• Tidak ada hasil yang ditemukan

OBAN IilNEBJA. Nomor : PR05.04/1,.U o2qs lz0zz Tanggal : L9 lanvari2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "OBAN IilNEBJA. Nomor : PR05.04/1,.U o2qs lz0zz Tanggal : L9 lanvari2022"

Copied!
164
0
0

Teks penuh

(1)

OBAN IilNEBJA

BBTKLPP BANJARBARU

2021

KEMENTERI DIREKTORAT JENDE

Nomor : PR05.04/1,.U o2qS lZ0Zz Tanggal : L9 lanvari2022

PP BANJARBARU 2022

B

KESEHATAN REPUBLI K INDONESIA

PENCEGAHAN

DAN

PENGENDALIAN PENYAKIT

(2)

Banjarbaru, Januan 2022 P Banjarbaru,

,\

SKIil, MKes.

1001

OIiETIORAI

lw.t

ltu cri. BBIXIPP Adrie,bt, 2O2, Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat-Nya Laporan Kinerja

Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan

dan

Pengendalian Penyakit Banjarbaru (BBTKLPP Banjarbaru) tahun 2021 telah selesai disusun.

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru ini merupakan salah satu wujud transparansi dan akuntabilitas dalam menyampaikan keberhasilan dan

atau

kegagalan dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Aksi Kegiatan (RAK) BBTKLPP Banjarbaru tahun 2O2O- 2024.

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena sebagian besar target kinerja BBTKLPP Banjarbaru tahun 2021 dapat tercapai, dari

8

indikator yang ditetapkan,

7

indikator

melampaui target sedangkan 1 indikator mencapai target. Tujuh indikator yang melebihi target yaitu jumlah surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium yang dilaksanakan sebesar 254,55 o/o, persentase rekomendasi surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium yang dimanfaatkan sebesar 106,90lo, persentase respon Sinyal KlB/Bencana kurang dari 24 jam sebesar '105,26%, nilai kineda anggaran sebesar 104,Uo/o, nilai indikator pelaksanaan anggaran sebesar 'l14,Bt %, kinerja implementasi satker WBK sebesar 104,48% dan persentase peningkatan kapasilas ASN sebanyak 20 JPL sebesar 104,61%. Satu indikator yang mencapai target adalah jumlah teknologi tepat guna yang dihasilkan sebesar 100o/o. Selain itu terdapat satu indikator tambahan selain indikator yang diberikan oleh Eselon

I

yaitu jumlah pemeriksaan sampel. Capaian indikator ini sebesar 1 17,64%-

Kami berharap laporan ini dapat digunakan sebagai informasi, bahan penyusunan rencana kerja dan pelaksanaan kegiatan, serta sebagai bahan evaluasi kegiatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit.

(3)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021

IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan Kinerja ini secara garis besar berisi informasi rencana kerja dan capaian kinerja selama tahun 2021, mengacu pada rencana aksi kegiatan tahun 2020 - 2024.

Laporan kinerja memiliki dua fungsi yaitu sebagai sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja BBTKLPP Banjarbaru kepada Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dan sebagai sumber informasi untuk perbaikan dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.

Secara umum BBTKLPP Banjarbaru tahun 2021 telah mampu mencapai target yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengukuran kinerja, Tujuh indikator yang melebihi target yaitu jumlah surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium yang dilaksanakan sebesar 254,55 %, persentase rekomendasi surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium yang dimanfaatkan sebesar 106,9 %, persentase respon Sinyal KLB/Bencana kurang dari 24 jam sebesar 105,26 %, nilai kinerja anggaran sebesar 104,84 %, nilai indikator kinerja pelaksanaan anggaran sebesar 114,64 %, kinerja implementasi satker WBK sebesar 113,91 % dan persentase peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL sebesar 104,61 %. Satu indikator yang memenuhi target adalah jumlah teknologi tepat guna yang dihasilkan sebesar 100%. Selain itu terdapat satu indikator tambahan selain indikator yang diberikan oleh Eselon I yaitu jumlah pemeriksaan sampel. Capaian indikator ini sebesar 117,64 %.

Meski capaian tinggi, dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun 2021, ditemukan kendala/masalah sebagai berikut:

1. Kondisi wilayah layanan yang luas dengan kondisi terpencil sulit dijangkau menyebabkan sulitnya penanggulangan KLB < 24 jam, jumlah SDM yang kurang sehingga banyak yang rangkap tugas

2. Kemampuan SDM dalam hal rancang bangun TTG masih terbatas terutama untuk TTG pengendalian penyakit

3. Kemampuan pemeriksaan spesimen yang terbatas sehingga kesulitan bila terjadi KLB penyakit diluar kemampuan laboratorium BBTKLPP Banjarbaru

4. Jejaring dan kemitraan dengan daerah belum maksimal

5. Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan beberapa kegiatan tertunda pelaksanaannya bahkan batal

Tindak lanjut yang akan dilakukan adalah : 1. Perbaikan dalam rancangan rencana kegiatan

2. Peningkatan kapasitas dengan melaksanakan pelatihan baik daring maupun luring, termasuk usulan penambahan jumlah pegawai

3. Peningkatan jejaring kerja dengan lintas program dan lintas sektor 4. Perbaikan teknis rencana pengembangan TTG

5. Meningkatkan sarana dan prasarana laboratorium

(4)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021

DAFTAR ISI

Hal

Kata Pengantar ………... i

Ikhtisar Eksekutif ..….………... ii

Daftar Isi ……….………...………... iii

Daftar Tabel ………... Daftar Grafik ……….. Daftar Gambar ……… iv v vii Bab I : Pendahuluan………..………. 1

A. Visi dan Misi ………... 1

B. Latar Belakang ………... 1

C. Tugas Pokok dan Fungsi D. Struktur Organisasi ………... ……….. 2 3 E. Sumber Daya F. Sistematika Penulisan ………... ……….. 4 12 Bab II : Perencanaan Kinerja………...……… 13

A. Perencanaan Kinerja ………... 13

B. Perjanjian Kinerja ………... 15

Bab III : Akuntabilitas Kinerja……….………. 17

A. Capaian Kinerja Organisasi ………... 17

B. Realisasi Anggaran ………... 68

Bab IV : Penutup….. ………. 72

Lampiran : 1. Perjanjian Kinerja Tahun 2021 2. Data Dukung

(5)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021

DAFTAR TABEL

Hal Tabel 1.1. Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Jenis Jabatan

Fungsional Umum (JFU) Tahun 2021

5 Tabel 1.2. Barang Milik Negara BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2020 dan Tahun 2021 12 Tabel 2.1. Rencana Aksi Kegiatan BBTKLPP Banjarbaru 2020 – 2024 14 Tabel 2.2. Rencana Kinerja Tahunan BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021 15 Tabel 2.3. Perjanjian Kinerja BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021 (Awal) 16 Tabel 2.4. Perjanjian Kinerja BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021 (Revisi) 16 Tabel 3.1. Rincian Tingkat Capaian Kinerja Masing-Masing Indikator Tahun 2021 18 Tabel 3.2. Survei Evaluasi Prevalensi Mikrofilaria Pasca POPM Tahun 2021 20

