Perbandingan Efektivitas Mengunyah Permen Karet Antara Yang bertekstur Relatif Keras (Chewing Gum) dan Yang Bertekstur Relatif Lunak (Bubble Gum) Terhadap Penurunan Populasi Bakteri Dalam Rongga Mulut.

22 

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha iv

ABSTRAK

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS MENGUNYAH PERMEN KARET ANTARA YANG BERTEKSTUR RELATIF KERAS (CHEWING GUM)

DAN YANG BERTEKSTUR RELATIF LUNAK (BUBBLE GUM) TERHADAP PENURUNAN POPULASI BAKTERI

DALAM RONGGA MULUT

Elisa Surjadi, 2007; Pembimbing 1 : Philips Onggowidjaja, S.Si, M.Si.

Pembimbing 2 : Lindawati S., drg.

Mulut merupakan suatu tempat yang amat ideal bagi perkembangan bakteri. Salah satu cara menjaga kebersihan mulut dengan mengunyah permen karet yang dapat melindungi gigi dari kerusakan. Pada proses pengunyahan, semua kelenjar saliva terangsang untuk aktif berproduksi. Mengunyah permen karet disarankan untuk mengendalikan populasi bakteri dalam rongga mulut hingga batas tertentu. Sekarang begitu banyak macam permen karet yang beredar di pasaran, termasuk yang bertekstur relatif keras (chewing gum) dan yang bertekstur relatif lunak (bubble gum).

Tujuan penelitian ini adalah menentukan signifikansi perbedaan pengaruh mengunyah antara chewing gum dan bubble gum terhadap penurunan populasi bakteri dalam rongga mulut.

Penelitian ini dilakukan pada 15 wanita berumur 20-23 tahun dengan membandingkan colony forming units (cfu) sebelum mengunyah, sesudah mengunyah 5 menit, 10 menit, dan 20 menit chewing gum dan bubble gum. Analisis data menggunakan Analisis Varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan Tukey HSD dengan = 0,05 menggunakan program SPSS for windows versi 13.0.

Hasil ANAVA menunjukkan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara setelah mengunyah chewing gum dan bubble gum terhadap penurunan populasi bakteri dalam rongga mulut, tetapi setelah dilanjutkan dengan uji Tukey HSD, tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara setelah mengunyah 5,10, dan 20 menit chewing gum dan bubble gum terhadap penurunan populasi bakteri dalam rongga mulut.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan efektifitas yang signifikan ( =0,05) antara setelah mengunyah chewing gum dan bubble gum terhadap penurunan populasi bakteri dalam rongga mulut.

(2)

Universitas Kristen Maranatha v

ABSTRACT

EFFECTIVITY COMPARISON BETWEEN CHEWING THE RELATIVELY HARD CHEWING GUM AND THE RELATIVELY SOFT BUBBLE GUM

ON POPULATION DECLINE OF BACTERIA IN MOUTH CAVITY

Elisa Surjadi, 2007; 1st Tutor : Philips Onggowidjaja, S.Si, M.Si. 2nd Tutor : Lindawati S., drg.

Mouth is a very ideal place for bacteria to grow. One of the ways to keep the mouth clean is by chewing gum which can protect teeth from damage. All salivary glands are stimulated to produce actively during the process of chewing. Chewing gum is advised to control the population of bacteria in mouth cavity until a certain limit. Nowadays, there are so many kinds of chewing gum sold in public places, including chewing gum and bubble gum.

The purpose of this research is to determine the significancy of the difference of chewing influence between chewing gum and bubble gum on population decline of bacteria in the mouth cavity.

The research was carried out on 15 women, aged 20-23 years old by comparing colony forming units (cfu) before chewing, after chewing for 5 minutes, 10 minutes, and 20 minutes between chewing gum and bubble gum. Data were analyzed using ANOVA and then continued with Tukey HSD ( = 0,05) using SPSS for windows version 13.0 program.

