HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU AKUNTANSI DAN KEPUASAN BELAJAR SISWA

217  Download (0)

Full text

(1)

i

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA

TENTANG KOMPETENSI GURU AKUNTANSI DAN

KEPUASAN BELAJAR SISWA

Survey pada Siswa Kelas XI Tahun Ajaran 2012/2013

SMA se- Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

Oleh:

FRANSISCA APRILIA AYU NINGTYAS NIM: 091334059

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

(2)
(3)
(4)

iv

PERSEMBAHAN

Karya sederhana ini ku persembahkan untuk:

Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang selalu memberi kekuatan dan

penyertaan dalam menjalani kehidupan ini

Orangtuaku tersayang : Bapak FX.Wahyono,S.Pd dan Ibu Lucia Yuliati,S.Pd.SD

yang selalu memberikan doa, dukungan dan semangat untuk kebaikan dan

keberhasilan hidupku.

Alm.Simbah kakung (Sugiman Yitno Sumarto) atas doa, nasehat yang sangat

berguna dan tak terlupakan

Adikku (Cosmas Adhi Mukti Wicaksana) dan Teman-temanku tersayang

Almamaterku:

Program Studi Pendidikan Ekonomi

Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

(5)

v

MOTTO

…If you can DREAM it…you can DO it…..

“Jenius adalah 1% inspirasi dan 99% keringat. Tidak ada yang dapat

menggantikan kerja keras.

Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan

bertemu dengan kesiapan”

-Thomas A.Edison-

Ia membuat segala sesuatu indah pada waktuNya,

bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka.

Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang

dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”

(6)
(7)
(8)

viii

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU AKUNTANSI DAN KEPUASAN BELAJAR SISWA

Survey pada Siswa Kelas XI Tahun Ajaran 2012/2013 SMA se- Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta

Fransisca Aprilia Ayu Ningtyas

Universitas Sanata Dharma

2013

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan positif dan signifikan antara: (1) persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa; (2) persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa; (3) persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa; (4) persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa; (5) persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

Populasi dari penelitian ini yaitu siswa kelas XI Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, SMA Santa Maria Yogyakarta dan SMA Negeri 10 Yogyakarta. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 137 siswa. Teknik penarikan sampel menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan korelasi Rank Spearman.

(9)

ix

ABSTRACT

THE RELATIONSHIP BETWEEN

STUDENTS’PERCEPTION ON ACCOUNTING, TEACHERS’COMPETENCE AND STUDENTS’ LEARNING

SATISFACTION

A Survey on Eleventh Grade Students 2012/2013 Academic Year Senior High Schools in Gondomanan District, Yogyakarta

Fransisca Aprilia Ayu Ningtyas

Sanata Dharma University

2013

This study aims to find out the positive and significant relationship between: (1) students’ perception of accounting teachers’ competence and students’ learning satisfaction, (2) students' perception of accounting teachers’ pedagogical competence and students’ learning satisfaction, (3) students' perception of accounting teachers' personal competence and students’ learning satisfaction, (4) students’perception of accounting teachers' social competence and students’ learning satisfaction, (5) students’perception of accounting teachers' professional competence and students’ learning satisfaction.

The population of this research are the eleventh grade students majoring in Social Science of Pangudi Luhur High School Yogyakarta, Santa Maria High School Yogyakarta and SMAN 10 Yogyakarta. The samples of this study were 137 students. The sampling technique was proportionate stratified random sampling technique. Data collection techniques were questionnaires and documentation. This research employed Spearman rank correlation as the data analysis technique.

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas semua karunia dan rahmat-Nya yang diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi dengan judul “Hubungan antara Persepsi Siswa tentang

Kompetensi Guru Akuntansi dan Kepuasan Belajar Siswa”. Survey pada Siswa Kelas XI Tahunn Ajaran 2012/2013 SMA se- Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta ini disusun untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar sarjana Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi di Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Dalam pembuatan skripsi ini tidak lepas dari beberapa pihak yang telah memberikan bantuan moril, materil, dukungan, bimbingan maupun kerjasama kepada penulis, untuk itu penulis berterimakasih kepada :

1. Bapak Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma.

(11)

xi

4. Ibu Cornelio Purwantini, S.Pd.,M.SA. selaku dosen pembimbing yang telah sabar dalam memberikan bimbingan, saran dan arahannya dalam penyusunan skripsi ini.

5. Seluruh dosen Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan ilmu dan bimbingan selama penulis menjadi mahasiswa Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi.

6. Kepala sekolah, guru dan karyawan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, SMA Santa Maria Yogyakarta dan SMA Negeri 10 Yogyakarta yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian.

7. Para siswa kelas XI jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, SMA Santa Maria Yogyakarta dan SMA Negeri 10 Yogyakarta yang bersedia bekerjasama membantu penulis dalam melakukan penelitian.

8. Mbak Theresia Aris Sudarsilah selaku staf sekretariat Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi yang selama ini telah membantu melayani dalam administrasi.

9. Bapak FX.Wahyono,S.Pd dan Ibu Lucia Yuliati,S.Pd.SD selaku orang tua yang selalu memberikan kasih sayang, doa, semangat, motivasi dan nasehat

– nasehat untuk kemajuan hidup penulis.

(12)

xii

11. Adikku Cosmas Adhi Mukti Wicaksana yang selalu menghibur dan memotivasi penulis.

12. Sahabat – sahabatku sekaligus teman hidupku selama di Yogyakarta (Margareta Perwita Hapsari , Ririska Vakta Ninda, Natalia Shara Dewanti, Yennica Endang Tri Utami, FX. Prasetya Kusuma Putra, Th. Evilia Wulandari, Puspa Wulandari, dan Depazzi Meytasari Yustejo) terimakasih untuk kasih sayang, semangat, motivasi dan kebersamaannya selama ini. Terimakasih untuk waktu dan dinamika yang kita lalui bersama dan tentunya takkan terlupakan. Miss You all, you’re my best friends forever. 13. Sahabat terbaikku yang tak pernah lelah memberikan semangat, arahan,

motivasi sejak SMA, Angela Asti Ardina, Maria Wina Rosiano dan Yohanes Aditio Yosan W. Terimakasih teman…..!

14. Sahabat yang sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri, Fr. Yohanes Yayan Riawan, terimakasih untuk segala saran, dukungan, dan semangat yang diberikan, terimakasih karena selalu ada ketika penulis berada di masa-masa yang sulit.

15. Mas Carolus Tyastika Anindianto terimakasih untuk pengalaman yang tak terlupakan selama penulis melakukan penyusunan skripsi. Terimakasih untuk pengalaman manis dan pahit yang diberikan, pengalaman ini membuat penulis menjadi dewasa, kuat dan termotivasi dalam menjalani kehidupan.

(13)

xiii

Dewanti, Praptomaningsih, Taufik Darmawan, Willybrodus Yoga Sandro I dan Theopilus Prastyo Adi) terimakasih atas saran, motivasi dan semangat yang diberikan selama ini.

17. Teman – teman Prodi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi 2009, kebersamaan kita selalu mengajarkan penulis banyak hal mulai dari pengetahuan ilmu, belajar bersama – sama dan berdinamika bersama.

18. Teman – teman Perkap Insadha 2011 terimakasih buat semangat dan pengalaman yang kita lalui bersama. Semangkuuuttttts kawan!!!

19. Terimakasih kota Yogyakarta untuk segala kenangan manis dan pahit yang diberikan, terimakasih sudah menjadi kota yang istimewa dan nyaman selama penulis menjalani studi.

20. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulis yang tidak dapat disebut satu persatu.