Tabel 3.3. Kajian Faktor Risiko Zoonosa Tahun 2021 20

Tabel 3.4. Kunjungan Fasyankes dalam Persiapan Menjadi Laboratorium Rujukan Covid-19 Tahun 2021

22 Tabel 3.5. Monitoring dan Evaluasi Penanganan Limbah pada Rumah

Sakit/Laboratorium Rujukan Covid-19 Tahun 2021

23 Tabel 3.6. Kajian Surveilans Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Tahun

2021

24

Tabel 3.7. Analisi Data Laboratorium Tahun 2021 24

Tabel 3.8. Pengelolaan Limbah pada BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021 25 Tabel 3.9. Presentase Rekomendasi Hasil Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit

Berbasis Laboratorium yang Dimanfaatkan Tahun 2021

31 Tabel 3.10. Respon Sinyal KLB/Bencana Kurang dari 24 Jam Tahun 2021 36 Tabel 3.11. Peningkatan Kapasitas ASN Sebanyak 20 JPL pada Tahun 2021 64 Tabel 3.12. Pagu dan Realisasi Anggaran Masing - Masing Indikator Tahun 2021 69 Tabel 3.13. Pagu dan Realisasi Anggaran Per Rincian Output Tahun 2021 70

(6)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021

DAFTAR GRAFIK

Hal Grafik 1.1. Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Jabatan Tahun 2021 4 Grafik 1.2. Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Jabatan Struktural

Tahun 2021

5 Grafik 1.3. Data Jabatan Fungsional Epidemiolog Kesehatan Berdasarkan Jenjang

Jabatan Tahun 2021

6 Grafik 1.4. Data Jabatan Fungsional Sanitarian Berdasarkan Jenjang Jabatan Tahun

2021

6 Grafik 1.5. Data Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Kesehatan Berdasarkan

Jenjang Jabatan Tahun 2021

7

Grafik 1.6. Data Tenaga Kontrak Tahun 2021 8

Grafik 1.7. Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2021

9 Grafik 1.8. Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Golongan Tahun 2021 9 Grafik 1.9. Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Pendidikan Tahun 2021 10 Grafik 1.10. Data PNS BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2021 10 Grafik 1.11. Perbandingan Jumlah Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2016 – 2021 11 Grafik 3.1. Target dan Realisasi Jumlah Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit

Berbasis Laboratorium yang Dilaksanakan Tahun 2021

25 Grafik 3.2. Capaian Indikator Jumlah Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis

Laboratorium yang Dilaksanakan Tahun 2017 - 2021

26 Grafik 3.3. Capaian Indikator Jumlah Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis

Laboratorium yang Dilaksanakan Dibandingkan dengan RAK Tahun 2020 - 2024

26

Grafik 3.4. Perbandingan Capaian Indikator Jumlah Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis Laboratorium yang Dilaksanakan antara BBTKLPP Banjarbaru dengan BBTKLPP Surabaya Tahun 2021

27

Grafik 3.5. Target dan Realisasi Persentase Hasil Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis Laboratorium yang Dimanfaatkan Tahun 2021

31 Grafik 3.6. Perbandingan Target, Realisasi dan Capaian Indikator Persentase

Rekomendasi Hasil Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis Laboratorium yang Dimanfaatkan Tahun 2020 - 2021

32

Grafik 3.7. Capaian Indikator Persentase Rekomendasi Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis Laboratorium yang Dimanfaaatkan Dibandingkan dengan RAK Tahun 2020 - 2024

32

Grafik 3.8. Realisasi Indikator Persentase Rekomendasi Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis Laboratorium yang Dimanfaaatkan Tahun 2021 Dibandingkan Target Nasional

33

Grafik 3.9. Perbandingan Capaian Indikator Persentase Rekomendasi Hasil Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis Laboratorium yang Dimanfaatkan antara BBTKLPP Banjarbaru dengan BBTKLPP Surabaya Tahun 2021

34

Grafik 3.10. Target dan Realisasi Indikator Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana Kurang dari 24 Jam Tahun 2021

37 Grafik 3.11. Capaian Indikator Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana Kurang dari

24 Jam Tahun 2018 - 2021

38

(7)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Grafik 3.12. Capaian Indikator Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana Kurang dari

24 Jam Dibandingkan RAK tahun 2020 - 2024

38 Grafik 3.13. Perbandingan Capaian Indikator Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana

Kurang dari 24 Jam antara BBTKLPP Banjarbaru dengan BBTKLPP Surabaya tahun 2021

39

Grafik 3.14. Target dan Realisasi Jumlah Model atau TTG yang Dihasilkan tahun 2021 43 Grafik 3.15. Capaian Indikator Jumlah Model atau TTG yang Dihasilkan

Tahun 2018 - 2021

43 Grafik 3.16. Capaian Indikator Jumlah Teknologi Tepat Guna yang Dihasilkan

Dibandingkan RAK tahun 2020 - 2024

44 Grafik 3.17. Perbandingan Capaian Indikator Jumlah Teknologi Tepat Guna yang

Dihasilkan antara BBTKLPP Banjarbaru dengan BBTKLPP Surabaya Tahun 2021

45

Grafik 3.18. Target Dan Realisasi Nilai Kinerja Anggaran Tahun 2021 49 Grafik 3.19. Perbandingan Capaian Indikator Nilai Kinerja Anggaran

Tahun 2020 - 2021

49 Grafik 3.20. Capaian Indikator Nilai Kinerja Anggaran Dibandingkan RAK

Tahun 2020 - 2024

49 Grafik 3.21. Perbandingan Capaian Indikator Nilai Kinerja Anggaran antara BBTKLPP

Banjarbaru dengan BBTKLPP Surabaya Tahun 2021

50 Grafik 3.22. Target dan Realisasi Indikator Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan

Anggaran Tahun 2021

54 Grafik 3.23. Capaian Indikator Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran

Dibandingkan RAK tahun 2020 - 2024

55 Grafik 3.24. Perbandingan Capaian Indikator Nilai Indikator Kinerja Anggaran antara

BBTKLPP Banjarbaru dengan BBTKLPP Surabaya Tahun 2021

56 Grafik 3.25. Target dan Realisasi Indikator Kinerja Implementasi WBK Tahun 2021 59 Grafik 3.26. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Implementasi WBK Tahun 2020 -

2021

60 Grafik 3.27. Capaian Indikator Kinerja Implementasi WBK Dibandingkan RAK Tahun

2020 - 2024

60 Grafik 3.28. Perbandingan Capaian Indikator Kinerja Implementasi WBK antara

BBTKLPP Banjarbaru dengan BBTKLPP Surabaya Tahun 2021

61 Grafik 3.29. Target dan Realisasi Persentase Peningkatan Kapasitas ASN Sebanyak

20 JPL Tahun 2021

65 Grafik 3.30. Perbandingan Capaian Indikator Persentase Peningkatan Kapasitas ASN

Sebanyak 20 JPL Tahun 2020 - 2021

65 Grafik 3.31. Capaian Indikator Persentase Peningkatan Kapasitas ASN Sebanyak 20

JPL Dibandingkan RAK Tahun 2020 - 2024

66 Grafik 3.32. Capaian Indikator Persentase Peningkatan Kapasitas ASN Sebanyak 20

JPL Antara BBTKLPP Banjarbaru dengan BBTKLPP Surabaya Tahun 2021

66

(8)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021

RABMAD RATFAD

Hal Gambar 1.1. Struktur Organisasi BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021 3

(9)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021

BAB I

PENDAHULUAN

A. VISI DAN MISI

Dalam rangka mencapai terwujudnya Visi Presiden yakni: “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong Royong”, maka telah ditetapkan 9 (sembilan) Misi Presiden 2020-2024, yakni: Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia, Penguatan Struktur Ekonomi yang Produktif, Mandiri dan Berdaya Saing, Pembangunan yang Merata dan Berkeadilan, Mencapai Lingkungan Hidup yang Berkelanjutan, Kemajuan Budaya yang Mencerminkan Kepribadian Bangsa, Penegakan Sistem Hukum yang Bebas Korupsi, Bermartabat, dan Terpercaya, Perlindungan bagi Segenap Bangsa dan Memberikan Rasa Aman pada Seluruh Warga, Pengelolaan Pemerintahan yang Bersih, Efektif, dan Terpercaya dan Sinergi Pemerintah Daerah dalam Kerangka Negara Kesatuan.