ANOVA showed a significant difference effectivity between chewing gum and bubble gum on population decline of bacteria in the mouth cavity, but Tukey HSD showed no significant difference effectivity before chewing, after chewing 5 minutes, 10 minutes, and 20 minutes between chewing gum and bubble gum on population decline of bacteria in the mouth cavity.

The conclusion of this research is there is no significant difference effectivity ( = 0,05) after chewing between chewing gum and bubble gum on population decline of bacteria in the mouth cavity.

(3)

Universitas Kristen Maranatha

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Saliva ... 5

2.1.1 Komponen Saliva... 5

2.1.2 Sekresi Saliva... 6

2.1.2.1 Sekresi Air dan Elektrolit ... 8

2.1.3 Refleks Sekresi Saliva... 10

2.1.4 Fungsi Saliva ... 10

2.1.5 Flora Normal Rongga Mulut ... 13

2.1.6 Kelenjar Saliva... 14

2.1.6.1 Histologi Kelenjar Saliva ... 14

2.1.6.2 Struktur Kelenjar Saliva ... 14

2.1.6.3 Lokasi Kelenjar Saliva ... 15

2.1.7 Kelenjar Saliva Mayor ... 16

2.1.7.1 Kelenjar Parotis ... 16

2.1.7.2 Kelenjar Submandibular (Submaksilar)... 16

2.1.7.3 Kelenjar Sublingual ... 17

2.1.8 Kelenjar Saliva Minor ... 17

2.2 Mengunyah... 17

2.2.1 Otot Mengunyah ... 17

2.2.2 Kegiatan Motorik Mengunyah... 18

2.2.3 Pergerakan dan Pengontrolan Mengunyah... 19

(4)

Universitas Kristen Maranatha vii

2.3.1 Sejarah Permen Karet... 20

2.3.2 Komposisi Permen Karet... 20

2.3.3 Keuntungan Mengunyah Permen Karet ... 24

2.3.4 Pembuatan Permen Karet ... 25

2.4 Chewing Gum... 29

2.5 Bubble Gum... 29

2.6 Pengontrolan Kualitas Pembuatan Permen Karet... 30

2.7 Mekanisme Anti Karies dari Permen Karet... 31

BAB III ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA 3.1 Orang Percobaan... 34

3.2 Alat dan Bahan yang Digunakan... 34

3.3 Prosedur Penelitian ... 36

3.3.1 Tahap Persiapan... 37

3.3.2 Permen Karet yang Bertekstur Relatif Keras (Chewing Gum)... 37

3.3.2.1 Studi Pendahuluan I ... 37

3.3.2.2 Studi Pendahuluan II... 38

3.3.2.3 Penelitian ... 38

3.3.3 Permen Karet yang Bertekstur Relatif Lunak (Bubble Gum)... 38

3.3.3.1 Studi Pendahuluan I ... 38

3.3.3.2 Studi Pendahuluan II... 39

3.3.3.3 Penelitian ... 39

3.4 Analisis Data... 39

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Studi Pendahuluan I ... 41

4.1.1 Permen Karet yang Bertekstur Relatif Keras (Chewing Gum)... 41

4.1.1.1 Hasil ... 41

4.1.1.2 Pembahasan ... 41

4.1.2 Permen Karet yang Bertekstur Relatif Lunak (Bubble Gum)... 42

4.1.2.1 Hasil ... 42

4.1.2.2 Pembahasan ... 42

4.2 Studi Pendahuluan II ... 43

4.2.1 Permen Karet yang Bertekstur Relatif Keras (Chewing Gum)... 43

4.2.1.1 Hasil ... 43

4.2.1.2 Pembahasan ... 43

4.2.2 Permen Karet yang Bertekstur Relatif Lunak (Bubble Gum) ... 44

4.2.2.1 Hasil ... 44

4.2.2.2 Pembahasan ... 44

4.3 Penelitian ... 45

4.3.1 Chewing Gum dan Bubble Gum... 45

4.3.1.1 Hasil ... 45

4.3.1.2 Jumlah Rata-Rata Kunyahan Orang Percobaan... 48

4.3.1.3 Analisis Data ... 48

4.3.1.4 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 49

(5)

