• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketika Kaum Buntung Mencari Tuhan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ketika Kaum Buntung Mencari Tuhan."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KETIKA KAUM

BUNTUNG

MENCARI

TUHAN

ilat.n

satu-satunya memang

iita

harus

berdoa

ke

iepunden-pepunden

Pak Harto!

fita tahu

kekuasaan Pak Harto

ielama

ini

selain disangga

oleh

I

uahyu Bu Tien,

iuga kuat

litopang oleh

eyang-eyang

Fluhur petilasan.

I I

I

OLEH YOSEPH YAPI TAUM

7

tu...itu

yang

para

ma-| .

hasiswa,

kaum

dosen,

I

para tokoh LSM,

war-InxHxtrlillT'ff;

anggota

partai tak mengerti.

Mereka buta kenyataan keTjd.

"

tinan

ini.

Mereka

menganggap

sepi

dunia

batin

Pak

Harto.

Kita

harus menapalrtilasi lagi

tempat-tempat Romo Marto

dan Romo

Dijat pernah

mem-bawa Pak

Harto"

(Seno

Joko

Suyonq

Kuil

di Dasar

Laut).

lhrlah sepenggal alinea dalam novel

terbaru Seno

Joko

Suyonq

Kuil

di

Dasar

Laut

(20f4). Dengan gaya pe-nulisan sastra

jurnalistill

keseluruhan novel

ini

menggunakan data dan pe-ristiwa-peristiwa historis sebagai ba-han penulisannya. Novel

ini

mengkri-tisi

pralSik mesin

politik

pemerin-tahan Soeharto yang berkuasa selama

32 tahun. Kali

ini

Seno mengungkap secara detail ketidalcpuasan dan per-lawanan spiritual yang dilakukan me-lalui gerakan mencari wahlrr

talding-an. Karena itu, inembaca novel ini, kita

mengenal

dan

mengenang kembali

berbagai

peristiwa

sosial,

politil<, hukum, dan kebudayaan faktual yang terjadi di Tanah Air, khususnya selama

masa

pemerintahan

otoriter

Orde Baru.

Situasi batas

Novel Kuil dl D asar Lautini secara

keseluruhan bercerita tentang situasi batas yang dialami manusia yang

hi-dup danbernapas da-lam ruang negara

Orde Baru. Novel

ini

diarvali dengan

narasi mengenai kegalauan

kultural

.

Menghadapi tekanan sosial politik

yang dialami bangsa Indonesia

pada

yang represif, para alctivis dan cende-masa Soeharto, terutama dalam

pe-

kiawanmencariberbagaialternatifge-riode 1971-1980. Pada periode ini,

ke-

rakan perlawanan. Dalam produksi

kuasaanrezimSoehartomencapaihe- sastra muncul fenomena sastra sufi gemoni total. Situasi sosial-politik

di

dan sastra yang menolak

berkomuni-vel

ini

adalah Paguyuban Anggoro Kasih. Anggotanya kebanyakan man-tan pejabat berusia lanjut. Jeanne dbn Suryo adalah anggota termuda dalam pagq'uban yang mendalami berbagai ajaran tentang jalan menuju

kehidup-*'-o'

5t}lft

Is$s

t$st{ft

.'r*&t&Uu**

S*Wur""

"

F

3

-(r)

3

H

z

o

LJ

r.t

o\

H

1+{

H

F

N ts

cII

Presiden Soeharto.

Perlawanan baik dalam bentuk fisik maupun kebatinan

tidak

luput

dari
(2)

N" s

f\\s,: F s\'\.1li]ffi., $!.,

DATA

;

*

Judul: Kuit di Dasar Laut

BUKU

;

c

Penulis: Seno Joko

i

Suyono

i

,o Penerbit Lamalera,

;

Yogyakarta

! o

Cetakan l:2014

i

+

Tebal: vi + 6l_2 Halaman'

digugat Seno.

Suatu ketika

di

pertengahan 1976,

Sawito yang menekuni dunia keba-tinan ini bertapa di GunungMuria dan

mendapat wah)ru. (wangsit) bahwa Presiden Soeharto harus menyerah:

kan

kekuasaannya

kepada

Hatta,

proklamator dan

wakil

presiden RI pertama.

Ia

pun

menyusun sebuah

dokumen berjudul

"Menuju

Kesela-matan " "Pernyataan Pemberian Maaf bagi Almarhum Bung Karno",

"Mun-dur untuk

Maju Lebih

Sempurna", dan "Surat Pelimpahan". Pemerintah yang kemudian menemukan seluruh

naskah menganggap naskah-naskah

ifu

sebagai petunjuk nyata tentang

adanya "sekelompok orang yang telah

melakukan kegiatan gelap (ilegal) un- -tuJ< mengganti kepala negara secara

inkonstitusional".

Puncak perlawanan pagulrrban

ini

adalah ketika mereka turut berkumpul bersama para demonstran

di

Kantor

PDI Pro Mega. Ketika sedang

mena-paktilasi perjalanan spiritualis Sawito di Kantor PDI Pro Mega itulah,

peris-tiwa absurd penyerangan brutal ber-darah dilakukan, tanggal 27 J:ditg96.

Menurut hasil

penyelidikan Komisi

Nasional HakAsasi Manusia (Komnas

HAl\[), peristiwa brutal

itu

menelan korban 5 orang meninggal 149 orang

(sipil ataupun aparat) luka-luk4 dan

136 orang ditahan. Komnas IIAM juga menyimpulkan telah terjadi sejumlah pelanggaran hak asasi manusia Satu per satu anggotd Paguyuban Anggoro Kasih meninggal. Yang tersisa adalah

Jeanne dan Suryo.

