaku
Maintenance password tepat waktu
Lanjutan Tabel 2.5 Tugas Pegawai Berdasarkan Posisi Penempatan Pegawai
No Jabatan Tugas Pegawai
Mengaktifkan dan mengesahkan aplikasi pembukaan rekening
Memastikan saldo antar/sesama unit kerja kerjasama sesuai dengan yang ada di sistem neraca BRI
9. Supervisor Bertanggungjawab memastikan semua laporan diselesaikan dengan benar dan tepat waktu
10. Layanan Kas (SLK)
Memastikan kebenaran pembukuan setiap transaksi
Melakukan pengawasan administrasi kas dan laporan CIT
Memastikan ketersediaan kas ATM 11. Pelayanan
Operasional (SPO)
Bertanggungjawab pada promosi, pendidikan dan kegiatan pengembangan SDM
Menatakerjakan berkas kepegawaian dengan tertib
Mengupdate data pekerja ke dalam SIM SDM
Melakukan pembuatan dan pengiriman laporan
Melakukan pengawasan terhadap aktiva tetap
Menandatangani biaya-biaya yang telah dikeluarkan 12. Supervisor
Administrasi Kredit (SPV ADK)
Bertanggungjawab dalam pelayanan realisasi pinjaman
Memastikan data statis pinjaman di entry dengan benar sesuai dengan BI
Memeriksa kebenaran dokumen/draft akta perjanjian kredit
Melakukan pembinaan pekerjaan ADK secara rutin
Melakukan koordinasi secara baik dengan pekerja lain 13. ADK Meng-entry data statis pinjaman
Menyiapkan pencairan kredit
Bertanggungjawab atas berkas/dokumen pinjaman dan dokumen yang berkaitan dengan bidang tugasnya 14 Manager
Bisnis Mikro (MBM)
Bertanggungjawab terhadap semua kegiatan bisnis mikro yang dilakukan oleh anak buahnya, yaitu AMBM, KaUnit, dan Mantri.
Bertanggungjawab melakukan pembinaan ke nasabah dan kantor unit
Meningkatkan jumlah nasabah pinjaman
15 AMBM Bertanggungjawab melakukan pembinaan ke nasabah dan kantor unit
Meningkatkan jumlah nasabah pinjaman
Melakukan pertemuan dalam rangka pembinaan pekerja di jajaran kantor unit
16 Teller Bertanggungjawab dalam hal memastikan setiap transaksi dilakukan sesuai prosedur yang berlaku
Lanjutan Tabel 2.5 Tugas Pegawai Berdasarkan Posisi Penempatan Pegawai
No Jabatan Tugas Pegawai
Memastikan kebenaran validasi sesuai bukti pembukuan
Membuat kuitansi induk dengan benar dan lengkap;
memastikan formulir slip setoran dan penarikan dilakukan dengan benar
Menjaga agar tidak terdapat ketekoran dan kelebihan kas
17. Customer Service
Bertanggungjawab memberikan informasi kepada nasabah maupun calon nasabah mengenai produk BRI guna menunjang pemasaran BRI
Memberikan pelayanan informasi saldo simpanan, transfer maupun pinjaman bagi nasabah yang memerlukan
Melayani permintaan salinan rekening koran nasabah dan pelayanan khusus kepada nasabah inti yang memerlukan
Membantu nasabah yang memerlukan pengisian aplikasi dana maupun jasa BRI
Menerima dan menginventarisasikan keluhan nasabah untuk diteruskan kepada pejabat yang berwenang 18. Resident
Audit
Bertanggungjawab mengawasi cabang, KCP, unit, KK dengan memeriksa secara sampling keabsahan dan kebenaran dokumen: nasabah, sumber dan lainnya
Melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan akuntansi, umum, administrasi dan laporan
Melakukan sidak untuk memastikan bahwa unit kerja tidak ada yang melakukan pelanggaran apapun
19. Sekretaris &
SDM
Bertanggungjawab terhadap semua dokumen Pinca
Menyiapkan nota pembukuan dan meng-entry ke dalam sistemnya atas setiap transaksi keuangan yang terkait bidang personalia dan kesekretariatan
Memelihara pekerjaan dan meregistrasi dokumen- dokumen yang berkaitan kepegawaian
20. Logistik Menyiapkan nota pembukuan dan meng-entry ke dalam sistemnya atas setiap transaksi keuangan yang terkait dengan logistik setelah memperoleh persetujuan atasannya, serta memelihara pekerjaan register logistik
21. Administrasi Dana & Jasa (DJS)
Bertanggungjawab menandatangani daftar peserta kliring Retur, Bilyet saldo kliring penyerahan (BSKP) Retur yang berkaitan dengan bidangnya
Meng-entry data statis pembukuan rekening bidang dana (deposito, tabungan, dan giro)
Lanjutan Tabel 2.5 Tugas Pegawai Berdasarkan Posisi Penempatan Pegawai
No Jabatan Tugas Pegawai
Memelihara pekerjaan registrasi dan dokumen yang berkaitan dengan tugasnya serta bertindak sebagai maker atas transaksi pemindahbukuan dana dan jasa bank (termasuk devisa).