Universitas Kristen Maranatha viii

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan ... 53

5.2 Saran ... 53

DAFTAR PUSTAKA ... 54

LAMPIRAN LI Pengujian Statistik... 57

LII Data Hasil Percobaan ... 59

SURAT PERSETUJUAN ... 61

(6)

Universitas Kristen Maranatha ix

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Pengaruh Perangsangan Kelenjar Saliva Mayor terhadap Produksi

Saliva ... 8

Tabel 2.2 Beberapa contoh persentase komposisi chewing gum... 23

Tabel 2.3 Beberapa contoh persentase komposisi bubble gum ... 23

Tabel 4.1 Hasil perhitungan jumlah koloni kuman (cfu)... 41

Tabel 4.2 Hasil penghitungan jumlah koloni kuman (cfu)... 42

Tabel 4.3 Hasil perhitungan jumlah koloni kuman (cfu)... 43

Tabel 4.4 Hasil perhitungan jumlah koloni kuman (cfu)... 44

Tabel 4.5 Persentase penurunan jumlah koloni kuman (cfu)... 45

Tabel 4.6 Jumlah Rata-rata Kunyahan OP ... 48

Tabel 4.7 Hasil Uji ANAVA Satu Arah... 48

Tabel 4.8 Hasil uji Tukey HSD ... 49

Tabel LI.1 Pengujian Data dengan uji Analisis Varian (ANAVA) ... 57

Tabel LI.2 Pengujian Data dengan uji Tukey HSD... 58

Tabel LII.1 Jumlah cfu pada Penelitian dengan Chewing Gum ... 59

(7)

Universitas Kristen Maranatha x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Skema Perubahan Elektrolit Selama Sekresi Saliva... 9

Gambar 2.2 Tiga Tipe Utama Sel yang Terdapat pada Kelenjar Saliva... 15

Gambar 2.3 Lokasi Kelenjar Saliva Mayor... 16

Gambar 2.4 Otot-otot Mengunyah... 18

Gambar 2.6 Tahap Dasar Proses Pembuatan Permen Karet ... 28

Gambar 2.5 Seseorang Sedang Membuat Balon Tiupan dari Bubble Gum... 29

Gambar 3.1 Chewing Gum yang Digunakan pada Penelitian ... 35

Gambar 3.2 Bubble Gum yang Digunakan pada Penelitian... 35

Gambar 4.1 Hasil Penanaman pada Nutrient Agar Sebelum Mengunyah, Setelah Mengunyah 5 menit, 10 menit, dan 20 menit Chewing Gum ... 46

(8)

Universitas Kristen Maranatha xi

DAFTAR BAGAN

(9)

Universitas Kristen Maranatha xii

DAFTAR LAMPIRAN

(10)

57 LAMPIRAN I PENGUJIAN STATISTIK

(11)

58

(12)

59

LAMPIRAN II

DATA HASIL PERCOBAAN

Tabel II.1 Jumlah cfu pada Penelitian dengan Chewing Gum

Keterangan :

TO : Cfu yang dihitung sebelum OP mengunyah chewing gum

T5 : Cfu yang dihitung setelah OP mengunyah chewing gum selama 5 menit T10 : Cfu yang dihitung setelah OP mengunyah chewing gum selama 10 menit T20 : Cfu yang dihitung setelah OP mengunyah chewing gum selama 20 menit

(13)

60

Tabel II.1 Jumlah cfu pada Penelitian dengan Bubble Gum

OP X 106

T0 T5 T10 T20

1 326.5 296.5 176.0 133.5 2 433.5 240.5 87.0 80.0

3 32.9 10.4 10.0 5.1

4 55.3 40.6 12.2 4.5

5 16.6 11.4 9.0 4.2

6 58.9 30.4 15.4 11.5 7 258.0 155.0 103.0 78.5 8 314.0 229.0 218.5 153.5 9 282.5 244.0 98.0 94.0