Guna mendukung peningkatan kualitas manusia Indonesia, termasuk penguatan struktur ekonomi yang produktif, mandiri dan berdaya saing, Kementerian Kesehatan telah menjabarkan Misi Presiden Tahun 2020-2024, melalui Menurunkan angka kematian ibu dan bayi, Menurunkan angka stunting pada balita, Memperbaiki pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional dan Meningkatkan kemandirian dan penggunaan produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

BBTKLPP Banjarbaru sebagai unit pelaksana teknis dibawah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian penyakit mendukung pelaksanaan penjabaran visi misi presiden yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

B. LATAR BELAKANG

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan keinginan nyata pemerintah untuk melaksanakan good governance dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Dalam suatu Pemerintahan yang baik salah satu hal yang disyaratkan terselenggaranya good governance.

Dalam rangka mewujudkan hal di atas diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggung jawaban yang tepat, jelas, terukur dan legitimate sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan

(10)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam Pasal 3 menyebutkan bahwa asas-asas umum penyelenggaraan Negara meliputi :

1. Asas Kepastian Hukum

2. Asas Tertib Penyelenggaraan Negara 3. Asas Kepentingan Umum

4. Asas Keterbukaan 5. Asas Proporsionalitas

6. Asas Profesionalitas dan Asas Akuntabilitas.

Laporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan (disclosure) secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.

Penyusunan Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini bertujuan untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai salah satu cara untuk menciptakan pemerintahan yang baik dan terpercaya.

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

BBTKLPP Banjarbaru sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2020 merupakan UPT di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal P2P dengan wilayah kerja meliputi empat provinsi (Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara).

BBTKLPP Banjarbaru mempunyai tugas melaksanakan surveilens epidemiologi, kajian dan penapisan teknologi, laboratorium rujukan, kendali mutu, kalibrasi, pendidikan dan pelatihan, pengembangan model dan teknologi tepat guna, kewaspadaan dini dan penanggulangan kejadian luar biasa (KLB) dibidang pengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan serta kesehatan matra.

Dalam melaksanakan tugas, Unit pelaksana teknis bidang teknik kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

1. Pelaksanaan surveilans epidemiologi

2. Pelaksanaan analisis dampak kesehatan lingkungan 3. Pelaksanaan laboratorium rujukan

4. Pelaksanaan pengembangan model teknologi tepat guna

(11)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 5. Pelaksanaan uji kendali mutu dan kalibrasi

6. Pelaksanaan penilaian dan respon cepat, kewaspadaan dini dan penanggulangan KLB/wabah dan bencana

7. Pelaksanaan surveilans faktor risiko penyakit tidak menular 8. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan

9. Pelaksanaan kajian dan pengembangan teknologi pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan dan kesehatan matra

10. Pengelolaan data dan informasi 11. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan

12. Pelaksanaan urusan administrasi UPT Bidang Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit.

D. STRUKTUR ORGANISASI

Gambar 1.1.

Struktur Organisasi BBTKLPP Banjarbaru

(12)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 E. SUMBER DAYA

1. Sumber Daya Manusia

Jumlah SDM BBTKLPP Banjarbaru per 31 Desember 2021 adalah sebanyak 97 orang terdiri dari 71 orang (73,2 %) ASN dan 26 orang (26,8 %) pegawai kontrak, yang terdiri dari pramubakti, satpam, pengemudi/sopir dan petugas kebersihan/cleaning service. Jumlah tersebut diklasifikasikan berdasarkan jabatan, kelompok umur, golongan, pendidikan dan jenjang jabatan fungsional.

a. Berdasarkan Jabatan

Berdasarkan kelompok jabatan, dibagi menjadi 3 yaitu Jabatan Struktural, Jabatan Fungsional Umum (JFU), Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), dan didukung pegawai kontrak. Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru berdasarkan Jabatan Tahun 2021 dapat dilihat pada grafik di bawah berikut ini:

Grafik. 1.1.

Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Jabatan Tahun 2021

Pada grafik di atas dapat dilihat bahwa pegawai BBTKLPP Banjarbaru sebanyak 2 pejabat struktural, 52 orang dengan jabatan fungsional tertentu, 17 orang dengan jabatan fungsional umum dan tenaga kontrak 26 orang.

1) Jabatan Struktural

Jabatan struktural adalah suatu kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang Aparatur Sipil Negara dalam rangka memimpin suatu satuan organisasi. Dari 71 orang pegawai BBTKLPP Banjarbaru pada tahun 2021 sebanyak 2 orang (2,82 %) menduduki Jabatan Struktural. Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru berdasarkan Jabatan Struktural Tahun 2021 dapat dilihat pada grafik berikut ini:

2 17

52

26

0 10 20 30 40 50 60

Struktural JFU JFT

Pegawai kontrak

(13)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Grafik. 1.2.

Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Jabatan Struktural Tahun 2021

2) Jabatan Fungsional Umum (JFU)

Jabatan Fungsional Umum (JFU) adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam rangka menjalankan tugas pokok dan fungsi keahlian dan/atau keterampilan untuk mencapai tujuan organisasi. Dari 71 orang pegawai BBTKLPP Banjarbaru pada tahun 2021 sebanyak 17 orang (23,94 %) menduduki Jabatan Fungsional Umum. Data pegawai BBTKLPP Banjarbaru berdasarkan Jenis Jabatan Fungsional Umum Tahun 2021 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel.1.1.

Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Jenis Jabatan Fungsional Umum (JFU) Tahun 2021

Jenis Jabatan Pelaksana Jumlah

Substansi Tata Usaha

Perencana/Analis Program Anggaran dan Pelaporan 3

Analis Keuangan 2

Bendahara 1

Arsiparis/Pranata Kearsipan 2

Epidemiolog Kesehatan Ahli 2

Substansi Surveilans Epidemiologi

Epidemiolog Kesehatan Ahli 2

Perencana/Analis Program Anggaran dan Pelaporan 1

Arsiparis/Pranata Kearsipan 1

Substansi Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan

Sanitarian Ahli/Pemeriksa Sanitarian (JFU) 2

Substansi Pengembangan Teknologi Laboratorium

Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli 1

TOTAL 17

3) Jabatan Fungsional Tertentu (JFT)

Jabatan Fungsional Tertentu adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri dan kenaikan pangkatnya disyaratkan dengan angka kredit.