(14)

xiv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

HALAMAN MOTTO ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiv

DAFTAR TABEL ... xvii

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Batasan Masalah ... 4

C. Rumusan Masalah ... 5

D. Tujuan Penelitian ... 5

(15)

xv BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritik ... 8

1. Tinjauan tentang kompetensi guru ………... .. 8

2. Persepsi siswa tentang kompetensi guru ... 10

3. Kepuasan belajar siswa ... 14

E. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 26

F. Pengukuran Variabel Penelitan ... ... 30

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data ... 86

B. Analisis Data ... 92

(16)

xvi

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 116

B. Keterbatasan ... 118

C. Saran ... 119

DAFTAR PUSTAKA ... 122

LAMPIRAN ... ... 125

(17)

xvii

DAFTAR TABEL

Tabel III.1 Penentuan Proporsi Sampel ... 25

Tabel III.2 Operasionalisasi Variabel Kompetensi Guru ... 27

Tabel III.3 Operasionalisasi Variabel Kepuasan Belajar Siswa ... 29

Tabel III.4 Hasil Pengukuran Uji Validitas Variabel Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru Akuntansi ... 33

Tabel III.5 Hasil Pengukuran Uji Validitas Variabel Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru Akuntansi Secara Serentak ... 34

Tabel III.6 Hasil Pengukuran Uji Validitas Variabel Kepuasan Belajar Siswa ... 36

Tabel III.7 Hasil Pengukuran Uji Reliabilitas Variabel Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru Akuntansi ... 38

Tabel III.8 Hasil Pengukuran Uji Reliabilitas Variabel Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru Akuntansi Secara Serentak ... 39

Tabel III.9 Hasil Pengukuran Uji Reliabilitas Variabel Kepuasan Belajar Siswa ... 39

Tabel III.10 Penilaian Acuan Patokan (PAP) I ... 40

Tabel III.11 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi ... 41

Tabel IV.1 Yayasan Pangudi Luhur ... 43

Tabel IV.2 Jumlah Peserta Didik Tiap Rombel SMA PL... ... 50

Tabel IV.3 Jumlah Peserta Didik SMA PL ... 50

Tabel IV.4 Fasilitas SMA PL... ... 51

Tabel IV.5 Jumlah Guru dan Karyawan SMA Santa Maria Yogyakarta.. ... 67

Tabel IV.6 Jumlah Peserta Didik SMA Santa MariaYogyakarta... 68

Tabel IV.7 Daftar Kepala Sekolah di SMA N 10 Yogyakarta ... 80

Tabel IV.8 Sarana Prasarana SMA N 10 Yogyakarta ... 84

(18)

xviii

Guru Akuntansi ... 87

Tabel V.3 Deskripsi Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Kepribadian Guru Akuntansi ... 88

Tabel V.4 Deskripsi Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Sosial Guru Akuntansi ... 89

Tabel V.5 Deskripsi Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Profesional Guru Akuntansi ... 90

Tabel V.6 Deskripsi Persepsi Siswa Tentang Kepuasan Belajar Siswa .... 91

Tabel V.7 Hasil Pengujian Hipotesis I ... 92

Tabel V.8 Hasil Pengujian Hipotesis II ... 94

Tabel V.9 Hasil Pengujian Hipotesis III ... 97

Tabel V.10 Hasil Pengujian Hipotesis IV ... 99

(19)

xix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Instrumen Penelitian ... 125

Lampiran 2 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 135

Lampiran 3 Korelasi ... 143

Lampiran 4 Penilaian Acuan Patokan (PAP) I ... 147

Lampiran 5 Tabel r dan t ... 154

Lampiran 6 Data Induk Penelitian ... 159

Lampiran 7 Surat Izin Penelitian ... 191

(20)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dalam dunia pendidikan, kompetensi yang dimiliki seorang guru merupakan satu hal yang sangat penting untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan dan proses pembelajaran yang menyenangkan di sekolah. Kompetensi yang dimiliki oleh guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Guru yang kompeten sangat dibutuhkan dalam upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, karena guru yang kompeten akan mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, dapat mengaplikasikan teknologi dalam kegiatan mengajarnya, kreatif, inovatif, bertanggung jawab dengan tugasnya, dapat memotivasi siswa dan dapat menjadikan dirinya sebagai teladan bagi keberhasilan siswa sehingga hasil belajar siswa dapat optimal. Seperti yang dinyatakan oleh Uzer Usman berikut ini.

Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal (Uzer Usman, 1990:7).

(21)

siswa menerima tanggung jawabnya sendiri untuk belajar dengan mengembangkan sikap dan rasa antusiasme untuk keperluan tersebut. Jika semua siswa menyadari akan tanggung jawabnya tersebut, maka tidak dipungkiri keberhasilan proses pembelajaran-pun akan tercapai.

Proses belajar mengajar pada intinya merupakan proses interaksi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, oleh karena itu dalam melaksanakan interaksi tersebut diperlukan kompetensi guru dalam melakukannya supaya tercipta suatu proses belajar yang efektif. Tidak dapat dipungkiri bahwa guru dapat sangat memengaruhi belajar siswa di dalam kelas untuk menghasilkan kepuasan belajar siswa.

Kepuasan belajar siswa merupakan suatu sikap positif siswa terhadap pelayanan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru karena adanya kesesuaian antara apa yang diharapkan dan dibutuhkan dengan kenyataan yang diterimanya. Jika pelayanan proses belajar mengajar yang diterima cocok dengan apa yang diharapkan oleh siswa, maka siswa akan merasa puas, begitu juga sebaliknya, jika pelayanan yang diterima tidak sesuai, maka siswa akan merasa tidak puas atau dengan kata lain keberhasilan pelaksanaan belajar mengajar tergantung pada seorang guru.

(22)

lainnya itu berbeda, bahkan antar kelas yang satu dengan yang lain-pun juga berbeda pula. Oleh karena itu, dalam memberikan pelayanan belajar mengajar diperlukan guru yang kompeten dalam menjalankan tugasnya. Guru yang kompeten akan mempunyai sifat-sifat antara lain kesungguhan, efisiensi, keberanian, ketegasan, penuh motivasi, taktis dan berkepribadian. Sifat-sifat ini sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan dan kepuasan siswa dalam kegiatan belajar siswa. Namun jika kita amati lebih jauh tentang realita kompetensi guru saat ini, agaknya masih beragam. Masih ada sebagian guru yang secara legalitas memang sudah memenuhi kriteria sebagai guru yang berkompeten, tetapi tetap saja, guru tersebut belum mampu menciptakan suatu pembelajaran yang efektif dan menyenangkan yang membuat siswa tersebut menjadi puas terhadap pembelajaran yang diberikan.

Danim (Sudrajat, 2008) mengungkapkan bahwa salah satu ciri krisis pendidikan di Indonesia adalah guru belum mampu menunjukkan kinerja (work performance) yang memadai. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru belum sepenuhnya ditopang oleh derajat penguasaan kompetensi yang memadai, jika hal ini terus dibiarkan maka siswa akan menjadi korban. Siswa mungkin akan menjadi jenuh dan tidak merasa nyaman dan senang dengan pembelajaran yang dilakukan guru tersebut. Oleh karena itu perlu adanya upaya yang komperehensif guna meningkatkan kompetensi guru.

(23)

berkompetensi melalui pembelajaran yang dikelola guru yang bersangkutan, karena siswalah yang mengalami kegiatan belajar mengajar dari awal hingga akhir. Hal ini bisa terlihat di Sekolah Menengah Atas (SMA) Pangudi Luhur Yogyakarta, dimana persepsi siswa tentang kompetensi yang dimiliki oleh guru akuntansi agaknya masih beragam. Ada persepsi yang positif adapula yang negatif padahal mereka mengamati guru yang sama yang pada dasarnya guru tersebut secara legalitas sudah berkompeten. Dengan mengacu pada realita tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti persepsi siswa di sekolah lain yang masih memiliki kedekatan lokasi dengan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yaitu di SMA se-Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.