10 6.8 6.1 5.1 4.4

11 221.0 148.0 131.0 92.0

12 14.8 8.6 3.1 2.8

13 22.0 20.3 10.9 4.1 14 152.0 107.7 66.7 51.2 15 86.0 67.0 55.0 49.5 Keterangan :

TO : Cfu yang dihitung sebelum OP mengunyah bubble gum

(14)

61

SURAT PERSETUJUAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, Nama lengkap :

Tanggal lahir :

Alamat :

Menyatakan bersedia dan tidak berkeberatan menjadi orang percobaan dalam penelitian yang dilakukan oleh Elisa Surjadi, NRP 0310011, yang bertempat di Universitas Kristen Maranatha.

Surat persetujuan ini saya buat dengan kesadaran saya sendiri tanpa tekanan ataupun paksaan dari manapun.

Bandung, Januari 2007

( )

SURAT PERSETUJUAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, Nama lengkap :

Tanggal lahir : Alamat :

Menyatakan bersedia dan tidak berkeberatan menjadi orang percobaan dalam penelitian yang dilakukan oleh Elisa Surjadi, NRP 0310011, yang bertempat di Universitas Kristen Maranatha.

Surat persetujuan ini saya buat dengan kesadaran saya sendiri tanpa tekanan ataupun paksaan dari manapun.

Bandung, Januari 2007

(15)

1 Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Kalau mata merupakan jendela jiwa, dapat dikatakan mulut merupakan

jendela tubuh. Kondisi kesehatan mulut memperlihatkan kondisi kesehatan tubuh

secara keseluruhan. Kemajuan pengetahuan kedokteran memungkinkan status

kesehatan tubuh dapat diketahui melalui kondisi gigi, gusi, lidah, dan saliva.

Mulut merupakan suatu tempat yang amat ideal bagi perkembangan bakteri.

Apabila tidak dibersihkan dengan sempurna, sisa makanan yang terselip bersama

bakteri akan tetap melekat pada gigi kita, akan bertambah banyak dan membentuk

koloni yang disebut plak (A. Setiono Mangoenprasodjo, 2004).

Sekarang begitu banyak permen karet yang beredar di pasaran. Permen

karet memiliki bentuk, rasa, kandungan, dan harga yang beragam. Suatu

penelitian menyatakan bahwa mengunyah permen karet dapat melindungi gigi

dari kerusakan. Selain itu, mengunyah permen karet dapat menggantikan kegiatan

menggosok gigi setelah makan (Siska Damayanti, 2005).

Pada saat proses pengunyahan, semua kelenjar saliva terangsang untuk aktif

berproduksi, sehingga aliran saliva menjadi sangat lancar. Saliva bukan cairan

biasa, saliva merupakan pelumas, antibakteri, antijamur, pembawa senyawa

anorganik seperti kalsium dan fosfat, pembawa senyawa organik seperti ammonia

dan protein untuk pertahanan tubuh. Oleh karena itu, lancarnya produksi saliva

justru sangat berguna bagi kesehatan gigi dan mulut ( Darmawan Setijanto, 2006).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Dian Hendriani

(2005) mengunyah permen karet dapat menurunkan populasi bakteri dalam

rongga mulut secara signifikan. Mengunyah permen karet disarankan untuk

mengendalikan populasi bakteri dalam rongga mulut hingga batas tertentu.

Penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Dian Hendriani (2005)

hanya menggunakan 1 jenis permen karet saja. Tidak dibahas apakah tekstur

(16)

Universitas Kristen Maranatha 2

Karena hal inilah, penulis tertarik untuk meneliti perbandingan efektivitas

mengunyah permen karet antara yang bertekstur relatif keras (chewing gum) dan

yang bertekstur relatif lunak (bubble gum) terhadap penurunan populasi bakteri

dalam rongga mulut.

1.2Identifikasi Masalah

Manakah yang lebih efektif menurunkan populasi bakteri dalam rongga

mulut, mengunyah permen karet antara yang bertekstur relatif keras (chewing

gum) atau yang bertekstur relatif lunak (bubble gum).