1 1

0 0.5 1 1.5

Esselon 2 Esselon 4

(14)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 a) JFT Epidemiolog Kesehatan

Berdasarkan jenjangnya, JFT Epidemiolog Kesehatan di BBTKLPP Banjarbaru terdiri dari: 1 orang Epidemolog Kesehatan Ahli Madya, 4 orang Epidemolog Kesehatan Ahli Muda, 2 orang Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama dan 1 orang Epidemiolog Kesehatan Mahir. Adapun data tersebut bisa dilihat pada grafik berikut:

Grafik. 1.3.

Data Jabatan Fungsional Epidemiolog Kesehatan Berdasarkan Jenjang Jabatan Tahun 2021

b) JFT Sanitarian

Berdasarkan jenjangnya, JFT Sanitarian di BBTKLPP Banjarbaru terdiri dari:

1 orang Sanitarian Ahli Madya, 5 orang Sanitarian Ahli Muda, 3 orang Sanitarian Penyelia, 1 orang Sanitarian Mahir, dan 1 orang Sanitarian Terampil. Adapun data tersebut bisa dilihat pada grafik berikut:

Grafik. 1.4.

Data Jabatan Fungsional Sanitarian Berdasarkan Jenjang Jabatan Tahun 2021

1

4

2 1

0 1 2 3 4 5

Epidkes Ahli Madya

Epidkes Ahli Muda

Epidkes Ahli Pertama

Epidkes Mahir

1

5

3

1 1

0 1 2 3 4 5 6

Sanitarian Ahli Madya

Sanitarian Ahli Muda

Sanitarian Penyelia

Sanitarian Mahir Sanitarian Terampil

(15)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 c) JFT Pranata Laboratorium Kesehatan

Berdasarkan jenjangnya, JFT Pranata Laboratorium Kesehatan di BBTKLPP Banjarbaru terdiri dari: 5 orang Pranata Labkes Ahli Muda, 6 orang Pranata Labkes Ahli Pertama, 6 Orang Pranata Labkes Mahir dan 4 orang Pranata Labkes Terampil. Adapun data tersebut bisa dilihat pada grafik berikut:

Grafik. 1.5.

Data Jabatan Fungsional Pranata Laboratorium Kesehatan Berdasarkan Jenjang Jabatan Tahun 2021

d) JFT Entomolog Kesehatan

Berdasarkan jenjangnya, JFT Entomolog Kesehatan di BBTKLPP Banjarbaru terdapat 1 orang fungsional Entomolog Kesehatan Ahli Madya, 1 orang fungsional Entomolog Kesehatan Ahli Muda, 1 orang fungsional Entomolog Kesehatan Ahli Pertama, 1 orang fungsional Entomolog Kesehatan Penyelia dan 1 orang fungsional Entomolog Kesehatan Mahir.

e) JFT Perencana

Berdasarkan jenjangnya, JFT Perencana di BBTKLPP Banjarbaru hanya terdapat 1 orang yaitu fungsional Perencana Ahli Muda.

f) JFT Pengadaan Barang dan Jasa

Berdasarkan jenjangnya, JFT Pengadaan Barang dan Jasa di BBTKLPP Banjarbaru terdiri dari: 1 orang fungsional Pengadaan Barang dan Jasa Pertama, 1 orang fungsional Pengadaan Barang dan Jasa Muda.

g) JFT Pranata Keuangan APBN

Berdasarkan jenjangnya, JFT Pranata Keuangan APBN terdiri dari: 1 orang Pranata Keuangan APBN Penyelia dan 1 orang Pranata Keuangan APBN Mahir.

5 6 6

4 0

1 2 3 4 5 6 7

Pranata Labkes Ahli Muda

Pranata Labkes Ahli Pertama

Pranata Labkes Mahir

Pranata Labkes Terampil

(16)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 h) JFT Analis Kepegawaian

Berdasarkan jenjangnya, JFT Analis Kepegawaian di BBTKLPP Banjarbaru terdiri dari: 1 orang fungsional Analis Kepegawaian Ahli Madya dan 1 orang fungsional Analis Kepegawaian Ahli Pertama.

4) Pegawai kontrak

Jumlah pegawai kontrak sebanyak 26 orang, dengan pembagian tugas sebagai penegmudi sebanyak 2 orang, petugas kebersihan sebanyak 5 orang, petugas keamanan sebanyak 8 orang dan tenaga administrasi/teknis sebanyak 11 orang. Selengkapnya dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik. 1.6.

Data Pegawai Kontrak Tahun 2021

b. Kelompok Umur

Berdasarkan kelompok umur pegawai BBTKLPP Banjarbaru pada tahun 2021, untuk kategori ASN jumlah terbanyak pada kelompok umur 41 – 50 tahun sebanyak 28 orang, kemudian kelompok umur 31 – 40 tahun sebanyak 26 orang, kelompok umur lebih dari 50 tahun sebanyak 13 orang dan kelompok umur 21 – 30 tahun sebanyak 4 orang. Sedangkan untuk kategori PPNPN, jumlah terbanyak pada kelompok umur 21 – 30 tahun sebanyak 12 orang, kemudian kelompok umur 31 – 40 tahun sebanyak 7 orang, kelompok umur 41 – 50 tahun sebanyak 6 orang dan kelompok umur lebih dari 50 tahun sebanyak 1 orang. Untuk lebih jelasnya, data pegawai BBTKLPP Banjarbaru berdasarkan kelompok umur dapat dilihat pada grafik berikut:

2

5

8

11

0 2 4 6 8 10 12

Pengemudi Petugas Kebersihan Petugas Keamanan Tenaga Administrasi/Teknis

(17)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Grafik. 1.7.

Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Kelompok Umur Tahun 2021

c. Golongan

Dilihat dari golongan, pegawai BBTKLPP Banjarbaru pada tahun 2021, golongan IV c sebanyak 1 orang, golongan IV a sebanyak 9 orang, golongan III d sebanyak 13 orang, golongan IIIc sebanyak 13 orang, golongan III b sebanyak 15 orang, pada golongan IIIa sebanyak 10 orang, golongan II d sebanyak 6 orang, golongan II c sebanyak 2 orang. Data pegawai BBTKLPP Banjarbaru berdasarkan golongan dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik. 1.8.

Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Golongan Tahun 2021

d. Pendidikan

Berdasarkan jenjang pendidikan, pegawai BBTKLPP Banjarbaru pada tahun 2021, untuk kategori PNS jenjang pendidikan tertinggi pasca sarjana sebanyak 18 orang dan jenjang pendidikan terendah SMA sebanyak 2 orang. Sedangkan untuk

4

12 16

26

7

33 28

6

34

13

1

14

0 10 20 30 40

ASN PPNPN Total Pegawai

21 - 30 31 - 40 41 - 50 > 50

0 2 4 6 8 10 12 14 16

II b II d III a III b III c III d IV a IV c 1

7

10

14 13

16

9

1

(18)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 kategori PPNPN jenjang pendidikan tertinggi S1 sebanyak 5 orang dan jenjang pendidikan terendah SMP sebanyak 2 orang. Untuk lebih jelasnya, data pegawai tersebut dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik. 1.9.

Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Pendidikan Tahun 2021

e. Jenis Kelamin

Dilihat dari Jenis kelamin, pegawai BBTKLPP Banjarbaru pada tahun 2021, untuk kategori ASN didominasi oleh perempuan sebanyak 44 orang dan laki-laki sebanyak 27 orang. Sedangkan untuk kategori PPNPN lebih banyak laki-laki yaitu 18 orang dan perempuan sebanyak 8 orang. Data tersebut dapat dilihat pada grafik berikut:

Grafik. 1.10.

Data Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2021

f. Perbandingan Jumlah Pegawai

Perbandingan Jumlah Pegawai selama 2015 – 2021, seperti pada grafik di bawah ini:

0 2 1 1

14 16

20

2

22

2 4 6

29

5

34

18

0

18

0 10 20 30 40

ASN PPNPN Total

SMP SMA D III D IV S1 S2

27 18

44 45

8

52

0 10 20 30 40 50 60

ASN PPNPN Total

Laki-laki Perempuan

(19)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Grafik.1.11.

Perbandingan Jumlah Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2016 – 2021

Pada tahun 2020 jumlah PNS sebanyak 69 orang dan bila dibandingkan dengan tahun 2021 bertambah 2 orang menjadi 71 orang. Hal ini dikarenakan terdapat tambahan 2 orang CPNS dengan jabatan Epidemiolog Kesehatan Ahli dan Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli. Selain itu adanya 1 orang pindah ke KKP Kelas II Cilacap dikarenakan mengikuti suami namun terdapat 1 orang pindahan dari KKP Kelas III Sampit yang masuk ke BBTKLPP Banjarbaru.

2. Sumber Daya Sarana dan Prasarana

Sarana prasarana di BBTKLPP Banjarbaru dikelompokkan atas peralatan, sarana gedung dan prasarana lainnya. Kegiatan ini dikelola oleh Bagian Tata Usaha BBTKLPP Banjarbaru yang digunakan oleh substansi-substansi dan instalasi.

Gedung terletak di Komplek Kesehatan Jl. Mistar Cokrokusumo No 2 A Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sebagai laboratorium rujukan, BBTKLPP Banjarbaru dilengkapi peralatan laboratorium yang cukup memadai diantaranya:

- Spectrophotometer

- Atomic Absorban Spectrophotometer (AAS) - Mikroskop digital camera

- Air sampler

- Real Time-Polimerase Chain Reaction (RT-PCR) - Photo mikroskop

- Microcentrifuge - Dispensing Pump

- PC-based UV Gel Documentation System 0

20 40 60 80 100

2016 2017 2018 2019 2020 2021

85 86

96 95 93 97

72 71 70 69 69 71

13 15

26 26 24 26

Jumlah Total Pegawai ASN Tenaga Kontrak

(20)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 - Gas Chromatograph Mass Spectrometer System (GCMSS)

- Chemystry Analizer - Ultra centrifuge

- dan beberapa kendaraan operasional

Sarana dan prasaranan tersebut sangat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BBTKLPP Banjarbaru dalam melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit di wilayah layanan, utamanya surveilans berbasis laboratorium.

Posisi neraca Barang Milik Negara per 31 Desember 2021 senilai Rp 79.229.512.812,-. Adapun rincian BMN tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.2.

Barang Milik Negara BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2020 dan Tahun 2021

Kelompok Barang

2020 2021

Posisi Posisi

Awal Akhir Awal Akhir

Ekstrakompatibel Rp 73.522.000 Rp 73.522.000 Rp 73.522.000 Rp 73.522.000 Intrakompatibel Rp 65.282.156.679 Rp 68.095.442.612 Rp 68.095.442.612 Rp 79.155.990.812 Gabungan Rp 65.355.678.679 Rp 68.168.964.612 Rp 68.168.964.612 Rp 79.229.512.812

F. SISTEMATIKA PENULISAN IKHTISAR EKSEKUTIF

Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan, tugas pokok dan fungsi serta sistematika penulisan yang akan disajikan.

Bab II – Perencanaan Kinerja, menjelaskan sasaran strategis dan sasaran kegiatan, pengukuran kinerja serta kebijakan dan strategi untuk mencapai visi dan misi.

Bab III – Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan pengukuran dan analisis pencapaian kinerja berupa keberhasilan dan kegagalan, permasalahan serta usulan pemecahan masalah, dan menjelaskan tentang sumber daya yang dimiliki.

Bab IV – Penutup, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Akuntabilitas Kinerja BBTKLPP Banjarbaru tahun 2021 dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa yang akan datang.

(21)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. PERENCANAAN KINERJA

Perencanaan kinerja merupakan proses perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu satu sampai dengan lima tahun secara sistematis dan berkesinambungan dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul.

1. RENCANA AKSI KEGIATAN (RAK)

Berdasarkan rencana aksi kegiatan yang telah disusun BBTKLPP Banjarbaru tahun 2020-2024, pelaksanaan pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan berbasis laboratorium didistribusikan melalui pokok-pokok sebagai berikut :

a. Peningkatan Surveilans Epidemiologi

b. Peningkatan kemampuan Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan c. Peningkatan dan Pengembangan Teknologi Laboratorium

d. Peningkatan kemampuan Rancang Bangun dan Teknologi Tepat Guna e. Dukungan administrasi dan manajemen

Tugas pokok kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan mengidentifikasi faktor risiko, analisis situasi dan kecenderungan untuk memperkuat pemantauan wilayah setempat, kewaspadaan dini dan upaya pencegahan maupun pengendalian penyakit, bencana serta pencemaran lingkungan yang berdampak kepada kesehatan masyarakat.

Agar penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi sebagaimana diuraikan di atas dapat memberikan hasil yang efektif dan efisien disusun indikator kinerja yang mencerminkan keluaran (output).

BBTKLPP Banjarbaru memiliki wilayah layanan empat provinsi yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara meliputi 42 kabupaten/kota dengan berbagai variasi, dan dinamika kependudukan, epidemiologi, kondisi lingkungan serta geografi. Secara bertahap BBTKLPP Banjarbaru telah melakukan berbagai upaya agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dapat terlaksana secara optimal.

Adapun rencana aksi kegiatan BBTKLPP Banjarbaru tahun 2020-2024 dapat dilihat pada tabel berikut :

(22)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Tabel 2.1. Rencana Aksi Kegiatan BBTKLPP Banjarbaru 2020-2024

No Indikator Target

2020 2021 2022 2023 2024 1 Jumlah surveilans faktor risiko dan

penyakit berbasis laboratorium yang dilaksanakan

28 38 45 54 59

2 Persentase rekomendasi hasil surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium yang dimanfaatkan

25% 30% 35% 40% 45%

3 Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana kurang dari 24 jam

90% 93% 95% 97% 100%

4 Jumlah Teknologi Tepat Guna yang dihasilkan

1 2 3 4 5

5 Nilai kinerja anggaran 80 83 85 87 90

6 Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran

80 83 85 87 90

7 Kinerja implementasi satker WBK 70 73 75 77 80

8 Persentase peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL

45 50 55 60 65

2. RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) TAHUN 2021

Rencana Kinerja Tahunan merupakan proses penetapan target tahunan indikator kinerja sasaran berdasarkan target yang telah ditetapkan dalam rencana aksi kegiatan. Rencana Kinerja Tahunan BBTKLPP Banjarbaru tahun 2021, adalah sebagai berikut:

(23)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Tabel 2.2. Rencana Kinerja Tahunan BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021

No Indikator Target

1. Jumlah surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium

yang dilaksanakan 22

2. Persentase rekomendasi surveilans faktor risiko dan penyakit

berbasis laboratorium yang dimanfaatkan 50 %

3. Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana kurang dari 24 jam 95 % 4. Jumlah Teknologi Tepat Guna yang dihasilkan 1

5. Nilai kinerja anggaran 83

6. Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran 80

7. Kinerja implementasi satker WBK 75

8. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL 70 %

B. PERJANJIAN KINERJA

Penetapan kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Penetapan kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2021. Penyusunan Penetapan Kinerja ini didasarkan pada Inpres No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Sasaran-sasaran yang akan dicapai BBTKLPP Banjarbaru tahun 2021 dinyatakan dalam Perjanjian Kinerja 2021.