Berdasarkan uraian dan realita yang terjadi saat ini, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang ”Hubungan antara Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Akuntansi dan Kepuasan Belajar Siswa”.

Survey pada Siswa Kelas XI Tahun Ajaran 2012/2013 SMA se-Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta.

B. Batasan Masalah

(24)

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan yang dapat diambil dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan?

2. Apakah ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan?

3. Apakah ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan?

4. Apakah ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan?

5. Apakah ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan.

D. Tujuan Penelitian

(25)

1. Mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan.

2. Mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan.

3. Mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan.

4. Mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan.

5. Mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa di SMA se-Kecamatan Gondomanan.

E. Manfaat Penelitian

1. Bagi Guru

(26)

2. Bagi Siswa

Sebagai informasi dan gambaran kepada siswa mengenai hal-hal yang diharapkan dan dibutuhkan siswa dari peranan seorang guru guna mendukung proses belajarnya secara optimal di sekolah.

3. Bagi Sekolah

Sebagai informasi agar sekolah dapat lebih meningkatkan kualitas proses belajar mengajar untuk keseluruhan mata pelajaran pada umumnya dengan meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh guru-gurunya.

4. Bagi Peneliti

Sebagai calon guru, peneliti dapat mengetahui bahwa untuk menjadi seorang guru itu dibutuhkan kompetensi yang baik agar pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal.

5. Bagi Universitas Sanata Dharma

(27)

8

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritik

1. Tinjauan Tentang Kompetensi Guru

a) Pengertian Kompetensi

Dalam UU RI tentang Guru dan Dosen pasal 1 ayat 10 kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

(28)

understanding of facts and concepts, to advance motor skill, to

teaching behaviors and professional values”.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku untuk melakukan sesuatu sesuai standar kinerja yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas yang diperoleh melalui jalur pendidikan dan latihan.

b) Jenis Kompetensi Guru

Menurut pasal 10 ayat 1 UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, kompetensi guru ada empat macam, yaitu :

1) Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya.

2) Kompetensi kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, beraklhak mulia, arif dan berwibawa serta menjadi teladan siswa.

3) Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. 4) Kompetensi profesional adalah kemampuan seorang

(29)

melaksanakan tugas utamanya yaitu mendidik, mengajar, dan melatih dengan baik.

2. Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru

a) Pengertian Persepsi

Persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. Mahmud (1989:41) berpendapat bahwa persepsi adalah suatu proses menafsirkan stimulus yang telah ada di dalam otak. Meskipun alat untuk menerima stimulus itu serupa pada setiap individu, tetapi interpretasinya berbeda.

(30)

proses persepsi, dan proses penginderaan merupakan proses pendahulu dari persepsi.

Sarwono (2009:86) berpendapat bahwa persepsi merupakan kemampuan untuk membedakan, mengelompokkan, memfokuskan dan sebagainya itu kemudian selanjutnya diinterpretasi. Persepsi berlangsung saat seseorang menerima stimulus dari dunia luar yang ditangkap oleh organ-organ bantunya yang kemudian masuk ke dalam otak. Di dalamnya terjadi proses berpikir yang pada akhirnya terwujud dalam sebuah pemahaman. Sebelum terjadi persepsi pada manusia, diperlukan sebuah stimuli yang harus ditangkap melalui organ tubuh yang bisa digunakan sebagai alat bantunya untuk memahami lingkungannya.

(31)

b) Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi

Daviddoff (1988:234) menuliskan empat hal yang memengaruhi persepsi :

1) Kesadaran

Suasana hati seseorang akan memperoleh pandangannya terhadap seseorang.

2) Ingatan

Dalam rangka memberikan arti yang terus menerus orang akan cenderung terus menerus membanding-bandingkan penglihatan, suara, penginderaan lainnya dengan ingatan masa lalu yang mirip.

3) Proses Informasi

Kita sudah bisa menentukan dan memutuskan data mana yang akan dihadapi berikutnya, dibandingkan dengan situasi lalu dan saat itu, lalu membuat intepretasi dan evaluasi.

4) Bahasa

Memberikan bentuk pada persepsi secara tidak langsung.

c) Persepsi siswa tentang kompetensi guru Akuntansi

Persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi merupakan pandangan atau tanggapan siswa terhadap kompetensi yang dimiliki oleh guru akuntansi yang bersangkutan. Siswa dapat memberikan pandangan tentang kompetensi guru akuntansi melalui kegiatan belajar mengajar yang dialami selama ini di sekolah.

(32)

akuntansi dan penilaian atau evaluasi kegiatan belajar mengajar akuntansi.

Penguasaan materi merupakan kemampuan yang sangat mendasar dalam kegiatan pembelajaran serta pemahaman akan situasi siswa dapat diketahui melalui pemahaman konsep awal akuntansi siswa, pemahaman akan perkembangan pemikiran siswa, pemahaman akan situasi psikologis belajar akuntansi siswa, apakah senang, bosan atau malas.

Indikasi dikuasainya strategi pembelajaran akuntansi dapat diketahui dari kemampuan guru menerapkan metode pembelajaran akuntansi yang tepat, kemampuan menggunakan sumber-sumber pengajaran dan menguasai teknologi pendukung pengajaran akuntansi.

(33)

3. Kepuasan Belajar Siswa

a) Pengertian Kepuasan Belajar

Kepuasan siswa merupakan suatu sikap positif siswa terhadap pelayanan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru karena ada kesesuaian antara apa yang diharapkan dan dibutuhkan dengan kenyataan yang diterimanya (Sopiatin, 2010:33).

Menurut Mulyadi (2009), kepuasan belajar merupakan keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan yang ditampilkan dalam sikap positif terhadap kegiatan pembelajaran yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

(34)

b) Indikator Kepuasan Siswa

Indikator kepuasan siswa yang digunakan untuk melaksanakan penelitian terhadap pelayanan yang diberikan oleh sekolah merujuk kepada faktor-faktor yang dapat menentukan mutu pelayanan dalam bidang jasa, menurut Sopiatin (2010:40-43) yaitu :

1) Keandalan

Keandalan berhubungan dengan kemampuan guru dalam memberikan pelayanan proses belajar mengajar yang bermutu sesuai dengan yang dijanjikan, konsisten, serta sekolah mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan siswa.

2) Daya tanggap

Daya tanggap adalah kesediaan personil sekolah untuk mendengar dan mengatasi keluhan siswa yang berhubungan dengan masalah sekolah yang menyangkut masalah belajar mengajar ataupun masalah pribadi. Dalam upaya memberikan kepuasan belajar siswa, setiap personil sekolah terutama guru yang berada paling dekat dan berhubungan secara langsung dengan siswa dapat menyediakan waktu untuk dapat mendengar keluhan siswa dan memberikan solusi terbaik sehingga siswa dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam menyikapi masalah yang dihadapinya.

3) Kepastian

Kepastian adalah keadaan yang pasti. Siswa memilih sekolah sebagai tempat untuk belajar dan mengembangkan potensi yang dimilikinya berdasarkan pada informasi, baik dari sekolah maupun dari orang lain, dan juga berdasarkan persepsi dirinya terhadap sekolah tersebut. dengan demikian, rasa puas siswa atas pelayanan yang diberikan oleh sekolah dapat ditentukan oleh apakah layanan yang diberikan sekolah kepada siswa sesuai dengan informasi yang diterima oleh siswa.