1.3Maksud dan Tujuan

Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh

mengunyah permen karet antara yang bertekstur relatif keras (chewing gum) dan

yang bertekstur relatif lunak (bubble gum) terhadap penurunan populasi bakteri

dalam rongga mulut.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan signifikansi perbedaan

pengaruh mengunyah permen karet antara yang bertekstur relatif keras (chewing

gum) dan yang bertekstur relatif lunak (bubble gum) terhadap penurunan populasi

bakteri dalam rongga mulut.

1.4Manfaat Karya Tulis Ilmiah

Manfaat akademis adalah memberikan sumbangan pengetahuan mengenai

pengaruh perbedaan tekstur permen karet terhadap penurunan populasi bakteri

dalam rongga mulut.

Manfaat praktis adalah agar konsumen dapat memilih permen karet yang

(17)

Universitas Kristen Maranatha 3

1.5Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

Kerangka pemikiran penelitian ini adalah :

1.Di pasar terdapat permen karet yang bertekstur relatif keras (chewing gum)

dan permen karet yang bertekstur relatif lunak (bubble gum).

2.Pada saat proses pengunyahan, semua kelenjar saliva terangsang untuk

aktif berproduksi, sehingga aliran saliva menjadi sangat lancar

( Darmawan Setijanto, 2006).

3.Saliva akan dihasilkan ketika orang mengunyah permen karet di mulutnya.

Adanya saliva membantu mengurangi endapan sisa makanan dan

mengurangi populasi bakteri (Siska Damayanti, 2005).

4. Saliva diproduksi untuk memberikan respons terhadap refleks mengunyah

oleh stimulasi rasa, gerakan otot-otot rahang, persendian, dan tekanan dari

gigi sewaktu mengunyah (Wrigley1, 2005).

Berdasarkan hal-hal tersebut, dapat disusun hipotesis penelitian, sebagai berikut :

Terdapat perbedaan efektifitas yang signifikan antara setelah mengunyah

permen karet yang bertekstur relatif keras (chewing gum) dan yang bertekstur

relatif lunak (bubble gum) terhadap penurunan populasi bakteri dalam rongga

mulut.

1.6Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan bersifat eksperimental laboratorik. Data yang

dicatat adalah jumlah unit pembentuk koloni (cfu) sebelum mengunyah, sesudah

mengunyah 5 menit, 10 menit, dan 20 menit orang percobaan yang mengunyah

permen karet yang bertekstur relatif keras (chewing gum). Data tersebut

dibandingkan dengan jumlah unit pembentuk koloni (cfu) sebelum mengunyah,

sesudah mengunyah 5 menit, 10 menit, dan 20 menit orang percobaan yang

(18)

Universitas Kristen Maranatha 4

dalam sampel saliva yang dicuplik, diencerkan secara berseri, dan ditanam dengan

metode Pour Plate (Capuccino, 1998).

Hasil perhitungan ditabulasi dan dianalisis dengan menggunakan Analisis

Varian (ANAVA) dan dilanjutkan dengan Tukey HSD ( = 0,05) menggunakan

program SPSS for windows versi 13.0. Penelitian dilakukan dengan orang

percobaan sebanyak 15 orang.

1.7Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran

(19)

Universitas Kristen Maranatha

53 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Tidak terdapat perbedaan efektifitas yang signifikan ( =0,05) antara setelah

mengunyah permen karet yang bertekstur relatif keras (chewing gum) dan yang

bertekstur relatif lunak (bubble gum) terhadap penurunan populasi bakteri dalam

rongga mulut.

5.2 Saran

Saran-saran yang dapat diajukan sehubungan dengan penelitian ini dan yang

berkaitan adalah :

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh jenis gula

yang terkandung dalam permen karet terhadap penurunan populasi

bakteri saliva dalam rongga mulut.

2. Perlu dilakukan penelitian selanjutnya dengan membuat batasan jumlah

mengunyah permen karet setiap beberapa menit kepada orang

percobaan.

3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh kandungan

mint dan cinnamon dalam permen karet terhadap penurunan populasi

bakteri saliva dalam rongga mulut.