Dari candi ke

kuil

Jeanne, tokoh utama novel ini,

ada-lah

orang

yang

menyaksikan dan mengalami berbagai absurditas dan kegalauan kultural bangsa ini. Ketika rumah tangganya pun hancur, Jeanne memutuskan unfuk menenangkan

di-ri

dengan berwisata ke Kamboja, Vi-etnam,

dan

Laos.

Di

Kamboj4

dia

bertemu dengan Suryq mantan ke-kasihnya yang "menjerumuskannya,,

ke dalam kegiatan Paguyuban Anggoro Kasih. Ia juga bertemu dengan phu

Tram,

seorang penyelam buntung yang menuntunnya menemukan kuil

di

dasar laut. Melalui Jeanne, kami

KOMPAS,

MINGGU,

26

APRIL

2OI5

I

diajak melakukan pezi@ahq;fisik (ke

Kamboj4

Vietnam,

dan Ia@)

dtrn

batin @erbagai halusinasi, kolam

ima-jiner

di

depan Candi Angftof Wa!

sampai menemukan sebuah

kuil

di dasar

laut) untuk

mencari

dal

me-nemukan Yang Transendens.

Salah

satu unsur naratif

yang

menonjgl,

dalam novel

ini

adalah

kehadiran orang-orang buntung baik

di

Kamboja maupun di Vietnam.

Se-tiap Jeanne mengunjungi candi-candi,

mereka selalu ada

di

pelataran, di persimpangan

jalan.

Orang-orang buntung adalah produk Kamboj4

se-lain ribuan

candi.

Di

Kamboj4

ke-banyakan

kaum

buntung

adalah

korban

ranjau darat

akibat perang

saudara yang brutal dan dahsya!

ter-utama pada masa pemerintahan pol Pot Khmer Merah.

Kuil di

Dasar Laut sesungguhnya sebuah pemberontal<an. Jeanne dan Suryo adalah manusia yang mengerti

arti

absurditas yang mereka alami. Menemukan

kuil di

dasar

laut

ber-sama kaum buntung merupakan

se-buah pemberontalan sastrawi.

Tin-dakan mereka jauh dari sikap

menga-lal;

jauh dari

sikap melarikan diri. Mereka

berdiri

menantang berjuang

untuk menemukan secercah harapan.

Mereka

tahu

bahwa kematian

me-nunggri

di

tikungan terakhir.

Ke-kalahan, penderitaan, dan perjuangan

akan

menen.ggelamkan mereka ke

dasar samudr4

tetapi

mereka akan tetap melawan, hidup, dan tidak.me-nyerah. Pemberontakan

itu

membe-- rikan

nilai

kepada kehidupan.

Mem-balikkan kebebasan pada eksistensi manusia.

.

Pemberontakan

itu

memberikan nilai kepada kehidupan. Membalikkan kebebasan pada elaistensi manusia.

Pemberontakan

gaya Seno

Joko Suyono tidak dilakukan dengan

me-ledal<-ledal< atau berteriak Seperti

ka-ta

Jalaluddin

Rum|

"Apa

perlunya teriakan bagi yang mampu mendengar bisikan." Sastrawan yang baik, bukan

sekadar penyampai cerita yang piawai.

Ia

adalah

pemikir

yang

brilian

dan perenung agung. Seno jelas memiliki

kemampuan merangkai

cerita

yang menarik dan merenik

Kisah Jeanne yang gemar

menyu-kai

musik blues dan

rocl

juga

se-fumpuk pengetahuan arkeologis yang tersembunyi; tentang situs Mysorl re-runtuhan pusat spiritual Champa

de-kat

kota Danang Vietnam, yang

ba-nyak

relasinya dengan Jawa dapat

ditemukan dalam novel

ini

dengan kisah yang detail dan memikat. Tidak

akan terasa behwa kita telah membaca buku setebal 612 halaman karena

ber-bagai kejutan darl ketakterdugaan dan seringkali muncul dalam cerita yang mengalir.

DR YOSEPH YAPI

TAIIM,

Dosen

Referensi

Dokumen terkait

Jika ia meninggalkan hukum Allah dengan meyakini kehalalannya atau meng- anggapnya pilihan (yang boleh diterima boleh tidak, pent. ) atau beranggapan hukum

hubungan keagenan ialah suatu kontrak di mana satu atau lebih orang (principal) melibatkan orang lain (agent) untuk melakukan beberapa layanan atas nama mereka dan

Penelitian ini menggunakan Rapid Application Development (RAD) dalam mengembangkan aplikasi yang direncanakan. RAD merupakan metode pengembangan software yang lebih

Skripsi yang berjudul “AKIBAT HUKUM PERJANJIAN LISAN APABILA TERJADI WANPRESTASI (Studi Kasus Perjanjian Sewa Menyewa Rumah Toko “Solikin” Di Desa Tenggeles)”

Di halaman rumah Adit, para warga sudah memasang tenda, kemudian Jarwo dan Sopo datang sambil membawa karangan bunga duka cita, setelah itu Adit dan Dennis datang ke rumah, setelah

Dengan keunikan ini tengkorak dalam festival Dia de los Muertos diambil sebagai sumber ide dalam pembuatan karya seni batik lukis dalam bentuk panel.Batik lukis yang diciptakan

$angguan sensasi pada wajah ,subjektif maupun objektif sering ditemukan. itemukannya trigeminal neuralgia pada dewasa muda mungkin merupakan gejala awal dari

Salah satu permasalahan yang di hadapi oleh Satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Rembang sebagai penegak hukum yang terlibat langsung di lapangan adalah meningkatnya