4) Empati

(35)

tampak bahwa empati terjadi dalam hubungan antara manusia dengan manusia. Empati mempersyaratkan beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu. Empati yang dapat menimbulkan kepuasan siswa atas pelayanan yang diberikan oleh sekolah adalah:

- Personil sekolah (guru, kepala sekolah, dan staff administrasi) dapat memahami siswa dengan cara mengindera perasaan siswa dan memperhatikan kepentingan mereka.

- Berorientasi melayani, meliputi mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan belajar siswa.

- Kegiatan yang dapat mengembangkan potensi dan kemampuan siswa.

5) Berwujud

Berwujud dalam dunia pendidikan berhubungan dengan aspek fisik sekolah yang diperlukan untuk menunjang proses belajar mengajar. Aspek berwujud yang baik akan memengaruhi persepsi siswa dan pada saat bersamaan juga akan memengaruhi harapan siswa. Dapat disimpulkan bahwa definisi kepuasan belajar siswa adalah sikap individu siswa yang memperlihatkan rasa senang atas pelayanan proses belajar mengajar karena adanya kesesuaian antara apa yang diharapkan dari pelayanan tersebut dibandingkan dengan kenyataan yang diterimanya.

B. Kerangka Berpikir

(36)

pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Secara teoritis keempat kompetensi tersebut dapat dipisahkan, tetapi dalam praktiknya, keempat kompetensi ini tidak mungkin terpisahkan. Seorang guru yang ideal harus menguasai keempat kompetensi tersebut agar dapat melaksanakan tugas utamanya yaitu mendidik, mengajar, dan melatih dengan baik. Dari kompetensi guru itu akan dapat menimbulkan persepsi siswa dan kepuasan siswa yang berpengaruh pada hasil belajar siswa.

(37)

senang dan semangat untuk mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut.

Siswa tersebut dikatakan puas akan pembelajaran apabila ada kesesuaian antara apa yang diharapkan dan dibutuhkan dengan kondisi nyata yang diterimanya saat pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat terlihat dari sikap yang ditunjukkan siswa ketika proses pembelajaran berlangsung, siswa yang puas terhadap pembelajaran yang diberikan guru, pasti akan terlihat aktif dan ikut serta dalam proses pembelajaran dan hasil belajarnya juga pasti akan baik.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Khulaimah (2009) dihasilkan kesimpulan bahwa persepsi siswa dan kepuasan siswa tentang kompetensi guru ekonomi akuntansi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.

Penelitian yang dilakukan Aji (2010) dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang rendah tapi signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru dengan prestasi belajar siswa kelas X program keahlian akuntansi di SMK N 1 Lumajang.

(38)

Sopiatin (2008), meneliti tentang manajemen belajar berbasis kepuasan siswa: Studi tentang kajian faktor-faktor yang berpengaruh terhadap mutu proses belajar mengajar dan kepuasan siswa pada Sekolah Menengah Atas di Kabupaten Serang Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru berpengaruh signifikan terhadap mutu proses belajar mengajar di tingkat SMA Kabupaten Serang.

Berdasarkan penelitian terdahulu yaitu kompetensi guru berpengaruh pada 1) prestasi atau hasil belajar 2) motivasi belajar 3) mutu proses belajar mengajar 4) kepuasan siswa. Peneliti menduga bahwa persepsi siswa yang positif terhadap kompetensi guru akuntansi memiliki korelasi dengan kepuasan belajar siswa karena pada dasarnya prestasi belajar dan motivasi belajar siswa menjadi baik atau meningkat karena dilandasi adanya kepuasan belajar siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru tersebut.

C. Hipotesis Penelitian

1. H0 = Tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

Ha = Ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

(39)

siswa tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

Ha = Ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi pedagogik guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

3. H0 = Tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

Ha = Ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi kepribadian guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

4. H0 = Tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

Ha = Ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi sosial guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

5. H0 = Tidak ada hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang kompetensi profesional guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

(40)

D. Model Penelitian

Berdasarkan kerangka berpikir diatas, dapat disusun sebuah model penelitian sebagai berikut :

Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru akuntansi yang meliputi :

Kompetensi Pedagogik

Kompetensi Kepribadian

Kompetensi Sosial

Kompetensi Profesional

(41)

22

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian survey yaitu penelitian dengan tidak melakukan perubahan (tidak ada perlakukan khusus) terhadap variabel-variabel yang diteliti (Siregar, 2010:103). Penelitian ini juga termasuk dalam penelitian korelasi. Penelitian korelasi adalah penelitian yang bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. Hasil penelitian ini hanya mengidentifikasi ada tidaknya hubungan, yang tidak mesti menunjukkan hubungan sebab akibat (Trianto, 2010:165).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

(42)

Untuk mengetahui apakah hal tersebut terjadi di sekolah lain, maka peneliti tertarik untuk meneliti SMA lain yang masih memiliki kedekatan lokasi dengan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Oleh karena itu dipilihlah SMA se- Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta. 2. Waktu Penelitian : Februari - April 2013

C. Subjek dan Objek Penelitian

1. Subjek Penelitian

Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IPS di SMA se-Kecamatan Gondomanan,Yogyakarta Tahun Ajaran 2012/2013. Peneliti memilih siswa kelas XI dengan pertimbangan bahwa siswa kelas XI sudah cukup dewasa dan mengerti tentang bagaimana mengisi kuesioner dengan baik, kemudian siswa kelas XI sudah cukup mengenal, berinteraksi dan memahami mengenai kompetensi guru sehingga diharapkan siswa kelas XI memiliki masukan untuk memberikan persepsi tentang kompetensi guru akuntansinya dan kelas XI masih belum disibukkan dengan persiapan menghadapi Ujian Akhir Nasional.

2. Objek Penelitian

(43)

D. Populasi, Sampel dan Penarikan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto,2010:173). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan IPS SMA di Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 yang meliputi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, SMA Santa Maria Yogyakarta dan SMA N 10 Yogyakarta. Jumlah populasi ada 210 siswa yang tersebar pada SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sebanyak 89 siswa, SMA Santa Maria Yogyakarta sebanyak 60 siswa dan SMA N 10 Yogyakarta sebanyak 61 siswa.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2010:174). Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian siswa kelas XI jurusan IPS SMA di Kecamatan Gondomanan, Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013 yang meliputi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, SMA Santa Maria Yogyakarta dan SMA N 10 Yogyakarta. Hal yang pertama kali dilakukan adalah menentukan ukuran sampel dengan menggunakan rumus menurut Slovin (Siregar, 2010:149) :

(44)

N = jumlah populasi

e = perkiraan tingkat kesalahan Perhitungan Sampel :

Jumlah populasi di ketiga sekolah adalah 210 siswa, maka sampelnya:

= 137 siswa.

Penentuan sampel secara proporsional sebagai berikut: Ukuran sampel = 137 siswa

Populasi = 210 siswa

Tabel III.1

Penentuan Proporsi Sampel

3. Teknik Penarikan Sampel

Teknik penarikan sampel penelitian ini :

(45)

a. Proportionate stratified random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional (Sugiyono, 2011:82).

b. Accidental Sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan. Kebetulan disini karena peneliti awalnya meminta seluruh siswa untuk mengisi kuesioner dengan maksud untuk menghindari kecemburuan antara siswa yang satu dengan yang lain. Selanjutnya peneliti mengambil sejumlah kuesioner dari keseluruhan kuesioner yang masuk sesuai dengan proporsi sampel tiap-tiap kelas.