Mengoperasikan mesin encode dan PC Semi Otomatis Kliring Lokal/SOKL
Sumber: SDM BRI Cabang Depok (2014)
2.4 Tantangan Bisnis Perusahaan Bank Rakyat Indonesia
Tantangan bisnis di dunia perbankan yang terjadi di era globalisasi sekarang ini adalah semakin maraknya persaingan. Hal ini menyebabkan berbagai strategi yang telah dilakukan oleh pihak bank dalam rangka menarik minat masyarakat untuk menjadi nasabahnya seperti strategi penawaran berbagai variasi produk bank berupa tabungan dan deposito berjangka dengan suku bunga yang menarik serta fasilitas-fasilitas lainnya. Dengan adanya berbagai produk antar bank, persaingan semakin meningkat dengan adanya undian berhadiah atau pemberian hadiah-hadiah langsung kepada nasabah. Hal ini menunjukkan bahwa dunia perbankan sangat kompetitif dalam menarik minat masyarakat. Pada saat ini, nasabah lebih memprioritaskan bank yang aman dan sehat dalam menyimpan dana keuangan pribadi atau perusahaannya seperti Bank BRI.
Selain dari segi aman dan sehat, nasabah juga memilih suatu bank dari segi kualitas layanan (Quality of Service) yang baik. Budaya layanan BRI berupa service excellence, quality service, dan service culture. Dalam hal pemberian kualitas layanan yang baik, semua pegawai BRI dituntut untuk berbudaya bekerja efektif dan efisien, karena bisa menambah daya jual BRI dalam hal pemasaran.
Selain itu, kepuasan nasabah BRI akan terwujud dan kegiatan bisnis BRI bisa dapat mencapai target. Quality of service pegawai BRI yang baik kepada nasabah harus terus ditingkatkan sehingga akan smenghasilkan citra dan reputasi yang baik dan BRI akan menjadi bank BUMN terbaik di Indonesia. Jadi, service excellence dapat mempengaruhi pendapatan bisnis dan akan menjawab semua tantangan bisnis BRI dalam bersaing secara sehat dengan bank lain (Asmara, 2012).
2.5 Proses Bisnis Bank Rakyat Indonesia
Dalam rangka mewujudkan visi Bank BRI menjadi Bank komersial yang terkemuka yang selalu mengutamakan kepuasan nasabah, BRI memiliki komitmen untuk menerapkan dan mencapai standar Good Corporate Governance yang tinggi. Dalam hal komitmen visi tersebut, telah ditandatangani surat keputusan bersama Dewan Komisaris dan Direksi Bank No. B.06- KOM/BRI/12/2013 dan S.65-DIR/DKP/12/2013 tanggal 16 Desember 2013 mengenai kebijakan Bank tentang Kode Etik BRI dalam melaksanakan tugas- tugasnya, sehingga akan menjadi pedoman sebuah standar perilaku insan Bank.
Proses bisnis BRI yang berjalan dapat dilihat dari banyaknya jumlah nasabah dan keuntungan laba rugi BRI tiap tahunnya. Tidak hanya dalam sektor UMKM, BRI sebagai salah satu bank terbesar juga berperan dalam pembentukan dan pembangunan SDM di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari perannya BRI, misalnya keterlibatan dalam mempermudah mahasiswa membayar uang kuliah, beasiswa bantuan miskin, pembayaran tagihan nasabah dan membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran dengan mempekerjakan SDM yang tangguh.
Proses bisnis nasabah juga berupa penyimpanan dan penarikan uang, investasi, kredit, asuransi, dan transaksi lainnya.
Sebagai bank terbesar dari segi laba, BRI yang memiliki banyak kantor cabang telah mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan dunia di masa mendatang, dengan cara memperkuat infrastruktur perbankannya dengan jaringan komunikasi berbasis satelit yang bernama BRISAT. Dengan mengoperasikan satelit sendiri, maka business process, standar layanan dan competitive advantage bank BRI akan jauh lebih baik, sehingga kinerja perusahaan akan meningkat, dan akan meningkatkan wealth pemegang saham. Proses bisnis yang semakin pesat ini, akan menjadikan BRI menjadi bank terbesar dari segi laba rugi (Humas Setkab, 2014).