(24)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Tabel 2.3. Perjanjian Kinerja BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021 (Awal)

No Indikator Target Anggaran (Rp)

1. Jumlah surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis

laboratorium yang dilaksanakan 22 3.834.201.000

2. Persentase rekomendasi surveilans faktor risiko dan

penyakit berbasis laboratorium yang dimanfaatkan 50 % - 3. Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana kurang

dari 24 jam 95 % 226.907.000

4. Jumlah Teknologi Tepat Guna yang dihasilkan 1 21.582.000

5. Nilai kinerja anggaran 83 3.281.165.000

6. Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran 93 9.479.263.000

7. Kinerja implementasi satker WBK 72 106.355.000

8. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak

20 JPL 80 % 194.380.000

Total Anggaran Awal 17.143.853.000

Tabel 2.4. Perjanjian Kinerja BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021 (Revisi)

No Indikator Target Anggaran (Rp)

1. Jumlah surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis

laboratorium yang dilaksanakan 22 12.499.377.000

2. Persentase rekomendasi surveilans faktor risiko dan

penyakit berbasis laboratorium yang dimanfaatkan 50 % - 3. Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana kurang

dari 24 jam 95 % 196.013.000

4. Jumlah Teknologi Tepat Guna yang dihasilkan 1 21.582.000

5. Nilai kinerja anggaran 83 3.253.184.000

6. Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran 80 9.460.008.000

7. Kinerja implementasi satker WBK 75 102.955.000

8. Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak

20 JPL 70 % 145.834.000

Total Anggaran setelah Revisi 25.678.953.000

(25)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Akuntabilitas Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan perencanaan strategis suatu organisasi.

Pengukuran kinerja adalah proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan/kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan program, kebijakan, untuk mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam mewujudkan visi dan misi organisasi. Pengukuran kinerja merupakan suatu metode untuk menilai kemajuan yang telah dicapai dibandingkan dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Pengukuran kinerja tidak dimaksudkan sebagai mekanisme untuk memberikan reward/punishment, melainkan sebagai alat komunikasi dan alat manajemen untuk memperbaiki kinerja organisasi.

Tahun 2021 merupakan tahun kedua pelaksanaan dari Rencana Aksi Kegiatan BBTKLPP Banjarbaru tahun 2020 – 2024. Pengukuran kinerja diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh BBTKLPP Banjarbaru dalam kurun waktu Januari – Desember 2021. Pengukuran tingkat capaian kinerja BBTKLPP Banjarbaru tahun 2021 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan dengan realisasinya, sehingga terlihat apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak.

Secara umum, semua target kinerja berhasil dicapai, bahkan beberapa melebihi target dalam tahun 2021 ini.

Manfaat pengukuran kinerja antara lain untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak internal dan eksternal tentang pelaksanaan program dan kegiatan dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RAK dan Penetapan Kinerja.

Rincian tingkat capaian kinerja masing‐masing indikator kinerja tersebut diuraikan dalam tabel berikut ini.

(26)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Tabel 3.1.

Rincian Tingkat Capaian Kinerja Masing-Masing Indikator Tahun 2021

Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi % Meningkatnya

Pelayanan Surveilans dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat

Jumlah surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium yang

dilaksanakan

laporan 22 56 254,55

Persentase rekomendasi surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis

laboratorium yang dimanfaatkan

persen 50 53,45 106,90

Persentase Respon Sinyal KLB/Bencana kurang dari 24 jam

persen 95 100 105,26

Jumlah Teknologi Tepat

Guna yang dihasilkan unit 1 1 100

Meningkatnya

dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya pada Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Nilai kinerja anggaran - 83 87,02 104,84

Nilai Indikator Kinerja

Pelaksanaan Anggaran - 80 91,71 105,21

Kinerja implementasi satker

WBK - 75 78,36 104,48

Persentase Peningkatan kapasitas ASN sebanyak 20 JPL

persen 70 73,23 104,61

Dilihat dari capaian masing-masing indikator, BBTKLPP Banjarbaru dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab unit organisasi. Uraian capaian kinerja dari masing-masing indikator adalah sebagai berikut :

1. JUMLAH SURVEILANS FAKTOR RISIKO DAN PENYAKIT BERBASIS LABORATORIUM YANG DILAKSANAKAN

a. Pengertian

Menurut WHO (2004), surveilans merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data secara sistemik dan terus menerus serta penyebaran informasi kepada unit yang membutuhkan untuk dapat mengambil tindakan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kajian artinya penyelidikan/penelaahan tentang sesuatu yang diharapkan dapat menciptakan suatu kesimpulan yang selanjutnya mengarah untuk melakukan suatu perbuatan.

Surveilans surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium merupakan proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data berbasis laboratorium yang selanjutnya ditelaah agar dapat menciptakan suatu kesimpulan.

(27)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 b. Definisi Operasional

Jumlah surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium yang dilaksanakan adalah jumlah laporan hasil kegiatan surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium baik analisis dampak kesehatan lingkungan, surveilans epidemiologi, kajian pengembangan pengujian dan kendali mutu laboratorium dalam 1 tahun.

c. Rumus/Cara Perhitungan Cara perhitungan :

d. Capaian Indikator

Capaian indikator ini sebesar 254,55 %. Capaian ini diperoleh dari target sebanyak 22 laporan dan realisasi sebanyak 56 laporan. Indikator ini dicapai melalui sub komponen :

 Surveilans Dinamika Penularan Malaria di lintas batas;

 Surveilans Prevalensi Mikrofilaria Pasca POPM Filariasis (Pre Tas);

 Survei Penyakit Zoonosis;

 Survei Penyakit Arbovirosis;

 Kajian penemuan kasus baru dan pemantauan pengobatan TB Paru di tempat khusus;

 Pengambilan dan pemeriksaan specimen surveilans lingkungan (ERAPO);

 Akreditasi laboratorium;

 Monitoring dan evaluasi penanganan limbah pada rumah sakit rujukan Covid-19;

 Pengelolaan limbah Covid-19;

 Kajian pemantauan bencana kabut asap di wilayah layanan;

 Surveilans Kualitas DAMIU di wilayah layanan;

 Pemantauan faktor risiko kesehatan lingkungan di kegiatan embarkasi haji;

 Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan;

 Analisis data laboratorium;

 Pengelolaan Limbah dan IPAL;

Untuk lebih jelasnya capaian dan lokasi kegiatan surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium kami uraikan sebagai berikut:

X= jumlah laporan hasil kegiatan surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium baik analisis dampak kesehatan lingkungan, surveilans epidemiologi, kajian pengembangan pengujian dan kendali mutu laboratorium pada tahun 2021

(28)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Kegiatan Surveilans dinamika penularan malaria di lintas batas merupakan kegiatan yang bertujuan mengetahui proses terjadinya penularan malaria dan faktor-faktor risiko kejadian malaria di wilayah perbatasan. Pada tahun 2021, kegiatan ini dilaksanakan di 2 lokasi yaitu Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan, dimana kedua wilayah kabupaten ini saling berbatasan.