E. Definisi Operasional Variabel Penelitian

Variabel penelitian ini adalah persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa. Definisi persepsi yang diberikan oleh Walgito (1994:53) bahwa persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya.

(46)

mengajar akuntansi. Sedangkan definisi kepuasan belajar siswa adalah suatu sikap positif siswa terhadap pelayanan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru karena adanya kesesuaian antara apa yang diharapkan dan dibutuhkan dengan kenyataan yang diterimanya.

Tabel III.2

Operasionalisasi Variabel Kompetensi Guru

Dimensi Indikator No Pernyataan

Positif Negatif Kompetensi

Pedagogik

1. Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional,dan intelektual.

1,2,3,6 4,5

2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran

(47)

reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Kompetensi

Bidang Kepribadian

1. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum dan sosial.

17,18, 19

2. Menampilkan diri sebagai pribadi yang dapat memberi teladan bagi peserta didik dan masyarakat.

20 21

3. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan berwibawa.

23 22

4. Menunjukkan etos kerja dan , tanggung jawab yang tinggi.

25 24

5. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

26 Kompetensi

Bidang Sosial

1. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif karena

2. Berkomunikasi secara santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua dan masyarakat.

29, 30, 31

3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lisan.

33

Kompetensi Bidang Profesional

(48)

keprofesionalan secara

Operasionalisasi Variabel Kepuasan Belajar Siswa

No. Indikator No.Pertanyaan

1. Penampilan guru saat mengajar. 1

2. Penguasaan metode belajar. 2

3. Penyampaian materi pembelajaran. 3

4. Perhatian guru terhadap siswa saat proses pembelajaran.

4

5. Kesesuaian materi pembelajaran. 5

6. Penguasaan guru terhadap materi yang disampaikan.

6 7. Ilmu yang diperoleh dari penjelasan guru. 7 8. Tanggapan guru terhadap kesulitan

belajar.

8

9. Wawasan yang dimiliki guru. 9

10. Motivasi kepada siswa. 10

11. Pemberian umpak balik. 11

12. Pemberian nilai dan hasil belajar. 12 13. Komunikasi dengan siswa mengenai

hal-hal di luar pelajaran.

13 14. Respon guru terhadap pertanyaan siswa. 14

15. Guru sebagai fasilitator. 15

16. Kesempatan bertanya yang diberikan kepada siswa.

16 17. Ilmu yang diperoleh bukan hanya teori. 17 18. Penjelasan guru terhadap materi

pembelajaran dapat dipahami.

18

19. Evaluasi yang diberikan guru. 19

(49)

F. Pengukuran Variabel Penelitian

Pengukuran variabel persepsi tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar Siswa ini dilakukan dengan kuesioner menggunakan semantic defferensial. Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, hanya

bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum (Sugiyono, 2011:97). Pernyataan ini disajikan dalam tujuh alternatif jawaban yang diberi tanda (X) pada lembar yang telah disediakan yaitu mulai dari sangat tidak setuju (1) sampai dengan sangat setuju (7).

Kriteria yang diberikan untuk alternatif jawaban variabel persepsi siswa tentang kompetensi guru:

1. Pernyataan positif adalah mulai dari sangat tidak setuju (1) sampai dengan sangat setuju (7).

2. Pernyataan negatif adalah mulai dari sangat setuju (1) sampai dengan sangat tidak setuju (7).

Kriteria yang diberikan untuk alternatif jawaban kepuasan belajar siswa adalah mulai dari sangat tidak puas (1) sampai dengan sangat puas (7).

G. Teknik Pengumpulan Data

1. Kuesioner

(50)

hal-hal yang diketahuinya (Masidjo, 1995:70). Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengungkap data mengenai persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa.

2. Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya (Arikunto, 2010: 274). Teknik dokumentasi ini digunakan untuk mengumpulkan data-data mengenai jumlah peserta didik di masing-masing kelas.

H. Teknik Pengujian Instrumen

Untuk mencapai tingkat objektivitas hasil yang tinggi, maka perlu diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Pengetahuan tentang validitas dan reliabilitas alat ukur akan mencegah pengambilan kesimpulan penelitian yang keliru dan mencegah pemberian gambaran yang jauh berbeda dari keadaan yang sebenarnya. Pengujian instrumen penelitian dilakukan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta kelas XII jurusan IPS. 1. Uji Validitas

(51)

dengan berdasarkan uji korelasi product moment dari Pearson dengan rumus (Hasan, 2004:61) :

 

= koefisien korelasi antara X dan Y = jumlah skor X

= jumlah Skor Y

Y = jumlah hasil kali antara X dan Y N = banyaknya sampel yang diuji

Koefisien Korelasi ( ) yang diperoleh dari hasil perhitungan menunjukkan tinggi rendahnya tingkat validitas instrumen yang diukur. Selanjutnya nilai koefisien ini dibandingkan dengan nilai r korelasi Product Moment pada tabel dengan dk= n-2. Jika rhitung lebih besar dari rtabel maka butir soal tersebut dapat dikatakan valid, begitu pula sebaliknya.

(52)

Tabel III.4

Hasil Pengukuran Uji Validitas

Variabel Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Guru Akuntansi

(53)

Pengambilan kesimpulan ini dengan membandingkan rhitung dengan rtabel. Jumlah data (n) sebanyak 35 responden dan α = 5% diperoleh rtabel sebesar 0,334. Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel di atas terlihat bahwa ada 5 item persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi yang memiliki rhitung lebih kecil dari rtabel maka item 7, 19, 23, 26 dan 29 dikatakan tidak valid. Sedangkan item 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 20, 21, 22, 24, 25, 27, 28, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38 dan 39 memiliki rhitung lebih besar daripada rtabel maka item tersebut dikatakan valid. Terkait item yang tidak valid, peneliti kemudian memperbaikinya secara konstruk.

Setelah diperbaiki secara konstruk, kemudian peneliti melakukan pengujian serentak terhadap keseluruhan sampel, yaitu sebanyak n= 137 dan diketahui hasil sebagai berikut :

Tabel III.5

(54)
(55)

Hasil pengukuran validitas untuk variabel kepuasan belajar siswa diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel III.6

Hasil Pengukuran Uji Validitas Variabel Kepuasan Belajar Siswa

No. Pernyataan r tabel r hitung Keterangan

1 0,334 0,612 Valid

(56)

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah suatu instrumen yang dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2010:221). Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal bila jawaban atas pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Untuk mengetahui koefisien reliabilitas digunakan rumus cronbach alpha koefisien dengan taraf signifikansi 5%.

Tahapan penghitungan uji reliabilitas dengan menggunakan teknik cronbach alpha (Siregar, 2010: 176), yaitu:

a. Menentukan nilai varians setiap butir pertanyaan

b. Menentukan nilai varians total

c. Menentukan reliabilitas instrumen

Keterangan :

n = jumlah sampel

X = nilai skor yang dipilih = reliabel instrumen yang dicari

(57)

∑ = jumlah varians butir = varians total

` Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reliabel bila koefisien reliabilitas (r11) > 0,6 (Siregar, 2010:175). Jadi jika nilai koefisien cronbach alpha lebih besar daripada 0,6 maka butir pernyataan tersebut dapat dikatakan reliabel.

Uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan menggunakan teknik cronbach alpha dan dikerjakan dengan program SPSS for windows versi 17.0 dengan koefisien rtabel pada n= 35. Hasil

pengujian reliabilitas diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel III.7

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

Variabel Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Akuntansi

Variabel Nilai r akuntansi diperoleh hasil koefisien alpha cronbach rhitung (0,932) lebih besar dari rtabel (0,600) sehingga dapat disimpulkan bahwa item persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi adalah reliabel.