4. Perlu dilakukan pemeriksaaan oral hygiene sebelum dimulai penelitian.

5. Bagi konsumen disarankan teliti dalam memilih permen karet dengan

melihat komposisi sebelum mengkonsumsi, misalnya memilih permen

karet yang tidak mengandung antioksidan BHT..

6. Bagi produsen disarankan menggunakan bahan-bahan yang nontoksik

dan tidak merugikan konsumen, misalnya menggunakan antioksidan

(20)

54 Universitas Kristen Maranatha

America : McGraw-Hill. h. 177

Cappucino, J.G., Sherman N. 1998. A Laboratory Manual. Menlo Park California

: The Benjamin/ Cummings Publishing Company, Inc. h. 75-77

Darmawan Setijanto. 2006. Permen Karet Sehat untuk Gigi dan Mulut.

http://indopos.co.id, 12 September 2006

Dian Hendriani. 2005. Penurunan populasi bakteri dalam saliva setelah

mengunyah permen karet. Jurnal Kedokteran Maranatha, 4: 2

Dorland, W.A. 2002. Kamus Kedokteran Dorland. Edisi 29. Huriawati Hartanto,

ed. Jakarta : EGC. h. 1935

Edgar, M. 2003. A Review of the Positive Effects of Chewing Sugarfree Gum on

(21)

http://www.wrigleydentalcare.com/article--a-review-of-the-Universitas Kristen Maranatha 55

Madigan, M.T., et al. 2003. Biology of Microorganisms. Edisi 10. United States of

America : Pearson Education, Inc. h.731

NACGM (National Association of Chewing Gum Manufacturers). 2004. Chewing

Gum and Bubble Gum. http://www.simplyteeth.com/category/section/adult/ CaringTeethGums/ChewingGum, 15 Oktober 2006.

Roland, S.M. 2003. Saliva- Its Role in Maintaining Oral Health and Preventing

Dental Disease. http://www.betteroralhealth.info/saliva---its-role-in-maintaining-oral-health-and-preventing-dental-disease, 23 September 2006.

Wikipedia1. 2006. Saliva. http://en.wikipedia.org/wiki/Saliva, 19 September 2006

Wikipedia2. 2006. Salivary Glands. http://en.wikipedia.org/wiki/Salivary_gland,

19 September 2006

Wikipedia3. 2006. Mastication. http://en.wikipedia.org/wiki/Chew,

19 September 2006

Wikipedia4. 2006. Chewing Gum. http://en.wikipedia.org/wiki/Chewing_gum,

19 September 2006

Wikipedia5. 2006. Bubble Gum. http://en.wikipedia.org/wiki/Bubble_gum,

19 September 2006

Wrigley1. 2005. Saliva and Health.

(22)

Universitas Kristen Maranatha 56

Wrigley2. 2005. What Gum is Made of.

http://www.wrigley.com/wrigley/products/products_made_of.asp#gumbase, 10 November 2006

Wrigley3. 2004. Benefits of Gums.

http://www.wrigley.com/wrigley/benefit_of_gums, 10 November 2006

Wrigley4. 2002. Making Chewing Gum.

http://www.wrigley.com/wrigley/making_chewing_gum, 10 November 2006

Figur

Tabel LI.1 Pengujian Data dengan uji Analisis Varian (ANAVA)
Tabel LI 1 Pengujian Data dengan uji Analisis Varian ANAVA . View in document p.10
Tabel LI.2 Pengujian Data dengan uji Tukey HSD
Tabel LI 2 Pengujian Data dengan uji Tukey HSD . View in document p.11
Tabel II.1 Jumlah cfu pada Penelitian dengan Chewing Gum
Tabel II 1 Jumlah cfu pada Penelitian dengan Chewing Gum . View in document p.12
Tabel II.1 Jumlah cfu pada Penelitian dengan Bubble Gum
Tabel II 1 Jumlah cfu pada Penelitian dengan Bubble Gum . View in document p.13

Referensi

Memperbarui...