Kegiatan surveilans prevalensi mikrofilaria pasca POPM (Pemberian Obat Pencegahan Massal) Filariasis bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan POPM yang telah dilaksanakan. Pada tahun 2021, kegiatan ini dilaksanakan di 6 lokasi. Selengkapnya pada tabel berikut:

Tabel 3.2.

Survei Evaluasi Prevalensi Mikrofilaria Pasca POPM Tahun 2021

No Kegiatan Lokasi

1. Survei prevalensi mikrofilaria pasca POPM Filariasis

Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan 2. Survei prevalensi mikrofilaria pasca POPM

Filariasis

Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan 3. Survei prevalensi mikrofilaria pasca POPM

Filariasis

Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah 4. Survei prevalensi mikrofilaria pasca POPM

Filariasis

Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan 5. Survei prevalensi mikrofilaria pasca POPM

Filariasis

Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara

6. Survei prevalensi mikrofilaria pasca POPM Filariasis

Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara

Jumlah 6

Kegiatan kajian faktor risiko zoonosa tahun 2021 dilaksanakan di 2 lokasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang faktor risiko penyakit Leptospirosis terutama pada pasca bencana banjir. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.3.

Kajian Faktor Risiko Zoonosa Tahun 2021

No Kegiatan Lokasi

1. Surveilans Sentinel Tikus dan Deteksi Leptospirosis

Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

2. Surveilans Faktor Risiko Zoonosis (Leptospirosis) Pasca Banjir

Desa Sungai Rangas Tengah Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Jumlah 2

Kegiatan survei penyakit arbovirosis dilaksanakan berupa monitoring dan evaluasi sentinel arbovirosis pada fasyankes di wilayah layanan. Kegiatan ini

(29)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 bertujuan untuk mendapatkan informasi epidemiologi dan virologi penyakit arbovirosis sebagai dasar penentuan kebijakan dalam pengendalian penyakit tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di 2 lokasi yaitu RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Kalimantan Timur dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kegiatan kajian penemuan kasus baru TB Paru di tempat khusus tahun 2021 dilaksanakan di 1 lokasi yaitu di Lapas Kelas II B Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan kasus baru TB Paru dengan cara skrining dan wawancara terhadap penghuni Lapas tersebut.

Pengambilan dan pemeriksaan specimen surveilans lingkungan ERAPO berupa kegiatan surveilans dan monitoring polio lingkungan dengan melakukan pengambilan dan pengiriman sampel polio lingkungan. Kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2021 ini dan pengambilan sampel dilakukan di Perusahaan Daerah Pengelolaan Air Limbah Banjarmasin yang merupakan pengelola limbah komunal di Banjarmasin. Pengambilan dilakukan sebulan sekali selama 1 tahun. Kemudian sampel dikirim ke Laboratorium Polio Puslitbang Biomedis Teknologi Dasar Kesehatan Jakarta.

Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi BBTKLPP, salah satunya adalah laboratorium rujukan, akreditasi laboratorium merupakan tuntutan yang harus dipenuhi dan sebagai jaminan mutu hasil pemeriksaan sampel. ISO 17025:2017 yang telah didapatkan oleh BBTKLPP Banjarbaru harus selalu dipelihara dan disurvei oleh Komite Akreditasi Nasional setiap tahunnya. Di tahun 2021 ini seharusnya merupakan surveilans akreditasi yang kedua setelah re akreditasi di tahun 2019, namun ditiadakan dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang cukup mengkhawatirkan. Selain itu Audit Internal juga dilakukan setiap tahunnya sebagai kegaitan evaluasi terhadap pengujian maupun pelayanan laboraotrium.

Pemeliharaan dan kalibrasi peralatan merupakan hal yang mutlak harus dilakukan oleh laboratorium guna menjamin validitas data yang dihasilkan. Selain itu pengolahan limbah juga menjadi hal yang penting agar tidak mencemari lingkungan. Uji banding dan uji profisiensi juga diperlukan untuk menjamin hasil pemeriksaan laboratorium telah sesuai standar. Kegiatan-kegiatan tersebut terangkum dalam satu laporan akreditasi laboratorium.

Pada tahun 2021 ini, dimana masih dalam masa pandemi Covid-19 ini, laboratorium BBTKLPP Banjarbaru ditunjuk sebagai salah satu laboratorium pemeriksa Covid-19 berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01.07/MENKES/214/2020. Selain itu berdasarkan Surat Edaran Menteri Keehatan Nomor: HK.02.01/MENKES/234/2020, BBTKLPP Banjarbaru ditunjuk sebagai laboratorium pembina bagi laboratorium pemeriksa

(30)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Covid-19 di wilayah layanannya. Beberapa fasyankes yang mengajukan diri untuk dapat memeriksa Covid-19 meminta kepada BBTKLPP Banjarbaru untuk dikunjungi dan dilakukan penilaian terhadap kesiapan menjadi laboratorium pemeriksa Covid- 19. Berikut adalah laboratorium yang telah dikunjungi oleh BBTKLPP Banjarbaru dalam rangka hal tersebut selama Tahun 2021:

Tabel 3.4.

Kunjungan Fasyankes dalam Persiapan Menjadi Laboratorium Rujukan Covid-19 Tahun 2021

No. Fasyankes Lokasi

1. Klinik Asy Syafii Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

2. KTMC Puskesmas Sebamban 2 Angsana

Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

3. RS Nirwana Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan

4. RS Siloam Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

5. RS Syifa Medika Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan

6. RSUD H. Damanhuri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan

Jumlah 6

Kegiatan pengelolaan limbah Covid-19 di BBTKLPP Banjarbaru bertujuan untuk melakukan identifikasi sumber, karakteristik limbah cair maupun padat medis yang dihasilkan pada kegiatan pemeriksaan specimen Covid-19, serta melakukan evaluasi pengelolaan limbah medis sesuai dengan peraturan MenLHK No.56 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Penglolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pengelolaan limbah medis maupun non medis hasil pemeriksaan laboratorium penting untuk memutuskan penyebaran penyakit menular. Evaluasi terhadap pengelolaan limbah ini dilaksanakan secara berkala yaitu per Triwulan sehingga di tahun 2021 ini dilaksanakan 4 kali.

Selain itu, kegiatan monitoring dan evaluasi penanganan limbah pada rumah sakit/laboratorium rujukan Covid-19 juga perlu dilaksanakan. Pada tahun 2021 dilaksanakan di 15 rumah sakit/laboratorium. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengelolaan limbah B3 khususnya limbah infeksius covid- 19 (padat dan cair) di laboratorium pemeriksa Covid-19. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

(31)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Tabel 3.5.