(58)

Tabel III.8

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian secara serentak Variabel Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Akuntansi

Variabel Nilai r akuntansi diperoleh hasil koefisien alpha cronbach rhitung (0,926) lebih besar dari rtabel (0,600) sehingga dapat disimpulkan bahwa item persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi adalah reliabel.

Tabel III.9

Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel Kepuasan Belajar Siswa Kepuasan belajar siswa 0,940 0,600 Andal

Dari 20 item kepuasan belajar siswa diperoleh hasil koefisien alpha cronbach rhitung (0,940) lebih besar dari rtabel (0,6) sehingga dapat disimpulkan bahwa item kepuasan belajar siswa adalah reliabel.

I.Teknik Analisis Data

1. Teknik Analisis Deskriptif

(59)

kepuasan belajar siswa. Untuk pengujian deskriptif variabel digunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe I.

Tabel III.10 Tabel PAP Tipe I

Tingkat Penguasaan Kompetensi Kategori Kecenderungan Variabel

90%-100% Sangat Tinggi

80%-89% Tinggi

65%-79% Cukup

55%-64% Rendah

Dibawah 55% Sangat Rendah

Sumber : (Masidjo, 1995:153).

2. Pengujian Hipotesis

a. Uji Hipotesis Penelitian

Untuk menguji hipotesis pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima tentang hubungan antara persepsi siswa tentang kompetensi guru akuntansi dan kepuasan belajar siswa dengan menggunakan rumus statistik koefisien korelasi Spearman yang dinyatakan dengan rumus sebagai berikut (Irianto, 2007: 144) :

Keterangan :

koefisien korelasi selisih antara X dan Y jumlah data

1 dan 6 = bilangan konstan

(60)

Tabel III.11

Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,80 – 1,000

Untuk menguji signifikan atau tidaknya koefisien korelasi tersebut digunakan uji t, rumus yang digunakan adalah sebagai berikut (Sugiyono, 2011:187) :

Kriteria pengujian adalah sebagai berikut :

(61)

42

BAB IV

GAMBARAN UMUM

A. SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

1. Sejarah SMA PL Yogyakarta

Pada mulanya, SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dikenal dengan nama Sekolah Guru Agama Katolik (SGAK), yang didirikan pada bulan April 1942 dan dikelola oleh Frater-Frater Jesuit. Namun, pada tanggal 1 Agustus 1942, SGAK diserahkan kepada Bruder-Bruder FIC (Fractum Immaculatum Conceptionis), yang pusatnya di Jalan Dr. Sutomo 4 Semarang. Kehadiran Bruder-Bruder FIC untuk membaktikan diri pada karya pendidikan, pengajaran, pembinaan Kristiani, namun tetap terbuka terhadap Roh yang berhembus kearah yang dikehendaki-Nya. Dalam proses perkembangannya, sekolah-sekolah yang dikelola oleh para Bruder FIC bernaung di bawah Yayasan Pangudi Luhur yang didirikan pada tanggal 6 Oktober 1954 dengan akta notaries No. 16, oleh Tan A Sioe. Nama Pangudi Luhur sendiri berasal dari dua kata, yaitu Pangudi dan Luhur yang berarti usaha yang baik. Para Bruder FIC melihat karya pendidikan sebagai

(62)

Karya pendidikan persekolahan Yayasan Pangudi Luhur per Mei 1997 adalah sebagai berikut:

Tabel IV.1 Pangudi Luhur kebanyakan memakai nama Pangudi Luhur, tetapi ada beberapa sekolah yang memakai nama lain seperti:

a. Van Lith – Muntilan

Secara kronologis perubahan-perubahan yang terjadi sebagai berikut:

(63)

(putra) dikelola Frater-Frater Jesuit.

Tahun 1952 : SGAK menempati gedung Jl. P. Senopati 16, dikelola para Bruder FIC (Santa Maria

Yang Dikandung Tak Bernoda).

Tahun 1965 : Pengelolaan oleh Yayasan Pangudi Luhur secara resmi.

Tahun 1973 : Mulai kelas 1 menerima peserta didik putri, nama menjadi SPG.

Tahun 1983 : Menempati gedung di JL. P. Senopati 18 sampai saati ini.

Tahun 1987 : SPG memperoleh status DISAMAKAN. Tahun 1989 : SPG beralih fungsi menjadi SMA Pangudi Luhur.

Tahun 1992 : SMA Pangudi Luhur St. Yusuf

memperoleh status DISAMAKAN dengan KS No. 476/C/Kep/1991 (akreditasi 1). Tahun 2003 : nama SMU diubah lagi menjadi SMA dan

digunakan hingga saat ini.

Tahun 2005 : SMA menerima Akreditasi A dari BAN. Kepala sekolah yang pernah menjabat di SMA Pangudi Luhur:

Tahun 1949 – 1952 : Pater H.Loeff, SJ (Pendiri) Tahun 1952 – 1957 : Br. Joachim, FIC

(64)

Tahun 1971 – 1977 : Br. Yustinus Sukirno, FIC

Tahun 1978 – 1984 : Drs. Bonifasius Sudiyo Dijosusanto Tahun 1984 – 1985 : Aloysius Djatmiko, BA

Tahun 1985 – 1987 : Drs.Br. Albertus Maria Sutarno,FIC Tahun 1987 – 1989 : Drs.Br. Yohanes Budi Suyanto,FIC Tahun 1989 – 1992 : Br. Alfonsus Marsuki, FIC

Tahun 1992 – 1995 : Drs.Br. Stephanus Parno, FIC Tahun 1995 – 1999 : Drs. H.R Sumarsono

Tahun 1999 – 2003 : Drs. Sumarinta Stanislaus Tahun 2003 – 2012 : Drs.Br. Herman Yoseph, FIC Tahun 2012- sekarang : Andreas Mujiyono, S.Pd

2. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta

a. Visi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Membentuk pribadi beriman, berbudi pekerti luhur, cerdas, terampil dan terbuka dalam menghadapi tantangan zaman.

b. Misi SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

1) Mendampingi peserta didik menuju pribadi yang beriman. 2) Mendampingi peserta didik menuju pribadi yang berbudi

pekerti luhur.

(65)

5) Mendampingi peserta didik menuju pribadi yang terbuka menghadapi tantangan zaman.

c. Tujuan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

1) Menghasilkan peserta didik yang beriman tanpa membedakan agama, ras, suku dan tingkat sosial.

2) Menghasilkan peserta didik yang menghidupi sikap kerja keras, tanggung jawab, setia, tangguh, jujur dan sederhana. 3) Menghasilkan peserta didik yang berpengetahuan dan dapat

diterima di perguruan tinggi.

4) Menghasilkan peserta didik yang mampu menghargai dan melestarikan budaya lokal.

5) Menghasilkan peserta didik yang berbudaya dan berwawasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

3. Sistem Pendidikan SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Sistem Pendidikan yang diterapkan di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta adalah program pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Program pengajaran umum, dilaksanakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diadakan di kelas XI dan XII dengan pilihan program IPA dan Program IPS.

Pola hubungan belajar mengajar di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta adalah:

(66)

percaya, saling menghormati, saling memperhatikan, penuh cinta kasih, kemerdekaan untuk berkreasi, bersikap kritis, berani bertanya dan berpendapat secara bertanggung jawab. b. Strategi pendampingan menekankan perlunya pembiasaan

untuk mengadakan analisis situasi kehidupan iman, sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang terjadi di masyarakat saat ini.

c. Pendekatan pribadi menekankan kerekanan dalam pelayanan yang berorientasi pada:

1) Pendidik berperan sebagai pendamping, fasilitator, mediator, instruktur, dan motivator kepada subjek didik. 2) Setiap pribadi menampakkan kewibawaannya, yaitu dengan

adanya keserasian antara perkembangan diri, profesionalitas, sosialitas, dan religiositasnya.

3) Setiap pribadi dibiasakan untuk mengadakan refleksi validasi (menghargai dan saling membantu dengan teman sejawat, rapat musyawarah dan pengembangan pribadi). d. Pola interaksi belajar mengajar pendamping-peserta didik dapat

bervariasi, antara lain sebagai berikut: 1) Pola pendamping-peserta didik

(67)

membina disiplin kelas dan kelompok kerja, dan sebagainya.

2) Pola peserta didik-pendamping

Isi kegiatan adalah menanyakan, mengusulkan sesuatu, meminta bantuan pendamping, mengkonsultasikan hasil pekerjaan, melaporkan hasil kerja dan informasi, menjawab pertanyaan pemdamping, dan sebagainya.

3) Pola peserta didik-peserta didik

Isi kegiatannya adalah tanya jawab, diskusi, adu argumentasi dalam debat, berdialog dengan tutor sebaya, pemecahan masalah, bereksperimen, merancang suatu penelitian dan sebagainya.

4. Kurikulum Satuan Pendidikan SMA Pangudi Luhur

Yogyakarta

Pembangunan nasional di bidang pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dalam wujud masyarakat maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang memungkinkan warganya untuk mengembangkan diri menjadi manusia Indonesia yang seutuhnya.

(68)

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing pendidikan. Isi kurikulum merupakan susunan bahan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan SMA dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Kurikulum SMA Pangudi Luhur Yogyakarta saat ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Berdasarkan kurikulum yang berlaku, ada dua program pengajaran di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, yaitu program pengajaran umum dan program pengajaran khusus. Program pengajaran umum diselenggarakan di kelas X, sedangkan program pengajaran khusus diselenggarakan di kelas XI dan XII dengan program pengajaran IPA dan IPS.

5. Sumber Daya Manusia SMA PL Yogyakarta

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta mempunyai 32 tenaga pengajar yang berkompeten di bidangnya dan mempunyai 10 orang karyawan yang ditempatkan di berbagai unit seperti tata usaha, perpustakaan dan keamanan serta pelaksana harian.

6. Peserta Didik SMA PL Yogyakarta

(69)

Tabel IV.2

Jumlah Peserta Didik Tiap Rombel SMA PL

Jurusan Jumlah Kelas X Kelas XI Kelas XII Total

Jumlah peserta didik berdasarkan kelas paralel dapat dilihat pada tabel IV.3 berikut:

Tabel 1V.3

Jumlah Peserta Didik SMA PL

(70)

7. Fasilitas Pendidikan dan Latihan

1. Ruang tamu kepala sekolah 1 ruangan 2. Ruang kepala sekolah 1 ruangan 3. Ruang wakil kepala sekolah 1 ruangan

4. Ruang doa 1 ruangan

5. Ruang tata usaha 1 ruangan

6. Ruang UKS putrid 1 ruangan

7. Ruang UKS putra 1 ruangan

8. Ruang laboratorium

computer 1 ruangan

9. Ruang Laboratorium bahasa 1 ruangan

10. Ruang OSIS 1 ruangan

15. Ruang Laboratorium IPA 2 ruangan

16. WC guru 1 ruangan

17. WC peserta didik putra 17 ruangan 18. WC peserta didik putri 10 ruangan

19. Ruang ganti 1 ruangan

20. Ruang gamelan 1 ruangan

21. Gudang olahraga 1 ruangan

22. Ruang baca dan

perpustakaan 1 ruangan

23. Tempat parkir 2 lantai

24. Kantin 1 ruangan

25. Lapangan in-door 1 ruangan

26. Ruang Jurnalistik 1 ruangan

27. Ruang diskusi (aula atas) 1 ruangan

(71)

29. Kantor komite 1 ruangan

30. Pos satpam 1 ruangan

31. Ruang tenaga kerja dan

dapur 2 ruangan

32. Green house 1 unit

33. Gudang penyimpanan

alat-alat TONTI 1 ruangan

Sumber belajar seperti buku-buku paket tersusun rapi di perpustakaaan dan selalu digunakan untuk menunjang pelajaran.

8. Majelis Sekolah/ Dewan Sekolah/ Komite Sekolah

Komite sekolah adalah lembaga independen yang berfungsi sebagai mitra sekolah dan memberikan sumbangan pemikiran terhadap penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Komite sekolah adalah kumpulan orang tua/wali murid, guru, tokoh sesepuh dan perwakilan dari instansi-instansi yang dianggap berkompeten dalam menangani urusan sekolah baik intern maupun dengan pihak sekolahnya yang dipilih dengan musyawarah seluruh orang tua / wali peserta didik dan disahkan oleh pihak sekolah.

(72)

9. Hubungan antara Satuan Pendidikan SMA PL Yogyakarta

dengan Instansi Lain.

SMA Pangudi Luhur menjalin hubungan dengan berbagai pihak, antara lain:

a. Hubungan dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan

Dinas Pendidikan Propinsi DIY

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sebagai lembaga pendidikan mempunyai hubungan dengan Dinas Pendidikan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:

1) Akreditasi sekolah 2) Pelaksanaan UN 3) Kurikulum

4) Menyerahkan silabus dan RPP kepada dinas pendidikan kota Yogyakarta.

5) Supervisi sekolah

b. Hubungan dengan Yayasan

SMA Pangudi Luhur Yogyakarta bernaung dibawah Yayasan Pangudi Luhur. Oleh karena itu, hubungan SMA Pangudi Luhur dengan Yayasan menjadi sangat erat karena segala kegiatan yang berhubungan dengan penyelenggaraan sekolah harus diketahui oleh Yayasan.

(73)

Hubungan dengan sekolah lain antara lain kerjasama dalam bidang pendidikan, sosial, kesenian, dan olahraga. Seperti observasi sekolah yang dilakukan SMA di Ambon yang berkunjung ke SMA Pangudi Luhur Yogyakarta untuk studi banding sebagai sekolah model.

d. Hubungan dengan orang tua

Hubungan SMA Pangudi Luhur dengan orang tua murid tampak ketika pembagian rapor peserta didik atau STTB dan pada saat sekolah mengadakan pertemuan dengan orang tua murid saat pengarahan bagi peserta didik baru maupun bagi kelas XII sebelum ujian.

e. Hubungan dengan Pemerintah

Hubungan dengan pemerintah tampak pada saat sekolah mengadakan peringatan hari besar nasional dan pelaksanaan UAN.

f. Hubungan dengan Perguruan Tinggi

(74)

melakukan praktek mengajar di SMA Pangudi Luhur ini. Dan saat ini terdapat kegiatan Edu Fair sebagai kegiatan pengenalan PTS/PTN di Wilayah DIY dan sekitarnya untuk siswa-siswa khususnya siswa kelas XII.