Monitoring dan Evaluasi Penanganan Limbah pada Rumah Sakit/Laboratorium Rujukan Covid-19 Tahun 2021

No. Fasyankes Lokasi

1. Balai Litbangkes Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

2. RSUD dr. H. Mochammad Anshari Saleh

Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

3. RSUD Ulin Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

4. Klinik Tirta Medical Center Angsana

Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan

5. RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan

6. Borneo Citra Medika Pelaihari, Kab Tanah Laut, Kalimantan Selatan 7. RS Bhayangkara Tk III Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan

Selatan

8. RSU Pertamina Tanjung Tanjung, Kab. Tabalong, Kalimantan Selatan 9. Klinik Tirta Medical Center Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan

Selatan

10. RSUD Pambalah Batung Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan

11. RSUD Sultan Sariansyah Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

12. RSU Ciputra Mitra Hospital Banjarmasin

Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

13. RS Tk. II DR. R. Soeharsono Banjarmasin, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan

14. RSUD Datu Sanggul Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan 15. RSUD dr. Doris Sylvanus Palangkaraya, Kalimantan Tengah

Jumlah 15

Pelaksanaan kegiatan kajian pemantauan bencana kabut asap bertujuan sebagai sistem kewaspadaan dini untuk memperoleh data kuantitatif kualitas udara (PM10, gas NO2, SO2, CO, Ozon) termasuk juga pengukuran parameter fisik seperti kelembaban udara, suhu udara, kecepatan angin dan arah angin. Pada tahun 2021, kegiatan ini dilaksanakan di 1 lokasi yaitu di Wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.

Kegiatan surveilans kualitas Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) bertujuan untuk memperoleh data kualitas air minum DAMIU di wilayah layanan. Pada tahun 2021, kegiatan ini dilaksanakan di 3 lokasi. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

(32)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Tabel 3.6.

Kajian Surveilans Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Tahun 2021

No Kegiatan Lokasi

1. Kegiatan Surveilans Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)

Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan

2. Kegiatan Surveilans Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)

Kabupaten Paser, Kalimantan Timur

3. Kegiatan Surveilans Kualitas Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)

Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah

Jumlah 3

Pemantauan faktor risiko kesehatan lingkungan di kegiatan Pra-embarkasi haji dilaksanakan sebagai bentuk kewaspadaan dini terhadap KLB pada saat aktivitas matra. Pada tahun 2021 direncanakan ibadah haji akan dilaksanakan sehingga perlu dilakukan kegiatan Pra-embarkasi haji, meskipun pada kenyataannya dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 maka haji ditiadakan. Kegiatan Pra- embarkasi haji dilaksanakan di 2 lokasi yaitu di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan Balikapapan, Kalimantan Timur.

Kegiatan analisis risiko kesehatan lingkungan dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang kualitas udara serta potensi risiko terhadap kesehatan masyarakat di dekat pertambangan. Kegiatan ini dilaksanakan di 1 lokasi yaitu di Desa Jembayan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kegiatan analisis data laboratorium berupa pengelolaan data-data yang ada di BBTKLPP Banjarbaru agar dijadikan informasi yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait. Kegiatan ini dilaksanakan secara terus-menerus sepanjang tahun dan hasilnya dituangkan dalam laporan. Pada tahun 2021 ini didapatkan 4 laporan Analisis Data Laboratorium yaitu sebagai berikut:

Tabel 3.7.

Analisis Data Laboratorium Tahun 2021

No Kegiatan Jumlah

1. Pengolahan Data Kualitas Air Minum di Provinsi Kalimantan

Selatan Semester I Tahun 2021 1

2. Pengolahan Data Kualitas Air Minum di Wilayah Layanan

BBTKLPP Banjarbaru Semester II Tahun 2021 1

3. Pengolahan Data Kualitas Air Bersih di Provinsi Kalimantan

Selatan Semester I Tahun 2021 1

4. Pengolahan Data Kualitas Air Bersih di Wilayah Layanan

BBTKLPP Banjarbaru Semester II Tahun 2021 1

Total 4

(33)

Laporan Kinerja BBTKLPP Banjarbaru 2021 Sebagai salah satu institusi yang menyediakan jasa pemeriksaan laboratorium, sangat dimungkinkan kegiatannya memberikan dampak pada lingkungannya sehingga pengelolaan IPAL mutlak harus dilakukan. Untuk itu perlu ada upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL) untuk mengidentifikasi dan menguraikan pokok-pokok kegiatan terutama yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup dan PP No. 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan serta dokumen UKL-UPL Usaha/Kegiatan. Kegiatan UKL-UPL ini dilaksanakan secara berkala yaitu per semester. Selain itu perlu juga dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan limbah dan IPAL. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.8.

Pengelolaan Limbah pada BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021

No Kegiatan Jumlah

1. Pengelolaan Limbah pada BBTKLPP Banjarbaru Tahun 2021 1 2. Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah Tahun 2021 (per

Semester) 2

3. Pelaporan UKL-UPL BBTKLPP BanjarbaruTahun 2021 (per

Semester) 2

Total 5

1) Perbandingan Target dan Realisasi Tahun 2021

Target kinerja untuk indikator Jumlah surveilans faktor risiko dan penyakit berbasis laboratorium yang dilaksanakan sebanyak 22 laporan. Realisasi untuk indikator ini sebanyak 56 laporan. Capaian untuk indikator ini sebesar 254,55 %.

Perbandingan antara target dan realisasi indikator ini dapat dilihat pada grafik berikut ini :

22

56

0 10 20 30 40 50 60

Target Realisasi

Grafik 3.1.

Target dan Realisasi Jumlah Surveilans Faktor Risiko dan Penyakit Berbasis Laboratorium yang Dilaksanakan Tahun 2021

Referensi

Dokumen terkait

Risk collision yang menunjukkan peluang kapal tersebut akan menubruk kapal lain dihitung dengan parameter Closest Point of Approach (DCPA) dan Time to Closest Point of Approach

Tujuan Indikator Kinerja Utama Target 2020 Target 2021 Target 2022 Target 2023 Target 2024 Kepemimpinan dan peran Indonesia di Forum Mutilateral untuk Menjalin

Jumlah Kegiatan Surveilans atau Kajian Faktor Risiko Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Laboratorium. Defenisi Operasional : Jumlah laporan hasil kegiatan surveilans

Untuk lebih memberikan hasil dan daya guna yang optimal, efektif dan efesien sesuai dengan target, sasaran dan tujuan program bantuan, akan dilakukan pengawasan

Patroli pengawasan sangat dibutuhkan pada masa-masa larangan penangkapan ikan terubuk untuk memberikan efek jera terhadap nelayan yang masih melakukan kegiatan

Dalam melaksanakan kinerja Jumlah rekomendasi surveilans atau kajian faktor risiko penyakit dan penyehatan lingkungan berbasis laboratorium pengendalian penyakit

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah dan Permendiknas Nomor 28 Tahun 2010 Tentang

Kandungan logam berat timbal pada air dari lokasi mulai aktivitas hingga muara menunjukkan hasil yang berfluktuasi, terlihat pada lokasi mulai aktivitas kadar timbal lebih