10.Usaha-Usaha Peningkatan Kualitas Lulusan

Usaha-usaha peningkatan kualitas lulusan di SMA Pangudi Luhur adalah sebagai berikut:

a. Usaha-usaha Peningkatan kualitas Lulusan dari pihak

sekolah

Sekolah berusaha dengan keras untuk meningkatkan lulusannya. Sekolah menyediakan fasilitas yang memadai yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan SMA Pangudi Luhur ini. Salah satu usaha peningkatan kualitas lulusan adalah dengan disediakannya fasilitas perpustakaan dengan buku-buku yang memadai dan dilengkapi dengan ruang baca yang sangat nyaman. Selain itu, pengadaan ruang multimedia, ruang laboratorium dan perangkat multimedia disetiap kelas juga bertujuan untuk mendukung proses belajar peserta didik.

b. Usaha-Usaha Peningkatan Kualitas Lulusan dari Guru

(75)

keterampilan dalam menggunakan komputer dalam menyampaikan materi. Bekal yang diberikan tersebut, diharapkan dapat digunakan untuk membantu meningkatkan kualitas lulusan SMA Pangudi Luhur.

c. Usaha-usaha Peningkatan Kualitas Lulusan dari Peserta

didik

Usaha-usaha yang dilakukan peserta didik untuk meningkatkan kualitas lulusan antara lain:

1) Retret, Live In dan Rekoleksi

Untuk tahun ini, SMA Pangudi Luhur mengadakan retret,live in dan rekoleksi. Kegiatan retret diwajibkan untuk peserta didik kelas XII, kegiatan live in diwajibkan untuk siswa kelas XI, sedangkan rekoleksi diwajibkan untuk kelas X. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan iman para peserta didik. 2) Study tour

Setiap tahun, SMA Pangudi Luhur mengadakan program study tour. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas XI. Kegiatan study tour ini biasanya diadakan di Bali. 3) Mengikuti lomba akademik maupun non akademik antar

sekolah.

(76)

yang dimiliki, baik bidang akademik maupun non akademik dengan mengikuti berbagai lomba dan festival. Kegiatan lomba yang diikuti antara lain lomba olimpiade matematika, olimpiade fisika, lomba karya tulis, lomba tari, lomba taekwondo, lomba cheers dan festival kesenian.

B. SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA

1. Sejarah SMA Santa Maria Yogyakarta

(77)

akademik, kesenian maupun olahraga. Mulai tahun 2007 status akreditasi SMA Santa Maria adalah A.

2. Visi, Misi dan Tujuan SMA Santa Maria Yogyakarta

a. Visi SMA Santa Maria Yogyakarta

SMA Santa Maria Yogyakarta memiliki visi sebagai berikut :

“Terselenggaranya pendidikan yang memadukan intelektual, humaniora dan ketrampilan berdasarkan nilai-nilai kristiani untuk siap bersaing dalam era globalisasi”.

1) Intelektual

a) Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

b) Mengembangkan sikap ilmiah (kritis, analitis, kreatif dan inovatif).

c) Meningkatkan kecakapan dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

2) Humaniora

a) Menanamkan nilai-nilai kristianitas dan nilai-nilai kepribadian.

b) Mengembangkan sikap disiplin, bertanggung jawab, tangguh, tanggap dan tenggang rasa.

(78)

3) Keterampilan

a) Menguasai dasar-dasar keterampilan (tata boga, bahasa mandarin, bahasa jerman, komputer, bahasa inggris, tata rias).

b) Menerapkan keterampilan yang dimiliki.

c) Mengembangkan keterampilan yang dimiliki untuk bekal masa depan.

b. Misi SMA Santa Maria Yogyakarta

Misi yang dimiliki oleh SMA Santa Maria Yogyakarta adalah :

1) Menumbuhkembangkan penghayatan nilai-nilai kristiani.

2) Melaksanakan pembelajaran, bimbingan dan pelatihan yang efektif, kreatif, bermutu dan, menyenangkan sehingga dapat berkembang secara optimal.

3) Mewujudkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang siap untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

(79)

5) Melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk menggali bakat dan minat di bidang ketrampilan.

c. Tujuan SMA Santa Maria Yogyakarta

1) Melaksanakan kurikulum nasional, lokal, dan pilihan (pendidikan kemarsudirinian).

2) Memenuhi tuntutan pendidikan yang efektif, kreatif, bermutu dan, menyenangkan sehingga dapat mengembangkan diri secara optimal.

3) Memenuhi tuntutan masyarakat (perguruan tinggi dan dunia kerja) untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif.

4) Memiliki peserta didik yang berkualitas dalam prestasi di bidang akademik dan non akademik.

5) Memenuhi kualifikasi dan kompetensi standar nasional tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

6) Memfasilitasi kegiatan akademik, karya ilmiah, seni, dan olah raga sehingga terampil dalam berbagai lomba. 7) Memenuhi sarana prasarana yang diperlukan bagi

proses belajar mengajar yang optimal.

(80)

9) Terciptanya suatu lingkungan belajar yang harmonis dan kondusif.

10) Memfasilitasi kegiatan kerohanian dan pembinaan kepribadian sehingga terbentuk pribadi yang utuh. 11) Membekali peserta didik dengan

keterampilan-keterampilan yang mampu dikembangkan untuk masa depannya.

12) Menyediakan sarana prasarana yang mendukung kegiatan keterampilan.

13) Mendampingi peserta didik yang pada waktunya mampu menjadi wanita mandiri, berkarier yang cakap, berdedikasi tinggi bagi kemajuan bangsa, negara, gereja berdasarkan visi dan nilai-nilai kristiani.

14) Memiliki sumber pendanaan yang mampu menjaga kelangsungan pendidikan.

15) Melaksanakan manajemen mutu dan sistem administrasi sesuai standar nasional.

3. Sistem Pendidikan Satuan Pendidikan SMA Santa Maria

Yogyakarta

Figure

Tabel V.3 Deskripsi Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Kepribadian

Tabel V.3

Deskripsi Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Kepribadian p.18
Tabel III.1

Tabel III.1

p.44
Tabel III.2

Tabel III.2

p.46
Tabel III.3

Tabel III.3

p.48
Tabel III.4

Tabel III.4

p.52
Tabel III.5

Tabel III.5

p.53
Tabel III.6

Tabel III.6

p.55
Tabel III.7

Tabel III.7

p.57
hitung tabel  Persepsi siswa tentang 0,926 0,600

hitung tabel

Persepsi siswa tentang 0,926 0,600 p.58
Tabel III.10

Tabel III.10

p.59
Tabel III.11

Tabel III.11

p.60
Tabel IV.1

Tabel IV.1

p.62
Tabel 1V.3

Tabel 1V.3

p.69
Tabel IV.4

Tabel IV.4

p.70
Tabel IV.5

Tabel IV.5

p.86
Tabel IV.6

Tabel IV.6

p.87
Tabel IV.7

Tabel IV.7

p.99
Tabel IV.8

Tabel IV.8

p.103
Tabel V.1 Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Akuntansi

Tabel V.1

Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Guru Akuntansi p.105
Tabel V.2 Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Pedagogik Guru

Tabel V.2

Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Pedagogik Guru p.106
Tabel V.3 Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Kepribadian Guru

Tabel V.3

Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Kepribadian Guru p.107
Tabel V.4 menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang kompetensi

Tabel V.4

menunjukkan bahwa persepsi siswa tentang kompetensi p.108
Tabel V.5 Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Profesional Guru

Tabel V.5

Deskripsi Persepsi Siswa tentang Kompetensi Profesional Guru p.109
Tabel V.6 Deskripsi kepuasan belajar siswa

Tabel V.6

Deskripsi kepuasan belajar siswa p.110
Tabel V.8 Hasil Pengujian Hipotesis II

Tabel V.8

Hasil Pengujian Hipotesis II p.113
Tabel V.9 Hasil Pengujian Hipotesis III

Tabel V.9

Hasil Pengujian Hipotesis III p.116
Tabel V.10

Tabel V.10

p.118
Tabel V.11

Tabel V.11

p.120
Tabel r & t

Tabel r

& t p.173
Tabel r  Produk Moment

Tabel r

Produk Moment p.174

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in